
Corni menghampiri kedua Elf yang terikat erat oleh rantai itu, ia mulai menunjuk kedua Elf itu dengan wajah yang terlihat menyeramkan bagi mereka. "C-Corni---" Ucap salah satu dari Elf itu hingga ia langsung menghalang mulutnya, Corni mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut ketika Elf yang berada di sebelah kanan baru saja menyebut namanya, "Apa yang baru saja kau katakan tadi...? Corni?" Tanya Corni.
Kedua Elf itu langsung diam dan tidak mengatakan satu kata apapun dengan mulut mereka, Corni langsung menginjak kedua perut mereka dengan kedua kakinya. "Aggghhhh....!!!" Teriak mereka berdua hingga Corni langsung menunjuk mereka berdua menggunakan telapak tanganya, "FINAL...!!!"
Virra langsung memegang lengan kiri Corni, "Corni, hentikan!" Corni langsung melirik kepada Virra dengan ekspresi yang serius, ia langsung mundur beberapa langkah karena ia bisa melihat wajah Virra mengatakan sesuatu untuk menahan semua serangan yang akan ia kerahkan.
"Beritahu kami, bangsa Elf. Apakah kau memiliki kaitan lain dengan Seraph?" Tanya Virra, ia mulai menunjukkan jubah yang berlambang Seraph itu, kedua Elf itu mencoba untuk menahan rahasia itu tetapi Corni menghampiri mereka berdua selagi menunjuk mereka dengan sihir Final Shine Attack, "Buka mulut kalian atau aku akan memberi kalian tiket menuju dunia kematian...!" Ucap Corni selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.
"Jika kalian ingin tahu banyak tentang Seraph maka kalian harus bertemu dengan bos kami---"
Corni langsung meluncurkan gelombang laser Crimson yang bernama Crimson Flare di seluruh Elf yang menjawab, Elf itu langsung kepanasan dan terbakar habis-habisan oleh sihir milik Corni, ia masih menahan sihir itu tetapi Elf yang terkena sihir itu mulai berteriak sekeras mungkin karena sihir itu terasa panas sekali baginya, ia mencoba untuk melarikan diri tetapi ia tidak bisa. "Aku siksa kau sampai kau mau memberi kami informasi tentang Seraph." Ucap Corni.
Shira dan Eclipse mulai kebingungan apa yang meraka coba katakan, "Seraph itu apa...? Apa tujuan selanjutnya Seraph!?" Tanya Eclipse kepada Shira, Shira mulai menatap Eclipse lalu ia menaikkan kedua bahunya selagi menunjukkan ekspresi yang mengatakan bahwa ia tidak mengetahuinya. Lengan kanan Corni mulai terlumuri oleh aura crimson dan setelah itu aura crimson tersebut mulai menciptakan sebuah pedang yang mulumuri lengan kanannya.
Corni langsung menebas rantai Elf yang sedang terbakar itu lalu ia mengangkat seluruh tubuhnya dan mulai mencekik lehernya. "Beritahu aku..." Corni muncul tepat di depan Elf itu selagi menunjukkan aura Crimson-nya kepada Elf itu, seseorang yang sedang mencekik elf itu adalah ilusi milik Corni.
Elf itu masih belum mau menjawab pertanyaan Corni, kedua tangan Corni langsung bersinar hingga ia mengayunkan lengan kanannya untuk memutuskan lengan kiri Elf tersebut, "AGGGHHHHH...!!! HRRRRGGGHHHH...!!!" Teriak Elf itu kesakitan.
"B-Baiklah...!!! Aku akan memberitahumu...!!! Dengan syarat kau harus menyembuhi seluruh kondisiku!" Ucap Elf itu. Corni mengangguk, anggukan itu membuat Shira dan Eclipse terkejut karena Corni akan menyembunyi seluruh kondisinya hingga kembali pulih, "Apa yang kau lakukan, Corni---" Virra langsung menghalang Shira, Shira menatap wajah Virra yang terlihat seperti mengatakan, 'Semuanya akan baik-baik saja.'
"Apa tujuan Seraph saat ini...?" Tanya Corni.
"Jawab pertanyaannya..." Ucap ilusi milik Corni hingga ia mulai mencekik elf itu lebih erat, "Bangsa Elf membutuhkan kehadirannya kembali di semesta Touri ini... Dengan mengumpulkan semua senjata Weapon of Ancient Heroes dan juga sihir cahaya terkuat di seluruh semesta maka terciptalah makhluk hidup yang mampu menghancurkan segalanya... Makhluk hidup yang menyetarai para dewa dan dewi..."
"Dengan menciptakan kehadirannya bangsa Elf kembali dan juga... Kehancuran bagi semua ras yang berhak tunduk kepada kami, bangsa Elf!!!" Ucap Elf itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, Corni langsung mendang perutnya hingga Elf itu terdorong ke belakang dan terjatuh di atas tanah.
"BANGSA ELF SEPERTI KALIAN ADA ELF TIPE SAMPAH YANG BERHAK TERBAKAR OLEH API-API NERAKA...!!! SEHARUSNYA REN DAN RIN MEMUNAHKAN RAS ELF SEPERTI KALIAN MELAINKAN RAS ELF YANG MEMILIKI HATI MURI...!!!" Teriak Corni.
"Kau seharusnya berterima kasih kepada mereka berdua---"
Corni langsung menghantam wajah Elf itu tanpa ampun. "Dimana markas rahasia Seraph...?" Tanya Corni pelan selagi menatap wajah Elf itu yang sudah babak belur, "Tersembunyi dan hilang... Tempat kami tidak akan bisa kalian temukan dengan mudah bahkan dengan bantuan para dewa-dewi... Mereka berdua tidak akan pernah membantu kalian para mortal rendahan."
"Kami akan menemukannya...! Kami tidak akan membiarkan kalian para Elf mengambil senjata warisan Saint Heroes!" Jawab Corni, jawaban itu membuat Elf yang sedang berbicara dengan Corni tersenyum lebar seperti mengejak. "Oh, Corni Ghifari... Istri dari seorang Saint Gauntlet yang bernama Hiragari Laikin. Kau terlihat cukup putus asa mencoba untuk menghentikan organisasi Seraph..."
Corni langsung mengepalkan kedua tinjunya ketika ia melihat Elf itu mulai mengejak Corni. "Seingatku... Suamimu terbunuh karena tersiksa habis-habisan oleh bos kami, sungguh ceroboh suamimu itu karena mencoba untuk menyerang markas kami sendirian tanpa bantuan siapapun..."
"Bahkan putrimu juga... Dia berani-beraninya mendatangi semesta Yoseitouri sendirian..." Shira dan Eclipse mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan ketika Elf itu mengatakan semesta yang bernama Yoseitouri. Shira melirik ke arah Virra, "Yoseitouri...? Apakah itu semesta dimana bangsa Elf?" Tanya Shira, Virra hanya bisa mengangguk selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
"Rencana terakhir yang kita rencanakan akan berjalan dengan sempurna... Ingatlah ini, bangsa Legenda. Kehancuran akan datang dan menghampiri takdir semesta Xuusuatouri, Yuuusuatouri, dan Zuusuatouri!!!" Ucap Elf itu hingga Corni langsung memanggil kedua Gauntletnya dan ia mulai menghantam wajah Elf itu dengan sangat keras hingga kepalanya hancur seperti balon yang di tusuk oleh jarum. "... ..."
Darah Elf itu tersebar dimana-mana hingga mengenai wajahnya. Shira, Eclipse, dan Virra tidak bisa mengatakan apa-apa lagi ketika melihat Corni yang baru saja membunuh Elf itu tanpa segan. "Corni, tenanglah..." Virra mulai memberanikan dirinya untuk berbicara.
"Sudah tugasku untuk menghapus bangsa Elf yang tersisa." Ucap Corni, ia mulai menghampiri Elf satunya lagi yang masih terbelit oleh rantai milik Eclipse, "Bangsa Elf sampah seharusnya memiliki takdir kematian yang sama dengan Legenda sampah...! Aku memiliki seseorang yang suka membakar sampah." Corni langsung memukul kedua tinjunya bersamaan dan setelah itu ia mematahkan rantai itu menggunakan kedua tatapan matanya yang terlihat tajam sekali.
__ADS_1
Corni langsung menunjuk Elf itu menggunakan telapak tangan kirinya hingga kedua Gauntlet itu langsung bersinar hijau dan muncullah aura yang berlambang seperti tengkorak. Aura tengkorak itu mulai merasuki tubuh Elf itu hingga Corni langsung mengendalikan seluruh tubuhnya dengan membuat Elf itu melayang. "Di sinilah dimana kau bisa merasakan kesakitan hingga mati nanti...!" Ucap Corni hingga ia menarik Elf itu ke arahnya lalu ia mencekik lehernya.
Corni langsung memukul wajahnya tanpa henti menggunakan Gauntlet-nya hingga beberapa darah dari wajahnya mulai menyembur kemana-mana termasuk wajah Corni yang sudah dipenuhi dengan darah. Corni menarik lengan kanannya ke belakang lalu ia mengepalkan Gauntlet-nya untuk mengumpulkan tenaga yang sangat banyak.
BAMMM!!!
Corni menghantam kepala Elf itu dengan tinju tangan kanannya hingga terdapat suara tengkorak pecah di kepala Elf itu, Shira merasa cukup terkejut melihat Corni memiliki sisi sadis seperti ini karena setaunya Corni itu selalu menunjukkan sisi malu dan lembutnya, tetapi sekarang ia terlihat berbeda.
Setelah Corni menghancurkan tengkorak kepala Elf itu, ia mulai menghantam perutnya bertubi-tubi menggunakan Gauntlet yang ada di tangan kanannya. Corni menarik lengan kanannya untuk mengumpulkan tenaga besar di serangan selanjutnya hingga Gauntlet itu mulai bersinar. Corni langsung menghantam perut Elf itu hingga seluruh organ tubuh yang ada di dalamnya meledak.
Corni langsung melepasnya dan membuatnya melayang di depannya, setelah itu Corni menampar kepala Elf itu menggunakan kedua Gauntlet-nya. Corni mulai menunjuk wajah Elf itu menggunakan telapak tangan kanannya. "Ancient Souls of Judgement!!!" Telapak tangan Gauntlet itu mulai meluncurkan arwah tengkorak yang mampu menghancurkan kepala Elf itu seperti balon yang pecah juga.
BAAMMMM!!!
"... ..." Corni mulai menghilang kedua Gauntlet-nya, "Sekarang bagaimana caranya kita melarikan diri dari ilusi atau dimensi apalah itu..." Tanya Shira selagi melihat sekitar.
"Shira... Eclipse... Berubahlah dan berteriaklah!" Seru Virra yang menyuruh mereka berdua untuk berubah wujud, "Ehh...? Berubah wujud...?" Tanya Eclipse.
"Ya...! Berubahlah menjadi wujud terkuat kalian lalu naikkan seluruh kekuatan yang kalian miliki...!" Ucap Virra. Shira dan Eclipse mengangguk lalu mereka berdua mulai menatap satu sama lain, "Mari kita lakukan ini, Eclipse." Shira melompat ke belakang.
"Baiklah, Papa!" Eclipse melompat ke belakang lalu ia mendarat di sebelah Shira, mereka berdua langsung berubah menjadi wujud Saint Revolution mereka. "HAAAAAAAAAAAGGGGHHHHHH....!!!" Teriak mereka berdua bersama hingga aura-aura mereka mulai membesar dan bergabung menjadi satu, Virra menatap mereka berdua dengan tatapan yang terlihat serius, "Mereka masih belum memiliki wujud selanjutnya 'kah...? Wujud Saint God..."
Barrier yang berada di sekitar mereka mulai retak karena kekuatan mereka yang tersebar dimana-mana, "Saint memanglah Legenda tipe yang sangat menarik... Kekuatan mereka tidak bisa kita bayangkan dengan mudah." Ucap Corni selagi menyilangkan kedua lengannya.
"Barrier itu akan hancur ketika kita semua menaikkan aura dan kekuatan kita ke puncak batasan hingga barrier itu tidak akan tahan dengan kekuatan kita yang besar..." Ucap Virra, Shira dan Eclipse langsung mengacungkan jempol mereka masing-masing, setelah itu mereka berubah kembali menjadi wujud normal mereka selagi menghela nafas mereka dengan tenang.
"Apa rencana kita...?" Tanya Corni kepada Virra, Virra langsung memegang dagunya selagi berpikir tentang organisasi Seraph yang masih memiliki tujuan yang sama, pikiran Virra mulai membuka beberapa ruangan dan ruangan itu dimana ia bisa menemukan prediksi pergerakan organisasi Seraph, "Aku masih bingung kenapa mereka masih terus mencoba untuk mengambil Weapon of Ancient Heroes itu...?" Tanya Corni.
"Mereka ingin memanggil makhluk hidup itu, Corni. Dengan bantuan dari makhluk itu maka bangsa Elf bisa saja memiliki peluang untuk menghancurkan ketiga semesta yang ada di semesta Touri..." Jawaban Virra mampu membuat Corni kesal, ia mulai duduk di pojokan gunung yang mereka tepati sekarang dan setelah itu ia mulai berpikir dimana mereka semua akan menemukan markas tersembunyi Seraph.
"Kak Virra, apakah kau tahu makhluk apa yang mereka maksud?" Tanya Eclipse.
Virra menggelangkan kepalanya selagi berpikir terus menerus hingga keluarlah asap dari kepalanya, "Ahh...! Virra, sebaiknya kau beristirahat sebentar dalam memikirkan tentang sesuatu!" Ucap Shira panik karena ia bisa melihat banyak asap mulai keluar melalui kepala Virra.
"Woi, Virra! Bukannya kau ini Saint Multiverse!? Seharusnya kau bisa menggunakan kekuatan Saint Researcher!!!" Teriak Corni, ia melesat menghampiri Virra selagi memegang kerah bajunya, ia mulai menatap wajah Virra dengan ekspresi yang terlihat mematikan, "Kenapa kau tidak menggunakan kekuatan itu...!?"
"Mudah untukmu berbicara, Kakak!!! Menggunakan sihir Saint Researcher akan memakan banyak Lenergy dan konsentrasi yang besar...!!!" Virra dan Corni mulai bertengkar, kedua dahi mereka mulai tersentuh. Shira mulai menepuk wajahnya, "Apa yang kalian lakukan sih... Hahhhh...." Shira menghela nafasnya berat.
"Ini bukan waktunya untuk bertengkar!!!" Teriak Eclipse hingga membuat Virra dan Corni berhenti bertengkar, mereka berdua melirik ke arah Eclipse. Eclipse mulai mengembungkan kedua pipinya, "Uhhh...! Musuh utama kita adalah bangsa Elf yang berada di organisasi Seraph! Tidak ada gunanya kita bertengkar dengan satu sama lain."
Corni dan Virra langsung berhenti bertengkar, mereka mulai menatap satu sama lain dengan tatapan yang terlihat bersalah, "Maafkan aku, Virra... Aku yang mulai dengan melampiaskan emosiku kepadamu..." Ucap Corni dengan nada lembutnya, Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terkejut karena suara Corni tiba-tiba berubah drastis yang tadinya terdengar seperti gadis yang jahat dan sekarang terdengar seperti gadis lemah lembut.
Virra tersenyum lalu ia mulai menampar dada Corni yang berukuran besar, "Tenang~"
__ADS_1
"Kyahhh...!" Kedua buah besar Corni langsung Virra tampar beberapa kali, Virra mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat seperti menikmatinya, "Aku akan memaafkanmu jika aku memainkan kedua buah ini~ Uhhh~ Hehehehehe~" Virra mulai tertawa dengan nada yang terdengar cukup aneh.
"Virra, hentikan...! Nanti mereka akan besar lagi...! Hentikan, dasar tepos!!!" Teriak Corni hingga Virra mulai meraba-raba kedua buahnya itu selagi menunjukkan ekspresi yang menikmatinya, "Uhhh~ Dasar kakak sialan...! Aku sangat iri kamu bisa memiliki dada yang sama besarnya dengan Mortem...!!!"
"Kyaahhhhhhh....!!!"
Shira dan Eclipse menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut dan tidak memiliki harapan lagi dari kedua Saint itu, kedua mulut mereka terbuka lebar dan pikiran mereka mulai membawa ke sebuah topik pembicaraan tentang keluarga Ghifari memanglah keluarga yang memiliki karakter yang aneh, "Dan sekarang mereka bersikap seperti ini..." Shira menepuk wajahnya sendiri.
***
"Baiklah, sudah saatnya aku menunjukkan desa Saint, Shira." Virra mulai menatap Shira.
"Hah...? Desa Saint...!?" Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, berbeda dengan Eclipse yang sedang memasang wajah bersemangatnya, "Desa Saint...?! Apakah desa itu adalah tempat dimana para Saint tinggal!?" Tanya Eclipse.
Virra mengangguk, "Ya, tentu saja. Semua Saint yang tinggal di desa Saint sedang berada di bawah perlindunganku kok." Virra mulai mengeluarkan sebuah remote di saku celana kanannya, setelah itu ia mulai menekan tombol remote itu.
ZWOOOOSSSHHHH!!!
Tiba-tiba sebuah pesawat luar angkasa melesat menuju arah Virra dan berhenti di depannya, Shira dan Eclipse langsung terkejut ketika melihat pesawat itu, "Loh...?! Hewan jenis apa ini!?" Tanya Eclipse, ia mulai melayang menghampiri pesawat itu dan ia mulai meraba-raba pesawat itu, "Loh...? Kok rasanya keras...? Apa hewan jenis baru ini menggunakan sebuah zirah atau semacamnya...?" Tanya Eclipse kepada Virra.
"T-Tidak mungkin... Kendaraan Pesawat di semesta Touri juga ternyata ada...!" Ucap batin Shira karena ia tidak menyangka bahwa semesta Touri akan memiliki kendaraan canggih seperti ini, mungkin dunia asli sudah ketinggalan zaman oleh semesta Touri, "Virra, dimana kau memiliki pesawat luar angkasa ini?" Tanya Shira.
"Loh...? Jadi kau tau kendaraan yang bernama pesawat itu!?" Tanya Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut. Shira hanya mengangguk selagi menunjukkan ekspresi biasanya.
"Loh...!? Kamu tidak terkejut sama sekali?!"
"Ini udah basi lah... Aku sering melihatnya."
"Ahh... Hahaha, aku membeli kendaraan ini di semesta Xuusuatouri, semesta yang paling maju." Virra mulai membuka pintu masuk pesawat luar angkasa itu, Eclipse melirik kepada mereka karena ia tidak tahu hewan jenis apa itu, "Tunggu, apakah ini hewan...?" Tanya Eclipse selagi menunjuk pesawat itu.
"Itu bukan hewan, Eclipse. Itu semacam kendaraan yang bisa terbang di luar angkasa dan kecepatannya juga mampu melampui kecepatan cahaya." Ucap Corni, ia dan Virra mulai masuk ke dalam pesawat itu. Eclipse mendarat di sebelah Shira, "Ehh... Ternyata hanya sekedar kendaraan seperti gerbong barang yang kuda angkat gitu ya...?"
Shira mengangguk lalu ia mulai mengelus-elus kepala Eclipse, "Oh, Eclipse, jika saja kamu tinggal di dunia asli... Mungkin kamu sudah di ejek habis-habisan karena menganggap pesawat itu hewan..." Shira dan Eclipse langsung masuk ke dalam pesawat itu, ketika mereka masuk ke dalam pesawat itu, pintu yang berada di belakang mereka mulai tertutup rapat.
Shira melihat Virra dan Corni sudah duduk di atas kursi selagi menekan-nekan tombol yang terlihat cukup rumit baginya, "Ternyata seperti pesawat luar angkasa yang ada di film itu...!"
"Duduk di tempat kalian dan pasanglah sabuk pengaman, kita akan terbang dengan kecepatan penuh!" Ucap Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Shira dan Eclipse mulai duduk di tempat mereka masing-masing lalu setelah itu Shira mulai memasang sabuk pengamannya, ia melirik ke arah Eclipse dimana Eclipse tidak bisa menggunakan sabuk pengamannya. "P-Papa... Tolong..." Ucap Eclipse yang tercekik oleh sabuk pengaman itu.
"Hahhh..."
Beberapa menit kemudian, Shira baru saja selesai memasangkan Eclipse sabuk pengamannya. "Hehe~ Makasih, Papa!" Eclipse mencium pipi Shira lalu ia mulai kembali duduk di tempatnya, "Perjalanan kita mulai!!!" Teriak Virra hingga ia mulai menekan tombol terbesar yang mengatakan Full Speed.
"Ehh...?" Shira langsung membulatkan kedua matanya karena ia belum memasang sabuk pengamannya. *BAM!!!* Shira langsung terpental ke belakang dan mengenai pintu keluar pesawat itu, "HWAHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Shira keras hingga ia mulai membuka mulutnya selebar mungkin karena kecepatan dari pesawat itu membuatnya tertekan.
__ADS_1
Pesawat luar angkasa itu melaju dengan kecepatan penuh hingga keluar angkasa dan melewati beberapa planet besar. "YAHOOOOO!!!" Teriak Virra keras.