You Are Mine

You Are Mine
Tidak Boleh Egois 146


__ADS_3

Bibir kecilnya tertarik dan menampilkan senyuman yang indah, Kabir menatap Lou Yi sebentar lalu menundukkan pandangannya kembali.


"Lucas, senang bertemu dengan mu lagi." Ujar Lou Yi mengatupkan kedua tangannya memberi salam.


"Assalamu'alaikum." ujar Lou Yi.


"Wa'alaikumussalam." Mereka membalas salam dari dari Lou Yi dengan serempak.


"Aku sempat tidak percaya dengan ibu ku yang mengatakan jika kamu akan datang, namun sepertinya sesuai dugaan ku, ibu tidak pernah berbohong." Ujar Lou Yi dengan menatap ibunya.


"Oh, apa kau adalah Lou yi?" tanya Shi Yi.

__ADS_1


Gadis kecil itu mengangguk sebentar, "Aku sangat cantik bukan?" tanya Lou Yi memuji dirinya sendiri.


Qivian memutar bola matanya, tentu itu di lihat oleh Lou Yi, namun ia tidak menanggapinya dan membiarkannya saja.


"Lucas, sejujurnya aku sedikit terkejut kamu datang ke sini. Jika boleh bertanya, apa yang kamu inginkan?" tanya Dew mengeluarkan isi hatinya yang bertanya-tanya dari tadi. Kabir menghela nafas pelan.


Ia menatap Dew dan menatap ke arah lain, "Sebenarnya, saat aku pergi untuk pulang ke kota ku, aku melupakan buah penangkal untuk ibu ku, nona Dew, tidak tahu kenapa itu bisa terjadi, namun sepertinya aku melupakan hal yang penting itu di sini." Jawab Kabir.


"Jadi, kembali ke sini berharap nona Drw bisa memberikan buah penangkal untuk ibu ku lagi." lanjut Kabir sedikit tidak enak. Dew tersenyum dengan lebar.


"Jadi jika boleh, apa aku bisa mendapatkan buah itu lagi? Aku benar-benar membutuhkannya hari ini, ibu ku di culik oleh musuh ayah ku, sekarang semua orang di lupakan oleh ibu ku, bahkan paman Aditya juga yang lainnya." Lanjut Kabir, tertunduk lemah dengan mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


Ia kembali mengingat di saat ibunya di culik oleh Akeno, pria yang membuatnya ingin sekali menghancurkan hidup pria itu dan mencabik-cabik seluruh tubuhnya.


Dew merasa bersalah, seandainya buah itu tidak dirinya ambil, mungkin saja hal ini tidak akan pernah terjadi.


"Lucas, maafkan aku sudah membuat mu berada dalam masalah ini. Kalau begitu aku akan membawanya, kamu bisa langsung pulang dan meminumkan buahnya pada ibu mu." Ujar Dew dengan berjalan cepat.


"Lucas, kita tidak mungkin langsung pulang bukan? Aku masih ingin menikmati kota ini, di sini benar-benar fantastis bagi ku. Lucas, katakan sesuatu, ku mohon jangan langsung pulang." Bujuk Shi Y memohoni, ia datang ingin membantu temannya, namun juga ingin melihat keindahan kota yang ada di sini.


Lou yi ikut menimpali, "Dia benar, kalian juga pasti lelah, lebih baik istirahat saja di dalam villa." Shi Yi mengangguk antusias, setidaknya ada orang yang mendukungnya.


Dengan berat hati, Kabir pun mengiyakan, "Baiklah, tapi kita hanya bisa dua hari di sini." Ujar Kabir. Ia tahu jika dirinya tidak boleh egois, Shi Yi datang ke sini, sudah pasti ingin menikmati kota indah ini.

__ADS_1


Juga ia tahu jika temannya memang menyukai tempat-tempat seperti ini.


"Terima kasih, Lucas. Kau adalah teman terbaik ku!" Seru Shi Yi dengan gembira. Dew ikut tersenyum melihat interaksi keduanya, benar-benar teman sejati, batin Dew. ia kemudian melihat putri semata wayangnya yang ikut melihat sekumpulan anak-anak kecil.


__ADS_2