
Informasi kecil tentang hari ini... Hari ini adalah hari dimana Author-san ulang tahun bersama character yang bernama Dewa Alvin Ghifari. Terima kasih karena sudah mengucapkan selamat ya~ Kalian semua memang terbaik!
JWWWOOOOOOSSSSSHHHH!!!
Korrina dan Methode tiba di tujuan latihan mereka, tempat berlatih mereka terlihat seperti dimensi lain yang hanya dipenuhi dengan keputihan, layaknya dimensi itu sangat suci hingga Methode tidak bisa merasakan keberadaan apapun dari luar dimensi yang ia berada sekarang. "Kita ada dimana?" Tanya Methode.
"Realm of Pure Sacred." Jawab Korrina.
"Realm of Pure Sacred...?" Tanya Methode, ia langsung melihat sekeliling tempat itu dan yang hanya ia lihat hanyalah keputihan dan hawa-hawa yang terasa dingin sekali. "Ya... Wilayah yang sudah diciptakan sebelum kelahiran Touri oleh keluarga bermarga Comi." Korrina tersenyum.
Methode langsung membulatkan kedua matanya ketika ia mendengar perkataan Korrina. "Ehh!? Sebelum Touri!?" Korrina mengangguk. "Wilayah ini adalah wilayah yang layak untuk berlatih bagi seseorang yang memiliki darah Comi penuh... Wilayah ini tidak akan bisa dikunjungi oleh siapapun kecuali dirimu dan aku, Methode."
"Ehh...? Apa yang kau maksud...?" Tanya Methode.
"Wilayah ini... Tidak ada siapapun yang tahu kecuali diriku, bahkan dewi Touri saat ini juga tidak mengetahui wilayah ini. Termasuk Alvin juga, ia tidak mengetahuinya karena wilayah ini aku sembunyikan dari mereka semua." Ucap Korrina dengan sebuah senyuman di wajahnya..
"Sebenarnya, Methode..." Korrina maju ke depan selagi menepatkan kedua tangannya di belakang punggungnya. Seluruh aura sacred Korrina langsung muncul hingga mampu membuat Methode terpelanting ke belakang. "Uaggh!!!" Tiba-tiba di belakang Methode muncullah sebuah aura sacred milik Korrina hingga aura itu langsung menangkap Methode.
"Kekuatan apa itu...!?" Tanya Methode karena dorongan yang Korrina keluarkan tadi sangatlah kuat hingga ia tidak bisa merasakan aba-aba dimana Korrina akan mengeluarkan auranya. Methode menatap Korrina yang terlihat berbeda, seluruh tubuhnya dilumuri oleh cahaya putih dan bahkan partikel-partikel biru muda dan biru tua mulai bermunculan dari tubuh Korrina dan menghilang beberapa detik.
Partikel-partikel itu terus bermunculan di tubuh Korrina. "Jika aku menunjukkan setengah dari kekuatanku maka... Ini adalah kekuatanku yang sebenarnya... Methode...!" Ucap Korrina hingga kedua mata pupilnya mulai berubah menjadi warna biru tua dan di pupilnya terdapat sebuah simbol X, kedua mata itu memiliki persis yang sama dengan wujud Limit Breaker X milik Alvin. "Ini bukan perubahan wujud atau apapun itu, tetapi aku menaikan seluruh Lenergy dan sihir Sacredku hingga 50%" Korrina tersenyum.
"Sejujurnya wujud ini... Sudah melampui dewi Touri Memory Mortem Ghifari." Ucap Korrina dengan tatapan yang terlihat serius, Methode langsung mengkerutkan alis kanannya. "Apa...?" Tanya Methode yang terlihat seperti tidak percaya.
"Kau tidak mempercayainya ya...? Bagaimana kalau aku coba menciptakan Touri disini. Illusion of Universal Creation: Touri!" Korrina menjentikkan jarinya hingga muncullah semesta Touri yang sama persis di luar dimensi ini, Methode langsung mengedipkan kedua matanya beberapa kali lalu setelah itu ia mengusap-usap kedua matanya. "A-Apa...!? Ini asli 'kah...!?"
Methode tidak mempercayai apa yang ia lihat dan rasakan karena ia dengan jelas bisa merasakan Lenergy milik Shira dan Homura. "Apakah semesta itu asli?! Beneran asli!?" Korrina mengangguk.
"Ya..."
"Nenek Korrina... Nenek ini sebenarnya dewi apa?" Tanya Methode dengan eksperesi yang terlihat terkejut. "Sejujurnya identitas asliku sebagai dewi itu aku disembunyikan dari siapapun kecuali kamu, Methode." Ucap Korrina.
Pikiran Methode mulai membawanya ke pertanyaan kenapa Korrina memberitahu berita penting ini, bagaimana jika Methode suatu hari memberitahu identitas Korrina kepada Shira, Homura, atau semua orang termasuk Alvin juga. "Bahkan Alvin juga tidak tahu wujudku saat ini!" Ucap Korrina dengan sebuah senyuman yang menunjukkan gigi indahnya.
"Kau bisa memanggilku Dewi Omni-Sacred Korrina di wujud ini... Wujud yang selalu aku gunakan setiap hari adalah wujud yang bernama Dewi kehidupan, ilusi-ku saat kuat sekali karena aku sudah terlatih sejak kecil sampai sekarang dan aku juga memiliki 100% darah dari keluarga yang bermarga Comi. Keluarga yang memiliki sihir ilusi terkuat hingga mampu mengalahkan dewa dan dewi dalam waktu 1 detik saja bisa."
"Ehh!? Tidak mungkin...!"
Tiba-tiba Methode mulai teringat pertanyaan yang penting. "Tunggu, nenek... Kenapa aku? Kenapa kamu memberitahu identitas-mu yang sebenarnya kepadaku? Bagaimana jika aku memberitahu Papa atau kakek Alvin?" Tanya Methode.
"Aku bisa melihat jelas sebuah kebohongan, Methode. Kedua mata ini tidak akan pernah bisa menipuku ketika aku serius karena takdir mengatakan kaulah yang terpilih untuk menjadi calon dewi api sacred. Dan... Aku mampu membaca takdir apapun diwujud ini, pokoknya wujud ini adalah segalanya sama seperti Omni-Touri!" Korrina tersenyum keren.
Methode berkeringat. "J-Jangan bunuh aku, nenek..." Ucap Methode yang mulai merasa tidak nyaman karena ia takut Korrina bisa saja melakukan hal yang berbahaya terhadap dirinya. "Lihatlah dirimu ini, Methode. Sadarlah kau sedang berada dimana sekarang...? Kau berada disini bukan? Itu artinya takdir mengatakan kau tidak akan pernah memberitahu semua orang tentang identitas diriku." Ucap Korrina.
"Apakah nenek benar-benar bisa membaca takdir sama seperti nenek Yuriko?! Aku dengar semua dari nenek Mortem bahwa nenek moyang Yuriko bisa membaca takdir kakek Alvin hingga akhir!" Ucap Methode dengan wajah yang terlihat bersemangat. Korrina mengangguk. "Bahkan lebih kuat lagi dari Yuriko, aku bisa membaca semua takdir yang ada."
__ADS_1
"Ahh!!! Beritahu aku tentang takdir Touri?! Apa yang akan terja---"
CTAAKKK!!!
"SAKIIT...!!!" Methode langsung memegang dahinya yang baru saja terkena sentil oleh jari Korrina. "Jika aku memberitahu takdir sembarangan... Itu tidak akan terjadi." Korrina langsung melirik kepada semesta Touri dan ia mulai membuka kedua matanya lebar hingga semesta Touri langsung hancur. Methode langsung terkejut ketika melihat Korrina baru saja menghancurkan Touri dengan tatapannya. "T-T-Tidak mungkin...!?"
"Nenek! Kau baru saja menghancurkan Touri!!!" Ucap Methode dengan nada yang terdengar kesal, keberadaan Shira dan Homura mulai tidak bisa terasa lagi oleh Methode karena Korrina sudah menghancurkan semesta beserta kehidupannya. "Tidak apa-apa, semesta tadi bukanlah semesta yang asli kok" Korrina mulai membelah dimensi lain dan dimensi itu menunjukkan rumah Methode yang terlihat masih sempurna. Korrina langsung menutupnya kembali.
"H... Hebat... Aku tidak tahu kalau nenek akan memiliki kekuatan sebesar ini." Ucap Methode.
"Sihir ilusi dan sacred marga Comi mampu melampui apapun jika kau berlatih dengan sangat rajin dan teliti, tetapi resikonya adalah kematian dan kekontrolan terhadap akal sehat kalian, jika kamu tidak bisa mengontrolnya maka kau akan mati... Sihir sacred api itu bisa saja membakar dirimu sendiri." Ucap Korrina dengan ia menunjuk dada Methode. "Ahh... Nenek, kamu menyentuh apa sih?" Tanya Methode dengan ia menghalang kedua payudaranya.
"E-Enggak." Korrina terkekeh dan pikirannya merasa iri melihat kedua payudaranya yang besar. "Ehem... Apakah ada pertanyaan lain?" Tanya Korrina.
"Bagaimana nenek bisa bertambah kuat seperti ini? Aku tidak pernah melihat nenek berlatih..." Tanya Methode, Korrina langsung menjentikkan jarinya hingga beberapa Korrina mulai muncul disekitar mereka sedang berlatih sangat keras dan menyakitkan. "Aku berlatih setiap hari menggunakan ilusiku." Jawab Korrina.
"Ehh...? Bagaimana caranya...!?" Tanya Methode dengan ekspresi yang terlihat terkejut.
"Mereka semua itu ilusi milikku dan mereka itu sama sepertiku, jika mereka berlatih maka pengembangan atau hasil latihan mereka juga akan mengaruh kepadaku, sejak dulu melakukan hal seperti ini menghabiskan banyak sekali Lenergy. Tetapi seketika aku bersama Alvin dan melakukan hubungan begitulah... Lenergyku tidak terbatas." Ucap Korrina dengan rautan wajah yang terlihat serius.
"Hubungan itu? Apa yang nenek maksud?"
"Membuat anak sebanyak 10 kali... Bibit kehidupannya membuat Lenergy-ku tidak memiliki batas di wujud ini dan wujud biasaku karena Alvin adalah dewa maha kuasa bukan? Aku dihamili oleh wujud itu hingga aku tertular efek dari Lenergy tak terbatas... Aura-nya sudah sepenuhnya menguasai tubuhku ini..." Jawab Korrina dengan ekspresi yang terlihat canggung. Methode juga mulai merasakan ekspresi yang sama yaitu kecanggungan dalam mendengar perkataan Korrina.
"Walaupun Lenergy-ku tidak terbatas, tenagaku masih terbatas di wujud biasaku, ahahaha!" Korrina mulai tertawa terbahak-bahak. "Oh iya, sejak masalah terhadap dewa oath Zoiru, aku terkontrol oleh Rin sepertinya itu kesalahkanku karena aku ceroboh..." Korrina mulai menggaruk-garuk rambutnya.
"Hahaha... Aku tahu kok, itu semua karena nenek juga terbawa suasana oleh kakek bukan?"
"Benar sekali... Seharus aku menghancurkan Rin langsung jika tidak... Haruka bisa saja selamat dari takdir kematiannya, yahh... Tapi apa yang aku harapkan, aku tidak boleh berurusan dengan takdir yang sudah aku lihat. Sejujurnya masalah tentang Zoiru itu sudah aku lihat hingga Haruka mati." Ucap Korrina jujur.
"Yosh!" Korrina mulai menepuk tangannya hingga semua ilusinya mulai menghilang. "Baiklah... Mari kita mulai dengan pelatihanmu, Methode!" Ucap Korrina dengan sebuah senyuman lebar di wajahnya.
"Tunggu sebentar...!" Methode mulai menunjuk Korrina. "Hm? Ada apa?" Tanya Korrina dengan rautan wajah yang terlihat kebingungan.
"Sebelum aku berlatih sihir api sacred-ku... Bisakah kamu---"
"Kamu ingin melihat wujud 100% 'kah?" Korrina memotong pembicaraan Methode karena ia tahu apa yang coba Methode katakan dari pikirannya, Korrina bisa membaca jelas pikiran dan perasaan Methode menggunakan pikirannya.
"Baiklah... Saksikanlah wujud terkuat dan tak terkalahkan... Wujud ini, bersyukurlah karena kau adalah salah satunya anggota keluarga Shiratori yang bisa melihat wujud 100%-ku." Ucap Korrina.
"Ehh? Aku...? Tunggu, apakah kakek Alvin pernah melihat wujud seratus persen-mu?" Tanya Methode.
"Belum. Dia belum melihat wujud seratus persen-ku, bahkan yang lima puluh persen saja belum."
"Tunggu...? Kenapa? Kenapa kau tidak menunjukkannya saja?"
__ADS_1
"Jika aku menunjukkan wujud lima puluh persenku dan seratus persenku maka... Legenda bodoh itu akan terua memaksaku bertarung dan aku pasti sering dihamili oleh dia." Korrina terkekeh hingga membuat Methode mengerutkan alis kanannya.
"Baiklah! Ayo mulai!" Korrina melirik kepada Methode lalu ia mulai mengejamkan kedua matanya. "Omni... Sacred... Transcendent...!!!" Korrina membuka kedua matanya lebar hingga pupilnya mulai bersinar warna biru tua.
"Ahh!?" Secara reflek Methode langsung menghalang kedua matanya karena sinar yang Korrina pancarkan serah sekali, seluruh tubuhnya langsung terlindungi oleh aura-aura silver hingga Methode tidak bisa melihat wajahnya atau tubuhnya jelas karena seluruh tubuhnya telah terhalangi oleh sinar merah. "HAHHHHHHHHHH...." Korrina langsung mengepalkan kedua tinjunya.
Seluruh tubuh Methode langsung terasa mati rasa ketika melihat Korrina menaikan seluruh kekuatannya, bahkan kedua kakinya mulai bergetar ketakutan. "Keberadaan ini...!? Apa-apaan ini...?!" Tanya Methode dengan eksperesi yang ketakutan, seluruh tubuh Methode langsung terlumuri oleh aura milik Korrina.
Korrina tidak mau Methode hancur atau mati karena dirinya yang menaikan seluruh kekuatanya hingga potensi penuh. "Keberadaan yang sangat aneh... Sangat kuat sekali...!!!" Seluruh tubuh Methode bergetar ketakutan.
Sinar-sinar cahaya itu langsung mengeres seperti membuka hingga sinar yang beku itu langsung retak dan mulai perlahan-lahan menunjukkan Korrina yang terlihat SANGAT berbeda. Partikel-partikel biru tua dan biru muda-nya mulai membesar dan terus bermunculan di sekitar tubuhnya, bahkan beberapa listrik putih mulai bermunculan disekitar tubuhnya.
"Keberadaan ini...? God Lenergy ini...? Bukan... Aku merasakan energi sihir lainnya...? T-Tidak... Aku tidak bisa merasakan apapun..." Ucap Methode hingga semua sinar cahaya itu berhenti menyinarinya hingga menunjukkan wujud Korrina. "... ..."
Terdapat sebuah cincin putih besar di belakang Korrina yang mengatakan SEGALANYA, bahkan rambut Korrina telah berubah menjadi warna silver dan juga ukuran rambutnya memanjang hingga sampai kedua ujung kakinya, ia sedang melayang selagi menunjukkan senyumannya yang terlihat keren.
Kedua mata pupilnya mulai bersinar-sinar berwarna biru tua dan di kedua mata pupilnya terdapat simbol Omni, dan dahinya juga terdapat sebuah kata yang menunjukkan Ghimi, dua marga yang bernama Ghifari dan Comi digabungkan menjadi satu. "I... Ini...?"
Bahkan kedua payudara Korrina yang tadinya rata mulai berisi sekitar sebesar milik Mortem, ia terlihat seperti dewi asli sekarang. Bahkan di belahan dadanya terdapat sebuah simbol mata legenda, di kedua telapak tangannya juga terdapat simbol mata iblis dan malaikat.
Dan di perut Korrina juga memiliki otot, di perut Korrina terdapat sebuah simbol yang mengatakan Transcendent, bajunya Korrina juga telah berubah menjadi baju yang terlihat sedikit terbuka. "Ini adalah potensi penuhku, Methode." Ucap Korrina yang nadanya juga terdengar berbeda, nada suaranya terdengar seperti ibu-ibu muda yang sangat cantik.
"G-Gila... Nenek... Sangat keren...!!!" kedua mata Methode bersinar dan bahkan wajahnya juga terlihat seperti terpesona terhadap wujudnya yang baru. "Apa-apaan reaksi itu? Ahahaha..." Korrina mulai tertawa.
"Omni-Transcendent Korrina... Itulah aku sekarang, seorang dewi terkuat di segala semesta, bahkan wujud ini sudah sangat terlalu kuat untuk dibandingkan dengan dewi Touri, layaknya Mortem sekarang itu 1% dari wujud ini." Ucap Korrina hingga ia langsung membelah dimensi hingga menciptakan sebuah belahan dimensi yang menunjukkan dunia asli.
"Singkatnya wujud ini... Wujud ini adalah segalanya dari segalanya, Methode. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau bahkan aku tidak bisa terbunuh begitu saja." Ucap Korrina.
"Ehh... Faktanya aku memang tidak bisa terbunuh sih, bahkan diwujud biasanya karena ilusiku itu menyebar diseluruh semesta dan tidak akan bisa terhancurkan juga terbunuh.", Ucap Korrina.
"Faktanya Alvin dan semesta Touri juga tidak akan bisa hancur jika aku masih hidup, mati dan hancur sih iya, tetapi... Aku bisa menghidupkan mereka semua." Korrina mulai menciptakan Alvin yang sedang berada di wujud Omni-Touri. "Aku bahkan bisa menciptakan Alvin diwujud Omni-Touri yang asli."
Methode mulai ketakutan ketika melihat semua kekuatan yang Korrina bisa lakukan. "Wujud itu... Apakah ada sesuatu yang kau tidak bisa, nenek?" Tanya Methode.
"Segalanya yang mengartikan semuanya. Aku bisa melakukan segalanya
"Bahkan... Aku bisa melalukan apapun yang aku mau sepert pergi ke dunia asli, menciptakan inti semesta yang baru... Dan bahkan... Menciptakan semesta yang berjumlah jutaan!" Korrina tersenyum jahat.
"... ..." Methode hanya bisa diam ketika melihat senyumannya.
"Ehehehe~ Nenek bercanda, tentu saja nenek tidak akan pernah menggunakan wujud ini untuk kemauanku sendiri... Aku bisa mendapatkan wujud ini karena Alvin juga yang sudah memberikan kekuatan maha kuasanya ketika ia menghamiliku... Aura-aura kekuasaannya aku gabungkan dengan sihir ilusi dan sacred-ku yang sudah sempurna hingga menciptakan..."
Korrina mengepalkan kedua tinjunya. "Wujud ini...!!!" Korrina langsung membelah dimensi itu hingga Methode bisa melihat masa lalu, masa sekarang, dan masa alternatif. "Waduh... Aku terlalu berlebihan." Korrina menjentikkan jarinya.
"H-Hebat..." Ucap Methode yang sudah tidak memiliki perkataan apapun.
__ADS_1