Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 40 - Omni-Dewa


__ADS_3

FLASHBACK



Sebenarnya... Aku telah lahir di semesta Yuusuatouri ini sebanyak 2 kali... Dan yang pertama kalinya dimana semesta Yuusuatouri mengalami serangan yang sangat dahsyat bahkan dapat membuat Papaku ketakutan terhadap kehancuran abadi itu...



Tetapi, setelah beberapa lama bertarung dan membunuh dewa lainnya... Papaku berhasil mendapat Omni-Crystal untuk membuat semesta Touri menjadi tempat yang lebih baik dan juga... Untuk mengakhiri kehancuran abadi.



Setelah Papaku menjalani kebutuhannya, perlahan-lahan Papaku terlihat seperti legenda yang berbeda... Dia tidak memiliki sisi jahat ataupun baik...



Dia itu gila... Kehausan terhadap darah dan kekuatan... Dan penuh dengan wajah yang putus asa.



"WAAAAAHHHHHHHH!!! WAAAAAAHHHHHHHHHH!!!" Bayi Rina mulai menangis dalam kelahirannya.



Korrina tersenyum. "Ohh... Cup... Cup... Cup..." Korrina menggendongnya dengan kedua lengannya. Ia tersenyum lebar karena putri pertamanya lahir dengan sehat.



"Jangan menangis." Korrina tersenyum.



Korrina melirik kepada Alvin yang sedang melihat peperangan abadi itu dengan kedua matanya. "Sayang, anak pertamamu telah lahir, berilah dia kasih sayangmu ini."



"Rina Ghifari ya...? Dia pasti memiliki kesempatan untuk mengakhiri perang abadi ini dengan ras Eternal-nya.. Memory Mortem." Ucap Alvin dengan sangat serius.



"Kamu masih ingin menggunakan Rina sebagai alat peperangan ya...? Perbuatanmu memang cukup kejam..." Ucap Korrina dengan nada sedihnya.



"Dia bukanlah alat, Korrina... Dia adalah anak yang dapat mengusai seluruh peperangan." Jawab Alvin dengan senyuman yang sangat arogan.



"Kamu masih ingin mengakhiri perang abadi itu ya? Itu sama saja dengan bunuh diri."



"Tentu saja bukan..."



"Memory Mortem... Dia adalah... Dewi Kematian..."



Sejak itulah... Aku dan seluruh saudara-saudaraku di latih untuk membunuh dan bertahan hidup... Itu mengapa semua legenda yang memiliki darah Ghifari... Mereka akan memiliki ras Eternal atau bisa di sebut dengan... Kehancuran abadi untuk semua ras. Tetapi hanya akulah yang mendapatkan kekuatan Ras Eternal sedangkan saudara-saudaraku gagal dalam mendapatkan kekuatan Eternal.



Mortem dan Alvin mulai saling menatap dengan wajah yang sangat serius. "Jadi... Mortem, kau berencana untuk melawanku?"



"Tentu saja... Aku tidak akan membiarkan kau membunuh Shira." Masker Mortem mulai menutupi kedua matanya dan tiba-tiba sembilan sayap berwarna merah darah mulai muncul di belakang punggungnya.



"Baiklah... MAJU!!!" 12 sayap berwarna merah darah persis seperti Mortem mulai muncul di belakang punggung Alvin.



Mortem dan Alvin mulai terbang menghampiri satu sama lain. Mereka mulai menggerakan tangan kanan mereka masing-masing untuk mencoba memukul sasaran yamg akan mereka pukul.



BAAAAAAAMMMMMM!!!


__ADS_1


Alvin dan Mortem memukul tinju mereka satu sama lain hingga membuat langit-langit terbelah menjadi dua. Shira melihatnya dan ia mulai terkesan melihat "Jadi ini... Pertarungan antara... Omni-Dewa...?"



BAMMMMM!!! BAAMMMM!!! BAAAAMMM!!!



Alvin menendang wajah Mortem hingga ia terpental mundur. "CRIMSON STORM!!!" Mortem mengeluarkan sihir listrik berwarja merah yang sangat kuat menuju arah Alvin.



"HAAAAAHHHHH!!!" Alvin memukul semua listrik itu dengan sangat cepat. Mortem muncul di depan Alvin lalu ia memukul perut Alvin dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur.



"Cih...!"



Alvin muncul tepat di belakang Mortem, tetapi Mortem menghilang dengan sangat cepat. Mortem dengan cepat muncul di belakang Alvin, tetapi Alvin berputar lalu ia menendang perutnya dengan sangat cepat.



BAAGGG!!!



"GUUAHHH!!!" Mortem memuntahkan darah berjumlah sangat banyak, Alvin memegang lehernya lalu ia menatap wajahnya dengan tatapan yang sangat kesal.



"Aku tidak bisa bermain denganmu Mortem..." Alvin melempar Mortem menuju arah tanah dengan sekuat tenaga.



"FINAL SHINE ATTACKK!!!" Alvin menembakan sihirnya menuju arah Mortem.



Mortem berputar, lalu ia mendarat di atas tanah. Ia menatap Final Shine itu dengan wajah yang sangat serius. "FINAL SHINE ATTACK!!!" Mortem mulai menembakan sihir yang sama menuju arah sihir Alvin.




BAAAAAAAAMMMMMMMM!!!



Mortem dan Alvin mulai saling menatap dengan wajah yang marah. "Mortem... Menyerahlah atau matilah bersama Maha Sihir Kuasa"



Alvin mulai bersinar dan ia mulai mengangkat kedua lengannya ke atas langit. "MAHA SIHIR KUASA... OMNIPOTENT LEGEND BOMB!!!"



Alvin mengeluarkan sihir bola energi yang berbentuk seperti matahari yang sangat besar. Dan ia membuat sihir tersebut berjumlah banyak dan bahkan lebih... Itu bisa terhitung sebagai tak terhingga.



"Maha Sihir, Papa...?" Ucap Mortem dengan sangat terkejut.



Korrina melihat itu dan ia mulai merasa ingin campur tangan karena Alvin bisa saja membunuh Mortem. "Alvin, apa yang sebenarnya kau rencanakan...?"



"MORTEEEEM!!!" Bentak Alvin dengan sangat keras kepada Mortem. Mortem mulai tidak bisa melakukan apapun kecuali melihatnya.



"PILIHLAH HARAPANMU!? APAKAH ITU JALAN MATI ATAU JALAN MENYERAH!?"



Masker Mortem tiba-tiba hancur... Kedua mata Mortem mulai berubah menjadi warna merah gelap seperti darah. "VISION OF OMNIPOTENT!!!"



BAAAMMMMMMM!!!

__ADS_1



Tanah-tanah mulai retak, Shira mulai merasakan sihir yang tidak dapat ia rasakan. "Apakah ini...? Buku yang pernah kubaca tentang Omni-Dewa...? Maha Sihir Kuasa...?"



"MAHA SIHIR KUASA... WARISAN MEMORY MORTEM..."



"DESPERATE CRIMSON SINS...!!!" Kedua mata Mortem mulai bersinar dengan sangat terang hingga kedua matanya menembak laser darah yang sangat besar.



"RASAKAN INI!!!" Alvin menunjuk Mortem dan Maha Sihir kuasanya mulai terbang menghampiri Mortem dengan sangat cepat. "HYAAAAHHHHHHH!" Mortem menembakan sihir itu di kedua matanya dengan sangat cepat.



Korrina langsung terkejut melihat itu. Ia langsung angkat tangan dengan muncul di sebelah Shira.



"Barrier of Sacred Heaven." Korrina mengeluarkan pelindung yang sangat keras untuk melindungi dirinya dan Shira.



BAMMMMMMMM!!!



Ledakan yang dahsyat dan maha kuasa itu tidak dapat menghancurkan penghalang milik Korrina. Korrina mulai menghancurkan penghalang itu karena ledakan dari kedua maha sihir itu telah selesai.



Hal yang pertama Korrina lihat adalah Mortem dan Alvin yang sedang terluka di daerah tangan kanan mereka.



"Hah... Hah... Hah..." Alvin dan Mortem mulai mencoba untuk mengumpulkan sihir lainnya untuk melakukan pertarungan selanjutnya.



Mortem menembakan sihir crimsonnya tetapi Alvin menangkis sihir itu.



"Aku kehabisan kesabaran..."



"Eina!" Teriak Alvin.



BAMMMM!!!



Tiba-tiba seluruh tubuh Mortem tidak bisa bergerak oleh sihir ilusi milik Eina atau bisa disebut dengan... Anak pertama Mortem.



Eina muncul di sebelah Alvin. Mortem langsung terkejut melihat Eina. "Eina...!?"



"Halo, Ibunda." Sapa Eina.



"Apa yang kau lakukan!? Lepaskan aku sekarang juga." Ucap Mortem dengan sangat kesal.



"Tidak bisa... Ini perintah Kakek untuk membunuh si Saint Solar Eclipse itu..." Jawab Eina dengan wajah yang sangat serius.



"Solar Eclipse...?" Shira dan Mortem langsung terkejut mendengar itu.



__ADS_1


__ADS_2