
Ibu fitri mengoleskan cream ke wajahnya tanpa ada rasa takut.
" tadi saya mendengar bahwa kamu mendapatkan hal tidak enak. Kenapa kalau saya boleh tau." kata pak menteri. Pak handoko menceritakannya kejadian tersebut kepada pak menteri
" bagus kalau memang sudah ditangani, untung aja kenanya ke kamu yang penyabar coba ke yang lain dia udah babak belur bahkan dilaporkan ke kepolisian." kata pak menteri. Disaat mereka sedang mengobrol.
" aaaahhhhhh... Ini siapa....." teriak bu fitri
" bu kenapa, ada apa sampai teriak." kata pak menteri
" ini...ini pak... Siapa yang ada di cermin...." kata bu fitri
" memangnya kenapa bu, ibu melihat apa di cermin jangan bikin takut deh." kata pak menteri.
" itu wajah ibu, masa wajah orang lain sih...." kata bu sofie sambil mendekati bu fitri, dia tidak kaget lagi karena tadi dia juga sama
" iya sih...saya cubit sakit.... Ini beneran wajah saya bu....saya enggak mimpi kan." kata bu fitri
" iya bu, itu wajah ibu setelah tadi dioleskan cream dari nak evan." kata bu sofie
" coba bapak lihat bu, sebegitu hebohnya." kata pak menteri, bu fitri pun memperlihatkan wajahnya ke pak menteri
" wow.. Ini luar biasa, saya bisa dikira nikah lagi ini sama gadis muda." kata pak menteri
" nanti kata nak evan bu, ada buat cream tubuh juga buat luluran gitu, saya jadi menunggu banget ini jadi pengen tau efek di tubuh, pokoknya awas ya nak kalau ibu enggak dikasih tau, ibu marah pokoknya." kata bu sofie
" iya bu, nanti saya kasih tau." kata evan
" kamu juga harus kasih tau saya, kalau enggak saya juga marah sama kamu." kata bu fitri
" rasain kamu, memang enak diancam ibu ibu. pokoknya jangan sampai keluar tanduknya aja, bisa bahaya dan saya bakalan kena imbasnya loh." kata pak menteri sambil ketawa.
__ADS_1
" iya pak, nanti saya suruh calon isteri saya untuk mengingatkan." kata evan
" kamu sudah punya calon, sayang banget anak saya udah pada gede gede, pasti beruntung banget keluarga itu." kata bu fitri
" udah bu, malahan sudah bertunangan juga tinggal nunggu waktu saja nih, waktu mengobati pak kamal, dia sedang melangsungkan acara pertunangan, makanya itu selain krahlian dia dalam mengobati dia juga sudah memiliki jiwa sebagai seorang dokter." kata pak handoko
" betul itu.. Saya setuju, ini membuka wawasan saya, yang muda belum tentu tidak memiliki suatu keahlian." kata pak menteri
" selain dia memiliki keahlian dalam mengobati, dia juga memiliki keahlian dalam membuat obat begitu juga dalam bidang bisnis, dia ini komisaris di PT. Devano Farma Global dan baru mendirikan perusahaan sama calon isterinya di bidang produk kecantikan dan membuat rumah perawatan kecantikan. Oh iya nak saya lupa tadi menyampaikan bahwa pak idris dan iaterinya bu amel ingin bertemu dengan kamu siang ini, kamu ada waktu kan" kata pak handoko
" iya pak, saya masih disini kok, lagian saya harus mengobati pak menteri." kata evan
" apa merk dagangnya nak untuk produk ini." kata bu fitri
" E&N bu." jawab evan
" apa artinya itu." kata bu fitri
" Evan dan Nazwa bu." kata evan
" saya yang beruntung bu bisa mendapatkan hati dia, kejadian tadi berkaitan dengan dia bu karena cowok itu suka sama nazwa tapi nazwa malahan memilih saya." kata evan
" siapa sih yang enggak suka sama kamu, kamu ganteng, memiliki keahlian pengobatan, saya juga kalau masih muda mau jadi isteri kamu, makanya mulai sekarang anggap aja saya ibu kamu ya." kata bu fitri
" iya bu terimakasih. Oh iya pak mari saya obati penyakit kolesterol dan yang lainnya." kata evan, dia membuka tasnya lalu mengeluarkan jarum dan mensterilkan jarum jarum tersebut. Setelah menyuruh pak menteri tengkurap, evan menusukan jarum jarumnya ke punggung dan pinggang pak menteri, evan juga menyuruh perawat untuk menyiapkan obat dari DFG untuk menyembuhkan penyakit lambung dan kolestrol pak menteri. Disaat itu pula mereka yang ada di ruang itu diam membuat suasana di kamar itu menjadi hening. Sekitar 27 menit jarum jarum itu menancap di tubuh pak menteri, evan mencabut jarum jarumnya lalu mensterilkan kembali dan memasukannya ke tas miliknya, evan memberikan pijatan di punggung pak menteri sambil mengalirkan energi supaya darah darahnya lancar.
" sudah pak, silahkan bapak minum dulu obat ini supaya lambung bapak sehat lagi," kata evan, lalu meminta perawat untuk memberikan obat yang tadi evan minta, setelah evan periksa evan memberikannya ke pak menteri, pak menteri pun tanpa ragu lagi meminum obat tersebut, arus hangat di peŕut pak menteri membuat dia merasakan nyaman, keringat pun keluar dari kening pak menteri.
" uuuuuuuhhhhh... Nyaman banget ini, sudah lama saya tidak merasakan nyaman di perut saya, leher pun audah tidak sakit lagi... Ini luar biasa..." kata pak menteri
" alhamdulillah kalau memang bapak merasa enak," kata evan
__ADS_1
" apa obat tadi boleh saya minum nak, karena saya suka merasakan sakit di lambung ini." kata bu fitri
" boleh bu, tapi saya coba periksa dulu ya." kata evan sambil meminta tangan bu fitri, evan memeriksa melalui denyut nadinya.
" iya ibu juga sama mengalami sakit lambung apalagi kalau sedang datang bulan ibu suka kram di perut membuat ibu suka kesakitan." kata evan, lalu memberikan ibat ke bu fitri, bu fitri pun meminumnya, setelah meminumnya evan meminta tangan ibu fitri lagi lalu mengalirkan energi ke tubuh bu fitri supaya cepat menyerap obat tadi dan memperbaiki organ dalam bu fitri.
" bapak sama ibu tolong jaga makannya jangan sampai telat dan jangan keseringan makan makanan yang bersantan untuk waktu 1 bulan ini." kata evan
" iya nak, ibu meradakan nyaman di perut ini, udah lama saya enggak merasakan hal seperti saat ini.. Kamu benar benar nak yang luar biasa. Saya minta nomor kontak kamu ya, pokoknya kalau sakit saya maunya kamu yang rawat." kata bu fitri, evan pun memberikan nomor kontaknya, bu fitri pun save nomor tersebut.
" terimakasih banyak nak, kalau ada apa apa kamu hubungi saya saja, mungkin saya bisa membantu." kata pak menteri, beliau pun meminta nomor evan.
" jadi kapan saya boleh pulang nak." kata pak menteri
" sore ini sudah boleh pak, kalau memang bapak sudah merasa lebih baik." kata evan
" saya engvak tau harus bilang apa lagi, saya seharusnya minimal 4 hari untuk di rawat, eh sama kamu enggak sampai sehari sudah boleh pulang." kata pak menteri
" kalau memang harua dirawat lebih lama saya juga enggak memlerbolehkan pulang, tapi karena kondisi bapak baik jadi buat apa ditahan disini." kata evan
" ingat ya nak kalau pembukaan rumah kecantikan mau dibuka kabari saya, dan kamu masih mau merawat kami." kata bu fitri
" iya bu, mudah mudahan awal bulan pembukaannya." kata evan
" pokoknya ibu akan tanya kamu terus, ibu enggak mau orang lain yang pertama merasakannya, oh iya pak nanti kita undang nak evan sama keluarganya ya untuk makan malam, sebagai bentuk rasa syukur kita." kata bu fitri
" iya bu, ibu atur saja kapan, nanti bapak sesuaikan dengan jadwal bapak." kata pak menteri
" pak maaf di ruang tunggu ada tamu mau menemui bapak, katanya pak idris dan bu amel." kata perawat
" iya saya kesana, terimakasih ya. Kalau begitu pak, ibu saya pamit mau menemui mereka dulu." kata pak handoko
__ADS_1
" silahkan pak handoko, terimakasih banyak loh atas segalanya." kata pak menteri
" sama sama pak, kalau begitu saya permisi." kata pak handoko, lalu dia pergi bersama bu sofie ke ruangannya