Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 153 - Haruka


__ADS_3

"Lemah sekali... Aku mengharapkan lebih dari Korrina Comi yang berasal dari dimensi ini."


Komi baru saja selesai mencekik Korrina sampai leher-nya hancur, ia menatap Korrina dimana kepala dan tubuhnya sudah terpisah. Tujuan Komi selesai karena ia berhasil membunuh Korrina sepenuhnya.


"Ilusi... Waktu... Strategi yang kau lakukan itu tidak akan bertahan lama. " Komi sudah menggunakan [Omni's Resolution] di wilayah tersebut agar Korrina tidak bisa melakukan sihir apapun.


"... ..."


Komi tidak memiliki rasa penyesalan apapun melainkan ia lega bahwa dirinya berhasil, Korrina bukanlah musuh yang layak untuk dirinya lawan.


"Sepertinya tubuhku... Masih ada... Apakah keseimbangan sudah kembali...? Apakah aku tidak melakukan sesuatu yang berbahaya...?"


Komi mengobservasi setiap tubuh-nya satu-satu karena ia merasa khawatir tentang dirinya yang akan menghilang jika Korrina terbunuh, tetapi sepertinya tidak ada hal yang buruk terjadi kepada dirinya sendiri.


"Apa yang kau lakukan disini...?"


Seorang gadis mulai berbicara dan suaranya bisa terdengar oleh Komi sendiri sampai ia terkejut karena suara yang ia dengar itu terdengar tidak terlalu asing.


"Akhirnya kau ingin menghadapiku ya, dasar anak durhaka."


"Menurut informasi dimensi palsu, aku bukanlah anak-mu yang resmi. Papa mengadopsi-ku bukan...?"


Komi mengalihkan pandangan-nya kepada gadis berambut merah itu, ekspresi yang terlihat kesal terpasang di wajah Komi karena melihat seseorang yang menghianati dirinya sendiri.


"Haruka..."


"Aku senang bisa bertemu dengan-mu lagi, Mama. Tapi tidak senang melihat dirimu yang bersikap seperti ini."


"Hoohhh... Menurutmu siapa yang membuatku seperti ini? Dirimu yang munafik bukan...? Untuk apa kau menciptakan penderitaan yang mampu menyebar dan beranak?"


"Aku melakukannya demi keadilan."


"Keadilan apa...? Apakah keegoisan dirimu itu keadilan, Haruka?"


"Tentu saja tidak, dulu... Semesta Touri atau seluruh semesta Touri yang bisa disebut sebagai [Touriverse] tidak memiliki keadilan, semuanya dipenuhi dengan peraturan seenaknya saja yang mampu membuat kehidupan disana tidak seimbang... Mereka semua menderita karena susahnya hidup di [Touriverse]!"


"Keseimbangan...?"


"Tentu saja, aku... Jikanaru Haruka adalah keadilan pertama untuk [Touriverse], sebenarnya keseimbangan apa yang kalian maksud? Apakah kau tidak pernah berpikir untuk merusak keseimbangan tersebut dan melawan konsekuensi yang terjadi...!?"


"Dasar anak bodoh!!! Kerusakan yang terjadi akan berbeda...! Semuanya akan hancur!!! Tidak ada keselamatan bagi keseimbangan yang sudah hancur!!!"


"Dengan kita semua berada di pihak yang sama, kita berkesempatan untuk mencegah kehancuran tersebut bukan...? Apakah kau tidak pernah ingin mencoba untuk merasakan hidup bebas tanpa harus ada peraturan dan keseimbangan yang harus terjaga...?"


"Itu sudah tugas kita para dewa dan dewi, lingkaran kehidupan [Touriverse], peraturan dibuat untuk dilaksanakan!"

__ADS_1


"Peraturan diciptakan untuk dilanggar, bukan berlaku untuk para mortal melainkan kita dewa dan dewi sendiri pasti pernah melakukannya, bukan...?"


"Grrggghhh...!"


"Kau adalah Korrina Comi yang berasal dari dimensi palsu, seharusnya tugasmu itu menjadi dewi biasa yang seharusnya membuat Alvin menjadi kuat, tetapi lihatlah dirimu sekarang yang sudah berada di puncak paling kuat hanya untuk dimensi palsu itu. Dengan ini... Kau sudah menghancurkan keseimbangan bukan...?"


Komi merasa kesal mendengar apa yang baru saja Haruka katakan, ia sudah tidak lagi menganggap dirinya sebagai seseorang yang sangat ia cintai melainkan seseorang yang sangat ia benci sekarang. Saat Haruka mencoba untuk menghidupkan kembali Korrina dengan mengundurkan waktu, Komi segara menggunakan [Omni's Resolution].


"Thousand of Time Stop!" Haruka menunjuk Komi dan menggunakan sihir [Thousand of Time Stop] dimana waktu-nya akan dihentikan selama seratus kali agar ia harus menggunakan sihir [Omni's Resolution] sebanyak seratus kali untuk bebas.


"... ..."


Haruka segera menunjuk Korrina dan menggunakan [Revival Time] dimana seluruh tubuh Korrina kembali seperti semula dan luka-lukanya mulai sembuh kembali, Korrina membuka kedua matanya dimana ia melihat Komi yang terjebak di dalam waktu dan Haruka dimana ia belum pernah bertemu dengannya.


"K-Kau... Siapa...?"


Korrina mengalihkan pandangan-nya segara ke arah Komi, "Dia masih hidup...?"


Haruka tersenyum, lalu mulai berbicara, "Mama, ini pertama kalinya aku bertemu dengan-mu di wujud dewasa ini. Perkenalkan, aku adalah Haruka Ghifari di masa-masa dewasaku. Senang bertemu dengan-mu, Mamaku sayang."


"E-Ehh...?! Haruka...?" Korrina membulatkan kedua mata-nya untuk beberapa saat, ia tidak perlu menanyakan sesuatu hal yang panjang kepada Haruka karena dia sudah mengerti dengan situasi-nya, Haruka sepertinya mampu menggunakan waktu dimana ia mampu mengubah dirinya yang bayi menjadi seorang dewasa.


"Kamu memanglah anak-ku, semua kecerdasan-ku sepertinya diwariskan ke dalam-mu, Haruka. Bagaimana mengatakan-nya ya tentang wujud dewasa-mu ini... Hmm, terlihat sangat cantik dan seperti gadis muda yang belum pernah disentuh oleh pria loh!"


Mendengar itu Haruka merasa lega bahwa Korrina tidak membutuhkan penjelasan lain, ia benar-benar gadis yang mudah mengerti dalam situasi yang selalu ia hadapi, "Mama, aku akan jelaskan semua inti-nya nanti setelah kita selesai berurusan dengan Komi."


"Cih..."


Mereka bertiga saling bertatapan dan menunjukkan rautan wajah yang sama yaitu kesal.


"Haruka, seharusnya kau menjelaskan Korrina yang asli tentang situasi yang kita hadapi saat ini."


"Dia berbeda dari-mu, Mama palsu. Dia lebih muda mengerti dalam suatu hal dibandingkan dirimu yang maha segalanya."


"Ehh...?" Korrina merasa sedikit bingung tentang pembicaraan mereka.


"Mama lebih baik kau pergi menjauh dari Komi, dia sangatlah berbahaya!" Haruka mencoba untuk menghalang Korrina dari Komi agar ia tidak terbunuh untuk kedua kali-nya.


"Hahaha, lucu sekali, lucu sekali. Aku merasa seperti dikhianati oleh anak-ku sendiri."


Korrina segera menunjukkan rautan wajah yang kebingungan karena sepertinya Komi memiliki kaitan tertentu dengan Haruka. Selain Korrina, Haruka juga ingin Komi bisa secepatnya pergi dari dimensi asli ini tanpa harus menghancurkan sesuatu yang ada di dalam dimensi ini.


"Kau... Kau..." Komi menunjuk mereka satu per satu, "Maju dan aku akan melawan kalian tanpa harus kewalahan sedikitpun."


"Bukannya kau bersikap sombong dan meremehkan lagi, Komi...?" Korrina melihat kesombongan Korrina dalam senyuman licik-nya.

__ADS_1


"Komi, aku sarankan dirimu untuk tidak mengganggu Mama atau kau akan menerima konsekuensi yang akan kau hadapi!"


"Jangan mencoba untuk melindungi-ku, Haruka." Korrina maju karena ia tidak mau dianggap sebagai Legenda yang lemah.


"Aku bisa bertarung... Aku kuat serta kau adalah anak-ku dimana tugas seorang ibu adalah melindunginya atau kita berdua bisa bertarung bersama."


"Mama..."


Melihat mereka berdua yang bersikap seperti itu membuat Komi meneteskan sedikit air mata-nya karena ia merasa rindu dengan rasa kasih sayang terhadap anaknya sendiri, tetapi itu tidak membuatnya berhenti untuk mencoba membunuh mereka sekaligus.


Komi melepas jubah-nya dan Korrina segera melepas jaket-nya, pertarungan yang dibayar dengan nyawa akan dimulai sebentar lagi jika salah satu dari mereka bergerak.


"Apakah kalian berdua siap untuk melawan dewi segala-nya...?"


"Sekarang aku mengerti... Hehh... Berapa lama kau akan bertahan melawan kami, Komi?" Haruka tersenyum serius.


"Hanya satu detik saja sudah cukup untuk membunuh kalian berdua..."


"Hehhhh... Aku ingin kau mencoba-nya!" Korrina dan Haruka segera melakukan kuda-kuda bertarungnya.


Haruka menepuk bahu Korrina, "Mama, jangan sampai lengah dan terkena bunuh oleh [Omni-Vanish], jika kau terbunuh dengan sihir tersebut maka aku tidak akan bisa menggunakan waktu untuk menghidupkan-mu kembali."


"Aku akan berhati-hati, serahkan saja kepada Mama-mu, Haruka!"


Korrina berpikir untuk bertahan ketika melawan Komi karena jika dia melakukan satu pergerakan yang salah maka dirinya akan segera terbunuh dengan satu serangan, Haruka juga akan terus fokus kepada Korrina agar ia bisa menyelamatkan dirinya sebelum terlambat.


Haruka terbang jauh untuk mencari tempat aman, Komi dan Korrina segera mengikuti Haruka dimana mereka berhenti di angkasa yang terdapat beberapa meteor besar.


"Disini adalah tempat cocok untuk kita bertarung sepuas-nya, Komi."


"Hmph... Setelah kalian terbunuh, aku akan segera menghancurkan dimensi ini."


"Cobalah jika kau benar-benar bisa."


Mereka bertiga segera memunculkan aura mereka dan mengisi Lenergy mereka sampai penuh untuk bisa bertarung dengan seluruh tenaga dan Lenergy yang ada. Aura Komi sendiri jauh lebih besar dari mereka bahkan Korrina bisa merasakan tekanan yang besar di sekitarnya berbeda dari Haruka yang berpengalaman.


Selain tekanan yang besar, meteor-meteor di sekitar mereka hancur menjadi beberapa kepingan kecil. Sepertinya pertarungan ini akan berakhir fatal, jika mereka tidak sengaja bertarung dekat dengan planet yang berpenghuni.


Melihat Komi yang mencoba untuk menggunakan sihir Sacred, Korrina segera menciptakan sebuah panah dan melepaskan beberapa panah yang terbakar dengan api Sacred. Haruka melakukan hal yang sama dimana ia melepaskan panah yang dapat mengulang waktu, jadi seluruh panah Korrina berjumlah tanpa batas dan mengenai seluruh tubuh Komi.


"HAHHHH!!!" Komi meledakkan diri-nya sendiri dan mampu membuat kedua busur yang mereka pegang hancur.


Komi muncul di depan Korrina dan Haruka segera menggunakan [Time Stop], Korrina terbang ke atas dan meluncurkan [Final Shine Attack] menuju arah Komi.


Beberapa saat setelah asap ledakan itu hilang, Haruka merasa cukup tertekan sampai berkeringat karena Komi memanglah mustahil untuk dikalahkan oleh mereka berdua.

__ADS_1


"Ayolah... Lebih Cepat..."


__ADS_2