
"... ..." Rigel membawa pergi Shou jauh-jauh dari Arata, ia terbang menuju arah yang paling aman agar Arata tidak menemukan mereka berdua. Rigel terbang dengan sangat cepat hingga ia bisa merasakan keberadaan Arata mulai menghilang dari belakangnya.
Rigel mulai melihat sebuah ruangan bawah tanah, mungkin ia pikir ruangan itu diciptakan hanya untuk berlindung, tetapi ruangan bawah tanah itu sudah dipenuhi dengan air lahar karena planet Agimuragi sedang berada dikondisi yang akan hancur. Rigel mulai terbang tinggi ke atas langit lalu ia mengejamkan kedua matanya hingga simbol bintang muncul di dahinya.
Simbol bintang itu mulai memancarkan cahaya emas hingga simbol itu berputar 360°. "Star's Transfer..." Seluruh tubuh Rigel mulai bersinar cerah seperti bintang di malam hari. Sihir Star's Transfer adalah sihir yang mampu memindahkan Rigel dengan bintang yang lain, tetapi akan memakan beberapa detik untuk memindahkannya dengan bintang yang lain.
"Ggrrrgghhh... Lenergy-ku terserap habis...!!!" Ucap Rigel yang mulai berkeringat banyak, seluruh tubuhnya terasa lemas hingga kedua lengannya bergetar. Rigel mencoba sekuat mungkin untuk tidak melepaskan Shou.
Di sisi lainnya Arata sedang melesat ke depan selagi mencari Rigel dan Shou, ia bisa merasakan keberadaan Rigel yang terasa sangat jelas sekali. Lama-lama keberadaan Rigel mulai bisa terasa dekat oleh Arata, ia mulai tersenyum kesal. "Melarikan diri tidak akan bisa menyelamatkan kalian..."
Rigel mulai bersinar sangat cerah dan ia sebentar lagi akan melalukan teleportasi dengan bintang yang terletak dekat dengan planet Legendarius, tetapi Arata muncul tepat di depannya selagi memegang sword of wrath. Rigel langsung membulatkan kedua matanya ketika melihat Arata sedang berada di depannya. "Ahh...!? Arata...!?"
"Ternyata kau mencoba untuk melarikan diri ya... Percobaan yang sia-sia!!!" Arata melesat ke arah Rigel lalu ia mengayunkan pedangnya ke arah leher Rigel, ketika ujung pedangnya mengenai leher Rigel, Arata langsung terpelanting ke belakang karena diseluruh tubuh Rigel terlindungi oleh lapisan cahaya yang sangat tebal.
"Apa...!?" Arata langsung terkejut ketika ia melihat itu. "Serangan lemah itu tidak akan bisa menembus dinding Star's Transfer..." Ucap Rigel dengan sebuah senyuman di wajahnya.
"Hapuskan senyuman itu, legenda... Aku memiliki cara lain..." Arata langsung mengangkat pedang yang ia pegang ke atas hingga pedang Wrath milik Arata mulai terbakar api hitam. "Wrath Carnation: Black Flames...!!! DIVINE PUNISHMENT FLAMES!!!" Arata langsung meluncurkan gelombang tebasan api hitam itu menuju arah Rigel yang berada di depan mereka, Rigel langsung menunjukkan wajah yang terlihat terkejut, ketika gelombang api hitam itu hampir saja mengenai wajahnya, Rigel sudah tergantikan oleh bintang yang cerah sekali.
BAMMMMMMMMMM!!!
Gelombang tebasan api hitam itu langsung meledakkan bintang yang berada di depan Arata. Arata langsung terdorong ke belakang selagi menahan ledakan itu menggunakan kedua lengannya. "Sialan... Aku menyesal tidak mengikat dirinya menggunakan Chains of Greed..." Arata menghilang pedangnya lalu ia mulai terbang mengelilingi planet itu karena ia ingin memeriksanya dua kali jika masih ada sampah yang harus ia bakar dan ia juga tidak lupa untuk menyelamatkan Legenda tidak berdosa yang masih hidup.
SWOOOOOOOSSSHHHH!!!
Rigel dan Shou muncul tepat di luar angkasa. "U-Ugghh..." Rigel langsung pingsan hingga ia dan Shou mulai terjatuh menuju planet Legendarius seperti meteor yang jatuh menuju planet. Kedua Legenda itu sudah benar-benar kehabisan tenaga dan Lenergy mereka, seluruh tubuh mereka terbakar karena terkena oleh beberapa meteor yang Arata kerahkan.
...
...
Korrina langsung menangkap Rigel dan Shou dengan memegang lengan mereka. "Omni-Healing." Korrina langsung menyembuhkan kondisi mereka berdua sampai pulih lalu setelah itu Korrina menghilang bersama mereka berdua dan muncul di dalam rumah Shira.
Rigel dan Shou langsung membuka kedua mata mereka, mereka berdua melihat Shira sedang berdiri di depan mereka. Shou melirik ke atas dan ia menatap wajah Shira yang terlihat kesal. "Pak tua---"
BAGGGGGG!!!
"SAKIIIITTTT!!!" Teriak Shou karena kepalanya baru saja terhantam oleh pukulan Shira yang sangat keras.
"Ahaha..." Korrina terkekeh melihat Shira baru saja menghantam kepala Shou.
"Kau bertemu dengan Saint Tracer itu?" Tanya Shira dengan eksperesi yang terlihat terkejut. Shou mengangguk lalu ia mengepalkan kedua tinjunya kencang. "Ya... Dia sangatlah kuat, kuat sekali... Bahkan si bajingan itu tidak berubah menjadi wujud apapun tetapi ia masih bisa mengalahkanku di wujud Saint Revolution-ku."
"Kekuatan dan wujud tidak selalu menguasai pertarungan, Shou." Ucap Korrina. Shou langsung melirik kepada Korrina dan ia mulai menatap wajahnya dengan eksperesi yang kesal. "Apa makudmu, nenek?! Saint Revolution dapat meningkat segala atribut tetapi aku tidak bisa melukainya sedikitpun...!"
"Shou, kau kalah karena kemarahanmu itu yang tidak kau kontrol... Kemarahanmu menguras Lenergy dan tenaga-mu lebih cepat di tambah lagi dengan wujudmu yang menguras Lenergy-mu. Sudah pasti kau kalah karena kau terlalu percaya diri bahwa wujud Saint Revolution-mu itu bisa mengalahkan Arata dengan mudah." Ucap Korrina.
"Kau tahu dari mana, hah!? TUTUP MULUTMU YANG DIPENUHI DENGAN KE OMONG KOSONGAN ITU!!!" Shou menyerang Korrina dengan memukulnya, tetapi Korrina langsung memegang lengan kanannya lalu ia membanting Shou dengan lantai rumah milik Shira. BAMMM!!!
__ADS_1
"Urgggghhh...!!!" Shou langsung memegang punggungnya yang terasa sakit dan pegal. "Kemarahan tak terkendali bisa menjadi kelemahan bagi dirimu dan kesempatan bagi musuhmu, tapi bagaimana jika kau kontrol kemarahan itu? Kau pasti bisa memiliki peluang untuk melukai, Arata."
"Dewi Korrina, kita bersama bisa mengalahkan Saint yang bernama Arata itu, tetapi kita berdua sudah terluka karena meteor-meteor berapi besar yang mengenai seluruh tubuh kita." Jawab Rigel, ia mencoba untuk membela Shou.
"Sejak kapan kita bangsa Legenda tidak diajarkan untuk selalu berwaspada ketika kita berada di tempat manapun, maupun itu tempat aman dan sunyi. Buku sejarah Legenda tidak pernah mengajarkan kita untuk lengah, kita harus waspada setiap saat! Terlalu santai akan membuatmu mudah lengah dan terlalu giat berlatih akan membuat seluruh tubuhmu cepat lelah... Kalian harus belajar apa arti dari keseimbangan!" Ucap Korrina.
"DENGARKAN AKU, DEWI TEPOOOOS!!" Teriak Shou dengan nada yang sangat keras, Shira langsung terkejut ketika ia mendengar Shou mengatakan kata-kata yang seharusnya tidak ia ucapkan. "DI SEMESTA SIALAN YANG BERNAMA TOURI INI TIDAK ADA YANG NAMANYA KESEIMBANGAN...!!! SEMUA RAS MENCOBA UNTUK MENGHANCURKAN KESEIMBANGAN ITU...!!! UNTUK APA KITA SEMUA BANTING TULANG DEMI MELINDUNGI KESEIMBANGAN ITU...!?" Tanya Shou hingga Korrina langsung mencekik lehernya.
"Ugghh...!!!"
"Kau laki-laki yang memiliki mulut yang cukup besar, Shou..." Ucap Korrina dengan tatapannya yang terlihat sangat tajam. "SI ARATA SIALAN ITU MENCOBA UNTUK MENGHANCURKAN KESEIMBANGAN DENGAN MEMBUNUH SEMUA LEGENDA SAMPAH ITU.. Aku sendiri saja yang berani melawannya kenapa Legenda lain seperti Papa, Mama, Methode atau Dewa Alvin membantuku mengalahkan Saint bajingan yang bernama Arata itu, hah!?"
Korrina langsung melempar Shou ke depan hingga punggungnya mengenai lemari yang berada di belakangnya. "Dewi Korrina, hentikan!" Shira langsung menghalang Korrina. "Bukannya kau ini dewi!? Kenapa para dewa dan dewi tidak membantu kita para mortals untuk menyeimbangkan semesta sialan ini!? Apakah kalian hanya bisa melihat begitu!? DASAR PENGECUT!!! SIALAN!!! KALIAN SAMA HINA-NYA DENGAN KOTORAN BABI!!!" Shou bangkit dari atas lantai, wajahnya terlihat sangat kesal karena ia muak melihat para dewa dan dewi tidak ikut campur dengan urusan keseimbangan ini.
"Kami dewa dan dewi hanya ditugaskan untuk menjaga ancaman berat bagi Touri, keseimbangan yang ada di semesta ini hanya diurus oleh kalian para mortals... Tidak ada resikonya ketika keseimbangan ini hancur, tetapi apakah kau ingin melihat semesta Yuusuatouri dipenuhi dengan peperangan, ketidakadilan, ketidaksetujuan bagi semua Legenda...? Dan semua konflik yang membuat semua orang rugi? Apakah kau mau hal itu terjadi Shou?"
"Sebenarnya Shira tau tentang Arata itu, ia sudah memaksaku untuk mengizinkannya bertarung melawan Saint itu, tetapi Shou... Potensimu, potensimu mampu membawamu ke sesuatu yang baru... Kaulah seorang Saint Legenda yang tidak bisa berdiam diri tentang Arata."
"Dewi Korrina benar, nak. Papa ingin bertarung dengannya karena Papa sudah melihat pertarunganmu melawan Arata..." Ucap Shira.
"... ..." Shou hanya bisa diam, ia langsung melarikan diri meninggalkan mereka semua, ia menutup pintu keras lalu ia terbang meninggalkan rumah Shira. "Shou...!" Rigel mencoba untuk mengikuti Shou, tetapi Korrina menghentikannya. "Biarkanlah Shou mencari jawaban yang ia inginkan..."
Rigel mengangguk. "Baiklah..."
KAMITOURI
"Bunga apapun itu, jika Rina yang memakainya maka itu cocok. Rina 'kan sudah imut tiada batas." Alvin tersenyum, ia mengambil bunga yang Rina pegang lalu ia menepati bunga itu di telinga kanan Rina. "Hehe~ Terima kasih, Papa~" Rina memeluk Alvin erat.
"Semuanya untuk putri kecilku..."
"Oi, Mama!!!" Panggil seorang laki-laki yang berada di depan pintu kastil milik Alvin, Rina dan Alvin langsung melirik kepada laki-laki itu. "Ahh! Shin, ada apa?" Tanya Rina, ia mulai lari menghampirinya.
"... ..." Alvin menghela nafasnya.
"Papa, jangan lupa untuk mencari bunga yang langka lagi ya!!!" Teriak Rina yang sedang melambaikan tangannya kepada Alvin. Alvin mengangguk lalu ia terbang meninggalkan pulau melayang miliknya.
Rina berhenti di depan Shin. "Ada apa, Kuroshin?" Tanya Rina.
"Ikutlah bersamaku, Mama." Ucap Shin, ia mulai berjalan masuk ke dalam kastilnya dan Rina mulai mengikutinya dari belakang.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di dalam kamar Kuroshin. Shin mulai menatap wajah Rina yang terlihat sangat tidak berdosa. "Mama, aku memiliki permintaan..."
"Permintaan...? Permintaan apa itu?" Tanya Rina.
"Aku sudah tidak mau dianggap lagi sebagai keluarga Ghifari. Aku ingin meninggalkan keluarga durhaka dan rusak ini jauh-jauh... Mama bisa memanggilku dengan nama Shinshiraishin Kuroshin."
Rina langsung menunjukkan wajah yang terkejut ketika ia mendengat perkataan Kuroshin. "K-Kenapa nak...? Kenapa kamu ingin meninggalkan keluarga Ghifari!?" Tanya Rina dengan ia terbang menuju arah Shin lalu ia memegang kerah bajunya.
__ADS_1
"Aku sudah kesal dengan marga ini... Semua teman-temanku menjauhiku bahkan membenciku karena aku memiliki marga Ghifari... Mereka bilang keluarga ini adalah keluarga durhaka dan rusak, keluarga yang dipenuhi dosa karena pernah melakukan hal buruk beberapa kali..."
"Kenapa kau mempercayai perkataan teman-temanmu...!?"
"Lepaskan aku..."
"Kenapa kau ingin meninggalkan keluarga ini!? Itu artinya kau tidak menganggapku sebagai ibumu lagi!?"
"Lepaskan!"
"Tidak mau!!! Mama tidak mau membuatmu pergi meninggalkan keluarga ghifa---"
"AKU MEMBUTUHKAN KEBEBASAN, DASAR MAMA SIALAN!!!" Teriak Shin hingga ia mendorong Rina mundur. "Mereka semua menghinaku...!!! Menyiksaku...!!! Menatapku seperti sampah yang buruk...!!! AKU SUDAH MUAK DENGAN KELUARGA YANG MEMILIKI RUMOR JELEK INI!!!"
"Bagaimana caranya aku bertahan, Mama!? Bertahan bersama keluarga sialan ini?! Keluarga yang sudah beberapa kali menciptakan dosa!!!"
Rina menghampiri Shin lalu ia mendorongnya. "Beritahu mereka tentang kebaikan keluarga kita! Lupakan mereka semua yang sudah menjadi temanmu, mereka semua bukan temanmu melainkan Legenda yang memiliki topeng dua, mereka hanya menggunakanmu sebagai alat, Shin!"
"Jika aku bisa melakukannya... AKU SUDAH PASTI MEMBERITAHU MEREKA DARI AWAL!!!" Shin mendorong Rina kembali hingga terdorong mundur.
"Semua orang sudah mengetahui tentang kebeneran keluarga ini, Mama!!! KELUARGA INI ADALAH YANG TERBURUK DARI YANG TERBURUK!!! AKU BENCI DILAHIRKAN DI KELUARGA SEPERTI INI...!!!" Teriak Shin.
Rina terbang menghampirinya lalu ia mulai menjenggut rambut Shin. "Jangan menjadi anak durhaka!!!" Teriak Rina, Shin langsung mendorongnya mundur hingga punggung Rina mengenai tembok yang berada di belakangnya. Rina langsung berkaca-kaca ketika melihat putranya mendorongnya mundur.
"Sudah berapa kali kau harus terus menyemangatiku, hah!? Semuanya sudah berakhir...!!! Aku sudah muak dengan beberapa kesempatan yang selalu kau ucapkan, Mama!!!"
"Mulai sekarang aku sudah resmi keluar dari keluarga berdosa ini...!!! Terserah kau jika kau ingin memanggil anak durhaka, aku tidak peduli!!! AKU MEMBUTUHKAN KEBEBASAN!!!" Shin berjalan pergi meninggalkan Rina, tetapi Rina muncul di depannya lalu ia mendorong Shin hingga terjatuh di atas lantai.
"Mama tidak akan membiarkanmu pergi... Pikiranmu sudah sepenuhnya terpengaruh oleh teman-temanmu, kau masih kekurangan informasi penting tentang keluarga Ghifari!"
"MASA...!!! BODOH!!!" Shin bangkit dari atas lantai lalu ia mencekik leher Rina dengan sangat kencang. "Ugggghhh...!!!" Shim langsung menghantam seluruh tubuh Rina dengan tembok yang berada di kanannya hingga tembok itu langsung hancur.
Rina tidak bisa melawan balik karena Shin adalah putranya. Rina langsung memegang kedua pipi Shin. "Apakah kau berencana... Untuk... Membunuhku...?" Shin langsung melempar Rina ke arah tembok yang berada di belakangnya.
Kedua mata Rina berkaca-kaca, ia perlahan-lahan sudah tidak bisa menahan tangisannya. "Tega kamu, Shin..." Rina langsung menangis.
"HWEEEEEEEHHHHHHHHH....!!!! HWEEEEEEEERRHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Rina keras hingga nadanya mulai terdengar di seluruh kastil milik Alvin. "Jangan menangis..."
"PAPAAAAAAAA!!!" Teriak Rina yang memanggil Alvin.
"BERISIK SIALAN!!! " Shin langsung mencoba untuk memukul Rina, tetapi tiba-tiba Alvin langsung menahan tinju kanan Shin dengan menggunakan telapak tangan kanannya. BAM!
Shin langsung terkejut ketika pukulannya tertahan oleh Alvin, ia mulai menatap wajahnya dan tiba-tiba wajah Alvin terlihat sangat menakutkan bagi Shin, kedua matanya bersinar merah darah. "Kakek...!?" Shin langsung berkeringat dingin karena merasakan aura menyengat yang berada di dalam tubuh Alvin.
"Bajingan... Kau akan membayarnya...!" Ucap Alvin yang nadanya terdengar sangat berat. "Kau akan membayarnya...!!! KAU AKAN MEMBAYARNYA...!!!" Teriak Alvin hingga aura crimsonnya langsung muncul dan melumuri seluruh tubuhnya.
Shin langsung terdorong mundur oleh dorongan yang dibuat oleh aura milik Alvin. "Aku... Aku tidak akan pernah memaafkan seseorang yang mencoba untuk melukai Rina-ku... walaupun orang itu aku mengenalnya, aku masih tidak akan bisa memaafkannya..." Kedua mata pupil Alvin bersinar merah.
"Gggrrrrggghhh...!!! KAU TIDAK AKAN PERNAH AKU MAAFKAN, SHIIN!!!" Teriak Alvin hingga kedua mata pupilnya langsung pecah.
__ADS_1
BAMMMMMMMMMMM!!!