WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Informasi tentang sang ayah


__ADS_3

Mereka pun menikmati makan malam, mereka menjadi lebih akrab.


" kak terimakasih tadinsudah menyelamatkan aku." kata jaka


" sama sama, lain kali hatus hati hati ya." kata evan


" iya kak, aku udah dibilang kakak, tapi aku malahan ambil bola eh kegulung ombak jadi terseret ke tengah deh, untung ada kakak mau menolong aku." kata jaka


" terimakasih banyak ya nak, aduh saya enggak bisa bayangin kalau enggak ada kamu tadi. Kamu sepertinya seumuran dengan nazwa ya." kata bu citra


" sepertinya iya bu, evan sekarang mau 19 tahun." kata bu marni


" nazwa tahun ini 18 tahun, dia baru lulus sekolah tahun ini." kata bu citra


" iya bu evan juga, untung saja dia bisa imut ujian persamaan di dinas pendidikan jadi dia bisa kuliah, kemarin soalnya di kampung hanya sampai SMP aja." kata bu marni


" kok di kampung sih bu kenapa memangnya." kata bu citra


" cerita panjang bu, mungkin ibu pernah mendengar kejadian di rumah saya, untung saja evan ditemukan pak braja dan bu surti yang mau merawatnya." kata bu marni. Bu citra, kakek baskoro dan pak hadi mengerti atas penjelasan bu marni.


" kamu kok bisa ilmu pengobatan tradisional, belajar dari mana." kata kakek baskoro


" waktu di kampung saya belajar dari guru saya pak, jadi tau sedikit teknik pengobatan." kata evan


" itu bukan sedikit nak, kamu bisa di bilang tenaga ahli atau spesialis. Devano pasti bangga melihat anaknya ini, sama dengan dia baik, tegas, jujur, sayang takdir membuat dia harus meninggal terlebih dulu. Banyak prestasi beliau, sehingga departemen kriminal kami mendapatkan banyak sanjungan karena sering memecahkan kasus kasus besar. Tapi orang orang jahat ini sampai mencelakai devano sampai dia mengundurkan diri pun masih tetap dikerjar." kata kakek braja.beliau pun sambil membayangkan kejadian itu. Evan pun ingin mencari informasi tentang sang ayah dari kakek baakoro, dari pembicaraannya kakek baskoro tau tentang kejadian waktu itu.


" kita padahal tetangga rumah ya, tapi kita malahan mengobrol di luar begini." kata pak hadi


" betul pak, mungkin karena kita memiliki kesibukan masing masing dan saya juga jarang bersosialisasi di lingkungan rumah semenjak musibah itu." kata bu marni


" kebetulan banget kita liburan di tempat yang sama, wah kalau kejadian tadi itu di tempat lain belum tentu ada yang mau menolong, kamu evan persis ayah kamu, berani bertindak walaupun yang lain enggak mau, jujur saja saya jadi teringat beliau." kata kakek baskoro


" oh iya kak, enggak apa apa kan aku panggil kak." kata nazwa


" mau panggil kakak boleh, mau nama aja boleh, kita kan seumuran." kata evan

__ADS_1


" iya kak, tadi pagi kita lupa bayar air minum di warung karena terburu buru, apa kak evan udah bayarnya atau belum ya, kalau belum nanti kita kesana lagi." kata nazwa


" iya ya, kakek juga lupa tadi." kata kakek baskoro


" udah saya bayar kok, tenang aja hanya minum aja." kata evan


" saya jadi enggak enak nak, kamu udah nolongin bayar minum segala." kata kakek baskoro


" kalau segitu saya masih bisa bayar kek, jangan diambil pusing, lagian kan kakek dulu atasan ayah, setidaknya saya harus membalas perlakuan kakek kepada ayah saya." kata evan


" kalau begitu terimakasih nak, kamu mau lanjut kuliah jurusan apa." kata kakek baskoro


" rencana kedokteran kek, saya ingin banyak menolong orang." kata evan


" hebat... Sesuai dengan keahlian kamu saat ini. Sebenarnya tanpa kamu kuliah pun kamu sudah ahli." kata kakek baskoro


" bangga banget ya bu, memiliki anak yang sudah memiliki keahlian, pantesan saya dengar dari tetangga, pak joko sembuh dari penyakit jantungnya oleh anak muda di komplek perumahan kita juga, ternyata kamu nak." kata bu citra


" iya bu, setelah ada kejadian demo di depan komplek, bibi yang ada di rumah itu teriak minta tolong, saya keluar sama pak asep waktu itu melihat takut ada apa apa, ternyata pak joko sudah pingsan, jadi saya tolong karena kalau telat saja pasti enggak akan tertolong." kata evan


" kamu mau jadi polisi enggak nak seperti ayah kamu, nanti kakek bantu jadi dokter di kepolisian." kata kakek baskoro


" saya belum kefikiran kek, tapi jika tenaga saya diperlukan saya siap membantu." kata evan


" oh iya kek, kak evan mau membuat SIM tuh, bantu ya kek, kakak udah latihan menyetir kok dan sudah lulus." kata ella


" tanpa bantuan kakek juga kamu tinggal datang aja ke polres, bilang anaknya pak devano, mereka akan hormat ke kamu, nanti kakek coba hubungi ke kantor, nama lengkap kamu siapa." kata kakek baskoro


" evan putra devano." kata evan


" kapan kamu mau kesana, nanti kakek telepon, kalau enggak bareng sama kakek kesananya." kata kakek baskoro


" habis pulang liburan ini kek, boleh kalau memang tidak merepotkan kakek." kata evan


" enggak sama sekali, lagian saya hanya di rumah aja enggak pernah kemana mana." kata kakek baskoro

__ADS_1


" terimakasih kek." kata evan


" kak nazwa kuliahnya dimana." kata ella, ella senang bisa ngobrol sama nazwa karena kalau disekolah nazwa ini mantan ketua osis dan sebagai salah satu bunga sekolah


" belum tau, ini baru mau ikut test ujian masuk perguruan tinggi negeri dulu." kata nazwa


" sama kaya kak evan dong, mau ambil jurusan apa." kata ella


" rencana sih jurusan manajemen." kata nazwa


" terus kampus yang dipilihnya dimana kak, di luar kota atau dekat dekat rumah saja." kata ella


" aku ambil kampus dekat rumah aja, bapak sama ibu enggak mengizinkan jauh jauh." kata nazwa


" mudah mudahan saja bisa satu kampus sama kak evan ya, jadi kan bisa ada teman. tau enggak kak, kak evan itu selain bisa ngobati orang dia juga jago berantemnya," kata ella


" memangnya kak evan suka berantem." kata nazwa


" kalau ada yang ganggu aja, sama kalau melihat yang di ganggu preman kak evan yang hajarnya. Kemarin aja preman yang ganggu yasmin di hajar sama kak evan." kata ella


" oooh.. Kirain suka berantem karena suka cari gara gara sama orang lain." kata nazwa


" kamu ngomong apa sih dek." kata evan


" memang kenyataan kan kak. Jadi kalau kak nazwa ada yang ganggu bilang aja ke kak evan." kata ella


" iya... Kakak akan minta bantuan kakak kamu kalau begitu." kata nazwa


" tapi enggak ada yang marah kan kalau kak evan bantuin kak nazwa." kata ella


" bapak sama ibu senang lah malahan kalau ada yang bantuin aku." kata nazwa


" maksudnya pacar kakak, takutnya salah paham kak." kata ella


" aku belum punya pacar kok, lagian malas pacaran," kata nazwa

__ADS_1


" bagus kalau begitu." kata ella.. Dia mengharapkan kakaknya bisa pacaran sama nazwa. evan mengobrol dengan kakek baskoro karena dia ingin mendapatkan informasi tentang sang ayah dari kakek baskoro, sehingga evan tau orang orang yang telah mencelakai ayahnya.


__ADS_2