You Are Mine

You Are Mine
YAM-21


__ADS_3

...Happy reading 🤗...


Lia dan Alya berjalan bersama di koridor. Mereka baru saja dari toilet. Keduanya tampak asik mengobrol. Sesekali Lia, terkekeh kecil mendengar cerita Alya.


Menyadari jika tali sepatunya lepas, Lia membungkukkan badannya. "Bentar, Al. Gue ngiket tali sepatu dulu." Lia mulai mengikat tali sepatunya.


Bugh...


Pyar...


Lia terkejut mendengar suara itu. Ia segera menolehkan kepalanya ke belakang. Melihat benda apa yang jatuh di belakangnya. Hanya berjarak beberapa senti darinya ada sebuah pot yang tanah dan tanamannya sudah berserakan. Seperinya pot itu jatuh dari lantai atas. Dan mungkin, jika ia mundur sedikit saja pot itu sudah menimpa kepalanya. Tak jauh dari sana juga ada bola basket yang menggelinding. Entah kenapa bola itu bisa berada di sana.


"Li tau gak sih itu tadi potnya mau jatuh di atas lo tau." Alya masih memegangi dadanya yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia benar-benar merasa bersyukur pot itu tak jadi jatuh mengenai Lia.Tiba-tiba saja tadi ada sebuah bola yang menghantam pot itu. Membuat pot itu akhirnya jatuh sedikit jauh dari Lia.


Mendegar itu tertentu saja membuat Lia tambah terkejut. Lia menggelengkan kepalanya pelan. Tak menyangka jika ternyata pot itu akan jatuh di atasnya.


"Li, are you okay? Pot itu gak ngenain lo kan?" tanya Kevin yang kini sudah berdiri di sisi Lia. Wajah pria itu tampak khawatir.


Lia berdiri. Di tatapnya Kevin yang juga tengah menatapnya. "I-iya, gue gak papa kok."


"Syukurlah kalau gitu." Kevin bernapas lega mendengarnya.


"Tadi bolanya lo yang lempar, Vin?" tanya Alya.


"Iya," Kevin yang memang sedang mengobrol dengan beberapa temannya di depan sebuah kelas yang berjarak tak jauh dari kedua gadis itu langsung melempar bola di tangannya begitu melihat ada sebuah pot yang akan jatuh menimpa Lia. Beruntungnya bola yang di lempar tempat mengenai pot sebelum benar-benar jatuh di atas Lia.


Tatapan Kevin beralih pada pot yang sudah berserakan itu. Rahangnya tampak mengeras dengan tangan yang terkepal kuat. Sedang matanya menyorot tajam. Mendogakan kepalanya, Kevin melihat seseorang berdiri di atas sana. Dengab cepat ia segera berlari ke tangga menuju lantai atas.


"Kalian langsung ke kelas. Jangan mampir kemana-mana lagi." pesan Kevin sebelum meninggalkan kedua gadis itu.


"Kevin menyelamatkanmu lagi, Li kali ini. Kau berhutang nyawa dua kali lipat padanya." kata Alya setelah Kevin menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Lia masih terdiam di tempatnya. Ia tak menggubris sama sekali perkataan Alya. Sibuk dengan pikirannya. Untuk kedua kalinya, Kevinbkembali menyelamatkannya.


"Ah, udah yok ke kelas." Alya segera menarik lengan Lia menuju kelas saat gadis itu masih saja terdiam.


......****......


Sebentar lagi sudah waktunya pulang. Namun sejak tadi Kevin tak kunjung kembali ke kelas. Berulang kali Lia melirik pada pintu, namun orang yang di tunggunya tak juga datang. Padahal Lia ingin mengucapkan terima kasih pada pria itu. Lia menatap gurunya di depan sana sebentar kemudian menelungkupkan kepalanya di kedua tangannya.


Tak lama setelah itu bel pulang pun berbunyi. Saat kelas sudah di bubarkan Lia masih tetap pada posisinya.


"Li? Kenapa lagi lo?" tanya Alya yang hanya di balas gumaman kecil dari Lia.


"Ck. Ayo balik. Gak mau balik lo?"


Lia mengangkat kepalanya. Dilihatnya ruang kelas yang tinggal tersisa beberapa murid saja. Namun ia masih belum menemukan sosok yang ia cari.


Lia menghembuskan nafasnya kemudian membereskan beberapa bukunya yang masih berada di atas meja. "Ayok." ucap Lia setelah selesai, ia kemudian beranjak berdiri.


"Al, lo duluan aja ke parkiran." ucap Lia. "Lho, kenapa? Emangnya lo mau kemana?"


"Hmm, gue ada urusan bentar. Lo kalau mau pulang duluan gak papa, kok. Nanti gue naik ojek online aja."


"Gue tungguin lo aja. Mau gue temenin sekalian gak?"


Lia menggeleng. "Gak usah, gue sendiri aja. Cuma bentar kok."


"Oke, kalau gitu. Gue tunggu di parkiran ya." ucap Alya kemudian kembali melangkahkan kakinya.


Setelah Alya pergi Lia segera berbalik. Memutar arah menuju ke koridor sebrang hendak menghampiri kedua pria itu.


"Kevin!" panggil Lia saat sudah hampir dekat dengan kedua pria itu. Kedua pria yang awalnya sedang berbicara serius, tampak berhenti dan menoleh.

__ADS_1


Brian melemparkan senyum kecil pada Lia. "Vin, gue duluan." pamit Brian menepuk pundak Kevin. Setelahnya pria itu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kenapa, Li?" tanya Kevin.


"Hmm, gue mau ngucapin makasih buat tadi. Makasih ya, lo udah nyelametin gue lagi. Gue bener-bener berterima kasih sama lo. Lo udah nyelametin nyawa gue dua kali. Gue gak tau mau belas kebaikan lo kayak gimana. Saat ini gue cuma bisa bilang makasih. Makasih banget lo udah tolongin gue." ucap Lia dengan kepala tertunduk. Dua kali nyawanya hampir melayang. Dan dua kali juga Kevin sudah menyelamatkannya. Jika tidak ada pria itu ia mungkin sudah tak ada di dunia ini lagi.


Kevin tersenyum dan mengangguk. "Sama-sama, Li. Dan lo gak perlu mikirin itu. Gue ikhlas tolongin lo. Lagi pula itu juga udah jadi tugas gue. Justru kalau sampai terjadi apa-apa sama lo gue gak bakalah maafin diri gue sendiri, Li. Jadi mulai sekarang lo harus jaga diri ya..."


Lia terdiam mendengar semua perkataan Kevin. Kenapa pria ini begitu perhatian padanya? Apa sebenarnya yang disembunyikan?


"Ini udah sore. Lo gak bawa motor kan? Mau bareng gue aja?"


Lia menggeleng menolak ajakan Kevin. "Gak usah. Gue udah bareng Alya. Dia juga baru nunggu gue di parkiran."


Kevin mengangguk mengerti. "Yaudah pulang gih. Jangan mampir kemana-mana dulu ya, Li. Gue takut lo kenapa-napa nanti." Kevin kembali berbicara.


"Ah, iya. Kalau gitu gue balik." ucap Lia sedikit tersentak. Sebenarnya ia ingin menanyakan apa maksud dari perkataan Kevin, namun sepertinya ia harus memendamnya terlebih dahulu. Mungkin lain kali ia akan menanyakannya.


Kevin menatap sendu punggung Lia yang kian menjauh. "Maaf, Li..." guman Kevin.



BERSAMA.....



Brian


ᴊᴀɴɢᴀɴ ʟᴜᴘᴀ ᴠᴏᴛᴇ ᴅᴀɴ ᴋᴏᴍᴇɴ ʏᴀɴɢ ʙᴀɴʏᴀᴋ ʏᴀ..., ʙɪᴀʀ ᴀᴋᴜ ᴍᴀᴋɪɴ ꜱᴇᴍᴀɴɢᴀᴛ ᴜᴘ ɴʏᴀ😁🙏, ꜱʜᴀʀᴇ ᴊᴜɢᴀ ᴋᴇ ᴛᴇᴍᴇɴ-ᴛᴇᴍᴇɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ, ᴏᴋᴇʏ...


ᴛᴇʀɪᴍᴀ ᴋᴀꜱɪʜ🙏🙏🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2