Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 66 - Waktu dan Ilusi


__ADS_3

SWOOOOSSHHH!!!



Shiro dan yang lainnya tiba-tiba muncul tepat di atas lautan, entah kenapa sihir teleportasi Arisu mampu memindahkan mereka ke tempat yang mereka tidak harapkan. Mereka semua langsung terjatuh ke dalam lautan itu.



"Ahhhh...! Hah...! Hah...! Hah...!" Shuri berenang ke atas karena ia tidak mau untuk kehabisan nafas di bawah lauran, ia mulai melirik ke belakang dimana Shiro mulai melirik ke arah barat. Ia merasakan sesuatu yang menyengat di arah barat.



"Shiro, apakah kau tahu kenapa kita tiba-tiba di pindahkan ke tempat ini...?" Tanya Shuri.



"Yahh... Maaf, Arisu sepertinya telah kehabisan energi sihir." Shiro menunjuk Arisu yang sangat kecil di atas puncak kepalanya, Shuri langsung terkejut melihat itu karena ketika energi sihir Arisu habis maka dia akan mengecil.



"D-Dia mengecil...!? Apakah ini resiko dalam menggunakan semua sihirnya!?" Tanya Shuri.



"Tidak-tidak! Aku mengecil karena aku menggunakan sihir pengecilan, sihir ini mampu meregenerasi sihirku lebih cepat!" Arisu terkekeh.



Shuri langsung terkejut mendengar itu karena ia tidak menyangka bahwa keluarga Shiratori akan tetap maju. Ia juga merasa sangat bangga dan senang untuk melihat cucu-nya yang terlihat sangat kuat. "Syukurlah... Aku tidak menyangka bahwa kau bisa mencintai seorang gadis, Shiro..."



"Yah... Ceritanya panjang.. " Shiro mulai tersipu merah mendengar perkataan dari ibu-nya.



Seketika mereka ingin berbicara, tiba-tiba sebuah batu mulai menghantam mereka dari atas langit. Shiro merasakan keberadaan itu hingga ia langsung bangkit dari atas air dan mulai berdiri tepat di atasnya. "Hmph...!!!" Shiro langsung menghantam batu-batu yang mencoba untuk menghantam mereka semua.



Shiro menoleh ke atas dimana ia melihat makhluk yang terlihat sangat jelas seperti robot. "Sialan... Ternyata mereka masih mengejar sampai ke sini ya..." Ucap Shiro dengan wajah yang kesal hingga ia mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya.



"Arisu, berikan aku informasi tentang mereka..." Shiro terbang menghampiri robot-robot itu. Arisu mengangguk lalu ia mengejamkan kedua matanya untuk mencari informasi lebih.



Shiro muncul tepat di depan robot yang mencoba untuk menggunakan sihir batunya, tetapi Shiro menyerangnya dengan menghancurkan kepalanya menggunakan tendangan dari kaki kanannya. Robot itu langsung meledak karena telah di hancurkan oleh Shiro.



Semua robot yang mulai menyerangnya langsung Shiro hancurkan satu per satu menggunakan seluruh tangannya. Bahkan beberapa robot itu hancur karena tusukan dari rantainnya.



BAMMMM!!! BAMMMM!!!



Shuri merasa sangat terkesan melihat cara bertarung Shiro, ia terlihat seperti pertarung yang sangat mahir. Arisu mulai menemukan beberapa informasi penting tentang semua robot itu. "Papa, aku menemukannya! Robot-robot ini adalah robot tiruan dari Malaikat, mereka memiliki semua kemampuan yang mampu malaikat lakukan dan juga robot-robot ini mampu menyerap energi sihir kita hingga habis..." Ucap Arisu,  Shiro langsung menendang robot terakhir yang ada di depannya.



BAMMMMMM!!!



"Itu yang terakhir..." Shiro mulai mengusap keringat yang terdapat di wajahnya, tetapi walaupun ia telah menghancurkan robot terakhir beberapa robot lainnya mulai datang dari atas langit. Jumlah mereka sangatlah banyak hingga tidak bisa di hitung lagi karena jumlah mereka ini sama dengan jumlah semut.



"Cihh... Apa-apaan ini...?" Tanya Shiro, Shuri muncul tepat di belakang Shiro selagi menunjukan senyuman lebarnya.



"Bertarung sendiri melawan segerombolan robot itu adalah kesalahan besar, putraku." Ucap Shuri hingga Shiro langsung melirik ke belakang.



"Ibu, apakah kau berencana untuk membantu?" Tanya Shiro.



"Tentu saja, kau ini adalah anakku. Lagian juga bertarung dengan tangan kosomg itu akan memakan waktu yang sangat lama, bahkan jika kita menggunakan sihir yang mudah di serap juga bukanlah pilihan yang baik."



"Jadi, apakah kau memiliki sebuah rencana?" Tanya Shiro.



"Entahlah~ Arisu, apakah kau tau rencana nenek Shuri?" Tanya Shuri dengan ia mulai tersenyum kepada Arisu. Arisu mengangguk lalu ia melompat dan berubah kembali menjadi ukuran biasannya. "Jangan-jangan kita harus menggunakan sihir Chains of Reclipse!" Arisu mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya.



"Chains of Reclipse?! Apakah kau bisa melakukan sihir khusus itu, ibu?" Tanya Shiro kepada Shuri hingga Shuri langsung menepuk kepala Shiro dengan wajah yang sedikit kesal karena tentu saja ia akan memiliki sihir itu. "Tentu saja, bodoh. Lagian aku yang telah menciptakan sihir itu, jika kau bisa maka aku juga bisa!"



Shiro langsung terkejut mendengar perkataan itu hingga ia langsung tersenyum lebar seperti bersemangat. "Kalau begitu ayo... Ibu...! Arisu...!" Kedua mata mereka mulai bersinar seperti cahaya matahari, semua robot itu langsung bergerak maju menuju mereka bertiga dengan kecepatan penuh.



"CHAINS OF RECLIPSE: GREAT CHAINS OF DESPERATE!!!" Ucap mereka bertiga bersama hingga lautan di bawah mereka mulai bergetar dengan sangat cepat hingga mampu membuat sebuah ombak yang sangat besar.



Tiba-tiba rantai emas yang berjumlah tidak terhingga bersinar muncul dari bahwa lautan, lalu semua rantai itu langsung menebas seluruh tubuh robot-robot yang berada di depan mereka.



BAMMMMMMMM!!!



Mereka bertiga melihat semua robot-robot itu meledak dan berubah menjadi barang rongsokan, tetapi walaupun mereka berhasil mengalahkan mereka semua. Robot lainnya mulai muncul dari segala arah hingga mereka bertiga terkepung. "Yang benar saja...?" Shuri melirik ke segala arah.



"Mereka tidak ada habis-nya--" Tiba-tiba Shiro langsung membuka kedua matanya dengan sangat lebar karena ia melihat Riziel dan rekan-rekannya sedang berada tepat di depan mereka. Riziel mulai menepuk tangan-tangannya karena ia merasa tertarik melihat sihir gerhana matahari mereka. "Hebat... Sangat hebat, kalian keluarga Shiratori memiliki sumber energi yang sangat besar."



"Riziel, sebenarnya apa yang kau incar?! Kenapa kau terus mengajar kami?!" Tanya Shiro dengan wajah yang kesal.



"Hahaha! Balas dendam dan mengambil kehidupan kalian adalah dua tujuanku untuk bisa hidup dengan damai di dunia Touri ini." Ucap Riziel dengan wajah yang sangat serius, ia membawa banyak sekali rekan bahkan Azriel juga ada di sana.



"Riziel, kau seharusnya berhenti di sini saja... Membalas dendam terhadap Alvin itu adalah perbuatan yang sangat gegabah! Seharusnya kau bersyukur bahwa Alvin telah mengampuni semua dosa-dosamu ini, jika kau melawannya maka kau bisa di hapuskan dari kenyataan---"



"Itu tidak perlu, Shuri. Crimson Waltz!" Tiba-tiba seseorang yang Shuri perbicarakan sedang berada di belakang mereka bertiga, ia menunjuk semua robot-robot itu hingga semua robot tersebut langsung hancur dengan hanya satu ucapan.



BAMMMMMMMMM!!!



Riziel langsung menunjukan raut wajah yang kesal karena melihat seseorang yang sangat ia benci muncul tepat di belakang mereka bertiga. "Ternyata kau telah datang... Keparat..."



"Bahkan di zaman seperti ini, era dimana generasi selanjutnya seharusnya bertindak, kau masih berpikir untuk membalas dendam ya?" Alvin menyilangkan kedua lengannya selagi menatap wajah Riziel.



Shiro merasa cukup lega bahwa Alvin telah datang di waktu yang sangat tepat. Ia melirik ke belakang dimana ia melihat Homuze, Syna, dan Korrina yang sedang menatap Alvin. "Homuze..."



"Maaf jika kami telat, Shiro. Tadi kita baru saja membantu semua malaikat yang tinggal di planet besar yang bernama <> pindah ke planet lain karena... Planet ini akan menjadi tempat pertarungan yang mampu membuat planet ini menjadi debu-debu yang berhamburan." Ucap Homuze dengan wajah yang sangat serius.



"Apakah kita akan bertarung...?" Tanya Syna. Homuze menepuk puncak kepala Syna dengan sangat halus, ia lalu mengangguk dengan wajah yang khawatir karena Syna dan Arisu akan berkaitan dengan pertarungan ini.


__ADS_1


"Hahahahaha!!! Ternyata kepala keluarga Shiratori dan Ghifari telah berkumpul di satu planet ini...!" Riziel mulai tertawa terbahak-bahak.



"Yah... Pokoknya, planet ini akan menjadi kuburan bagi kalian semua." Ucap Riziel dengan wajah yang sangat serius, ombak-ombak yang berada di bawah mereka mulai bergerak cukup tenang. Mereka tiba-tiba mulai terdiam atau terhening seperti menunggu sebuah serangan pertama yang akan muncul, keringat di wajah mereka semua mulai mengalir ke bawah lautan.



BAMMMMMM!!!



Tiba-tiba wajah Shiro terhantam oleh Azriel yang berada tepat di depannya, ia menggunakan sihir yang sama lagi. Shiro terpental ke belakang dengan sangat jauh lalu Azriel terbang menghampirinya. "Cih...!" Homuze terbang mengikutinya dari belakang.



Azriel menoleh ke belakang. "Jangan mengganggu..." Ia meluncurkan sebuah bola energi kecil yang dilindungi oleh bintang-bintang kecil, kedua mata Homuze langsung terbakar hingga bola tersebut menembus tubuhnya dan tidak memberikan efek apapun kepadanya.



Azriel terus menembak-nya menggunakan sihir bola kecil itu, tetapi Homuze berhasil menghindarinya dan juga bola-bola kecil itu hanya bisa menembus tubuh-nya. "Sihir ilusi...!? Sialan, apa yang aku harapkan dari Legenda yang memiliki marga Ghifari."



Homuze tiba-tiba muncul tepat di atas Azriel lalu ia menginjak kepalanya dengan sangat kuat hingga ia terjatuh menuju atas tanah. "Kau tidak akan bisa menembus ilusi-ku, Illusion of Transcended Body!" Homuze menggunakan ilusi yang mampu membuat tubuhnya tidak bisa terpukul atau terkena sihir, tetapi resikonya adalah energi sihir yang berada di dalam tubuhnya akan terserap dan juga ketika tubuhnya terus di serang maka energi sihirnya akan terus terkuras.



"Fallen Time: Control Time Object!" Ucap Azriel dengan ia langsung menghilang dengan cepat. Homuze langsung terkejut melihat itu karena ia memiliki sihir waktu yang hanya malaikat saja yang bisa menggunakan sihir Fallen Time. "Seorang legenda menggunakan Fallen Time---"



Punggung Homuze langsung terhantam oleh kedua kaki Azriel hingga ia terjatuh tepat di atas tanah lalu membuat lubang yang sangat besar. Azriel menunjuk lubang tersebut dengan kedua tangannya. "STARDUST FALL!!!" Azriel menciptakan bola energi yang sangat besar melalui kedua tangannya lalu bola tersebut mengeluarkan beberapa gelombang yang bersinar seperti bintang-bintang di luar angkasa, gelombang itu meluncur menuju Homuze.



Tiba-tiba seluruh tubuh Homuze langsung terbelit oleh rantai-rantai milik Shiro, ia dengan cepat langsung menariknya ke arau dirinya. Homuze tertarik oleh Shiro lalu ia secepatnya memeluk Homuze dan melompat menjauh dari lubang tersebut.



BAMMMMM!!!



"Sialan." Azriel melihat Shiro dan Homuze yang sedang berdiri di atas gunung selagi menatapnya. "Saint lawan Saint. Sudah lama aku tidak melawan seorang ras yang sama sepertiku...!" Shiro berubah menjadi Saint Observation.



"Waktu ya...? Jadi begitu, aku sekarang sudah tidak ragu-ragu lagi untuk menyerangmu dengan strategi yang aku buat." Shiro mulai menunjukkan kuda-kudanya.



"Stardust Blast!" Azriel menembak bola kecil yang berpartikel pelangi menuju arah Shiro, tetapi rantai yang berada di belakang punggungnya langsung menangkis sihir Azriel menuju atas langit.



Azriel muncul tepat di depan Shiro lalu ia memukulnya dengan sangat cepat, tetapi Shiro berhasil menahan pukulan itu dengan tangan kanannya. "Sepertinya ada batasan juga ya bagi dirimu untuk menggunakan sihir waktu..." Ucap Shiro dengan wajah yang sangat serius lalu ia memukul wajah Azriel dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang.



"Shiro, biar aku bantu." Ucap Homuze.



"Belum saatnya kau membantu, Homuze...! Haaaaaaa....!!!" Seluruh tubuh Shiro langsung di lindungi oleh auranya hingga membuat daratan berguncang dan gunung-gunung mulai berjatuhan. Gelombang cahaya mulai Shiro luncurkan melalui auranya menuju arah langit-langit.



"HAHHHHH!!!" Shiro berubah menjadi wujud Saint Revolution. Azriel muncul tepat di depan Shiro lalu ia menatap wujud Saint Revolution. "Ahhh... Saint Revolution ya? Jadi kau telah menempuh wujud level kedua dari Saint ya...? Sungguh hebat, entah kenapa aku mulai percaya bahwa kau mampu membasmi seluruh saint elementals sendirian." Azriel tersenyum.



Shiro terbang menuju arah Azriel lalu ia menendang perutnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke atas langit. Shiro muncul tepat di depannya lalu ia mulai memukul wajahnya tanpa henti hingga Azriel tidak bisa menyerang balik. Dua rantai yang berada di punggung Shiro mulai membelit leher Azriel hingga rantainya melempar Azriel menuju langit lebih atas lagi.



Shiro muncul tepat di bawah-nya lalu ia menendang perut Azriel menggunakan kedua kakinya hingga ia terpental menuju langit yang lebih atas lagi. "Chains of Reclipse!" Shiro menunjuk Azriel hingga dua rantai muncul di bawah tanah lalu bergerak menuju Azriel hingga rantai tersebut menghantam perut-nya. Azriel langsung terpental menuju daratan.



Azriel mendarat dengan aman di atas daratan lalu ia menatap ke atas dimana ia melihat cahaya yang bersinar menuju-nya. "Solar of Judgement!" Cincin emas meluncur menuju Azriel dari atas tetapi ia berhasil menghindari dengan muncul tepat dari arah yang lain.




BAMMMMMM!!!



Shiro dan Azriel muncul tepat di atas langit selagi memukul satu sama lain, Azriel memukul wajah Shiro lalu ia terpental ke belalang. Mereka berdua langsung terbang menuju satu sama lain hingga dahi mereka langsung terhantam bersamaan.



BAMMMMMM!



Mereka lalu mulai bermunculan di segala arah selagi memukul satu sama lain, Shiro merasa sangat terkejut bahwa Azriel mampu melawannya di wujud biasa walaupun Shiro telah berada di wujud Saint Revolution. "Saint ini sangatlah kuat... Ia masih sanggup melawan Saint Revolution di wujud biasa."



Azriel menangkis tangan kanan Shiro yang mencoba untuk menghantam perutnya, ia melakukan serangan balik dengan memukul perut Shiro dengan sangat keras. "GUUGHH!!!" Shiro langsung memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya.



Setelah itu Azriel menghantam puncak kepala Shiro menggunakan kedua tinjunya hingga ia terpental menuju daratan dan membuat sebuah lubang yang sangat besar. "Aghh..." Shiro berubah kembali menjadi wujud biasanya.



"Hee..." Tiba-tiba Homuze muncul tepat di belakang Azriel mencoba untuk menghantam kepalanya, tetapi Azriel dengan cepat langsung memukul perut Homuze hingga ia terpental menuju daratan.



BAMMMMM!!!



"Mencoba untuk menyerang dari belakang...?" Azriel tersenyum, tetapi senyuman itu menghilang ketika daratan mulai terbakar oleh api-api yang di keluarkan oleh Homuze. Homuze perlahan melayang keluar dari lubang besar itu, tubuhnya dipenuhi dengan api yang terbakar. "Hahaha... Kau membuatku marah...! HOMUZE FLAMES!!!" Seluruh tubuh Homuze langsung terbakar oleh api-api yang lebih panas dari neraka.



"Rgh... Apakah ini semacam ilusi omong kosong itu lagi?!" Tanya Azriel dengan sangat kesal.



"Sambutlah... Homuze Flames, wujud yang Homura telah ciptakan. Menggunakan wujud ini mampu membuat sihir-sihir dan kekuatanku meningkat dam memanas!!!" Homuze muncul tepat di depan Azriel lalu ia menghantam dada-nya menggunakan tinju kirinya, lalu ia melanjutkan serangan dengan terus memukulnya tanpa henti.



Homuze tidak berhenti melainkan ia berputar lalu menghantam kepala Azriel menggunakan kedua tinjunya hingga ia terpental menuju daratan. Homuze muncul tepat di depan Azriel lalu ia terus memukul wajahnya tanpa henti.



Homuze menendang wajahnya lalu ia terus memukul perutnya tanpa henti hingga Azriel mulai merasa sangat kesal bahwa ia tidak memberikannya kesempatan untuk menyerang balik. "GRAGGHHH!!!" Azriel berubah menjadi wujud Saint Titan hingga Homuze langsung terdorong.



"Cih... Akhirnya kau menunjukkan perubahanmu itu." Homuze dan Azriel muncul tepat di atas langit selagi memukul satu sama lain. Azriel menendang wajahnya hingga Homuze terpental menuju daratan.



Azriel langsung meluncurkan Stardust Fall menuju arah Homuze, tetapi ia menghilang lalu muncul tepat di belakang Azriel. Homuze langsung menghantam kepalanya menggunakan kedua tinjunya hingga Azriel terjatuh menuju daratan dan membuat lubang yang besar.



"Flow...!" Api Homuze mulai membesar hingga membuat seluruh pohon atau daun-daun yang berada di tempat itu terbakar habis karena kepanasan api-nya. "Masuklah ke neraka buatanku...! FLOWING FLAMING LOTUS!!!" Homuze langsung meluncurkan bola-bola api yang berjumlah tidak terhingga menuju arah lubang-lubang itu.



Setelah itu Homuze langsung mengangkat tangan kanannya hingga ia menciptakan sebuau meteor besar melalui tangan kanannya. "Meteor Blast!" Homuze melempar meteor itu menuju arah lubang dimana Azriel masih berada di lubang tersebut.



BAMMMMMMMMMM!!!



Homuze membuat ledakan yang sangat besar hingga mampu membuat daratan hancur dan mengeluarkan air lahar, Shiro langsung terkejut melihat Homuze yang telah mengerahkan semuanya. "Hebat..."



"Hah... Hah... Hah..." Homuze tersenyum.

__ADS_1



...



...



...



"SAINT REVOLUTION!!!" Azriel langsung berubah menjadi wujud Saint Revolution, ia muncul tepat di depan Homuze dengan seluruh luka yang terdapat di seluruh tubuhnya. Bajunya juga bahkan telah terbakar habis karena sihir yang Homuze kerahkan.



"A-Apa...!? Grrrr...!!!" Kedua mata Homuze perlahan berubah menjadi merah, tetapi Shiro muncul tepat di sebelahnya selagi berada di wujud Saint Revolution.



"Sepertinya ini bukan waktunya untuk bermain-main." Ucap Shiro dengan wajah yang sangat serius.



"Akhirnya kau menyadari tentang hal itu."



"Bagaimana kalau kita langsung ke inti-nya dan menggunakan serangan kombo?" Shiro mulai tersenyum kepada Homuze. Homuze langsung tersenyum kembali hingga ia mulai kembali bersemangat.



Aura mereka berdua langsung membesar hingga menggabung menjadi satu. "Ayo!!!" Seru Homuze hingga mereka berdua langsung terbang mengelilingi Azriel.



"Hah!? A-Apa?!" Azriel langsung merasa terkejut karena ia telah di kepung oleh kecepatan mereka berdua, ia bahkan tidak bisa merasakan setitik energi sihir mereka juga ia tidak bisa melihat mereka bergerak. Azriel tidak memiliki kesempatan untuk menyerang melainkan menahan.



Homuze tiba-tiba langsung menendang wajah Azriel hingga ia terpental ke depan. Homuze bergerak dengan sangat cepat hingga ia mampu menghantam wajah Azriel menggunakan kedua tinjunya hingga ia terpental menuju daratan.



Homuze muncul tepat di sebelah kiri Azriel lalu ia menendang wajahnya hingga ia terpental ke depan. Shiro muncul tepat di belakang Azriel lalu ia menendang punggungnya menggunakan kedua kakinya hingga ia terpental ke depan.



Shiro muncul tepat di bawah Azriel lalu ia menendang punggungnya menggunakan kedua kakinya hingga Azriel langsung terpental menuju atas langit. Homuze muncul di bawah Azriel lalu ia menendang punggungnya hingga Azriel terpental menuju atas langit yang lebih tinggi.



Shiro muncul tepat di atas Azriel lalu ia menendang wajahnya menggunakan kedua kakinya hingga ia terpental menuju daratan seperti meteor yang jatuh. Homuze muncul tepat di bawah Azriel lalu ia menendang perutnya hingga ia terpental menuju atas langit LAGI.



Mereka berdua terus melakukan serangan bersama hingga menghabiskan beberapa menit, Azriel tidak bisa bertindak sedikitpun karena pergerakan mereka yang terasa sangat cocok dalam kecepatan. Shiro dan Homuze mengakhiri serangan kombo mereka dengan menendang wajah Azriel bersamaan hingga ia terjatuh menuju atas tanah dan membuat lubang yang besar.



BAMMMMMM!!!



"Akhiri?" Tanya Homuze.



"Jelas. Chains of Reclipse!" Shiro menunjuk Azriel hingga seluruh tubuhnya langsung terbelit oleh rantai-rantai emas bahkan wajah, kedua mata, dan mulutnya juga telah terhalangi oleh rantai milik Shiro.



Homuze menjentikkan jari kanannya hingga rantai-rantai Shiro langsung terbakar oleh api yang sangat panas. "GUAAAAGGHHHHHH!!!" Teriak Azriel yang kepanasan dan tersiksa.



Shiro mulai memfokuskan energi sihir miliknya di tangan kirinya karena ia akan mengeluarkan sihir terkejutnya, Homuze juga melakukan hal yang sama tetapi ia memfokuskan di tangan kanannya. Azriel mencoba untuk membebaskan diri tetapi ia tidak bisa karena rantai Shiro yang sangat tebal dan kuat.



"Ayo, Homuze!"



"Ya...!"



Aura mereka berdua langsung tergabung dan membesar lebih besar dari sebelumnya.



"SHI...!!!"



"RO...!!!"



"MU...!!!"



"ZE...!!!" Bola energi yang berada di tangan mereka masing-masing mulai membesar dan bersinar dengan sangat cerah hingga Azriel menutup kedua matanya karena sinar cerah tersebut.



"ECLIPSEEEE!!!" Teriak mereka berdua, mereka meluncurkan gelombang besar yang terlihat seperti matahari menuju arah Azriel. Gelombang energi itu sangatlah besar bahkan mampu menghancurkan seluruh semesta ketika sihir itu mengenai daratan.



"TIDAAAAAAAAK....!!!" Teriak Azriel dengan putus-asa.



BAMMMMMMMMMMMM!!!



Sihir Shiromuze Eclipsen langsung meledak dengan sangat dahsyat seperti nuklir. Bahkan Alvin dan Riziel yang bertarung dari jarak jauh bisa melihat ledakan itu dan merasakan dorongan dari ledakan tersebut.



...



...



Homuze dan Shiro beruntung bahwa sihir mereka tidak mengenai daratan. Mereka berdua tersenyum jahat melihat ledakan dahsyat yang mereka buat, itu bagaikan kembang api yang meledak di tahun baru.



Pandangan mereka terhalang oleh asap-asap, tiba-tiba beberapa detik kemudian asap-asap itu hilang oleh seseorang. Mereka berdua langsung melihat sesosok gadis yang telah di lindungi oleh api-api yang sama persis seperti Homuze.



Shiro dan Homuze langsung membuka kedua mata mereka selebar mungkin karena mereka merasakan kejutan yang besar, kejutan itu berada tepat di depan mereka hingga membuat wajah Shiro langsung terkejut histeris melihat sesosok gadis itu.



...



...



"H-Homura...!?"





__ADS_1


__ADS_2