
Selesai sarapan mereka siap siap untuk pergi, jam 9an mereka sudah siap, evan bilang supaya pakai mobil baru saja perginya. Di luar sudah ada mobil patwal yang akan mengawal perjalanan evan dan keluarganya, kakek baskoro ikut di mobil patwal. Di dalam mobil bu marni meneteskan air matanya, dia meradakan nostalgia bersama suaminya. Karena kalau ada acara di polda dia suka ikut.
" ibu kenapa nangis, ibu sakit." kata ella
" enggak nak, ibu merasakan seperti waktu sama ayah kalian kalau ada acara di polda." jawab bu marni. Jam 9.47 menit mereka sampai di kantor Polda, disana sudah ramai oleh para pejabat dan wartawan, wartawan ingin melihat dan mewancarai evan. Melihat situasi seperti itu evan tidak ingin diwawancari dan terlihat di kamera, evan bukannya takut tapi evan memikirkan dampak kedepannya kalau kalau para penjahat menargetkan keluarganya. Dia tidak akan selama berada disisi mereka, untuk itu evan menelepon kakek baskoro.
" kek, situasinya banyak banget wartawan, saya tidak ingin terexpose, karena aku takut nanti akan ada dampak ke yang lainnya." kata evan
" iya sih, khawatir keluarga kita akan jadi target penjahat, kakek akan koordinasi dengan pihak yang ada disini, kalau begitu kalian cari dulu tempat parkir." kata kakek baskoro. Kakek baskoro pun melakukan koordinasi. Tak berselang lama kakek baskoro menyuruh mobil yang di tumpanginya mengikuti mobil patwal tadi masuk ke belakang gedung. Sampai di tempat parkir di belakang gedung, mereka turun mereka di jemput oleh beberapa polisi lalu menuju ruangan . Di dalam ruangan tersebut sudah ada pak kapolri dan Kasad. Evan memberikan salam kepada mereka semua di ikuti keluarganya, evan juga mengenalkan keluarganya kepada pak kapolri dan kasad.
" ternyata kamu masih sangat muda, berapa umur kamu sekarang." kata pak kapolri
" saat ini saya 19 tahun pak," jawab evan
" kenapa kamu enggak masuk jadi polisi padahal yang saya dengar ayah kamu polisi juga. Terus kamu melakukan pengobatan tanpa ada lisensi dikter dong." kata pak kapolri
__ADS_1
" saya telah memiliki lisensi dokter pak. keinginan ada, tapi ibu tidak mengijinkan, daripada saya memaksakan keinginan, khawatir kedepannya tidak akan bagus kalau tanpa restu ibu, ibu takut kejadian ayah terulang kepada saya, mohon maaf sebelumnya saya meminta untuk pertemuan ini tanpa ada wartawan yang akan mengexpose saya dan keluarga, saya khawatir keluarga saya akan menjadi target orang jahat, karena saya tidak akan selamanya berada disisi mereka." kata evan, dia pun mengeluarkan lisensi dokternya memperlihatkan kepada pak kapolri.
" saya salut sama kamu, cara berfikir dan analisa kamu itu luar biasa, pantas komandan endris memuji kamu. Terus kenapa waktu itu kamu mau masuk ke dalam gedung padahal resiko sangat besar,." kata pak kasad
" saya seorang dokter berkewajiban melakukan pertolongan, dan saya sebagai warga juga ingin membantu pihak keamanan untuk menumpas kejahatan, saya bisa bertindak itu juga karena saya yakin akan kemampuan saya bisa melakukan perlawanan." kata evan
" luar biasa, seandainya semua warga berfikiran seperti kamu, aman sudah negara ini, terus kamu belajar menembak dimana, saya dapat laporan bahwa waktu kamu keluar gedung kamu menembak penjahat dengan akurat dan pada saat itu kamu juga menggendong anaknya pak bayu pengusaha itu, dan kok kamu kefikiran untuk mengambil senjata penjahat itu, kalau boleh diceritakan." kata pak kapolri
" kronologinya begini pak, setelah saya mengobati ketua penjahat itu, saya dibawa ke ruangan sandera, disana saya mengobati 3 orang polisi, waktu dari ruangan mengobati sandera dan ruangan sandera saya mengawasi penjagaan disana, setelah saya mengobati 3 orang polisi itu saya keluar dengan lasan mau ke kamar mandi, saya lihat hanya ada 4 orang penjaga disana selebihnya ketua penjahat sudah tidak ada, saya menyerang ke 4 penjaga itu dengan menggunakan jarum akupuntur, setelah lemah saya baru pukul mereka, setelah mereka tak berdaya saya kembali ke ruang sandera lalu mengajak para sandera ke luar, karena salva anaknya pak bayu sakit di kakinya makanya saya gendong, pas keluar itu saya mengambil pistol penjahat tersebut, itu insting saja pak sebagai jaga diri apalagi saya membawa korban, jadi pas penjahat mau menembak saya tembak duluan, karena tangan kanan saya sudah siap memegang pistol itu sebelum situasi benar benar aman." kata evan
" saya salut sama kamu nak, untuk itu kami dari pihak kepolisian dan tentara ingin memberikan penghargaan atas jasa kamu, kamu juga telah memecahkan permasalahan sindikat penculikan dan sindikat narkoba, kami berharap jika kami membutuhkan bantuan kamu kedepannya, kamu bersedia membantu." kata pak kapolri
" kami juga sudah bicarakan mengenai hal ini, identitas kamu dan keluarga kamu akan kami tutup tidak akan menjadi bahan publik, kami juga sudah berkomunikasi dengan menteri pertahanan dan presiden kami memberikan penghargaan tanda jasa dan identitas kamu sebagai anggota kehormatan, saya yakin dengan karakter kamu tidak akan mempergunakan identitas ini untuk hal hal yang melanggar hukum, kami juga sudah memperivikasi kamu dan keluarga kamu." kata pak kapolri, mereka pun memberikan plakat dan piagam penghargaan serta kartu anggota kehormatan. Sedangkan di tempat lainnya sedang berlangaung juga pemberian penghargaan kepada anggota kepolisian dan tentara yang kemarin ikut dalam penyergapan, komandan endris dan pak Edi yang akan memberikan penjelasan kepada wartawan.
Setelah pemberian penghargaan evan dan pak kapolri dan pak kasad ngobrol santai, lalu mereka pun makan siang bersama, selesai makan siang evan pun memberikan obat kepada pak kapolri dan pak kasad untuk memulihkan kondisi fisik mereka. Tanpa ragu mereka berdua meminum obat tersebut, mereka merasa tubuhnya menjadi lebih bertenaga dan nyaman.
__ADS_1
" ini luar biasa, dimana saya bisa mendapatkan obat ini nak." kata pak kapolri
" ini baru sample pak belum di produksi masal, mudah mudahan bulan depan baru ada di pasaran." kata evan
" kamu sendiri yang meraciknya." kata pak kapolri
" betul pak, nanti perusahaan DFG yang akan memproduksinya." kata evan
" dengan khasiat seperti ini bagus untuk anggota kita nih, nanti saya akan bicarakan dengan tim dokter," kata pak kapolri
" betul itu pak kapolri, saya juga akan bicarakan dengan tim dokter, kamu memang hebat ya, masih muda berbakat, bertanggung jawab." kata pak kasad, mereka pun bertukar nomor telepon.
" kalau memang bapak bapak sakit dan percaya kepada saya untuk mengobatinya bisa datang ke rumah sakit C atau hubungi saya langsung." kata evan
" siap kalau begitu, pokoknya kalau ada apa apa kabari saya, dan saya tunggu kamu untuk latihan menembak, saya jadi penasaran cara menembak kamu." kata pak kapolri
__ADS_1
" siap pak, kalau ada waktu saya kabari bapak, kalau enggak akhir pekan kalau tidak ada panggilan dari rumah sakit saya siap, maklum pak saya masih jadi mahasiswa dan bekerja di pabrik." kata evan
" kamu ini bisa saja," kata mereka. Tak lama ada ajudan yang datang memberitahu bahwa ada pak menteri kesehatan bersama isterinya ingin bertemu dengan evan. Pak kapolri dan pak kasad pun menyuruh ajudan untuk membawa pak menteri dan isterinya datang kesana.