Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 44 - Kehidupan kedua


__ADS_3

~4 tahun kemudian~



"AGGGGGGGGGHHHHH!!!"



Alvin berjalan di lorong penjara dimana hantu-hantu berteriak kesakitan karena mereka disiksa habis-habisan. Hantu itu bisa disebut dengan ras Astral... Ras kehidupan kedua dimana ketika seorang ras mati... Dia memiliki kesempatan kecil untuk berubah menjadi ras astral dan Shiro tiba di tempat ini.



Tempat ini adalah tempat penyiksaan untuk ras-ras yang bertingkah jahat di luar sana. Mereka akan disiksa habis-habisan. Alvin berhenti di depan pintu yang bernama Shiratori Shiro, "Aku akhirnya sampai..."



Alvin tiba-tiba tembus masuk ke dalam pintu itu dengan sihirnya dan tiba-tiba ia melihat seluruh tubuh Shiro terbelit oleh rantai. Ia tidak memiliki celah apapun untuk kabur dari neraka ini. "Shiro. Apa kau bisa mendengar diriku?"



Shiro perlahan membuka kedua matanya dengan wajah yang sangat kesal. Shiro dengan kedua matanya menatap Alvin. "Ahhh... Ternyata kau..."



"Aku telah terjebak di dunia astral ini cukup lama... 5 tahun... Apakah kau tau itu?" Tanya Shiro dengan wajah yang kesal dan muak.



"Ini semua salahku ya? Dengan merasakan auramu sekarang, sepertinya aku tidak bisa merasakan aura kejahatan di dalam dirimu, tapi... Apakah kedua mataku ini menipuku sekarang? Kau bukanlah Shira..."



"Tidak... Shira yang kau kenal sudah mati dan hancur. Tapi ini adalah badan milik Shira... Tetapi... Jiwa dan rohnya milikku. Shiratori Shiro."



"Pilihanmu untuk membunuhku itu tepat, Alvin... Diriku sekarang sudah tidak bisa merasakan aura kejahatan di dalam diriku, aku merasakan bahwa aku cukup mulia sekarang."



"Dan sepertinya aku beruntung untuk bisa mendapatkan kesempatan kecil itu."



"Maafkan aku..." Jawab Alvin dengan sangat bersalah. Tapi semua itu harus terjalani, jika tidak maka dimensi Yuusuatouri sudah hancur oleh Shiro yang jahat.



"Kau tidak perlu memaafkan diriku, Alvin. Kau hanya harus meminta maaf kepada Mortem dan Homura..." Ucap Shiro dengan ia menutup kedua matanya.



Alvin tersenyum dan merasa lega mendengar itu. "Terima kasih, Shiro. Ngomong-ngomong tentang kehidupan keluarga Shiratori."



"Hmm?"



"Aku memiliki berita buruk dan bagus untuk diberitahu kepada dirimu ini."



"Keluarkanlah yang ada..."



"Berita baik adalah Eclipse putrimu ke 4 telah lahir dengan kekuatan yang rata-rata di atas setengah dewi."



Shiro langsung terkejut mendengar itu. Ia tidak menyangkan bahwa Eclipse benar-benar akan menjadi anak terkuatnya. "H-Hmph... Begitu ya...? Dia sekarang pasti sudah berumur 4 tahun ya...?"


__ADS_1


"Ya."



"Sayang sekali... Aku tidak bisa melihat wajahnya dan bahkan... Dia tidak bisa mengetahui wajah Papanya sendiri." Shiro mulai tersenyum sedikit itu juga karena ia terpaksa.



Shiro melirik ke seluruh rantai yang membelitnya. "Hukumanku sebagai pendosa masih belum terlaksanakan sebelum 10 tahun telah tercapai..."



"Aku hanya harus terus menunggu hingga aku bisa keluar dari neraka ini."



"Apakah kau ingin mendengar berita buruknya?"



"Kematian dari putriku yang bernama Shiratori Nytia ya...? Aku tahu soal itu, Alvin." Ucap Shiro dengan wajah yang sangat kesal. Alvin langsung terkejut mendengarnya bahwa Shiro mengetahui tentang berita itu. "B-Bagaimana kau bisa tahu?"



"Aku mendengar para Guardian berbicara tentang arwah dan aku mendengar bahwa arwah Nytia tidak memiliki keberuntungan yang sama sepertiku untuk bisa menjadi ras astral..."



"Begitu ya.... Aku turut beduka cita."



"Tidak apa-apa, Alvin. Kematian dirinya bukanlah kematian biasa... Dia mati sebagai legenda yang sangat layak."



"Hmm... Aku tahu itu." Alvin tersenyum dengan sangat senang.



***




"Mama..."



"Iya, iya, Mama disini." Homura menghampiri Eclipse, Homura baru pulang dari toko makanan untuk membeli sebuah sayuran, "Mama!" Eclipse menghampiriku, Homura berlutut dan mulai meremas kedua pipinya.



"Kamu cengeng banget ya~ Padahal Mama baru saja pergi sebentar." Homura terkekeh.



"Jika kamu menangis seperti itu... Itu hanya akan menghapus wajah imutmu, Eclipse."



"Mmm..."



Homura mengusap air matanya dengan senyuman, lalu Homura menggendongnya dan pergi menghampiri dapur untuk memasak makan siang, "Ayo, kita makan!"



"Hmm!"



***

__ADS_1



Kembali ke dunia dimana Shiro terjebak dan masih berdosa. Alvin duduk disebelahnya selagi menemaninya, "Kehidupanmu cukup sama seperti diriku yang dulu, Shiro." Alvin tersenyum.



"Kehidupanmu...? Ahhh... Kehidupan kita berdua pasti sulit ya?" Tanya Shiro dengan penasaran.



"Ya... Tapi, walaupun hidup kita sesulit ini... Kita memiliki seorang istri yang cantik untuk menemani kita dan menjalani semua kesakitan bersama.



"Aku setuju..."



"Ngomong-ngomong... Apakah kau ini masih bisa disebut dengan Dewa dari segalanya?" Tanya Shiro.



"Iya. Tapi, aku sekarang sedang berada di wujud Legenda biasaku. Aku tidak boleh di ketahui oleh semua ras kalau aku ini Dewa dari segalanya."



"Ohhh... Begitu ya. Menyamar..."



Alvin bangkit dari tanah dan ia menoleh kepada Shiro. "Apakah kamu ingin aku bebaskan dari penjara ini, Shiro?"



"Tidak usah... Penjara ini adalah pembayaran dosaku, jangan mencoba untuk menghalang."



"Begitu ya..."



Shiro mulai berpikir tentang jantung saintnya, apakah ia masih memiliki kekuatan Saint? Apakah dia masih bisa di panggil dengan ras Saint Legenda?



"Ngomong-ngomong, Alvin."



"Ada apa?"



"Apakah diriku ini masih seorang Saint?" Tanya Shiro dengan wajah yang sangat serius, "Tentu saja. Kau sudah sempurnanya menjadi Saint Legenda."



"Bukannya jantung Saintku sudah di bawa?"



"Kegunaan jantung Saint hanya untuk dirimu menguasai kekuatan Saint itu... Dan lihatlah dirimu sekarang... Kau sudah menyempurnakannya."



"Kau adalah Zero Elemental Saint... Saint Solar Eclipse! Kau bukan lagi Saint Light dan Solar..."



Shiro mulai tersenyum sedikit. "Begitu ya... Kalau begitu... Aku merasa lega."



__ADS_1


__ADS_2