
Ray menghampiri ruangan tamu dengan wajah yang sangat serius. "Kenapa kalian memanggilku?" Tanya Ray kepada kakak dan adik yang berada di depannya.
"Ray... Kau akhirnya tiba..." Legenda itu tersenyum. "Apa yang kau butuhkan dariku, Kak Yumi? Aku harap ini penting." Ray menyilangkan kedua lengannya dengan wajah yang serius.
Yumi menghampiri Ray dengan sebuah surat yang berwarna biru dan itu artinya biru adalah warna bagi Saint Lightning. "Kita memiliki undangan penting..."
"Undangan...?" Ray mengambil surat itu dengan wajah yang serius. Yumi menunjukan suratnya yang berwarna biru muda. "Mari kita baca bersama..."
***
"EARTH OF SPIKES!!!" Via menginjak tanah yang ia injak dan ia langsung menghancurkan monster-monster dengan sihir batu runcing.
"... ..."
"Kekuatanmu sepertinya terpilih sebagai Saint Earth... Via." Tiba-tiba seseorang mulai tersenyum di belakang Via.
Via melirik ke belakang. "Hmm... Grisai, apa yang membawamu ke tempat ini?" Tanya Via selagi menghampiri Grisai. Ternyata ia mengenali sosok Legenda itu.
Tiba-tiba satu Legenda mendarat di belakang Via dengan wajah yang serius. "Sudah lama tidak bertemu, Via..."
Via melirik ke belakang. "Wile... Sudah cukup lama juga." Via tersenyum.
"Dengar kalian berdua... Kita sepertinya di undang oleh pangeran Legenia. Dia ingin kita semua para Elemental saint untuk saling berkumpul di tempat yang sama." Grisai memberi kertas berwarna coklat dan putih.
"Para Elemental Saint berkumpul?" Via langsung terkejut mendengar itu, sepertinya ia bisa bertemu dengan Methode dan Shira lagi.
***
"Datanglah ke tempat istana rahasiaku di sebelah selatan Legenia tepat pukul jam sembilan malam. Kau pasti akan melihat sebuah patung milikku." Ucap Shiro selagi membaca surat itu.
"Datanglah dan jangan membawa ras lain selain ras Saint Legenda... Ini situasi penting dan kalian yang di undang langsung segera datang." Ucap Methode.
Homura mulai menyilangkan kedua lengannya dengan wajah yang serius. "Tidak boleh membawa ras lain? Apakah aku tidak di undang?"
Miuki melirik kepada Homura. "Kamu sepertinya tidak boleh ikut bersama kita, Homura."
"Aku tahu itu, tapi... Apakah kalian akan mempercayai undangan dari raja sialan itu?" Tanya Homura.
Naoki memegang surat itu dengan sangat kasar. "Kau benar... Ini bisa saja jebakan."
"Walaupun itu jebakan, mengapa kita semua harus berkumpul secara bersamaan? Jika itu jebakan... Kita bisa bertahan jika kita saling bekerja sama." Shiro menyilangkan kedua lengannya.
"Aku ikut." Shiro mengacungkan tangannya tanpa berpikir dua kali, jika itu jebakan dia pasti akan melawannya seperti biasa.
"Jika Papa ikut, aku akan ikut untuk melindunginya!" Methode mengacungkan tangannya.
"Hmph... Semangat yang hebat! Aku akan ikut juga." Naoki mengacungkan lengannya dengan senyuman lebar di wajahnya.
"Aku juga." Miuki mengacungkan lengannya.
"Hmmm... Bersenang-senanglah." Ucap Homura dengan senyuman yang tidak terlihat khawatir karena dia tau bahwa Shiro dan Methode pasti bisa melindungi dirinya dari segala bahaya.
Beberapa jam kemudian, setelah pukul menempuh jam sembilan, Shiro dan yang lainnya telah tiba di depan patung Rionald.
"Setelah ini apa? Kita tidak di beritahu harus apa lagi di dalam surat itu..." Ucap Naoki dengan sangat marah.
Methode lanjut membaca surat itu. "Pasti masih ada tulisan yang masih belum kita baca."
Shiro menoleh kepada toko sushi dan ia langsung mulai merasa sangat lapar. "Bagaimana kalau kita istirahat dengan memakan sebuah sushi Ctuhu?" Tanya Shiro.
"Ehhh...?" Ucap mereka bertiga dengan sangat terkejut.
***
Dan ya, Shiro dan yang lainnya berencana untuk mengisi perut mereka sebelum bertemu dengan para Saints lainnya.
Tiba-tiba 3 legenda yang memakai armor berwarna merah mulai memasuki toko itu dengan wajah yang jahat. Ketiga legenda itu langsung merampok toko sushi itu dan juga menyiksa penjaga toko itu.
Naoki menatap mereka bertiga. "Yang benar saja..." Ia menghela nafasnya.
Shiro melirik ke belakang dan ia langsung menghela nafasnya. "Sialan... Sekarang mereka masalah kita."
Mereka berempat menghampiri ketiga legenda itu dengan wajah yang sangat kesal. "Permisi..." Ucap Shiro.
Mereka bertiga menoleh kepada Shiro dengan wajah yang sangat kejam dan kesal. "Itu tidak sopan jika kalian menodai makanan kita semua." Shiro menyilangkan kedua lengannya.
"Aku akan mendengar perkataan dia jika aku itu kau, dia tidak bisa di ajak bercanda bila dia lapar." Jawab Naoki.
__ADS_1
Seorang Legenda menghampiri Shiro lalu ia memukulnya, tetapi Shiro menahan lengannya dengan sumpit yang ia pegang.
Legenda itu terus memukul tetapi Shiro menahannya hanya dengan sumpit yang ia pegang. "Apa kau mencoba...?"
Naoki lompat di atas meja dan kedua legenda itu langsung lompat menuju atas meja untuk bertarung dengan Naoki.
"Rasakan ini! Rampok ini." Naoki menendang makanan-makanan itu ke arah dua legenda itu.
Makanan-makanan itu terbang di sekitar Shiro selagi ia menahan pukulan legenda yang ia lawan.
Ia melihat sushi favoritnya terbang tepat di depannya, ia bergegas mengambil sushi itu dengan sumpitnya dan langsung memakannya selagi menghindari tendangan Legenda itu. "Hmph. Enak."
Shiro terus mengambil makanan yang berterbangan di sekitarnya. "Hmmm~ Semuanya terasa enak jika perutmu kosong, nak." Shiro menoleh kepada Methode.
Satu mangkok penuh dengan ramen terpental ke arah Shiro, Shiro akan mengambilnya tetapi Legenda itu langsung menendang mangkok ramen itu hingga mangkok tersebut terpental ke arah lain.
Shiro langsung terkejut dan merasa sangat kesal. "WOII!!! GUE PADAHAL MAU MAKAN ITU BEGO!!!" Shiro berputar lalu menendang wajah Legenda itu hingga ia mengenai kedua Legenda yang melawan Naoki.
Shiro mulai merasa sangat kesal. "Cih..." Ia langsung menghancurkan sumpit yang ia pegang.
Naoki mendarat di sebelah Shiro. "Kerja bagus."
BAAAAAAAAAAAAAMMMMMM!!!
Shiro dan yang lainnya langsung terkejut mendengar suara keras dan kasar itu. Mereka berempat bergegas keluar dan tiba-tiba melihat sebuah pintu besar yang terlihat seperti portal.
"Ini...?"
"Portal yang dapat diaktifkan dengan sebuah sihir api." Ucap Naoki dengan sangat serius.
Shiro melirik kepada Methode. "Methode..."
"Baiklah." Methode menghampiri portal itu lalu ia membakar portal tersebut hingga portal itu langsung menyela dengan sangat sempurna.
"Ini sebuah portal yang dapat membawa kita ke dimensi lain..." Ucap Methode dengan sangat serius.
Naoki dan Miuki masuk ke dalam portal itu dengan sangat cepat. "Kita masuk duluan."
SWOOOOOOSSHHHH!!!
BAAMMMMM!!!
Shiro dan Methode menghindari sebuah tembakan es yang dapat membuat mereka berdua membeku.
Mereka berdua langsung melihat ke belakang dimana mereka melihat dua legenda yang sedang memakai jubah.
Satu memegang crystal es dan satunya lagi memegang sebuah tongkat berwarna emas. "Apakah mereka Saint...?" Tanya Shiro.
"Terlihat seperti itu." Methode mulai bersiap. Methode menembak bola api kepada mereka berdua dan mereka langsung menghindari semua serangan Methode.
"SOLAR FLASH!!!" Shiro menembak sihirnya kepada kedua Legenda itu dan satu legenda yang memegang es itu langsung membuat sebuah penghalang yang sangat kuat.
BAMMMMMMMMM!!!
Sihir yang dikeluarkan Shiro langsung membeku. "Kalian siapa...?" Tanya Shiro dengan wajah datarnya.
Mereka berdua tersenyum dan langsung melepas jubah mereka. "Kita adalah Super Elemental Saint Legenda dari keluarga Aenzbern... Aku Ayumi Aenzbern! Saint Blizzard..."
"Dan aku Raitou Aenzbern... Saint THUNDER!!!" Raitou menembak halilintar yang sangat kuat ke arah Shiro, Shiro langsung melindungi dirinya dengan rantai-rantai yang sangat kuat.
BAAAAMMMM!!!
Shiro mengeluarkan Eclipse Breaker dan ia langsung muncul di belakang Raitou lalu ja menebasnya, tetapi dengan cepat Raitou menahannya oleh tongkatnya.
CLAAAAANG!!! CLAAAANG!!!
Shiro dan Raitou mulai saling bertarung dengan senjata sedangkan Ayumi dan Methode sedang beradu sihir.
Kedua lengan Raitou tiba-tiba terbelit oleh rantai Shiro, Shiro dengan cepat melompat ke atas lalu ia menendang wajah Raitou hingga ia terpental memasuki portal.
Ayumi melihat itu dan ia langsung membekukan kedua kaki Methode. "Cih..."
Methode melompat dan ia langsung menendang wajah Ayumi hingga Shiro mulai membelit perut Ayumi. Kedua kaki Methode itu sangat panas, jadi percuma jika di bekukan.
"Cih... Kekuatanmu memang tidak bisa di remehkan..."
__ADS_1
"Selamat tinggal." Shiro berputar dan ia langsung melempar Ayumi ke dalam portal itu.
"Ayo cepat, Methode." Shiro melompat masuk ke dalam portal itu. Methode mengangguk dan ia juga langsung masuk ke dalam portal itu.
SWOOOOOOOOOOOSSSHHHHH!!!
Shiro dan Methode tiba di atas langit dan mereka perlahan mulai jatuh dari langit.
SLAAASSHHH!!!
Kedua pipi Shiro tertebas oleh es yang sangat tajam milik Ayumi hingga itu membuat luka di kedua pipinya. "Cih..."
"METEOR BLAAAAAAST!!!" Methode melempar meteor yang berbentuk sangat besar ke arah mereka berdua.
"THUNDER STRI---"
Shiro membelit kedua tubuh mereka dengan sangat cepat. "SOLAR OF JUDGEMENT!!!" Shiro menembak cincin cahaya ke arah meteor itu.
"Si-Sialan--"
BAAAAAAAMMMMMMMMMMMMMMM!!!
"BLIZZARD STREAM!!!" Ayumi menembak es tornado ke arah mereka dan mereka langsung membeku.
"THUNDER DRAGON STRIKE!!!" Raitou memukul langit hingga ia mengeluarkan listrik naga ke arah mereka.
BAAAAAAAMMMMMMMM!!!
"RAGING FIRE!!!" Methode terbebas dari es dan kedua matanya mulai terbakar dengan sangat panas.
"POTENHOPE!!!" Methode terbang menghampiri Ayumi dan ia langsung memmkul perutnya dengan sangat keras hingga ia terpental jauh.
"Ayumi!" Raitou melirik ke belakang dengan sangat terkejut dan ia menunjuk Methode, tetapi...
JRAAAAAT!!!
Kedua lengan Raitou terbelit oleh rantai Shiro. "Kau adalah lawanku." Ucap Shiro dengan kedua matanya perlahan bersinar.
Raitou langsung berubah menjadi Saint Enchanted. Shiro masih berada di wujud normalnya.
"THUNDERBOLT!!!" Raitou menembak sihir listrik ke arah Shiro, tetapi Shiro muncul di belakang Raitou dan ia langsung memegang kakinya dan melemparnya menuju daratan.
Shiro terbang menghampiri Raitou. "THUNDER STRIKE!!!" Raitou memukul wajah Shiro.
BAAAAAAMMMMM!!!
Raitou memegang leher Shiro dan ia langsung memekul perut Shiro dengan sangat banyak. "Cih... GAHHHH!!!" Kedua mata Shiro langsung menembakan laser yang sangat kuat hingga Raitou terpental mundur.
"SOARING ECLIPSE!!!" Shiro memukul langit-langit dengan sangat cepat hingga Raitou terpental dengan sangat jauh karena dorongan aura emas yang Shiro keluarkan.
"KAU TIDAK AKAN AKU BIARKAN HIDUP!!!" Shiro mengeluarkan kedua Eclipse Breaker, ia mulai perlahan bersinar dengan sangat terang.
"TRUE ECLIPSE..." Kedua pedang Shiro langsung perlahan bersinar dan juga membesar.
"THUNDER SPEED!!!" Raitou tiba-tiba muncul di belakang Shiro dengan sangat amat cepat.
"THUNDERZAP!!!" Raitou memutarkan kedua tongkatnya dan ia langsung mencoba untuk menghantam punggungnya.
"SOLAR LEAP!!!" Shiro muncul di atas Raitou dan ia langsung menendang kepala Raitou dengan sangat keras hingga ia terpental menuju daratan.
BAAAAAAAAAAAAAMMMMMM!!!
"BLIZZARD STORM--"
Methode memukul wajah Ayumi dengan sangat cepat dan ia tidak memberi Ayumi celah, Methode terus menyiksanya.
"BLAZING COMBINATION!!!" Methode terus memukul dan menendang seluruh tubuh Ayumi tanpa ampun.
"AGGGGGGGHHHHH!!!!"
"KAU SEHARUSNYA TIDAK BERURUSAN DENGAN KAMI, KELUARGA SHIRATORI!!!" Ucap Methode dengan ia terus memukul Ayumi tanpa henti.
"FIRE IMPACT!!!" Methode berputar lalu ia meraba perut Ayuma dan menembakkan api yang sangat panas tepat di perut Ayumi.
BAAAAAAAAAAAAAMMMMMM!!!!
__ADS_1