
Shiro menghampiri komputer yang rusak itu. "Sepertinya ruangan ini adalah ruangan yang paling dalam..." Shiro menunjukan komputer itu.
"Rewind." Shiro menggunakan sihir commonnya dan komputer itu langsung menjadi seperti semula lagi. Shiro mulai duduk di atas kursi dan ia mulai mencoba untuk mencari informasi tentang tempat dimana ia sekarang berada.
Tiba-tiba satu guardian yang bertubuh kekar mulai diam-diam menghampiri Shiro. "Aku tau kau dibelakangku." Jawab Shiro.
"Ahh---" Tiba-tiba punggung Shiro mengeluarkan rantai lagi, rantai itu langsung membelit leher guardian itu dengan sangat cepat, lalu mencekiknya dengan sangat kasar.
"Ugggghhhh!!!"
Rantai itu menyeretnya ke arah Shiro. Shiro melirik ke arah guardian itu dengan wajah yang sangat serius. "Berikan aku password untuk masuk ke dalam komputer ini."
"Tidak akan..."
Rantai-rantai itu langsung menghancurkan seluruh badan guardian itu menjadi potongan sapi kurban. "Tidak berguna..."
Shiro memegang CPU komputer itu. Ia melepaskan gadget yang berada di kupingnya lalu ia menyimpannya di atas cpu itu.
"Transfer Data. Activated!" Shiro menggunakan sihir commonnya lagi, sihir yang dapat membuat seluruh data di dalam cpu itu masuk ke dalam gadgetnya.
"Baiklah..." Shiro mengambil gadget itu dan ia langsung memakainya di kuping kanannya.
"Map." Shiro menyentuh gadget itu dan kedua matanya lagu bersinar... Itu artinya bahwa Shiro mulai mengetahui seluruh peta dimana ia berada.
"Begitu ya..." Shiro berjalan pergi dari ruangan itu, ia berjalan pelan dan berhati-hati karena masih terdapat banyak guardian berkeliaran.
***
Methode melirik ke belakang dan ia melihat bahwa para penjaga mulai menyerbu tempat yang berada di belakangnya. "Ehh...?"
Tak lama kemudian Methode merasakan sesuatu. "Aku merasakan energi sihir Papa..." Methode terbang menghampiri arah timur dengan sangat cepat.
Tiba-tiba kedua mata Methode melihat sosok Shiro. "Ahhh... Papa...?" Methode berhenti terbang dan ia melihat Shiro sedang menatap kedua mata Methide. "Walaupun kau sudah tumbuh besar... Aku masih melihat Methode kecil." Ucap Shiro.
"Hah... Hah... Hah... Para Astral dan Iblis semuanya... Mereka itu kuat, aku tidak bisa membasmi mereka..."
"Aku tidak sekuat dirimu dan juga... Aku tidak akan bisa melampui Eclipse nanti..."
"Kau bisa melampui jika kau membuka potensi yang berada di dalam jiwamu..." Shiro menghilang. Ternyata itu hanya sebuah halusinasi saja.
Methode berlutut di atas tanah dengan wajah yang serius, ia mencoba untuk mencari energi Shiro agar ia bisa membantunya kabur dari nereka itu.
BAAAAMMMMM!!!
Tiba-tiba suara listrik mulai terdengar sangat besar, Methode menoleh ke belakang dan ia langsung terkena oleh listrik yang sangat besar itu.
"AGGGGGGGGGGGGGGGHHHH!!!! GAAAAHHHHHHHGGGGGGGGGGGGGGGGG!!!"
Tiba-tiba seorang SAINT Legenda turun dari langit dengan wajah yang sangat serius. Ia menunjuk Methode karena ia sedang melukai Methode dengan listrik-listrik itu.
"Aku akhirnya bisa menemukan dirimu ini, Saint Fire..."
"AGGGGGGGHHHHHHHH..." Teriak Methode kesakitan karena ia baru saja di serang oleh kejutan listrik itu. Legenda itu berhenti menggunakan listriknya, Methode terjatuh dan tidak bisa bergerak karena sebuah sihir listrik yang yang membuat seluruh tubuhnya lumpuh. "Kau... Kau... Jangan-jangan kau ini... Saint Legenda..."
"Ya... Perkenalkan, keluarga terbesar dari Legenia, Ray Aenzbern! Saint Lightning." Ucap Ray dengan wajah yang sangat serius.
__ADS_1
"Mengapa kau menyerangku...? Kita di sisi yang sama sebagai Saint Legenda... Kita semua keluarga bukan...?" Tanya Methode dengan wajah yang kesal.
"Benar, tapi kaulah musuh yang sebenarnya bagiku."
"Apa yang kau maksud...?"
"Kau berencana untuk mengeluarkan Shiratori Shiro, bukan? Jika iya... Berarti itu tugasku untuk menghentikanmu."
Methode bangkit dari tanah. "Spell Breaker..." Kondisi Methode kembali pulih menjadi semula karena ia memiliki sihir yang sangat kuat untuk menggagalkan semua sihir yang ada.
"Papaku bukanlah legenda jahat!!! Dia penyelamat dunia ini."
"Penyelamat, ya... Tapi... Peraturan disini adalah peraturan."
Methode mulai merasa muak dan juga kesal. Ia tidak ingin berada di tempat itu cukup lama karena... 3 hari lagi Eclipse akan lulus dari sekolah Legenda dan ia tidak memiliki waktu untuk bermain.
"Apakah kau mau sesuatu yang indah? Aku akan melakukan apapun asalkan kau membiarkanku bertemu dengan Papaku lalu membebaskannya."
Ray menyilangkan kedua lengannya dengan wajah yang sangat serius. "Soal itu cukup adil juga, Methode..."
"Bagaimana kau bisa tahu namaku, anjing liar!?" Bentak Methode dengan sangat kesal bahwa ia tidak suka di panggil dengan nama aslinya oleh orang asing.
"Perkataanmu cukup menyakitkan dan tidak sopan." Ray meraba dadanya dengan wajah sedihnya.
"KAU MAU BERKELAHI!?" Bentak Methode dengan kedua lengannya terbakar.
"Tidak, tidak... Mari kita pikirkan ini tanpa sebuah perkelahian. Tapi... Karena waktuku disini padat jadi aku mulai memikirkan tentang sesuatu."
"Kau akan melakukan apapun 'kan?" Tanya Ray.
"Hmm..." Methode mengangguk, Methode langsung melirik ke tempat dimana ia merasakan energi Shiro berada.
Ray mulai memikirkan sesuatu yang adil. "(Baiklah... Sebagai putra dari keluarga Aenzbern yang tampan dan juga kuat, aku harus memikirkan sesuatu yang cukup adil agar ia bisa menyelamatkan Shiro...)"
Flashback
Shira sedang berjalan menghampiri istana Aenzbern, sepertinya dia memiliki urusan dengan keluarga Aenzbern. "Pasti ini tempat dimana Saint Lightning tinggal..."
Shira berhenti di depan pintu yang sangat besar itu, ia langsung mengetuk pintu itu dengan halus.
Tidak ada siapapun yang menjawab, Shira bahkan tidak merasakan ada energi sihir di dalam istana itu. "Hmmm... Tidak ada..." Ia terus mengetuk pintu itu tanpa henti.
"LIGHTNING STRIKE!!!" Ray menembak listrik yang sangat kuat menuju arah Shira.
...
...
Shira dengan cepat menunjuk ke belakang lalu secepatnya mengeluarkan sihirnya. "SOLAR REFLECTION!!!"
SWOOOSHHH!!!
Listrik itu tiba-tiba terpental ke atas langit dengan sihir Shira yang sangat kuat. "Whoa..."
__ADS_1
"Kau seorang Saint Legenda juga?" Ray merasa sangat terkejut melihat Shira yang bisa menghentikan listriknya. Shira melirik kepada Ray. "Iya, benar... Apakah kau termasuk anggota dari keluarga Aenzbern?"
"Tentu saja, Ray Aenzbern... Itulah namaku." Ray menyilangkan kedua lengannya dengan wajah yang sangat serius dan senyuman di wajahnya.
"Kau butuh apa kesini?" Tanya Ray dengan sangat penasaran.
"Hmmm... Yah, ini agak terburu-buru, tapi... Ohh... Ini terasa canggung dan aneh juga." Shira mulai mengusap-ngusap rambutnya. Eksperesinya terlihat bahwa ia tidak mau mengatakannya sama sekali.
"Sial... Dia akan memiliki... Putriku..." Ucap Shira dengan sangat pelan dan kesal bahkan muak. Sepertinya ini memiliki kaitan dengan putrinya.
"Putri? Apa yang kau maksud?" Tanya Ray yang mendengar percakapan pelan Shira.
"CIIHHH!!! SIALAAAAAAAAAN!!!" Shira langsung berubah menjadi Potentitan, Ray langsung terkejut melihat wujud itu.
"Wh-Whoa!? Potensi penuh Saint Titan...!?"
"Aku memiliki putri yang cantik bernama Shiratori Methode dan aku tidak ingin dia memilih laki-laki yang salah..."
"Hahhhh... Aku juga memiliki pikiran tentang Methode terperkosa oleh raja NTR..." Ucap Shira yang mengada-ngada.
"Hah?" Ray mulai kebingungan apa yang Shira katakan. "Maaf, lupakan tentang itu." Shira mulai membersihkan tenggorokannya.
Shira langsung memegang kedua bahu Ray dengan wajah yang sangat marah dan kesal. "SAINT LIGHTNING... AKU MERESTUI KAU UNTUK MENIKAHI METHODE..."
Flashback end
"APAAAAAAAAA!?" Teriak Methode dengan sangat terkejut bahwa Ray adalah calon suami Methode. Ray bahkan sudah direstui oleh Shira.
"Itu yang ia katakan... Menikahlah denganku Methode... Sebelum seseorang yang kau tidak cintai menikah denganmu." Ucap Ray dengan sangat serius.
"Kau bodoh ya...? Mana mungkin aku akan memilih orang besar gendut hitam untuk dinikahi... Jijik tau..." Jawab Methode dengan sangat amat muak.
"PERMINTAAN ITU DI LARAAAAAAAANGGG!!!" Teriak Methode dengan sangat marah.
"Kau bilang kau ingin melakukan apapun... Jadi, itu artinya kau telah berbohong." Ray menghela nafasnya.
"Cihhhh..." Methode mulai berpikir tentang menikah, apakah Ray bisa menjadi suami yang baik untuk Methode. "AGHH!!! Baiklah!!!" Teriak Methode karena ia tidak memiliki pilihan lain selain melakukannya.
Ray langsung tersipu malu melihat wajah Methode yang terlihat malu dan tersipu. "Benarkah---"
"Asalkan kau membantuku mencari Papaku dan juga..."
"Kau harus mengatakan hal itu kepada Papa... Aku sangat tidak percaya soal itu." Methode menyilangkan kedua lengannya.
"Siap."
Ray memegang tangan kanan Methode dengan wajah yang tersenyum. Methode tersipu sedikit dan ia tidak mau menatap wajah Ray dengan kedua matanya. "Kau mau melakukan apa?"
"Ke tempat Papamu, aku mengetahuinya karena pekerjaan ini adalah pekerjaan paruh waktuku."
"LIGHTNING SPEED!!!" Ucap Ray, kedua kakinya langsung terhalangi oleh kejutan listrik.
SWOOOOSSHHH!!!
Mereka berdua langsung bergerak dengan sangat amat cepat ke arah barat karena sihir Ray. Mereka sekarang menuju tempat Shiro berada.
__ADS_1