You Are Mine

You Are Mine
Aku Datang Ingin Mempelajari Ilmu Tentang Mimpi 138


__ADS_3

"Tenang saja, aku masih memiliki seorang gadis yang masih perawan, bahkan tubuhnya lebih indah dari penari itu." Bisik-bisik itu terdengar di keramaian.


Penari itu sungguh kesal pada orang-orang yang masih membandingkan tubuhnya. Ia memutar kepalanya melihat orang yang sedang berbisik tadi. Tanpa di duga, saat ia menoleh, pelayan yang tadi terus berjalan ke arahnya menyemburkan air teh yang sangat panas ke wajahnya.


"Arrrghhhh!!!" teriak penari itu, menutup matanya seraya wajahnya seraya menjerit begitu keras.


"Itu lah akibatnya jika kau berani menggoda suami ku! Teh panas sebagai balasannya saja, itu masih kurang! Seharusnya kau bersyukur padaku karena aku tidak membunuh mu sekarang!" Ucap pelayan itu dengan suara yang sedikit meninggi. Menegakkan kepalanya dengan angkuh pada penari yang sedang kesakitan.


"Tuan!" teriak penari tersebut ingin meminta pertolongan.


"Panas!" Adunya. Ia menarik tangan tuannya, namun dengan cepat Akeno menepisnya seraya berkata: "Dengan wajah mu yang sudah rusak, apa masih pantas menjadi wanita ku?"


Penari itu seketika terkejut, semua pria memang sama, ketika wajahnya cantik, maka dia akan si puji habis-habisan.


"Tapi, Tuan berkata jika saya melakukan ini, Anda akan menjadikan saya sebagai wanita Anda kan?" Tanya penari itu dengan menangis, wajahnya yang panas, sudah tidak bisa tertolong lagi, bahkan pergi ke dokter pun tidak bisa merubah wajahnya kembali ke semula.


"Kau terlalu percaya diri, aku berkata apa pun, sepertinya kau akan menurut? Bagaimana jika aku menyuruh mu untuk bunuh diri, apa kau akan melakukannya juga?" tanya Akeno dengan sinis.


Penari itu menunduk menahan semuanya, malu tentunya ada, ia sudah melakukan sesuai keinginan tuannya, namun tetap saja dia tidak bisa menjadi wanita dari pria yang ada di hadapannya.


"Penjaga!" teriak Akeno.


Menunjuk ke arah wanita itu, Akeno memerintah: "Usir dia dari rumah ini! jangan membiarkan dia masuk ke sini lagi!"


"Baik, tuan." Jawab mereka antusias.


"Tuan ku! tolong jangan usir aku!" teriak sang penari meronta-ronta ingin di biarkan tetap berada di sana.


"Tuan!!!" lengannya di cekal dan di seret bagaikan seekor babi. Setelah berada di luar, penjaga itu melemparnya bak karung yang berisi beras.


"Awsshhh..." aduh nya memekik.


"Wanita tidak waras, wajah mu sudah hancur, masih mau menjadi wanita tuan Akeno? Mimpi saja kau!" Ledek penjaga itu dengan tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Kawan, bagaimana sebelum di lepas, kita memakainya? Setidaknya wanita perawan itu sangat lah enak."


"Kau benar, kedua gunung itu terus menatap pada ku seolah ingin ku remas." Sahut penjaga lainnya.


"Tidak! mau apa kalian!" teriak penari itu dengan menangis. Wajahnya sudah hancur, bahkan keperawanannya ingin di ambil oleh penjaga itu.


Aira melangkah keluar, ia tersenyum sinis pada penari itu, wajahnya yang sangat cantik, sepetinya benar-benar tidak membuat Akeno menaruh rasa ingin padanya.


Suara teriakan yang memekakkan telinga Aira, membuatnya menoleh.


"Biadab!" Desis Aira.


Melihat ke empat penjaga yang sedang melecehkan penari tadi, membuatnya semakin geram dan marah.


"Tolong!" teriakan itu semakin memelan. Tubuh wanita itu melemas, ke empat penjaga itu tidak membiarkannya menikmati permainan itu, mereka terlalu rakus.


"Sedang apa kalian di sini?" tanya Aira menahan rasa amarahnya.


"No-nona Aira." pekik penjaga tersebut, mereka langsung memakai kembali celana yang masih berada di bawah kaki mereka.


"Cepat selesaikan tugas kalian!" Titah Aira. Penjaga itu mencabut miliknya dari wanita yang sedang di gagahi nya.


"Beraninya kau memperkosa wanita yang memohon untuk di lepaskan!" Bentak Aira. Ia mendekat dan langsung menampar ke empat pria tersebut.


"Nona, maafkan kami!"


"Kami bersalah nona!" teriakan memohon dari mereka yang mengakui kesalahannya, Aira mendesis keras.


"Sungguh biadab, bahkan seekor anjing saja tidak melakukan hal yang memalukan seperti ini!"


"Nona, ampuni kami, kami hanya..."


"Nona, kami jauh dari istri-istri kami, melihat wanita itu, kami lepas kendali!"

__ADS_1


"Pergi dan bawa wanita itu lagi! Berikan pakaian terlebih dahulu padanya!" Titah Aira dengan berjalan pergi.


Penjaga itu bangkit kembali, melirik tajam pada penari yang terdiam.


"Cepat bangun! kau sudah bukan perawan, jadi sudah tidak berguna lagi!" Desak penjaga.


"Wanita sial! Karena mu kami di marahi habis-habisan oleh nona, bibirnya ingin sekali ku robek!" Desis satu penjaga lainnya. Duduk kembali, pria itu **********, menggigit bibir yang tipis, darah segar keluar dari bibir manisnya.


Wanita itu menangis menjadi-jadi, hidupnya sudah hancur, bahkan wajah dan bibirnya sudah tidak dapat di kembalikan lagi.


'Aku akan membalas perbuatan mu Aira! Kau lah yang sudah membuat ku seperti ini!' batin wanita itu dengan dendamnya.


"Cepat pakai ini!" titah mereka.


"Nona Aira sungguh baik padamu, meskipun kau sudah menggoda suaminya, tetap saja dia ingin kau pergi dengan membawa nyawa mu yang tidak berharga itu!"


"Dasar wanita sial!" Cemoohan dan hinaan terus mereka lempar padanya. Ia mengepalkan tangannya, "Jangan harap kau mendapatkan ampunan dari ku!" desisnya dalam hati.


Tidak ada waktu untuk mendengar Akeno berbicara padanya, Aira langsung pergi ke kamar dan tidur di ranjangnya. Memikirkan bagaimana tadi dia memperlakukan wanita penari itu, tentunya akan membuat sang Akeno menjadi percaya diri jika dia mencintai pria itu.


"Pria itu! jangan harap aku mau menemui mu!" Kata Aira menepuk bantal dan tidur, ia memejamkan matanya. Entah kenapa hatinya merasa bersalah pada penari tadi, terlebih saat ia melihat dengan jelas wanita yang sedang di kuasai oleh para pria.


***


Di tempat lain, Aryan menemui sebuah klan mimpi, ia ingin sekali bertemu dengan istrinya saat Aira sedang tertidur. Baru sekali dia melakukannya, namun kali ini ingin lebih lama lagi.


"Tuan Aryan, jangan terlalu segan pada ku." Ucap klan mimpi. Dia bernama Akari. Pemimpin tertinggi dari klannya.


Aryan tersenyum ramah mengatupkan kedua tangannya memberi salam.


"Aku datang ingin mempelajari ilmu tentang mimpi, dan masuk ke alam mimpi orang yang ingin ku datangi." Ujar Aryan meminta.


Akari mengangguk-anggukkan kepalanya sembari berjalan, di hutan ini, tepatnya di Korea. Mereka memiliki sebuah klan yang dahsyat, tidak semua orang bisa menemui mereka. Dan hanya orang tertentu yang bisa ke tempatnya.

__ADS_1


"Sebenarnya untuk tuan Aryan yang memiliki kekuatan, tidak lah susah, akan tetapi, sebagai syarat dari mimpi itu adalah, Anda tidak boleh bunuh diri atau pun terbunuh di mimpi tersebut. Atau, akan sangat susah kembali ke dunia lagi." Ujar tetua Akari menjelaskan hal yang tidak boleh di lakukan.


__ADS_2