Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 146 - Lebih Baik Kehilangan Satu


__ADS_3

Virra masih memeriksa pedang besar itu menggunakan kedua matanya, Shira dan yang lainnya sedang menatap sebuah portal yang menunjukkan pertarungan Bamushigaru melawan Korrina, "Ini pertama kalinya aku melihat Dewi Korrina seperti ini." Ucap Shou selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius karena ia pernah di latih dengan Korrina dan ternyata hari inilah hari dimana Shou merasa menyesal karena ia tidak terlalu sopan dan hormat kepada Korrina, "S-Sialan..."


Haruka hanya bisa diam dan menunjukkan ekspresi yang termangu-mangu karena ia tidak tahu bahwa Korrina adalah sesosok dewi yang paling terkuat, "H-Hebat... Bagaimana Mama bisa memiliki wujud kuat seperti itu...?" Tanya Haruka. Corni menghampiri Virra lalu ia mulai meraba logam pedang itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Biarkan aku yang menyegelnya menggunakan pedang ini." Ucap Corni hingga ia mulai memegang pegangan pedang itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Apa yang kau lakukan...? Kau tidak akan bisa memegang-nya dan mengayunkannya!" Ucap Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Corni tidak mendengarkan perkataan Virra, ia langsung mengayunkan pedang itu beberapa kali tetapi ayunan-nya itu pelan sekali hingga membuat tubuh Corni terasa lemas, "Aku adalah Corni Ghifari...!!! Seharusnya aku bisa... BISA MENGAYUNKAN PEDANG INIII!!!" Teriak Corni keras hingga ia mulai menusuk ke depan dan ketika ia menusuk ke depan, seluruh tubuh Corni langsung terpental ke belakang.


"Sudah! Tugas-mu selesai di sini, Corni! Biarkan aku mengalahkan Bamushigaru menggunakan pedang besar ini." Ucap Virra hingga ia mulai mengambil pedang itu dan tiba-tiba ia langsung membulatkan kedua matanya karena pedang itu terasa sangat berat hingga tubuh Virra mulai tertindas dengan pedang itu, "Awwww....!!! Aggghhhhhh....!!!!" Teriak Virra kesakitan karena kedua jari-jarinya terkena tindas dengan pedang Weapon of Ancient Heroes.


Corni langsung mengangkat pedang itu yang mulai terasa lebih berat dari sebelumnya, "U-Uggh...!!! B-Berat...!" Ucap Corni kesusahan untuk mengangkat pedang itu, ia mulai menunjukkan ekpsresi yang terlihat serius dan setelah itu ia mulai berubah menjadi wujud Overboosting Saint Heroes hingga ia langsung mengangkat pedang itu ke atas langit dengan mudah, "R-Ringan...!"


Virra mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, "K... Kau memang benar-benar seorang Saint Heroes yang ditakdirkan untuk mengalahkan Bamushigaru..." Ucap Virra yang tiba-tiba mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat putus asa dan ketakutan, Corni tersenyum lalu ia menatap Virra dengan ekspresi yang terlihat senang, "Lihatlah, adikku! Aku sudah ditakdirkan untuk menguasai pedang ini dan menyegel Bamushigaru...!" Ucap Corni yang mulai bergaya.


"Saint's World..." Virra mulai meraba daratan hingga dirinya bersama Corni mulai terpindahkan menuju dimensi dimana hanya terdapat pasir saja atau bisa di bilang dimensi itu adalah dimensi ciptaan milik Virra, tetapi pasir-pasir itu mulai berubah menjadi rumput, api, lautan, dan hal aneh lain-nya. Intinya dimensi yang dibuat oleh Virra itu adalah dimensi dimana semua kekuatan Saint terkumpul menjadi satu di dimensi tersebut hingga daratan dan langit-langit mulai berubah-ubah.


"Apa..." Corni mulai melihat sekeliling lalu ia sadar bahwa mereka berdua sedang berada di dimensi milik Virra, "Kenapa kau melakukannya...?" Tanya Corni yang mulai menunjukkan rautan wajah yang terlihat serius, pikiran Corni mulai berpikir bahwa Virra bisa saja melakukan sesuatu yang berbahaya kepadanya karena ia membawa dirinya ke dalam Saint's World, "Aku tidak mengijinkanmu untuk mengangkat pedang itu, hanya aku saja. Aku yang lebih layak untuk mengalahkan Bamushigaru."


"Kenapa...? Kenapa kau yang lebih layak? Bukannya sudah jelas bahwa diriku ini memiliki wujud warisan Saint Heroes yang mampu mengangkat semua senjata Weapon of Ancient Heroes dalam sekaligus...?" Tanya Corni selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Pokoknya aku tidak mau kau yang mengalahkan Bamushigaru!!!" Teriak Virra keras hingga Corni mulai bisa melihat ekspresi Virra yang terlihat sedih, ia bahkan bisa melihat kedua bola mata Virra yang mulai berkaca-kaca, "Virra..." Corni jalan menghampiri Virra lalu ia mulai meraba kedua pipinya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat seperti mengatakan semuanya akan baik-baik saja, "Di antara semua adik dan kakak yang aku ketahui... Kau lah yang paling sulit untuk menyembunyikan rasa kesedihanmu itu, Virra. Apa terdapat sesuatu hal yang membuatmu sedih seperti ini...?" Tanya Corni selagi menunjukkan sebuah senyuman kecil.


"... ..." Virra hanya bisa diam dan tidak mau mengatakannya, "Virra... Kakakmu mencintaimu jadi kau harus memberitahu kakak apa masalahnya hingga kamu mau mengalahkan Bamushigaru. Kakak sudah bisa melihat jelas bahwa kau tidak akan pernah melakukannya demi keinginanmu sendiri!" Corni mulai mencium pipi Virra lama hingga ia mulai menangis melihat Corni yang baru saja menciumnya, "Sudah berapa kali aku harus mengatakannya, Virra...? Kau tidak boleh bersikap seperti itu, kau harus mengikhlaskan sesuatu yang seharusnya terjadi." Ucap Corni.


"Tidak mau...!" Teriak Virra hingga ia mulai memeluk Corni dengan sangat erat, "Jika kau menggunakan semua Weapon of Ancient Heroes itu secara sekaligus maka kau akan benar-benar mati, Corni!!! Apalagi pedang besar itu... Semua Weapon of Ancient Heroes yang di gabungkan menjadi satu hingga menciptakan sebuah pedang besar yang bernama Greatsword of All Ancient Weapons!!!" Teriak Virra, ia mulai menangis keras karena ia tidak mau ditinggal oleh kakak yang ia sangat sayangi yaitu Corni Ghifari.


"Tidak apa-apa... Lebih baik kehilangan satu nyawa daripada kita kehilangan semesta Touri untuk selamanya bukan...?"


"Tidak mau...!!! Aku tidak mau kehilanganmu...!!!" Teriak Virra hingga ia mulai memeluk Corni lebih erat dari sebelumnya, "Sesak... Ahaha... Jika kamu melakukannya maka kamu juga akan mati, Virra. Lebih baik aku saja yang mati daripada dirimu, kau masih memiliki banyak Saint dan keluarga yang kau harus urus... Sedangkan aku...? Aku hanya punya Papa dan Mama yang sudah tidak mengurusku lagi karena aku sudah besar dan kakak-adik yang sudah memiliki keluarga juga."


"Aku melakukan ini demi dirimu, Virra... Demi Touri, aku sama sekali tidak merasa ingin menjadi pahlawan dengan mengorbankan diri. Aku juga tidak memiliki pemikiran untuk meniru Haruka juga, aku cukup terkejut mendengar bahwa pedang besar ini bisa saja membunuhku ketika aku menyegel Bamushigaru..." Ucap Corni.


"...Aku tidak peduli karena tujuan kita saat ini adalah menyegel Bamushigaru dan mengembalikan ketiga semesta yang sudah ia lahap dengan menggunakan Omni-Crystal yang akan muncul ketika Bamushigaru sudah mati! Ketika aku menyegelnya... Aku janji akan menghancurkan pedang ini hingga Bamushigaru tidak akan bisa lepas atau bisa saja dia akan mati."

__ADS_1


"Orang-orang dapat menyelamatkan alam semesta dengan cara mereka berpikir dan dengan cara mereka berperilaku dan juga apa yang mereka anggap penting, kepentingan yang aku pikirkan saat ini adalah untuk menyegel dan membunuh Bamushigaru. Memangnya aku ini punya keluarga, Virra...? Tidak! Semuanya sudah mati dan semuanya sudah sibuk dengan keluarga mereka sendiri." Ucap Corni selagi menunjukkan senyuman tulusnya yang mampu membuat Virra terharu dan terus menangis, ia mulai tidak mau melepaskan pelukan itu, "Aku tidak mau... Kau termasuk keluarga bagiku, Kakak...! Dan kau memiliki keluarga yaitu diriku!!!"


"Jangan memaksakan dirimu, Virra. Ya, kita ini adik dan kakak, tetapi kita ini sudah besar dan memiliki keluarga kita masing-masing, kau tidak harus perlu mengurus hidupku lagi dan kau seharusnya menurut kepada kakak-mu ini. Kakak ingin menyelamatkan semua orang dengan hanya menyebabkan satu kematian saja." Ucap Corni yang mulai berkaca-kaca.


"Bodo amat..." Virra langsung menendang perut Corni hingga ia terpental ke belakang, "AAAGGHHHH!!!" Virra mulai membulatkan kedua matanya hingga ia mulai mencuri aura milik Corni dan aura itu langsung Virra serap, "Saint Absorption!!!" Teriak Virra hingga ia langsung berubah menjadi Overboosting Ancient Heroes, Virra menunjuk pedang besar itu lalu ia menariknya dan mulai menangkapnya, "Aku akan melakukannya sendiri."


Corni muncul di depan Virra lalu ia menghantam wajahnya hingga ia terjatuh di atas tanah, Corni menendang pedang itu ke arah kanan lalu ia mulai menahan kedua tangan Virra dan mencoba untuk menggunakan sihir Crimson Seal, "LEMAH!!!" Virra langsung menghantam wajah Corni menggunakan dahinya hingga ia terdorong ke belakang.


"Aku tidak akan membuatmu bersikap semaunya, Corni! Kau berhak tinggal di semesta Yuusuatouri!"


"Itu perkataanku!!!" 


"Aku mencoba untuk menyelamatkan hidupmu, bodoh!!!"


"DAN AKU MENCOBA UNTUK MENYELAMATKAN SEMUANYA!!! TERMASUK DIRIMU!!!" Teriak Corni, ia melesat ke depan lalu ia mulai memukul seluruh tubuh Virra hingga ia terpental ke belakang, Virra muncul di depan Corni lalu ia mulai mencekik leher Corni dan setelah itu ia menghantam seluruh tubuhnya di atas lahar api, "Grrrgghhh...!!!" Ucap Corni selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.


"Crimson---" Corni langsung mencekik leher Virra kembali dan setelah itu ia menghantamnya tepat di atas daratan logam, "Biarkan aku pergi..." Ucap Corni selagi menunjukkan ekspresi yang mencoba untuk membuat Virra sadar, Virra langsung menghantam perut Corni beberapa kali dan setelah itu ia menendang perutnya hingga ia terdorong ke belakang, "Hentikan! Jika kita terus seperti ini maka aku bisa saja membunuhmu dan mengurungmu, Corni!!!" Teriak Virra.


"Selamat tinggal, Corni---" Corni langsung menghancurkan aura crimson yang mengurungnya menggunakan sihir ilusi-nya, Corni muncul di depannya lalu ia mencekik Virra dan setelah itu ia melemparnya ke belakang dan mulai mengurung seluruh tubuhnya menggunakan Crimson Seal dan Crimson Gale yang membelit seluruh tubuhnya, Corni menunjuk pedangnya lalu tiba-tiba pedang itu melesat menuju arahnya dan Corni langsung mengambilnya, "... ..."


"CRIMSON CONTROL!!!" Teriak Virra hingga aura Crimson yang mengurungnya mulai menciptakan sebuah ekor yang melesat menuju arah Corni dan mulai membelit perutnya, "Cih...!"


"Tidak akan..." Ucap Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat putus asa dan juga sedih, tubuhnya sudah tidak bisa dipaksakan lagi untuk menahan Corni menggunakan sihir Crimson-nya, "Ayolah, Virra... Lepaskan aku..." Ucap Corni selagi menunjukkan ekspresi yang sedih juga, "Kau hanya bisa menyelamatkan seseorang yang ingin diselamatkan, Virra... Selamat tinggal, adik kesayanganku..." Corni mulai tersenyum tulus kepada Virra hingga ia langsung memutuskan sihir Crimson milik Virra.


SWOOOSSSHHH!!!


"TIDAAAAAAAK!!!" Teriak Virra keras.


***


Tiba-tiba Corni muncul di dimensi dimana ia hanya bisa melihat waktu dan jam yang berwarna hijau, itu artinya dia sekarang sedang berada di dimensi milik Haruka, "Haruka... Sekarang kau ingin menghentikan diriku 'kah...?" Tanya Corni, ia melirik ke belakang dimana ia melihat Haruka sedang tersenyum selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat tenang, "Kau sepertinya sudah berubah, Corni... Kau berubah menjadi seseorang yang berbeda dari kedua penglihatanku... Kau sekarang adalah gadis pejuang yang megah."

__ADS_1


"Ya, terima kasih." Jawab Corni selagi menunjukkan senyumannya, "Aku adalah eksistensi yang berada di luar aturan, itu artinya aku ini pembawa kehancuran bagi keseimbangan semesta Touri. Kita tidak bisa tetap di dunia ini selamanya, semua kehidupan pasti akan mengalami kematian dan takdir kematian." Ucap Haruka.


"Sudah saatnya takdir itu terjadi kepadamu, Corni... Sepertinya aku akan menyusulmu ketika 24 jam-ku telah berakhir." Ucap Haruka, Corni hanya bisa menatap daratan selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat putus asa bahwa ia mengingkari janji Laikin dan Luna, mereka sudah bilang kepada Corni untuk terus hidup dan lihat apa yang akan terjadi dengan semesta Touri di masa depan, "Aku ini bodoh karena tidak bisa melaksanakan janji mereka..."


Haruka mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat sedih, "Aku janji akan membantumu, Corni... Membantumu untuk menjelaskan semuanya kepada Laikin dan Luna."


"Haruka, aku melakukannya demi semesta Touri, aku tidak mau menjadi pahlawan atau apapun itu. Satu-satunya tujuanku adalah membuat Luna bangga~ Cita-cita Luna adalah untuk menyelamatkan semesta Touri dan inilah saatnya aku mengabulkan cita-citanya..." Ucap Corni selagi tersenyum, ia mulai meneteskan beberapa air mata, "Papa dan Mama... Aku tidak tahu mereka akan seperti apa ketika melihatku mati di depan mata mereka..." Ucap Corni yang mulai memikirkan bahwa Alvin dan Korrina tidak akan terlalu peduli dengan Corni yang sudah pernah membuat kesalahan besar kepada mereka berdua.


"Ahh... Insiden itu ya...?"


"Mereka terlihat masih seperti membenciku karena kesalahan yang pernah aku buat... Ya, menikahi seorang pemuda yang bernama Laikin yang dulunya itu orang jahat yang pernah menguasai beberapa planet..." Corni tersenyum tulus karena Alvin dan Korrina pernah tidak menganggapnya sebagai anak karena dia menikahi seorang laki-laki yang jahat sekali, "Kau tidak boleh berpikir seperti itu, aku tahu Mama dan Papa masih mencintaimu. Kasih sayang mereka tidak akan pernah hilang layaknya seperti kau mencoba untuk menggunting air... Rasa sayang mereka berdua akan terus meregenerasi."


"Aku tahu itu, jadi aku lebih memiliki untuk menyelamatkan dunia demi keselamatan semua orang, Virra sebenarnya ingin mengorbankan dirinya, tetapi aku melawannya karena dia masih memiliki keluarga yang harus dia urus... Sedangkan diriku ini..." Corni mulai terdiam, "Keluargaku sudah hidup damai di dunia kematian jadi aku tidak memiliki keluarga yang harus aku urus. Lebih baik menyelamatkan seseorang yang memiliki keluarga yang harus di urus dibandingkan menyelamatkan seseorang yang tidak memiliki siapa-siapa lagi di kehidupannya..." Ucap Corni hingga ia mulai menangis tanpa teriak dan menunjukkan rasa sedih.


"Aku ingin menjadi seorang Legenda yang lebih hebat darimu, Haruka!" Ucap Corni hingga Haruka tersenyum lalu mengangguk, "Kau sudah menjadi seorang Legenda yang hebat kok." Ucap Haruka hingga ia mulai memeluk Corni dengan sangat erat. 


"Ingatlah... Semua orang dan semua hal yang kau sangat cintai... Akan selalu ada di sini..." Haruka mulai menunjuk dada Corni, "...hati. Mereka akan selalu menemani dan ada setiap saat." Haruka mulai menepuk kedua bahu Corni dan setelah itu ia menatap wajahnya dengan tatapan yang terlihat serius, "Aku serahkan semuanya kepadamu, Corni." Haruka mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Dimengerti!" Ucap Corni selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Sampai jumpa di sisi lain..." Haruka mulai mentransfer Corni ke tempat dimana Korrina berada.


***


Korrina mulai menatap Bamushigaru yang sudah berukuran sangat besar sekali karena ia sudah terbunuh terus menerus oleh Korrina dan sekarang ukurannya sudah bisa melampui 15 semesta, "GRAGGGGHHHHHHH!!!" Teriak Bamushigaru keras hingga Korrina mulai berkeringat karena perutnya mulai bersinar, "Sial... Mereka lama sekali..." Ucap Korrina hingga ia mulai mengusap keringat-keringatnya termasuk dengan mulutnya yang mengeluarkan darah.


Corni muncul di depan Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Korrina langsung membuatkan kedua matanya ketika ia melihat Corni yang sedang memegang Greatsword of All Ancient Weapons, "Ahh...!!!" Korrina langsung meneteskan beberapa air mata ketika ia melihat Corni, pikiran Korrina langsung bisa melihat takdir yang dimiliki oleh Corni, "T-Tidak..."


Korrina langsung berubah kembali menjadi wujud biasanya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat seperti memaksa untuk tetap kuat, "Takdir adalah takdir..." Ucap Korrina, ia menghela nafasnya pelan selagi memejamkan kedua matanya.


"Aku serahkan padamu, Corni!!!"


"Ya...!!!"

__ADS_1


__ADS_2