Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 134 - Masalah yang seharusnya dikhawatirkan oleh Dewa


__ADS_3

Shira sedang duduk di atas kursi selagi memegang dagunya, "... ..." Shira mulai mengeluarkan foto yang menunjukan foto keluarga-nya, ia mulai mengkhawatirkan tentang Homura, Methode, dan Arisu. Shira mencoba untuk pergi ke rumah-nya, tetapi Mortem sudah mengatakan tentang planet Legendarius yang di serang oleh organisasi Seraph, hampir seluruh planet di Yuusuatouri saat ini sedang di serang oleh Elf dan manusia yang menyamar menjadi ras Elf.


Shira sekarang sedang menatap hologram yang memperlihatkan seluruh planet Yuusuatouri di serang oleh ras Elf, sebagian dari Elf itu menggunakan sebuah topeng yang terlihat aneh sekali hingga kekuatan mereka besar sekali, bahkan mereka juga menggunakan crossbow yang panahnya terlumuri dengan Vile's Energy, "... ...!" Shira mengepalkan kedua tinjunya ketika ia melihat hologram itu, "Apakah kita harus berdiam diri dan melihat populasi Legenda mulai berkurang...? "Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.


"Mama... Arisu... Kakak Methode..." Eclipse mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Mortem mulai mengubah hologram itu menjadi hologram yang menunjukkan Homua bersama Arisu sedang bertarung melawan para Elf, sepertinya mereka terlihat aman dan masih bisa bertahan melawan para Elf itu. Shira melihat Homura membakar semua panah yang dilesatkan ke arah mereka berdua, sepertinya Homura mengetahui tentang efek dari Vile's Energy itu, "Sepertinya anakku Homura bisa menahan dirinya sendiri dari serangan Elf itu..." Ucap Mortem selagi menyilangkan kedua lengannya.


"Syukurlah..." Shira menghela nafasnya, "Kapan kita akan bertindak melawan mereka semua, Dewi Mortem...?" Tanya Shira.


"Untuk sekarang kita tahan dulu, para Elf yang memakai topeng aneh itu sepertinya terlihat cukup berbahaya. Apakah topeng itu mampu membuat mereka sekuat ini...?" Tanya Mortem selagi memegang dagunya. Haruki bangkit dari atas tanah lalu ia mulai menatap para Elf yang menggunakan topeng aneh itu, ia menatapnya dengan teliti sekali, "... ..." Haruki tiba-tiba melihat Elf itu menggunakan sihir darah yang sama persis seperti Serilda., "Tunggu... Sihir yang Elf itu terlihat tidak asing..."


Shira mulai melihat Homura mulai terpojoki karena seorang Elf yang menggunakan topeng itu, Elf itu mengayunkan sabit yang terbuat dari darah ke arah Homura dan di sekitar sabit itu terdapat beberapa listrik yang sama dengan listrik milik Xavier, Shira langsung membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Elf itu memiliki kekuatan Xavier, "Shira, apakah kau merasakan hal yang aneh ketika melihat Elf yang menyerang gadis itu?" Tanya Haruki.


Shira mengangguk, "Dia memiliki kekuatan yang sama dengan seorang Hyugen yang pernah aku lawan... Bagaimana bisa...?!" Tanya Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "Dia juga memiliki sihir darah... Sihir darah itu sama persis seperti ras Vampelf yang aku lawan, apakah topeng itu yang mampu membuat Elf tersebut memiliki sihir para ras campuran...?" Tanya Haruki.


"Mata yang kau miliki bagus juga, Haruki... Kesempatan besarnya mungkin itu."


Shira melirik ke arah Shizen karena ia tahu bahwa Shizen pernah melawan seorang ras campuran yaitu ras Dengel, "Shizen, kemarilah sebentar." Panggil Shira hingga Shizen berdiri lalu ia menghampiri Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, "Ada apa...?" Tanya Shizen.


Shira mulai menunjuk seorang Elf yang sekarang sedang bertarung melawan Arisu, Shizen mulai menatap pergerakan Elf itu dengan sangat teliti dan ia melihat pergerakan itu cukup tidak asing karena ia pernah melihat Rinc melakukan pergerakan yang sama dengan Elf itu, kedua matanya melihat jelas bahwa Elf itu memiliki cara bertarung yang sama dengan Rinc, "Elf itu memiliki... cara bertarung yang sama persis dengan ras Dengel yang aku lawan...!" Ucap Shizen selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Bagaimana menurutmu, Dewi Mortem...?" Tanya Shira.


Mortem mengangguk, "Sudah ditentukan... Sepertinya Seraph menciptakan topeng aneh, jika mereka mampu menciptakan ras campuran dengan mencampurkan darah dan DNA mereka maka mereka juga pasti bisa menciptakan sebuah alat yang mengandung DNA dan darah itu... Sepertinya topeng ini mengandung DNA milik Xavier, Serilda, Zuberi, dan Rinc. Itu artinya seseorang yang menggunakan topeng ini akan bisa mengakses kekuatan yang dimiliki keempat ras campuran itu."


"Aku tidak percaya Elf bisa melakukan hal seperti itu." Ucap Shira selagi menyilangkan kedua lengannya, "Aku juga... Bukannya Elf hanya mahir dalam menciptakan senjata yang sangat kuat bukan eksperimen berbahaya seperti menciptakan ras campuran...?" Tanya Haruki.


"Ehh...? Apakah kau menyadarinya juga...? Jangan-jangan kau pernah membaca buku tentang sejarah para Elf?" Tanya Shira dan Haruki hanya bisa mengangguk selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Tidak ada yang mustahil bagi mortal, kalian... Terkadang mortal memiliki potensi yang mengerikan hingga mampu membuat dewa dan dewi kebingungan. Bahkan potensinya juga mampu membawa mereka ke level dimana mereka mampu melampui para Dewa."


"Contohnya Shira."


"Hah...? Aku...? Aku masih belum berada di level para dewa lah..." Ucap Shira selagi menggaruk-garuk rambutnya karena ia baru saja dipuji oleh Omni-Touri dan itu cukup langkah bagi dirinya yang baru pertama kali dipuji oleh seorang Omni-Touri, "Sihir penyerapan segala cahayamu itu kuat sekali, Shira, kau bisa saja mengalahkan Zoiru jika kau memiliki sihir itu sejak Zoiru menyerang." Ucap Mortem, jika Shira saat ini melawan Zoiru maka dia memiliki kesempatan untuk menang melawannya karena Zoiru sejak itu kalah oleh Touri's Hope, tetapi dia bangkit lagi karena sihir Oath-nya.


"Oh, ayolah..." Shira terkekeh lalu ia mulai menatap arah lain, "Aku masih harus terus berjuang agar aku bisa melampui Dewa Alvin, dia jauh lebih kuat bukan...?"


"Ya."


"Jadi...? Kita harus apa sekarang, Dewi Mortem...? Kita lebih baik tidak membiarkan mereka bertarung melawan Elf yang menggunakan topeng itu bukan...?" Tanya Shizen hingga Mortem hanya bisa diam karena ia tahu mereka semua mampu menahan semua Elf itu sebelum Virra dan Corni kembali pulang, "Kita harus menunggu Corni dan Virra pulang."


"Ngomong-ngomong tentang Kakek Alvin... Kakek Alvin sekarang sedang berada dimana...?" Tanya Eclipse hingga membuat Mortem dan yang lainnya mulai menatap Eclipse, mereka baru saja sadar bahwa Alvin sedang tidak berada di salah satu planet Yuusuatouri, Mortem mulai mencoba untuk mencari lokasi Alvin menggunakan hologram itu hingga hologram tersebut mulai menunjukkan wajah Alvin yang terlihat serius.


"Ahh, itu dia---"

__ADS_1


Tiba-tiba hologram itu mulai membesar sebesar ruangan itu hingga membuat Mortem menunjukkan ekspresi yang terkejut karena hologram itu membesar dengan sendirinya, "A-Apa ini...?" Alvin sedang berdiri di depan sesuatu yang memiliki warna hijau gelap, Alvin yang sedang berada di tempat itu ditemani oleh Aiko, Rina, Agfi, dan Aqrila. Mortem langsung sadar bahwa Alvin saat ini sedang berada di Oath's Realm, "P-Papa sedang berada di Oath's Realm...!? A-Apa yang dia lakukan di sana...!?" Tanya Mortem selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut.


***


Alvin mulai menyentuh barang yang berwarna hijau gelap itu lalu ia mulai memukulnya menggunakan tinju yang terlumuri oleh aura crimson. *BAM!* "Sepertinya benar... Ini adalah tubuh Bamushigaru." Ucap Alvin hingga membuat Rina dan yang lain terkejut, ternyata barang yang dipukul oleh Alvin adalah badan milik Bamushigaru, monster yang memiliki kepala seperti naga menyeramkan dengan tubuh ularnya panjang sekali.


"Dia bahkan tidak terluka ketika Papa memukulnya." Alvin mulai terbang ke atas untuk mencoba melihat puncak tubuh dari Bamushigaru, anak-anaknya mulai terbang mengikuti Alvin, Bamushigaru ketika di pukul tidak menyerang kembali karena Bamushigaru saat ini sedang tertidur dan dia akan bangun jika seseorang membangkitkannya kembali di kuil yang terletak di Yuusuatouri.


Alvin dan anak-anaknya menghabiskan hampir setengah jam untuk sampai di puncak tubuh Bamushigaru, mereka sudah menggunakan kecepatan penuh mereka hingga mereka tiba di puncak tubuh Bamushigaru, saat ini Alvin dan yang lain mulai melihat Bamushigaru dan ternyata rumornya benar bahwa Bamushigaru memiliki besar yang sama dengan ketiga semesta yang ada di dalam Touri, "Besar sekali..." Ucap Rina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkesan sedangkan Alvin hanya bisa menunjukkan ekspresi yang serius.


Ia mulai berkeringat dingin karena Bamushigaru memiliki aura dan kekuatan yang sama seperti seorang Dewa Oath, bahkan ia bisa merasakah Bamushigaru itu lebih kuat dari Zoiru, "Jika Bamushigaru bangkit maka... Papa tidak akan bisa membayangkan semesta Touri akan menjadi seperti apa...?" Ucap Alvin, ia mencoba untuk mengerahkan Final Shine Attack-nya menggunakan seluruh kekuatannya demi menghancurkan Bamushigaru, saat ini Alvin memiliki kesempatan besar untuk menyerang Bamushigaru menggunakan seluruh kekuatannya.


Rina muncul di depan Alvin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Papa, apakah Papa ingat tentang peringatan Mama...? Percuma saja kita menyerang Bamushigaru bersamaan menggunakan kekuatan penuh kita. Ketika ia berada di dalam kondisi tidur, ia akan menyerap semua serangan yang ada termasuk Vanish..." Ucap Rina, Alvin mulai terdiam selagi mengepalkan kedua tinjunya.


"Mari kita periksa seluruh tubuhnya, anak-anak." Alvin melesat menuju Bamushigaru bersama anak-anaknya.


Mortem yang sedang melihat itu mulai kehilangan harapan karena mereka tidak bisa menyerang Bamushigaru walaupun mereka memiliki kesempatan untuk menyerangnya, jika mereka menyerangnya maka serangan mereka akan sia-sia, "Sialan..." Mortem mulai menghantam meja yang ada di depannya pelan agar ia tidak menghancurkannya, "Bagaimana caranya agar kita bisa mencegah kebangkitannya Bamushigaru...!?" Tanya Mortem.


"Tenangkan dirimu, Dewi Mortem. Kau ini seorang Omni-Touri bukan...?" Tanya Haruki dan Mortem mulai menatapnya kembali, "Ya... Aku ini seorang Omni-Touri." Mortem mengangguk.


"Jika kau ini dewa dari semesta Touri maka kau harus tenang di situasi seperti ini, biarkanlah para Mortal yang mengurus masalah mortal lainnya, Mortem." Ucap Haruki hingga mampu membuat Mortem tersipu karena perkataannya cukup membuat hatinya tersentuh, "B-Baiklah..."


***


Zuberi melesat menuju arah Corni lalu Corni mulai menatapnya dengan tatapan yang terlihat mematikan, "JYAAGGGGHHHH!!!" Zuberi melesatkan tinju kanannya ke depan, tetapi Corni menunduk lalu ia mulai menghantam perutnya menggunakan Gauntlet yang terlumuri dengan aura Crimson, "UAGGHHH!!!" Zuberi memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya lalu ia terpental ke atas karena hantaman Corni.


Zuberi muncul di belakang Corni lalu ia mulai menghantam punggungnya hingga Corni terdorong ke belakang, setelah Corni melirik ke belakang seluruh tubuhnya langsung terhantam oleh kedua tinju Corni, "THUNDER SPEED OF MILLION FISTS!!!" Zuberi mulai memukul seluruh tubuh Corni tanpa henti menggunakan kedua tinjunya yang dilumuri dengan api kosmik, Corni hanya bisa menunjukkan ekspresi yang terlihat kesakitan selagi memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya.


Zuberi berputar lalu ia menendang wajahnya hingga Corni terpental ke belakang dengan kondisi yang sudah lemas, "Sial... GRIPS OF HEAVEN'S BLAST!!!" Corni meluncurkan kedua Gauntlet itu ke arah Zuberi hingga kedua Gauntlet-nya mulai melesat menuju arah Zuberi.


Zuberi tersenyum lalu ia mulai menendang Gauntlet itu ke arah Corni dan Corni muncul di belakangnya lalu Zuberi melirik ke belakang dan menendangnya, tendangan Zuberi langsung menembus tubuh Corni, "A-Apa...!?" 


"ILLUSION OF TRANSCENDED BODY!!!" Teriak Corni keras hingga ia sekarang menggunakan ilusi yang mampu membuat tubuhnya tidak dapat di serang, ilusi itu perlahan-lahan mulai melukai tubuh Corni, jadi sekarang Corni harus mengalahkan Zuberi secepat mungkin sebelum tubuhnya hancur karena ilusi yang ia gunakan, "CRIMSON CRUSHER!!!" Corni langsung menghancurkan lengan kanan Zuberi menggunakan kedua tinjunya yang terlumuri dengan auranya.


"UAAAAAGGGHHHH!!!" Teriak Zuberi kesakitan karena ketika lengan kanan Zuberi di hancurkan oleh Corni, ia memasukkan aura crimson ke dalam tubuh Zuberi hingga perlahan-lahan aura yang Corni masukan mulai merusak seluruh sel yang ada di dalam tubuh Zuberi. Corni mengangkat kedua lengannya hingga kedua Gauntlet-nya melesat kembali menuju arahnya, Corni langsung menggunakan kedua Gauntlet yang melesat menuju arahnya dan setelah itu Corni langsung menghantam wajah Zuberi menggunakan tinju kanannya.


BAAAMMMMM!!!!


"INI YANG AKU RASAKAN KETIKA KAU MEMUKULKU, DASAR BAJINGAN!!! FISTS OF SOUL'S SMASH!!!" Corni mulai memukul wajah Zuberi secara bertubi-tubi menggunakan kedua Gauntlet-nya hingga seluruh tubuh Zuberi mulai merasakan kesakitan yang di berikan Corni kepadanya, Zuberi mulai meregenerasi tubuhnya, tetapi sel regenerasinya langsung terhalang oleh aura Crimson yang Corni masukan ke dalam tubuhnya.


Corni menghantam wajah Zuberi hingga ia terpental ke belakang dan mengenai beberapa pohon di belakangnya, Corni melesat ke depan lalu ia menghantam seluruh tubuh Zuberi tanpa henti menggunakan kedua Gauntlet-nya. Zuberi mulai menatap ke depan lalu ia melihat kedua pergerakan tangan Corni bergerak sangat cepat hingga Zuberi tidak bisa melihatnya, "A-Apa-apaan itu...!?"

__ADS_1


"INSISTENTLY CRIMSON'S GAUNTLET BREAKER!!!" Corni mulai menghantam seluruh tubuh Zuberi menggunakan kedua Gauntlet-nya, serangan Corni terlihat sangat cepat hingga seluruh tubuh Zuberi mulai hancur karena hantaman yang di berikan Gauntlet itu kepadanya. Corni memundurkan tinju kanan-nya lalu ia menghantam wajah Zuberi dengan Gauntlet yang ada di tangan kananya.


BAAAAMMMMM!!!


Zuberi terpental ke belakang lalu Corni muncul di depannya, "OMNIPOTENT'S SAINT MAGIC: SOUL'S RUSH!!!" Kedua Gauntlet Corni mulai di lumuri dengan aura hijau muda yang terdapat beberapa tengkorak hijau muda, tengkorak hijau itu mulai melingkari kedua Gauntlet yang Corni gunakan. Corni langsung menghantam wajah Zuberi hingga terdengar suara patah di leher-nya lalu Corni menghantam kedua bijinya hingga pecah, "UAAGGGHHHHH!!!" Teriak Zuberi keras karena kelamin-nya baru saja meledak, Corni mengakhiri serangannya dengan menghantam perut Zuberi hingga organ tubuh yang ada di dalamnya hancur.


BAAAAAAAAMMMMM!!!


Zuberi terpental ke belakang lalu Corni mulai menunjuk Zuberi menggunakan kedua Gauntlet itu, "HAAAARRRGGHHHH!!!" Teriak Corni hingga kedua Gauntlet-nya mulai berubah menjadi tengkorak hijau besar yang melesat menuju arah Zuberi, kedua tengkorak itu langsung melahap habis Zuberi hingga tidak menyisakan anggota tubuh apapun.


BAAAAAAAAAAMMMMMMMM!!!!


"Hah... hah... hah---"


"GRAAAAAGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Zuberi keras hingga ia mulai meledakkan dirinya sendiri, kedua Gauntlet tengkorak itu berubah kembali menjadi Gauntlet biasa, seluruh tubuh Zuberi kembali pulih karena sihir regenerasinya yang kuat sekali. Dia mendapatkan sihir regenerasi yang kuat dari DNA Xavier dan Rinc, saat ini Zuberi mendapatkan Legend's Boost lagi. Ia mulai berputar lalu menendang kedua Gauntlet itu ke arah Corni.


Corni berubah kembali menjadi wujud biasa-nya karena kelelahan menggunakan sihir ilusi-nya mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, "S-SIAL---" Gauntlet itu mengenai wajah dan tubuhnya hingga Corni terpental ke belakang dan tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang sekarat, "Ughhh---"


BAAMMMM!!!


Kedua lengan Corni langsung hancur oleh Zuberi karena ia menginjak kedua lengan Corni, "AAAAAGGGGHHHHHHH!!!!" Teriak Zuberi keras hingga Corni mulai menangis karena merasa kesakitan, Zuberi mulai mengangkat kaki kanannya dan ia mulai mencoba untuk menginjak jantung Corni, kedua kakinya mulai terlumuri dengan api dan listrik, "BERAKHIR SUDAH!!!"


... 


...


ZWOOOSSHHH!!!


Tiba-tiba Alvin muncul di depan Zuberi selagi menghantam seluruh tubuhnya menggunakan kedua kakinya saja lalu Alvin mulai menendang wajah Zuberi dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, Alvin mendarat di depan Corni lalu ia mulai menatap Zuberi dengan tatapan yang terlihat serius, "K-Kau...!?" Ketika Zuberi melihat Alvin menyelamatkan Corni ia mulai merasa kesal, tetapi ia juga mulai merasa senang bahwa mantan Dewa Touri datang untuk melawan dirinya.


"Hmph, ini baru bagus... Akhirnya aku bisa bertemu dengan wajah dari mantan Dewa Touri!" Zuberi tersenyum lalu ia mulai memulihkan seluruh tubuhnya termasuk tenaga-nya juga, "Hahaha...!" 


Alvin hanya bisa diam dan tidak mengatakan kata apapun, Rina muncul di belakang Corni lalu ia membawanya pergi menuju arah dimana Agfi, Aiko, dan Aqrila. Mereka bertiga saat ini sedang berada di posisi dimana Virra berada, Alvin tiba-tiba muncul di depan Zuberi selagi menatap wajahnya dengan tatapan yang terlihat mematikan, Zuberi terlihat cukup terkejut karena pergerakan Alvin, "KEKUATANKU INI MAMPU MENGALAHKAN WUJUD MORTALMU!!!" Zuberi melesatkan tinjunya ke depan lalu Alvin mulai mundur lalu ia menendang perut Zuberi hingga ia terpental ke belakang cukup jauh.


"THUNDER ATOMIC BLITZ!!!" Zuberi mulai meluncurkan beberapa bola listrik yang terlumuri dengan api-api, Alvin langsung menendang semua sihir itu hanya menggunakan kedua kakinya. Saat ini Alvin terlihat serius dan ia tidak mau bermain-main melawan musuhnya karena ia hampir saja kehilangan anaknya lagi. Alvin melesat ke depan lalu ia menendang perutnya hingga Zuberi terpental ke belakang.


Zuberi muncul di depan Alvin lalu ia mencoba untuk memukul seluruh tubuhnya, tetapi Alvin menahan semua serangan itu menggunakan kedua kakinya yang terlumuri dengan aura Crimson-nya, Zuberi mencoba untuk menghantam kepala Alvin, tetapi Alvin menahan serangan itu menggunakan tinju kirinya, "... ..." Alvin langsung menghantam wajahnya menggunakan kaki kanannya hingga ia terdorong ke belakang.


Ketika Zuberi menatap ke depan, ia melihat Alvin meluncurkan Final Shine Attack-nya ke arah Zuberi hingga ia langsung membulatkan kedua matanya, seluruh tubuh Zuberi langsung terkena gelombang itu hingga tubuhnya mulai terbakar oleh gelombang Final Shine Attack, "K-KEKUATAN APA INI...!?" Teriak Zuberi keras.


BAAAAAMMMMMMM!!!!

__ADS_1


__ADS_2