Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 68 - Api-Api yang bergejolak Tinggi


__ADS_3

"GAAAAAAHHHHHH...!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga kedua mata pupilnya terbakar dan perlahan menghilang, rambutnya juga telah berubah menjadi merah dan juga terbakar oleh api-apinya.


"Flaming Form...?!" Homuze merasa sangat terkejut melihat wujud itu, Shiro muncul tepat di depan Azriel lalu ia mulai memukulnya beberapa kali tanpa henti, tetapi Azriel dengan mudah berhasil menahan semua serangan Shiro.


Mereka berdua langsung terbang menuju atas langit selagi memukul satu sama lain. "Kekuatan dan sihirnya meningkat...?! Ini mustahil...! Bagaimana Saint Revolution bisa terkalahkan oleh wujud sampah yang bernama Flaming Form." Shiro tiba-tiba membelit kedua lengan Azriel dengan rantai-rantainya hingga Azriel tidak bisa menyerang balik.


Shiro memukul wajah Azriel dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan dan mengenai beberapa gunung. Azriel tiba-tiba muncul tepat di belakang Shiro selagi mengisi sihir Stardust Blast, tetapi Shiro bergerak dengan sangat cepat hingga ia tiba tepat di belakang Azriel selagi melakukan backflip lalu menendang ujung kepala Azriel hingga ia terpental menuju daratan.


"WAKTU...?! STARDUST...?! INI HAL YANG DIRIKU PIKIRKAN TENTANG KEDUA KEKUATAN PENGECUT...!!!" Shiro mulai menembak Solar Flaming Shot menuju arah Azriel hingga seluruh tubuhnya terkena oleh sihir-sihir Shiro.


BAMMMMMM!!!


Azriel muncul tepat di sebelah Shiro lalu ia memukulnya, tetapi pukulan itu tertahan hingga seluruh lengan Azriel langsung terbelit oleh rantai-rantai yang terletak di punggung Shiro. "GRAGGHHH!!!" Shiro memukul wajah Azriel dengan sangat keras, lalu ia melanjutkan pukulan itu dengan memukul dadanya dengan sangat keras. Shiro melanjutkan pukulan itu dengan menendang perut Azriel sedalam mungkin lalu ia berputar 360° dan menendang wajah Azriel dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan.


Azriel berputar lalu ia terbang ke atas hingga Shiro mengikutinya dari belakang. Azriel mengangkat lengan kirinya lalu ia membuat sebuah bola energi yang memiliki partikel bintang-bintang. "STARDUST BOMB!!!" Azriel melempar sihir tersebut menuju arah Shiro, tetapi Shiro berhasil menghancurkan sihir tersebut dengan hanya menggunakan kedua tinjunya yang di lindungi oleh api.


BAMMMMMMMMM!!!


Shiro muncul tepat di depan Azriel lalu ia memukul wajahnya dengan sangat keras, ia melanjutkan pukulan itu dengan menendang wajahnya dengan sangat keras lalu ia muncul tepat di belakang Azriel, setelah itu ia menendang punggungnya menggunakan kedua kakinya hingga Azriel terjatuh di atas tanah.


BAMMMMMMM!!!


Azriel perlahan bangkit dari atas tanah. "Apakah ini semua karena kemarahan...?! Sialan, aku sudah berada di level yang berbeda dengan si sialan itu..." Tiba-tiba Shiro muncul tepat di depannya, ia tidak sedang menatap Azriel. Azriel merasa terkejut lalu ia mencoba untuk menyerangnya, tetapi semua itu hanyalah sia-sia bagi Azriel karena wajahnya tiba-tiba terhantam oleh pukulan Shiro, ia memukul Azriel tanpa harus melihat.


Azriel langsung terpental menuju arah gunung yang berada di belakangnya. "Hah... Hah... Hah...!!! GRRRRAAHHHHHHH!!!!" Shiro bergerak maju menuju Azriel lalu ia menendang dagunya dengan sangat keras hingga ia terpental menuju atas langit.


Shiro muncul tepat di belakang Azriel lalu ia menginjak kepalanya dengan sangat keras hingga ia terpental menuju darat lagi. Shiro muncul tepat di depannya lalu ia memukul perutnya dengan sangat keras hingga mampu membuat air lahar meledak di sekitar mereka.


"Ini sudah berlebihan...! Hentikan, Shiro!!!" Teriak Homuze yang mencoba untuk menghentikan Shiro. Shiro muncul tepat di depan Azriel lalu ia menendang perut Azriel dengan sangat KERAS hingga ia terpental menuju tempat dimana Alvin dan Riziel berada.


SWOOOOSSSHH!!!


Shiro mulai terbang mengejar Azriel. "Shiro, tunggu...!" Homuze langsung mengikuti Shiro dari belakang. Tempat dimana Alvin dan Riziel bertarung, mereka tiba-tiba merasakan energi sihir yang besar akan datang menuju mereka.


Arisu melirik ke belakang dan ia tiba-tiba melihat Shiro yang sedang memukul Azriel tanpa henti di wujud Flaming Form. "A-Ahh...?! Papa di wujud Flaming Form?!" Arisu langsung terkejut melihat Shiro yang memiliki wujud itu.


"I-Itu mustahil..." Syna juga bahkan tidak bisa mempercayainya. Shiro berputar lalu ia memukul wajah Azriel hingga ia terpental ke belakang.


Azriel mulai perlahan merasa sangat kesal karena ia terkalahkan oleh seorang Saint yang lebih lemah darinya. "Saint Stardust sepertimu itu bukanlah seseorang yang aku anggap tangguh di dalam pertarungan... Aku masih menganggap Naoki Souya adalah seorang Saint yang aku anggap tangguh dan layak." Shiro mendarat di atas air lautan selagi menatap Azriel.


"Jangan meremehkanku..." Ucap Azriel dengan wajah yang kesal. Shiro perlahan mulai melepas bajunya lalu ia mulai membesarkan aura-nya lagi hingga membuat semua orang yang berada di tempat itu lalu menarik perhatian mereka menuju arah pertarungan Shiro dan Azriel.


Korrina menatap Shiro dengan wajah yang serius. "Flaming Form... Wujud yang di ciptakan oleh Homura sendiri bisa Shiro gunakan, padahal dia ini tidak memiliki sihir api apapun tetapi ia bisa menggunakan sihir api itu...?"

__ADS_1


"Apakah Homura mewariskan seluruh kekuatannya kepada Shiro melainkan Arisu...? Sungguh mengejutkan..." Korrina mulai berkeringat.


Shiro mengepalkan kedua tinjunya dan ia mulai berencana untuk mengakhiri Azriel dengan satu serangan. "Flaming Form saja belum cukup untukmu di kalahkan... Maka aku hanya harus menghancurkan tubuhku ini...!" Ucap Shiro dengan wajah yang kesal, Shuri menatap Shiro dan ia mulai merasa sangat bangga melihatnya.


"Apakah dia berpikir untuk terus melampui batasannya...? Apakah ini anakku...? Shiratori Shiro, seorang Legenda yang telah menghancurkan batasannya demi memenangkan pertarungan." Ucap batin Shuri.


"Jangan-jangan dia berpikir untuk menggunakan sihir negatif warisan Eternal lagi... Jika dia melakukannya lagi maka aku tidak akan memaafkannya, mencampurkan sihir negatif dengan wujud Flaming Form hanya akan membuat semuanya tidak berjalan dengan baik... Jantungnya bisa saja meledak." Ucap batin Homuze.


"HAAAAAAAARRRGGGGGGHHHHHHHGGG...!!! Haaaaaaaa...!!!" Rambut Shiro perlahan mulai bergerak tidak beraturan, seluruh otot tubuh-nya mulai membesar karena ia mulai mencoba untuk meningkatkan semua kekuatan terakhirnya. Seluruh planet yang mereka tepati mulai berguncangan dengan sangat tinggi hingga ombak-ombak mulai bergerak secara tidak beraturan.


"Ini terlalu berbahaya..." Alvin langsung mundur jauh dari pertarungan Shiro, ia merasakan bahwa sesuatu yang berbahaya akan terjadi jika ia mendekat. Mereka semua mulai perlahan menjauh dari pertarungan Shiro dan Azriel.


Homuze muncul tepat di depan Arisu dan Syna lalu ia menggendong mereka berdua dan terbang menjauh dari pertarungan Shiro. "Ehhh...? Aku ingin melihat Papa bertarung!!!" Ucap Arisu dengan wajah yang sangat serius.


"Mama melarangnya... Jika kalian mendekat dengan Papa maka kalian bisa saja terluka..." Ucap Homuze seperti seorang ibu yang mengkhawatirkan anak-anaknya.


Azriel mulai bergetar karena merasakan kekuatan Shiro yang bergejolak tinggi, langit-langit mulai bersinar berwarna kuning karena perbuatan Shiro. "A-Apa ini...?! Apakah ini kekuatan tersenyum Shiratori...?! T-Tidak, aku tidak akan kalah...!!!" Ucap Azriel dengan wajah yang sangat kesal, ia tiba-tiba berubah kembali menjadi wujud biasa.


Azriel tidak bisa menggunakan sihir waktunya sekaligus dengan menggunakan sihir Stardust, jadi ia sekarang lebih mementingkan sihir waktunya dulu untuk mengalahkan Shiro. "MAJULAH...!!!"


"SAINT...!!! REVOLUTION...!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga ia berubah menjadi wujud Saint Revolution. Ia menggabungkan wujud Saint Revolution dengan wujud Flaming Form, seluruh lautan mulai meledak menuju langit-langit dan bahkan membuat sebuah tsunami yang mengenai mereka semua.


Homuze menatap ke belakang dan ia melihat tsunami yang besar mencoba untuk mengenai mereka. "MENJAUHLAH DARI ANAKKU!!!" Homuze memeluk kedua anaknya dengan sangat erat lalu ia mengeluarkan sihir apinya ke arah tsunami itu hingga air tersebut langsung menghilang.


"GAHHHHHHH!!!" Teriak Shiro dengan ia bergerak maju menuju Azriel. "FALLEN TIME: OBJECT STOP!!!" Azriel bergerak maju menuju Shiro yang tiba-tiba terdiam karena ia telah terhentikan oleh sihir waktu Azriel.


Azriel memukul wajah Shiro dengan cepat, tetapi Shiro tiba-tiba menangkis lengan kanan Azriel yang mencoba untuk memukul wajahnya. "A-Apa...?!" Shiro langsung bisa bergerak lagi karena kecepatannya mampu melampui semua sihir waktu yang ada, ia dengan sekuat tenaga langsung memukul perut Azriel dengan sangat keras.


"Tidak berguna... Sihir waktu atau sihir yang membuatku berhenti itu sia-sia jika aku berada di wujud Flaming Form dan Saint Revolution... Penambahan kecepatan yang sangat tinggi dan juga Flaming Form yang membakar semua efek negatif di dalam tubuhku...!!!" Shiro mulai memukul seluruh tubuh Azriel dengan sangat cepat hingga penglihatan Azriel hanya melihat sebuah angin yang memukulnya tanpa henti.


Shiro berputar lalu ia menendang dagunya dengan sangat keras hingga ia terpental menuju atas langit. Shiro terbang menuju Azriel dengan sangat cepat lalu ia memukul perutnya sebanyak dua kali hingga ia terpental menuju langit yang lebih tinggi lagi.


"SHIRO..." Shiro mulai mengisi dua bola energi emas di kedua tangannya karena ia berencana untuk menghapuskan Azriel menggunakan sihir warisan Shiratori.


"Mura...!!!" Kedua mata Shiro mulai bersinar dengan sangat cerah. Azriel lalu menunjuk Shiro dengan kedua tangannya. "STARDUST...!!! DESTRUCTION...!!!" Azriel berubah kembali menjadi wujud Saint Revolution lalu ia mencoba untuk menahan serangan Shiro menggunakan bola energi yang ia buat.


"ECLIPSEEEE!!!" Shiro menembak dua gelombang emas menuju arah Azriel dengan seluruh tenaganya. "GAHHHHHHH...!!!" Azriel langsung melempar sihirnya menuju arah kedua gelombang yang berada di depannya hingga kedua sihir mereka teradu.


BAMMMMMMM!!!


Shiro menatap ke atas lalu ia melihat Azriel masih hidup, ternyata gelombang sihir yang ia kerahkan telah terhapus oleh sihir Stardust milik Azriel. "Sungguh menyebalkan....!!!"


"STARDUST FALL!!!" Azriel langsung menggunakan sihir bola-bola kecilnya yang berjumlah ribuan, ia meluncurkan sihir itu menuju arah Shiro. Shiro langsung membakar semua sihir tersebut dengan api-apinya.

__ADS_1


Shiro melompat ke atas lalu ia menembakkan sihir lainnya menuju arah Azriel. "BURST SOLAR ECLIPSE!!!" Shiro menembakkan gelombang emas yang sangat tebal menuju arah Azriel.


"Stardust Destruction." Azriel langsung menahan gelombang itu dengan hanya bola kecil yang berpartikel bintang-bintang. Sihir Shiro langsung terhapuskan hingga itu membuatnya terkejut. "Dia ternyata telah menyimpan kekuatan itu ya...? Sial..."


"Kau sudah tidak bisa mengalahkanku... Kau tidak akan pernah menang." Ucap Azriel dengan wajah yang kesal. Azriel muncul tepat di depan Shiro hingga Shiro langsung lengah karena ia masih bisa menyerang dari jarak yang dekat.


Azriel memukul wajahnya dengan sangat keras hingga ia terdorong ke belakang lalu Azriel muncul tepat di belakang Shiro. "STARDUST BLAST!",  Azriel menembakkan sihirnya tepat di punggung Shiro hingga ia terpental menuju atas langit.


Azriel muncul tepat di atas Shiro lalu ia menendang perutnya dengan sangat keras hingga ia terjatuh ke dalam ujung lautan. "Berakhir sudah... Stardust Destruction." Azriel mengangkat kedua tangannya lalu ia menciptakan sebuah bola yang sangat besar tepat di atas kepalanya. Setelah ia sepenuhnya membesarkan sihirnya, Azriel dengan cepat langsung melempar sihirnya menuju arah Shiro.


Shiro menatap sihir tersebut lalu ia mulai mengejamkan kedua matanya. "Homura... Homuze... Methode... Syna... Eclipse... Arisu... Kalian mempercayaiku 'kan...? Itu artinya aku harus terus BERJUANG!!!" Shiro terbang menuju arah sihir Azriel.


"GRUDGELESS FLAMING STRIKE!!!" Shiro menghantam bola energi itu menggunakan tinju kanannya hingga bola energi tersebut langsung meledak dan mendorong mundur Azriel juga Shiro.


Shiro muncul tepat di depan Azriel lalu ia memukul wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan. Shiro lalu menembakkan sihir Solar Shot menuju arah Azriel tanpa henti.


Shiro muncul tepat di depannya lalu ia memukul seluruh tubuhnya tanpa memberinya ampun. Seketika Azriel mengeluarkan Stardust Destruction lagi, Shiro langsung menghantamnya hingga terhapuskan. "Hanya dengan Saint Revolution milikmu dan juga hatimu yang telah dilumuri oleh kegelapan sudah memulai diriku kesal...!" Shiro terus memukul seluruh tubuhnya.


Shiro menendang dagu Azriel dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan. "BARRAGING STARDUST DESTRUCTION!!!" Azriel langsung menembakkan sihir mautnya secara bertubi-tubi menuju arah Shiro.


Shiro menghantam semua sihir itu lalu ketika ia selesai menghabiskan semua sihir itu, ia memukul wajah Azriel dengan sangat keras hingga mata kirinya langsung hancur karena pukulan Shiro. "GAAAHHHHH!!!" Teriak Azriel dengan sangat kesakitan.


"Dasar pengecut...! Apakah kau tidak berani untuk menanggung resiko betambah kuat...?! Hancurkanlah batasan bisa saja menghancurkan tubuhmu sendiri!!!" Ucap Shiro dengan wajah yang sangat kesal. Ia dengan cepat memukul dada Azriel dengan seluruh tenaganga lalu ia menendang wajahnya menggunakan kedua kakinya hingga ia terpental ke belakang.


"Sudah saatnya aku menghapusmu dari kenyataan... Bukannya Alvin selalu mengatakan itu kepada seseorang yang berlebihan...?" Seluruh aura Shiro membesar hingga planet yang mereka sedang berada mulai berguncang dengan sangat dahsyat dan mulai mengeluarkan air lahar dari bawah tanah seperti gunung yang meletus.


Planet itu sekarang sudah berubah menjadi lautan api karena perbuatan Shiro, seluruh planet itu juga mulai retak dan berada di kondisi akan hancur dalam sekejap. "HAAAAAAA.......!!!!" Shiro langsung di lindungi oleh api-api yang sangat panas.


"GAAAHHHHH...!!! INI KEKUATAN PENUHKU...!!! FULL-POWERED STARDUST DESTRUCTION!!!" Azriel menciptakan bola Stardust yang lebih besar lagi dari sebelumnya bahkan lebih besar dari planet yang mereka tepati.


Shuri langsung terkejut melihat aura-aura milik Shiro karena ia berencana untuk melakukan serangan terakhir yang pernah dirinya sendiri lakukan kepada Zynia. "T-Tidak...! JANGAN MENGORBANKAN DIRIMU, SHIRO!!!"


"FINAL ERUPTION ECLIPSE!!!" Shiro meledakkan dirinya sendiri hingga ia membuat sebuah ledakan yang sangat besar hingga perlahan terus membesar dan membesar. Korrina dengan cepat langsung mengeluarkan sihir barrier kepada semua anggota Ghifari dan Shiratori.


Semua robot yang berada di tempat itu langsung meledak dengan sendiri karena telah merasakan dorongan yang kuat di dalam sihir mematikan Shiro. "GAAAAAAAAHHHHH!!! HANCURLAH, KEPARAT!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga menghancurkan sihir milik Azriel.


"MUSTAHIL...?!" Azriel tiba-tiba melihat ledakan itu mulai mendekat, ia tidak bisa melarikan diri. Azriel tidak memiliki pilihan lain selagi menghalang sihir milik Shiro.


Azriel langsung terkena ledakan tersebut. "M-MUSTAHIL....!!! T-TIDAK...!!!" Seluruh tubuh Azriel perlahan terbakar oleh sihir mematikan Shiro, ledakan itu terus berlanjut hingga Alvin menunjuk ledakan tersebut dengan kedua tangannya. Ia berencana untuk menghentikan ledakan tersebut karena itu terlalu berbahaya, bisa bisa ia menghancurkan bukan hanya planet yang ia tepati, tetapi ia bisa saja menghancurkan seluruh semesta Xuusuatouri.


"TIDAAAAAAAAAGGGGGGGGRRRRRRRRRHHHHHHH!!!" Azriel langsung terhapuskan oleh ledakan itu, seketika itu terjadi. Alvin langsung menghentikan ledakan itu.


"RELEASE!!!"

__ADS_1


BAAAAAAAMMMMMMMMM!!!


__ADS_2