Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 67 - Homura vs Homuze


__ADS_3

Arisu dan Syna menatap arah timur dimana ia baru saja selesai melihat ledakan dari sihir Shiro dan Homuze. "Tadi itu bukannya serangan kombo Mama dan Papa ya...?! Keren...!" Ucap Arisu dengan wajah yang sangat senang bahwa ia bisa melihat serangan gabungan itu dengan kedua matanya.


"Sungguh mimpi yang terkabulkan ya melihat serangan gabungan, Mama dan Papa." Syna tersenyum. Seketika Syna menoleh kepada Arisu, tiba-tiba ia melihat adiknya yang tercekik oleh robot malaikat itu.


"A-Arisu---" Arisu tiba-tiba menunjuk Syna, ia memberi sebuah isyarat untuk tidak mengganggunya, Syna mengangguk lalu mundur beberapa langkah dari atas laut.


Aura Arisu mulai muncul hingga kedua matanya mulai bersinar. "GAHHHH!!!" Arisu langsung berubah menjadi wujud Saint Titan hingga membuat robot yang mencekiknya langsung hancur. Syna langsung terkejut melihat Arisu yang telah menempuh wujud itu di umur 5 tahun.


"H-Hebat, Arisu...! Aku tidak sangka bahwa kau sudah menempuh Saint Titan!" Ucap Syna.


"Tentu saja... Hahaha! Bukannya kita berdua sering berlatih?! Mari kita kerahkan semua!!!" Arisu melihat beberapa robot melompat menuju arahnya, ia langsung menghindari semua serangan dari semua robot tersebut.


Arisu mulai menendang dan memukul mereka semua hingga tidak ada robot lagi yang tersisa di hadapan mereka, walaupun Arisu berhasil mengalahkannya tiba-tiba Oui muncul tepat di depan mereka berdua selagi menunjukkan senyuman yang kejam. "Ternyata kalian berdua memiliki potensi yang berbakat..."


Arisu dan Syna mulai waspada terhadap orang itu, mereka langsung mendekat lalu menunjukkan kuda-kuda bertarung mereka. "... ..."



Shiro dan Homuze merasa sangat terkejut karena melihat Homura yang mampu menahan sihir gabungan mereka berdua yang sangat kuat dan dahsyat. "H-Homura...?" Shiro tiba-tiba meneteskan air matanya di mata kirinya karena telah melihat Homura yang terlihat sangat nyata dan asli.


"Ho... Mura..." Shiro mencoba untuk mendekat tetapi Homuze menghentikannya dengan menghalanginya menggunakan lengan kanannya. "Jangan tertipu, Shiro. Bisa-bisa Homura yang kita lihat adalah palsu, bukannya dia sudah hidup damai di alam kematian...?"


"Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi... Dia terlihat sangat nyata, tapi... Aku tahu bahwa dia adalah robot yang diciptakan oleh Riziel..." Shiro mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat kesal, Homura bergerak menuju Azriel lalu ia membebaskan Azriel yang telah terbelit oleh rantai-rantai Shiro.


Sudah 5 tahun Shiro tidak melihat wajah Homura, ia sekarang mulai memiliki perasaan ragu-ragu dan sedih. Shiro ingin sekali untuk memeluknya atau berbicara dengannya sekali saja tetapi ia tidak mau terjatuh ke dalam lubang jebakan yang dibuat Riziel. "Cihhh... Sial..."


Homuze tiba-tiba menggenggam tangan kiri Shiro hingga ia menatap wajah Homuze dengan terkejut. "Homura bukanlah gadis yang mencintaimu saja. Aku dan Homura itu sama bukan...? Aku juga mencintaimu, Shiro, kau harus menahan rasa cintamu terhadap Homura yang palsu itu."


"Hah... Maaf, aku tahu itu, Homuze. Tapi perasaan ini terus menarikku untuk melakukannya..." Ucap Shiro dengan wajah yang serius. Tak lama kemudian Azriel langsung terbebasi dari rantai-rantai milik Shiro.


Azriel perlahan mulai memulihkan seluruh tubuhnya, ia bangkit dari atas tanah lalu ia menatap mereka berdua dengan rautan wajah yang kesal. "Kalian berdua cukup baik... Sepertinya aku telah salah untuk meremehkan kalian berdua." Ucap Azriel dengan wajah yang kesal.


"Beritahu kami, Azriel! Kenapa Homura bisa hidup kembali?! Bagaimana caranya kau bisa membuat robot yang terlihat mirip seperti Homura?!" Tanya Shiro dengan sangat kesal.


"Mudah sekali, pembuatan robot di semesta Xuusuatouri itu tidak ada yang mustahil. Ayahku dapat membuat robot Homura karena ia telah mengumpulkan semua DNA yang ia punya hingga penciptaan robot Homura berjalan dengan lancar ketika Legenda itu muncul." Azriel mengepalkan tinju kanannya.


"Aku masih tidak mengerti, kenapa harus Homura?! Bagaimana kau bisa mengenalnya?!" Tanya Homuze.


"Sudah aku bilang 'kan...? Semuanya berjalan lancar ketika Legenda itu muncul, robot Homura kita ciptakan karena sumber energinya pasti besar karena dia sudah menjadi bagian dari keluarga Shiratori ''kan...?" Azriel tersenyum dengan sangat jahat hingga membuat Shiro kesal.


"DASAR GILAAAA!!!" Shiro muncul tepat di depan Azriel, ia mencoba untuk memukul wajahnya tetapi tidak bisa karena perutnya tiba-tiba di tendang oleh Homura dengan sangat keras. Shiro langsung terdorong mundur


"H-Homura...?!" Shiro langsung terkejut melihat itu karena Homura benar-benar bukanlah sesosok yang Shiro kenal lagi. Homuze mendarat tepat di belakang Shiro selagi menatap Homura yang terlihat mati dan datar, kedua matanya terlihat mati.


"Dia sudah jelas akan terkendalikan oleh pembuatnya..." Ucap Homuze dengan sangat kesal.


"Robot Homura ini sudah 100% jelas memiliki semua kemampuan yang Homura miliki. Seorang Legenda gadis kecil telah membantuku dan ayahku untuk menciptakan robot yang memiliki tampang dan kemampuan seperti Homura...!!!" Azriel mulai tertawa terbahak-bahak.


Aura Shiro mulai membesar karena ia merasa sangat kesal mendengar semua perkataan yang Azriel ucapkan. "DIAMLAH!!! GOBLOK!!!" Teriak Shiro dengan sangat kesal, ia langsung bergerak menuju Azriel dengan kecepatan penuh.


Homura menghalang Azriel lalu ia menendang wajah Shiro, tetapi ia berhasil menghindari tendangan itu sampai-sampai ia melewati Homura lalu tiba tepat di depan Azriel. Shiro dan Azriel langsung saling memukul satu sama lain hingga mereka mulai bergerak menuju segala arah.


Homura menatap pertarungan mereka dan ia berencana untuk bergegas menghampirinya. "Blazing Blast." Homuze menembakkan sebuah gelombang api dari tangan kanannya menuju arah Homura, tetapi Homura dengan cepat langsung menangkis gelombang itu menuju atas langit hingga meledak.


BAMMMMMM!


"Homura... Kau mengecewakanku karena telah terjatuh ke dalam lubang kesesatan... Bukannya kau sudah janji untuk tidak di kendalikan oleh seseorang semudah itu?!" Tanya Homuze dengan ia mulai membesarkan api-apinya.


Homura tidak membalas perkataan Homuze melainkan ia tiba-tiba berubah menjadi Homura Flames. "Kau memanglah seseorang yang berbeda, kau bahkan tidak menjawab perkataanku itu...!" Homuze mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.


"Maafkan aku, Homura, Shiro... Tapi aku tidak akan menahan diri untuk menghancurkan Homura menjadi berkeping-keping. Sekali lagi maaf... Aku ingin semuanya secepatnya berakhir." Homuze bergerak menuju Homura dengan kecepatan penuh.


Homura mencoba untuk memukul Homuze, tetapi ia menangkis pukulan itu menggunakan kakinya lalu ia melanjutkan tangkisan itu dengan menendang perut Homura sebanyak dua kali hingga ia terpental ke belakang. Homuze langsung terbang menuju Homura, Homura tidak berdiam saja karena ia tiba-tiba mengeluarkan sihir api yang berjumlah banyak menuju arah Homuze.


Homuze menghindari semua sihir itu dengan sangat mudah hingga ia mampu memukul wajah Homura dengan sangat keras. Homura menyerang balik dengan memukul perut Homuze tetapi ia langsung memegang tinju miliknya. "Cara bertarungmu sudah aku ketahui dengan mudah, aku sudah tahu setiap pergerakanmu."


Homuze menendang perut Homura dengan sangat keras lalu ia melompat dan berputar 360°, setelah itu ia menendang wajah Homura dengan sangat keras hingga ia terpental menuju atas langit. "Hyahh!!!" Homuze bergerak menuju Homura dengan terbang menghampirinya.


Homuze tidak memberikan Homura untuk menatapnya karena ia langsung menendang dada Homura dengan sangat keras hingga punggung Homura mulai terhantam oleh gunung-gunung yang berada di belakangnya. Homuze lalu melanjutkan tendangannya dengan memukul seluruh tubuh Homura secara bertubi-tubi.


Homura tiba-tiba berhasil menyerang balik dengan memukul wajahnya, mereka berdua langsung mulai memukul satu sama lain hingga Homura mengeluarkan sebuah pedang api lalu ia mengayunkannya menuju arah leher Homuze. "Trik murahan..." Homuze langsung menahan pedang itu dengan hanya menggunakan jari telunjuknya.

__ADS_1


"Ternyata membuat sebuah robot yang mencoba untuk meniru seseorang itu adalah kesalahan yang besar karena kau dan aku itu dulunya suka melakukan sparring, bukan...? Aku mengetahui semua pergerakanmu..."


"Tubuh itu!!!" Aura Homuze mulai membesar, ia langsung memukul perut Homura dengan sangat keras. "Tubuhmu ini pasti memiliki semua pengalaman yang Homura alami, itu artinya kau juga pasti setengahnya mengetahui pergerakanku, bukan...? Karena Homura sebenarnya terakhir kali bertarung denganku itu ratusan tahun lalunya hingga ia melupakan cara bertarungku!!!"


Homuze memukul wajahnya lalu ia memegang seluruh kepalanya dan mulai menghantam kepalanya tepat di atas tanah dengan sangat keras hingga mereka membuat sebuah lubang yang dalam. "Percuma saja jika kau terus berusaha karena kau sebentar lagi akan rusak olehku...!"


Homuze melempar Homura menuju ujung dari lubang tersebut lalu ia bergerak menuju hingga kepalanya menghantam perut Homura. Homuze dengan cepat langsung memukul seluruh tubuh Homura tanpa henti hingga mereka mampu membuat lubang yang lebih besar lagi. "KAU SEHARUSNYA SADAR BAHWA AKU BISA MENGETAHUI SELURUH PERGERAKANMU KARENA AKU TINGGAL DI DALAM TUBUHMU...!!!" Tinju kanan Homuze langsung terlumuri oleh api yang sangat panas, ia langsung memukul perut Homura dengan sangat keras hingga lubang yang mereka berada sekarang mulai terbakar.


BAMMMMMMMMMM!!!


"S.. Sialan..." Tiba-tiba Homura mulai bisa berbicara, Homuze lalu menjenggut rambutnya dengan sangat kasar. Homuze mulai menatap wajah Homura yang terlihat sangat kesal bahwa ia telah kalah dengan waktu yang sangat cepat.


"Kau sekarang bisa berbicara..." Homuze melempar Homura keluar dari lubang itu lalu ia muncul tepat di depannya, ia langsung menendang perut Homura dengan sangat dalam hingga ia terdorong lalu terjatuh di atas tanah dengan seluruh tubuh yang terluka.


Homuze mendarat tepat di atas tanah selagi menatap Homura. "PERTARUNGAN MASIH BELUM SELESAI!!!" Teriak Homuze hingga ia mengeluarkan sebuah lahar di belakangnya, lahar itu meledak bagaikan gunung yang meletus.


BAMMMMMM!!!


"Flaming Nails of Judgement!" Homura bangkit dari atas tanah lalu ia tiba-tiba menciptakan beberapa paku berapi di sekitarnya, paku itu langsung meluncur menuju arah Homuze.


Homuze dengan mudah langsung menangkis semua paku itu dengan hanya menggunakan lengan kanannya saja. Tiba-tiba Homura muncul tepat di depannya selagi menunjuk Homuze. "FLAMING LOTUS!!!" Homura menembakkan gelombang api yang panas tepat di wajah Homuze, tetapi Homuze sempat untuk menghindar dengan menundukkan seluruh tubuhnya.


Homuze muncul tepat di belakang Homura lalu ia menendangnya, tetapi tendangan tersebut tiba-tiba tertahan oleh batu api panas yang muncul di belakang Homura. "Molten Stones...?! Sejak kapan dia...?!" Homuze mundur beberapa langkah hingga Homura melirik kepadanya lalu ia tersenyum.


"Tadi itu hanyalah pemanasan, Homuze..." Homura tersenyum dengan sangat licik hingga membuat Homuze merasa sangat kesal.


"Kau menipuku ternyata..." Homuze bergerak maju menuju Homura, mereka mulai saling memukul satu sama lain hingga api-api mereka menyebar ke segala arah. Homura dan Homuze muncul tepat di atas langit lalu pukulan tinju mereka mulai teradu dan membuat dorongan yang sangat kuat.


BAMMMMMM!!!


Homura muncul tepat di belakang Homuze lalu ia menendang punggungnya hingga ia terpental menuju daratan. "Molten Spike!!!" Homura mengeluarkan sebuah batu panas runcing menuju arah perut Homuze. Homuze bertindak dengan sangat cepat hingga ia langsung mengeluarkan sihir ilusi-nya yaitu Illusion of Transcended Body atau di singkat dengan <


Batu itu tiba-tiba menembus seluruh tubuh Homuze, Homura langsung merasa sangat kesal melihat itu. "Cih..." Homura langsung menambahkan batu-batu api runcing itu hingga semu batu itu menusuk seluruh tubuh Homuze, semua hal yang Homura lakukan itu tidak berguna karena ia masih berada di dalam ilusi.


"Bodoh." Homuze melompat menuju arah Homura, tetapi Homura melompat dan melewati Homuze lalu ia menendang puncak kepalanya dengan sangat keras hingga ia terpental menuju daratan lagi. Homura langsung mengeluarkan sihir Meteor blast lalu melempar meteor tersebut menuju arah Homuze.


Homuze melompat ke belakang lalu ia menatap Homura yang tiba-tiba berada tepat di depannya, ia langsung menendang dagunya dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang. "Inilah kenapa kau di larang untuk bertarung dengan seorang Legenda yang hampir sekarat." Homura muncul tepat di atas Homuze lalu ia menginjak perutnya dengan sangat keras hingga Homuze memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


"BLAZING ERUPTION!!!" Homuze langsung meledakkan dirinya sendiri hingga Homura terdorong ke belakang, Homuze mulai perlahan bangkit dari atas tanah selagi menunjukkan wajahnya yang kesal.


"Akhirnya kau menunjukkan kekuatan yang aku ingin sekali lihat, Homuze..." Ucap Homura dengan wajah yang sangat serius.


Homuze melepas jaket orange yang ia pakai lalu ia melemparnya menuju atas daratan hingga jaket itu langsung menggali sebuah lubang karena jaket tersebut itu memiliki berat yang sama seperti jutaan ton.


Homuze mencoba untuk melampui wujud Homuze Flames dengan mencoba untuk berubah menjadi sesuatu yang baru, seluruh tubuhnya mulai bergetar karena ia memaksakan tubuhnya untuk meningkat dan melampui tembok batasannya yang selalu menghalanginya untuk menjadi kuat.  "AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Langit-langit mulai berubah menjadi warna merah gelap hingga daratan mulai berguncangan lebih dahsyat lagi dari sebelumnya.


Homuze mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menatap ke bawah selagi berteriak dan meningkatkan seluruh kekuatan murninya, perlahan demi perlahan auranya mulai membesar hingga lebih besar dari aura milik Shiro saat ini. Dalam waktu yang sangat singkat terhadap sebuah simbol S di dahi Homuze dan simbol itu menghilang seketika ia menatap ke atas langit.


"AHHHHHHHHHHHH!!!" Rambut Homuze perlahan berubah menjadi warna hitam gelap dan merah cerah seperti warna batu-batu lahar. Homuze mulai menunjukkan wajah kesalnya hingga itu membuat Homura langsung terdorong mundur. "GRAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Homuze dengan sangat keras hingga ia melepaskan seluruh aura yang berada di tubuhnya, aura miliknya langsung mengeluarkan gelombang yang sangat besar menuju arah langit hingga langit-langit di atasnya mulai kembali menjadi warna biasa yaitu putih.


BAMMMMMMMMMM!!!


...


...


Homuze telah mencapai wujud yang lebih kuat lagi dari Homuze Flames atau Flaming Form, dan ini pertama kalinya bagi Homuze karena ia telah mencapai wujud baru dari sihir kesukaannya yaitu api. Homuze membuka kedua matanya lalu ia menatap Homura dengan tatapan yang sangat amat tajam, pupilnya masih berwarna merah api, tetapi matanya yang berwarna putih itu telah berubah menjadi hitam gelap.


"Wujud itu...?! Apa-Apaan kau...!?" Homura langsung terkejut melihat wujud tersebut.


Homuze tersenyum dengan sangat jahat. "Hmph, wujud yang lebih kuat dari Flaming Form... Aku menamakan wujud ini sebagai Molten Form atau kau bisa memanggilku Homuzeten!" Homuze mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya yang berbeda.


"Aku sadar bahwa wujud Flaming Form itu tidak cukup untuk diriku berkembang menjadi lebih kuat lagi hingga saat ini juga aku mampu menciptakan wujud baru melalui sihir apiku... Wujud yang lebih kuat dari Flaming Form karena seluruh tubuhku terbakar oleh sihir-sihir api yang bergejolak tinggi!" Homuze muncul tepat di depan Homura, setiap Homuze bergerak terdapat sebuah api hitam di sekitarnya hal itu membuat Homura lengah.


Homuze memukul wajah Homura, tetapi Homura berhasil menahan pukulan tersebut. Homuze berputar lalu ia menendang perut Homura dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang.


Homuze muncul tepat di depan Homura, tetapi Homura menendangnya. Seketika ia menendang Homuze tiba-tiba tubuhnya mulai terbakar karena tertendang oleh kaki Homura, itu terlihat seperti Homuze menggunakan sihir ilusinya lagi.


Homuze muncul di belakang, Homura melirik ke belakang lalu menendang wajahnya tetapi tendangannya tiba-tiba menembus wajahnya. "Apa...?!" Tiba-tiba Homuze mulai muncul di segala arah hingga di pandangan Homura terdapat Homuze lainnya, lebih dari satu Homuze yang mengepungnya dari segala arah.


Homura mulai memukul semua Homuze yang ia lihat tanpa henti. Homura berencana untuk melompat ke atas lalu ia melempar Meteor Blast lagi menuju daratan, tiba-tiba Homura merasakan energi yang menyengat tepat di depannya.

__ADS_1


Homuze muncul tepat di depannya selagi mencoba untuk memukul wajah Homura, Homura dengan cepat langsung memukul tinju itu hingga kedua tinju mereka langsung teradu lagi dan membuat dorongan yang besar di sekitar mereka.


Homura mulai melempar Meteor Blast lagi menuju arah Homuze, tetapi Homuze menangkis meteor itu hingga hancur menjadi batu-batu kecil seperti kerikil. Homuze muncul tepat di atas Homura lalu ia menendang puncak kepalanya dengan cepat hingga ia terpental menuju atas tanah.


BAMMMMMM!!!


"GRUDLESS MOLTEN STRIKE!!!" Homuze terbang menuju Homura dengan kedua tinjunya yang dilumuri oleh api yang berwarna hitam. Homura mencoba untuk menahan pukulan itu tetapi ia tidak bisa karena lengan kiri Homuze langsung terhantam oleh tinju Homuze yang mengandung sihir mematikan.


BAMMMMMMMM!!!


Lengan kiri Homura langsung hancur karena pukulan Homuze. "Nrgh...!!!" Homuze melompat ke belakang lalu Homura bangkit dari atas tanah selagi menunjukkan wajah yang kesal, ia telah kehilangan lengan kirinya karena serangan fatal yang Homuze berikan. "Sepertinya pertarungan ini akan berlangsung LAMA!!!" Homura muncul tepat di belakang Homuze.


Homuze menoleh ke belakang lalu mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain, Homura mundur lalu ia menendang perut Homuze dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur. Homura melompat menuju arah Homuze, tetapu Homuze melompat ke arah kiri.


Homura menembak beberapa sihir apinya menuju arah Homuze. Mereka berdua terbang menuju atas langit lalu mulai memukul satu sama lain lagi. Homuze menangkis lengan kanan Homura dan hal itu memberikan Homuze peluang yang sangat besar untuk menyerang perutnya, Homuze melompat lalu ia mulai menendangi perut Homura tanpa henti hingga ia terpental ke belakang.


Homuze mulai berkeringat karena wujud Molten Form menguras tenaga yang sangat besar, jika ia terlalu lama memakainya maka dia akan melemah. "Keparat dengan wujud ini..."


"Aku akan segera mengakhiri semuanya dengan satu serangan...!"


Homuze bergerak maju menuju Homura dengan kecepatan penuh, Homura melempar Meteor Blast lagi menuju arah Homuze tetapi ia menghindari meteor tersebut dengan bergerak menuju arah kanan. Homuze mulai bergerak memutari Homura hingga pandangan Homura mulai melihat Homuze lainnya yang sedang mengepungnya dari segala arah.


Homura berencana untuk menahan karena ia melihat semua Homuze itu menyerang dengan bersamaan. Homura mampu menahan semua serangan Homuze. Tetapi tak lama kemudian Homura terpukul di wajah oleh tinju Homuze hingga ia terpental ke belakang.


Homuze muncul tepat di depan Homura. "BERAKHIR SUDAH!!!" Teriak Homuze hingga Homura tersenyum licik.


...


...


"Fallen Time: Time Stop Multiverse - Sacrifice Left Eye" Tiba-tiba Homura menggunakan sihir waktu yang mampu menghentikan seluruh waktu di semesta Touri, Homura tersenyum dan mulai perlahan kehilangan penglihatan mata kirinya. Ia bisa menghentikan seluruh waktu karena ia telah mengorbankan sesuatu di dalam tubuhnya.


"Aku menang..." Homura mengeluarkan pedangnya lalu ia mulai menebas leher Homuze menggunakan pedang apinya.


SWOOOSSHHH!!!


Tiba-tiba Homura langsung terkejut karena pedang yang ia ayunkan menembusi leher Homuze, ia langsung merasa sangat terkejut bahwa Homuze ternyata telah menggunakan sihir ilusinya di waktu yang sangat tepat. 5 detik telah berlalu dan waktu kembali berjalan hingga perut Homura langsung terhantam oleh tinju kanan Homuze.


"BERAKHIR...!!!" Homuze mendorong Homura menuju arah Shiro dan Azriel berada. Seluruh tubuh Homura langsung hancur menjadi rongsokan tetapi kepalanya masih tersisa dan tergeletak di samping kiri Shiro.


Shiro dan Azriel berhenti bertarung. Shiro menatap kepala Homura yang sedang menatap wajahnya selagi menunjukkan senyuman lebarnya. "Hehe... Ternyata kau masih mencoba untuk menjadi yang terkuat ya...? Shiro...?"


"H-Homura...?!" Shiro langsung terkejut melihat Homura, sepertinya Homura mulai kembali menjadi normal karena inti tubuhnya telah hancur oleh Homuze.


"Kau... Tidak perlu merasa.. Kesal terhadap Homuze... Homuze melakukan hal yang benar... Dan kau... Kau... Wajib... Untuk... Memenangi pertarung... Ini... Aku... Mempercayai..." Ucap Homura, nada suaranya mulai perlahan menghilang karena dia ini adalah seorang robot.


"...mu---" Azriel langsung menghancurkan kepala Homura memggunakan sihirnya, hal itu langsung membuat Shiro terkejut hingga kedua matanya terbuka sangat lebar.


Shiro langsung berlutut kepada kepala Homura yang telah di hancurkan oleh Azriel. "T-Tidak... Tidak...!!!!"


"Sangat tidak berguna, ternyata dia ini lebih pantas mati SAJA!!!" Azriel langsung menusuk punggung Shiro menggunakan pedang yang ia buat dari partikel bintang-bintang.


STAAAB!!!


"AAARRGGGGHHH...!!!" Teriak Shiro dengan sangat kesakitan karena punggungnya telah tertusuk oleb pedang yang sangat tajam dan menyakitkan.


Aku mempercayaimu...


"Grrrrhhh...!!! Grrrr....!!!" Shiro mulai merasa sangat kesal karena Azriel telah menusuk juga membunuh Homura tepat di depannya, melihat hal itu membuat seluruh tubuhnya langsung bergetar penuh dengan kekuatan yang bergejolak tinggi.


"Kau monster sialan...!!! Kau akan membayarnya...!!! KAU AKAN MEMBAYARNYA!!!!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga auranya langsung tergantikan oleh api yang sangat panas, pedang yang Azriel pegang langsung terbakar habis oleh api-api tersebut.


Azriel mundur beberapa langkah karena ia merasa sedikit kepanasan berada dekat dengan Shiro. "Hnngg...!!! KAU AKAN MEMBAYARNYA SIALAAAAAN!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras hingga ia bangkit kembali dari atas tanah, luka tusuknya mulai perlahan pulih karena api-api di sekitarnya.


"Kau membuat kekacauan yang besar... Kau telah menusukku... Dan bahkan kau telah membunuh istri yang sangat aku cintai...!!!"


"Kau akan menyesal atas semua perbuatan yang kau lakukan tepat di depanku, keparat...!!! Karena aku sudah marah... Aku berada di puncak kemarahan yang dahsyat...!!!"


Aura Shiro mulai membesar hingga membuat Homuze terkejut. "A-Api...?!"


"Sekarang... Sudah saatnya untukmu... MEMBAYAR SEMUANYAAA!!!" Teriak Shiro dengan sangat keras lagi hingga mampu mengguncangkan seluruh planet yang mereka berada sekarang.

__ADS_1


__ADS_2