Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 87 - The God of Oath (II)


__ADS_3

~PART 2~


~ENJOY~


SWOOOOOOOOSSSHHH!!!


Shiro muncul tepat di depan Alvin lalu ketika hal itu terjadi. Alvin langsung melirik ke belakang dimana ia melihat Shiro sedang berdiri tegak.  Alvin langsung menunjukkan senyuman yang sangat amat jahat ketika melihat Shiro datang untuk menghadapi kematiannya sendiri.  "Dewa Alvin, aku datang untuk menyadarimu. Kau sangatlah memalukan karena bisa dikendalikan oleh anakmu sendiri! Bukannya para dewa dan dewi yang mudah terkendalikan itu termasuk golongan dewa yang sangat lemah sekali...? Kau ini lebih hina dari pada Legenda pelarian."


"Hmph, Shiro, aku terkejut bahwa kau mendatangi kematianmu dengan cara yang gegabah, aku cukup terkesan." Alvin tersenyum lalu ia mulai bertepuk tangan.


"Cih! Bukannya kematianmu yang datang untuk menjemput? Burst Solar Eclipse!" Shiro meluncurkan gelombang emas kecil menuju arah Alvin. Alvin dengan mudah langsung menangkis sihir itu ke atas langit hingga Shiro langsung berubah menjadi wujud Saint Revolution.


"WUJUD INI ADALAH PENGAKHIRAN BAGI DIRIMU...!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga ia langsung terbang menuju arah Alvin. Shiro menendang perut Alvin dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang lalu Shiro muncul tepat di depannya dan ia mulai memukul seluruh tubuh Alvin tanpa henti.


Shiro berputar 360° lalu ia menendang perut Alvin menggunakan kedua kakinya hingga ia terdorong ke belakang. Shiro mulai meluncurkan rantai emasnya melalui lengan kanannya. Rantai Shiro langsung menghantam puncak kepala Alvin hingga ia terpental ke daratan dan mulai menciptakan lubang yang sangat luas. Shiro muncul tepat di atasnya lalu ia mulai menebas seluruh tubuh Alvin menggunakan rantai-rantai emasnya.


Alvin tidak merasakan sedikit kesakitan apapun dari tebasan rantai-rantai tajam itu, ia hanya tersenyum jahat seketika ia terus ditebasi oleh rantai-rantai Shiro. Shiro langsung menunjukkan wajah yang terkejut melihat Alvin tersenyum, ia melompat ke belakang lalu mendarat di atas tanah selagi menatap ke depan. Perlahan-lahan Alvin mulai berjalan ke atas dan mulai menunjukkan dirinya, seluruh luka tebasan Alvin yang berada di seluruh tubuhnya mulai teregenarasi oleh sihir crimson-nya.


"Dia memiliki sihir regenerasi yang cukup kua---" Tiba-tiba perut Shiro terhantam oleh dorongan tinju yang Alvin buat, kedua penglihatan Shiro melihat jelas bahwa Alvin tidak bergerak sedikitpun melainkan memukul langit-langit menggunakan tinju kanannya saja. Shiro langsung terpental ke belakang karena dorongan yang tinju Alvin ciptakan.


BAMMMMMMMM!!!


"Untuk seorang ras Eternal sepertimu... Kau benar-benar membuatku terbakar oleh semangat-semangat tinggi untuk membunuhmu menggunakan kedua tinjuku ini..." Alvin tersenyum jahat.


"Sebagai hadiahnya... Aku akan menunjukkan sesuatu yang pantas untukmu..."


"Hah...?!"


"GAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH....!!!" Aura-aura Alvin mulai bermunculan di segala daerah, perlahan demi perlahan aura-auranya mulai membesar hingga Shiro bisa merasakan tekanan dari aura tersebut, energi sihir Alvin bahkan mampu membuat jantung Shiro berdetak dengan sangat cepatnya, ia mulai berkeringat dingin melihat Alvin yang akan berubah.


"HAAAAAAAAAAAHHHHH...!!!" Alvin langsung melepaskan gelombang sihir merah yang sangat tebal menuju atas langit hingga ia sekarang langsung berubah menjadi wujud Limit Breaker X.


"Nrgh...!" Keringat Shiro mulao bermunculan di wajahnya karena melihat wujud milik Alvin. Bahkan Saint Revolution kalah telak dengan wujud Limit Breaker X berdasarkan seluruh atribut. "Apa yang kau pikir tentang wujud ini...? Warnanya cukup menawan dan arogan bukan...?"


"Dan jika kau ingin membandingi wujud Saint Revolution dengan wujud buatanku yaitu Limit Breaker X maka kau sama sekali tidak memiliki otak.... Otak-mu telah tergantikan dengan energi-energi sihirmu yang akan habis dalam sekejap ketika melawanku."


"Kau bisa menamakan wujud ini sebagai Limit Breaker X... Itu benar sekali, Limit Breaker X." Alvin mulai mengepalkan tinju kirinya dengan sangat kencang sekali.


"Limit Breaker X..."


Alvin dan Shiro mulai terbang menuju arah satu sama lain dengan kecepatan yang melampui kecepatan dewa. Kecepatan Shiro kalah telak oleh kecepatan milik Alvin. "AKU ADALAH SEORANG SAINT LEGENDA YANG AKAN MENGALAHKANMU, ALVIN!!! ANGGAP SAJA PERTARUNGAN INI SEBAGAI PERTARUNGAN RONDE 2 KITA...!!!"


"JANGAN BERMIMPI UNTUK MELAWAN SEORANG DEWA, SHIROOO!!!"


Mereka dengan bersamaan langsung memukul wajah mereka masing-masing. Semua serangan yang mereka lakukan mampu membuat guncangan yang sangat besar di sekitar mereka. Alvin berhasil menahan semua serangan Shiro dan Shiro juga berhasil menahan semua serangan Alvin, walaupun Shiro berhasil menahanya, kedua lengannya mulai bergetar tanpa henti karena kekuatan Alvin yang bergejolak sangat tinggi sekali. Jika Shiro terus menahannya maka kedua lengannya akan terasa keram.


Shiro menghantam wajah Alvin menggunakan dahinya sedangkan Alvin menghantam wajah Shiro menggunakan sikut kanannya. Dengan cepat Shiro mulai memukul perut Alvin tanpa henti hingga Alvin tidak memiliki kesempatan untuk menghindari serangan itu maupun menyerang balik. "Sepertinya melakukan hubungan intim terakhir kalinya dengan Homuze memang terbayar dengan sebuah kekuatan yang dahsyat ini...! Sementara ini aku mampu bertahan melawan wujud Limit Breaker X..."


Alvin dan Shiro mulai tersenyum jahat hingga mereka mulai saling memukul satu sama lain di segala arah, mereka mampu membuat tempat dimana mereka berada berguncangan dan hancur berantakan seperti terdapat jutaan gempa bumi di wilayah tersebut. Mereka berada di dimensi Crimson World yang Alvin ciptakan, Crimson World yang ia ciptakan seharusnya jauh lebih kuat dan tahan terhadap kehancuran tetapi ketika mereka bertarungan, dimensi ini langsung bergetaran karena kekuatan dahsyat mereka.


Alvin menendang wajah Shiro dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang. Shiro berputar lalu ia terbang menuju arah Alvin dengan kecepatan yang setara dengan suara. Alvin sudah siap untuk menahan tetapi Shiro tiba-tiba meluncurkan Solar of Judgement ke bawah agar ia bisa membuat Alvin lengah karena ia sekarang sedang berada di atas langit dengan sihir Shiromura Eclipse di tangan kirinya. "SHIROMURA ECLIPSEEEE!!!" Teriaknya selagi meluncurkan gelombang sihir yang sangat besar menuju arah Alvin.


BAMMMMMMMMMMMMMM!!!


Alvin tiba-tiba muncul tepat di belakang Shiro tanpa ia sadari sedikitpun. Shiro secara reflek berbalik ke belakang lalu menahan tendangan kencang Alvin yang hampir saja mengenai wajahnya, jika tendangan itu mengenai wajahnya maka wajah Shiro akan remuk dan hancur. Mereka berdua langsung mundur beberapa langkah selagi memikirkan sebuah rencana agar mereka bisa menyiksa lawan mereka tanpa harus melukai diri mereka sendiri.


"Wujud normal-ku saat ini sepertinya tidak mampu bertahan lama melawan Saint Revolution. Aku tidak memiliki pilihan... LAIN!!!" Teriak Alvin hingga ia langsung berubah menjadi wujud Perfected Limit Breaker X, Shiro langsung tersenyum naif melihat wujud kuat itu.


"HRRAAAAAHHHHHHH...!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga ia langsung menunjuk Alvin dengan kedua telapak tangan kannya, Shiro langsung melepaskan beberapa dorongan dahsyat di sekitarnya.


"Hmph. Apakah pemikiranmu berpikir bahwa sihir warisan itu dapat menjatuhkanku?" Tanya Alvin selagi menunjukkan senyuman naif-nya juga.


"DUAL-SHIROMURA ECLIPSE!!!" Shiro meluncurkan dua buah gelombang sihir emas yang sangat besar menuju arah Alvin. Alvin tersenyum jahat karena ia pikir bahwa kedua gelombang itu bagaikan kertas baginya, ia menahan kedua gelombang itu dengan hanya menggunakan jari telunjuknya saja.


"Cih!" Shiro terbang ke atas langit lalu Alvin mulai menatap wajahnya dengan tatapan yang sangat tajam. "GAHHH!!! SOLAR NAILS!!!" Shiro meluncurkan beberapa cahaya paku tajam menuju arah Alvin.


Alvin muncul tepat di belakangnya selagi menyilangkan kedua lengannya. "Hentikan semua ini, Shiro. Kau menghabiskan waktu dan energimu sendiri melawan wujud sempurna Limit Breaker X, apakah kau ingin pertarungan ini berjalan dengan darah di mana-mana?!"


"Aku bisa meningkat lagi, Alvin...! Lihatlah ini...!!! AKU BUKANLAH SAINT YANG KAU DULU ANGGAP LEMAH LAGI...!!!"


"GAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!! GRAAAAAAGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHH!!! FLAMING FORM!!!" Shiro langsung menggabungkan wujud Flaming Form dengan Saint Revolution hingga aura-auranya langsung membesar dan mendorong Alvin mundur. Munculah beberapa urat di kedua lengannya dan bahkan aura-aura miliknya mampu membuat kedua lengannya bergetar juga, sepertinya menggabungkan wujud Flaming Form dan Saint Revolution adalah hal resiko yang sangat berat bagi Shiro, tubuhnya bisa saja hancur dan terbakar hangus.


Shiro tersenyum lebar lalu ia terbang menuju arah Alvin. Tanpa disadari Alvin, ia sendiri sedang terhantam oleh pukulan Shiro yang sudah dilumuri oleh api, Shiro memghantam perutnya beberapa kali, tetapi Alvin tidak bisa melihat pergerakannya karena kecepatan Shiro yang mulai meningkat cukup drastis. Alvin terbang ke atas lalu ia melihat Shiro yang sedang bergerak maju menuju arahnya. "... ..."


Alvin mulai meluncurkan beberapa bola energi merah menuju arah Shiro, tetapi ia menghilang dan muncul di belakang Alvin. Mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti. Alvin memukul wajah Shiro dengan sangat keras lalu Shiro mulai terbang menuju atas langit dengan kecepatan yang dahsyat. "Cih... Dasar sialan...!"


Alvin dan Shiro mulai terbang menuju arah satu sama lain hingga kedua tinju mereka mulai saling teradu dengan sangat dahsyatnya. Alvin dan Shiro mulai memegang kedua tangan mereka dengan bersamaan, mereka tidak bisa menyerang lagi menggunakan kedua tinju mereka. Mereka tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan kedua kaki mereka dan dahi mereka.


Kedua kaki mereka mulai saling teradu hingga Alvin dan Shiro dengan bersamaan mulai menghantam dahi mereka dengan tenaga yang besar. Dahi mereka terus teradu hingga masing-masing dari dahi mereka mulai berdarah.


Shiro mulai melingkari Alvin dengan kecepatannya yang sudah melampui kecepatan Alvin, Alvin mulai melirik ke segala arah dan bersiap untuk menahan serangan yang akan Shiro lakukan. Shiro muncul tepat di depannya dan Alvin langsung memukul wajahnya dengan sangat keras hingga ia terdorong ke belakang. "Apa...?!" Shiro langsung merasa sangat terkejut ketika ia tiba-tiba terserang oleh Alvin.


Shiro mulai memukul seluruh tubuh Alvin tanpa henti, tetapi Alvin dengan mudahnya menahan semua serangan itu hingga ia langsung muncul tepat di belakangnya. Alvin langsung menendang kepala Shiro dengan sangat keras hingga ia terpental menuju daratan.


BAMMMMMMMMM!!!


"Ugh... Bagaimana bisa dia melampui kecepatanku...?!" Tanya Shiro dengan rautan wajah yang kesal, ia menghantam daratan dengan sangat kerasnya hingga mampu membuat Alvin tersenyum jahat.


"Aku tidak mengandalkan perubahan atau kecepatan, Shiro. Semua ini hanyalah pengalaman bertarungku dan dirimu, walaupun kecepatan atau kekuatanmu jauh lebih kuat dari diriku, tetapi aku masih memiliki kesempatan untuk melukaimu karena pergerakanmu dapat aku tebak..."


"Aku adalah bangsa Legenda yang sudah hidup beberapa abad, aku sudah bertarung melawan banyak sekali musuh yang kuat. Pengalaman bertarungku terus meningkat dan berevolusi hingga aku berada di titik dimana aku dapat menebak pergerakanmu... Pergerakanmu itu sama saja seperti musuh yang pernah aku lawan sejak dulu..." Alvin mulai mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat kencang.


"BODO AMAAAAT!!! BLAZING FORM!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga ia langsung membuat daratan terbakar oleh api-api yang sangat panas. "ECLIPSE LOTUS!!!" Shiro langsung meluncurkan sebuah meteor besar yang berwarna emas menuju arah Alvin, kecepatan meteor itu mampu membuat Alvin lengah.


BAMMMMMMMMM!!!


Shiro muncul tepat di belakang Alvin lalu ia menendang kepala bagian belakangnya hingga ia terpental ke depan. "Kecepatannya meningkat lagi..." Ucap batin Alvin. Shiro mulai melingkari seluruh tubuh Alvin dengan kecepatannya, Alvin sekarang benar-benar tidak bisa melihatnya, ia hanya bisa melihat sedikit partikel dari api-api milik Shiro.


Shiro muncul tepat di depan Alvin lalu ia memukul perutnya dengan sangat dalam dan ia melanjutkan pukulan itu dengan mencekik leher Alvin menggunakan rantai-rantai emas yang dilumuri oleh api, Shiro mulai menunjuk wajah Alvin menggunakan telapak tangan kanannya. "SHIROMURA ECLIPSE!!!" Shiro meluncurkan sihir warisannya tepat di depan wajah Alvin.


BAMMMMMMMMMMMMMM!!!


Shiro muncul tepat di atas Alvin lalu ia mulai menghantam puncak kepala Alvin menggunakan kedua tinjunya hingga ia terpental menuju daratan seperti meteor yang jatuh dari luar angkasa.


BAAMMMMMMMMM!!!


Alvin muncul tepat di depan Shiro lalu ia mulai memukul dan menendangnya tanpa henti, dengan cepat dan beruntungnya Shiro berhasil menghindari semua serangan Alvin. "BLAZING STRIKE!!!" Shiro memukul wajah Alvin dengan sangat kencang hingga wajah Alvin langsung terbakar. Alvin terpental ke belakang selagi mengusap darah yang berada di mulutnya. "Sialan..."


Shiro terbang menuju arah Alvin lalu ia memukul perutnya dengan sangat dalam hingga ia langsung menghilang dengan cepat. Alvin mulai melarikan diri dari arah Shiro karena kedua pandangannya, ia melihat Shiro yang bergerak dengan sangat cepat hingga kedua mata pupil Alvin tidak bisa mengejarnya. "KAU MAU KEMANAAAAAA!!!" Shiro menghantam wajah Alvin dengan sangat keras hingga ia mampu meremukan tulang wajahnya. "Uagghhh...!!!"


"KAU ADALAH SEORANG SAINT YANG BODOH...!!! KAU TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH!!!" Alvin menendang perutnya dengan sangat keras hingga Shiro langsung terdorong ke belakang.


"GRRRRAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga aura-auranya mulai membesar dan tidak bisa dikendalikan oleh dirinya. "Welcome... Pain...!" Alvin menggunakan sihir Eternal-nya, sihie Eternalnya mampu mengubah semua kesakitan yang ia alami menjadi sumber kekuatan yang besar, dan sihir ini juga perlahan-lahan mampu menyembuhkan luka-luka yang ia miliki.


SWOOOOSSHH!!!


Alvin muncul tepat di depan Shiro selagi menendang perutnya dengan sangat dalam menggunakan kaki kanannya. "UAAAGHHH...!!!" Shiro memuntahkan darah yang sangat banyak sekali. Shiro menyerang balik dengan menghantam wajah Alvin menggunakan dahinya hingga ia terpental ke belakang.


"KESAKITAN INI HANYA AKAN MEMBUATKU KUAT...!!!" Shiro mulai membelit kedua kaki Alvin lalu ia mulai memutarnya menggunakan rantai-rantainya. Alvin dengan cepat melumuri lengan kanannya menggunakan aura crimson-nya, aura crimson yang melumuri lengan kanannya langsung membentuk sebuah pedang yang sangat tajam, ia langsung menebas kedua rantai itu hingga putus.


Alvin maju ke depan lalu ia menendang wajah Shiro menggunakan kedua kakinya. Shiro terdorong ke belakang lalu ia maju kembali ke depan hingga mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain. Alvin memegang lengan kirinya lalu ia menusuk perut Shiro menggunakan aura pedangnya. "SEKARANG KAU MATI!!!" Alvin meluncurkan Crimson Buster tepat di perutnya hingga Shiro langsung terpental menuju daratan.


Alvin mengangkat tangan kirinya. "CRIMSON POWER BALL!!!" Alvin melemparkan bola energi crimson besar menuju arah Shiro. Shiro bangkit kembali dari atas tanah lalu ia mulai menunjuk bola energi itu hingga beberapa rantai berapi muncul tepat di atas daratan. Rantai-rantai itu langsung menahan bola energi milik Alvin.


Rantai berapi milik Shiro tiba-tiba menyerap bola energi sihir milik Alvin hingga tidak tersisa lagi. "Apa...?!" Shiro muncul tepat di belakangnya lalu ia mencoba untuk memukulnya, dengan cepat Alvin berbalik arah lalu menahan serangan tersebut. Mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain lagi.


Shiro langsung menggunakan rantai berapi yang terletak di punggungnya, rantainya langsung mencekik leher Alvin dengan sangat kencang. "GUUGHH...!!!" Shiro melempar Alvin menuju daratan lalu ia mulai terbang menuju arah Alvin dan menginjak perutnya dengan sangat dalam. "GAAGHHH---"


"Cium sihirku ini... Eclipse Blast." Shiro langsung meluncurkan gelombang sihir emas yang berwarna orange tepat di atas tubuh Alvin.


BAMMMMMMMMM!!!


Shiro melompat mundur selagi bernafas dengan sangat beratnya. "Hah... Hah... Hah... Tubuh ini... Aku mohon... Bertahanlah...!"


Tiba-tiba Shiro langsung merasakan energi sihir milik Alvin yang terasa sangat besar dan menyengat sekali. "Hah...?!" Shiro menatap ke depan dimana ia melihat Alvin sedang berjalan keluar dari lubang yang sangat besar. "Aku tidak percaya bahwa kau akan terus melukaiku dan membuatku LEBIH kuat lagi..." Alvin mulai mengusap darah yang berada di seluruh wajahnya.


"SIALAAAAN!!!" Teriak Shiro selagi meluncurkan beberapa sihir bola api menuju arah Alvin. Alvin dengan cepat menangkis semua bola api itu, Shiro muncul tepat di atas Alvin dan ia langsung menghantam wajahnya tetapi Alvin dengan cepat langsung menahan hantaman tersebut.


BAMMMMMMMMMMM!!!!


Shiro menyerang seluruh tubuh Alvin menggunakan rantai yang berada di punggungnya, dengan cepat Alvin langsung memotong kedua rantai yang berada di punggung Shiro, tetapi Shiro tidak menyia-nyiakan kesempatannya untuk menyerangnya. Shiro memukul perut Alvin dengan sangat dalam. "GUUGGH!!!"


"AKU DAPAT KAU SEKARANG....!!!" Shiro langsung terbang lurus ke depan selagi memukul perut Alvin tanpa henti. Shiro langsung mulai mengisi seluruh energi sihirnya untuk meluncurkan Shiromura Eclipse. "SHIROMURA..."


"ECLIPSE...!" Shiro meluncurkan Shiromura Eclipse tepat di perut Alvin. Gelombang sihir yang Shiro luncurkan langsung membawanya ke belakang hingga mengenai beberapa gunung. "UAAAAAAAGGGGHH!!!"


BAAAAAMMMMMMMM!!!


"Aku tidak akan memberimu sedikit ampun, Alvin...!!!" Shiro muncul tepat di belakang Alvin lalu ia meraba  punggungnya menggunakan kedua telapak tangannya. "ECLIPSE BLAST!!!" Shiro meluncurkan sebuah bola energi yang sangat besar tepat di belakang punggung Alvin.


BAMMMMMMMMMM!!!


Ledakan itu mampu melebihi ledakan bom nuklir yang berjumlah ratusan. Alvin langsung muncul tepat di atas daratan dengan bajunya yang sudah robek karena terkena sihir dahsyat tadi. "Aku sangat terkesan melihatmu bisa mencapai titik saat ini, Shiro. Kau memanglah hebat sepertinya..."


Shiro langsung mulai memutari Alvin lagi tanpa henti. Ketika Shiro mencoba untuk menyerangnya, Alvin mulai menghilang dan bermunculan di segala tempat yang Shiro rasakan dan lihat. Shiro bisa merasakan sebuah gelombang besar yang berada di belakangnya, ia dengan cepat terbang ke atas lalu menatap Alvin yang berada di depannya.


Alvin muncul tepat di belakang Shiro dan ia langsung memukulnya, tetapi Shiro menahan pukulan itu dengan mudah. Mereka mulai saling memukul satu sama lain hingga Alvin mendorongnya mundur lalu ia melarikan diri dengan terbang melewatinya. "Teruslah berlari." Shiro muncul tepat di depannya lalu ia memukul wajah Alvin dengan tepat sasaran.


BAMMMMMMM!!!!


Mereka berdua mulai saling mengejar, Alvin di sisi lainnya mencoba untuk mencari aman dan bertahan agar ia bisa menahan semua serangan menyakitkan milik Shiro, tetapi Shiro dengan mudahnya mampu mengenai beberapa serangan menyakitkan kepada Alvin.


"Jika kau terus melarikan diri maka aku akan berhenti menyerang." Shiro tiba-tiba mulai melayang di atas langit selagi menatap Alvin yang berhenti terbang. "Pergabungan wujud antara Saint Revolution yang meningkatkan semua atribut-mu sebanyak 50% dan juga wujud Blazing Form yang mampu meningkatkan 170% dari kekuatan murni-mu dan kecepatanmu, setiap waktu berjalan dan semakin lama pertarungan maka wujud Blazing Form akan menambahkan 10% dari kekuatan dan kecepatanmu juga, tetapi resikonya adalah tenagamu yang terkuras dan kedua penglihatanmu yang buram."


Shiro mulai berkeringat karena efek samping-nya benar-benar mulai bisa ia rasakan. "SEKARANG KESEMPATANKU!!!" Alvin muncul tepat di depan Shiro hingga Shiro langsung tersenyum.


"...Super Eclipse Blaze." Rambut Shiro mulai berubah menjadi warna merah darah hingga rambutnya langsung terbakar, kedua matanya mulai bersinar warna emas yang sangat cerah hingga kedua matanya juga mulai terbakar dan mengeluarkan sedikit cahaya. Shiro langsung menghindari serangan milik Alvin lalu ia menendang perutnya hingga ia terdorong ke belakang.


"... ..." Alvin hanya bisa terdiam melihat wujud ciptaan Shiro.


"Berhasil. Aku melakukan semua ini dengan sengaja karena wujud ini hanya bisa bangkit ketika aku lelah, melemah, kehabisan tenaga, dan juga terluka! Lihatlah aku sekarang, aku benar-benar membangkitkannya kembali!" Shiro mulai menunjuk Alvin tetapi Alvin langsung muncul tepat di belakangnya lalu ia mulai bermunculan di segala arah dan mulai memutari Shiro.


Alvin muncul tepat di depannya lalu ia menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan. Ketika Shiro menatap ke depan, Alvin sudah tidak ada melainkan ia sekarang berada tepat di belakangnya lalu ia menendang punggungnya dengan sangat keras hingga ia terdorong ke depan. "Super Eclipse Blaze hanya meningkatkan indra perasaanmu dan juga kemampuanmu dalam bertarung. Kecepatanmu sekarang berbeda dengan sebelumnya... Jadi aku dengan mudah mampu mengenaimu lagi."


"Jangan meremehkan musuhmu sebelum kau benar-benar percaya bahwa kau akan menang, Alvin." Shiro dan Alvin mulai terbang menuju arah satu sama lain dengan kecepatan yang melampui para dewa dan dewi.


Hantaman mereka mampu membuat daratan berguncangan dengan sangat dahsyat hingga retak dan mengeluarkan beberapa gelombang lahar panas. Alvin dan Shiro terus saling memukul satu sama lain tanpa henti. Alvin memukul wajah Shiro dengan kerasnya lalu ia menendang perutnya dengan sangat dalam hingga ia terpental ke depan.


Alvin muncul tepat di belakangnya lalu ia memukul punggung Shiro menggunakan kedua tinjunya. Shiro tiba-tiba menyerang balik dengan berputar lalu menendang dagunya dengan sangat kencang. "Ini tidak baik... Jika aku terus melanjutkannya lebih lama lagi maka seluruh tubuhku akan hancur... Aku setidaknya harus membuatnya sadar."


"WAKTUNYA KAU UNTUK MENYERAH...!!! ALVIN!!!" Teriak Shiro hingga ia langsung terbang menuju arah Alvin. Ia langsung menghantam wajah Alvin dengan hantaman yang sangat kuat. Alvin mulai merasakan kesakitan yang sangat dahsyat di setiap serangan yang Shiro lakukan.


"PERSETAN KAU!!! PERSETAN KAU, SHIRO!!! ITU SANGAT MENYAKITKAN, SIALAN!!!" Alvin langsung menahan serangan Shiro yang hampir saja mengenai wajahnya. "HRAAAHHH!!!" Alvin melempar Shiro menuju daratan.


"AKAN AKU SEDIAKAN NEREKA UNTUKMU, SHIROOOO!!!" Alvin langsung meluncurkan Final Shine Attack menuju arah Shiro. Dengan cepat Shiro langsung meledakkan dirinya sendiri hingga ia berhasil selamat dari gelombang yang Alvin luncurkan.


Shiro muncul tepat di depan Alvin lalu ia mulai memukul wajahnya dengan sangat kencang hingga ia terpental ke depan. "Aku bukanlah Shiro yang dulu. Di setiap pengalaman yang aku alami dalam pertarungan... Perlahan demi perlahan aku mampu meningkat dan terus berevolusi menjadi seorang bangsa Legenda yang hebat dan layak untuk mengalahkan seorang dewa sepertimu..." Shiro terus memukul seluruh tubuh Alvin lalu ia meluncurkan Shiromura Eclipse tepat di perutnya.


BAMMMMMMMMMMM!!!!


Shiro muncul tepat di belakang Alvin lalu ia memukul punggungnya dengan sangat kencang. Alvin menyerang balik dengan menendang wajahnya dengan sangat kencang juga. "LIMITBURST....!!!!" Shiro mulai mengisi energi sihir yang sangat dahsyat melalui kedua telapak tangannya, energi sihir itu sudah bisa dirasa oleh Alvin dan ia harus berwaspada terhadap sihir yang akan diluncurkan oleh Shiro.


Alvin terbang ke atas langit seperti roket yang meluncur. "SHIROMURA ECLIPSE!!!" Shiro meluncurkan gelombang yang sangat besar menuju arah Alvin yang sedang berada di atas langit. Dengan cepat Alvin langsung muncul tepat di belakang Shiro, tetapi lengan kirinya telah terkena oleh gelombang Shiromura Eclipse hingga gelombang sihir itu mampu membuat lengan kirinya terbakar. "Cih..."


"Sudah kuduga... Kau mencegah pengorbananku ya? Aku sebenarnya akan menghancurkan segala yang ada di sini, tetapi kau menghentikannya. Dasar dewa brengsek, kau memanglah selalu brengsek dari awal." Ucap Shiro. Seluruh tubuh Shiro dan Alvin sudah dipenuhi dengan luka-luka parah dan juga terdapat beberapa darah yang melumuri semua tubuh mereka.


"RASAKAN KEMARAHANKU INI, ALVIN!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga ia langsung mengerahkan semuanya. Ia sekarang berada di kondisi kekuatan penuh.


"KEMENANGAN ADA DI TANGANKU, SHIRO!!!" Teriak Alvin dengan sangat keras hingga ia langsung mengerahkan semuanya juga. Ia langsung berada di kondisi kekuatan penuh-nya.


Wilayah yang mereka tepati mulai berguncangan tanpa henti seperti terdapat ratusan gunung aktif yang meletus.


"FINAL SHINE ATTACK!!!"


"SHIROMURA ECLIPSE!!!"


BAMMMMMMMMMMMMMM!!!


Kedua gelombang sihir mereka langsumg teradu dan meledak seperti ledakan bom nuklir. Mereka berdua langsung terpental ke belakang hingga berubah kembali menjadi wujud biasa mereka. Alvin perlahan-lahan mulai melayang di atas langit lalu ia menatap sebuah lubang yang luas dimana Shiro berada, ia bisa merasakan bahwa Shiro perlahan-lahan berada di kondisi yang sekarat dan benar-benar sudah tidak bisa melampui tembok batasannya lagi.  "Hah... Hah... Hah..."



Di sisi lainnya, Korrina dan Homuze sudah bertarung di dimensi yang Korrina ciptakan. Korrina sedang berada di wujud Sacred Overboosted Limit sedangkan Homuze sedang berada di wujud Blazing Form-nya. "Hah... Hah... Hah..." Homuze perlahan-lahan melepaskan jaketnya lalu ia mulai berubah menjadi wujud terakhirnya yaitu Homuzeten (Molten Form.)


"Pertarungan kedua baru saja dimulai, Korrina... Bersiaplah!" Homuze terbang menuju arah Korrina lalu ia menendang wajahnya, tetapi Korrina berhasil menahan tendangan itu menggunakan lengan kirinya. Homuze mengepalkan tinju kirinya lalu ia mencoba untuk memukul wajah Korrina, tetapi Korrina berhasil menahan pukulan tersebut.


Homuze memukul wajah Korrina lalu ia menunduk dan mereka mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti. Korrina menendang dagu Homuze, tetapi ia berhasil menghindari serangan mereka dengan mundur beberapa langkah ke belakang. Korrina langsung mulai menciptakan sebuah portal di sebelah kanan dan kirinya lalu ia memukul portal itu menggunakan tinju kiri dan kanannya hingga sebuah portal muncul tepat di sebelah Homuze dan keluarlah pukulan tinju kiri dan kanan milik Korrina.


Homuze menangkis pukulan itu lalu Korrina mulai menciptakan beberapa portal lagi hingga Homuze langsung terkepung oleh pukulan dan tendangan Korrina, dengan cepat seluruh tendangan dan pukulan yang mengenai tubuhnya mampu menembus seluruh tubuh milik Homuze.


SWOOOOOSSSHHH!!!


Homuze bergerak maju menuju arah Korrina lalu ia melompat menuju arahnya dengan tinju kanannya yang sudah dilumuri oleh api. "MOLTEN GRUDLESS STRIKE!!!"


"SACRED REQUIEM!!!" Kedua pipi mereka langsung terhantam oleh kedua tinju mereka masing-masing. Kedua pipi mereka mulai terbakar dengan api yang sama panasnya. "NRRGGHH...!!!"


BAMMMMMM!!!


Korrina dan Homuze mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti di atas langit. Korrina memukul perut Homuze dengan sangat dalam. "GUUUOOGGGHHH!!!" Homuze memuntahkan darah yang sangat banyak melalui mulutnya, Homuze menyerang balik dengan menghantam wajah Korrina menggunakan sikut kanannya hingga ia terdorong ke belakang.


Korrina berputar lalu ia terbang kembali menuju arah Homuze, mereka berdua mulai mengadukan tinju kanan mereka dengan bersamaan.


BAMMMMMM!!!


"Ngggrrrgghhh...!"


"Mrrrrgghhhh...!!!"


Korrina menghantam wajah Homuze menggunakan dahinya sendiri hingga ia terpental ke belakang. Homuze menyerang balik dengan muncul tepat di depannya lalu ia menendang wajahnya dengan sangat kencang hingga Korrina terdorong ke depan. Homuze tidak memberinya kesempatan untuk meregenerasi sihir-nya, ia dengan cepat melompat menuju arahnya.


"Sacred Force!!!" Korrina langsung menunjuk daratan dengan kedua telapak tangannya untuk mengendalikan gravitasi yang terdapat dimensi itu, seluruh tubuh Homuze mulai terasa memberat hingga ia tiba-tiba langsung terjatuh di atas daratan.


Korrina mulai mengangkat kedua lengannya ke atas langit lalu ia mulai menciptakan meteor api besar yang berwarna biru muda. "GIGANTIC SACRED WRATH!!!" Meteor api itu memiliki ukuran besar yang sama dengan planet Legenia. Homuze mencoba untuk bangkit dari atas tanah dengan sekuat tenaga hingga ia langsung muncul tepat di depan meteor api itu lalu ia menahannya dengan kedua telapak tangannya, Homuze mulai terdorong mundur oleh meteor api besar itu.


"HAHHHHHH!!! FULL FORCEEE!!!" Meteor api itu terus mendorong Homuze mundur hingga kedua lengan Homuze mulai ber-urat dan ia sendiri mulai kewalahan menahan meteor yang besar itu, perlahan-lahan kedua lengannya mulai terasa lemas karena menahan meteor itu. "HHNNNNGGGGHHG...!!!" Kedua lengan Homuze mulai terlindungi oleh api-api hitam yang sangat panas. "DAAHHHHHHGGGGHHHH!!!" Homuze melempar meteor itu ke atas langit dengan seluruh tenaga yang dimiliki kedua lengannya.


BAMMMMMMMMMM!!!


"Bukannya nenek pernah mengatakan sesuatu tentang kekuatan sebenarnya dari seorang gadis? Aku adalah seorang gadis yang selalu berlatih lebih keras seperti kakek... Kekuatan murni dan fisik-ku jauh lebih kuat dibandingkanmu sedangkan sihir-ku tidak, sihirmu jauh lebih kuat dan mengerikan bagiku." Homuze tersenyum lebar lalu ia muncul tepat di depan Korrina dan ia langsung memukul wajahnya dengan sangat kencang.


Kedua lengan Homuze mulai bergetar seperti kesakitan, bahkan jari-jarinya mulai bergerak sendiri entah kenapa. "NRRAAAAGGGGHHHH....!!!!" Homuze mulai mengepalkan kedua tinjunya hingga kedua lengannya berhenti bergetar dan juga berhenti menyakiti dirinya sendiri.


"Aku tidak boleh menghabiskan waktu... Jika aku menghabiskan waktu lebih lama lagi maka aku tidak akan sempat untuk menggunakan energi negatif." Ucap Homuze hingga Korrina langsung muncul tepat di depan Homuze, secara reflek dari mereka berdua, mereka mulai langsung saling memukul satu sama lain tanpa henti. Korrina menunjuk Homuze dengan telapak tangan kanannya hingga Homuze langsung terpental ke belakang oleh dorongan besar yang Korrina berikan.


Homuze muncul tepat di belakang Korrina lalu ia menendang punggungnya menggunakan kedua kakinya. Homuze mulai meluncurkan sebuah gelombang api ke belakangnya untuk membantunya bergerak menuju Korrina, Homuze melakukannya karena kedua kakinya yang sudah terasa mati dan lemas sekali. "Grrrrhhh...!!!" Korrina menatap wajah Homuze dengan tatapan yang kesal, ia mulai mengendalikan gravitasi lagi hingga Homuze terjatuh di atas daratan lagi.


"Graaaggghhh...!!!" Kedua lengan Homuze mulai terlumuri oleh aura-nya dan api-apinya. "SHIROMURA ECLIPSE!!!" Homuze meluncurkan gelombang emas yang sangat besar melalui telapak tangan kanannya menuju arah Korrna. Gelombang itu melaju menuju arah Korrina dengan kecepatan yang melampui suara.


Korrina mulai melindungi dirinya sendiri dengan menciptakan sebuah barrier yang sangat besar di depannya. Gelombang itu langsung mengenai barrier tebal milik Korrina.


BAMMMMMMMMM!!!


Homuze muncul tepat di depan Korrina lalu ia memukul barrier itu hingga hancur, tinju kanan Homuze langsung melaju menuju wajah Korrina, tetapi Korrina langsung memegang tinju kanan Homuze dengan sangat erat. Korrina langsung menendang perut Homuze, tetapi Homuze menahan tendangan itu menggunakan sikut dari lengan kirinya. Mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti.


Korrina memukul perut Homuze dengan sangat dalam sekali hingga Homuze memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya "UAAAAHH!!!" Homuze menyerang balik dengan memukul dagu Korrina dengan sangat keras hingga ia terdorong ke belakang. Mereka mulai terus memukul satu sama lain hingga mereka berdua langsung terpental ke belakang karena hantaman tinju mereka yang teradu.


Korrina perlahan-lahan bangkit dari atas tanah dengan kondisi yang dipenuhi oleh luka. "Dasar gadis sialan...! Tidak ada lagi dewi sempurna dibandingkan diriku ini...!!!" Ucap Korrina hingga Homuze muncul tepat di belakang Korrina selagi memegang lengan kirinya karena lengan kirinya sudah benar-benar tidak bisa digunakan lagi. Homuze langsung menendang punggung Korrina dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan.


"Kau hanya mengatakan semua itu agar kau bisa memulihkan luka-lukamu itu 'kan...? Tidak akan aku biarkan..."


"Persetan dengan tubuh ini... Tubuh ini sudah perlahan-lahan hancur dan rusak karena wujud Molten form... Nrrghh..." Kedua lengan Homuze terus bergetar.


"Aku tidak akan bisa berhenti di tengah jalan ini... Aku sudah berjanji kepada Shiro bahwa aku akan mengorbankan semuanya...!!!" Ucap Homuze dengan wajah yang sangat serius. Korrina perlahan-lahan mulai bangkit dari atas tanah dengan kondisi yang sangat lelah.


!!! MENCERITAKAN KEADAAN SHIRO DAN HOMUZE BERSAMA !!!


Kembali menuju keadaan Shiro dan Homuze, mereka berdua menatap Alvin dan Korrina dengan tatapan yang sangat lelah, penglihatan mereka mulai buram dan kabur karena menggunakan semua yang mereka miliki. Alvin dan Korrina tidak akan bisa dikalahkan begitu saja karena mereka berada di level yang berbeda, tubuh mereka masih bisa bertahan dengan pertarungan yang lama, mereka sudah menyempurnakan wujud mereka jadi mereka dapat mengontrol efek samping yang dimiliki wujud mereka masing-masing.


Tujuan Shiro dan Homuze bukanlah untuk menang melaikan mengorbankan sesuatu agar mereka berdua bisa kembali sadar. Mereka sudah berada di puncak keputusasaan sekarang. "Sudah saatnya..." Ucap Shiro dan Homuze selagi mengepalkan kedua tinju mereka hingga sebuah aura yang berwarna kegelapan yang di campur dengan warna emas mulai melumuri seluruh lengan mereka berdua.


Alvin menatap wajah Shiro dengan tatapan yang sangat kesal, ia mulai mengisi energi sihirnya untuk meluncurkan sebuah gelombang sihir yang bernama Final Shine Attack untuk mengakhiri pertarungannya bersama Shiro. "Hmph... Alvin... Apakah kedua penglihatanmu itu sadar bahwa ini adalah terakhir kalinya kau akan melihat sesosok Eternal menyebalkan hidup di kehidupanmu...?"


"Maafkan aku, Alvin... Pertandingan ini... Aku sudah puas dengan HASILNYAAAAA!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga ia untuk terakhir kalinya berubah menjadi wujud Saint of Hope.


"JYAAAAHHHHHHH!!!" Teriak Homuze dengan sangat keras hingga ia perlahan-lahan mulai mengisi seluruh energi terakhirnya untuk meluncurkan Shiromura Eclipse, Shiro juga melakukan hal yang sama untuk mengakhiri pertarungannya.


"Shi....!!!" Ucap Shiro hingga mata kirinya langsung meledak dan menyemburkan banyak sekali darah karena seluruh tubuhnya mulai perlahan-lahan hancur karena ia sekarang sedang menggunakan energi negatif yang mampu membunuh dirinya sendiri. Alvin sendiri cukup terkejut melihatnya. "... ..."


"Ro...!!!" Ucap Homuze dengan sangat keras hingga kedua matanya langsung meledak karena tekanan kekuatannya yang sangat besar.


"MU...!!!" Shiro mulai terbang menuju arah Alvin hingga kedua kakinya langsung hancur menjadi kepingan-kepingan kecil, ia sekarang sedang melayang di atas langit selagi menangis, ia perlahan-lahan mulai mengeluarkan air mata di kedua matanya. "Maafkan aku... Homuze... Methode... Syna... Eclipse... Arisu... Semua orang yang aku kenal, maafkan aku... Maaf jika diriku adalah seorang Legenda Eternal yang selalu merugikan kalian semua, aku mencoba sekuat mungkin dan sebisa mungkin untuk melakukan hal yang terbaik demi kalian semua... Demi yuusuatouri... Demi keluargaku... Demi kau, dewa alvin..."


"Methode... Syna... Eclipse... Arisu... Semoga kalian bisa... Melindungi apapun yang kalian cintai... Bukan itu saja, semoga kalian bisa memaafkan Papa dan Mama yang sudah mengorbankan nyawa kita demi keselamatan kalian semua... Selamat tinggal... Mama mencintai kalian semua..."


"RAAAA....!!!" Homuze terbang menuju arah Korrina hingga perlahan-lahan mulut dan kedua lubang hidungnya mulai mengeluarkan banyak sekali darah. "Sakit... Sakit sekali..."


"DEMI SEMESTA TOURI!!!" Terial mereka bersamaan.


"ECLIPPPSEEEEEEE!!!!" Teriak mereka bersama, mereka langsung meluncurkan Shiromura Eclipse terakhir mereka menuju arah Alvin dan Korrina.


"FINAL...!!!" Teriak Alvin.


"SHINE...!!!" Teriak Korrina.


"ATTTTAAAACCCKKKK!!!" Teriak mereka bersama selagi meluncurkan gelombang sihir yang sangat besar menuju gelombang emas yang berada tepat di depan mereka.


BAMMMMMMMMM!!!


Shiro dan Homuze mulai tersenyum untuk terakhir kalinya hingga mereka langsung muncul tepat di belakang Alvin dan Korrina hingga mereka tidak menyadarinya. "NEGATIVE LIGHT: RELEASE!!!" Shiro mulai meraba punggung Alvin dan Homuze mulai meraba punggung Korrina hingga mereka semua langsung bersinar dengan sangat cerah seperti kecerahan matahari di jarak yang sangat dekat.


SWOOOOOOOOOOOOOSSSSSHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!


"AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Alvin dan Korrina hingga dahi Alvin dan Korrina tiba-tiba bersinar hingga munculah sebuah simbol yang mengatakan TERPENGARUH, simbol itu perlahan-lahan mulai menghilang hingga Alvin dan Korrina langsung menyadari sesuatu yang sangat menyedihkan yaitu Shiro dan Homuze telah tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang benar-benar sudah hancur. Mereka sudah kehilangan nyawa mereka demi menyelamatkan Alvin dan Korrina. Tubuh mereka sudah hancur sekali hingga yang hanya tersisa adalah bagian kepala dan tubuh mereka saja, kedua lengan dan kaki mereka sudah hancur karena energi negatif yang mereka gunakan.


Alvin langsung menunjukkan wajah yang sangat terkejut, ia langsung jongkok dan mencoba untuk merasakan jantung milik Shiro. "S-Shiro...?! K-Kau dengar aku...?!" Tanya Alvin selagi menunjukkan wajah yang terlihat panik dan ketakutan bahwa Shiro benar-benar akan meninggal, tetapi tidak... Ia sekarang sedang berada di kondisi sekaratnya.


"Shiro...?! Apakah kau bisa mendengarkanku...!?" Tanya Alvin.


Shiro mulai menatap wajah Alvin. "Setidaknya kau... Kau telah... Kembali.... Alvin... Kau harus... Menghentikan... Dewa... Yang.... Bernama.... Zoiru itu..."


"Shiro... Bertahanlah! Kau harus bertahan hingga akhir! Legends never dies!!! Kau ingat itu bukan---" Seketika Alvin terus berbicara, ia melihat Shiro yang tersenyum untuk terakhir kalinya. "... ..."


"Kau lahir sebagai penjahat dan bangkit sebagai pahlawan..." Alvin dan Korrina mulai berbicara kepada Shiro dan Homuze. Dulunya Shiro dan Homuze adalah sesosok ras Eternal jahat yang bisa menghancurkan Yuusuatouri dalam sekejap.


"Kau menerima apapun... Menerima semua kejahatan yang selalu ada dan bahkan kalian mengakhirinya demi kebaikan keluargamu."


"Kau membenci bahwa kau lahir sebagai sesosok yang selalu tersakiti karena kekuatan kalian ini. Kalian ingin menjadi sesosok ras yang normal tetapi kalian tidak bisa karena kutukan ras Eternal hanyalah ras yang pantas untuk bertarung demi mengorbankan keselamatan untuk seseorang."


"Kau mati dengan sebuah senyuman di wajah... Kau memanglah Legenda yang layak, di kematian kalian saat ini... Kalian masih tetap saja tersenyum." Shiro dan Homuze tersenyum di kematian mereka.


"Untuk kedamaian Touri, untuk menyadarkan diriku... Untuk keluarga Shiratori." Rambut poni Alvin dan Korrina mulai perlahan-lahan bergerak sedikit hingga mereka berdua mulai menangis dan menyesal karena mereka kehilangan seseorang yang memiliki tekad dan semangat yang sama seperti mereka dulu.


Alvin mulai memegang daratan dengan kedua telapak tangannya selagi menangis air darah karena ia adalah sesosok Legenda atau dewa yang selalu merugikan seseorang yang berada di sekitarnya. "Melihat semua ini... Kejadian yang sama selalu terulangi ketika aku berada di semesta yang bernama Touri ini..."


"Apakah dosa-ku ini sangat besar dan berat hingga seseorang yang berada di sekitarku ini mati karena keberadaanku...?" Alvin tidak menunjukkan eksperesi apapun selagi eksperesi yang terlihat kesal terhadap dirinya sendiri. "Seorang Legenda experiment sepertiku seharusnya tidak berada disini... Aku sudah mengecewakan banyak orang, bahkan mereka semua perlahan-lahan membenci dan sudah tidak mempercayaiku lagi..."


"Aku adalah dewa maha kuasa yang terpaksa untuk melakukan hal yang benar dan salah..." Alvin bangkit dari atas tanah. "Aku memanglah Legenda yang gagal... Aku sudah tidak tahan lagi... Lebih baik aku berada di tempat sejak itu..."


Alvin dan Korrina mulai melakukan sihir telepati. "Mulai dari sekarang juga, kita akan mengakhiri semuanya, Korrina."


"Ya, Alvin... Aku mengerti..."


"Kita akan membunuh Zoiru..." Alvin dan Korrina langsung membuka kedua mata mereka dengan sangat amat lebar hingga mereka berdua menciptakan sebuah portal yang membawa mereka ke tempat dimana Haruka berada.



Mortem dan Haruka sedang menatap langit-langit yang cerah hingga tiba-tiba Alvin dan Korrina muncul tepat di belakang mereka selagi memegang Shiro dan Homuze di kedua lengan mereka. Mortem dan Haruka langsung melirik ke belakang dengan wajah yang kebingungan. "Apa yang terjadi---" Seketika Mortem menatap Homuze yang sedang di gendong oleh kedua lengan Korrina, ia langsung membuka kedua matanya dengan sangat lebar.


"A-Apa yang...!? Homuze...!!!" Teriak Mortem selagi menunjukkan wajah yang terkejut, ia menghampiri Korrina lalu ia menggendongnya di kedua lengannya selagi menunjukkan wajah yang sedang menahan untuk tidak menangis. "S-Siapa yang melakukan ini...!? B-Bahkan Shiro juga...!" Ucap Mortem dengan wajah yang kesal.


"Maafkan kami, Mortem. Sebenarnya Shiro dan Homuze mati karena telah mengorbankan diri mereka demi menyelamatkan kami yang telah sepenuhnya terkendali oleh sihir Ren dan Rin." Ucap Korrina dengan wajah yang menyesal, ia mulai perlahan-lahan meneteskan air matanya karena.


"Papa dan Mama merasa sangat bersalah karena mereka telah mati, Mortem. Maafkan kami..." Ucap Alvin.


Mortem menatap wajah Alvin dengan tatapan yang sangat kesal. Tatapan itu terlihat seperti tatapan seseorang yang ingin membunuh seseorang di depannya. "PAPAAAAAAAAA!!!!" Teriak Mortem dengan sangat keras hingga ia langsung menyerangnya dengan mendorongnya mundur. Alvin langsung terpental ke belakang dan mengenai tembok yang berada di belakangnya.


"Mortem...!!! HENTIKAN...!!!" Korrina langsung terkejut melihat itu, Mortem lari menghampiri Alvin tetapi Korrina langsung menciptakan sebuah barrier yang menghalangnya. "JANGAN MENGHENTIKAN AKU, MAMA...!!!! SUDAH BERAPA KALI IA HARUS MERUGIKAN SESUATU PENTING YANG ADA DI SEMESTA TOURI!?"


Korrina muncul di depan Mortem. "KAU TIDAK BOLEH BEGITU KEPADA PAPA-MU...!!! DIA SUDAH MELAKUKAN SEBISA MUNGKIN UNTUK MENYELAMATKAN SIAPAPUN YANG IA PERCAYAI...!!!" Teriak Korrina selagi menangis.


"AKU SUDAH MUAK...!!! DULU SHIRA... SEKARANG SHIRO DAN HOMUZE JUGA TELAH TIADA KARENA PAPA YANG BERTINGKAH GEGABAH DAN MEREMEHKAN MUSUHNYA...!!!" Ucap Mortem selagi menunjukkan wajah yang kesal.


"AKU SEJAK ITU SUDAH MERASA BERSALAH KARENA TELAH MENGUSIR HOMUZE...!!! DIA PERNAH MENINGGALKANKU SELAMANYA KARENA IA SUDAH MATI SEJAK ITU DAN KETIKA HOMURA MATI... HOMUZE KEMBALI HIDUP... DAN SEKARANG KARENA SIKAP BUSUK PAPA... HOMUZE TELAH BENAR-BENAR TIADA DAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI HIDUP...!!!"


"PERBUATAN PAPA MEMANG BENAR-BENAR MENYEBALKAN...!!! SEJAK DULU JUGA AKU DIJADIKAN ALAT PEPERANGAN KARENA-NYA...!!!"


"Untuk terakhir kalinya kamu akan mendengar Papa mengatakan ini, Mortem... Maafkan, Papa." Alvin menunduk kepada Mortem.


"MEMINTA MAAF BEBERAPA KALI TIDAK AKAN BISA MENGUBAH APAPUN YANG PERNAH PAPA LAKUKAN...!!!"


"AKU SUDAH MUAK!!!" Teriak Mortem dengan sangat keras hingga mampu membuat Arisu terbangun dari tidur siangnya. Ia langsung perlahan-lahan bangun dari keranjangnya lalu ia menghampiri suara keras Mortem dengan perlahan-lahan.


"MAMA, BIARKAN AKU MEMBUNUH RIN...!!! BIARKAN AKU MELAWANNYA DENGAN SELURUH KEKUATANKU...!!!" Ucap Mortem dengan wajah yang dipenuhi dengan kebencian dan juga kekesalan. Kemarahannya mulai mengendalikan seluruh kekuatannya hingga Alvin dan Korrina merasakan kekuatan Mortem yang meningkat secara drastis.


"Bunuh saja dia... Ren dan Rin sudah resmi bukan anak kita lagi, dia adalah anak durhaka yang pantas untuk mati." Ucap Korrina. Mortem memberi Homuze kembali kepada Korrina, Mortem langsung menunduk kepada Korrina. "Dengan senang hati, aku akan menyelesaikan semuanya." Mortem langsung menghilang dengan sangat cepat.


Korrina melirik kepada Alvin. "Alvin... Maafkan Mortem jika ia bersikap kasar kepadamu lagi." Korrina menghampiri Alvin


"Tenang saja... Aku yang salah. Aku sudah memaafkan Mortem kok..."


Haruka menatap wajah Alvin dengan tatapan yang khawatir. "Papa..." Haruka merasa sangat terkejut melihat Mortem yang hampir saja bertarung dengan Alvin, ia menghampiri Haruka lalu ia menepuk punggungnya pelan. "Apa yang akan kita lakukan sekarang? Tentang Shiro dan Homuze...?"


"Kita hanya perlu menggabungkan arwah mereka yang sudah mati ke dalam tubuh Shira dan Homura yang tinggal disini. Secepatnya sebelum Arisu melihat mereka yang sudah mati." Ucap Alvin hingga tiba-tiba Arisu mulai membuka pintu ruangan yang mereka berada selagi menunjukkan wajah yang terkejut, ia mendengar jelas apa yang Alvin katakan.


"PAPA DAN MAMA MENINGGAL...!?" Tanya Arisu dan Eclipse dengan eksperesi wajah yang terkejut. Mereka langsung muncul tepat di depan Alvin dan Korrina lalu ia melihat Shiro dan Homuze yang benar-benar sudah mati. "MAMA!!! PAPAAA!!! BANGGGUUUNN...!!!" Teriak Arisu selagi menangis dengan sangat terharu, ia mulai memegang kedua lengan Papa dan Mamanya selagi mencoba untuk membangunkan mereka.


"Arisu... Kau harus bersabar, nak... Kau harus menjalankan takdir yang telah Papa dan Mamamu alami. Mereka tidak akan pernah bisa kembali, bahkan kita Dewa maha kuasa juga tidak akan bisa mengembalikan mereka." Ucap Korrina. Arisu terus menangis selagi memegang kedua tangan mereka dengan sangat erat.


Eclipse mulai menunjukkan wajah yang sangat kesal. Ia mulai menunjuk Alvin. "INI SEMUA SALAH KAU!!! KAKEK BENAR-BENAR YANG TERBURUK...!!! SUDAH KEDUA KALINYA KAKEK MELAKUKAN INI KEPADA PAPAAAAA!!!"


"KAKEK MEMANGLAH YANG TERBURUUUUUK!!!"


"Kalian hanya perlu diam dan biarkan kami menyelesaikan semuanya... Percayalah, semuanya akan baik-baik saja." Alvin langsung menghantam perut Arisu dan Eclipse hingga itu membuat mereka berdua langsung jatuh dan pingsan.


"Alvin!!!" Korrina langsung terkejut melihatnya memukul Arisu dan Eclipse hingga pingsan. "Haruka, bawa dia ke kamar dan jagalah dia. Aku dan Korrina akan melakukan ritual kepada Shira dan Homura secepatnya agar kami bisa mengalahkan si sialan Zoiru itu dengan cepat."


Haruka mengangguk. "Baiklah, Papa." Haruka langsung menggendong Arisu dan Eclipse lalu ia membawa mereka kembali menuju kamarnya sendiri.



Mortem mulai muncul tepat di dimensi yang Rin ciptakan. Rin sudah mengetahui semuanya tentang Mortem bahwa ia akan datang kepadanya karena ia sudah melihat pertarungan antara Korrina dan Homuze, jika Korrina telah kembali seperti semula maka Mortem pasti akan bergerak dan menyerangnya. Jadi Rin membawa Mortem menuju dimensinya agar ia bisa bertarung melawannya dengan penuh kekuatan tanpa harus menghancurkan apapun.


Rin muncul tepat di depan Mortem selagi menyilangkan kedua lengannya. "Kau sepertinya datang juga, Kakak."


"CRIMSON POWER BALL!!!" Mortem langsung melempar sebuah bola energi crimson yang sangat besar melalui telapak tangan kanannya. Sihir Mortem langsung meluncur menuju arah Rin dengan sangat cepat.


BAMMMMMMMM!!!!


Rin muncul tepat di depan Mortem, ia sempat untuk menghindari sihir miliknya. Mortem langsung muncul tepat di depannya untuk menjaga jarak agar ia tidak terkena serangan milik Rin. Tiba-tiba Rin muncul tepat di depan Mortem lalu ia memukul wajahnya dengan sangat kencang hingga ia membawa Mortem menuju ke depan lalu ia meledakkan dirinya sendiri hingga Mortem terpental menuju daratan.


BAMMMMMMMMMM!!!


Rin berubah menjadi wujud Saint God-nya. Mortem muncul tepat di belakang Rin, tetapi secara reflek Rin langsung menendang perutnya dengan sangat dalam lalu ia melanjutkan tendangan itu dengan menendang wajahnya beberapa kali. Seketika Mortem ingin menyerang balik, Rin muncul tepat di belakang mortem lalu ia menendang punggungnya dengan kedua kakinya hingga ia terpental menuju daratan dengan sangat cepat.


"Sacred Power Ball!" Rin melemparkan bola energi sacred yang berwarna biru muda dan bola energi itu dilingkari oleh aura-aura putih, Rin langsung melempar sihirnya menuju arah Mortem, Mortem dengan cepat menangkis sihir itu menuju atas langit hingga Rin langsung terbang ke depan dan meninggalkan Mortem, Mortem dengan cepat langsung mengejarnya dari belakang.


Mortem melempar Crimson Power Ball lagi menuju arah Rin, tetapi ia muncul tepat di belakang Mortem selagi melemparkan Sacred Power Ball lagi, tetapi Mortem berhasil menangkis sihir itu dengan mudahnya.


Mortem melempar Crimson power ball-nya melalui telapak tangan kanannya menuju arah Rin, lalu Mortem menendang langit-langit dengan kedua kakinya hingga terdapat aura di kedua kakinya yang meluncurkan sebuah tebasan seperti sabit merah menuju arah Rin. Mortem tidak berhenti menyerangnya, ia mengakhiri serangannya dengan meluncurkan Final Shine Attack.

__ADS_1


Rin langsung menangkis semua sihir milik Mortem menggunakan kedua tinjunya lalu ia menendang Final Shine Attack milik Mortem menggunakan kaki kanannya.


BAMMMMMMMMM!!!


Rin muncul tepat di belakang Mortem. "SELAMAT TINGGAL...!!! KAKAK!!!" Teriak Rin hingga ia langsung meluncurkan Final Shine Attack hingga Mortem tidak sempat untuk menghindari sihir itu, gelombang besar itu membawa Mortem menuju daratan tetapi gelombang yang mengenai Mortem mulai terlumuri oleh aura crimson hingga perlahan-lahan Mortem mengendalikan sihir Rin. "Ambil ini kembali!" Mortem meluncurkan gelombang sihir itu menuju arah Rin kembali.


Rin menghindarinya dengan melompat ke atas lalu ia melemparkan Sacred Power Ball lagi menuju arah Mortem, tetapi ia berhasil menghindarinya. "Anak ini bisa-bisa membuatku lebih kesal lagi." Mortem menaikan seluruh auranya hingga ia sekarang ia langsung menggunakan 20% dari kekuatannya.


Ia muncul tepat di belakang Rin lalu ia mencoba untuk memukulnya, tetapi mereka langsung memukul tinju mereka dengan waktu yang bersamaan.


BAMMMMMM!!!


Mortem menendang perut Rin dengan sangat dalam lalu ia muncul tepat di belakang Rin hingga ia menendang punggungnya menggunakan kedua kakinya. Rin terpental menuju daratan dan Mortem langsung bergerak laju menuju arah Rin hingga Rin langsung meluncurkan Final Shine Attack tepat di depan Mortem hingga gelombang sihir itu membawa Mortem menuju atas langit.


Mortem muncul tepat di belakang Rin, seketika ia menoleh ke belakang. Perutnya langsung terhantam dengan sangat keras oleh tinju kanan Mortem hingga mampu membuat luka lubang di perut Rin. "Ugghh...!!!" Rin langsung memuntahkan banyak darah. Ia tidak berdiam diri, ia langsung menyerang balik dengan menghantam wajah Mortem menggunakan Sacred Power Ball, Mortem langsung terpental ke belakang juga wajahnya dilumuri dengan darahnya sendiri karena terkena oleh sihir milik Rin.


"Kau meningkatkan kekuatan persentase dewa-mu, tapi..." Rin langsung menaikan seluruh kekuatannya hingga ia langsung berubah menjadi wujud Saint God Enchance, wujud Saint God yang berada di stage kedua.


"Hmph, kekuatan Saint-mu tidak akan bisa menyelamatkanmu dalam pertarungan ini, bodoh. Kau tidak akam pernah bisa aku maafkan! KAU AKAN MATI...!!!" Mortem membesarkan seluruh auranya lalu ia meluncurkan Final Shine Attack menuju arah Rin, ia tidak berhenti menyerang Rin dengan seluruh sihirnya, ia melanjutkan serangan tadi dengan melempar Crimson Power Ball lagi.


Tiba-tiba Mortem muncul tepat di depan gelombang sihirnya sendiri lalu ia menahan gelombang itu hingga Mortem langsung membuat sebuah bola energi di kedua telapak tangannya. Rin melihat semua itu dengan kedua matanya tetapi ia tidak bisa menyerang Mortem karena ia sedang menggunakan ilusi yang mampu membuatnya tidak bisa terhantam. "Apa!?"


Mortem muncul tepat di belakang Rin lalu ia meluncurkan dua gelombang Final Shine Attack menuju arah Rin. Rin mencoba untuk mundur tetapi di belakangnya terdapat sebuah Crimson Power Ball yang Mortem lempar sebelumnya. Rin berpikir dengan sangat cepat hingga ia langsung terbang ke atas langit.


BAMMMMMMMM!!!


"Kepintaran yang diwarisi oleh Mama... Seharusnya kau tidak pantas untuk memilikinya..." Mortem langsung mengejarnya. Rin muncul tepat di depan Mortem lalu ia memukul wajahnya tanpa henti hingga Mortem tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik. Rin langsung menghilang dengan cepat hingga perlahan-lahan Mortem langsung mencoba untuk meluncurkan Final Shine Attack tetapi ia tidak bisa karena wajahnya langsung terhantam olen pukulan Rin.


Rin meluncurkan Final Shine Attack menuju arah Mortem, tetapi ia langsung menghilang dan muncul tepat di belakangnya untuk meluncurkan Final Shine Attack juga. Rin melompat ke belakang dan ia siap untuk menghantam kepala Mortem menggunakan Sacred Power Ball. Mortem menoleh ke belakang dan tiba-tiba wajahnya langsung terhantam oleh Sacred Power Ball.


Mortem terpental menuju daratan dan tiba-tiba Rin muncul tepat di belakangnya lalu ia menendang punggungnya menggunakan kedua kakinya hingga ia terpental menuju atas langit. Rin muncul tepat di atas Mortem lalu ia menginjak perutnya dengan sangat dalam. Rin terus melakukan serangan tanpa henti kepada Mortem.


Rin menendang perut Mortem dua kali lalu ia memukul dadanya beberapa kali dan ia mengakhiri semua serangan itu dengan menendang perutnya sekali lagi lalu menghantam kepalanya menggunakan kedua tinjunya. Mortem terpental menuju daratan tetapi ia masih bisa terus menyerang Rin, ia melempar dua bola Crimson Power ball menuju arah Rin lalu ia meluncurkan Final Shine Attack menuju arahnya.


Rin menangkis kedua Crimson Power Ball itu lalu ia meluncurkan Final Shine Attack juga menuju arah gelombang sihir yang ada di bawahnya. Gelombang sihir milik Mortem kalah telak hingga seluruh tubuh Mortem langsung terkena oleh gelombang sihir milik Rin.


BAMMMMMMMM!!!


Rin muncul tepat di depannya hingga Mortem masih bisa bangun dan menyerangnya beberapa kali. Rin terus menghindari semua serangan itu dengan bermunculan beberapa kali di sekitarnya. Mortem mencoba untuk melemparkan Crimson Power Ball terbesarnya, tetapi Rin muncul tepat di belakangnya lalu ia menghantam kepalanya hingga Mortem terjatuh di atas tanah.


Mereka mulai bermunculan di segala arah selagi memukul satu sama lain tanpa henti. Mortem dan Rin muncul tepat di atas tanah selagi mengadukan kedua tinju mereka bersamaan.


BAMMMMMM!!!


"Apakah diriku saat ini masih mempertahankan kekuatanku yang sebenarnya...!? Apakah ini semua karena dia ini masih bisa disebut dengan adikku!?" Rin menghantam kepala Mortem dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang.


Rin dengan cepat langsung mengangkat kedua jari di tangan kanannya hingga kedua jarinya langsung terlumuri oleh aura Sacred-nya. "SACRED PENETRATION!!!" Rin langsung meluncurkan gelombang yang sangat kecil dan tipis melalui kedua jarinya hingga gelombang itu langsung menembus dada milik Mortem dengan sangat dalam.


JRAAATT!!!


"Uoooogghhhh...!!!" Mortem memuntahkan darah yang sangat banyak hingga kedua mata pupilnya langsung menghilang. Ia langsung terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang sangat sekarat karena jantungnya telah terkena gelombang sihir kecil itu.


Rin langsung tersenyum lebar melihat hal itu terjadi karena ia baru saja membunuh kakak terkuatnya. Anak terkuat dari Alvin dan Korrina. "Hehehe...! Hahahahaha!!! Dasar lemah, dewi sepertimu bisa dikalahkan oleh seorang Saint sepertiku!!!"


"DEWI MACAM APA KAU INI!? DEWA DARI SEGALA LEGENDA...?! OMONG KOSONG YANG SANGAT BESAR SEKALI!!!"


"Apakah semua ini aneh bahwa kakak terkuatku bisa terkalahkan oleh adik terakhirmu...!? Kau memanglah lemah dibandingkan diriku ini, Mortem!" Rin mulai mengelus keringat yang terdapat di wajahnya.


"K-Kau... Kau benar-benar telah memenangi pertarungan ini, Rin..." Ucap Mortem yang mencoba untuk berbicara.


"Aku tidak percaya bahwa adik terkecilku... Bisa-bisa kau mengalahkanku di wujud 20%-ku... Aku tidak sempat untuk mengerahkan semuanya, sialan...!" Mortem perlahan-lahan kehilangan penglihatannya karena hal yang ia lihat hanyalah langit-langit yang mulai buram dan kabur.


...


...


"Itu saja 'kah?" Tanya Mortem yang sedang berada di belakang Rin selagi menyilangkan kedua lengannya. Rin langsung meluncurkan Final Shine Attack tepat di belakangnya karena Mortem sedang berada tepat di belakangnya.


BAMMMMMMMMMM!!!


"Jangan membuatku tertawa, Rin. Mortem yang kau lawan tadi hanyalah ilusi lemah-ku. Terlihat sangat jelas bahwa kau kewalahan melawan ilusi itu ya? Sungguh menyedihkan" Tanya Mortem selagi menunjukkan senyuman jahatnya. Rin yang Mortem lawan tadi adalah ilusi lemah Mortem sendiri, ia sempat untuk mengeluarkan ilusinya ketika ia baru saja tiba di dimensi ini. Sepertinya Mortem mengeluarkan ilusinya agar ia bisa melihat kemampuan Rin dan ternyata kemampuannya tidak seberapa dibandingkan dirinya yang asli.


"Jangan berharap bahwa dirimu ini bisa mengalahkan diriku ini, hahahahaha!!!" Mortem mulai tertawa terbahak-bahak selagi menatap kedua lengannya.


"Ilusi lemah yang sudah mati tadi... HANYA AKAN MEMBUATKU LEBIH KUAT LAGI...!!!" Aura Mortem langsung membesar hingga meluncurkan gelombang merah ke atas langit. Ketika ilusi Mortem terkalahkan atau sekarat maka itu hanya akan membuat Mortem yang asli lebih kuat lagi.


"SIALAAAAN...!!! SIAAALAAAN KAAU!!! MORTEEEEEM!!!" Teriak Rin dengan sangat keras, ia langsung meluncurkan Final Shine Attack-nya dengan seluruh kekuatan penuhnya. Mortem menatap gelombang sihir itu lalu ia mengedipkan mata kirinya hingga gelombang tersebut langsung hilang.


"Sekarang kau sudah terlalu lemah untuk menyentuhku." Ucap Mortem selagi menatap Rin dengan tatapan mematikannya. Mortem langsung membesarkan auranya lagi.


"AKU AKAN MENGHANCURKANMU!!!" Teriak Rin hingga ia langsung meluncurkan gelombang sihir yang sangat besar yaitu Final Shine Attack menuju arah Mortem. "Bodoh...!" Mortem meluncurkan Final Shine Attack-nya juga menuju arah gelombang milik Rin.


BAMMMMMMMM!!!


Gelombang sihir mereka mulai teradu. "GAAAHHHH!!!", Teriak Rin dengan sangat keras, ia mencoba untuk mendorong gelombang sihir milik Mortem tetapi tidak bisa karena Mortem sekarang jauh lebih kuat darinya.


"NIKMATI KEHIDUPANMU DI DUNIA KEMATIAN...!!! ADIIIIIK!!!" Mortem langsung menaikan persentase kekuatannya menjadi 2% hingga gelombang sihirnya langsung menyerap gelombang sihir milik Rin dan Final Shine Attack milik Mortem menang telak dan langsung mengenai seluruh tubuh Rina.


BAMMMMMMMMMMMMMMM!!!


"A-Agghhh...!!! TIDAAAAAAAAK!!! TERKUTUK KAU...!!! MORTEEEEEEEEEEEEEEMM!!!" Teriak Rin dengan sangat keras hingga ia langsung perlahan-lahan berubah menjadi debu karena gelombang sihir milik Mortem.


BAMMMMMMMMMMMM!!!


Mortem langsung berlutut di atas tanah selagi menatap daratan "Sekarang... Aku biarkan Ren terurusi oleh mereka..." Ucap Mortem selagi tersenyum. Ia langsung berubah menjadi Rina, setelah itu Rina langsung terjatuh di atas tanah dan tertidur karena kelelahan.



SWOOOOOSSSHHHH!!!


Ren langsung melebarkan kedua matanya karena ia merasakan kedatangan seseorang tepat di belakangnya. Kedatangan itu bukanlah dari seorang Legenda melainkan seorang iblis. "Seorang iblis...?"


"Aku datang sesuai perintah Nenek Mortem. Ren, kau akan dikalahkan olehku sendiri." Ucap seorang iblis yang sedang berada di belakang Ren, ia perlahan-lahan mulai menarik pedangnya yang dilumuri dengan aura merah di seluruh pedang tersebut.


"Hmph, kau punya nekad yang besar!!!" Ren muncul tepat di depan iblis itu lalu ia mulai memukulnya beberapa kali tetapi iblis itu dengan mudahnya menangkis semua serangan yang Ren lakukan kepadanya hingga kedua tinju Ren langsung berdarah. "Kau hebat juga, iblis!!!" Ren langsung menghantam perut iblis itu dengan Crimson Buster, sebuah bola energi sihir yang berwarna merah dan dilumuri oleh gelombang-gelombang kecil merah di sekitarnya.


BAAAMMMM!!!


"Guuooogghhh!!!" Iblis itu langsung terpental ke belakang hingga zirah yang menghalangi perutnya langsung hancur karena terbakar hangus oleh sihir milik Ren. "Jika aku terkena oleh sihir itu lagi di bagian perut maka aku bisa saja mengalami pendarahan besar di perutku ini."


Tiba-tiba seorang gadis muncul tepat di belakang Ren. Dengan cepat Ren langsung memegang wajah mereka bersamaan lalu ia melemparnya ke depan hingga gadis itu dan iblis itu langsung berputar dan mendarat di atas tanah dengan sempurna. "Hampir saja..."


"Kenapa kau menghalangiku, Arika?!" Tanya iblis itu.


"Maafkan aku, Kak Selvia, tapi... Nenek Mortem menyuruhku untuk membantumu atau kau akan mati oleh si sialan yang ada di depan kita ini!" Ternyata gadis itu adalah Arika sedangkan iblis satunya lagi adalah SELVIA. Ya, Selvia, entah kenapa ia bisa berada di tempat ini atau kenapa ia masih hidup, mungkin saja ada hubungannya dengan Haruka.


Selvia melepas jubahnya dan topeng yang menghalang wajahnya. Ia menunjukkan wajahnya yang terlihat cantik dan bahkan Selvia mulai memiliki dua tanduk baru. "Bagaimana kau bisa ada disini? Bukannya kita beberapa saat yang lalu baru saja beres berlatih...? Dan aku dengar bahwa Dewa Alvin membuat Arisu dan Eclipse pingsan." Ucap Selvia selagi mengepalkan kedua tinjunya, ia perlahan-lahan mulai meregangkan kedua lengannya.


"Yahhh... Aku adalah ras Eternal Arisu, aku tadi baru saja bebas dari tubuhnya untuk sementara. Tubuh ini hanya akan bertahan selama aku bisa mengalahkan si sialan itu!" Arika menunjuk Ren lalu ia melepas jaket-nya.


"Apakah kau memiliki ide yang sama?"


"Ya, kerja sama." Arika tersenyum lalu ia memukul tinjunya sendiri. Selvia mulai memutarkan pedangnya lalu mereka berdua mulai melakukan kuda-kuda bertarung mereka yang sama persis.


Arika mulai berubah menjadi wujud Saint God dan ia mulai muncul tepat di belakang Ren sedangkan Selvia muncul tepat di depan Ren selagi menyilangkan kedua lengannya. "Hmph... Mari kita lakukan, Kakak."


"Ya, tentu saja!" Arika dan Selvia langsung menyerang Ren bersamaan, Ren dengan cepat langsung menahan serangan mereka bersama. "Ini sudah mulai membuatku senang...!!! Hahaha!!!" Ren langsung berubah menjadi wujud Saint God.


"Shiromura...!!!" Ucap Arika selagi tersenyum jahat. "RAIN!!!" Ucap Selvia bersama hingga mereka berdua langsung menyerang Ren bersamaan hingga ia langsung terpojoki oleh mereka berdua. Kecepatan mereka meningkat dengan sangat drastis hingga membuat Ren terkejut dan kewalahan.


Ren mundur beberapa langkah lalu ia tersenyum dengan sangat lebar melihat kecepatan mereka yang telah meningkat cukup besar. "AYO!!!" Ren langsung melakukan kuda-kuda bertarungnya, Selvia dan Arika menyerang Ren dari segala arah, tetapi Ren dengan mudah berhasil menahan serangan mereka tanpa terluka sedikitpun.


Selvia mundur beberapa langkah lalu ia melempar pedangnya menuju arah Ren, tetapi ia dengan cepat langsung menangkis pedangnya ke atas langit meggunakan lengan kirinya hingga Arika muncul tepat di depannya selagi memukul wajahnya tanpa henti, Ren tidak sempat untuk menyerang balik karena wajahnya telah terhantam beberapa kali oleh Arika. "BANGSAAAA---" Selvia muncul tepat di sebelahnya lalu ia menendang wajahnya dengan sangat kencang hingga ia terpental ke depan.


"CRIMSON WALTZ!!!" Ren langsung menciptakan tombak crimson melalui kedua lengannya, ia memegang tombak itu dengan sangat erat. Selvia dan Arika muncul tepat di depan Ren lalu mereka memukulnya beberapa kali, tetapi Ren berhasil menahan semua serangan mereka.


Ren menangkis daratan dengan tombaknya hingga daratan itu langsung terbelah menjadi dua. Arika mundur beberapa langkah hingga Selvia muncul tepat di depan Ren selagi memegang pedangnya, mereka mulai saling menghantam satu sama lain menggunakan senjata yang mereka pegang. CLAAANG "DARK BLOODES ECLIPSE!!!" Selvia menebas dagu Ren dengan tepat sasaran lalu ia menendang perutnya dengan sangat dalam hingga ia terpental ke atas langit.


SWOOOOOOSSSHH!!!


"SAKIT...!!!" Ucap Ren selagi memegang dagunya yang tertebas.


"DARK FISSION PIERCE!!!" Selvia meluncurkan gelombang kecil yang berwarna hitam melalui kedua jari kanannya dan kirinya jadi itu terlihat seperti Selvia memperlagakan menembak sesuatu dengan sebuah pistol.


Ren menatap sihir-sihir itu yang meluncur menuju arah vital-nya, dengan cepat Ren langsung menangkis semua sihir itu dengan sangat mudah. Arika muncul tepat di atas Ren lalu ia menghantam wajahnya menggunakan kedua tinjunya hingga ia terpental menuju daratan.


Ren berputar lalu ia mendarat di atas tanah selagi menatap wajah Arika. "Arika, sepertinya kau adalah pengganggu bagiku... Wujud Saint God-mu itu bukanlah apa-apanya bagi wujud baruku ini...!!!" Ren langsung berubah menjadi wujud Saint God Enchance.


Selvia muncul tepat di belakang Ren selagi memegang pedangnya, ia langsung menyimpan pedangnya kembali di belakang punggungnya. "Hmph, sepertinya kau hanya lebih tertarik dengan Arika daripadaku ya... Kau benar-benar meremehkan potensi seorang iblis!"


Arika dan Selvia langsung menyerang Ren dengan bersamaan, tetapi ia langsung mendorong mereka berdua mundur hingga Ren muncul tepat di depan Selvia lalu ia menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terdorong ke belakang. Ren muncul tepat di depan Arika lalu ia memegang wajahnya dengan sangat kencang lalu ia menggusurnya di bawah tanah dan melempar Arika menuju arah Selvia.


BAMMMMMM!!!


Selvia melompat ke atas lalu Ren muncul tepat di depannya dan ia menendang wajahnya hingga terjatuh menuju atas tanah. "FINAL SHINE ATTACK!!!" Ren meluncurkan gelombang sihir yang sangat besar menuju arah Selvia, tetapi ia langsung menahan gelombang sihir itu.


Arika muncul tepat di depan Ren lalu mereka mulai saling mukul satu sama lain. Selvia mulai meluncurkan Shiromura Eclipse menuju arah Ren, tetapi ia menangkis gelombangnya ke atas langit. Ren mulai menyerang balik dengan meluncurkan beberapa Crimson Energy Balls menuju arah Selvia lalu ia melanjutkan pertarungannya kembali dengan Arika.


Selvia langsung menangkis semua bola sihir itu. Ren muncul tepat di belakang Selvia lalu ia memeluknya dengan sangat erat. Arika melempar meteor besar menuju arah Ren hingga ia langsung melirik ke belakang karena ia merasakan kesakitan dan kepanasan dari meteor tadi. Ren muncul tepat di depan Arika lalu ia menendang perutnya dengan sangat kencang, tetapi Selvia muncul tepat di atasnya lalu ia menendang wajahnya dengan sangat keras hingga Selvia menggusurnya menuju tanah lalu ia menginjaknya. Selvia langsung menghilang dan muncul tepat di atas langit.


Selvia menunjuk Ren dengan telapak tangan kanannya. "SUPER ECLIPSE CRASH!!!" Selvia meluncurkan bola energi besar yang memiliki bentuk sama seperti gerhana matahari menuju arah Ren. "SHIROMURA ECLIPSE!!!" Arika meluncurkan gelombang sihir tebal menuju arah Ren dari arah lainnya.


Ren menatap kedua sihir itu lalu ia mulai menciptakan sebuah barrier merah yang sangat tebal dan besar. "CRIMSON ULTRA BARRIER...!!!"


BAMMMMMMMMM!!!


Ren terbang menuju arah Selvia dengan kecepatan penuh, ia mencoba untuk memukulnya tetapi Selvia langsung menghilang. Arika muncul tepat di belakang Ren lalu ia mulai memukul punggungnya beberapa kali tanpa henti. Arika langsung memegang lehernya dengan sangat kencang lalu ia melemparnya menuju daratan dengan sangat cepat.


BAMMMMMMM!!!


Ren melirik ke atas lalu ia meluncurkan beberapa Crimson Energy Balls menuju arah Arika dan Selvia. Mereka berdua langsung menghantam semua bola sihir itu tanpa henti. Arika muncul tepat di belakang Ren lalu ia menendang punggungnya beberapa kali dan ia mengakhirinya dengan menghantam kepala Ren dengan sangat keras hingga ia terpental menuju daratan.


"SHIROMURA ECLIPSE!!!" Arika meluncurkan gelombang sihir yang sangat besar menuju arah Ren. "SHIROMURA ECLIPSE!!!" Selvia meluncurkan gelombang sihir yang sama dengan Arika dari belakangnya hingga dengan cepat ia langsung menghilang. Gelombang mereka langsung bersatu menjadi lebih besar lagi.


"FINAL SHINE ATTACK!!!" Ren meluncurkan gelombang sihir yang sangat besar menuju gelombang sihir besar yang berada di atasnya.


BAMMMMMMMMM!!!


Ren menatap ke depan dan ia melihat Arika yang terbang laju menuju arahnya. "CRIMSON PENETRATION!!!" Arika meluncurkan beberapa gelombang sihir kecil menuju arah Ren, tetapi Ren dengan mudah langsung menghindari semua sihir itu lalu ia menyerang Ren dengan sangat cepat hingga ia tidak sempat untuk menyerang balik.


SWOOOSSSHHHH!!!


Lengan kiri Ren langsung terbelah karena serangan fatal Arika. "A-Aggghhh...!!!" Ren perlahan-lahan mulai meregenerasi lengan kirinya yang sudah tidak ada. Selvia mengangkat telapak tangan kanannya. "DARK ECLIPSE SUN!!!" Selvia melempar gerhana matahari menuju arah Ren.


Ren langsung menendang gerhana matahari itu menuju arah Arika, dengan cepat Arika memberi gerhana matahari itu kembali kepada Ren dengan menghantam sihir itu menggunakan kedua tinjunya,  gerhana matahari itu kembali meluncur menuju arah Ren.


"CRIMSON BARRIER!!!"


BAAAMMMMMMMM!!!


Arika muncul tepat di belakang Ren lalu ia memukulnya dengan cepat, tetapi Ren langsung menghindari serangan itu dan ia menyerang balik Arika dengan menendang perutnya hingga ia terdorong mundur. "Teruslah mencoba, Arika...!!!"


"BERISIK, KEPARAAAT!!!" Arika langsung membesarkan auranya sendiri hingga ia muncul tepat di belakang Ren lalu ia mulai memukulnya beberapa kali, tetapi Ren dengan mudah menghindari semua serangan itu. Arika mengepalkan tinju kirinya dengan sangat keras lalu ia memukul Ren.


BAMMMMMMMMMM!!!


Ren berhasil menahan pukulan itu dengan mudah hingga pukulan itu mampu membuat dorongan yang sangat besar tepat di belakang punggung Ren. "Lemah..."


Selvia muncul tepat di atas Ren lalu ia mulai meluncurkan beberapa bola energi emas menuju arah Ren, setelah itu ia meluncurkan Shiromura Eclipse menuju arah Ren lalu ia mengakhirinya dengan melempar gerhana matahari. Ren melirik ke atas lalu ia terbang menuju arah Selvia dan mulai menangkis semua sihir itu hingga Ren langsung muncul tepat di depan Selvia lalu ia menghantam wajahnya hingga Selvia terpental menuju atas langit.


Ren muncul tepat di atas Selvia lalu ia meluncurkan Final Shine Attack tepat di atas kepala Selvia hingga ia terpental menuju daratan dengan kondisi yang terluka. Arika bahkan terpental menuju daratan juga hingga kondisinya sekarang mulai melemah. "Uggh... Kakak... Dia terlalu kuat..."


"Ya... Aku tahu... Hal yang hanya bisa kita lakukan adalah bergabung..." Ucap Selvia, ia perlahan-lahan bangkit dari atas tanah. Ia melihat Ren yang terbang menuju arahnya, dengan cepat Selvia muncul tepat di depannya lalu ia mulai memukulnya beberapa kali.


Arika muncul tepat di belakang Ren lalu ia menendangnya tetapi Ren melompat ke atas, mereka berdua mengikutinya lalu mereka memukul Ren tanpa henti hingga Ren berhasil menyerang mereka dengan cepat dan mereka bahkan tidak bisa menyerang kembali karena kecepatan Ren yang meningkat dengan sangat drastis.


Ren dan Arika mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti sedangkan Selvia ia sedang berada tepat di belakangnya selagi mengisi kekuatan penuh Shiromura Eclipse. "SEKARANG!!!" Arika mendorong Ren mundur lalu ia menghilang. Selvia meluncurkan gelombang sihir yang sangat besar tepat di belakangnya, tetapi Ren tidak sempat menghilang.


BAMMMMMMMMMMMM!!!


"AHHHH...!!!" Seluruh tubuh Ren telah dipenuhi dengan darah. "Kita tidak membutuhkan mantra pergabungan itu, hmph!" Ucap Arika selagi mengisi seluruh kekuatan penuhnya untuk meluncurkan Shiromura Eclipse.


"Mari kita bereskan semua ini!" Selvia juga melakukan hal yang sama.


"ECLIPSEEEEE!!!" Teriak mereka bersama selagi meluncurkan gelombang sihir terbesar mereka menuju arah Ren yang sedang berdiam diri saja.


BAMMMMMMMMMMMM!!!


Ren tiba-tiba meledakkan dirinya sendiri hingga mampu membuat dorongan yang sangat besar disekitarnya. Selvia dan Arika langsung menghalang dorongan kuat itu. "Dasar kalian bodoh!!! Apakah kalian pikir aku akan terkalahkan begitu saja!?" Tanya Ren hingga ia langsung meluncurkan Crimson Penetration menuju arah Arika, sihir gelombang tipis tersebut mengenai dada Arika dan menembus jantungnya. "GUUUHHH...!!! I-Itu... Itu... Kekuatan Omni-Dewa..."


"Kakak...!?" Selvia langsung membulatkan kedua matanya ketika melihat Arika yang terkena sihir gelombanf tipis tadi. "Urgggghh... GUAAGGHH!!!" Arika memuntahkan darah yang sangat banyak melalui mulutnya.


"REEEEN!!!" Teriak Selvia dengan ia terbang menuju arahnya, tetapi Ren muncul tepat di atasnya lalu ia menendang punggung Selvia dengan kedua kakinya hingga ia terpental menuju daratan.


BAMMMMMMM!!!


"Ugghh..."


"K-Kau memanglah... Seorang Legenda yang layak untuk dibunuh sebelum semuanya berakhir..." Ucap Arika hingga ia perlahan-lahan mulai memulihkan dirinya sendiri. "A-Arika... Tidak ada pilihan lain selain bergabung..." Selvia bangkit dari atas tanah lalu ia terbang menuju arah Arika untuk membawanya pergi.


"SHINING BRIGHT LIGHT!!!" Selvia meluncurkan cincin emas yang memiliki cahaya besar dan kecerahan lebih dari matahari, cahaya itu langsung membuat Ren menutup kedua matanya karena sinar tersebut memiliki sinar yang lebih cerah dari matahari. Selvia muncul tepat di sebelah Arika. "Tidak ada waktu lainnya!!!"


Selvia mulai perlahan-lahan menciptakan sebuah simbol mantra pergabungan tepat di depannya. "CEPAT!!!" Selvia melompat masuk ke dalam simbol itu, Arika mengangguk lalu ia melompat ke dalam simbol itu hingga perlahan-lahan simbol itu langsung bersinar.


SWOOOOSSSHHH....!!!


BAMMMMMMMM!!!


"Apa yang...!?" Ren langsung meluncurkan Final Shine Attack menuju arah sumber kekuatan yang ia rasakan, tiba-tiba munculah seorang gadis yang bertanduk satu di dahinya, ia dengan cepat menangkis gelombang sihir itu menggunakan kedua jari di tangan kanannya. "S-Sial."


"Satu Legenda Saint dengan satu iblis  bersatu menjadi satu petarung yang terkuat. Kami bukanlah mereka, kami adalah satu."


"Shiratori...!!! Selka!!!" Petarung pergabungan itu mengenalkan dirinya sendiri, ia dengan cepat langsung muncul tepat di depan Ren dengan sangat cepat lalu ia mulai memukulnya tanpa henti, setelah itu ia menghantam kepalanya dengan sangat keras hingga ia terpental menuju daratan. "Chains of Reclipse!" Seluruh tubuh Ren langsung terbelit oleh rantai-rantai emas.


"Aku tidak memiliki waktu untuk bermain-main. Aku hanyalah petarung gabungan yang hanya akan mengakhiri kehidupanmu dalam sekejap!!!"


"SUPREME...!!! SHIROMURA ECLIPSE!!!!" Selka meluncurkan gelombang sihir yang sangat amat tebal menuju arah Ren hingga ia tidak sempat untuk menghindari sihir milik Selka. "T-Tidak...!!! TIDAAAAAGGGGGGHHHHH!!!" Teriak Ren dengan sangat amat keras.


BAAAAAAAAMMMMMMMMMMM!!!


Selka langsung mengepalkan tinju kanannya selagi menunjukkan wajah yang tenang karena ia mengakhiri semuanya dalam sekejap tanpa sebuah percakapan basa-basi. "Berakhir..."



"Bangunlah... Shira... Homura..." Ucap Alvin selagi menunjukkan wajah seriusnya, tiba-tiba Shira dan Homura mulai membuka kedua mata mereka seketika mereka menatap atap ruangan, eksperesi mereka langsung berubah menjadi eksperesi yang sangat terkejut. "A-Apa ini...?" Tanya Shira.


"K-Kita... Aku... Aku bisa merasakan sensasi kehidupan..." Homura mulai menatap kedua tangannya.


"SYUKURLAH... MAMA...!!! PAPAAAA...!!!" Arisu dan Eclipse langsung memeluk Homura dan Shira dengan sangat erat selagi menangis. Shira dan Homura tiba-tiba meneteskan air mata mereka karena jiwa, arwah, dan pemikiran mereka adalah milik Shira dan Homura yang ASLI tetapi kekuatan dan sihir mereka sudah pasti milik Homuze dan Shiro. Shira dan Homura sekarang sudah memiliki dua ingatan tentang Shira di masa lalu dan Shiro di masa lalu hingga masa sekarang, Homura juga termasuk.


"Bagaimana bisa ini terjadi...? Bukannya menghidupkan seseorang adalah hal mustahil dan terlarang bagi para dewa dan dewi?" Homura menatap Alvin dan Korrina. "Kami tidak menghidupkan kalian atau melakukan sesuatu yang akan menghancurkan harga diri kita. Kita hanya memasukkan tubuh Shiro dan Homuze ke dalam mantra pergabungan lalu aku juga menyuruh Shira dan Homura untuk masuk ke dalam mantra pergabungan itu." Ucap Korrina.


Shira dan Homura langsung terkejut mendengar itu. "Itu artinya kita hanya bisa hidup dalam satu jam?" Tanya Shira dengan wajah yang sangat serius.


"Tidak juga. Mantra pergabungan bisa bertahan selamanya jika dua makhluk hidup yang sama atau memiliki DNA yang sama bergabung. Shira dan Shiro, Homura dan Homuze. Kalian sudah jelas sama... Jadi singkatannya, kalian telah terlahir kembali menjadi Shira dan Homura!" Korrina tersenyum.


"Mulai sekarang ini, kalian bukanlah ras Eternal lagi! Kalian adalah Legenda biasa, Legenda murni yang tidak terkutuk lagi oleh ras Eternal. Mulai sekarang ini hingga akhir dari kehidupan kalian berdua, kalian harus hidup dan terus berjuang seperti seorang Legenda yang layak." Ucap Alvin dengan wajah yang sangat serius.


BUSSSSSHHHHHHH!!!


Tiba-tiba sebuah gelombang besar muncul tepat di atas ruangan yang mereka sedang tepati, gelombang itu memiliki warna yang sama dengan warna kegelapan. Alvin mulai mengepalkan kedua tinjunya karena Zoiru, si dewa bangsat telah datang untuk mengakhiri semuanya. "Dia datang dengan waktu yang sangat tepat."


"Heh? Apa yang kau maksud, Alvin?" Tanya Korrina.


Alvin mulai menatap kedua telapak tangannya dengan tatapan yang kesal karena ia baru saja merusak sedikit harga dirinya. "Aku tidak percaya bahwa diriku akan melakukan hal ini lagi..." Alvin menghela nafasnya, Korrina bisa melihat jelas eksperesi Alvin terlihat seperti terpaksa untuk melakukan sesuatu.


"Shiratori Shira."


"Apa?" Shira melirik kepada Alvin.


"Aku ingat dulu kau mencoba untuk membunuhku, Alvin."


"Aku mohon untuk kau lupakan kejadian sejak itu..." Ucap Alvin.


Shira hanya mengangguk selagi menunjukkan wajah yang sedikit kesal ketika melihat Alvin. "Mari kita lakukan Mantra pergabungan dan mengakhiri Zoiru bersama. Aku tidak bisa mengalahkannya sendiri karena wujud Omni-of-all-creature-ku telah tersegel oleh si bangsat itu. Bersyukurlah karena kau akan bergabung denganku." Alvin menyilangkan kedua lengannya hingga membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut habis.


"PERGABUNGAN!?" Ucap Korrina dan Homura bersama.


"Ehhh...?" Shira langsung menunjukkan wajah yang kaget juga karena ini pertama kalinya Shira dan Alvin akan bergabung menjadi sosok Legenda yang TERKUAT.



Zoiru mulai menatap daratan dimana ia melihat Homura, Haruka, dan Arisu yang sedang berdiri tegak. Zoiru langsung tersenyum dengan sangat jahat karena ia disambut dengan para gadis-gadis yang sebentar lagi akan mati oleh dirinya. "Sungguh mengejutkan... Ahahaha... Aku tidak percaya bahwa aku akan disambut oleh para Legenda yang memiliki takdir kematian."


"Tutup mulut busukmu itu, Zoiru. Kau akan menyaksikan sesuatu yang akan membuatmu ketakutan!!!" Korrina muncul tepat di belakang Zoiru lalu ia memukul wajahnya, tetapi Zoiru dengan cepatnya menoleh ke belakang lalu menendang wajah Korrina dengan sangat amat keras hingga ia terpental ke depan.


Homura muncul tepat di depan Zoiru, tetapi Zoiru langsung memukul perut Homura dengan sangat keras hingga ia terpental menuju atas langit. Arisu meluncurkan beberapa meteor besar menuju arah Zoiru, tetapi ia dengan cepat langsung menangkis semua meteor-meteor itu.


"Baiklah... Ayo lakukan ini..." Arisu berubah menjadi wujud Saint God. "Kau memanglah tidak memiliki pilihan lain selain melawan terus ya? Kau memanglah gadis yang hebat.. " Zoiru tersenyum.


"Legends Keep on Fighting till the End!" Ucap Arisu selagi mengepalkan tinju kanannya.


SWOOOOOOOOSSSHHHHHHHH!!!


Eclipse yang sedang berdiri tepat di depan simbol pergabungan itu mulai menghalang kedua matanya karena ia melihat sinar yang sangat cerah. Perlahan-lahan sinar itu mulai menghilang dan Eclipse langsung bisa merasakan energi sihir dan kekuatan murni yang sangat besar di depannya. Terdapat sesosok Legenda tampan yang sedang berdiri tepat di depan Eclipse.


Eclipse langsung menatap Legenda itu dan terlihat jelas bahwa Alvin dan juga Shira telah berhasil menjadi petarung yang sangat kuat di segala semesta. "Sepertinya mantra pergabungan itu berhasil.... Uhhh... Aku harus panggil kamu apa...? Papa...?" Eclipse sama sekali tidak memanggil nama Alvin karena ia tidak memperdulikannya.


"Huh...? Oh iya... Aku membutuhkan nama yang sangat pantas bagi diriku ini... Mari kita lihat..." Legenda itu mulai memegang dagu-nya selagi memikirkan sebuah nama.


"Nrrgh... Jangan menghabiskan waktu! Ayo cepat!!!" Seru Eclipse karena ia baru saja membuat Legenda pergabungan itu menghabiskan waktu karena hanya sebuah nama yang tidak berguna. "Hmmm... Bentar..."


"Vinra... Hivin... Alira..."


...


...


"Ahh...!" Legenda tersebut langsung menemukan nama yang lebih cocok dan pas bagi dirinya sendiri. "Kita adalah Shivin...!" Legenda itu memanggil dirinya sendiri sebagai nama Shivin. "Pergabungan antara Shira dan Alvin. Shivin!" Shivin langsung menghilang dengan sangat cepat.


SWOOOOOOOSSSSHHH....!


Arisu dan Zoiru mulai saling memukul satu sama lain hingga tiba-tiba Zoiru menendang perut Arisu dengan sangat amat keras. "GUOOGGHHH...!!!" Zoiru langsung menendang wajah Arisu dengan sangat keras hingga ia terpental menuju daratan.


SWOOOSSHH!!!


Tiba-tiba Shivin menangkap Arisu, hal itu mampu membuat Zoiru terkejut karena ia merasakan energi sihir dan kekuatan yang sangat amat besar sekali. Korrina dan Homura juga bisa merasakannya hingga mereka langsung tersenyum karena pergabungan antara Shira dan Alvin telah berhasil. "Berhasil..." Homura tersenyum.


Arisu mulai menatap wajah Shivin dengan tatapan yang terkejut, ia mulai tersenyum kecil. "Lakukanlah... Pergabungan Papa dan Dewa sialan itu... Lakukanlah..." Shivin langsung menepatkan Arisu di atas daratan lalu ia menatap wajah Zoiru dengan tatapan yang tajam.


"... ..." Korrina hanya bisa diam mendengar beberapa keluarganya mulai membenci Alvin. Homura melirik kepada Korrina dimana ia sedang menunjukkan wajah yang mencoba untuk tetap kuat dan tidak menunjukkan wajah sedih apapun. "Menahan rasa sakit ini susah bagiku... Bagaimana... Alvin bisa menahan semua rasa benci ini dari awal...?"


"Lawanmu adalah diriku sekarang, Zoiru. LAWAN AKU!!!" Shivin langsung terbang menuju atas langit dengan sangat cepat untuk mencari tempat pertarungan yang aman. Zoiru tersenyum jahat karena ia melihat Shivin sebagai Legenda yang menarik. "Omoshiroi..."


"Wujud saat ini sepertinya tidak akan bisa mengalahkanmu... Aku harus meningkatkan lebih agar bisa merusak tubuhmu...!!! GYAAAAAAGGGGGGHHHHH!!!"


"GRRRRR....!!! RAAAAGGGGGHHHH!!!" Teriak Zoiru dengan sangat keras dan auranya mulai membesar seperti terbakar hingga terdapat sebuah simbol Oath di dahi-nya, seluruh tubuhnya mulai membesar dan berotot hingga Shivin bisa merasakan kekuatan Zoiru yang menambah sangat drastis. "OATH'S BOOST!!!"


"HAHHHHH!!!" Teriak Shivin dengan sangat kesal hingga auranya sendiri langsung membesar dan mampu meluncurkan sebuah gelombang emas yang besar menuju atas langit. Shivin bergerak maju menghampiri Zoiru dengan sangat cepat. "KAU AKAN TAHU APA ITU KEKUATAN MURNI YANG SEBENARNYA...!!! HINDARI INI, SIALAN!!!" Kedua mata Shivin langsung bersinar emas dengan sangat cerah dan kedua tinjunya mulai terlindungi oleh api crimson. "CRIMSON... ECLIPSE... STRIKE!!!" Shivin menghantam perut Zoiru dengan sangat keras hingga seluruh kulit Zoiru langsung bersinar dan terbakar oleh api-api crimson itu.


BAMMMMMMMMMM!!!


Pukulan Shivin yang terbakar mampu membuat dirinya dan Zoiru terpental mundur ke belakang. Aura Crimson dan emas Shivin mulai terbakar dan bahkan auranya sekarang telah membesar dari sebelumnya hingga meluncurkan beberapa gelombang menuju atas langit. Melihat semua yang Shivin anggap keluarga terluka dan kelelahan itu membuatnya merasa bahwa kekuatan dan sihirnya meningkat cukup drastis hingga ia tidak akan berhenti sampai Zoiru terkalahkan.


"UAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH...!!!" Teriak Zoiru dengan sangat kesal, Shivin bisa merasakan kekuatan murni dan sihirnya meningkat cukup drastis karena sebuah kemarahan, Legenda adalah ras yang akan bertambah kuat ketika mengamuk dan berada di kondisi yang terluka, bahkan lelah juga dapat membuat kekuatan murni dan energi sihir Legenda meningkat. "OATH'S SIN!" Ternyata Zoiru menggunakan sihir yang mampu meningkatkan pertahanannya agar ia bisa bertahan melawan kekuatan murni Shivin yang sangat besar. Seluruh tubuhnya terlindungi oleh aura kegelapan yang berbentuk bulat.


"Menghabiskan waktuku saja... Jika kau tidak menyerah dan membunuh dirimu sendiri sekarang maka wujud pergabungan ini akan habis, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatanku untuk bertarung sepuas mungkin, tetapi bertarung melawanmu adalah hal yang mampu membawa semesta Touri ke masa depan yang cerah, jika aku kalah maka semuanya akan berakhir... Semua semesta dan bahkan Touri juga akan hancur... Ayolah, lawan aku sampai titik kekuatan penuh! Hentikan semua power-up dan lawan aku seperti bangsa Legenda yang sangat menginginkan kemenangan!!!" Ucap Shivin selagi menatap Zoiru dengan tatapan yang sangat tajam. Ia mulai menyemangati Zoiru untuk membuat dirinya menjadi lebih kuat lagi hingga ia bisa langsung ke dalam mode kekuatan penuhnya.


"Kau meremehkan potensi Oath yang sebenarnya..." Ucap Zoiru dengan eksperesi wajah yang terlihat kesal, ia tanpa basa-basi langsung membesarkan auranya. Shivin mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya, "FIGHT ME!!!" Mereka berdua langsung terbang ke atas dengan sangat cepat, Zoiru menunjuk Shivin dengan kedua telapak tangannya dan ia langsung meluncurkan gelombang sihir kegelapan yang bernama Oath's Flowing Blaster, tetapi Shivin dengan cepat langsung menghindari gelombang sihir itu dengan sangat mudahnya, bahkan ia menghindari sihir itu selagi berseluncur di atas gelombang sihir milik Zoiru. "OATH'S BLASTER CANNON" Zoiru meluncurkan beberapa bola kegelapan yang berjumlah jutaan menuju arah Shivin.


Shivin bergerak mundur dan menghindari semua sihir Zoiru yang berjumlah cukup banyak, Shivin berencana untuk bertahan saat ini dan dia akan menyerangnya ketika ia melihat celah yang sangat pas untuk diserang, jika ia melakukan sedikit pergerakan yang salah maka Zoiru memiliki peluang besar untuk menyerang dan menyiksa Shivin. Shivin dengan cepat langsung menghantam semua sihir itu dengan rantai yang berwarna crimson di seluruh punggungnya.


BAMMMMMMMMM!!!


Aura milik Shivin langsung membesar lagi dan lagi hingga mencapai titik dimana semua Legenda yang sedang menonton mereka bertarung langsung terdorong ke belakang. "Sacred Shield World!" Korrina langsung menciptakan sebuah barrier yang sangat amat besar hingga mampu melindungi semua legenda kecuali Shivin dan Zoiru. "Dengan ini kita aman menyaksikan pertarungan mereka..."


Zoiru bergerak maju menuju Shivin dengan sangat cepat. Kedua mata Shivin langsung bersinar, mereka berdua langsung saling memukul satu sama lain dengan kecepatan yang sudah melampui kecepatan para dewa dan dewi, pukulan mereka yang saling teradu mampu mengguncangkan wilayah yang mereka berada saat ini hingga barrier milik Korrina mulai bergetar. "Astaga..." Korrina langsung menciptakan beberapa lapisan barrier agar barrier yang melindungi mereka bisa bertahan cukup lama.


Shivin melihat celah yang bisa ia serang yaitu wajahnya, ia dengan cepat memukul wajah Zoiru dengan sangat keras. BAMMM, Zoiru menyerangnya kembali dengan mencoba untuk memukul wajahnya, tetapi Shivin memutarkan kedua lengannya lalu ia menghantam pukulan itu ke arah kiri hingga pukulan Zoiru yang akan menghantam Shivin langsung meleset ke kiri, Shivin langsung bergerak cepat dan mulai mencari celah lain untuk diserang SWOOSH, Shivin langsung menghantam perutnya dengan sangat keras hingga Zoiru memuntahkan darah yang cukup banyak di mulutnya. BAMM! "UAAARRGGGGHHHHH." Setelah Shivin berhasil menghantam perutnya, ia berputar 360° lalu ia menendang wajah Zoiru dengan sangat keras hingga terdengar suara retakan tulang di wajahnya. CRACKKK! Bahkan hidungnya juga langsung rusak hingga membuat wajah Zoiru langsung terlihat mengerikan.


Tendangan itu mampu membuat Zoiru terjatuh menuju barrier yang menghalangi legenda lain hingga mampu membuat barrier yang Zoiru injak retak. "Semua! Secepatnya kita melakukan evakuasi ke dalam rumah itu!" Korrina menunjuk sebuah rumah besar yang berada di barat, para Legenda langsung bergegas lari menuju rumah itu.


Shivin melayang di atas langit lalu ia mengangkat kedua tangannya, setelah itu ia langsung memfokuskan energi sihirnya menjadi satu dan ketika itu terjadi... Sebuah bola besar berwarna merah tua muncul di kedua telapak tangannya. "HAAAAAAAAAAA....!!!! CHAINS OF CRIMSON RECLIPSE!!!" Shivin langsung menunjuk Zoiru dengan bola energi itu hingga bola energi yang berada di kedua telapak tangan Shivin langsung pecah dan meluncurkan beberapa rantai yang sangat tajam dan runjing menuju arah Zoiru. Rantai-rantai itu dilumuri oleh sihir crimson hingga warna rantai itu yang tadinya emas sekarang berubah menjadi warna merah darah.


"HAHHHHHHHH...!!! SACRED OVERFLOWING BARRIER!!!" Teriak Korrina dengan sangat keras hingga mampu menciptakan barrier yang sangat tebal dan keras, barrier itu langsung melindungi rumah besar itu. Ketika barrier itu jadi, seluruh tubuh Korrina langsung terasa lemah hingga ia terjatuh di atas lantai. "Ahhh..."


"Nenek!" Ucap Homura dan Arisu bersama hingga ia langsung membantu Korrina. "Hahaha... Aku baik-baik saja..."


"Mama..." Haruka langsung meraba punggung Korrina dan mulai mengasihnya beberapa energi sihir agar ia bisa kembali pulih.


Ketika Zoiru menatap ke atas langit, seluruh tubuhnya sudah terkena dengan sihir milik Shivin, semua rantai-rantai itu langsung menusuk seluruh tubuh Zoiru tanpa henti hingga ia sendiri tidak bisa menghindarinya. STAAAB!!! "UAAAAGGGGHHHHHH!!! WAAGGGGHHH...!!! GRRRR...!!! HUAAAAAGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHH!!! AHHHHHHHHH!!!" Teriak Zoiru yang merasa penuh dengan kesakitan, ia langsung membesarkan aura-aura kegelapannya hingga mampu melindungi dirinya dari semua rantai yang Shivin luncurkan, aura-aura Zoiru dapat membakar semua sihir yang mengenai tubuhnya hingga perlahan-lahan seluruh kesakitan yang Zoiru rasakan langsung ia ubah jadi energi sihir yang berlimpah. Shivin tidak berhenti bertarung karena ia masih memiliki banyak energi sihir dan waktu untuk bertarung lebih lama lagi melawan Zoiru, kesempatan tadi adalah kesempatan emas untuk mengakhiri semuanya, tetapi Shivin memilih untuk bertarung tanpa henti. Sikap busuk Alvin pasti akan dimiliki oleh Shivin.


Barrier yang Zoiru injak sudah sepenuhnya hancur karena sihir milik Shivin. SWOOSH! Zoiru muncul tepat di belakang Shivin lalu ia memukulnya, tetapi Shivin berhasil menghindari pukulan tersebut. Mereka berdua mulai saling menghilang dan muncul kembali di atas langit dan di atas daratan juga. Pukulan mereka yang teradu mampu membuat guncangan yang sangat besar. Salah satu dari mereka belum terkena oleh serangan yang mereka kerahkan karena mereka sedang saling mengejar di atas langit.


SWOOSSH!!! Secara bersamaan mereka muncul tepat di atas langit lebih tinggi lagi selagi mengadukan kedua tinju mereka. Kedua mata Shivin bersinar cerah hingga ia mampu menangkis tinju kanan Zoiru lalu ia menyerangnya dengan memukul wajahnya. BAMM!, Pukulan itu mampu membuat Zoiru merasa lebih kesal dan mengamuk, ia menyerang balik dengan menendang perut Shivin dan tendangan itu mengenai tepat sasaran di perut Shivin dengan sangat dalam. BAM! Shivin terdorong mundur lalu ia menatap Zoiru dengan tatapannya yang kesal karena ia tidak menyangka bahwa Zoiru dapat melukainya hingga mulutnya sendiri memiliki darah. SWOOSH! Zoiru muncul tepat di belakangnya, tetapi Shivin dengan cepat berputar ke belakang lalu menendang wajah Zoiru dengan sangat keras. BAM! Tendangan itu langsung mendorongnya mundur, Shivin langsung mencoba untuk mengeluarkan sihir lainnya di tangan kanannya dan Zoiru langsung mengikutinya dengan mencoba untuk mengeluarkan sihir di mulutnya. "CRIMSON ECLIPSE BALL!!!" Shivin melemparkan bola energi berwarna merah tua yang di lapisi dengan aura emas menuju arah Zoiru. "OATH'S FLOWING BLASTER" Zoiru melepaskan gelombang hijau tua melalui mulutnya menuju arah sihir milik Shivin.


Sihir mereka langsung teradu hingga kedua sihir tersebut langsung meledak karena kedua dorongan yang sangat besar teradu menjadi satu. BAMM! Mereka muncul di atas selagi memukul satu sama lain, tetapi... Shivin dengan cepat langsung menendang kedua tangannya yang mencoba untuk menangkis wajahnya, ia melanjutkan tendangan itu dengan memukul perut Zoiru secara bertubi-tubi. BAM! BAM! BAM! Zoiru berhasil menyerangnya balik dengan menendang Shivin mundur ke belakang, tetapi Shivin berhasil menghindari tendangan itu dengan maju ke depan lalu ia menendang wajah Zoiru dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur. BAM!


Zoiru langsung mulai merasa sangat amat kesal, seluruh auranya mulai membesar seperti aura yang bergejolak tinggi. "RAGING OATH EXPLOSION" Seluruh tubuh Zoiru langsung terlindungi oleh aura kegelapan yang sangat menyengat hingga bajunya sendiri terbakar oleh auranya sendiri, Shivin mulai menyadari sesuatu hal yang penting ketika ia melihat Zoiru, dia akhirnya telah meningkati seluruh kekuatannya hingga mencapai kekuatan penuh, kekuatan penuh yang sebenarnya, Shivin bisa merasakan kekuatan murni Zoiru yang bertambah semakin membesar hingga kekuatan penuhnya telah melampui mortal terkuat yaitu Alvin. "Cih..."


Shivin langsung tersenyum. "Jadi kau sudah mulai menunjukkan kekuatan penuhmu?! FULL POWER YAAAA!? MAKA AKU JUGA AKAN MENGERAHKAN SEMUANYA...!!!" Shivin langsung menunjukkan wajahnya yang sangat kesal.


BAMMMM!!!


Shivin bergerak menghampirinya lalu ia memukul wajah Zoiru dengan sangat keras. BAM! Pukulan itu tidak membuat Zoiru terdorong mundur dan bahkan ia tidak merasakan apapun dari pukulan tadi. "A-Apa...? " Shivin langsung terkejut melihatnya, Zoiru dengan cepat langsung menyerangnya kembali, Zoiru menarik lengan kanannya lalu ia melempar Shivin menuju daratan. SWOOSH! Zoiru muncul tepat di depan Shivin lalu ia memukul dadanya dengan sangat keras. BAMM! "Uaaagghhh...!!!" Dengan pukulan tadi, Shivin langsung memuntahkan darahnya dari mulutnya, Zoiru tidak berhenti menyerangnya. Ia langsung memegang wajahnya lalu ia melemparnya ke atas langit.


SWOOSH Zoiru muncul tepat di depan Shivin dan mereka mulai saling memukul satu sama lain. Zoiru dengan cepat sedang memukul seluruh tubuh Shivin dengan cara bertubi-tubi. "M-Mustahil... Bagaimana kekuatan 7%-ku bisa kalah oleh seorang Legenda biasa...!?" Tanya Shivin selagi disiksa oleh Zoiru.


"JYAAHHHHHHHHH!!!" Teriak Shivin dengan sangat keras hingga ia mendorong Zoiru mundur, kedua lengannya langsung bersinar dan terbakar oleh api-api crimson. "Waktunya untuk mengerahkan 9% dari kekuatanku!!!" Shivin langsung bergerak maju menuju Zoiru dengan sangat cepat hingga ia tidak bisa melihat pukulan Shivin yang telah mengenai wajahnya. BAM! Pukulan itu dilanjutkan dengan Shivin yang langsung memukul dagunya dengan sangat keras. BAM! Dan yang terakhir Shivin langsung menendang perutnya dengan sangat keras. BAM!


Shivin bergerak laju menuju Zoiru lalu ia menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke atas langit BAM!, Shivin muncul tepat di depannya lalu ia menghantam puncak kepala Zoiru dengan kedua tinjunya BAM!, Hantaman tersebut langsung mementalkan Zoiru menuju daratan.


BAAMMM!!!


Zoiru bangkit kembali dengan rautan wajahnya yang kesal, dengan cepat ia langsung mengeluarkan sihir Oath Flowing Blaster-nya lagi menuju arah Shivin. Shivin dengan cepat langsung menghindari semua sihir itu dengan kecepatan yang telah melampui kecepatan para dewa dan dewi yang kuat. SWOOSH


Shivin sudah mulai merasa kesal melihatnya yang masih mengeluarkan sihirnya, ia langsung mengangkat kedua lengannya dan meluncurkan sihir-nya yang bernama Crimson Chains of Reclipse lagi menuju arah Zoiru, dengan itu Zoiru langsung berhenti hingga ia mulai menghindari semua sihir milik Shivin. Zoiru bergerak laju menuju arah Shivin, tetapi Shivin bergerak menujunya dengan kecepatan yang sama. Kedua tinju mereka langsung terhalangi oleh aura mereka masing-masing, dan setelah itulah... Tinju mereka yang dahsyat langsung teradu dengan satu hantaman hingga mampu membuat daratan meluncurkan gelombang api yang sangat besar dan tebal.


BAMMMMMMMMM!!!


Hantaman tersebut mampu membuat dorongan, shockwave, dan guncangan yang sangat amat besar hingga air lahar yang berada di bawah mereka mulai bergerak seperti angin topan dan membuat ombak yang sangat besar, bahkan barrier yang Korrina ciptakan langsung bergetar, tetapi mereka terselamatkan oleh Shivin yang membuat sebuah aura lingkaran untuk melindungi Korrina dan yang lainnya. Hantaman tadi juga memiliki efek guncangan yang sangat besar hingga mampu membuat air lahar itu meledakkan lahar yang sangat panas di segala arah. Zoiru dan Shivin mendarat di atas lahar itu, Zoiru menatap Shivin dengan tatapannya yang sangat kesal dan Shivin membalas tatapan itu dengan tatapan yang lebih kesal bahkan mengerikan. "Heh..."


"GAAAAHHH!!!" Zoiru langsung bergerak maju menuju Shivin lalu ia mencoba untuk memukulnya tanpa henti, tetapi Shivin berhasil menangkis semua serangan itu dengan hanya kedua kakinya. Setelah ia menangkisnya, Shivin berputar 720° lalu ia menendang perut Zoiru dengan sangat keras. BAM!!!, "UOOOGGGGGGGHHH!!!" Tendangan itu langsung membuatnya terpental mundur. SWOOSH! Shivin muncul tepat di depan Zoiru lalu ia menendang dadanya dengan sangat keras menggunakan kedua kakinya. BAM! Zoiru terpental ke belakang lagi hingga memuntahkan banyak darah, lalu Shivin mendarat di atas air lahar yang sangat panas. "Kau akan melihat sihir yang sebenarnya, Zoiru..."


Kedua tangan Shivin langsung mengeluarkan dua Crimson Eclipse Ball. "Crimson Eclipse Rush." Shivin langsung bergerak maju menuju arah Zoiru yang sedang memegang dadanya yang baru saja tertendang oleh Shivin. Zoiru menatap Shivin lalu ia mulai merasa sangat kesal hingga mulutnya langsung meluncurkan sihir Oath Flowing Blaster lagi menuju arah Shivin.


Shivin mulai menunjukkan rautan wajahnya yang terlihat sangat serius, ia melompat ke atas lalu ia berputar selagi menghindari gelombang sihir itu, Shivin mendarat tepat di belakang Zoiru hingga Zoiru sendiri tidak menyadari bahwa Shivin sedang berada di belakangnya ia tidak bisa menyadarinya karena penglihatannya terhalangi oleh gelombang sihirnya. Shivin dengan cepat langsung melempar kedua sihirnya menuju arah Zoiru dengan sangat cepat hingga Zoiru sempat melirik ke belakang tetapi tidak sempat untuk menghindar.


BAAAAMMMMMMMMM!!!


Kedua sihir itu mengenainya hingga mampu mengeluarkan asap abu yang cukup besar, asap-asap itu menghalangi seluruh tubuh Zoiru.  "Haaaaaa...!!!" Kedua telapak tangan Shivin langsung bersinar warna emas, ia menunjuk Zoiru dengan kedua telapak tangannya lalu ia meluncurkan rantai yang sangat runcing secara bertubi-tubi menuju arah asap-asap yang menghalangi seluruh tubuh Zoiru. BAM! BAM! BAM! Zoiru mulai merasakan kesakitan yang sangat dahsyat hingga ia perlahan-lahan mulai kehilangan seluruh tenaganya, seluruh tubuhnya tertusuk-tusuk hingga meninggalkan luka lubang dimana-mana.


"GUUUOGGGGHHHHHHH!!!" Zoiru memuntahkan banyak sekali darah dari mulutnya hingga semua luka-luka yang ada di seluruh tubuhnya juga langsung menyemburkan banyak sekali darah yang berwarna hitam.


"HAAAAAAAAAA....!!!" Shivin langsung mengeluarkan sebuah bola energi kecil yang berwarna merah di tangan kanannya, ia menatap bola energi itu. "SEMUANYA... BERAKHIR DI SINI!!! ECLIPSE CRIMSON BREEEAAAAAKKKK!!!" Shivin melempar bola energi kecil itu menuju arah Zoiru dengan sangat cepat.


...


...

__ADS_1


BAMMMMMMMM!!! SWOOOOOSSH!!!


Bola energi kecil itu mampu membuat ledakan yang cukup besar hingga semua asap-asap yang menghalangi Zoiru langsung terserap oleh bola energi itu, "UAAAAAAHHHHH!!!" Teriak Zoiru. Shivin langsung terdiam dan menatap ledakan yang berada di depannya selagi menghela nafasnya. "Pheww.... Semuanya berakhir..."


...


...


"SEMUA INI BELUM BERAKHIR...!!! DASAR SIALAAAAAN!!! PERSETAN SEMUANYA!!!" Zoiru tiba-tiba langsung meledakkan dirinya sendiri.


"AAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!! UAAAAAGGGGGGHHHHH!!! DEWA OATH SEPERTIKU... DEWA OATH SEPERTIKU DITUGASKAN UNTUK MEMBUNUH DEWA SIALAN SEPERTIMU....!!!" Zoiru langsung membuat ledakan yang sangat dahsyat seperti jutaan bom nuklir.


BAAAAAAAAAAAMMMMMMMMM!!!


Zoiru bergerak maju menghampiri Shivin, Shivin dengan cepat menendang wajahnya, tetapi ia menahannya. Shivin berputar lalu ia menendang wajah Zoiru dengan sangat keras. BAM! Zoiru terpental mundur lalu ia tiba-tiba membuat dua bola energi yang sangat besar muncul di kedua telapak tangannya. "OATH'S WRATH!!!" Zoiru melempar kedua bola energi besar itu menuju arah Shivin.


Seluruh tubuh Shivin langsung bersinar warna emas dan Crimson, ia menghindari kedua sihir itu dengan melompat ke atas langit. SWOOSH!, Dengan cepat Shivin bergerak maju menuju Zoiru lalu ia menghantam wajahnya dengan seluruh tenaganya. BAM!, Zoiru terpental mundur lalu ia menembakkan panah-panah kegelapan yang terbakar oleh api menuju arah Shivin, tetapi Shivin langsung menghindari semua sihir itu dengan menginjak semua panah tersebut dan berseluncur ke depan SWOOSH! Shivin muncul tepat di depannya lalu ia mulai memukul dan menendangnya tanpa henti hingga Zoiru tidak bisa menyerangnya balik.


Shivin terus memukul wajahnya tanpa henti. BAM! BAM! BAM! Tinju kanan Shivin mulai bersinar warna emas "SAINT GOD IMPACT...!!!" Shivin memukul perut Zoiru dengan tinju yang bersinar emas itu hingga perutnya langsung mengeluarkan darah yang sangat amat banyak. BAM! Shivin berputar ke belakang lalu ia mendarat di atas tanah.


"Ini serangan terakhirku...! Semua rencanamu telah gagal! Aku... Pergabungan antara Shira dan Alvin adalah akhir bagimu!" Aura Shivin mulai membesar, ia langsung bergerak maju menuju Zoiru dengan kecepatan yang melebihi kecepatan para dewa dan dewi. "GRAAHHHH!!!" Zoiru menghantam Shivin, tetapi ia menangkis hantaman tersebut dengan kedua kakinya. BAM! Tinju Zoiru dan kedua kaki Shivin yang teradu mulai mengeluarkan guncangan besar yang mampu menghancurkan daratan api-api yang mereka injak. Shivin menendangnya mundur lalu ia terbang menghampirinya. "HAAAHHHGG!!!" Shivin memukul perutnya lagi dengan tinjunya yang bersinar hingga Zoiru langsung memuntahkan darah yang sangat banyak. BAM! "GUUUUUGGHHH! UAAAAHHHHH!!!"


Shivin memukul perutnya lagi dengan sangat keras. BAM! Zoiru terpental mundur dan Shivin masih belum selesai menyerangnya, ia muncul tepat di depan Zoiru lalu ia memukul perutnya lagi tanpa henti. Zoiru mulai terjebak di aura crimson milik Shivin, di setiap pukulannya... Aura milik Shivin langsung mengepung seluruh tubuh Zoiru hingga ia langsung terjebak di dalam aura bulat yang Shivin ciptakan. "HAHHHHHH!!!" Shivin mengangkat kedua lengannya ke atas hingga Zoiru langsung melayang di atas langit berkat aura milik Shivin.


Shivin mulai melompat mundur dan ia mulai menarik nafasnya dalam-dalam. "Fuhhh... Serangan terakhir ini akan menentukan semuanya... Menentukan masa depan bagi Touri!" Shivin menunjuk ke depan dengan telapak tangan kanannya hingga sebuah bola emas muncul tepat di depan telapak tangan kanannya. "Final..." Shivin mulai menggerakan lengan kanannya ke belakang hingga bola emas itu langsung terlumuri oleh aura Crimson-nya, Shivin berencana untuk meluncurkan gelombang sihir yang sangat kuat dan dahsyat.


Gelombang sihir itu mampu menghancurkan apapun bahkan tempat dimana mereka sedang berada, Zoiru langsung ketakutan melihat itu karena ia tidak bisa bergerak atau mencoba melarikan diri saja tidak bisa, ia terjebak di dalam aura milik Shivin "SHIROMURA...!!!" Shivin mengeluarkan dorongan dan angin-angin yang besar di sekitarnya hingga mampu membuat barrier yang Korrina ciptakan retak. "M-Mustahil...!!!" Ucap Korrina selagi menunjukkan wajah yang panik.


"H-Hentikan...!!! HENTIKAN!!!" Teriak Zoiru dengan wajah yang sangat ketakutan dan panik, ia tidak bisa mencoba untuk memulihkan dirinya sendiri dan bahkan ia juga tidak bisa mencoba untuk membebaskan dirinya dari aura yang sedang menjebaknya. Shivin membuka kedua matanya dengan sangat lebar hingga kedua mata pupilnya bersinar seperti sinar matahari tetapi 100x lebih terang dari matahari.


"ECLIPSEEEEEE!!!" Teriak Shivin dengan ia langsung meluncurkan gelombang yang sangat amat besar menuju arah Zoiru, nama gelombang sihir itu adalah Final Shiromura Eclipse, sebuah sihir pergabungan antara Final Shine Attack dan Shiromura Eclipse, Zoiru langsung menatap gelombang itu dengan tatapan pasrah dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi. "Persetan... Kalian... Semua..."


SWOOOOOOSSSHHH!!!


Seluruh tubuh Zoiru langsung terkena oleh gelombang sihir milik Shivin. "UAAAAHHHHHHHH....!!!! GUUUUUOOOOGGGHHHHHHHH... AAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!", Teriak Zoiru dengan sangat keras hingga seluruh tubuhnya perlahan-lahan langsung terbakar oleh gelombang sihir milik Shivin, setelah itu seluruh tubuh Zoiru langsung berubah menjadi debu.


Gelombang sihir Shivin langsung terbang ke atas langit dan tiba-tiba mulai terbang kembali menuju daratan lalu meledak dengan sangat amat dahsyat.


BAAMMMMMMMMMMMMMMM!!!


Tempat yang mereka berada sekarang langsung hancur menjadi bagian-bagian kecil hingga tidak ada lagi yang tersisa kecuali rumah yang terlindungi oleh barrier milik Korrina. Shivin langsung terbagi menjadi dua karena 1 jam telah terlewati.


"Hah... Hah... Hah..." Shira mulai berdiri tegak selagi bernafas berat karena ia merasa sangat kelelahan, kedua lengannya terasa lemas dan mati rasa juga. "Kita... Berhasil... Bukan...?" Tanya Shira, ia langsung perlahan-lahan beristirahat dengan tergeletak di atas serpihan batu besar.


Alvin mengelus darah yang terdapat di mulutnya lalu ia menatap ke depan selagi menunjukkan wajah yang kelelahan. "Aneh sekali..." Ia mulai mengelus keringat di seluruh wajahnya.


Barrier yang melindungi rumah dimana terdapat Korrina dan yang lainnya mulai menghilang. Homura lari menghampiri Shira dengan sangat cepat. "SHIRAAAAA!!!" Teriak Homura hingga ia langsung memeluk Shira dengan sangat erat lalu ia mencium bibirnya. "Homura..."


Arisu dan Eclipse menghampiri Shira dengan wajah yang senang bahwa Shira memenangkan pertarungan hebat tadi dengan kondisi yang selamat. "Papa...!!!" Teriak Eclipse dan Arisu bersama hingga ia langsung memeluk Homura dan Shira dengan sangat erat.


Alvin melirik kepada Shira lalu ia tersenyum kecil. "Sepertinya Saint yang ditakdirkan itu telah kembali seperti biasanya... Hmph..." Alvin tersenyum kecil hingga tiba-tiba ia langsung dipeluk oleh Korrina. "Selamat, Alvin!"


"Ya... Terima kasih, Korrina..." Alvin langsung mencium pipinya, Haruka menghampiri Alvin dengan wajah yang senang dan ia juga memiliki senyuman lebar di wajahnya. Alvin tiba-tiba langsung menunjukkan wajah yang bersalah. "Haruka, maaf... Sepertinya aku menghancurkan dimensi buatanmu ini." Ucapnya selagi menunduk kepada Haruka, Korrina dan Haruka langsung terkejut ketika mereka melihat Alvin menunduk kepada seseorang, mereka melihatnya seperti seseorang yang berbeda. Korrina mulai teringat kembali ke masa-masa dimana Alvin masih lemah. "Alvin..." Korrina merasa terharu melihatnya.


"Setidaknya masih ada yang... Masih ada yang menyayangiku..." Ucap batin Alvin.


"T-Tidak apa-apa, Papa! Santai-santai, ahahaha!" Haruka mulai tertawa kecil dan ia mulai merasa canggung melihatnya.


SWOOOOOSSSHHH!!!


Tiba-tiba terdapat sebuah portal yang terbuka tepat di belakang mereka semua. Alvin dan Shira secara reflek langsung melirik ke belakang lalu mereka mulai melakukan kuda-kuda bertarung mereka. "Whoaaa~ Seremnya~" Tiba-tiba terdengar sebuah suara gadis kecil, gadis kecil itu berjalan keluar dari portal tersebut. "R-Rina...!?" Korrina langsung terkejut melihat Rina yang pulang dengan selamat.


"Aku pulang!!! Papa!!! Mama!!!" Rina melompat menuju arah Korrina lalu ia memeluknya dan mulai mencium pipi kanan Alvin.


Alvin langsung merasa sangat terkejut ketika Rina mencium pipi-nya, sepertinya ia tidak membenci Alvin sama sekali. "Bagaimana dengan Ren dan Rin...? Apakah Mortem berhasil?" Tanya Alvin dengan wajah yang serius.


"Tentu saja. Rin telah sepenuhnya terkalahkan oleh Mortem sedangkan Ren... Dia telah terkalahkan oleh mereka." Rina menunjuk Selvia dan Arika yang berjalan keluar dari portal itu, seketika mereka keluar dari portal tersebut. Shira dan yang lainnya langsung terkejut karena melihat Selvia dan Arika. Itu adalah suatu hal langka yang bisa mereka lihat.


"S-Selvia...!?" Ucap Shira dan Homura bersama. Arisu menatap Arika dan ia langsung menunjukkan wajah yang kebingungan karena bagaimana bisa ia bebas dari tubuhnya. "A-Arika...!?"


"Yo!" Mereka berdua langsung mengangkat lengan kanan mereka bersama. Shira langsung meneteskan air matanya karena ia mengingat kembali masa-masa dimana Selvia mengorbankan dirinya demi keselamatan dirinya dan yang lainnya. "Selvia..."


"Aku kembali, Papa..." Selvia tersenyum


...


...


SWOOOOOOSSSSHHHHH!!!


"AHHH...!?" Alvin membuka kedua matanya dengan sangat lebar karena ia merasakan aura yang sangat menyengat sekali di belakangnya,  hanya ia sendiri yang bisa merasakan aura yang menyengat itu.


SWOOSSSHH!!!


"AWAAAAAS...!!!" Alvin muncul tepat di depan Shira lalu ia melebarkan kedua lengannya, ia terlihat seperti mencoba untuk melindungi seseorang yaitu Shira.


STAAAAAB!!!


Dada Alvin dan bahkan jantungnya sendiri langsung tertusuk oleh sebuah gelombang sihir kegelapan yang sangat tajam sekali, gelombang tajam itu langsung berhenti oleh aura milik Alvin yang berada di belakang punggungnya. "GUUUUUUGGHH...!!!" Alvin langsung melebarkan kedua matanya dengan sangat lebar karena ia bisa merasakan kesakitan yang sangat dahsyat sekali. Gelombang sihir tadi itu mengandung energi sihir warisan Dewa Oath.


"Jadi... Inikah energi sihir warisan Dewa Oath...? Oathal... " Alvin perlahan-lahan terjatuh dan mulai tergeletak di atas tanah dengan sebuah lubang besar di dadanya. Kedua matanya mulai kosong karena Alvin sebentar lagi akan kehilangan nyawa-nya.


Semua orang yang berada di situasi itu langsung terkejut dan mengalihkan pandangan mereka kepada Alvin yang tergeletak di atas tanah. Korrina langsung menunjukkan wajah yang sangat terkejut. "ALVIN....??!!" Teriak Korrina dengan menunjukkan wajah yang terlihat histeris.


"GUAAGGGHHHHH...!!!" Alvin langsung memuntahkan darah yang sangat banyak melalui mulutnya. "L-Lari...! Se... Selamatkan diri kalian.... Sendiri..."


...


...


"HAHAHAHAHA!!! Aduh maaf... Gelombang sihir tadi seharusnya mengenai Shira, tetapi aku mendapatkan hasil yang lebih bagus lagi." Tiba-tiba suara itu terdengar persis seperti suara Zoiru. Korrina dan yang lainnya langsung menatap wajah dewa itu dengan tatapan yang sangat kesal. "Zoiru...!?" Shira langsung terkejut melihatnya kembali dengan kondisi yang pulih.


"B-Bagaimana kau bisa kembali...!? Bukannya Shivin telah menghabisimu dengan gelombang sihirnya itu?!" Tanya Homura selagi menunjukkan wajah yang kesal.


"Biarkan aku memberitahu tentang keunggulan seorang dewa Oath... Kita para dewa memiliki sihir yang mampu membuat kita semua kembali hidup lagi yaitu Oath's Last Stand. Sihir itu mampu membuat kita para dewa oath menjadi lebih kuat lagi hingga kecerdasan kita ini meningkat dengan sangat drastis... Bukan hanya kecerdasan saja... Seluruh atribut kita juga dapat meningkat... Kalian para mortal atau dewa rendahan tidak akan pernah mengerti terhadap kekuatan dan sihir yang dimiliki Dewa OATH!"


"Dan sihir ini juga memiliki potensi yang sangat menguntungkan bagi diriku ini... Bagi kalian tidak karena kalian akan melihat wujud yang mampu membuat kalian bergetar dan mengompol di celana kalian masing-masing...!!! SAKSIKANLAH, WUJUD SEMPURNA SEORANG DEWA OATH!!! OATH'S TRUE FORM!!!" Teriak Zoiru dengan sangat amat keras hingga seluruh tubuhnya langsung terlindungi oleh aura kegelapan dan bahkan tubuhnya mulai membesar. Kedua mata Zoiru telah sepenuhnya berubah menjadi warna hitam dan seluruh tubuhnya juga bahkan mulai terhalangi oleh aura ungu tua.


SWOOOOOOOSSSHHHH!!!


Zoiru meluncurkan dorongan yang sangat amat besar hingga mampu membuat mereka semua terdorong ke belakang. "D-Dorongan apa ini...!? Dan energi sihir macam apa ini...!?" Tanya Shira selagi menghalang dorongan itu.


"Ini gawat... Ini adalah energi sihir yang pernah Alvin jelaskan sebelumnya...!!! Oathal adalah jenis energi sihir yang sangat berbahaya, energi sihir ini hanya dimiliki oleh para dewa Oath. Sihir ini mampu menghancurkan apapun... Jadi efeknya ini sama seperti Vanish..." Ucap Korrina dengan wajah yang sangat terkejut. Ia mencoba untuk berubah menjadi wujud Omni-of-all-Creature tetapi masih tidak bisa karena wujud itu masih tetap disegel oleh Zoiru. "Sialan...!!!" Korrina terbang menghampiri Zoiru dengan sangat amat cepat, ia langsun berubah menjadi wujud terkuatnya yaitu Sacred Overboosted Limit


"T-Tidak...!!! Mama!!! Jangan...!!!" Teriak Rina dengan sangat keras, ia mencoba untuk berubah menjadi Mortem tetapi tidak bisa karena ia masih sedang mengumpulkan tenaga-tenaganya yang telah terpakai habis dalam pertarungan melawan Rin. "Mortem... Cepatlah bantu Mama...!!!"


"... ..." Mortem hanya bisa diam seperti sengaja karena ia tidak mau membantu. "Mortem... Ayolah..." Ucap Rina selagi menunjukkan wajah yang terkejut.


"JYAAAAHHHHH...!!!" Zoiru langsung menunjuk Korrina dengan jari telunjuknya hingga Korrina langsung berhenti bergerak dan tiba-tiba tercekik kasar di daerah lehernya, terdapat sebuah aura kegelapan yang melumuri lehernya. "Guggghh...!!!"


"Aku sudah tidak akan meremehkan kalian semua... Kalian akan mati dalam sekejap dan tanpa ampunan sedikitpun...!" Zoiru menunjuk sebuah rumah dimana terdapat beberapa Legenda yang sedang berada di dalam rumah itu, tiba-tiba rumah itu langsung meledak seperti bom nuklir.


BAMMMMMMMMM!!!


Shira dan yang lainnya langsung menunjukkan wajah yang terkejut ketika melihat hal itu terjadi. "AHHHH...!!!" Teriak Korrina dengan sangat keras selagi memegang lehernya yang tercekik kasar. "Berakhir sudah..." Zoiru langsung menjentikkan jarinya hingga leher Korrina langsung putus dari tubuhnya.


JYASSSHHHH!!!


Kedua mata Korrina langsung terlihat kosong hingga tubuhnya terjatuh di  atas dengan kepalanya yang tergeletak di atas tanah, kepala Korrina masih mengeluarkan darah merah yang cukup banyak sekali. Hal itu langsung membuat Rina merasa sangat kesal dan menangis. Mereka semua langsung menunjukkan wajah yang ketakutan melihat Zoiru benar-benar tidak memberi mereka semua sedikit ampunan. "MAMA....!!! MAMAAAAAAAA....!!!" Teriak Rina dengan sangat keras.


"APA YANG TELAH KAU LAKUKAN KEPADA MAMAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!?!?!" Seluruh aura Rina langsung membesar seperti kompor api. Rina langsung berubah menjadi wujud Crimson Overboosted Limit.


"Bodoh..." Zoiru langsung mengangkat jari telunjuknya hingga seluruh tubuh Rina langsung terbelah menjadi dua, ia langsung terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang sudah mati dan tubuh yang sudah terbelah menjadi dua. Shira langsung berkeringat dan mulai bergetar ketakutan ketika melihat kekuatan yang dimiliki Zoiru.


Haruka melirik kepada Shira selagi menunjukkan wajah yang serius. "Kesempatan..."


"Huh...?"


"TIME STO---" Ketika Haruka ingin menggunakan sihir waktu-nya, kepalanya langsung melirik ke belakang dan terdapat suara tulang rusak ketika itu terjadi. Zoiru menunjuk Haruka selagi menggerak-gerakan jari-jarinya, seluruh tubuh Haruka mulai putus hingga beberapa darah mulai keluar dari seluruh tubuh Haruka yang telah putus. Zoiru menghantamnya ke atas tanah lalu ia tersenyum jahat ketika ia melihat itu terjadi. "Ahahaha...!!!!"


"Kejamnya... Aku tidak percaya bahwa masih ada dewa yang mampu melakukan hal kejam seperti ini..."


"Dasar dewa rendahan... Julukan-mu sebagai dewa tidak mementingkan siapa dirimu." Chiara langsung menatap Zoiru dengan tatapan yang kesal. Chiara melirik kepada Alvin yang terlihat seperti dikondisi yang sudah kehilangan nyawa-nya.


"Apa yang Syna katakan..."


Syna memberikan sebuah bola energi yang berwarna emas kepada Chiara. Bola emas itu dilumuri dengan partikel-partikel biru muda. "Jangan kau sia-siakan Super Life Source terakhir ini, Chiara. Kau hanya harus menggunakan ini kepada Dewa Alvin jika kondisinya memburuk."


"Dewa Alvin adalah seorang dewa satu-satunya yang memiliki harapan apapun untuk mengalahkan musuh apapun... Gunakanlah ketika kondisi memburuk..."


"Super Life Source dapat memulihkan seseorang, menghancurkan efek negatif, dan bahkan memulihkan seseorang yang sudah sekarat juga bisa... Super Life Source adalah bola energi kehidupan yang sangat langka di Xuusuatouri."


Chiara mengambil Super Life Source itu. Asuka mulai menatap wajah Chiara dengan tatapan yang serius. "Kau membutuhkannya... Semoga beruntung, Chiara."


Chiara mengangguk.


Ia diam-diam mulai mengeluarkan bola energi sihir yang berjulukan sebagai Super Life Source. Chiara langsung memberikan Super Life Source itu kepada Alvin yang sudah tidak memiliki nyawa apapun, bola kehidupan itu langsung masuk ke dalam tubuh Alvin dan diam-diam Chiara langsung memberikan setengah nyawanya kepada Alvin dan ia juga memberikan sebuah bola energi kecil yang terbentuk seperti semesta. "Masih ada harapan lainnya..."


"Apa yang kau lakukan, malaikat...?"


Chiara langsung menatap wajah Zoiru dengan tatapan yang sangat kesal. "Kau tau apa yang harus kau lakukan bukan? Cepat bunuh aku..."


"Aku pasti akan mengabulkan permintaan bodoh-mu itu, malaikat! " Zoiru menunjuk kepala Chiara dengan telunjuknya hingga kepala Chiara langsung meledak dan lehernya langsung mengeluarkan darah yang sangat amat banyak.


BUSSSHHHH...!!!


Shira dan yang lainnya langsung merasa sangat kesal bahkan ketakutan ketika melihat Zoiru yang tidak berhenti dalam membunuh seseorang.


"INI PEMBANTAIAN...!!! HENTIKAN SEMUA INI SEKARANG JUGA, ZOIRU!!!" Teriak Shira, ia menunjukkan wajah yang terlihat sangat kesal sekali. Zoiru menunjuk Selvia yang mencoba untuk menyerangnya dari belakang. "Apa yang kamu coba lakukan, iblis...?"


"Acckkk...!"


BUSSSHHHH!!!


"URRGGHHH!!!" Tiba-tiba semua organ tubuh Selvia langsung keluar dan mulai berjatuhan di atas tanah, Zoiru melirik ke belakang lalu ia menunjuk Selvia hingga ia terjatuh lalu tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang sudah mati. "A-Ahhhh...!!!" Homura langsung menunjukkan wajah yang terkejut melihat itu, ia menangis dan ingin sekali melawan tetapi tidak bisa karena ia tahu ia akan mati juga.


"Ayo lakukan ini, Arika...!!!" Teriak Arisu, ia langsung berubah menjadi wujud Saint God-nya. "Ini bukan saatnya untuk bermain-main...!!!" Teriak Arika dengan sangat keras hingga ia langsung berubah menjadi wujud Saint God juga.


"Tidak...!!! Hentikan, anak-anak, aku mohon!!!" Ucap Homura dengan eksperesi wajah yang terlihat sedih, ia tidak mau kehilangan Arisu dan Arika juga. Arisu menatap wajah Homura dengan tatapan yang sangat serius. "Mama... Kita adalah Legenda, kita para Legenda harus berjuang hingga akhir, kita harus terus bertarung walaupun musuh kita ini lebih kuat dari kita. Legends never dies, Mama tau itu 'kan...?" Tanya Arisu, ia mulai mengangkat lengan kanannya ke atas.


Tinju kanan Arika mulai bersinar dengan sangat cerah. "Maha sihir Saint: Fist of All Saint's Existence..." Tinju kanan Arika langsung terlindungi oleh aura warna-warni seperti dilindungi oleh warna pelangi. Ia menatap Zoiru dengan tatapan yang sangat amat kesal, "Mari kita lakukan ini, Arisu...!!!" Ucap Arika.


"Ya...!!! Maha Sihir Saint: Saint Reunion!!!" Arisu menggunakan maha sihir saint-nya untuk pertama kalinya, ia tiba-tiba memanggil semua Saints yang terdapat di seluruh semesta Touri. Tetapi Saint yang Arisu panggil itu bukanlah asli melainkan sebuah ilusi. Semua Saint itu memiliki kekuatan dan sihir mereka ini sama persis dengan penggunanya masing-masing. "MARI KITA LAKUKAN INI...!!!" Ucap Arisu dengan sangat serius, ia menunjuk Zoiru hingga semua Saints yang berada di belakang Arisu langsung terbang menuju arah Zoiru.


"HAHHHHHHHH!!!" Arika terbang menuju arah Zoiru dengan kecepatan penuh. Homura mulai berdoa agar mereka semua bisa mengalahkan Zoiru. "Aku mohon... Kakek... Nenek... Bangunlah... Aku tahu kalian masih hidup...!!!"


Zoiru tersenyum lebar, wajahnya terlihat sangat jelas bahwa Zoiru menunjukkan eksperesi wajah seperti seorang psikopat. "Oath's Destruction..."


BAAAMMMMMMMM!!!


Zoiru meledakkan dirinya sendiri dengan sangat dahsyat hingga mampu membantai habis semua saint yang mengepungnya termasuk Arika dan Arisu juga. Shira menghalang Homura dari ledakan itu lalu ia bisa mengetahui jelas situasi yang ia berada saat ini. "Sepertinya ini adalah hari takdir kematian kita, sungguh menyedihkan bagi kita yang baru saja hidup beberapa jam yang lalu, Homura... Kita harus menanggung semua----"


"PERSETAN DENGAN SEMUANYA....!!!!" Teriak Homura dengan sangat keras, ia langsung berubah menjadi wujud Molten Form-nya, ia muncul tepat di atas Zoiru dengan sangat cepat. Ia berencana untuk menghantam kepalanya menggunakan kedua tinjunya yang terbakar "RASAKAN INI!!! KEPARAAAAAAAAAT!!!"


Zoiru menunjuk Homura lalu ia mulai menebas seluruh tubuhnya hingga seluruh tubuh Homura mulai terbelah menjadi beberapa bagian kecil seperti daging-daging yang telah di potong-potong oleh pisau. Shira hanya bisa terdiam dan merasa hampa karena ia baru saja hidup kembali dan sekarang ia akan mati lagi. "Menyebalkan... Aku baru saja hidup dan lihatlah sekarang... Takdir kematianku... Aku tidak menyangka akan secepat ini." Shira melirik kepada Alvin lalu ia tersenyum. "Terima kasih karena telah menyelamatkanku, Alvin... Dan terima kasih juga karena kau tidak bersikap egois seperti dulu, sepertinya semesta Touri akan berakhir menjadi partikel-partikel kecil."


"Maha sihir saint..." Shira langsung menggunakan maha sihir saint-nya untuk pertama kalinya, ratusan rantai mulai keluar dari daratan yang Shira injak, seluruh tubuh Shira langsung terlindungi oleh rantai-rantai itu. "Setidaknya aku akan terus bertarung seperti seorang Legenda! Aku tidak akan menyerah!!! LEGENDS NEVER DIES!" Shira melompat ke atas langit hingga seluruh rantai itu langsung membentuk sebuah tombak emas yang sangat tajam, Shira meluncur menuju arah Zoiru selagi terlindungi oleh tombak emas itu.


Zoiru menunjuk tombak besar itu dengan telapak tangan kanannya. "Kau memanglah pantang menyerah, Shira! MAJULAAAAAH!!!"


BAMMMMMMMMMMMM!!!


...


...


"Akh...!?" Shira langsung terkejut ketika ia melihat Zoiru menahan maha sihir saint-nya dengan hanya menggunakan telapak tangannya, tetapi ia mampu melukai telapak tangan kanannya hingga telapak tangan kanan Zoiru langsung berdarah dan terluka. "Hebat... Kau mampu membuatku berdarah...!" Zoiru tersenyum dengan sangat lebar dan ia langsung menghancurkan tombak itu dengan menggunakan jari telunjuk dari lengan kirinya.


Shira mendarat di atas tanah dengan wajah yang kesal, Zoiru langsung menunjuk mata kiri Shira hingga tiba-tiba ia meninggalkan sebuah luka tebas di mata kiri Shira. JRAT "Nrrghh...!!!" Shira langsung memegang mata kirinya yang berdarah. "Ingatlah luka itu... Dan belajarlah dari luka kelemahanmu itu... Luka itu menandai bahwa dirimu itu lemah, Shira..." Zoiru mendorong Shira dengan telapak tangan kanannya hingga ia langsung terdorong ke belakang dan perutnya langsung meledak.


BUUSSSHHH!!!


"Masih ada... Harapan.... Untuk Touri...." Shira meluncurkan sebuah bola energi emas kepada Alvin lalu ia mengejamkan kedua matanya dan mulai tersenyum di kematiannya. Shira tergeletak di atas tanah dan ia telah kehilangan nyawa-nya.


...


...


"Hmph... Dasar bodoh!!! Aku akan menghancurkan apapun mulai dari sekarang---" Tiba-tiba Alvin muncul tepat di depan Zoiru selagi menunjukkan wajah yang kesal. Hal itu langsung membuat Zoiru terkejut hingga ia melompat ke belakang. "A-Apa...!? B-Bagaimana bisa...?!"


"... ..." Kedua mata Alvin mulai bersinar berwarna merah cerah.


Zoiru menatap dada Alvin yang perlahan-lahan teregenerasi oleh sebuah sihir yang hanya dimiliki oleh malaikat, ternyata setengah nyawa dari Chiara mampu membuat Alvin hidup dan bukan hanya itu saja, seperti Super Life Source adalah energi kehidupan yang cukup manjur juga. Ia langsung memulihkan kondisinya sampai pulih. "Apa yang telah kau perbuat, keparat...!!!" Alvin langsung mengepalkan kedua tinjunya selagi menunjukkan wajah yang kesal.


Alvin melirik ke belakang lalu ia melihat banyak sekali mayat yang terbunuh dengan cara sadis, bahkan ia melihat Korrina dengan kepalanya yang terletak di atas tubuhnya. "GRRRHHHH....!!!!" Alvin langsung menutup kedua matanya hingga seluruh auranya mulai muncul dan membesar, ia tidak tahan melihat Korrina terbunuh dengan cara yang sadis, terbunuh saja sudah membuatnya ingin menghancurkan apapun.


Zoiru menunjuk perut Alvin lalu tiba-tiba sebuah gelombang sihir runcing menebas perutnya dengan sangat dalam. "GUAAAAGGGGHHHH...!!!" Alvin langsung memuntahkan banyak sekali darah dari mulutnya, ia perlahan-lahan melihat Haruka juga. "H-Haruka....!!! Nrrrrrggggg.....!!!! Grrrrrrhhhh....!!!"


"Kenapa terus melawan, Alvin? Kau sudah tahu bahwa kau tidak bisa mengalahkan Oath's True Form dengan wujud apapun yang kau miliki. Kau bahkan tidak bisa lagi mengandalkan wujud maha kuasa itu..." Zoiru tersenyum dengan sangat jahat.


"Gggggrrrgggghhh....!!!" Alvin langsung menunjukkan eksperesi yang sangat kesal sekali. Alvin mencoba untuk mencari Rina dan ia tiba-tiba melihatnya yang terbelah menjadi dua. Ia langsung mengejamkan kedua matanya dengan sangat rapat dan mulai menangis ketika melihat itu. "KAU....!!!! KAU....!!!! KAU MONSTER....!!!! KAU AKAN MEMBAYARNYA...!!!" Alvin langsung berubah menjadi wujud Perfected Limit Breaker X.


"KAU AKAN MEMBAYARNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA....!!! KAU TIDAK AKAN AKU MAAFKAN!!!! KAU TIDAK AKAN BERI SEDIKIT AMPUNAN APAPUN...!!!" Aura Alvin langsung membesar dengan ukuran yang sangat besar sekali hingga mampu membuat Zoiru terkejut karena seluruh kekuatannya meningkat drastis sekali. Bahkan ia juga memiliki potensi untuk mencapai wujud yang ditakuti Zoiru yaitu wujud maha kuasa.


"GRRRRRRGGGGHHH...!!! KAU MENYEGEL WUJUD MAHA KUASA-KU.... KAU MENCOBA UNTUK MENGENDALIKANKU DEMI KEHANCURAN TOURI...!!! DAN SEKARANG KAU BAHKAN MEMBUNUH SEMUA ANGGOTA KELUARGAKU...!!! KAU MEMBUNUH KORRINA...!!! KAU MEMBUNUH HARUKA.... KAU MEMBUNUH RINAAAAAAAAAGGGGHHH....!!! BERANI-BERANINYA KAU MELUKAKAN DAN BAHKAN MEMBUNUH ANGGOTA KELUARGAAAAKUUU!!! ZOIRRRRUUAAAAAGGGGHHHHHHHHHHHH!!! KAU HARUS MEMBAYARNYA DENGAN NYAWA-NYAWA YANG KAU MILIKI!!!" Alvin langsung meledakkan dirinya sendiri hingga mampu menghancurkan segalanya, Zoiru langsung menghalang dorongan dari ledakan itu menggunakan kedua kekuatannya.


"GRAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Alvin dengan sangat keras hingga rambutnya mulai berubah menjadi warna merah, kedua matanya perlahan-lahan langsung berubah menjadi warna silver. Terdapat sebuah simbol yang melambangkan Dewa Maha Kuasa di dahi-nya. Zoiru langsung membulatkan kedua matanya karena tiba-tiba Alvin mampu berubah menjadi wujud asli-nya. "T-TIDAK MUNGKIN.....!!!"


Alvin telah berubah menjadi wujud Omni-of-all-Creatures, sebuah wujud maha kuasa miliknya sendiri, diwujud saat ini juga tidak ada yang tidak mungkin bagi Alvin. Wujud itu adalah wujud terkuatnya dimana tidak ada SIAPAPUN yang bisa mengalahkan Alvin, ia pencipta segalanya, ia memimpin segalanya, ia maha segalanya sekarang. Touri adalah semesta yang dilindungi ketat oleh Alvin. "Zoiru...! Kau akan aku beri hukuman berat bagi dewa oath berdosa sepertimu..." Ucap Alvin dengan wajah tenangnya.


"B-Bagaimana bisa...?! Bagaimana bisa kau menggunakan wujud itu!?"


"Aku harus berterima kasih kepada malaikat itu, dialah yang telah menghancurkan segalmu itu... Lihatlah aku sekarang, wujud ini adalah wujud dewa maha kuasa, kau tidak memiliki sedikit kesempatan untuk mengalahkanku. Segel milikmu hancur karena sebuah energi kehidupan yang bernama Super Life Source, energi kehidupan ini dapat memulihkan apapun dan bahkan menghilangkan efek yang merugikan,  Zoiru..." Ucap Alvin.


Alvin langsung mulai mengeluarkan sebuah bola energi kecil yang terlihat seperti semesta. "Dengan ini energi kehidupan Yuusuatouri.... Yuusuatouri akan kembali dan semua Legenda yang telah kau bunuh akan kembali hidup. Terima kasih kepada malaikat itu... Semuanya akan kembali seperti semula... Aku akan menghidupkan kembali apapun bahkan jika itu menghancurkan harga diriku sebagai seorang Legenda."


"Siapa yang peduli? Aku adalah Dewa maha kuasa!!! AKU MELAKUKAN APAPUN YANG AKU MAU!!!"


"SIAAAAAL....!!!"


"Yuusuatouri: Creation and Revival!" Alvin langsung menghancurkan bola kecil itu dengan telapak tangan kanannya.


BAMMMMMMMM!!!


SWOOOOOOOSSSHHHHH....!!!


...


...


Perlahan-lahan semesta Yuusuatouri langsung kembali seperti semula dan tercipta kembali sebelum terhancurkan oleh Zoiru. Seluruh kehidupan yang ada di Yuusuatouri juga telah kembali hidup dan bahkan Alvin tidak lupa untuk menghidupkan Chiara kembali. Shira muncul di luar rumahnya sendiri lalu ia melirik ke atas langit dimana ia bisa merasakan keberadaan Alvin yang terdapat dimana-mana. "Aku tahu kau pasti bisa, Alvin. Kau pasti tidak akan membiarkan Touri hancur begitu saja, bukan!?" Shira tersenyum lebar karena Alvin telah kembali.



"Jadi? Apakah kau akan menyerah---"


"TUTUP MULUT BUSUKMU ITU!!!" Teriak Zoiru dengan sangat keras, ia lari memghampirinya lalu ia memukul perut Alvin dengan sangat keras menggunakan tinju kanannya.


SWOOOOOOSSSHHHH!!!


Apa yang Zoiru harapkan ialah Alvin yang akan merasakan kesakitan dari pukulannya, tetapi tidak karena lengan kanannya tiba-tiba berubah menjadi debu karena telah memukul Alvin. Pukulan tadi tidak mempan sama sekali terhadap Alvin yang sedang berada di level dimana tidak ada yang bisa mengalahkannya. "Bodoh..." Ketika Alvin menggerakan sedikit jari kelingkingnya, Zoiru langsung terpental ke belakang dengan beberapa luka tebas di perutnya.


"Kau tidak akan bisa mengalahkanku..." Ucap Alvin dengan wajah yang serius. Zoiru langsung meluncurkan semua sihir yang ia punya menuju arah Alvin, tetapi semua sihir itu langsung berubah menjadi partikel-partikel kecil. "Dasar bodoh..."


"SIALAN...!!! SIALAAAAAAN....!!!" Zoiru mencoba untuk melarikan diri, tetapi ia tidak bisa karena seluruh tubuhnya terasa berat dan tidak bisa digerakan. "Vanish..." Alvin menjentikkan jari kanannya hingga membuat seluruh tubuh Zoiru langsung berubah menjadi partikel-partikel kecil. "APA YANG TELAH KAU LAKUKAN...!?"


"HENTIKAN....!!! HENTIKAAAAAAAAAAAAAAN---"


Alvin masih belum sepenuhnya menang dan mengalahkan Zoiru. Dewa Oath memiliki nyawa abadi dimana mereka setiap bangkit akan bertambah kuat lagi dan bahkan dewa Oath itu mampu memiliki sihir yang mampu membuat mereka bangkit entah dimana, ia mencoba untuk mendeteksi energi sihirnya dan tiba-tiba ia menemukannya dengan sangat mudah sekali. Alvin mulai menatap kedua telapak tangannya dimana ia bisa merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya yaitu ia tidak bersikap seperti dulu lagi. Ia mulai mengingat dirinya sendiri di masa dimana ia masih lemah. "Sungguh menyedihkan... Aku yang ditugaskan untuk menjadi dewa maha kuasa ini akan bisa memiliki perasaan yang pernah aku rasakan di masa-masa sejak itu... Aku berjanji untuk bersikap adil dan lihatlah aku sekarang... Aku dipenuhi dengan keegoisan ketika menjadi dewa maha kuasa..." Alvin mulai menangis ketika ia mengingatnya kembali.


"Aku sudah membuat semua orang benci kepada diriku sendiri...!!!" Alvin mulai mengepalkan kedua tinjunya hingga perlahan-lahan ia mulai mengangkat lengan kanannya. "Demi Touri.... Demi Ibu... Demi diriku dan keluargaku... Aku akan belajar dari kesalahan-kesalahan yang aku buat...!!!"


"Berikanlah harapan kalian untuk terakhir kalinya..."


"SEMUA PENGHUNI SEMESTA TOURI!!! BERIKANLAH SEMUA SEMANGAT KALIAN KEPADA DEWA MAHA KUASA YANG TELAH MENCIPTAKAN SEGALANYA.... SEMUA YANG KITA TINGGALI INI ADALAH CIPTAANNYA DAN KITA SEBAGAI PENGHUNI DARI TOURI DIWAJIBKAN UNTUK MEMBANTUNYA MENGHABISI MUSUHNYA...!!!!" Ucap Korrina dengan nada yang serius, ia sekarang sedang berkomunikasi dengan seluruh penghuni Touri menggunakan Omni-Communication. Alvin mendengar suara Korrina dengan sangat jelas, ia tahu bahwa menggunakan cara yang Korrina katakan tidak akan berguna karena semua penghuni Touri membenci Alvin.


"Apakah kau ingin aku menggunakan cara itu, Korrina...? Touri's Hope?" Alvin tersenyum kecil dan ia hanya bisa terkekeh sebentar karena Touri's Hope adalah sebuah sihir yang hanya dimiliki oleh Alvin karena ialah sesosok yang telah menciptakan sihir itu. Touri's Hope adalah sebuah tehnik atau sihir yang Alvin ciptakan, sihir ini adalah sihir kumpulan harapan bagi semua penghuni Touri, Alvin hanya bisa menggunakan sihir ini ketika salah satu penghuni Touri memberinya harapan mereka sendiri dan mempercayai bahwa kemenangan ada di tangan Alvin. Dengan memiliki dua harapan saja, Touri's Hope mampu menghancurkan apapun dalam sekejap.


"TOURI'S HOPEEEEE!!!" Teriak Korrina dengan sangat keras hingga tiba-tiba kedua tinju Alvin langsung bersinar berwarna pelangi, ia baru saja mendapatkan harapan milik Korrina. "Korrina..." Alvin langsung tersenyum ketika melihat itu terjadi.


"AKU BUTUH BANTUAN KALIAN...!!! BERIKAN HARAPAN KALIAN KEPADAKU DENGAN MENYEBUT TOURI'S HOPEEEEEEE!!! APAKAH KALIAN SEMUA MEMPERCAYAI KEMENANGAN KEPADAKU!? AKU SEKARANG SEDANG MELAWAN SEORANG DEWA OATH YANG MEMILIKI SIHIR YANG MAMPU MEMBUAYNYA TERUS BANGKIT DARI KEMATIAN!!!" Teriak Alvin dengan sangat keras hingga ia langsung menghilang. Suara Alvin mampu terdengar ke segala semesta bahkan ketiga semesta Touri-pun terdengar.


SWOOOOSSSHHH!!!


Alvin muncul tepat di depan Zoiru dimana ia sedang berada di luar semesta Touri. Dia masih hidup karena Dewa Oath terkadang memiliki nyawa abadi dan sepertinya Zoiru juga tidak salah lagi akan memiliki nyawa abadi itu.


Zoiru langsung menatap Alvin dengan tatapan yang terkejut dan ketakutan. "K-KAU LAGI...!!! BAGAIMANA KAU BISA DATANG KE SINI...!?" Tanya Zoiru dengan wajah yang sangat kesal.


"Aku akan mencari seseorang yang benar-benar membuatku kesal dan marah. Aku akan terus mengejar mereka hingga urusanku dengannya selesai. Jika kau seorang mortal maka nereka tidak akan menyelamatkanmu... Aku akan datang ke nereka dan menyiksamu habis-habisan, bukan hanya itu saja... Aku akan melacakmu ke segala arah, kau bisa lari tetapi kau tidak bisa sembunyi terhadap kematianmu sendiri."


"PAPA!!! AMBIL HARAPANKU!!! TOURI'S HOPE!!!" Teriak Rina dan Mortem dengan sangat keras. Alvin langsung tersenyum kecil mendengar suara Rina dan bahkan Mortem. "Mortem...?"


"DASAR.... DASAR DEWA TIDAK BERGUNA... KAU MEMANGLAH DEWA BRENGSEK DAN EGOIS...!!! KAU AKAN MATI BERSAMA SEMESTA TOURIIII!!!" Teriak Zoiru dengan sangat keras hingga ia langsung menciptakan dua buah bola energi kegelapan di kedua telapak tangannya lalu ia menggabungkan kedua bola tersebut bersamaan. Setelah itu, Zoiru mengangkat kedua tangannya ke atas hingga ia menciptakan bola energi yang sangat amat besar, bola itu terus bertambah besar setiap detik-nya hingga sekarang sudah memiliki ukuran dan besar yang sama dengan semesta Touri.


Alvin hanya bisa diam selagi menatap tingkah laku bodoh Zoiru. "Tidak berguna..."


"GUNAKAN HARAPANKU!!! PAPA!!! TOURI'S HOPEEEE!!!" Semua anak dan cucu Alvin langsung memberikannya harapan mereka masing-masing.


Shira tersenyum lebar. "Hmph... Tidak kusangka bahwa ada sihir yang seperti ini, cukup menarik juga! Ambilah, Alvin! Ambil semua harapan yang aku miliki!!! TOURI'S HOPEEE!!!"


"Gunakan semua harapanku ini...!!! Kakek! Touri's Hope!" Ucap Homura.


"PUJA DEWA ALVIN!!! DEWA MAHA KUASA YANG SELALU MELINDUNGI YUUSUATOURI!!! TOURI'S HOPEEEE!!! " Teriak semua Legenda dari berbagai planet yang mempercayai Alvin. Jumlahnya sudah tidak bisa dihitung lagi karena harapan yang sudah Alvin miliki sudah banyak sekali bahkan tidak terbatas. Semesta Yuusuatouri telah sepenuhnya memberi Alvin semua harapan mereka.


"Hmph... Dewa sialan itu.... Sebenarnya apa yang sedang ia rencanakan saat ini?" Tanya seorang Legenda yang sedang membunuh bangsa Legenda yang tidak layak. "Tidak ada waktu banyak lagi, Kakak! Cepatlah! Bantu dewa Alvin dengan memberikan harapanmu kepadanya!!! TOURI'S HOPEEEE!!!" Suruh seorang gadis malaikat yang sedang berada di semesta Xuusuatouri.


"Hmph, baiklah, adik kecilku... Touri's Hope!!!"


"Kamu berbicara dengan siapa, Fidya?" Tanya Chiara yang ternyata benar-benar berhasil terhidupkan kembali oleh Alvin, ia sekarang sedang berada di Xuusuatouri bersama Syna dan teman-temannya.


"Itu adalah Kakak-ku! Dia ini seorang Legenda Saint loh! Seperti Syna!" Fidya tersenyum


"Seorang Saint?!" Syna langsung terkejut mendengar itu. "Jangan menghabiskan waktu! Mari kita memberikan semua harapan kita kepada Dewa Alvin!!! TOURI'S HOPEEEE!!!" Ucap Fidya dengan wajah yang serius.


"Kakek!!! Aku berharap bahwa harapanku mampu membantumu memenangkan pertarungan saat ini!!! TOURI'S HOPEEE!" Teriak Syna.


Chiara tersenyum kecil ketika ia melihat Alvin yang berhasil kembali dari kematiannya. "Kau berhutang budi kepadaku, Alvin. TOURI'S HOPEEEE!!!"


"MARI SEMUA, PARA MALAIKAT SUCI!!! KITA DOAKAN DEWA ALVIN GHIFARI AGAR IA BISA SELALU MELINDUNGI SEMESTA TOURI DAN XUUSUATOURI!!!" Semua Malaikat yang mempercayai Alvin mulai memberinya harapan mereka masing-masing kepada Alvin.


Seorang Legenda yang sedang melakukan eksperimen yang paling aneh mendengar suara Korrina dan ia langsung terkejut bahwa Alvin dewa dari segalanya sedang melawan seorang dewa oath. Dia yang tadinya sedang melakukan eksperimen terhadap bebek jantan sedang berhubungan dengan kucing beting mulai berhenti. "Aku tidak sangka dia akan menggunakan Touri's hope..."


"Baiklah... Ambilah harapan milik Shichiro Haruki, dewa segalanya!!! Touri's Hopeeeee!!!" Haruka melempar sebuah batu runcing ke arah burung yang sedang terbang di depannya.


"Astaga..." Seorang iblis mulai menatap langit-langit dimana ia melihat aura-aura biru yang menandakan harapan bagi seluruh semesta. Harapan itu terbang laju menuju arah Dewa Alvin yang sedang berada di luar semesta Touri. "Ternyata Dewa Alvin sedang melawan seseorang yang kuat hingga ia menggunakan sihir Touri's Hope..."


"Apa yang kau maksud, Kyra?" Tanya seorang iblis yang sedang berada di belakangnya selagi melakukan meditasi. "Dewa Alvin... Dia sedang melawan seseorang yang sangat kuat, dia membutuhkan bantuan kita saat ini juga."


"Bagaimana caranya agar kita bisa membantu?"


"Kuro... Lakukan apa yang aku perintahkan... Teriaklah bersamaku... Ucapkanlah kata Touri's Hope sekarang juga..."


Kuro mengangguk. "TOURI'S HOPEEEEEEEE!!!" Teriak mereka bersamaan.


"DEWA ALVIN...!!! DEWA ALVIN SEDANG MELAWAN SESEORANG YANG KUAT DAN DIA MEMBUTUHKAN BANTUAN KITA!!!" Teriak para iblis-iblis yang mempercayai dewa Alvin.


"MARI KITA LAKUKAN...!!! TOURI'S HOPEEEEE!!!" Teriak para iblis-iblis tersebut.


Semua dewa dan dewi dari semesta Kamitouri langsung meneriakan nama Touri's Hope bersamaan karena semua dewa yang berada di semesta Touri itu membantu Alvin karena ia adalah dewa yang berada di puncak atas. "Hmph... Sudah berapa kali dia menggunakan Touri's Hope ini?"


"Aku tidak mempercayai dewa Alvin ini akan menggunakan Touri's Hope untuk mengakhiri seorang Dewa Oath?!"


"Hmph... Pokoknya dewa ini memanglah menarik bagi semua penghuni Touri. Dia ini aneh tetapi tujuannya selalu saja tercapai dengan sepenuhnya."


BAIKLAH!!! SEMUA PEMBACA!!! MARI KITA BERI HARAPAN KITA MASING-MASING DENGAN MELALUI KOMEN YANG MENGATAKAN <> DI SINI!!! #WAJIBKOMENYA~


TOURI'S HOPEEEE!!!


...


...


Seluruh tubuh Alvin bersinar dengan sangat cerah sekali hingga sinar itu memiliki kecerahan yang lebih dari matahari yang berjumlah ratusan. Cahaya itu langsung menerangi semesta Touri dengan harapan-harapan yang Alvin kumpulkan melalui semua penghuni Touri. "INI DIAAAAAAAA!!!" Alvin langsung tersenyum lebar ketika melihat kedua tinjunya yang dilumuri oleh aura warna pelangi dan warna emas cerah. Itu artinya ia telah mengumpulkan HAMPIR semua harapan yang ada di semesta Touri.


Zoiru langsung membuka mulutnya dengan sangat lebar ketika ia melihat Alvin, ia bisa merasakan seluruh tubuhnya terbakar oleh aura-aura yang dimiliki oleh Alvin. "T-Touri's Hope...?"


"SIHIR APAPUN YANG KAU GUNAKAN!!! KAU TIDAK AKAN BISA MENGALAHKAN DEWA OATH DENGAN SIHIR MENGERIKANNYA!!! OATH'S UNIVERSAL BREAKER!!!" Zoiru melempar bola kegelapan yang besar itu menuju arah Alvin. Alvin hanya bisa tersenyum lalu mengedipkan mata kirinya hingga bola kegelapan itu langsung terhapuskan.


"HAAHHHH!?" Zoiru langsung membulatkan kedua matanya karena ia merasa sangat terkejut. Bola kegelapan tadi adalah sihir kekuatan penuh yang digunakan oleh Zoiru dan bola itu hanya bertahan selama 2 detik. "T-TIDAK MUNGKIN...!!! INI TIDAK MUNGKIN...!!!"


"Tidak ada yang tidak mungkin bagiku, Zoiru... Terimalah serangan semua harapan yang dimiliki oleh Touri. Serangan ini lebih menyakitkan lagi dari Vanish!" Alvin tersenyum selagi menunjuk Zoiru dengan jari telunjuknya, tiba-tiba seluruh tubuh Zoiru langsung bersinar dan berubah ke mode lemah-nya.


"GUUGGHHH...!!!" Zoiru langsung memegang dada-nya yang terasa sangat menyakitkan. Ia mulai bernafas sangat berat karena ia bisa merasakan bahwa semua kekuatannya telah diambil oleh Alvin. "Ini yang terjadi jika kau menantang seorang dewa yang maha kuasa. Aku menciptakan segalanya, aku bisa mengambil apapun... Kenikmatan yang kau miliki... Kekuatan yang kau miliki... Bukan itu saja... Aku bisa mengambil apapun yang aku mau dengan hanya menunjuk mereka lalu menggunakan sihir yang bernama Omni's Domain."


"Tidak... Tidak...!!! Aku tidak akan pernah membiarkannya... Aku tidak akan membiarkan dirimu mengalahkanku...!!!" Zoiru mulai mencoba untuk melempar Oath's Universal Breaker lagi. "...Aku sudah muak...!!!"


Alvin muncul tepat di depan Zoiru lalu ia mulai meraba dahinya dan mulai menyerap SEMUA kekuatan terakhir yang dimiliki Zoiru.


SWOOOOOSSSHHH!!!


"T...!!! TIDAK...!!! KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI, TUNGGU---" Alvin langsung meluncurkan gelombang putih (Touri's Hope) yang sangat besar tepat di depan wajah Zoiru hingga seluruh tubuhnya langsung terbakar habis dalam sekejap oleh gelombang itu. Gelombang sihir itu meluncur ke depan lalu terbang ke atas dan meledak dengan sangat dahsyat.


"UAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH---" Teriak Zoiru dengan sangat keras sekali.


BAAAAAAMMMMMMMMMMM!!!!


Semua penghuni Touri langsung bisa melihat ledakan dahsyat yang berwarna putih itu. Ketika itu terjadi,  mereka semua langsung merayakan kemenangan Alvin yang telah mengalahkan Zoiru dengan hanya menggunakan sihir Touri's Hope.


Semua penghuni Touri bisa melihat ledakan yang dijuluki sebagai ledakan kemenangan di atas langit. Shira langsung tersenyum lebar melihat itu terjadi. "Aku tahu bahwa dirimu akan melakukannya, Alvin..."


Korrina menatap langit-langit dan ia mulai memiliki perasaan yang cukup aneh yaitu ia tidak bisa merasakan energi sihir milik Alvin. "Kau... Kau dimana, Alvin?" Tanya Korrina selagi menunjukkan eksperesi yang kebingungan.


Rina langsung berubah menjadi Mortem. Mortem langsung mencoba untuk mencari energi sihir milik Alvin dan itu menghabiskan 5 menit. Ia masih tidak bisa mendeteksi energi sihir milik Alvin. "Papa... Kau kemana...?" Tanya Mortem.


Shira melirik kepada Korrina dan Mortem yang terlihat seperti khawatir. "Dewi Mortem... Dewi Korrina, apa yang terjadi?" Tanya Shira dengan wajah yang kebingungan.


"Alvin... Alvin tiba-tiba menghilang entah kemana. Aku sama sekali tidak bisa mendeteksi energi sihirnya setitikpun, ia menghilang dalam sekejap entah kemana..." Ucap Korrina.


Shira langsung menunjukkan eksperesi wajah yang terkejut ketika mendengar itu. "A-Apaaaa...!? Dia dimana sekarang---"


"Touri's Hope, sihir yang memiliki efek berbahaya dan kehancuran ketika harapan yang dikumpulkannya mampu memiliki potensi lebih dari ratusan. Papa telah mengumpulkan banyak sekali harapan dari berbagai semesta yaitu Xuusuatouri, Yuusuatouri, dan Zuusuatouri."


"Seluruh tubuh Papa bisa saja hancur karena efek dari sihir Touri's Hope. Dia mungkin tidak selamat, walaupun dia adalah dewa maha kuasa... Sihir Touri's hope adalah sihir berbahaya yang Papa ciptakan demi keselamatan Touri..."


Korrina dan yang lainnya langsung terkejut ketika mendengar itu. Korrina langsung terjatuh di atas tanah selagi menghalang wajahnya karena Alvin tidak pernah memberitahu Korrina tentang efek berbahaya dari sihir Touri's hope. "TIDAK MUNGKIN.....!!!! ALVIIIIIIINNNNNNNNN....!!!" Korrina langsung menangis.


"...Papa." Mortem sendiri juga langsung merasa sangat terkejut bahwa Alvin benar-benar telah tiada. Mortem sudah mencoba untuk mendeteksi sihir-nya ke segala arah.



Semua penghuni Touri yang mempercayai Alvin telah berkumpul di semesta Yuusuatouri, pemakaman Alvin akan dilaksanakan di planet Legenia yang terletak di depan rumahnya. Legenda, Iblis, dan Malaikat telah berkumpul untuk berduka cita kepada dewa yang mereka percayai.


Korrina masih menangis dan merasa sangat kehilangan seseorang yang ia sangat cintai. "... ..." Korrina menatap foto Alvin yang berada di depannya. Mortem langsung memegang erat tangannya.


"Dari awal... Dia adalah seorang Legenda biasa saja yang mengalami eksperimen pedih... Dan sekarang dia adalah Dewa maha kuasa yang dipercayai oleh penghuni Touri, walaupun tidak semua mempercayai... Setidaknya kita yang telah mempercayai Alvin, tidak menyesal sama sekali karena ia benar-benar menyelamatkan semesta Touri. Sadarlah, kita semua telah hidup kembali disemesta ini karena kehendakkan Alvin... Berterima kasihlah kepada Legenda satu ini..." Ucap Korrina.


Semua penghuni Touri langsung menangis ketika mendengar perkataan Korrina. "... ..." Shira meneteskan air matanya dan merasa sangat menyesal bahwa ia pernah membencinya.


"Mari kita berduka cita dengan mengangkat bunga bercahaya ini... Bunga yang sangat Alvin sukai yaitu Flowers of Hope." Korrina mengangkat bunga Flowers of Hope ke atas langit. Semua penghuni Touri juga langsung melakukan hal yang sama hingga semua bunga itu langsung bersinar dengan sangat cerah dan melepaskan partikel-partikel emas ke atas langit.

__ADS_1


"Lihatlah, Alvin... Masih ada beberapa penghuni Touri yang menyayangimu dan mempercayaimu..." Korrina tersenyum lebar melihatnya.


°TO BE CONTINUED IN PART 3 OF SPESIAL CHAPTER II°


__ADS_2