Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 91 - Omni-Touri


__ADS_3

Semua penghuni Touri langsung muncul tepat di depan Alvin karena jentikkannya yang mengandung sihir pemanggilan. "Ehh...? Apa-apaan ini?! Bagaimana kita semua bisa berada di tempat aneh ini?"


"Padahal aku barusan sedang berlatih, kok tiba-tiba dipindahkan ke tempat seperti ini?"


Semua penghuni Touri mulai bertanya-tanya kenapa mereka bisa berada di tempat itu. Tidak ada yang kesempitan dan tidak ada yang saling mendorong-mendorong, mereka semua saling baris dengan posisi yang teratur karena Alvin yang mengatur posisi mereka menggunakan telekinesis. Shira langsung membulatkan kedua matanya ketika melihat semua penghuni Touri berbaris dengan sangat rapih. "AURA-AURA APA YANG AKU RASAKAN INI?! SEMUANYA TERCAMPUR MENJADI SATU, HEBAT....!!!"


Kyra, seorang iblis dari Zuusuatouri mulai mengacungkan tangannya, ia berada hampir dibarisan terdepan jadi Alvin bisa melihatnya dengan jelas. "Ada apa, Kyra dari semesta Zuusuatouri?" Tanya Alvin dengan wajah yang kebingungan.


"Kenapa kita semua para penghuni semesta Touri bisa berkumpul di satu tempat ini? Apakah ada sesuatu hal yang SANGAT penting terjadi?" Tanya Kyra dengan sebuah ekspresi yang kebingungan, Alvin hanya bisa menunjukkan senyuman kecil kepada iblis itu.


"Aku ingin semua penghuni Touri untuk tenang, tujuan asli kenapa aku mengumpulkan kalian semua di satu tempat seperti ini, itu semua karena...!"


"Ahhh... Menghabiskan waktu saja." Haruki menyilangkan kedua lengannya selagi menatap wajah Alvin dengan tatapan yang terlihat sangat bosan mendengar percakapan Alvin.


"Aku mohon kepada kalian semua para penghuni Touri agar bisa menurutiku hanya untuk hari ini saja....!!! Hari ini dan seterusnya kau boleh mengabaikan dan melupakanku karena aku... Dewa Alvin Ghifari sudah memutuskan untuk pensiun dari Dewa Touri dan memberikan kekuasaan itu kepada anakku,  Memory Mortem!!!" Teriak Alvin hingga mampu membuat hampir semua penghuni Touri terkejut karena ia tanpa disadari akan pensiun, ia akan memberikan kekuasaannya kepada Mortem.


Semua penghuni Touri langsung terkejut mendengar itu karena bagi seseorang yang mempercayai Alvin berita itu cukup buruk dan mengejutkan, sedangkan bagi penghuni yang tidak mempercayai Alvin atau tidak memperdulikan tentang dewa-dewi hanya bisa diam dan mempertahankan wajah mereka untuk tidak terlihat senang atau puas.


"Ehh!? Dewi Touri pertama adalah Memory Mortem Ghifari!?"


"Bagaimana bisa ini terjadi?! Kenapa Dewa Alvin harus pensiun dari jabatan Dewa segalanya?!"


"Sebenarnya apa alasanmu, Dewa Alvin!?" Teriak seorang Saint yang berada di sebelah Mortem dan Eclipse. Alvin langsung menatap Saint itu dengan tatapan kebingungan. "Alasannya ya... Alasan..." Alvin hanya bisa tersenyum.


"Kau cukup sopan juga untuk meneriakan sebuah pertanyaan melainkan memperkenalkan namamu dulu, Saint." Alvin tersenyum.


"Shizukaze Shizen dari semesta Yuusuatouri, aku ingin bertanya tentang suatu hal yaitu apa alasan anda sebenarnya hingga anda mengundurkan diri dari jabatan Dewa Touri?" Tanya Shizen.


Mortem melirik kepada Alvin dengan tatapan yang sangat khawatir. Alvin langsung terkekeh dan mulai menunjukkan senyuman yang sangat lebar sekali seperti menunjukkan sebuah bahasa isyarat yang menandakan semuanya akan baik-baik saja. "Alasannya hanya dua yaitu... Aku sudah lelah terhadap pekerjaanku dalam mengurusi keseimbangan semesta Touri jadi aku memutuskan untuk menikmati masa-masa pensiunku, jadi aku Dewa Alvin ingin mengucapkan dari lubuk hatiku sepenuhnya untuk berterima kasih kepada semua penghuni Touri yang sudah mempercayaiku dan memberikanku harapan..."


"Aku sangat berterima kasih kepada kalian semua." Alvin mulai menundukkan kepalanya kepada semua penghuni Touri, semua penghuni Touri itu langsung menunjukkan wajah yang terkejut karena melihat Alvin bersikap seperti seseorang yang berbeda. Ia layaknya seperti mortal yang memohon kepada Dewa.


"Angkat kepala anda, Dewa Alvin. Aku adalah pengikutmu yang setia." Ucap Shizen dengan sebuah senyuman diwajahnya.


"Terima kasih."


"Alvin..." Shira menatap wajah Alvin yang terlihat seperti penuh harapan, ia langsumg terinspirasi darinya karena ia hingga sekarang masih bisa menahan perasaan yang sangat menyakitkan, Shira langsung ikut tersenyum. "...memang sosok yang menginspirasi dan aneh juga..."


Semua penghuni Touri langsung saling menatap satu sama lain dan mulai tersenyum, semua penghuni Touri yang mempercayai Alvin langsung mengangkat lengan kanan mereka dan mulai menggerakannya ke bawah dan ke atas. "Dewa Alvin! Dewa Alvin! Dewa Alvin!!!"


"PUJA DEWA ALVIN...!!!" Semua penghuni Touri langsung meneriakan kata-kata itu dengan sangat keras hingga mampu membuat Alvin terkejut, ia menatap mereka semua yang mulai berlutut kepadanya, dengan melihat itu Alvin langsung menunjukkan senyuman lebarnya. "Terima kasih... Karena sudah mempercayaiku..." Alvin langsung mengangkat kembali kepalanya lalu ia tersenyum dgn menunjukkan gigi-nya.


"Sekarang, angkat kepala kalian semua, para penghuni Touri!" Ucap Alvin hingga langsung membuat semua penghuni Touri mengangkat kepala mereka dan kembali menatap wajah Alvin.


Korrina langsung tersenyum melihat Alvin yang telah dipuja untuk terakhir kalinya. "Sekarang... Dewi Touri baru kalian yang bernama Memory Mortem akan menunjukkan kekuatan maha kuasanya dan juga akan memberi kata-kata kalian semua penghuni Touri."


Alvin mundur beberapa langkah lalu Mortem maju ke depan dan mulai memanggil sebuah cincin berwarna silver di belakangnya dan setelah itu sebuah simbol OMNI muncul tepat di atas kepalanya, semua penghuni Touri langsung terkejut dan mulai tersenyum bahwa Mortem benar-benar seorang Dewi Touri yang akan menggantikan Alvin.

__ADS_1


Diluar Mortem terlihat biasa saja, tetapi di dalam dirinya ia merasa sangat gugup dan malu sekali untuk menghadapi semua penghuni Touri, ia masih belum benar-benar siap untuk menjadi Dewi Touri karena masih ada beberapa hal yang harus ia pelajari yaitu kepercayaan diri untuk menjadi seorang Dewi Touri.


Mortem melirik ke belakang dan ia melihat Alvin yang sedang tersenyum. "Kau pasti bisa..." Ucap Alvin pelan lalu ia menganggukan kepalanya.


Mortem mengangguk lalu ia mulai menunjukkan ekspresi wajah yang terlihat sangat serius dan tegas, ia mulai menatap ke depan. "Perkenalkan, aku adalah Memory Mortem Ghifari! Seorang Legenda Eternal yang lahir dari keluarga Ghifari, seorang Dewi dari segala legenda yang telah diangkat menjadi seorang Dewi Touri!!!" Ucap Mortem dengan nada yang terdengar cukup keren.


"Untuk sekarang hingga akhir dari semesta Touri, aku akan menjadi dewi segalanya yang baru! Caraku mengatur semesta ini hampir sama dengan Papa-ku, aku hanya menggantikannya karena aku adalah anaknya! Jadi singkatnya aku adalah seorang penerus dari Dewa Touri yang bernama Alvin Ghifari!"


Alvin menyilangkan kedua lengannya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat sangat bangga. Semua penghuni Touri langsung merasa sangat senang karena tujuannya sama seperti Alvin yang mencoba untuk menyeimbangkan Touri, tetapi sepertinya Mortem akan lebih lembut lagi. "Ingatlah baik-baik,  aku tidak sama seperti Papaku... Aku akan melakukan tugasku lebih tegas lagi dari Papa-ku."


"Omni-Touri!!!" Seluruh tubuh Mortem langsung bersinar dengan sangat cerah, sinar itu memiliki warna silver. Beberapa detik kemudian sinar itu langsung terserap oleh Mortem, kedua matanya berubah menjadi warna silver cerah dan ia tidak memiliki pupil, rambutnya berubah menjadi warna silver dengan aura tenang di sekitarnya.


"Keberadaan ini... Sama seperti Alvin sejak pertama kali aku bertemu dengannya... Aura dan keberadaannya persis ketika aku tereinkarnasi menjadi seorang Legenda dan keberadaan ini anehnya aku tidak bisa merasakannya lagi ketika Alvin mencoba untuk membunuhku hingga sekarang..." Shira mulai menatap yang terlihat sangat tenang, ia menunjukkan senyuman kecil diwajahnya selagi mendengarkan Mortem berpidato.


"Apa yang dia pikirkan sejak itu..."


Shira mulai menatap ke depan dimana ia melihat Mortem sedang berpidato. "Ternyata benar. Mortem adalah sesosok Legenda Eternal yang telah dipilih menjadi Dewi dari segalanya atau Dewi Touri yang ketiga... Sungguh hebat, aku bahkan tidak bisa merasakan setitik energinya."


"Apakah kau penasaran kenapa kau tidak bisa merasakan keberadaanku yang sama sejak kau pertama kali bertemu denganku?" Tanya Alvin.


Shira mengangguk. "Tentu saja."


"Wujud Mortem saat ini adalah wujud Omni-Touri, sebuah wujud Dewa maha kuasa akhir yang dikeluarkan hingga potensi penuh atau bisa aku sebut kekuatan Mortem saat ini diwujud Dewa maha kuasanya telah menempuh 100%. Tidak ada siapapun yang bisa mengalahkannya diwujud itu, wujud itu maha kuasa sekali, sangat maha segalanya." Ucap Alvin.


"Kenapa...? Kenapa kau tidak menggunakan wujud ini lagi...? Kenapa kau tidak menggunakan wujud ini untuk melawan Zoiru?! Jika itu maha segalanya maka segal itu pasti tidak akan berguna terhadap sihir Omni-Touri." Ucap Shira dengan nada seriusnya, ia mulai merasa sedikit kesal karena Alvin menyembunyikan wujud lainnya tentang dewa maha kuasa.


Alvin hanya bisa terkekeh selagi tersenyum. "Alasannya sudah jelas, Shira... Aku ini lemah."


"Lemah karena aku tidak bisa mengendalikan sisi-ku yang lain... Yang aku maksud adalah jika aku menggunakan wujud itu terlalu lama maka ingatan dan semua harga diri yang aku miliki akan terambil alih dengan keegoisan. Dan juga wujud itu akan mempengaruhi pikiranku yang lemah ini contohnya aku membunuh sejak itu, Shira."


"Ide itu berasal dari godaan wujud Omni-Touri... Singkatnya pikiranku ini dipenuhi dengan pikiran yang bermacam-macam hingga sekarang ini dan aku melawannya tanpa henti..."


"Aku tidak bisa mempercayai pikiranku sendiri..." Ekspresi Alvin yang tadinya terlihat tenang langsung berubah drastis menjadi kesal.


Shira langsung terkejut melihat ekspresi Alvin yang terlihat kesal, semua penghuni Touri langsung bersujud kepada Mortem. "PUJA DEWI DARI SEGALANYA YANG BARU!!! DEWI MORTEM!!!" Teriak semua penghuni Touri, walaupun beberapa dari mereka ada yang tidak memperdulikan tentang dewa-dewi, mereka semua pasti dipaksa oleh seseorang yang dekat dengan mereka.


Mortem langsung tersenyum. "Terima kasih para pengikut baruku." Alvin langsung mengubah ekspresinya lagi menjadi senang ketika melihat semua penghuni Touri bersujud kepadanya dan memujanya.


"Aku mengizinkan kalian semua untuk mengangkat kepala kalian sekarang juga." Ucap Mortem, semua penghuni Touri langsung mengangkat kepala mereka dan mulai menatap kembali kepada Mortem.


"Apakah kalian memiliki pertanyaan dipikiran kalian semua? Kalian bisa menanyakanku dan aku sebagai dewi kalian akan menjawabnya sebisa mungkin."


Banyak sekali penghuni Touri yang mengangkat tangan mereka semua, melihat hal itu Mortem langsung menunjukkan wajah yang terkejut karena ia bingung untuk memilih, ia harus bersikap adil kepada semua pengikutnya. "Waahhh..." Mortem melirik kepada Alvin.


"5 pertanyaan. Kau pilih siapapun yang ada di depanmu, Mortem." Jawab Alvin.


Mortem mengangguk lalu ia menatap ke depan dan mulai menunjukkan kelima jari di tangan kannya. "Aku akan menjawab lima pertanyaan para mortal yang beruntung, jadi aku akan menunjuk kelima mortal itu sekarang juga..." Mortem mulai mencari para mortal yang menarik perhatiannya atau singkatnya ia ingin mencari seseorang yang terlihat ingin memberikan pertanyaan kepadanya.

__ADS_1


"Aku mulai dengan iblis yang berada di sebelah Kyra dari semesta Zuusuatouri!" Mortem langsung menunjuk seorang iblis yang mengangkat tangan kanannya, iblis itu berdiri tepat di sebelah Kyra. Seketika Mortem menunjuk iblis itu, iblis tersebut langsung tersenyum lebar hingga mampu membuat Mortem terkejut karena iblis itu terlihat seperti iblis yang baik. "Seorang iblis tersenyum...!?"


"Kau, apa pertanyaanmu?" Tanya Mortem.


"Perkenalkan, namaku Yusakage Kuro dari semesta Zuusuatouri! Aku ingin memberikan pertanyaan untuk anda, Dewi Mortem. Karena anda sekarang sudah menjadi seorang dewi maha kuasa, apakah kau akan menciptakan semesta baru?" Tanya Kuro.


"Pertanyaan yang cukup bagus. Aku akan menjawabnya sekarang, sepertinya aku suatu saat akan menciptakan semesta baru tapi entah kapan." Jawab Mortem, Kuro langsung menundukkan kepalanya. "Terima kasih banyak, Dewi Mortem."


Mortem langsung melirik ke arah malaikat dan ia melihat Chiara sedang menunjuk seorang malaikat yang berada di depannya, tunjukkan itu menandakan bahwa seorang malaikat yang berada di depan Chiara sepertinya memiliki pertanyaan bagus. "Kau! Malaikat yang berambut pirang!" Mortem menunjuk seorang malaikat yang berada di depan Chiara.


"Yureika Asuka, seorang malaikat yang tinggal di semesta Xuusuatouri. Aku memiliki pertanyaan untukmu, Dewi Mortem. Apa yang terjadi jika kita semua ras dari semesta masing-masing berperang...? Apakah kau akan ikut campur?" Tanya Asuka.


Mortem langsung tersenyum ketika mendengar pertanyaan Asuka yang terdengar cukup menarik. "Menarik... Jika perang itu antara mortals maka kami para dewa dan dewi tidak akan ikut campur!"


"Terima kasih banyak karena sudah menjawab." Asuka menundukkan kepalanya kepada Mortem. Mortem mulai menatap ke depan dan ia melihat seorang Legenda yang ekspresinya terlihat sangat kesal sekali selagi mengacungkan lengan kanannya. "Kau!" Mortem menunjuk legenda yang berekspresi kesal itu.


"Sialan...!!!" Ucap Legenda kesal itu, seorang gadis yang berada di sebelahnya mulai menginjak kakinya. "Awww...!!!" Ucap Legenda kesal itu, ia langsung menatap gadis yang berada disebelahnya. "Hentikan itu, Fidya...!"


"Cepat... Tanya Dewi Mortem!" Ucap Fidya.


"Ggghhh... Shimatsu Arata dari semesta Yuusuatouri, aku ingin menanyakan sebuah pertanyaan kepadamu, D... De.... Dewi Mortem...!" Ucap Arata dengan nada terpaksanya.


Mortem terkekeh. "Apa yang kau mau?" Tanya Mortem.


"Apa kau akan menjadi seorang Dewi yang tidak terlalu mementingkan ego-mu?" Tanya Arata dengan ekspresi yang terlihat serius, Mortem langsung memegang dagunya. "Pertanyaan yang cukup bagus. Sayangnya pertanyaan itu tidak bisa aku jawab di depan semua penghuni Touri..." Jawab Mortem.


"Apa kau bilang...?!"


"Maafkan aku."


"Kakak, menunduklah karena kau sudah dijawab oleh dewi Mortem." Bisik Fidya kepada Arata. Arata langsung menunjukkan wajah yang sangat kesal. "Aku menol---" Fidya langsung menghantam kepala bagian kepala Arata lalu ia secara paksa menundukkan kepalanya. "Maafkan sikap kakak-ku yang bodoh ini, Mortem." Fidya terkekeh.


"Ya..." Mortem mengangguk lalu ia mencari Legenda lain, ia melirik ke arah barat dan ia melihat seorang Legenda yang memiliki sabit dibelakang punggungnya sedang mengacungkan lengan kanannya setinggi mungkin. "Kau!" Mortem langsung menunjuk Legenda yang memiliki sabit dibelakang punggungnya.


"Ahh!!! Baiklah!!! Shizukaze Shizen dari semesta Yuusuatouri ingin menanyakan suatu hal kepada anda, dewi Touri! Di semesta Touri ini... Apa yang paling kau inginkan?" Tanya Shizen. Mortem langsung tersenyum dan melirik kepada Alvin. "Aku sangat menjadi sesosok dewi segalanya yang sama dengan Papaku! Dia sangat menginspirasiku!!! Dia adalah sesosok Legenda yang sangat hebat!"


"Jadi begitu ya... Terima kasih banyak karena sudah menjawab, Dewi Mortem." Shizen menunduk kepada Mortem dengan penuh kehormatan lalu Mortem mulai mencari mortal dengan pertanyaan terakhirnya, ia tiba-tiba melihat seorang Saint Legenda yang sedang melamun.


Saint Legenda yang sedang melamun itu langsung mulai meregangkan kedua lengannya, jadi Mortem menyangka ia mengacungkan lengannya dan itu mengartikan ia memilih sebuah pertanyaan. Mortem langsung menunjuk Saint Legenda itu. "Kau! Pertanyaan terakhir!" Ucap Mortem dengan sebuah senyuman.


"Ehh...?! Aku!?" Saint itu langsung menunjuk dirinya sendiri. "Ya, apa pertanyaanmu, mortal?" Tanya Mortem.


"Shichiro Haruki dari semesta Yuusuatouri, sebenarnya aku tidak tertarik untuk memberikan pertanyaan kepadamu sih... Yah kalau sudah terpilih bagaimana lagi...." Haruki menghela nafasnya.


"Apa yang akan kau lakukan pada saat akhir dari semesta Touri? Apa kau sibuk? Maukah kau melindungi kami semua?" Tanya Haruki.


"Pertanyaan yang cukup menarik. Jika seseorang mengancam Touri seperti Zoiru, maka aku akan ikut campur dengan masalah itu. Touri adalah semesta yang sangat mutlak, Touri harus hidup untuk selamanya!!!" Ucap Mortem dengan wajah yang terlihat serius.

__ADS_1


"Terima kasih karena sudah menjawab, dewi mortem." Haruki menunduk kepada Mortem lalu ia kembali melamun. Alvin mulai berjalan maju ke depan selagi menatap semua penghuni Touri. "Sudah resmi... Mulai sekarang hingga akhir dari Touri...!!! Memory Mortem adalah Dewi Touri yang baru!!!" Alvin mengangkat lengan kanannya lalu ia mulai menjentikkan jarinya hingga mereka semua langsung menghilang.


"Gugghh... Lenergyku... Habis..." Alvin langsung jatuh pingsan, tetapi Mortem menangkapnya. "Kerja bagus untuk sekarang..." Mortem langsung menunjukkan senyuman yang sangat manis.


__ADS_2