You Are Mine

You Are Mine
Sepertinya Mereka Penasaran Pada Lucas 147


__ADS_3

Dew pergi meninggalkan ke empat anak kecil itu di sana. Ia merasa bersalah karena mengambil barang milik Kabir yang sudah ia berikan saat mereka akan pulang waktu dulu.


Di kota ini, begitu banyak orang-orang yang berlalu lalang, Shi Yi berjalan di antara penduduk. Jarak antara rumah utama Dew sangat jauh dari penduduk, membutuhkan waktu dua puluh menit untuk sampai.


Setelah selesai berfoto dengan puas, Shi Yi segera pulang ke villa. Namun sepertinya di tengah jalan ini ia harus mengurungkan niatnya karena ada suara anak kecil yang sedang menangis.


"Shu Yi! Kau tidak mau pulang?" panggil kakaknya. Shi yi ingin mengabaikan suara tangisan itu, namun hatinya ingin sekali mencari tahu siapa suara itu berasal.


Qivian berjalan mendekat, lalu menarik tangan adiknya sedikit kasar.


"Shi Yi! Ini adalah kota yang berbeda, meskipun negaranya sama, tetap saja kita tidak boleh melakukan sesuatu yang aneh, mengerti!" Peringat sang kakak. Shi Yi mengangguk dengan patuh, mengikuti sang kakak yang sudah berjalan terlebih dahulu.

__ADS_1


Malam perjamuan menyambut kedatangan Kabir akhirnya tiba, mereka bertiga memakai baju hanfu, pakaian tradisional keluarga China.


Tuan Mis juga ikut senang, terlebih akan bertemu dengan cucu menantunya. Meskipun ia tidak terlalu berharap pada Kabir karena masih kecil.


Tubuhnya sudah sehat setelah beberapa bulan di rawat, putrinya Dew bahkan menyuruh tetua ke dua untuk menyembuhkannya dan datang kemari.


Mis melihat tampilannya di kaca bersama putrinya Dew yang membantunya bersiap.


"Ayah, kamu terlihat semakin tampan memakai pakaian itu." Puji Dew dengan memeluk ayahnya dari belakang. Mis memutar tubuhnya, mengecup kening Dew, gadisnya sudah dewasa bahkan sudah menjadi pemimpin klan penyembuh.


"Ayah, meskipun Aditya tidak pernah datang lagi, aku tetap senang, jika bukan karena dia, aku juga tidak akan mungkin memiliki putri ku, Lou Yi yang sangat pintar dan pengertian." Ujar Dew dengan menatap sendu. Tidak apa suaminya tidak mengunjunginya, asalkan Lou Yi tetap bersamanya, ia akan merasa senang.

__ADS_1


"Terima kasih karena tetap bertahan beberapa tahun ini, sekarang ayah berjanji akan membuat putri dan cucu ayah ini bahagia selamanya." Ujar Mis tersenyum lebar, menarik tubuh Dew san mendekapnya dalam pelukan yang hangat.


"Terima kasih juga, karena Ayah tidak memarahi ku saat jaringan emas itu ku berikan pada Lucas." Sahut Dew, mereka berpelukan kembali, masing-masing dari keduanya menitikkan air mata dengan terharu.


Semua sudah siap di perjamuan, begitu banyak orang yang menghadiri acara ini, wajah calon menantu dari Dew sangatlah membuat semua orang penasaran.


Kesempatan tidak datang dua kali, maka karena itu lah mereka berkumpul di depan gerbang rumah besar tuan Mis, hanya untuk melihat siapa calon suami dari calon pemimpin klan penyembuh ini.


"Mereka kaya mau demo aja deh," celetuk Qivian mencebik mereka semua orang yang begitu penasaran dengan Kabir.


"Sepertinya mereka penasaran pada Lucas, aku heran saja di umur hampir 9 tahun ini, dia sudah mempunyai jodoh, tapi aku masih belum tahu di mana istri masa depan ku berada." Ujar Shi Yi. Bibir Qivian berkedut, ia ingin tertawa namun sekuat tenaga menahannya.

__ADS_1


"Makan malam akan segera tiba, lebih baik kembali ke tempat duduk lagi." Tegur Kabir pada mereka.


Keduanya mengangguk dan berjalan ke arah meja yang sangatlah besar, di sana terdapat makanan mewah, bahkan daging ayam, burung, sapi juga ada. Namun, ada beberapa hidangan tidak mereka kenal sama sekali.


__ADS_2