
Mereka bertiga pun pergi dari area pabrik, bu marni.menyuruh pak budi untuk mencari restoran untuk mereka makan siang. Setelah menemukan restoran pak budi berhenti, mereka pun masuk ke restoran tersebut lalu mereka memesan makanan. Sambil menunggu makanan yang di pesan tiba mereka pun mengobrol.
" semoga saja lancar ya nak usaha kita ini." kata bu marni
" iya bu, aku yakin produk kita ini bisa diterima di pasaran, memang pasti membutuhkan waktu, tapi setelah mereka mencoba obat kita ini, konsumen pasti akan terus menggunakan obat kita ini," kata evan
" oh iya bu, boleh enggak nanti aku belajar manajemen di perusahaan itu." kata nazwa
" boleh dong nak, malahan ibu senang kalau kamu mau belajar manajemen disana, setidaknya kerjaan ibu akan berkurang karena ada kamu." kata bu marni senang mendengar calon mantunya mau belajar manajemen bisnis di perusahaannya itu.
" terimakasih banyak bu atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk belajar." kata nazwa
" sama sama nak, toh nanti juga kamu yang akan membantu evan dalam mengelola perusahaan, semoga dengan kalian yang mengelolanya perusahaan ini bisa lebih berkembang lagi, kamu kan mengambil jurusan managemen jadi bisa langsung kamu praktekan." kata bu marni
" iya bu." jawab nazwa.
makanan pun datang, mereka makan siang bersama. Selesai makan bu marni mengajak evan dan nazwa pergi ke mall untuk membeli pakaian untuk evan pakai besok dan membeli perhiasan untuk nazwa.
Di toko pakaian evan membeli beberapa pakaian untuk acara besok dan untuk digunakan kalau pergi kuliah dan ke perusahaan, tak lupa membeli sepatu kantor, setelah itu pergi ke toko perhiasan. Di toko perhiasan bu marni membeli kalung untuk nazwa, ella dan yasmin. Bu marni baru ingat bahwa yasmin belum memakai perhiasan selain kalung bu marni pun membeli gantungan kalungnya sekalian yang berbentuk inisial nama. Setelah selesai membayarnya mereka pun pulang ke rumah. Di rumah sudah ada yasmin dan ella, jaka enggak ada disitu karena dia langsung pulang.
Mereka berkumpul di ruang keluarga.
" nak sini, ada sesuatu yang ingin ibu kasih ke kalian." kata bu marni
" apa bu." kata ella dan yasmin, bu marni membuka kotak perhiasan
" wah bagus banget bu, ini buat aku." kata ella
" aku dikasih enggak bu." kata yasmin
" semuanya dapat kok, kalian kesini, ibu pasangkan." kata bu marni, ella dan yasmin mendekat ke ibunya. Bu marni pun memasangkan kalung tersebut di leher masing masing.
" terimakasih ya bu." kata ella
" terimakasih ya bu, aku senang banget, selama ini aku belum pernah memakai perhiasan, apalagi ini bagus banget." kata yasmin, dia pun sampai meneteskan air mata bahagianya.
__ADS_1
" jangan nangis dong sayang, kamu kan anak ibu, pasti ibu juga akan kaaih kamu." kata bu marni
" makasih bu ya." kata yasmin, dia memeluk ibu angkatnya itu.
" tapi kalian harus hati hati ya pakainya jangan sampai mengundang kejahatan." kata evan
" iya kak." kata ella dan yasmin
" kalian tambah cantik deh." kata nazwa
" besok jadi kak acaranya." kata ella
" jadi, besok sore." kata nazwa
" oh iya kak, aku kembalikan dulu cincin ini, besok baru aku pakai lagi." kata nazwa lalu membuka cincinnya dan memasukan kedalam kotaknya. Karena sudah sore nazwa pun pamitan, evan mengantarkan nazwa pulang. Sampai di rumah nazwa menelepon teman dekatnya supaya besok datang ke rumahnya. Dia melakukan video call dengan nita dan dina temannya itu
" tumben nih naz, kamu inget kita kita, ada apa nih." kata nita
" iya nih, ada apa gerangan." kata dina
" besok sore kalian ada acara enggak, datang ya ke rumah aku." kata nazwa
" aku mau mengadakan acara yang sangat spesial buat aku nit, din, jadi datang ya." kata nazwa
" bukannya ulang tahun kamu udah, jangan jangan kamu mau dinikahkan lagi, kamu enggak berbuat macam macam kan naz, kamu enggak lagi hamil kan." kata dina
" kalian ini berfikiran jelek ke aku sih." kata nazwa
" terus ada acara spesial apa." kata nita
" makanya besok datang ya, aku mau tunangan nit, din." kata nazwa
" apaaaaa." kata mereka serempak
" kamu enggak dipaksa sama ortu kamu kan." kata dina
__ADS_1
" enggak dipaksa kok, ini keinginan dan pilihan aku sendiri." kata nazwa
" sama siapa naz, rio ya." kata nita
" ih.. Apa sih, makanya besok kalian datang, biar kalian bisa melihat calon suami aku itu, tapi awas aja kalau kalian menggoda dia." kata nazwa
" sejak kapan teman ku ini mudah dekat sama cowok, kamu kenal dimana naz. Udah berapa lama kalian kenalan, perasaan dulu kamu enggak pernah cerita dekat sama cowok deh" kata nita
" baru beberapa bulan ini, aku kenal dia enggak sengaja, waktu itu aku dan kakek aku lari, tiba tiba kakek kena serangan jantung, dia menolong kakek dan menyembuhkan kakek, aku tambah suka sama dia waktu dia menolong adik aku yang tenggelam di pantai waktu sedang liburan, dan dia yang menyelamatkan adik aku, kebetulan dia juga sedang liburan sama keluarganya." kata nazwa
" dia doktet naz, beda berapa tahun sama dia." kata dina penasaran
" dia sih belum dapat izin praktek, tapi sedang direkomendasikan, umurnya cuma beda 4 bulanan sama aku, lulusan SMAnya sama," kata nazwa
" dulu dia sekolah dimana dan anak mana." kata nita
" dia enggak sekolah resmi, dia lulus SMA lewat jalur persamaan melalui keahlian dia dan hasil ujiannya luar biasa, rumah dia satu komplek dengan aku." kata nazwa
" pasti orangtuanya kaya ya, gimana dia bisa memberikan nafkah ke kamu kalau dia belum kerja." kata dina
" walaupun seumuran tapi dia sudah bisa menghasilkan uang dari orang orang yang dia bantu, kemarin aja daftar kuliah dia bayar ssndiri, sama aku juga dibayarin dia. Orangtuanya punya perusahaan dan baru kemarin dia sama orangtuanya mendirikan perusahaan farmasi. Eh ngomongin si rio, kemarin waktu aku daftar kuliah sama kak evan, aku ketemu dengan si rio, dia nembak aku lagi, tapi aku bilang aku sudah punya pasangan dan mau tunangan, lalu dia pergi deh." kata nazwa
" lihat dong photonya, aku jadi penasaran ke orang yang bisa menaklukan primadona sekolah." kata nita
" aku enggak punya, dia enggak mau di publikasikan." kata nazwa
" terus tanggapan orangtua kamu gimana naz." kata dina
" orangtua aku setuju, makanya kita mau tunangan juga, tapi jangan disebarkan ke yang lain dulu ya." kata nazwa
" siap nona, siapa tadi namanya." kata nita
" evan devano putra." kata nazwa
" besok kita pasti datang, jadi penasaran pengen lihat orangnya yang sudah meluluhkan hati primadona sekolah." kata dina.
__ADS_1
" iya aku tunggu loh ya. Sampai ketemu besok." kata nazwa
nazwa pun mengakhiri video call, dia pun gelisah enggak bisa tidur.