
"NRRRRGGGHHHH.... AAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!! MAMAAAA!!!! PAAAAPAAAAAAHHHHHHHHH!!!" Teriak Arisu dengan ia meneriakan Mama dan Papa-nya sekeras mungkin hingga seluruh auranya mampu mengguncangkan planet Legendarius, daratan mulai perlahan retak karena Arisu.
Arisu dan Welly sama-sama merasakan kesakitan yang dahsyat, kesempatan besar bahwa mereka bisa saja terbunuh karena Secret Magic yang Welly gunakan.
Tempat dimana Shiro berada, ia sedang duduk di atas kursinya selagi memegang secangkir teh, ia melirik ke jendela dan mulai merasakan getaran yang sangat amat besar entah dari mana. "Getaran ini... Apa...?" Shiro tidak bisa merasakan energi sihir miliki siapapun saat ini karena seluruh tubuhnya masih sangat lelah sejak ia selesai bertarung melawan Azriel.
Di sisi lainnya, Homuze dan Korrina mulai merasakan guncangan yang sangat amat besar. "Guncangan besar apa ini...? Aku tidak bisa merasakan energi sihir seseorang yang telah mengguncangkan planet ini." Ucap Homuze dengan ia menatap Korrina yang sedang menatap jendela dengan wajah yang serius.
"Aku memiliki perasaan buruk tentang ini..." Korrina mulai menyilangkan kedua lengannya.
"NRRRRGGHHH...!!! KAK METHODE....!!!! KAK SYNA...!!!! KAK ECLIPSE...!!! TOLONG...!!!! AAAAAHHHHHHHHHHHH!!!" Arisu melepaskan gelombang yang sangat besar menuju atas langit, gelombang itu berwarna emas dan sangatlah cerah hingga seluruh Legenda yang berada di Legendarius bisa melihatnya.
Kedua mata Arisu langsung berubah menjadi merah dan Welly membuka kedua matanya dengan perlahan selagi menatap Arisu yang tiba-tiba berhenti berteriak, ia mencoba untuk bangkit dari atas tapi tidak bisa. "Nrrrgghhh..."
"GAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!", Teriak Arisu dengan sangat keras hingga Welly langsung terpental ke belakang lalu mengenai pohon yang sangat besar.
...
...
Arisu tersenyum dengan jahat lalu ia menatap Welly dengan tatapan yang sangat kalem dan tenang, aura jahat bisa terlihat sangat jelas dan menyengat bagi Welly. "Hmph... Apakah kau yang membangkitkan diriku ini hingga sempurna?"
"Nrrrgghhh..." Welly mencoba untuk berbicara, tetapi ia tidak bisa karena kondisi jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat hingga ia tidak bisa bernafas, Arisu hanya bisa menertawainya selagi menepuk wajahnya sendiri. "Dasar bodoh... Seseorang yang telah berhasil membangkitkanku adalah seseorang yang memiliki sihir dengan resiko umur abadi...?" Arisu menembak Welly dengan sebuah energi sihir yang berjumlah besar hingga Welly langsung menyerap semua energi sihir tersebut.
Welly perlahan-lahan mulai bangkit dari atas tanah lalu ia menatap kedua tangannya dengan wajah yang kebingungan. "Apa ini...?" Arisu muncul tepat di depan Welly. "Sebagai terima kasih, aku memberikanmu sebuah energi sihir yang berjumlah besar."
Welly melirik ke belakang karena ia merasa sangat terkejut dengan melihat kecepatannya. "K-Kau...? Apakah sihirku berhasil...? Apakah kau telah sepenuhnya terkendali olehku?!" Tanya Welly.
"Hmph, jangan bodoh. Tubuh ini sangatlah kebal dengan sihir pengendalian, tapi karena tubuh ini memiliki darah Eternal dan itu aku... Tadi kau baru saja mengeluarkan sihir aneh yang mampu membuatku mengendalikan tubuh Arisu." Arisu menatap kedua tangannya karena ia merasa sangat terkejut dan juga tidak percaya bahwa ia bisa mengendalikan tubuh Arisu.
"Sekarang, Arisu, patuhilah perintahku!!!"
"Tidak mau, untuk apa aku mematuhimu? Tujuanku sudah sepenuhnya tercapai yaitu mengendalikan tubuh ini, tubuh Arisu... Sekarang aku bebas dan bisa melakukan apapun yang aku mau dengan tubuh yang luar biasa ini, Arisu itu memanglah keras kepala karena terus mengurungku di dalam tubuhnya...!!!"
Welly langsung merasa sangat terkejut karena Arisu benar-benar tidak menuruti apa yang ia katakan. "K-Kau...? Kau seperti menjadi seseorang yang berbeda, sebenarnya kau ini siapa...?"
"Wujud Eternal sempurna Arisu... Shiratori Arika." Sosok eternal Arisu memperkenalkan dirinya sebagai nama Arika, ia tiba-tiba bangkit dari atas daratan lalu ia melirik ke segala tempat karena ini pertama kalinya ia bisa merebut dunia luar. Welly mulai melayang juga lalu ia berhenti tepat di sebelahnya. "Aku tidak mengerti... Apa yang kau maksud dengan Eternal ini?"
"Eternal adalah sebuah ras yang memiliki sifat yang berbeda dari si pengguna tubuh ini, contohnya Arisu denganku... Dan juga Eternal memiliki sumber energi sihir yang sangat besar, karena aku adalah anak dari darah Homura dan Shiro... Itu artinya aku bisa menggunakan energi negatif..." Arika menatap Welly lalu kedua matanya bersinar karena ia berencana untuk membaca apa yang Welly pikirkan, seketika ia membaca seluruh pikirannya ia mulai tertarik dengan tujuannya yaitu membangkitkan seorang dewa kegelapan.
"Hmph... Membangkitkan dewa kegelapan...? Dengan kekuatan sihir Necromancer dan kau sendirian, kau ingin membangkitkan Dewa Kegelapan yang tujuannya untuk menghancurkan segala ras Legenda?!" Tanya Arika dengan wajah yang tersenyum seperti meremehkan Welly, ia tiba-tiba menyikangkan kedua lengannya lalu ia menatap langit-langit dengan kedua matanya yang berwarna merah.
"Kau benar-benar sesosok legenda yang maha tahu... Bagaimana makhluk sepertimu ini bisa hidup di semesta Touri?" Tanya Welly dengan wajah yang kesal.
"Generasi selanjutnya adalah generasi yang paling di takutkan dan sudah jelas akan berpotensi, tubuh ini adalah generasi selanjutnya dari keluarga Ghifari dan Shiratori... Itu artinya tubuhku akan bertambah kuat setiap saat juga energi sihir akan berjumlah dengan sangat banyak...!!!" Arika mulai melebarkan kedua lengannya.
Arika mulai menatap Welly dengan tatapan yang serius hingga poni yang menghalangi matanya langsung terlihat. "Dorongan apa ini..."
"Untuk membangkitkan si dewa menyusahkan ini, kau butuh nyawa-nyawa yang kuat ya...? Kau tidak berencana untuk membunuh seseorang yang sangat kuat dengan pasukan-pasukan lemahmu itu 'kan...?" Tanya Arika.
"Mereka tidaklah lemah, aku tidak berencana untuk membunuh yang terkuat, tetapi aku berencana untuk membunuh yang lemah dengan jumlah yang banyak... Cara itu bisa juga untuk membangkitkan Dewa Kegelapan..." Ucap Welly dengan wajah yang sangat serius, Arika tiba-tiba mulai memegang dagunya hingga ia kemudian mulai menunjukkan wajah yang jahat dan kesal.
"Lebih baik kau serahkan semuanya kepadaku saja..." Ucap Arika.
"Hah...? Kau ingin membantu?" Tanya Welly dengan wajah yang kebingungan, Arika lalu tiba-tiba berubah menjadi wujud Saint Revolution. Auranya mulai membesar hingga Welly sendiri merasa sangat terkejut dan merinding karena telah merasakan kekuatan murni dan sihirnya yang meningkat. "Tubuh ini bisa mengalahkan siapapun, bahkan aku dengan mudah mampu menghancurkan seluruh planet dengan hanya SATU sihir saja..."
"Arisu bodoh itu menyia-nyiakan tubuh yang mampu bertambah kuat ini... Baiklah, aku akan membantumu, Welly."
__ADS_1
"Ini berjalan dengan lancar sepertinya... Aku memiliki seseorang yang kuat berada di sisi-ku sekarang." Welly mulai tersenyum dengan sangat jahat hingga Arika menyadari itu.
"Jangan mudah percaya denganku, Welly... Aku tidak memihak siapapun..." Arika lalu meraba bahu kanannya hingga mereka berdua langsung menghilang dengan sangat cepat.
Planet Legenia, kota yang diberi nama sebagai Sillentesius. Seorang Legenda yang bernama Osamu berjalan di tengah kota selagi menatap ke atas langit dan mulai mengingat tentang sesosok Shira. "Masa depan memang tidak bisa kita prediksi..." Ucap Osamu dengan ia mulai membenarkan mahkota yang berada di atas kepalanya.
Osamu adalah raja selanjutnya yang mimpin planet Legenia, dia ini adalah raja yang adil dan juga bijak berbeda dari Rionald yang lebih mementingkan untuk memperbudakan bangsa Legenda. Osamu ingin sekali bertemu dengan Shira atau Shiro dan memberinya kesempatan untuk tinggal di planet Legenia, tetapi semua itu mustahil karena semua yang Osamu kenal telah terpecah-belah seperti Shira, Naoki, Megumi, Homura, dan yang lain-lainnya.
Arika dan Welly yang sedang berada di atas langit tiba-tiba menatap Osamu yang sedang di kepung oleh para warga Legenda-legenda lainnya. "Menarik... Ternyata Legenda itu telah menjadi raja dari Legenia ya...?"
"Kau mengenalnya?"
"Ya... Dia adalah Legenda terkuat di planet ini, bukannya cara membangkitkan dewa itu dengan mengumpulkan jiwa-jiwa... Ya...?" Arika menunjukkan wajahnya yang terlihat sangat menyeramkan, Welly mengangguk lalu ia melakukan sesuatu dengan mengangkat kedua tangannya ke atas lalu ia menembak beberapa energi yang berwarna hijau menuju seluruh kota yang berada di Planet Legenia.
Arika dan Welly telah menyusun rencana sejak mereka melakukan teleportasi menuju planet Legenia, Welly menembakkan sihir necromancer-nya untuk membangkitkan semua pasukannya agar pasukan-pasukannya bisa menyerang seluruh Legenda yang ada di planet ini, Arika mengatakan sesuatu kepada Welly yaitu untuk tidak membiarkan salah satu dari mereka selamat terhadap takdir kematian mereka.
Para Legenda yang berada di kota Sillentesius sudah jelas akan melihat energi sihir yang Welly kerahkan, Osamu menatap ke atas hingga ia menatap wajah Arika dengan tatapan yang serius. "Penyusup...?" Osamu tiba-tiba mulai berkeringat seketika menatap Arika.
Tiba-tiba salah satu prajurit yang berada di belakang Osamu mulai menerima sebuah laporan dari berbagai kota bahwa semua kota yang berada di planet Legenia telah terserang oleh Undead yang sangat kuat. "Raja Osamu...!" Panggil prajurit itu dengan wajah yang tergesa-gesa, wajahnya terlihat sangat ketakutan karena ia takut bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi.
"Ada apa...?" Tanya Osamu.
"S-Semua kota... Telah di serang oleh para undead---" Tiba-tiba kepala prajurit itu langsung meledak layaknya seperti balon yang ditusuk oleh jarum, prajurit itu langsung terjatuh hingga membuat Osamu terkejut. Ia melirik ke atas dimana ia melihat Arika yang sedang menunjuk prajurit yang melapor kepadanya tadi.
"Memberitahu seseorang tentang berita penting itu tidak menyenangkan... Seharusnya kalian para spoilers enyalah dari hadapanku..." Ucap Arika dengan wajah yang kesal.
"Kedua bocah mampu menggunakan sihir yang sangat mematikan dan juga berbahaya...?! Ada apa dengan perkembangan zaman ini...?!" Tanya salah satu dari prajurit itu.
"Mereka itu anak kecil, tapi mereka tidak bisa kita remehkan begitu saja. Meremehkan musuh itu bukanlah cara kami...! Para Legenda!!!" Ucap Osamu dengan ia mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat keras.
"YAAAAAA!!!" Teriak semua prajurit, para rakyat Legenda lainnya mulai melarikan diri dan menjauh dari kota Sillentesius karena mereka ingin menyelamatkan diri mereka sendiri demi hidup selamanya. "Legenda kok takut kematian...? Katanya Legenda itu tidak akan mati...?" Arika tersenyum dengan sangat jahat hingga semua legenda yang tidak berdosa langsung tertusuk di jantung dengan rantai-rantai yang bermunculan dari bawah tanah.
"Arika, mari kita lakukan ini bersama... Mari kita taklukan para Legenda sialan itu." Ucap Welly dengan ia mulai bersiap.
"Tugasmu hanya melihat dan diam saja, aku tidak mau membagi mangsaku dengan seseorang. Aku akan atasi mereka juga bersenang-senang dengan mereka...!!!" Arika mendarat di atas tanah lalu ia menatap Osamu dan prajurit-prajuritnya yang berjumlah sangat banyak. "Mari kita uji coba tubuh ini...!!!"
Semua legenda yang sedang berada di hadapan Arika mulai bersiap. Mereka semua mulai mengeluarkan pedang mereka, menunjukkan kuda-kuda mereka, dan menyiapkan beberapa sihir untuk menyerang Arika bersamaan. "Shiratori Arika akan memberi kalian tiket gratis menuju alam kematian yang hanya pantas untuk kalian semua Legenda Legenia...!!!"
"S-Shiratori...?!" Jantung Osamu langsung berdetak dengan sangat cepat ketika mendengat nama itu, tidak salah lagi bahwa musuhnya yang terkuat adalah seseorang yang memiliki nama marga Shiratori.
"Legenda tidak akan pernah menyerah...!!! SERANG MEREKA SEKARANG JUGA, LEGENDAAAA!!!" Teriak Osamu hingga para Legenda mulai berteriak dengan sangat keras lalu bergerak maju menuju Arika yang sedang tersenyum.
Legenda yang berada di barisan depan langsung terpental menuju atas langit tanpa suatu alasan, Arika bahkan tidak menggerakan sedikit tubuhnya, tetapi para Legenda yang berada di barisan depan mulai terpental menuju atas langit lalu meledak. "Lemah..." Kedua mata Arika bersinar, ia melawan barisan depan tanpa harus menggerakan anggota tubuhnya.
Beberapa prajurit mulai mengepung Arika hingga ia tiba-tiba memukul ke belakang dengan cepat hingga pukulannya mengeluarkan dorongan yang sangat besar hingga menghancurkan seluruh tubuh dari para Legenda yang berada di belakangnya. Arika berputar lalu ia menendang menuju arah kiri dan kanan hingga tendangannya mampu membuat daratan yang para Legenda injak itu mulai membesar dan mengangkat mereka hingga mereka semua terpental menuju atas langit dan meledak.
Arika melompat ke depan lalu ia mulai mengeluarkan sihir Poison di tangan kanannya dan sihir Api neraka di tangan kirinya, beberapa selamat dan memiliki luka parah. Arika tidak memberi mereka sedikit belas kasihan karena kedua kakinya mengeluarkan kristal yang sangat tajam hingga kristal-kristal itu langsung menghancurkan kepala mereka.
Semua prajurit mulai mencoba untuk memukul Arika, tetapi tidak bisa karena Arika bergerak dengan sangat cepat hingga mampu memukul masuk sampai ke jantung mereka satu per satu. Mereka semua tidak menyadari bahwa Arika bergerak dengan sangat cepat hingga sempat memukul mereka dengan pukulan mematikannya.
Semua korban yang mati telah kehilangan kepala, jantung, seluruh anggota tubuh mereka karena serangan yang Arika buat. Arika merebut pedang mereka lalu ia membuat pedang itu menjadi lebih besar hingga ia mengayunkan pedang itu selagi berputar hingga semua Legenda yang mengepungnya langsung tertebas habis dan yang hanya tersisa dari mereka adalah tubuh dan organ mereka yang telah terpotong seperti ayam geprek.
Arika melompat ke atas lalu ia mengubah pedang yang ia pegang menjadi sebuah bola energi yang sangat besar. "CRIMSON POWER BALL...!!!" Arika melempar bola energi itu yang sangat besar menuju arah segerombolan prajurit terakhir, semua prajurit itu mencoba untuk melarikan diri tetapi Arika langsung membelit seluruh tubuh mereka dengan rantai-rantainya.
"AAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!"
BAMMMMMMM!!!
__ADS_1
Arika tersenyum puas lalu ia mendarat di atas tanah dengan menatap ke depan, ia tidak melihat siapapun kecuali Osamu yang sedang berdiri dengan wajah yang kesal. Seluruh pasukan yang Osamu bahwa telah di bantai habis oleh Arika dengan mudah. "Jadi...? Pasukan apa yang tadi melawanku...? Pasukan bunuh diri 'kah...?" Arika membuka kedua matanya dengan sangat lebar hingga membuat sebuah dorongan yang besar menuju arah Osamu. Osamu langsung menghalang dorongan itu.
Arika dan Osamu mulai saling menatap satu sama lain. Osamu mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya selagi berkeringat. Seketika keringatnya terjatuh dari dagu-nya, Osamu langsung mengeluarkan seluruh auranya. "POWER WAVE!!!" Osamu menembakkan sebuah gelombang yang berwarna hijau menuju arah Arika.
Tiba-tiba gelombang yang Osamu luncurkan langsung terbelah menjadi dua ketika mengenai Arika, ia sama sekali tidak merasakan kesakitan apapun terkena gelombang yang Osamu luncurkan. "A-Apa itu...?!" Ucap batin Welly dengan wajah yang terkejut.
Osamu muncul tepat di depan Arika lalu ia mulai memukul seluruh tubuhnya tanpa henti dan Arika hanya bisa diam karena semua serangan yang Osamu berikan kepadanya tidak mampu untuk membuat Arika merasakan kesakitan. "Apakah ini semua yang kau punya, raja Legenia...?" Arika menusuk perut Osamu dengan hanya jari telunjuknya hingga Osamu langsung terpental ke belakang.
Osamu mulai mengusap keringatnya yang berada di seluruh wajahnya. "Mengalahkan seorang anggota dari keluarga Shiratori memanglah sulit sekarang... Dulu aku pernah mengalahkan seorang Legenda yang memiliki marga Shiratori..."
"HAAAAAAA....!!!", Osamu langsung berubah menjadi Ultra Power Legenda hingga seluruh tubuhnya langsung membesar dan berotot, auranya juga mulai membesar lebih besar dari sebelumnya. Osamu langsung bergerak maju menuju Arika lalu ia memukul dadanya dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang dengan wajahnya yang masih tersenyum.
Arika dan Osamu mulai saling memukul satu sama lain selagi berterbangan di segala arah. Arika memukul perut Osamu dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan, ia langsung menunjuk ke atas Osamu dan mulai menciptakan sebuah meteor yang sangat besar hingga meteor itu langsung mengenai kepala Osamu dan membawanya ke bawah. "Nrrrggghhh...!!!" Kepala Osamu langsung dipenuhi dengan darah karena hantaman dari meteor itu.
Arika langsung mengeluarkan rantainya dari bawah tanah Osamu lalu rantai tersebut menusuk perut Osamu dan membawanya menuju atas langit. Arika muncul tepat di atasnya lalu ia menendang wajahnya dengan sangat keras hingga Osamu langsung mengenai akademi Sillentesius. "Telekinesis Force...!" Arika langsung mengendalikan seluruh tubuh Osamu, ia lalu menghantam seluruh tubuhnya dengan segala tempat dengan hanya menunjuknya saja.
Osamu tiba-tiba langsung muncul tepat di belakangnya, ia mencoba untuk memukulnya tetapi dua rantai muncul tepat di punggung Arika lalu rantai itu mulai membelit kedua kaki Osamu dan melemparnya menuju daratan. "Chains of Reclipse: Binds of Gods!!!" Arika mencoba untuk membelit seluruh tubuh Osamu, tetapi Osamu berhasil menghindari rantai-rantai yang mencoba untuk membelitnya dengan melompat ke belakang.
Arika langsung bergerak maju menujunya dan Osamu mulai mengendalikan beberapa tanah, ia membuat beberapa tembok tanah yang sangat besar untuk menghalang Arika, tetapi semua yang dilakukan Osamu itu sia-sia karena Arika mampu mendorong semua tembok itu hingga runtuh.
Arika muncul tepat di belakang Osamu lalu ia mulai memegang tangan kanannya dan mulai memutar seluruh tubuh Osamu hingga Arika melemparnya menuju atas langit. Osamu melawan balik dengan bergerak maju menujunya, tetapi Arika menunjuknya lalu ia menggunakan sihir angin yang sangat kecil tepat di wajahnya hingga Osamu langsung terpental ke belakang.
Arika muncul tepat di depannya lalu mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain. Kedua tangan Arika langsung dilindungi oleh aura kegelapan. "DARKNESS IMPACT...!" Arika memukul perut Osamu dengan sangat keras hingga ia terpental menuju daratan lalu ia memuntahkan banyak sekali darah dari mulutnya.
Arika muncul tepat di depan Osamu lalu ia menginjak kepalanya dengan sangat keras. "Hormatlah kepada raja... Seharusnya pengikut raja itu tidak boleh melakukan sujud kepada raja, tetapi semua pengikut itu wajib menginjak kepada raja yang lemah..." Ucap Arika dengan wajah yang kesal.
Arika mulai menjenggut rambut Osamu lalu ia membantunya berdiri. "Semuanya berakhir...!" Arika langsung meluncurkan Shiromura Eclipse tepat di perut Osamu hingga ia terpental ke belakang dengan sangat jauh.
Osamu tergeletak di atas tanah, seluruh tubuhnya mulai melemah hingga sebagai dari tulang tubuhnya hancur dan remuk karena serangan Arika, ia perlahan bangkit dari atas tanah lalu ia menatap wajah Arika dengan tatapan kesal. "Seorang Legenda layak... Tidak akan menyerah melawan musuh apapun, bahkan jika musuhnya sendiri itu lebih kuat dariku...!"
Osamu terbang laju menuju Arika dan ia mencoba untuk memukul seluruh tubuhnya, tetapi Arika langsung menatap jantungnya hingga beberapa angin dan cahaya mulai menyerang seluruh tubuhnya, Osamu langsung berhenti bergerak karena serangan cahaya dan angin yang di satukan itu. "UAAAAGGGGHHHH!!!" Arika langsung menunjuk menuju arah kirinya hingga Osamu langsung terpental menuju arah kiri dengan kedua telinganya yang mulai perlahan rusak dan tidak bisa mendengar apapun lagi.
"Jadi ini ya...? Ini akhir dari diriku... Aku tidak bisa mengabulkan mimpiku untuk bertarung kembali dengan pria hebat itu, Shiratori Shira... Sial...!" Osamu perlahan bangkit dari atas tanah.
"Sebelum kau mati, aku sepertinya akan memberitahu identitasku. Aku Shiratori Arika, anak dari Homura dan Shiro! Kau saat ini hingga mati tidak akan mengetahui namaku karena aku baru saja memberitahumu sekarang tetapi kedua pendengaranmu sudah rusak."
"Aku salut kepadamu, Legenda. Kau masih terus bertarung melawan Legenda yang memiliki marga Shiratori..." Arika muncul tepat di depan Osamu lalu ia menatapnya dengan senyuman kecil di wajahnya.
"Kau membiarkanku... Hidup...?" Tanya Osamu, Arika langsung terbang menuju Welly dan ia mulai memegang tangan kirinya hingga mereka berdua langsung meninggalkan planet Legenia. "Apa yang kau lakukan...?! Kau membiarkannya hidup?!" Tanya Welly.
"Diamlah." Arika dan Welly langsung tiba di luar angkasa selagi menatap planet Legenia yang sangat amat besar. "Kembalikan seluruh pasukanmu sekarang karena planet ini sebentar lagi akan menjadi kembang api yang indah..."
Welly mengangguk lalu ia mengangkat kedua tangannya hingga ia langsung menyerap semua energi sihir yang berwarna hijau tua tepat di planet itu, semua Legenda yang memperjuangi untuk melindungi kota merasa masing-masing langsung merasa sangat senang karena semua Undead itu telah melarikan diri.
Osamu perlahan bangkit dari atas tanah lalu ia menatap langit-langit. "Kau benar-benar terlihat sepertinya... Shiro... Kau memiliki belas kasihan yang sama sepertinya..."
Arika mulai menatap planet Legenia dengan wajah yang kesal. "Planet yang sudah dipenuhi dengan kemunafikan seharusnya musnah..." Arika langsung meluncurkan sebuah bola kecil yang berwarna merah menuju planet itu, bola kecil itu perlahan mulai membesar setiap mendekati planet Legenua.
Osamu langsung merasa sangat terkejut setengan mati melihat bola api yang sangat besar itu bergerak maju menuju planet yang ia pimpin. "Ti-Tidak...!!!" Osamu terbang menuju sihir itu.
"JANGAN KAU HANCURKAN PLANET INI!!!" Teriak Osamu dengan ia meluncurkan Power Wave menuju arah sihir Arika, ia mengerah seluruh tenaganya ke dalam sihir yang ia luncurkan. Sihir Arika langsung menyerap gelombang sihir milik Osamu.
"T-Tidak..." Osamu langsung terkena sihir Arika, seluruh tubuhnya perlahan terbakar dan ia mulai menutup kedua matanya dengan sangat tenang. "Ini akhir dari cerita ya...?" Osamu langsung terbakar habis dan tidak tersisa lagi oleh sihir milik Arika.
Sihir milik Arika langsung mengenai planet Legenia dan perlahan planet itu mulai berguncang dengan sangat keras hingga sihir Arika langsung membesar habis seluruh Legenda yang tinggal di planet itu. Arika menunjuk sihirnya sendiri. "Release..."
BAAAAAAMMMMMMMMMM!!!
Planet Legenia dan sihir milik Arika langsung meledak seperti kembang api yang berjumlah banyak, Arika mulai tidak merasakan apapun dari planet yang sudah hancur itu, itu artinya semua Legenda yang tinggal di Legenia telah sepenuh habis oleh Arika.
__ADS_1
Arika hanya bisa diam dan tidak menunjukkan eksperesi apapun, sedangkan Welly wajahnya terlihat sangat terkejut dan tidak mempercayai perbuatan Arika yang menghancurkan planet Legenia dengan sangat mudah. "T... Tidak mungkin..."