Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 34 - Kehancuran


__ADS_3

Kedua mataku mulai perlahan terbuka dengan sangat pelan. Aku menyadari bahwa aku masih bisa merasakan kesakitan dan juga kelelahan... Sepertinya aku masih... Hidup...?



Aku membuka kedua mataku dan tiba-tiba menyadari sesuatu yaitu... Aku dan Shira telah terlindungi oleh barrier berwarna hijau.



"Apa yang...?" Aku bangkit dari tanah dan mulai melihat wilayah Sillentesius yang benar-benar hancur seperti debu dan sekarang kita sedang berada di luar angkasa. "Tidak... Semuanya hancur..."



STAAAAB!!!



Tiba-tiba punggungku tertusuk oleh panas yang dapat memulihkan kondisiku menjadi seperti semula. "Hah...?"



Aku melirik ke belakang dan ternyata aku melihat Haruka yang telah menyelamatkan diriku, Shira, dan Methode.



"Rxeonal ini memang kuat, tetapi... Kekuatan kebersamaan kita jauh lebih kuat untuk menghentikannya sekaligus." Haruka menunjukku dan Shira. Ia langsung memulihkan kondisiku seperti semula.



"Ahh!" Shira terbangun dari pingsannya dan ia langsung menoleh kepadaku. "Homura? Apa yang terjadi...?"



"Rxeonal telah menang... Ia menghancurkan wilayah Sillentesius..." Aku menunjuk daerah dimana kita sedang berada di luar angkasa. Shira bangkit dari tanah dan ia melihatnya dengan kedua matanya. "Cih... Sialan..."



"Kehancuran seperti ini... Kita telah mengecewakan Selvia..." Shira mulai memegang barrier itu dengan wajah yang putus asa dan kesal.



"Dia belum menang, Shira dan Homura." Ucap Haruka dengan tersenyum lebar di wajahnya.



"Hah?" Shira dan aku melirik kepada Haruka dengan wajah yang sangat amat kaget.



"Kalian melupakan tentang Universal Saint..." Haruka memperlihatkan sihir waktunya kepada diriku dan juga Shira. Shira terlihat sangat terkejut melihatnya.



"Saint of Time ya...!? Jangan-jangan!?" Aku melirik kepada Shira dengan wajah yang kebingungan. Aku tidak terlalu mengerti tentang sistem waktu ini dan sihir yang Saint punya.



"Apa kau tahu maksud dari semua ini, Shira?"



"Haruka pasti memiliki sihir Time Rewind... Sihir yang mampu untuk mengembalikan waktu ke sebelumnya."



"Itu benar, tapi... Ada konsekuensinya untuk melakukan hal itu..." Haruka mengeluarakan busurnya.



"Dan itu...?"



"Aku hanya bisa mengembalikan waktu ke tempat dimana Rxeonal belum menghancurkan wilayah Sillentesius."



Homura dan aku langsung terkejut mendengar itu bahwa Haruka tidak bisa mengulang waktu sebelum Selvia mati. "K-Kau tidak bisa mengembalikan waktu dimana Selvia mengorbankan dirinya!?" Tanya Shira dengan sangat terkejut.



"Tidak..."



Shira tiba-tiba mulai berlutut di depanku, dia terlihat seperti putus asa karena Haruka tidak bisa mengembalikan waktu ke saat dimana Selvia masih hidup.



"Kalian harus secepatnya membunuh Rxeonal tanpa ampun... Jika dia menghancurkan wilayah ini lagi... Aku tidak akan bisa menggunakan sihir Time Rewind untuk kedua kalinya."



Aku melirik kepada Haruka dan mulai mengangguk. "Dimengerti." Aku langsung melirik kepada Shira dengan wajah yang serius. "Shira, waktunya serius... Ini demi Selvia, jangan terus bersedih."



"Demi Selvia ya...? Baiklah..." Shira bangkit dari tanah dengan wajah yang kesal. "Apakah kamu akan menghabiskan Rxeonal dengan kekuatanmu ini?" Tanyaku kepada Shira.



"Aku berencana seperti itu, Homura. Berikan sedikit sihir dan kekuatan dirimu ini kepadaku."



"Dimengerti." Aku berlutut kepada Shira untuk mencoba memberikan kekuatanku kepadanya. Shira menyentuh kepalaku dan aku mulai menyerap semua sihir dan kekuatannya.



Beberapa menit kemudian Shira bersinar sedikit, lalu ia menatap Haruka dengan wajah yang siap. "Ayo."



"Mari mulai..." Haruka mulai membidik ke atas angkasa dengan wajah yang serius.



"TIME REWIND ARROWS!!!" Haruka mulai menembak panah yang sangat banyak hingga itu membuat sebuah jam yang berjalan mundur.


__ADS_1


BAAAAAAMMMMMM!!!



SWOOOOOOOSSSHHHH~~~



~~~10 menit sebelumnya~~~



Shira dan aku mulai terbangun dan melihat bahwa Rxeonal sedang berada tepat di depan Shira.



Kita sekarang sedang tidak berada di kondisi sulit dan juga lelah. Kita pasti bisa mengalahkannya langsung dengan kekuatan Saint Shira.



"Ras lemah!!! Inilah akibat kenapa kau melawan raja iblis!" Rxeonal menunjuk Shira dengan wajah yang marah.



"Apa itu raja iblis? Apakah seseorang yang menentukan kematian dan juga keadilan?" Shira menatap wajah Rxeonal dengan wajah yang marah.



"MATI SAJA KAU!!! SAINT SAMPAAAAAAAHHH!!!" Rxeonal berputar lalu menendang dagu Shira dengan sangat keras hingga ia terpental dengan sangat jauh.



Aku dan Haruka hanya bisa melihat dari jauh, aku merasakan bahwa Shira merencanakan sesuatu yang pasti hanya akan membuatku terkejut. "Ayo... Shira..."



"Ini adalah waktunya untuk menghancurkan wilayah Sillentesius... DIVINE---"



BAAAMMMM!!!



Tiba-tiba planet yang berbentuk sama persis seperti matahari mulai muncul di atas Shira dan itu terbentuk sangat besar. Planet itu membuat Shira melayang dan juga bersinar.



"Terima kasih... Homura..." Shira menatap matahari itu hingga kedua matanya terbakar dan juga bersinar dengan sangat amat terang.



SWIIINGG!!!



"Uggggghhhh!!!" Semua ras mulai menghalangi kedua mata mereka karena cahaya Shira bisa saja membuat seseorang menjadi buta.



Aku membuka mata kiriku dan tiba-tiba melihat tampak Shira yang sangat berbeda... Aku melihat seluruh pakaiannya berubah menjadi kuning dan merah... Aku melihat sebuah cincin maha cahaya di belakang punggungnya, itu seperti melayang dan juga... Ia terlihat seperti dewa yang mengagumkan.




"Solar....!?" Haruka langsung terkejut melihat wujud Shira yang baru, ia sepertinya dapat membuat jantung saint yang kedua yaitu Saint Solar. Super Elemental Saint. "Kau akan membayar semuanya... Kau akan membayar semuanya tentang Selvia!!!" Kedua pukulan Shira bersinar dan langsung menyerap planet yang berada di atas langit.



"SOLAR OF JUDGEMENT VANIIISSSSSSHHHHHHH!!!" Shira langsung menembak sihir mematikan ke arah Rxeonal dengan sangat cepat, itu berbentuk sama persis seperti Light of Judgement tetapi lebih kuat.



"Hmph... DEMON'S IMMUNITY!!!" Rxeonal mengeluarkan sihir buffnya dengan sangat cepat.



BAAMMMMMM!!!



Sihir buff milik Rxeonal mulai terlihat seperti habis, kekuatan solar milik Shira bisa kurasakan kepanasannya dan itu membuatku kagum. "Hebat..."



BAAAAMMMM!!!



Sihir Demon's Immunity Rxeonal pecah. Dan Rxeonal terlihat seperti kepanasan karena cincin besar itu. "Sial... Saint Solar... Saint apa-apaan itu!?"



"SOLAR LEAP!!!" Tiba-tiba Shira muncul tepat di depan Rxeonal dengan sangat cepat dan juga Rxeonal tidak bisa melihat pergerakannya.



"GAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Cincin yang berada di belakang Shira mulai berputar 360 derajat dengan sangat amat cepat seperti kecepatan suara.





"SOLAR... ABOMINATION!!!!!!" Shira menembakkan cahaya yang sangat amat panas tepat di seluruh tubuh Rxeonal.



BAAAAAAAMMMMM!!!



"AHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!! AGGGHHH!!! PANAAAAAAASSSSS!!!! AHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!! GAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Rxeonal tersiksa dengan cahaya itu hingga seluruh tubuhnya terbakar, tak lama kemudian aku bisa melihat tubuh tengkoraknya yang terbakar hangus.



"INI SEMUA DEMI SELVIAAAAAAAAAA!!!" Shira menembakkan kekuatannya lebih hingga Rxeonal sudah mati menjadi bakteri karena cahaya itu. Aku mulai melihat energi sihir milik Shira mulai perlahan menghilang dan terkuras.

__ADS_1



"JANGAN TERLALU BERLEBIHAN!!! SHIRA!!! KAU BISA MENGHANCURKAN WILAYAH INI!!!" Teriakku dengan sangat serius.



SWOOOSSHHH!!!



Shira tiba-tiba berubah kembali menjadi wujud biasanya hingga ia terjatuh dan terpingsan karena kehabisan energi sihir.



"Shira!" Aku lari menghampiri Shira dengan sangat cepat.



***



Di dalam rumah penyembuhan sihir, aku menunggu Shira untuk terbangun dari pingsannya. Dia telah terpingsan selama 2 jam.



"Homura, kamu tadi melihat sihir seperti apa dari Shira?" Tanya Mamaku yang sedang menyembuhkan Shira.



"Itu seperti elemen evolusi dari Light menjadi Solar."



"Solar ya? Jangan-jangan kamu memberikannya sedikit sihir api?"



"Iya."



"Itu sebabnya... Sihir cahayanya tercampur oleh sihir api... Itu akan menjadi elemen Solar! Sepertinya Shira memiliki dua kekuatan Saint... Solar dan Light!"



"Ngomong-ngomong, tentang Saint Solar... Apakah itu nyata dan benar ada?" Tanyaku.



"Iya... Dan sepertinya Shira lagi yang terpilih menjadi Saint Super Elemental Solar." Virra tiba-tiba muncul disebelahku dengan sangat tiba-tiba.



"Ahh... Virra..."



"Yo."



"Uggghhh..." Shira mulai perlahan terbangun dari pingsannya. Aku bergegas menghampirinya, lalu menggengam tangan kirinya.



"Shira... Bangunlah..."



Kedua mata Shira terbuka dan itu berwarna emas dan hitam... Apakah ini efek dari kekuatan Solar itu? Yahh... Aku tidak peduli sampai Shira terselamatkan. "Apa kamu baik-baik saja?"



Virra dan Mamaku terlihat sangat terkejut melihat kedua mata Shira yang berubah drastis. "Apa...?"



"Sepertinya begitu---" Tiba-tiba Shira teringat kepada satu hal yaitu Rxeonal. "Ahh!!! Dimana Rxeonal!?" Tanya Shira dengan duduk di atas kasur. Wajahnya terlihat seperti terlihat untuk siap bertarung lagi.





"Apa kau lupa?" Tanya Mamaku dengan tersenyum. "Hah?" Shira melirik kepada Mamaku dengan wajah yang kebingungan.





"Kau menghancurkannya menjadi bakteri-bakteri kecil." Virra terkekeh.



"Ahh...!"



"SOLAR ABOMINATION...!!!"



"Solar...?" Shira mulai menatap kedua lengannya dengan wajah yang sangat kebingungan. "Kau sepertinya telah berevolusi, Shira... Kau sekarang memiliki kekuatan Saint Solar." Virra tersenyum.



"Bodo amat..." Jawab Shira dengan wajah datarnya.



Aku, Mama, dan juga Virra langsung terkejut mendengar perkataan Shira yang tanpa segan menjawab dengan nada kesal itu. Itu terdengar seperti bukan Shira. "Saint baru...? Bodo... Selvia meninggalkanku untuk selamanya...!"



"Ahh... Tentang itu...!" Kita semua langsung terkejut mendengar tentang Selvia, dia benar-benar tidak akan pernah kembali karena dia sudah mati.

__ADS_1




__ADS_2