
Tidak ada bantahan, lagi pula mereka berdua cukup penasaran dengan isi di dalam hutan yang sampai tidak boleh di masuki oleh manusia.
Mereka berjalan menelusuri hutan, ini bukanlah tempat di mana para singa dan serigala menyerang Kabir pada waktu itu, ini malah hutan biasa.
Shi yi berdecak, ia masih belum merasakan apapun di dalam hutan yang sedang ia injaki.
"Sepertinya aku juga tidak akan mendapatkan apapun dari sini." celetuk Shi yi sedikit kesal.
"Memangnya kau ke sini untuk apa? Ingat! kita sedang membantu Kabir, bukan untuk berfoto-foto!" tegur Qivian pada adiknya.
"Iya, iya, ngerti kok!" sahut Shi yi.
Sudah dua jam lamanya mereka berjalan, namun sepertinya mereka tidak merasa kelelahan sama sekali.
"Teman-teman, sebentar lagi kita akan memasuki hutan terlarang." Ucap Kabir memberitahu.
__ADS_1
"Apa!" pekik Qivian, dia pikir dari tadi mereka sudah masuk ke dalam hutan terlarang, ternyata ini baru permulaan.
"Jauh banget sih, emang butuh waktu berapa bulan?" tanya Qivian.
"Waktu pertama kali, aku ke sini, membutuhkan waktu dua bulan, itu pun karena ada Hadi yang tidak bisa berjalan dengan cepat, jadi sedikit lambat."
"Gila! dua bulan? kita bakalan jalan dua bulan?" Pekik Qivian. Shi Yi ikut terkejut. Dua bulan sangatlah lama baginya.
"Ku pikir membutuhkan waktu delapan sama sepuluh jam saja." Seru Shi Yi. Kabir tertawa kecil, menggelengkan kepalanya dengan bingung, salah mereka karena langsung mengajaknya ke sini tanpa memberitahu dirinya, juga mereka tidak bertanya berapa waktu yang di butuhkan.
"Ini baru dua jam, kalian bisa pergi sekarang jika merasa kelelahan, aku tidak apa di sini." Jawab Kabir atas pernyataan konyol Qivian.
Sang adik menatap kakaknya dengan tajam, seharusnya kakaknya tidak boleh berkata seperti itu.
Untuk menyenangkan hati temannya kembali, Shi Yi berkata: "Tenang saja, ada aku yang akan selalu di samping mu, Kabir. Tidak peduli seberapa jauh kita, dari Sabang sampai Merauke, sepertinya kita memang di takdirkan untuk berteman." Dengan terkekeh, Shi Yi mengangkat ke atas tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya sedang merangkul bahu Kabir.
__ADS_1
Qivian melongo saat mendengar perkataan adiknya, Sabang sampai Merauke, sepertinya lebih dekat dari pada Indonesia dan China? pikir Qivian.
"Adik ini! kau!" geram Qivian, ia langsung menyerang adiknya dan memukul nya pelan.
"Huhh! benar-benar kakak yang jahat." cibir Shi yi seraya mengelus lengannya.
"Lihat lah, Kabir. Kakak ku ini sangat tidak waras." Seru Shi yi. Qivian tentu merasa kesal dengan ucapannya, kembali berlari mengejar mereka yang sudah jalan terlebih dahulu.
"Eh, aiyo, kakak tidak jadi pulang?" tanya Shi Yi. Qivian hanya diam tak menjawab, lagi pula ia hanya bercanda dengan perkataannya tadi.
"Sudahlah, lebih baik kita berjalan saja. Atau kita bertarung saja? siapa yang cepat ke kota salju, maka dia pemenangnya!" Kabir berteriak sembari berlari kencang.
Qivian dan Shi yi langsung mengejarnya, mereka juga tidak mau kalah.
"Kau curang Lucas!" teriak Qivian berlari mengejar temannya. Shi yi terkekeh geli, ia lalu mengejar kakak dan temannya yang sudah berlari meninggalkannya sendiri.
__ADS_1
"Menyebalkan, mereka malah menganggap ku tidak ada!" Shi yi yang kesal terus berlari tanpa henti.