
PERHATIAN~ SEBENARNYA CHAP 70 ITU UDAH DI BUAT, TAPI KE HAPUS... AUTHOR MERASA KESAL DAN MARAH NIH, BISA GAK KALIAN HAPUSKAN KEDUA EMOSI ITU DENGAN VOTE, KOMEN, DAN TERUS MENJADI PEMBACA SETIA~
AUTHOR TUNGGU YA KEHAPUSAN EMOSI ITU~~~
°°°
Alvin dan Riziel mulai menatap satu sama lain dengan wajah yang sangat kesal dan serius, mereka sekarang sedang berada di wujud terkuat mereka. "Hah... Hah... Hah..." Alvin dan Riziel mulai berkeringat.
"Sepertinya malaikat bajingan itu sudah terkalahkan oleh keluarga Shiratori, Riziel. Sekaran tinggal kau yang akan aku habisi..." Alvin mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya hingga Riziel juga mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.
Shuri dan yang lainnya lalu menatap mereka berdua dari jarak yang sangat jauh karena mereka tidak mau terluka untuk melihat mereka berdua di jarak yang dekat. "Pertarungan kekuatan penuh antara kedua dewa akan di mulai sebentar lagi..."
"Sepertinya pertarungan kita akan berjalan dengan sangat lama... Walaupun aku sekarang sedang berada di wujud Omni-Stadust, aku masih tidak bisa berada di level yang sama... Wujud ciptaanmu yang bernama Limit Breaker X itu sangatlah menyusahkan...!"
Omni-Stardust adalah wujud terakhir dari pengguna sihir kuno Riziel yaitu stardust, wujud itu mampu meningkat semua atribut di kalikan seratus juta, juga wujud itu akan bertambah kuat setiap detik jika Riziel bertarung melawan musuh. Sedangkan wujud Limit Breaker X adalah wujud yang Alvin ciptakan sendiri melalui latihan yang sangat pedih seperti di siksa, wujud ini mampu menghancurkan segala batasan hingga seluruh atribut Alvin akan meningkat secara drastis jika ia terus bertarung dan bahkan jika ia lelah dan terus berjuang maka atributnya akan meningkat lebih besar lagi.
"Aku sudah tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan sihir mutlak...! STARDUST CORRUPTION!!!" Teriak Riziel dengan seluruh tubuhnya langsung bersinar dengan sangat cerah, hal itu membuat Alvin terkejut karena ia telah menggunakan sihir yang sangat berbahaya pagi pengguna sihir kuno.
Sihir itu mampu menghilangkan kendali dan pikirannya si pengguna lalu menggantikannya dengan kekuatan yang besar, jadi sihir itu hanyalah pantas bagi seseorang yang ingin mengamuk atau kehausan dalam kekuatan untuk menang. "GAAAAAAAHHHHHH!!!" Teriak Riziel dengan sangat keras.
"Lemah...!!!" Alvin mulai merasa sangat kesal.
Seluruh tubuh Riziel mulai membesar hingga seluruh otot-ototnya juga mulai ikut membesar karena sihir mutlak itu, sekarang Riziel sedang sepenuhnya kehilangan kendali terhadap dirinya sendiri.
"
GGGRRRRAAAAAAAAAAGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Riziel dengan sangat keras hingga auranya mulai membesar. Mereka berdua langsung melompat menuju satu sama lain dengan sangat cepat.
Mereka mulai saling memukul satu lain, Alvin bisa merasakan bahwa di setiap pukulan dan tendangan Riziel berikan kepadanya mampu membuat seluruh tubuhnya merasakan sedikit kesakitan dari kekuatan murni miliknya. Riziel dengan cepat langsung menendang perut Alvin dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang.
Riziel muncul di depannya lalu ia memukul dadanya hingga Alvin terpental mundur. "FINAL SHINE ATTACK!!!" Alvin langsung mengeluarkan sihir warisan-nya menuju arah Riziel, jadi itu sebuah gelombang besar yang berwarna merah.
Riziel dengan cepat langsung terbang ke arah kiri untuk menghindari gelombang sihir itu, Alvin tiba-tiba meluncurkan beberapa bola energi kecil menuju arah Riziel.
Riziel terbang menghampirinya selagi menahan semua bola energi yang mengenai seluruh tubuhnya, dengan cepat Riziel langsung memukul wajah Alvin dengan sangat kuat. Riziel terbang menghampiri Alvin lagi dan Alvin sudah siap untuk menahan pukulan yang akan Riziel kerahkan, tetapi ia salah karena Riziel tiba-tiba menendang perutnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang lagi.
"HUUAAAAHHHHH!!!" Riziel terbang menghampiri Alvin selagi mengepalkan tinju kanannya lalu ia dengan seluruh tenaganya memukul wajah Alvin hingga ia terpental ke atas langit karena pukulan yang Riziel kerahkan. "Nggghhh...! Keparat..." Alvin mulai menyeimbangkan seluruh tubuhnya karena ia masih terbang mundur karena dorongan pukulan Riziel.
BAMMMMMM!!!
Seluruh tubuh Riziel di penuhi dengan aura berwarna biru tua, seluruh auranya mampu membuat planet yang mereka tepati mulai berguncangan cukup dahsyat.
"GRRAAAAHHHH!!! ALVIN...!!! GHIFARIAAAAAAGGGGHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Riziel dengan sangat keras. Alvin merasakan bahwa kekuatan murninya telah meningkat cukup besar lagi dari sebelumnya. Alvin bergerak cepat menuju arah Riziel.
Alvin memukul Riziel, tetapi Riziel berhasil menghindari pukulan itu hingga ia langsung memukul perut Alvin dengan sangat keras, beruntungnya Alvin menahan pukulan itu dengan kaki kanannya. Mereka berdua mulai bergerak dengan sangat cepat di atas langit hingga saling mencoba untuk melukai satu sama lain.
BAMMMM!!! BAMMMM!!! BAMMMM!!!
Alvin memukul Riziel, tetapi ia menahan pukulan tersebut dengan lengan kirinya, Riziel menyerang balik dengan memukul wajah Alvin menggunakan tinju kanannya. Riziel menendang perutnya dengan sangat keras lalu ia memegang wajahnya dengan sangat kasar lalu ia mengusurnya dengan seluruh tenaganya hingga Alvin tidak bisa bergerak karena cengkraman tangan Riziel yang sangat erat dan kuat.
Tetapi, beruntungnya Alvin masih memiliki tenaga yang besar hingga ia muncul tepat di belakang Riziel. Riziel melirik ke belakang dan ia melihat Alvin sedang mengeluarkan sihir Crimson Buster-nya (sebuah sihir yang memiliki dorongan besar hingga mampu membuat manusia biasa terpental menuju luar angkasa), tetapi Alvin tidak sempat karena Riziel menendang dagunya hingga ia terpental ke atas langit. Riziel muncul tepat di sebelahnya.
Mereka berdua langsung saling memukul satu sama lain tanpa henti. "HAAAAGGGHHHG!!!" Alvin memukul Riziel, tetapi ia berhasil menahan pukulan itu dengan mudah. Riziel menyerangnya balik dengan memukul wajahnya, tetapi Alvin berhasil menunduk lalu mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti.
"MAATIII!!!" Riziel memukul dada Alvin dengan sangat amat keras. "UUUOOOCKKKK...!!!" Alvin memuntahkan darahnya dengan jumlah yang sangat banyak di mulutnya.
"Stardust Blaster...!" Riziel tiba-tiba memegang sebuah bola energi biru tua di tangan kananya, lalu ia bergerak maju menuju Alvin. Alvin dengan cepat memukul wajah Riziel, tetapi wajahnya mampu menahan seluruh tubuhnya dari pentalan yang akan tinju Alvin buat, Riziel langsung menyerang balik dengan menghantam Stardust Blaster itu tepat di perut Alvin.
BAMMMM!!! Alvin langsung terpental ke atas langit karena dorongan sihir yang sangat kuat itu, Riziel tiba-tiba muncul tepat di atas Alvin lalu ia menghantam punggungnya menggunakan kedua tinjunya. BAMMMM!!! Alvin terpental menuju daratan dan seketika ia telah terjatuh di atas daratan, ia mampu membuat sebuah lubang yang besar karena seluruh tubuhnya yang terjatuh dari atas langit.
Alvin melirik ke atas dan ia melihat Riziel yang sedang bergerak menujunya, Alvin tiba-tiba melompat ke luar dari lubang lalu ia berputar hingga kedua lengannya menyentuh tanah yang di halangi oleh batu-batu besar, dan setelah itu ia langsung melompat dengan mendorong batu besar itu menggunakan kedua tangannya lalu ia menendang wajah Riziel dengan kedua kakinya hingga Riziel terdorong ke arah kanan dan mendarat di atas daratan.
Alvin mendarat di atas tanah selagi menatap Riziel dengan wajahnya yang mulai terlihat serius, sepertinya ia sudah tidak bisa meremehkan Riziel lagi. "GUUUOOGGHHH!!!" Teriak Riziel dengan sangat keras, Alvin mulai menatap seluruh tubuhnya dengan kedua matanya, ia tiba-tiba langsung tersenyum dengan sangat kesal. "Heh... Kenapa? Kau tidak mau menyerang lagi 'kah?" Tanya Alvin.
Riziel tiba-tiba langsung bergerak maju menuju arah Alvin, seluruh aura Alvin yang di buat oleh wujud Limit Breaker X langsung perlahan terserap oleh tubuhnya hingga menggantikan aura yang lebih tenang seperti api besar yang bisa di kendalikan, kedua mata Alvin langsung berubah menjadi warna Crimson dan juga simbol X yang berada di dahinya telah hilang. Alvin berubah menjadi wujud Crimson God, wujud itu adalah wujud sihir kuno miliknya yang mampu memanipulasi sihir dan mampu membuat seluruh kecepatannya meningkat.
Riziel mengepalkan kedua tinjunya dan tiba-tiba Alvin mundur beberapa langkah. "Crimson Seal..." Aura Crimson milik Alvin langsung merasuki tubuh Riziel hingga seluruh tubuhnya langsung dikepung oleh aura Crimson itu. Pergerakan Riziel tiba-tiba berhenti karena aura milik Alvin yang sedang mengendalikan seluruh tubuh dan bahkan auranya.
Riziel mencoba untuk bergerak, tetapi ia tidak bisa karena seluruh tubuhnya terasa mati bagi dirinya, ia bahkan tidak bisa bergerak sedikitpun. "Hentikan semua ini, Riziel. Jangan pikirkan apapun selain menghancurkan sihir yang mencoba untuk mencuci otakmu itu... Sihir Corruption itu sangatlah berbahaya, kau bisa mati dengan sendirinya..." Ucap Alvin dengan wajah yang sangat serius.
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku jika kau dikendalikan layaknya seperti boneka. Bagaimana jika suatu hari terdapat sebuah musuh yang mampu menggunakan ilusi yang sangat kuat hingga membuatmu kehilangan kendali atau mengendalikanmu begitu saja...? "
"H-Huh...?" Riziel tiba-tiba mulai menenang sedikit. Alvin mencoba untuk bertarung aman karena ia tidak mamu melawan Riziel yang terus mengamuk, bisa-bisa ia menghancurkan planet ini dalam sekejap.
Riziel tiba-tiba langsung mengamuk lagi, sihir Corruption yang ia pakai benar-benar sudah mempengaruhi seluruh tubuhnya hingga ia sudah benar-benar kehilangan kendali terjadap dirinya sendiri. "GRRRAAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG...!!!" Alvin langsung terkejut melihat itu karena ia telah gagal untuk menenanginya, ia langsung menunjuk seluruh tubuh Riziel agar sihir miliknya bisa bertahan lama untuk membuat Riziel tenang.
Aura yang mengepung Riziel langsung hancur hingga Riziel bergerak dengan sangat cepat sampai-sampai Alvin tidak sempat untuk menghindar, Riziel memukul wajahnya dengan sangat keras, tetapi seluruh tubuh Alvin tidak terdorong mundur karena bantuan dari tenaga dan wujudnya. "Nngghhh...!!!"
Alvin tiba-tiba berputar lalu memegang seluruh lengan kanan Riziel, dengan cepat Alvin langsung menghantam seluruh tubuhnya dengan daratan yang dipenuhi dengan batu-batu.
BAAMMMMM!!!
Daratan langsung retak hingga seluruh daratan di wilayah tempat itu langsung berguncangan dengan sangat dahsyat hingga Shuri dan yang lainnya harus melihat pertarungan mereka selagi melayang di atas langit karena daratan di wilayah tersebut sudah mulai tidak stabil lagi. "GRRRRAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Riziel dengan sangat kesal hingga auranya mulai membesar lagi dan lagi.
Riziel bangkit dari atas tanah lalu ia mulai meningkatkan seluruh atributnya hingga auranya mengeluarkan sebuah gelombang yang besar menuju atas langit. "Dia masih bisa meningkat lagi ya...?!" Alvin langsung terbang menuju Riziel dengan sangat cepat.
Mereka dengan kecepatan yang sudah melampui waktu mulai saling memukul satu sama lain hingga mampu membuat semua gunung di wilayah tersebut runtuh dan terbelah menjadi bagian-bagian kecil. Alvin memukul seluruh tubuh Riziel tanpa henti, tetapi semua pukulan itu tidak mempan bagi Riziel karena ia seperti di pukul oleh sebuah kertas, Riziel menyerang balik dengan menghantam wajahnya hingga ia terdorong mundur.
Riziel muncul tepat di depan Alvin lalu ia mulai memukulnya beberapa kali, tetapi Alvin dengan mudah berhasil menahan seluruh pukulan Riziel. "GRAAHHH!!!" Riziel memukul wajahnya hingga Alvin terdorong mundur.
"HAHHHHHHHH!!!" Riziel langsung memperbesar auranya lagi hingga itu membuat Alvin cukup berkeringat dingin sedikit. "Jadi ini 'kah hasil dari sihir Stardust Corruption...!? Sangat berlebihan..."
Riziel muncul di depan Alvin hingga Alvin langsung terkejut melihat kecepatannya, Riziel langsung memukul perut Alvin dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang. Alvin berputar lalu ia mendarat di atas tanah selagi mengangkat tangan kanannya. "CRIMSON BUSTER!!!" Alvin melompat menuju Riziel dan mencoba untuk menghantam perutnya menggunakan sihirnya itu.
Riziel tiba-tiba menahan sihir itu dengan memegangnya hanya menggunakan tangan kanannya saja, Riziel langsung menghancurkan sihir Alvin dan ia langsung menghantam seluruh tubuh Alvin menuju daratan dengan seluruh tenaganya agar seluruh tulang di tubuh Alvin mulai retak karena hantaman itu.
BAMMMMMM!!!
Riziel terus menghantam seluruh tubuh Alvin di atas tanah-tanah yang dihalangi oleh serpihan batu-batu itu. "UAAAAGGGGGHHHHH...!!!" Teriak Alvin dengan sangat keras karena seluruh tubuhnya mulai perlahan bisa merasakan kesakitan yang dahsyat dari hantaman yang Riziel berikan.
Riziel masih belum berhenti, ia terus melakukannya hingga seluruh tubuh Alvin benar-benar remuk, Alvin tidak bisa melakukan apapun kecuali berteriak dengan penuh kesakitan. "AHHHHHHHHHHHHHH!!!" Kedua pupilnya langsung menghilang dan penglihatannya mulai perlahan buram karena hantaman yang Riziel berikan sangatlah kuat hingga mampu mengguncangkan seluruh planet.
Riziel melompat bersama Alvin menuju ke atas lalu ia memegang seluruh kepalanya. Riziel langsung terbang menuju semua gunung selagi menghantam wajah Alvin dengan semua gunung-gunung itu tanpa henti. Semua gunung-gunung itu langsung hancur menjadi berkeping-keping karena hantaman Riziel yang sangat amat kuat.
__ADS_1
BAMMMMMM!!! BAAAMMMM!!! BAMMMM!!!
Riziel melemparnya menuju ke depan hingga seluruh tubuh Alvin tergeletak di atas tanah dengan kondisinya yang perlahan hampir pingsan. Seluruh tulangnya telah remuk karena hantaman tadi. "A-Agg...."
Riziel menatap Alvin yang sudah tidak bisa bertarung lagi karena seluruh tubuhnya mulai terasa keram. "GRAAHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak kemenangan Riziel, ia mulai memekul dadanya sendiri layaknya seperti gorilla.
"Nngghhh..." Alvin mulai mencoba untuk bangkit kembali, tetapi pikirannya tiba-tiba mulai berbicara dengan suara Korrina yang sedang mencoba untuk menyemangatkan Alvin. "Bangun, Alvin! Apa yang sedang kamu lakukan?! Bukannya kau ini jauh lebih kuat dengannya?!" Tanya Korrina.
"Ahaha... Dulu ya, tapi sekarang... Setelah ia dikendalikan oleh sihir Corruption itu, dia mulai perlahan meningkat dan sudah melampui wujud mortalku ini... Sepertinya aku terlalu menahan diri ya...? Kebiasaan sialan!" Jawab Alvin.
"Apakah itu batasanmu...?! ALVIN SI DEWA SIALAN!!!" Teriak Shiro dari jarak jauh.
Alvin membuka kedua matanya dengan sangat lebar karena ia sangat kesal ketika seseorang mengatakan batasan kepada dirinya. Alvin perlahan langsung bangun dengan kedua lengannya yang terasa sangat lemas. Ia memaksakan seluruh tubuhnya untuk bangkit. "Aku... Aku tidak memiliki batasan... Dan jika aku memilikinya maka aku tidak akan terjatuh karena batasan itu..." Jawab Alvin dengan wajahnya yang terlihat serius.
"Riziel, jika kau dapat menghancurkan batasanmu itu, maka aku tidak takut untuk terus mencoba menghancurkan batasanku juga... Aku akan meningkatkan kekuatan mortalku..." Seluruh tubuh Alvin mulai bersinar warna crimson. Aura crimson Alvin tiba-tiba langsung membesar dan terbakar seperti api kompor yang sangat besar atau seperti air lahar yang meledak layaknya seperti gunung berapi.
"GRRRRRHHHHGG.....!!!"
Alvin langsung berubah menjadi wujud Limit Breaker X-nya lagi lalu ia mencoba untuk berubah menjadi wujud yang lebih kuat dari Limit Breaker X, seluruh tubuhnya mulai bergetar karena ia memaksakan tubuhnya untuk meningkat dan melampui tembok batasannya. "AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Langit-langit mulai berubah menjadi warna merah gelap hingga planet itu mulai berguncangan lebih dahsyat lagi dari sebelumnya.
Alvin mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menatap ke bawah selagi berteriak dan meningkatkan seluruh kekuatan murninya, perlahan demi perlahan auranya mulai membesar hingga lebih besar dari aura milik Riziel.
"AHHHHHHHHHHHH!!!" Rambut Alvin perlahan berubah menjadi warna merah tua hingga seluruh auranya mulai terserap habis oleh seluruh tubuhnya. Alvin mulai menunjukkan wajah kesalnya hingga itu membuat Riziel langsung terdorong ke belakang.
"GRAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Alvin dengan sangat keras hingga ia menyerap seluruh aura yang berada di sekitarnya, tubuh miliknya langsung mengeluarkan gelombang yang sangat besar menuju arah langit hingga langit-langit mulai kembali menjadi warna biasa yaitu putih.
BAMMMMMMMMMM!!!
Alvin telah mencapai wujud yang lebih kuat lagi dari Limit Breaker X dan ini pertama kalinya ia menggunakan wujud yang lebih kuat lagi hanya untuk melawan seorang dewa yang keras kepala. Alvin membuka kedua matanya lalu ia menatap Riziel dengan tatapan yang sangat amat tajam. "... ..." Aura-aura Alvin telah sepenuhnya ia serap hingga tidak ada yang tersisa di sekitarnya.
Shiro langsung merasa terkesan melihat wujud Alvin yang selanjutnya. "H-Hebat... Aku bisa merasakan kekuatan murni yang sangat besar... Jangan-jangan ini efek dari sihir kuno-nya yang mengubah seluruh kesakitan yang ia alami menjadi sebuah kekuatan yang besar..." Shiro tersenyum melihat hal itu terjadi dengan kedua matanya karena ia ingin sekali melihat kekuatan Alvin yang lainnya dari dekat.
"Itu benar sekali, Shiro... Alvin telah menghancurkan batasannya hingga sekarang ia telah menyempurnakan wujud Limit Breaker X menjadi Perfected Limit Breaker X..." Korrina mulai tertarik melihat pertarungan kedua antara Alvin dan Riziel karena Korrina akhirnya bisa melihat Alvin bertarung serius untuk sekian lamanya.
"Perfected Limit Breaker X...? Sungguh menakjubkan, aku bisa merasakan seluruh atribut Alvin yang meningkat dengan sangat drastis... Aku tidak mengerti mengapa sihir Crimson itu adalah sihir kuno yang sangat lemah." Ucap Shiro selagi menyilang kedua lengannya, ia berkeringat dingin sedikit dan bulu kuduknya juga mulai merinding melihat tatapan Alvin yang sangat tajam dan juga menakutkan, biasanya ketika Alvin serius Shiro akan sangat bersemangat untuk mengalahkannya, tapi sekarang... Ia terlihat sangat ketakutan melihat wujud baru Alvin dengan eksperesi seriusnya.
"Ya, memang benar bahwa sihir Crimson itu sangat lemah karena efek sampingnya yang dapat membunuh Alvin sendiri, tetapi... Dengan latihan yang selalu ia alami, Alvin sudah terbiasa dengan rasa kesakitan itu... Di setiap pertarung, dia pasti akan menggunakan semua kesakitannya dengan sangat teliti agar seluruh atributnya bisa meningkat. Sihir Crimson itu bisa saja kuat jika si pengguna memiliki otak yang pemikirannya lebih dari pemikiran seorang malaikat yang pintar." Korrina menyilangkan kedua lengannya selagi menatap Alvin dan Riziel yang masih belum menyerang satu sama lain.
"Apakah aku suatu hari aku bisa melampuinya...?" Tanya Shiro dengan wajah yang sangat serius, ia mulai menatap kedua tangannya. Rysu terkekeh. "Sudah pastinya, Papa dan Kakek Alvin itu rival 'kan? Jadi Papa hanya perlu untuk menghancurkan batasan yang menghambatmu dengan bertarung dan berlatih cukup keras, Papa!"
Shiro mengangguk lalu ia mengelus puncak kepalanya selagi menunjukkan sebuah senyuman kepadanya. "Terima kasih atas motivasinya, nak..."
Alvin menatap wajah Riziel yang terlihat sangat kesal bagaikan monster yang sedang mengamuk karena belum makan selama 1 tahun. Seluruh aura Alvin yang tadinya bergejolak tinggi mulai hilang ketika ia berubah menjadi wujud PLBX (PERFECTED LIMIT BREAKER X).
"Hahh...!" Alvin langsung melakukan kuda-kuda bertarungnya. Riziel melompat menuju Alvin dan Alvin juga melompat menujunya hingga mereka langsung saling memukul satu sama lain. Riziel mencoba untuk memukul dan menendang wajahnya, tetapi Alvin menghindari seluruh serangan Riziel lalu ia melanjutkan hindaran itu dengan memukul wajah Riziel dengan sangat keras.
Riziel terpental menuju serpihan batu-batu lalu ia terpental ke atas langit karena batu itu, Alvin muncul di depannya lalu ia menendang wajahnya dua kali hingga Riziel menyerang balik dengan memegang kepalanya menggunakan kedua tangannya. Riziel menghantam wajahnya menggunakan dahinya lalu ia menghantam seluruh tubuh Alvin dengan daratan lagi.
BAMMMM!!! BAMMMM!!!
Riziel langsung melemparnya hingga Alvin terdorong mundur, ia bangkit dengan cepat lalu melirik ke atas, Riziel menginjak Alvin tetapi Alvin mundur beberapa langkah. Dengan cepat ia langsung maju menuju Riziel dan menendang dadanya dengan sangat keras hingga ia terpental ke atas langit.
Alvin terbang menghampirinya dan Riziel langsung menembak sihir Stardust Ball Barrages-nya menuju arah Alvin, dengan kecepatannya ia langsung menghindari semua sihir-sihir yang Riziel kerahkan kepadanya. Alvin dan Riziel langsung mengepalkan tinju mereka dan mereka mulai saling menghantam tinju mereka dengan bersamaan.
BAMMMMMMM! Pukulan mereka teradu hingga membuat ledakan yang sangat amat besar. Alvin memukul wajah Riziel dan Riziel memukul wajah Alvin juga, Alvin menendang perutnya dan Riziel menendang dadanya, mereka berdua dapat mengenai sasaran mereka dengan kecepatan mereka yang setara atau sama. Alvin langsung mendorong Riziel mundur hingga mereka langsung terbang masuk ke dalam daratan hingga daratan itu langsung hancur dan sekarang mereka tiba di dalam daratan itu. Di dalam daratan tersebut terdapat banyak sekali air lahar yang sangat panas.
BAMMMMMM!!! Alvin perlahan melayang keluar dari dalam daratan itu juga. Tiba-tiba langit-langit mulai bersinar warna biru tua, ia melirik ke atas dan tiba-tiba Alvin melihat Riziel yang sedang mengangkat kedua tangan tepat di atas langit dan di kedua tangannya itu terdapat sebuah bola energi besar yang berukuran sama seperti mars. "Cih...!"
"STARDUST GIGANTIC BOMB!!!" Riziel melempar bola energi besar itu menuju Alvin, Alvin dengan seluruh tenaganya langsung menahan bola energi itu dengan kedua tangannya. "AHH---!" Tiba-tiba seluruh tubuhnya langsung terhisap masuk ke dalam bola energi milim Riziel itu. Bola energi itu mengenai daratan hingga seluruh planet tersebut langsung bergetar.
Korrina mengeluarkan sebuah barrier yang mampu melindungi semua orang, mereka semua mulai menjauh dari kejadian itu karena planet ini akan meledak oleh sihir milik Riziel.
BAAAAAAMMMMMM!!! Sihir Riziel meledak seperti bom nuklir dan mampu membuat planet itu hancur atau meledak menjadi kepingan-kepingan kecil karena sihir Riziel yang mengenai daratan.
Riziel menatap ke bawah dimana ia melihat Alvin yang sedang berdiri di atas serpihan batu planet itu. "Kau pikir sihir tadi dapat membunuhku apa? Lihatlah ke atas... Kau seharusnya sadar bahwa dirimu telah menghancurkan sebuah planet yang." Ucap Alvin dengan wajah yang serius, ia terbang menghampiri Riziel hingga mereka langsung melanjutkan pertarungan mereka.
Alvin memukul seluruh tubuh Riziel dengan sangat cepat, tetapi Riziel berhasil menghindari semua pukulan itu dengan sangat cepat. Alvin tiba-tiba berhasil memukul perut Riziel menggunakan tinju kirinya. "UGHH...!!!" Riziel langsung menyerang balik Alvin dengan memukul seluruh tubuhnya, tetapi Alvin menahan semua serangan itu hingga ia melihat sebuah peluang untuk menyerang. Alvin tidak menyia-nyiakan peluang itu, ia langsung memukul dada Riziel dengan sangat keras hingga ia terpental ke atas langit.
Tiba-tiba Riziel langsung berhenti bertarung dengan Alvin. Alvin lalu menatap Riziel dengan wajah yang kebingungan. "AAHHGG...!!! GRAAAAGGGGGGGGHHH!!!" Teriak Riziel dengan sangat keras hingga kedua matanya langsung bersinar warna biru tua, kedua matanya yang putih kecuali pupilnya mulai berubah menjadi warna hitam dan seluruh rambutnya telah berubah menjadi warna biru tua. Sihir mutlak itu benar-benar mempengaruhi seluruh tubuh Riziel.
"GUUAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHGGGGHHH!!!" Aura Riziel langsung mengeluarkan gelombang besar yang mampu melewati beberapa planet dan meledak di sekitar tengah-tengah planet.
"Dia masih bisa meningkat dan menghancurkan batasannya...? Sihir Corruption memanglah bajingan...!" Ucap Alvin dengan wajah yang sangat serius, ia cukup berkeringat dingin karena merasakan kekuatan murni Riziel yang meningkat dengan sangat klimaks.
Alvin langsung menatap wujud baru Riziel dengan sangat teliti hingga tiba-tiba ia melihat auranya yang mengeluarkan paku-paku runcing yang sangat tajam di sekitar luar angkasa. "A-Apa...!?" Alvin langsung terkejut melihat itu. Ia dengan cepat langsung menghantam semua paku-paku itu dengan kedua tinjunya, di sisi lainnya Korrina dan yang lainnya mulai mencegah semua paku itu terbang memasuki planet lain.
BAMMMMMM!!! Kedua tinju Alvin mulai terbakar dan berdarah karena sengaran dari paku energi yang Riziel kerahkan. "STARDUST ROAAAR!!!" Aura Riziel langsung membuat sebuah energi bulat yang sangat besar hingga itu langsung membesar dan mulai meledak seperti ledakan nuklir. "Cih...!"
Alvin terbang menuju arah barat dengan sangat cepat. "Apa yang kau lakukan, Alvin?!" Korrina berubah menjadi wujud Sacred God dan ia langsung terbang menuju Alvin. Riziel tiba-tiba mengejar mereka berdua, Alvin dan Korrina langsung terbang ke segala arah agar mereka bisa melarikan diri dari Riziel.
Alvin dan Korrina tiba di atas angkasa yang lebih tinggi selagi mengisi energi sihir mereka untuk mengeluarkan Final Shine Attack bersamaan. "AYO KITA LAKUKAN INI, KORRINA!!!"
"YA!!!" Kedua aura mereka langsung tergabung menjadi satu. "FINAL SHINE...!!!" Ucap mereka bersama hingga Riziel melihat mereka lalu ia bergerak maju menuju Alvin dan Korrina. "ATTTAAACKKK!!!" Alvin dan Korrina langsung mengeluarkan gelombang yang sangat besar dan digabungkan menuju arah Riziel
"STARDUST DESTRUCTION...!!!" Riziel langsung membelah gelombang itu menjadi dua dengan hanya menggunakan bola energi kecil. Alvin dan Korrina langsung terkejut melihat itu karena mereka telah menghabiskan tenaga mereka untuk mengerahkan Final Shine Attack terkuat mereka. "S-Sial...!!!" Riziel muncul tepat di depan mereka, Alvin langsung menghalang Korrina.
"GRAAHHHHH---"
BAMMMMMMMM...!!!
...
...
Tiba-tiba Riziel langsung terpental ke belakang karena sebuah aura Crimson yang mengenai perutnya. Korrina langsung terkejut melihatnya karena mereka ia merasakan kekuatan murni yang jauh lebih besar dari Riziel dan Alvin, orang itu adalah Alvin, rambutnya mulai berubah menjadi warna silver dan juga aura silver mulai melindungi seluruh tubuhnya.
Korrina melihat sosok Alvin yang berambut silver dengan kedua matanya yang berwarna silver seperti mata milik dirinya sendiri ketika ia berubah menjadi wujud Sacred Breaker. Auranya juga terasa cukup menyengat bagi Korrina. "Kau mau mengerahkan semuanya hingga bisa sampai wujud ini ya?" Tanya Korrina.
"Sacred Limit Breaker X." Korrina tersenyum melihat Alvin yang menggunakan wujud itu.
Alvin melayang ke depan lalu ia mulai tersenyum dengan sangat serius hingga ia menggigit bibirnya sendiri. "Aku adalah Alvin Ghifari! Sosok Dewa dari segalanya, aku adalah seorang Legenda yang telah menciptakan semuanya!!!" Alvin menyilangkan kedua lengannya.
"Wujud ini... Sacred Limit Breaker X akan membunuhmu hingga kau tidak memiliki kesempatan untuk menjadi ras Astral!"
__ADS_1
"GRRRRR....!!! RAAAAGGGGGHHHH!!!" Teriak Riziel dengan sangat keras dan auranya mulai membesar seperti terbakar.
"HAHHHHH!!!" Teriak Alvin dengan sangat kesal hingga auranya langsung membesar dan membuat gelombang yang besar menuju ke atas angkasa yang lebih tinggi. Alvin bergerak maju menghampiri Riziel dengan sangat cepat. "KAU AKAN TAHU APA ITU KEKUATAN MURNI YANG SEBENARNYA...!!!" Kedua mata Alvin langsung bersinar dengan sangat terang dan kedua tinjunya mulai terlindungi oleh api crimson. "CRIMSON... BURNING STRIKE!!!" Alvin menghantam perut Riziel dengan sangat keras hingga seluruh kulit Riziel langsung terbakar oleh api-api crimson itu.
BAMMMMMMMMMM!!!
Pukulan Alvin yang terbakar mampu membuat dirinya dan Riziel terpental mundur ke belakang. Aura Crimson Alvin mulai terbakar bersama aura sacred-nya dan bahkan auranya sekarang telah membesar dari sebelumnya. Melihat Riziel yang terus meningkat itu membuatnya merasa bahwa kekuatan dan sihirnya meningkat cukup drastis
"UAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH...!!!" Teriak Riziel dengan sangat kesal, Alvin bisa merasakan kekuatan murni dan sihirnya meningkat karena sebuah kemarahan, Legenda adalah ras yang akan bertambah kuat ketika mereka mengamuk dan berada di kondisi yang terluka bahkan lelah juga dapat membuat kekuatan murni Legenda meningkat. "STARDUST ROAR!" Ternyata Riziel menggunakan sihir yang mampu meningkatkan pertahanannya agar ia bisa bertahan melawan kekuatan murni Alvin yang sangat besar.
"Menghabiskan waktu... Jika kau tidak menyerah dan menghancurkan sihir yang sedang mencuci otakmu sekarang maka planet lainnya bisa saja hancur, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatanku untuk bertarung setelah sekian lamanya... Ayolah! Hentikan semua power-up dan lawan aku seperti bangsa Legenda yang sangat ingin untuk meraih kemenangan!!!" Alvin mulai menatap Riziel dengan tatapan yang sangat tajam. Ia mulai menyemangati Riziel untuk membuat dirinya menjadi lebih kuat lagi.
"Apa yang Alvin lakukan...?!" Tanya Shiro dengan wajah yang sangat terkejut.
Riziel dengan wajah yang sangat kesal langsung membesarkan auranya. Alvin mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya. Mereka berdua langsung terbang ke atas dengan sangat cepat, Riziel menunjuk Alvin dan ia langsung mengeluarkan sihir Stardust Ball Barrages lagi, tetapi Alvin dengan cepat langsung menghindari sihir itu dengan sangat mudah bahkan ia menghindarinya selagi berseluncur di atas sihir milik Riziel.
Alvin bergerak mundur dan menghindari semua sihir Riziel yang berjumlah cukup banyak, Alvin berencana untuk bertahan saat ini dan dia akan menyerang ketika ia melihat celah yang sangat pas, jika ia melakukan sedikit pergerakan yang salah maka Riziel akan memegangnya dengan sangat kasar. Alvin dengan cepat langsung menghantam semua sihir itu dengan auranya yang terbentuk seperti kristal yang sangat tajam.
BAMMMMMMMMM!!!
Aura crimson dan sacred Alvin langsung membesar lagi dan lagi, Riziel bergerak maju menuju Alvin dengan sangat cepat. Kedua mata Alvin langsung bersinar, Mereka berdua langsung saling memukuli satu sama lain dengan kecepatan yang melampui waktu, pukulan mereka yang saling teradu mampu mengguncangkan seluruh planet yang berada di sekitar mereka.
Alvin melihat celah yang bisa ia serang yaitu wajahnya, ia dengan cepat memukul wajah Riziel dengan sangat keras. BAMMM, Riziel menyerangnya balik dengan mencoba untuk memukul wajahnya, tetapi Alvin menghantam pukulan itu ke kiri hingga pukulan yang ia hantam tidak mengenai dirinya, Alvin langsung bergerak cepat dan mulai mencari celah lain untuk diserang SWOOSH, Alvin langsung menghantam perut Riziel dengan sangat keras hingga Riziel memuntahkan darah yang cukup banyak di mulutnya. BAMM!, Setelah ia berhasil menghantam perutnya, Alvin berputar 360° lalu ia menendang wajah Riziel dengan sangat keras hingga terdengar suara retakan tulang di wajahnya. CRACKKK!
Tendangan itu mampu membuat Riziel terjatuh menuju atas tanah meteor. Alvin melayang di atas lalu ia mengangkat kedua tangannya, ia langsung memfokuskan energi sihirnya menjadi satu dan saat itu terjadi... Sebuah bola besar berwarna merah tua muncul di kedua tangannya. "HAAAAAAAAAAA....!!!! CRIMSON BURNING METEORITE!!!" Alvin langsung melempar bola energi itu menuju arah Riziel hingga bola energinya langsung pecah dan mengeluarkan gelombang kecil yang berjumlah sangat banyak bagaikan hujan menuju arah Riziel.
Ketika Riziel menatap ke arah gelombang-gelomang itu, seluruh tubuhnya sudah terkena oleh sihir yang Alvin kerahkan. BAMM!!! "UAAAAGGGGHHHHHH!!! WAAGGGGHHH...!!! GRRRR...!!! HUAAAAAGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Riziel langsung membesarkan aura-aura biru tuanya hingga mampu melindungi dirinya dari semua sihir yang Alvin luncurkan, aura-aura Riziel dapat membakar semua sihir yang mengenai tubuhnya. Alvin tidak bisa berhenti bertarung karena ia bisa merasakan bahwa dirinya masih memiliki jumlah energi sihir yang banyak dan waktu untuk bertarung lebih lama lagi.
SWOOSH! Riziel muncul tepat di belakang Alvin lalu ia memukulnya, tetapi Riziel berhasil menghindari pukulan tersebut. Mereka berdua mulai saling menghilang dan muncul kembali di atas angkasa dan di atas serpihan planet yang hancur juga. Pukulan mereka yang teradu mampu membuat guncangan yang sangat besar di sekitar planet yang mereke lewati hingga Korrina langsung melindungi semua planet itu dengan barrier miliknya. Salah satu dari mereka belum terkena oleh serangan yang mereka kerahkan karena mereka sedang saling mengejar di luar angkasa hingga menghancurkan beberapa meteor yang menghalang mereka.
SWOOSSH!!! Secara bersamaan mereka muncul tepat di atas langit selagi mengadukan kedua tinju mereka. Kedua mata Alvin bersinar cerah hingga ia mampu menangkis tinju kanan Riziel lalu ia menyerangnya dengan memukul wajahnya dengan sangat keras. BAMM!, Pukulan itu mampu membuat Riziel merasa lebih kesal dan mengamuk, ia menyerang balik dengan menendang perut Alvin dan beruntungnya tendangan itu mengenai perut Alvin dengan sangat dalam. BAM! Alvin terdorong mundur lalu ia menatap Riziel dengan tatapannya yang kesal karena Riziel dapat melukainya hingga mulutnya sendiri mengeluarkan sedikit darah. SWOOSH! Riziel muncul tepat di belakangnya, tetapi Alvin dengan cepat berputar ke belakang lalu menendang wajah Riziel dengan sangat keras. BAM! Tendangan itu langsung mendorongnya mundur, Alvin langsung mencoba untuk mengeluarkan sihir lainnya di tangan kanannya dan Riziel langsung mengikutinya dengan mencoba untuk mengeluarkan sihir di mulutnya. "CRIMSON POWER BALL!!!" Alvin melemparkan bola energi berwarna merah tua yang di lapisi dengan aura merah muda menuju arah Riziel. "STARDUST POWER BARRAGES!!!" Riziel melepaskan gelombang yang berwarna biru tua di mulutnya menuju arah sihir milik Alvin.
Sihir mereka langsung teradu hingga sihir mereka berdua langsung meledak karena kedua dorongan sihir mereka yang sangat kuat dan juga dahsyat. BAMM! Mereka muncul di atas selagi memukul satu sama lain, tetapi... Alvin dengan cepat langsung menendang kedua tangan Riziel yang mencoba untuk menangkis wajahnya, ia melanjutkan tendangan itu dengan memukul perut Riziel secara bertubi-tubi. BAM! BAM! BAM! Riziel berhasil menyerangnya balik dengan menendang Alvin mundur ke belakang, tetapi Alvin berhasil menghindari tendangan itu dengan maju ke depan lalu ia menendang wajah Riziel dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur. BAM!
Riziel langsung mulai merasa sangat amat kesal, seluruh auranya mulai membesar seperti api yang bergejolak tinggi. "RAGING STARDUST EXPLOSION" Seluruh tubuh Riziel langsung bersinar warna biru tua hingga kisetsu-nya terbakar oleh auranya sendiri, Alvin mulai menyadari sesuatu hal yang penting ketika ia melihat Riziel, dia akhirnya telah meningkati seluruh kekuatannya hingga mencapai kekuatan penuh, Alvin bisa merasakan kekuatan murni Riziel yang bertambah semakin membesar hingga kekuatan penuhnya telah melampui kekuatan 20% Alvin. "Cih..."
Alvin langsung tersenyum. "Jadi kau sudah mulai menunjukkan kekuatan penuhmu?! FULL POWER YAAAA!?" Alvin langsung menunjukkan wajahnya yang sangat kejam.
BAMMMM!!!
Alvin bergerak menghampirinya lalu ia memukul wajah Riziel dengan sangat keras. BAM! Pukulan itu tidak membuat Riziel terdorong dan bahkan ia tidak merasakan apapun dari pukulan tadi. "A-Apa...? " Alvin langsung terkejut melihatnya, Riziel dengan cepat langsung menyerangnya balik, Riziel menarik lengan kanannya lalu ia melempar Alvin menuju atas meteor. SWOOSH! Riziel muncul tepat di depan Alvin lalu ia memukul dadanya dengan sangat keras. BAMM! "Uaaagghhh...!!!" Dengan pukulan tadi, Alvin langsung memuntahkan darahnya dari mulutnya, Riziel tidak berhenti menyerangnya. Ia langsung memegang wajahnya lalu melemparnya menuju atas angkasa.
SWOOSSH! Riziel muncul tepat di depan Alvin dan mereka mulai saling memukul satu sama lain. Riziel dengan cepat sedang memukul seluruh tubuh Alvin dengan bertubi-tubi. "M-Mustahil... Bagaimana kekuatan 20%-ku bisa kalah olehnya...!?" Tanya Alvin selagi disiksa oleh Riziel habis-habisan.
"Sudah saatnya kau meningkat, kakak! Kau tidak boleh menghabiskan waktu dan meremehkan pengguna sihir kuno terkuat!!!" Ucap Korrina dengan nada yang terdengar serius.
"JYAAHHHHHHHHH!!!" Teriak Alvin dengan sangat keras hingga ia mendorong Riziel mundur, kedua lengannya langsung bersinar dan terbakar oleh api-api crimson. "Waktunya untuk mengerahkan 50% dari kekuatanku!!!" Alvin langsung bergerak maju menuju Riziel dengan sangat cepat hingga ia tidak bisa melihat pukulan Alvin yang telah mengenai wajahnya. BAM! Pukulan itu dilanjutkan dengan Riziel yang langsung memukul dagunya dengan sangat keras. BAM! Dan yang terakhir Alvon langsung menendang perutnya dengan sangat amat keras. BAM!
Alvin bergerak laju menuju Riziel lalu ia menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke atas langit BAM!, Alvin muncul tepat di depannya lalu ia menghantam puncak kepala Riziel dengan kedua tinjunyaBAM!, Hantaman tersebut langsung mementalkan Riziel menuju daratan.
BAAMMM!!!
Riziel bangkit kembali dengan rautan wajahnya yang kesal, dengan cepat ia langsung mengeluarkan sihir Stardust Blast-nya lagi menuju arah Alvin. Alvin dengan cepat langsung menghindari semua sihir itu dengan kecepatan yang telah melampui seluruh kecepatan yang ada di semesta Touri. SWOOSH!
Alvin sudah mulai merasa kesal melihat Riziel yang masih mengeluarkan sihirnya, ia langsung mengangkat kedua lengannya dan meluncurkan sihir-nya yang bernama Crimson Burning Meteorite lagi menuju arah Riziel, dengan itu Riziel langsung berhenti hingga ia mulai menghindari semua sihir milik Alvin. Riziel bergerak laju menuju Alvin, tetapi Alvin bergerak menujunya dengan kecepatan yang sama. Kedua tinju mereka langsung terhalangi oleh aura mereka masing, dan setelah itulah... Tinju mereka yang dahsyat langsung teradu dengan satu hantaman.
BAMMMMMMMMM!!!
Hantaman tersebut mampu membuat dorongan, shockwave, dan guncangan yang sangat amat besar hingga meteor-meteor yang berada di sekitar mereka mulai berputar seperti angin topan dan semua meteor itu langsung mengenai seluruh barrier milik Korrina, bahkan Shuri dan yang lainnya langsung terpental mundur, tetapi mereka terselamatkan oleh Alvin yang membuat sebuah aura lingkaran untuk melindungi mereka berdua. Hantaman tadi juga memiliki guncangan yang sangat besar hingga mampu membuat beberapa meteor di sekitar mereka meledakkan lahar yang sangat panas karena di setiap meteor itu mengandung air lahar yang sangat panas. Riziel dan Alvin mendarat di planet yang tidak berpenghuni, Riziel menatap Alvin dengan tatapannya yang sangat kesal dan Alvin membalas tatapan itu dengan tatapan yang lebih kesal bahkan mengerikan.
"GAAAAHHH!!!" Riziel langsung bergerak maju menuju Alvin lalu ia mencoba untuk memukulnya tanpa henti, tetapi Alvin berhasil menangkis semua serangan itu dengan hanya kedua kakinya. Setelah ia menangkisnya, Alvin berputar 720° lalu ia menendang perut Riziel dengan sangat keras. BAM!!!, "UOOOGGGGGGGHHH!!!" Tendangan itu langsung membuatnya terpental mundur. SWOOSH! Alvim muncul tepat di depan Riziel lalu ia menendang dadanya dengan sangat keras menggunakan kedua kakinya. BAM! Riziel terpental ke belakang lagi hingga memuntahkan banyak darah, lalu Alvin mendarat di atas air lahar yang sangat panas, planet itu tidak berpenghuni karena hanya terdapat air lahar saja di planet tidak berpenghuni itu. "Kau akan melihat sihir yang sebenarnya, Riziel... Sihir Crimson!!!"
Kedua tangan Alvin langsung mengeluarkan dua Crimson Power Ball. "Crimson Blazing Rush." Alvin langsung bergerak maju menuju Riziel yang sedang memegang dadanya yang baru saja tertendang kuat oleh Alvin. Riziel menatap Alvin lalu ia mulai merasa sangat kesal hingga mulutnya langsung meluncurkan sihir Stardust Blast lagi menuju arah Alvin.
Alvin mulai menunjukkan wajahnya yang sangat serius, ia lalu melompat ke atas dan setelah itu ia berputar selagi menghindari gelombang sihir itu hingga ia tiba di belakang Riziel. Riziel tidak menyadari bahwa Alvin sedang berada di belakangnya karena ia pikir bahwa Alvin telah terkena oleh sihir miliknya. Alvin dengan cepat langsung melempar kedua sihirnya menuju arah Riziel dengan sangat cepat hingga Riziel sempat melirik ke belakang tetapi tidak sempat untuk menghindar karena ia telah terkena oleh sihir-sihir itu. BAMMM!!!
Kedua sihir itu mengenainya hingga mampu mengeluarkan asap abu yang cukup besar. "Haaaaaa...!!!" Kedua tangan Alvin langsung bersinar berwarna crimson, ia menunjuk Riziel dan ia langsung mengeluarkan sihir Crimson Power Ball secara bertubi-tubi menuju arah ledakan itu. BAM! BAM! BAM! Riziel mulai merasakan kesakitan yang sangat dahsyat hingga sihir Corruption-nya mulai perlahan menghilang.
"GUUUOGGGGHHHHHHH!!!" Riziel langsung mengeluarkan sebuah bola energi kecil yang berwarna merah di tangan kanannya, ia menatap bola energi itu. "AKU AKAN MENGHAPUSKAN SIHIR CORRUPTION ITU! CRIMSON EXORCIST...!" Alvin melempar bola energi kecil itu menuju Riziel dengan sangat cepat.
...
...
BAMMMMMMMM!!! SWOOOOOSSH!!!
Bola energi kecil itu mampu membuat ledakan yang cukup besar hingga semua asap-asap yang menghalangi Riziel langsung terserap oleh bola energi itu. Alvin langsung terdiam dan menatap ledakan yang berada di depannya. "... ... "
Riziel tiba-tiba langsung meledakkan dirinya dengan sangat besar hingga ia mulai mengamuk. "AAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!"
Riziel bergerak maju menghampiri Alvin, Alvin dengan cepat menendang wajahnya, tetapi Riziel menahannya dengan cepat. Alvin berputar lalu ia menendang wajah Riziel dengan sangat keras. BAM! Riziel terpental mundur lalu ia tiba-tiba membuat dua bola energi yang sangat besar muncul di kedua tangannya. "STARDUST BLASTER!!!" Riziel melempar kedua bola energi besar itu menuju arah Alvin.
Seluruh tubuh Alvin langsung bersinar warna Crimson, ia menghindari kedua sihir itu dengan melompat ke atas langit. SWOOSH!, Dengan cepat Alvin bergerak maju menuju Riziel lalu ia menghantam wajahnya dengan seluruh tenaga yang ia miliki. BAM!, Riziel terpental mundur lalu ia menembakkan panah-panah hijau biru yang terbakar menuju arah Alvin, tetapi Alvin menghindari semua sihir itu dengan menginjak semua panah tersebut dan berseluncur ke depan SWOOSH! Alvin muncul tepat di depannya lalu ia mulai memukul dan menendangnya tanpa henti hingga Riziel tidak bisa menyerang balik.
Alvin terus memukul wajahnya tanpa henti. BAM! BAM! BAM! Tinju kanan Alvin mulai bersinar warna Crimson yang sangat cerah. "CRIMSON IMPACT...!!!" Alvin memukul perut Riziel dengan tinju yang bersinar crimson itu hingga perutnya langsung mengeluarkan darah yang banyak. BAM! Alvin berputar ke belakang lalu ia mendarat di atas tanah.
"Ini serangan terakhirku...! Berterima kasihlah ketika kau sudah diselematkan olehku." Aura Alvin mulai membesar, ia langsung bergerak menuju Riziel dengan kecepatan yang melebihi kecepatan para dewa dan dewi. "GRAAHHHH!!!" Riziel menghantam Alvin, tetapi ia menangkis hantaman tersebut dengan kedua kakinya. BAM! Tinju Riziel dan kedua kaki Alvin yang teradu mulai mengeluarkan guncangan besar yang mampu menghancurkan daratan yang mereka injak. Alvin menendangnya mundur lalu ia terbang menghampirinya. "HAAAHHHGG!!!" Alvin memukul perutnya lagi dengan tinjunya yang bersinar hingga Riziel langsung memuntahkan darah yang sangat banyak. BAM! "GUUUUUGGHHH!"
Alvin memukul perutnya lagi dengan sangat keras. BAM! Riziel terpental mundur dan Alvin masih belum selesai menyerangnya, ia muncul tepat di depan Riziel lalu ia memukul perutnya lagi tanpa henti hingga Riziel mulai terjebak di aura crimson milik Alvin, di setiap pukulannya... Aura milik Alvin langsung mengepung seluruh tubuh Riziel hingga ia langsung terjebak di dalam aura bulat yang Alvin ciptakan. "Ini adalah sihir yang pernah aku gunakan ketika menghilangkan sebuah sihir yang mampu mengendalikan pikiran seseorang...! HAHHHHHH!!!" Alvin mengangkat kedua tangannya ke atas hingga Riziel langsung melayang ke atas berkat aura milik Alvin.
Alvin mulai melompat mundur dan ia mulai menarik nafasnya dalam-dalam. "Fuhhh..." Alvin mulai menggerakan tangan kirinya ke belakang hingga sebuah bola energi kecil muncul di tangan kirinya dan mulai perlahan membesar.
"Final..." Alvin mulai mengisi energi sihirnya untuk mengeluarkan Final Shine Attack-nya yang mampu menghancurkan planet yang mereka dua tepati, Riziel langsung ketakutan melihat itu karena ia tidak bisa bergerak, ia terjebak di dalam aura milik Alvin. "Shine...!!!" Alvin mengeluarkan dorongan dan angin-angin yang sangat besar di sekitarnya.
"H-Hentikan...!!! HENTIKAN!!!" Teriak Riziel dengan wajah yang sangat ketakutan, ia telah kembali sadar karena aura yang mengepung seluruh tubuhnya dan sekarang ia mencoba untuk membebaskan dirinya dari aura yang sedang menjebaknya.
"ATTTTAAAACK!!!" Teriak Alvin dengan ia langsung meluncurkan gelombang yang sangat amat besar menuju arah Riziel, hingga Riziel langsung menatap gelombang itu dengan tatapan pasrah dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
SWOOOOOOSSSHHH!!!
Gelombang itu tiba-tiba terbang menuju atas langit dan mampu menembus keluar angkasa hingga meledak di luar angkasa dengan sangat dahsyat. Hal itu langsung membuat Shuri dan yang lainnya terkejut karena Alvin tiba-tiba tidak jadi untuk membunuh Riziel.
"E-Ehh...?" Shuri dan yang lainnya langsung cukup terkejut melihatnya. Riziel langsung terjatuh dan terbebasi dari aura yang telah menjebaknya. "Ahh..."
__ADS_1
"Pertarungan..."
"...Selesai." Alvin tersenyum hingga ia kembali menjadi wujud biasanya.