
Alvin jalan menghampiri Rina dan yang lainnya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "... ..." Alvin mulai berhenti tepat di depan Corni dan Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat seorang Ayah yang marah kepada anaknya yang ceroboh dan bodoh, Virra dan Corni hanya bisa diam selagi menundukkan kepala mereka, "Maafkan kami Papa, kami telah memelakukanmu..." Ucap Virra.
"Ini semua salahku karena tidak bisa menang melawan Zuberi, Papa. Lebih baik Papa menghukum saja!" Corni menghalang Virra lalu ia mulai melebarkan kedua lengannya, Corni siap untuk dihukum oleh Alvin karena dia sendiri yang bersalah karena tidak bisa menang melawan Zuberi, Alvin mengangkat tangan kanannya lalu ia mengepalkan tinju kanannya, "... ..." Corni memejamkan kedua matanya dan ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat ketakutan.
"Papa, hentikan!" Rina menghampiri Alvin lalu ia memeluk kedua kakinya, "Jangan lukai adik-adikku, mereka semua sudah melakukan apa yang mereka bisa...!" Ucap Rina hingga Alvin langsung melesatkan tinju kanannya menuju kepala Corni.
"Papa, hentikan!!!" Teriak Aiko.
Alvin langsung mengelus-elus kepala Corni dan Virra, Corni mulai membukan kedua matanya lalu ia menatap wajah Alvin yang terlihat seperti tersenyum, "Kerja bagus, anak-anak. Papa bangga kepada kalian karena telah melindungi Saint Heroes." Alvin memejamkan kedua matanya selagi tersenyum, senyuman itu membuat Corni dan Virra terkejut hingga kedua mata mereka mulai berkaca-kaca, "Papa...!"
"MAAFKAN KAMI!!!" Virra dan Corni langsung memeluk Alvin dengan sangat erat lalu setelah itu mereka menangis terharu bahwa Alvin memaafkan kesalahan yang mereka perbuat, "Setidaknya kalian masih hidup dan itu membuat Papa senang..." Alvin tersenyum lebar, Rina mulai mendorong Corni dan Virra mundur, "Jangan lama-lama...!"
"Iya, iya, dasar!" Virra tersenyum lalu ia memeluk Rina erat, "Kakak... Sudah lama aku tidak bertemu denganmu." Rina tersenyum lalu ia mengusap-usap air mata yang terus berjatuhan di kedua matanya, "Hmm... Sudah lama sekali." Alvin menyilangkan kedua lengannya lalu ia jalan menghampiri Suho dan Hidaru selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Apakah senjata kuno kalian di curi oleh Zuberi...?" Tanya Alvin.
"Ya... Maafkan kami, ras campuran tadi sangatlah kuat hingga kami tidak memiliki kesempatan untuk mengalahkannya." Ucap Suho selagi meninju daratan dengan wajah yang terlihat kesal, ia merasa sangat bersalah karena senjata kuno-nya di curi oleh Zuberi, "Tidak apa-apa, setidaknya kalian selamat... Itu bagus."
Virra menghampiri Alvin, "Papa, Zuberi berhasil mencuri senjata kuno mereka lalu ia sepertinya menghilangkan kedua senjata kuno itu, pikiranku sih mengatakan bahwa senjata kuno milik Suho dan Hidaru sudah berada di markas Seraph saat ini..." Ucap Virra selagi menyilangkan kedua lengannya, Alvin mulai memegang dagunya selagi berpikir, sepertinya musuh yang mereka lawan saat ini sangatlah cerdas dan berbahaya, mereka semua tidak boleh meremehkan organisasi Seraph itu, "Itu artinya Bamushigaru memiliki kesempatan untuk bangkit..." Alvin mulai menatap langit-langit dengan tatapan yang terlihat serius.
"Dual-Sword, Scythe, Crossbow, Bow, Katana, Whip, Gauntlet, Sword, Spear, dan Greatsword. Senjata-senjata kuno itu sepertinya aman, Mortem mengatakannya kepada Papa bahwa hanya Axe, Dagger, Hammer, Shield, dan Claw yang tidak aman dan sudah di curi oleh organisasi Seraph." Alvin mulai memegang dagunya dan setelah itu ia mulai melirik ke belakang dimana mereka semua mulai menatapnya, "Mari kita selamatkan yang lainnya... Masih terdapat dua Saint Heroes yang kita harus selamatkan."
"Kemarilah kalian..." Ucap Alvin, ia mulai jongkok lalu menggambar sebuah kotak di atas tanah-tanah menggunakan batang yang terbuat dari aura crimson, Alvin mulai menggambar garis lurus di tengah kotak itu dan setelah itu ia mulai menggambar lingkaran di kiri dan kanan, "Kita harus menyelamatkan Saint Heroes yang lainnya, siapa yang mau menyelamatkan kedua Saint Heroes itu?" Tanya Alvin.
"Papa, biarkan aku dan Virra saja." Ucap Corni, Alvin mulai menatap mereka berdua dengan tatapan yang terlihat serius, "Apakah kalian yakin...? Berjanjilah kepada Papa, kalian berdua akan pulang dengan selamat menuju planet Legendarius bersama Saint Heroes yang lainnya...! Jika kalian tidak pulang dengan selamat maka Papa tidak akan memaafkan kalian semua..." Alvin menatap mereka berdua dengan tatapan yang terlihat mematikan, Virra dan Corni menunduk lalu mereka mulai hormat kepada Papa.
"Aku akan ikut bersamamu, Virra." Ucap Suho, ia menghampiri Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Virra melirik ke belakang lalu ia menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan karena Suho tiba-tiba ingin ikut. "Kenapa kamu ingin ikut juga, Suho? Bukannya senjatamu sudah di ambil...?" Tanya Virra hingga Suho mulai melakukan kuda-kuda bela dirinya, "Aku masih bisa bertarung loh dengan ilmu bela diri!"
Virra tiba-tiba mulai teringat sesuatu, "Ahh...!" Virra mulai menunjuk ke depan dengan telapak tangan kanannya, "Belati yang di lumuri dengan kerohanian... Buatkanlah aku dua belati yang dilumuri dengan api-api panas... Setiap tebasan yang dimiliki belati ini maka setiap kuatnya belati ini akan meningkat!!! Weapon Creator: Apocalypse Scorch!!!" Api-api Scorch mulai muncul di depan Virra dan perlahan-lahan api itu mulai menciptakan dua belati yang memiliki warna merah.
"Ahh...!" Suho mulai membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Virra menciptakan dua belati baru untuknya, "Silahkan, Suho... Cobalah." Ucap Virra, ia bisa menciptakan sebuah dagger yang kuat menggunakan kekuatan dari Saint Creator, God Lenergy yang Virra miliki mulai berkurang karena ia baru saja menciptakan belati tadi menggunakan God Lenergy-nya.
__ADS_1
Virra mulai menatap Hidaru lalu ia mulai menunjuk ke depan menggunakan telapak tangan kanannya, "Palu yang ditakdirkan untuk mengguncangkan daratan... Buatkanlah aku sebuah palu yang dilumuri dengan kegelapan yang sama dengan kegelapan di saat malam hari... Setiap hantaman yang terkena musuhnya maka tubuh mereka akan hancur!!! Weapon Creator: Night's Crusher!" Aura kegelapan mulai melumuri lengan kanannya hingga perlahan-lahan aura kegelapan itu mulai menciptakan sebuah palu yang sangat besar dan berat, Virra mengambil palu itu lalu ia memberikannya kepada Hidaru.
"Terima kasih, Virra...! Aku akan ikut bersamamu untuk menyelamatkan Saint Heroes yang lainnya." Ucap Hidaru, Alvin mulai menatap Rina, Agfi, Aiko, dan Aqrila. Mereka berempat langsung menunjuk Alvin, "Itu artinya aku bersama anak-anakku akan menyelamatkan Homura dan Arisu..." Alvin mulai menggambar empat lingaran di kotak kiri lalu ia menggambar lima lingkaran di kotak bagian kanan "Kotak yang berada di bagian kiri itu Virra, Corni, Suho, dan Hidari. Kalian akan menyelamatkan Saint Heroes yang tersisa..." Alvin berdiri kembali lalu ia menatap mereka semua dengan tatapan yang terlihat serius, "...jangan kehilangan nyawa kalian, aku mohon."
Virra dan yang lainnya langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, mereka langsung menunjukkan senyuman mereka, "Tenang saja, Papa. Aku akan pulang dengan selamat... Aku juga memiliki rencana yang pantas." Ucap Virra hingga Alvin mulai menaikkan alis kanannya, "Rencana apa...?" Tanya Alvin.
"Lebih baik Papa tunggu saja di Legendarius selagi menahan semua ras Elf itu, termasuk melindungi Homura dan Arisu... Ketika aku berhasil membawa Saint Heroes yang tersisa maka aku bersama dengan pesawat luar angkasaku akan menyusul kalian semua." Ucap Virra, rencana Virra terdengar cukup bagus bagi Alvin karena jika pesawat luar angkasa Virra datang untuk menyelamatkan mereka semua maka Alvin bersama dengan yang lainnya bisa melompat ke dalam pesawat itu dan meninggalkan Elf yang sedang menyerang planet Legendarius.
"Itu ide yang bagus... Tapi---"
SWOOSSHHH!!!
Virra dan yang yang lainnya mulai menghilang karena Virra baru saja menggunakan sihir teleportasi yang kuat, "Ada apa, Papa...? Papa ingin mengatakan sesuatu?" Tanya Aiko.
"Ya... Bagaimana jika pesawat luar angkasa kita di serang oleh para Elf itu...? Dan bagaimana jika Elf yang memiliki topeng itu mengejar pesawat kita sampai-sampai Elf itu masuk ke dalam desa Saint...?" Tanya Alvin hingga ia mulai melesat menuju planet Legendarius, Rina dan yang lainnya mulai mengikutinya dari belakang selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Papa ada benarnya... Pesawat luar angkasa Virra 'kan mudah hancur oleh sihir tingkat tinggi..." Ucap Agfi.
"Yah... Kita lihat nanti..." Alvin mulai menaikkan kecepatannya dalam terbang agar ia bisa datang dan menyelamatkan Homura bersama Arisu.
Arisu meluncurkan Shiromura Eclipse menuju arah Elf yang menggunakan Mask of Hybrid Power itu lalu Elf tersebut langsung menghantamnya ke atas langit, "Cih... Dasar sialan...!!!" Arisu langsung menghantam Elf lainnya yang mencoba untuk mengepungnya, ia mulai meledakkan dirinya sendiri menggunakan sihir api lalu ia melumuri seluruh tubuhnya dengan sihir listrik, "Arisu... Homura... Menyerahlah, kalian tidak akan bisa selamat. Seraph memiliki banyak prajurit Elf yang kuat---" Arisu langsung memukul langit-langit hingga mampu membuat Elf itu terpental ke belakang.
"Ya, teruslah berbicara, Blair...! Aku tidak akan kalah sebelum bantuan datang!" Ucap Arisu yang baru saja memanggil nama Elf itu Blair.
Blair langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "Grrrggghhhh...!!!" Homura sedang berada di belakang Arisu selagi menggendong Shiori, ia bersama Shiori saat ini sedang dilindungi oleh barrier milik Arisu yang sangat tebal dan kuat.
Arisu mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya selagi menatap Blair yang sedang berdiri tepat di depan pasukan Elf-nya, Arisu mulai menekuk lehernya ke kiri dan kanan lalu ia mulai menggerakan jari-jari yang ada di kedua lengannya, "Aku akan bertarung seperti seorang Legenda pejuang karena..."
"...LEGENDS NEVER DIES!!!" Teriak Arisu keras hingga seluruh aura emasnya mulai membesar hingga mampu membuat Blair dan Elf lainnya terdorong ke belakang dan merasakan tekanan yang besar di sekitar mereka, "SERANG GADIS ITU!!! DAN JANGAN BIARKAN DIA SELAMAT!!!" Teriak Blair hingga semua Elf yang berada di belakangnya melesat menuju arah Arisu.
Arisu tiba-tiba muncul di depan mereka lalu ia menendang wajah mereka satu-satu dan setelah itu ia melompat ke depan dan mendarat di kedua kepala Elf, "Flaming Solar Burst...!!!" Seluruh tubuh Arisu langsung terbakar dan bersinar secerah tenaga surya, ia langsung melesat ke depan hingga membuka semua Elf yang menghalang jalannya.
__ADS_1
Arisu langsung menghantam dan menendang semua Elf yang mencoba untuk menyerangnya dari arah yang tidak bisa ia lihat dengan kedua matanya, Arisu menggunakan semua sihir yang mematikan agar ia bisa menyelesaikan semua Elf itu lebih cepat, beberapa Elf dari belakangnya mulai meluncurkan sihir listrik yang sangat kuat, Arisu melirik ke belakang lalu ia menendang gelombang itu ke atas dan setelah itu ia melesat ke depan lalu menggorok leher mereka dan setelah itu ia mengeluarkan organ tubuh mereka menggunakan kedua katana yang terbuat dari api.
Arisu melesat ke atas lalu ia mengubah kedua katana itu menjadi meteor api yang besar, setelah itu ia melempar bola api itu ke arah mereka yang sedang berada di bawah daratan, meteor itu langsung meledak cukup dahsyat hingga membakar habis para Elf yang terkena ledakan itu. Arisu muncul di belakang Elf lainnya lalu ia menendang ke depan hingga tendangannya mampu menembus perut Elf itu, Arisu bertarung sendirian menggunakan kekuatan penuh dari Saint God.
Ia terus menghantam dan menendang semua Elf yang berada di sekitarnya hingga setiap serangan Arisu mampu membuat semua tulang Elf itu patah dan hancur, Arisu menghindari serangan senjata yang mereka gunakan lalu ia memegang tangan Elf yang berada di sebelah kirinya lalu ia melamparnya ke arah kanan dan setelah itu ia meluncurkan Final Shine Attack ke depan.
BAAAMMMM!!!
Walaupun Arisu terlihat seperti memenangkan pertarungan ini sendirian, para Elf itu juga mampu melukai Arisu sedikit demi sedikit hingga mulut Arisu saat ini mulai mengeluarkan darah yang cukup banyak, "Thunder of Solar Eclipse...!" Arisu melesat ke arah kanan hingga menyengat seluruh Elf yang berada di sekitar Arisu dan membuat mereka semua terpental ke atas langit.
Arisu merasakan keberadaan sebuah pedang yang melesat menuju arahnya, ia melirik ke belakang lalu mengambil pedang itu. Setelah itu Arisu melesat ke depan dan mulai mengayunkan pedangnya hingga membuat mereka semua tertebas oleh pedang yang Arisu pegang, setelah itu Arisu langsung melumuri logam pedang itu dengan bubuk mesiu, Arisu memiliki semua sihir karena dia ini adalah seorang Saint Hybrid.
Arisu merasakan sebuah pedang lainnya yang melesat menuju arahnya dari belakang, Arisu mengambil pedang itu lalu ia melumuri pedang itu dengan bubuk mesiu. Arisu langsung melempar pedang di tangan kanannya ke kanan sedangkan pedang di tangan kirinya ke arah kiri, "Terbakarlah..." Arisu langsung menjentikkan jarinya hingga para Elf yang berada di kiri dan kanan langsung terbakar.
BUUSSHHH!!!
Arisu tiba-tiba melihat darah yang terbentuk seperti paku runcing yang melesat menuju arahnya, Arisu mundur ke belakang selagi melakukan beberapa backflip lalu ia melihat darah-darah lainnya yang berada di daratan yang ia sentuh. Arisu melesat ke atas lalu ia melihat semua darah-darah runcing itu melesat menuju arah Arisu, Arisu langsung memunculkan dua katana lainnya yang terbuat dari api. "BLAZING LOTUS!!!"Arisu langsung mengayunkan kedua katananya hingga mematahkan semua darah-darah itu.
Blair tiba-tiba muncul di depan Arisu, "Ahh...!!!" Blair langsung menghantam perut Arisu dalam sekali hingga ia terpental ke belakang dan mengenai beberapa rumah, Blair melesat menuju arah Arisu dan tiba-tiba Alvin muncul di depannya, "Heiii, ada apa!?" Alvin langsung menendang-nendang seluruh tubuh Blair dan setelah itu ia langsung menendang wajahnya ke depan dimana Rina sedang berada di belakang Blair, "CRIMSON IMPACT!!!" Rina menghantam punggung Blair hingga ia terpental menuju arah Alvin.
Arisu langsung menatap Rina dan Alvin, mereka berdua seperti sedang bermain sepak bola dengan Blair, "CRIMSON SEAL!!!" Alvin mulai melumuri seluruh tubuh Blair menggunakan sihir segel-nya hingga Blair tidak bisa bergerak sekarang, Alvin mulai menendang Blair menuju arah Rina dan Rina menghantam Blair kembali menuju arah Alvin.
"Apakah mereka sedang bermain sepak bola di saat-saat penting seperti ini...?" Tanya Arisu selagi menunjukkan wajah yang terlihat kebingungan, Agfi mendarat di belakang Arisu selagi menunjukkan ekpresi yang terlihat serius, "Kak Arisu, mari kita pergi." Ucap Agfi, ia mulai memegang tangan kanannya lalu setelah itu ia melesat menuju arah Homura, Shiori, Aiko, dan Aqrila.
"KELUARKAN RUDAL NUKLIR!!!" Teriak Blair hingga salah satu dari Elf yang sedang mencoba untuk menyerang Homura mulai mengeluarkan sebuah remote yang memiliki dua tombol merah, setelah itu ia mulai menekan tombol merah yang kanan hingga sebuah pesawat luar angkasa yang memiliki ukuran yang sama dengan planet Legendarius muncul di sebelah planet itu dan membidik planet itu dengan senjata yang berbahaya, "LUNCURKAN MISSILE OF NUCLEAR BLAST!!!" Teriak Elf itu hingga ia menekan tombol kiri.
Pesawat luar angkasa itu langsung meluncurkan beberapa rudal besar yang melesat menuju arah planet Legendarius, ketika rudal itu mulai melesat menuju planet Legendarius, Alvin bisa merasakan keberadaan rudal itu. Ia menatap Rina lalu ia melesat menuju arahnya dan menciptakan barrier yang sangat besar di sekitar mereka berdua.
Rudal tersebut mengenai barrier crimson milik Alvin dan meledak hingga mampu membuat barrier itu hancur hingga rudal yang lainnya mulai mengenai daratan dan menimbulkan ledakan yang sama seperti bom nuklir, Agfi dan Arisu terkena oleh rudal itu. Semua Legenda yang berada di planet Legendarius langsung terkena dengan rudal-rudal itu, kesempatan selamatan sepertinya dua puluh persen karena rudal itu mengandung Anti-Magic dan Omni's Energy.
__ADS_1
BAAAMMMM!!!