WARISAN LELUHUR

WARISAN LELUHUR
Pergi Nonton


__ADS_3

Karena panas evan mengajak nazwa untuk pergi ke kantin yang ada di kampus itu, Rio yang penasaran tentang keberadaan evan pun mengikuti ke kantin.


" aku boleh ikut kalian kan, aku haus juga." kata rio


" silahkan saja, enggak masalah." jawab evan, nazwa hanya diam karena dia tau dulu rio menyukai dirinya tapi dia tolak. Nazwa jugabtau bahwa rio ini suka berganti ganti pacar, karena merasa dia tampan dan sebagai ketua osis. Evan pun pergi membeli minuman untuk dirinya dan nazwa


" wa, siapa dia, kok kamu panggil dia kakak sih, setau aku kamu kan anak pertama." kata rio


" memang aku anak pertama, aku panggil kakak karena umur kak evan beberapa bulan diatas aku, terus aku merasa dia lebih dewasa aja dari aku." kata nazwa


" dulu memangnya dia sekolah dimana." kata rio


" kak evan enggak sekolah di sekolah resmi, kak evan ikut ujian persamaan di dinas pendidikan karena kak evan sudah memiliki keahlian, jadi dia lulus dengan nilai terbaik disana." kata nazwa


" kok kamu bisa kenal dia." kata rio menyelidiki


" kak evan yang menolong kakek waktu kena serangan jantung sewaktu lari pagi, kak evan juga yang menoling adik aku waktu tenggelam waktu liburan kemarin, sama kak evan juga yang menyembuhkan ayah sama ibu aku." kata nazwa, dari nadanya penuh rasa bangga memiliki pacar evan.


" kelihatannya kamu dekat banget sih." kata rio cemburu


" iya dong, kemarin kita liburan bareng sama keluarga, dan kita juga udah dapat restu dari orangtua masing masing untuk menjalin hubungan, mungkin kita akan tunangan dulu sebelum lulus kuliah, nanti baru nikah." kata nazwa


" dulu katanya kamu enggak mau pacaran dulu, kok sekarang kamu malah menjalin hubungan sih." kata rio kesal


" sewaktu sekolah memang aku enggak mau pacaran, tapi sekarang aku pacaran sama kak evan untuk saling mengenal aja, kalau memang sudah benar benar cocok kita tunangan, bukan hanya untuk main main," kata nazwa. Tak lama evan pun datang membawa air minum dan cemilan. Evan menyerahkan minuman ke nazwa


" kamu pasti haus, nanti aja ya makannya." kata evan

__ADS_1


" iya kak, aku juga belum lapar kok." kata nazwa lalu dia minum air yang diberikan evan. Rio yang melihat itu pun pamitan dengan kesal dan cemburu. Evan dan nazwa makan cemilan yang dibawa evan. Selesai makan cemilan mereka pun pergi dari kampus tersebut. Karena sudah siang evan mengajak nazwa untuk pergi ke restoran terlebih dahulu. di perjalanan evan melihat restoran, lalu membelokan motornya kesana. Setelah memarkirkan motornya, evan mengajak nazwa masuk ke restoran. Evan pun memesan makanan dan menyuruh nazwa memesan juga.


" tadi itu pacar kamu ya." kata evan


" bukan kak, memang dulu dia pernah menyatakan sukanya ke aku, tapi aku tolak karena memang aku enggak mau ada hubungan, dia itu playboy disekolah karena merasa ganteng dan ketua osis. Makanya tadi dia tanya kakak siapanya aku, aku jawab kakak pacar aku dan sebentar lagi kita mau tunangan dan hubungan kita sudah direstui orang tua kita masing masing. kakak serius kan sama aku, kakak mau kan kita tunangan dulu sebagai pengikat kita." kata nazwa


" aku sih enggak masalah kalau memang kamu benar benar sudah yakin sama aku, aku kan orang kampung, enggak tau kehidupan kota seperti kamu," jawab evan


" jangan bahas itu kak, aku udah yakin kok sama kakak, kakak orang baik yang bisa bahagiain aku dan menjaga serta melindungi aku." kata nazwa


" iya kita lihat aja ya, kalau benar benar kita sudah yakin aku akan mengikat kamu dulu." kata evan, lalu dia memegang tangan nazwa


" makasih ya kak, jujur aku baru merasakan hal seperti ini. Aku bahagia banget." kata nazwa. Dia pun menggenggam balik tangan evan. Karena makanan yang dipesan sudah datang mereka pun mulai makan.


" kita mau kemana lagi setelah ini, mau langsung pulang atau mau pergi kemana." kata evan


" iya sudah kalau memang kamu mau nonton, tapi kamu kasih tau dulu orang tua kamu ya,." kata evan, evan pun memberi kabar ke ibunya bahwa dia mau nonton sama nazwa.


" beneran kak, mau ajak aku nonton, aku akan kabari ayah kalau begitu." kata nazwa, dia pun langsung mengirimkan pesan ke ayahnya. Karena ayahnya tau bahwa anaknya itu mau pergi nontin sama evan dia pun setuju yang penting jangan pulang terlalu malam.


" udah kak, ayah mengizinkan kita nonton." kata nazwa bahagia. Selesai makan dan membayar, evan dan nazwa pergi ke mall untuk nonton.


Sampai di mall, evan memarkirkan motornya lalu pergi ke bioskop untuk membeli tiket. Mereka pun perpegangan tangan layaknya sedang pacaran.


" kakak mau nonton apa." kata nazwa sesampainya di bioskop


" terserah kamu aja, aku enggak tau." kata evan, dia pun menyerahkan uang ke nazwa untuk membeli tiketnya.

__ADS_1


" kak masih ada satu setengah jam lagi, kita jalan jalan dulu aja yuk." kata nazwa, evan pun mengangguk, mereka pun keluar dari bioskop lalu jalan jalan di mall itu. nazwa berhenti di toko perhiasan, dia melihat ada cincin yang bagus.


" kenapa kamu mau beli perhiasan itu." kata evan


" enggak kak, aku cuma lihat lihat aja, itu bagus banget cincinnya couple lagi." kata nazwa


" iya udah kita lihat aja." kata evan lalu mengajak nazwa masuk ke toko itu.


" tapi kak, pasti mahal deh, enggak usah beli dulu." kata nazwa


" enggak apa apa, kamu lihat aja dulu." kata evan lalu menyuruh nazwa memilihnya. Nazwa pun akhirnya menunjuk cincin couple, lalu mencobanya.


" bagus banget ya kak, pas lagi di jari manis aku. kakak juga coba dong." kata nazwa, evan menuruti apa kemauan nazwa


" pas juga di kakak," lanjut nazwa


" kamu suka." kata evan, nazwa hanya mengangguk, Mereka pun menyerahkan cincin itu ke penjaga tokonya. Evan menayakan harga ke penjaga toko.


" berapa total harga ini." kata evan


" ini emas putih 24 karat, 4,7 gram, total keseluruhannya 5,9 juta mas." kata penjaga toko


" iya sudah, saya ambil, bisa debitkan." kata evan lalu menyerahkan kartu banknya


" kak enggak usah." kata nazwa


" enggak apa apa, yang penting kamu suka." kata evan

__ADS_1


" bisa mas." jawab penjaga toko lalu mengambil kartu evan dan menggeseknya di mesin EDC. setelah pembauaran berhasil penjaga toko tersebut membuat nota, lalu menyerahkan kartu bank dan cincin yang sudah dimasukan ketempat cincin kepada evan.


__ADS_2