
"Saint Hybrid...? Ini pertama kalinya aku mendengar tentang Saint seperti itu." Ucap Welly dengan ia langsung melirik ke arah lain, ia mulai memetik beberapa bunga mati yang berada di sekitar hutan kegelapan itu. Arisu tiba-tiba tersenyum bahwa ia benar-benar bertemu dengan gadis kecil di mimpinya, ia ingin sekali berteman dengan gadis yang sedang memetik bunga itu.
"Sebenarnya... Kenapa kamu berada di tempat suram seperti ini, Welly? Apakah kamu tidak mau melihat dunia luar?" Tanya Arisu dengan ia menyilangkan kedua lengannya.
"Aku hanya akan keluar ketika memiliki kepentingan sendiri seperti memburu sesuatu..." Welly mulai menaruh seluruh bunga itu tepat di depan patung tersebut lalu ia melirik kepada Arisu dengan wajah yang serius dan masih merasa waspada terhadap dirinya.
"Hei~ Mari kita berteman~" Seketika Arisu meminta untuk berjabat tangan, sebuah portal muncul tepat di depan Arisu lalu sebuah monster yang dijuluki sebagai Undead mulai memegang lengan kanannya dengan sangat kasar hingga Arisu langsung merasa sedikit terkejut melihatnya. "Undead...?"
Arisu menatap Welly yang sedang menunjuknya, portal itu muncul karena perbuatannya. Welly berencana untuk mengusir Arisu menggunakan budak-nya yaitu dengan membangkitkan seorang Undead. "Kau mencoba untuk menyerangku ya...?" Arisu tiba-tiba menyerap Undead itu hingga Undead tersebut langsung berubah menjadi pasir.
"Kau tidak mempercayaiku ya...? Hahaha, sepertinya aku hanya bisa mempercayaimu melalui pertarungan 'kah? Majulah, aku akan melawan prajurit atau apapun itu." Arisu melompat mundur lalu ia mulai menunjukkan kuda-kudanya.
"Prajurit-prajuritku...? Bagaimana anak tengik ini bisa tahu bahwa aku memiliki prajurit...? Bocah yang sangat amat mengerikan hingga aku saat ini masih tidak mengerti bahwa seorang Saint yang memiliki seluruh kekuatan Saint benar-benar nyata... Jika dia mengetahui maka akan sangat berbahaya jika ia mengetahui identitasku." Batin Welly. Ia tiba-tiba mulai mundur beberapa langkah hingga membuat beberapa portal yang bersimbol <> di sekitar tempat hingga Arisu langsung melirik ke segala arah dengan cepat.
"Secret Magic Necromancer: Summons all Undead Knights!!!" Welly langsung membangkitkan beberapa undead lagi di sekitarnya hingga semua undead itu menatap Arisu lalu mereka bergerak menujunya bersamaan. Arisu hanya bisa tersenyum selagi mengangkat jari telunjuk yang berada di tangan kanannya. "Terlalu mudah... Undead hanyalah angka bagiku."
"Wind Waltz!" Arisu hanya menggerakan jari telunjuknya secara horizontal menuju arah undead itu hingga semua undead itu langsung terbelah menjadi dua bagian, tetapi mereka masih hidup hingga mereka semua langsung merangkak menuju Arisu.
"Welly, berikanlah aku musuh yang kuat." Arisu menjentikkan jarinya hingga semua undead itu langsung terbakar habis. Welly langsung merasa sangat terkejut melihat itu hingga ia mulai merasa kesal bahwa bocah yang ia lihat memanglah bukan bocah biasa. "Dia bukanlah bocah... Legenda ini sama saja seperti dewa, cih... Bagaimana kalau aku membangkitkan monster yang lebih kuat lagi?"
Insting Arisu langsung membuatnya melompat ke depan karena ia hampir saja tertebas oleh pedang Dullahan yang berada di belakangnya. "Oops... Terlalu mudah untuk di baca, yah... Sepertinya Dullahan bukanlah pemanasan yang buruk."
Dullahan itu langsung bergerak maju bersama kudanya menuju arah Arisu, Dullahan itu langsung mencoba untuk menebas leher Arisu tetapi pedang yang Dullahan pegang erat tiba-tiba hancur ketika menyentuh leher milik Arisu. "Ahhh... Maaf!" Arisu mendorong Dullahan itu menuju atas langit dengan hanya menggunakan telunjuknya saja.
"S-Sialan... D-Dia sangat kuat..." Welly mulai berkeringat melihat kekuatan Arisu, ia tidak bisa merasakan energi sihir Arisu yang terkuras sedikitpun. Welly terus mengeluarkan beberapa pasukannya yaitu Undead dan juga Skeleton yang berjumlah lebih dari ratusan hingga pohon-pohon yang berada di hutan itu langsung di terbelah menjadi dua karena pasukan skeleton itu yang tiba-tiba menebas pohon-pohon yang mencoba untuk menghalangi mereka. "Sihir Necromancer ya...? Keunggulanmu hanyalah membangkitkan budak-budakmu, Welly? Apakah kau bisa membangkitkan budak yang lebih kuat lagi?!" Tanya Arisu dengan ia mulai melawan semua pasukan itu dengan hanya menggunakan dorongan jari-jarinya.
"Dia benar-benar seorang Saint Hybrid yang mitos itu, walaupun dia benar-benar nyata... Aku tidak akan berhenti untuk terus mencoba mengusirnya." Welly mulai membangkitkan seekor slime yang sangat besar tepat di belakang Arisu. Arisu mulai melayang di atas langit lalu ia menatap slime itu dengan wajah yang menikmati semua pemanasan ini.
"Slime ya...? Apakah kau berencana untuk membuatku menjadi makan siang, Welly?" Tanya Arisu dengan slime yang besar itu langsung mencoba untuk memakan Arisu hingga ia hanya bisa dian selagi tersenyum. Ia mencoba untuk menggunakan sihir lainnya, seketika slime itu memakannya Welly langsung menunjukkan wajah yang senang bahwa seorang pengganggu telah di habisi oleh budaknya. "Kerja bagus, king slime---"
SWOOOOSSHHH!!!
Slime itu langsung meledakkan dirinya sendiri karena perbuatan Arisu. Ia menggunakan sebuah aura yang memiliki warna hitam. "Sepertinya sihir dark ini mampu membuat tubuhmu kebal terhadap menjadi makanan slime ya...? Bahkan seseorang tidak akan bisa menyerap sihir atau hal yang aku miliki di tubuh ini." Arisu menatap kedua lengannya dengan senyuman yang lebar.
__ADS_1
"Kau sangat menyebalkan, Arisu! Bagaimana kau bisa sekuat ini?!" Tanya Welly dengan ia langsung menembak sebuah bola energi yang berwarna hijau menuju arah Arisu, tetapi Arisu sekarang sedang berada di belakang Welly, ia sama sekali tidak menyadari pergerakan Arisu setitikpun.
"Aku terlahir dari keluarga yang kuat, Shiratori Arisu. Aku juga memiliki bakat ketika masih bayi karena sejak itu Mamaku meninggal dunia karena telah melahirkanku. Itu artinya bahwa seluruh kekuatan atau sesuatu yang Mama miliki itu berada di tubuhku, aku yang masih berada di umur 4 tahun ini sering dilatih oleh anggota keluargaku, aku ingin berteman denganmu karena aku ingin berlatih dengan seorang bocah yang sama sepertiku juga agar batasanku yang menjadi kecil ini bisa hilang~" Arisu terkekeh.
"Apa kau bilang?! Aku bukanlah bocah!!!" Welly langsung muncul tepat di depan Arisu hingga ia mencoba untuk memukul wajah Arisu dengan tinju kanannya yang dilumuri dengan sihir mematikan.
BAMMMMMMMMMMM!!!!
Arisu tersenyum dan berhasil menahan pukulan itu dengan jari kelingkingnya, jari yang menahan pukulan Welly mampu membuat jari-jarinya bergerak karena getaran dan dorongan yang dimiliki pukulan tadi. "Pukulanmu tidak buruk, cukup menyakitkan dan juga mematikan karena terhadap beberapa racun."
"K-Kau bisa tahu banyak...? B-Bagaimana kau bisa tahu tentang semua itu...?" Tanya Welly dengan wajah yang sangat terkejut. "Otakku ini mampu mengetahui seluruh identitas seseorang berkat Saint Researcher!" Arisu menunjuk kepalanya sendiri.
Ia tiba-tiba membuat Welly terdorong sedikit. Jika ia mengetahuo tentang identitas Welly melalui sihir Saint Researcher maka ia pasti tahu tujuan yang ingin Welly capai. "Jika kau tahu identitasku maka ceritakanlah di hadapanku...!"
"Hahaha, baiklah..."
"Dimulai dari mana ya...?" Arisu mulai menyilangkan kedua lengannya selagi mencari informasi lebih tentang Welly melalui otaknya. "Welly Rifariyu, kau adalah seorang Legenda yang memiliki kebencian yang lebih terhadap para Legenda, bukan...? Keluargamu di bantai habis oleh Legenda-legenda jahat itu hingga kau sekarang yang berumur 4 tahun tidak memiliki siapa-siapa, tetapi seorang iblis yang sangat tua dan dia juga sama membenci para Legenda, bukan Legenda jahat saja tetapi Legenda yang berhati baik juga ia benci."
"Kau mengetahui... Itu...?" Welly langsung berkeringat dengan sangat banyak karena semua yang Arisu katakan sangatlah benar.
"Masih banyak lagi..." Arisu tersenyum.
Kamitouri, tempat dimana Korrina sedang beristirahat di atap rumahnya selagi memegang sebuah kaleng yang berisi soda. Ia berjalan ke depan selagi menatap seluruh dewa-dewi yang sedang berterbangan berkeliaran selagi mengerjakan tugas mereka masing-masing. "Hahhhh..." Korrina menghela nafasnya selagi menatap kaleng yang ia pegang.
"Zaman memang berubah dengan sangat cepat... Semuanya berjalan dengan sangat cepat di kedua kedipan mataku. Aku tidak mempercayai bahwa semuanya akan bisa berubah dengan sangat cepat." Korrina mulai menyandarkan kedua lengannya di atas pagar besi yang menghalangi atap-atap rumahnya.
"Terkadang aku benci melihat sesuatu yang berjalan atau berubah dengan cepat... Aku masih ingat sejak aku melahirkan Rina kemarin dan sekarang keluarga Ghifari sudah memiliki banyak sekali generasi..." Korrina menghela nafasnya. Ia tiba-tiba mulai teringat oleh Arisu.
"Arisu... Anak itu... Memiliki kekuatan Saint yang setara dengan anakku Virra, Shiro dan Homuze pasti melatih kekuatan dan sihir anak itu dengan bersama hingga Homuze mengatakan padaku bahwa mereka bertiga berlatih selama 4 tahun lamanya..." Korrina mulai menyilangkan kedua lengannya dan mulai memikirkan bahwa Arisu adalah anak dari Shiro dan juga Homura.
"Dia ini resmi anak pertama Shiro... Itu artinya bahwa Arisu pasti memiliki darah Eternal yang dapat membuat dirinya menjadi sesosok Legenda yang mudah terkutuk atau terkendali, sama seperti Shiro sejak dulu aku lupa untuk menggunakan sihir kesucian kepadanya hingga sejak itu dia mengamuk dan sudah terlambat untuk dimurnikan oleh sihir suciku."
__ADS_1
"Memurnikan dan melatih mentalnya adalah pilihan yang bagus sepertinya..." Korrina langsung menghilang dengan sangat cepat.
Korrina tiba-tiba muncul tepat di belakang Homuze yang sedang mencuci piring. "Homuze!" Panggil Korrina, Homuze lalu menoleh ke belakang dan mulai menunjukkan wajah yang bingung karena Korrina tiba-tiba datang tanpa sebuah alasan.
"Nenek Korrina...? Kenapa kau datang ke sini?" Tanya Homuze dengan ia berhenti mencuci piring.
"Aku datang untuk Arisu... Aku ingin berbicara semua hal tentang dirinya itu." Ucap Korrina dengan rautan wajah yang sangat serius.
Di sisi lainnya, Welly merasa sangat terkejut dan takut bahwa rencananya bisa saja gagal oleh Arisu yang sedang berada tepat di depannya. Kenapa ia ingin sekali berteman dengan Welly walaupun Arisu tahu semua tentang rencana dan identitas Welly. "Jika kau benar-benar mengetahui tentangku... Kenapa kau ingin sekali berteman dengan seorang Legenda yang memiliki sihir Necromancer ini?"
"Kita tinggal semua tinggal di semesta Touri... Papa bilang kepadaku bahwa berteman dengan siapapun itu boleh asalkan kita mampu mengubah mereka menjadi seseorang yang bisa kita andalkan atau menjadi seseorang yang bisa kita percayai juga benar... Aku datang untuk membuatmu menghentikan semua omong kosong ini dan mari kita mencari rencana lain selain membangkitkan dewa kegelapan."
"Kakekmu itu bukanlah sosok yang benar, ia ingin membangkitkan dewa kegelapan itu hanya demi kehancurkan dari segala semesta contohnya Yuusuatouri ini... Janganlah mengikuti jalan seseorang yang tidak kau atau kita percayai karena kita bisa membuat jalan kita sendiri misalnya seperti kau dan aku menjadi sahabat lalu kita bisa bertarung bersama dan menjadi kuat bersama!"
Welly mulai menghela nafasnya dan ia tiba-tiba memiliki sebuah rencana yang sangat menguntungkan juga beresiko bagi dirinya sendiri. Welly pikir bahwa Arisu mencoba untuk menipunya, percuma saja jika Welly terus di sadarkan oleh Arisu karena dia sudah sepenuhnya percaya kepada kakeknya hingga ia tidak mudah untuk menghianati kakeknya. "Bocah ini benar-benar memiliki omongan yang sangat menyebalkan... Aku ingin sekali membangkitkan seluruh pasukanku lalu memotong mulutnya yang besar itu..."
"Tapi menggunakan semua pasukanku untuk menyerangnya itu percuma karena bocah ini mampu menghabiskan semuanya tanpa harus mencoba, jika pasukanku habis maka aku tidak bisa menaklukan Legenia..." Kedua lengan Welly tiba-tiba mulai terlindungi oleh aura yang berwarna hijau dan kegelapan.
Arisu menatap aura itu lalu ia mulai menunjukkan wajah yang kebingungan. "Apa itu...? Apa 'kah kau masih tidak mempercayaiku?" Tanya Arisu, aura milik Welly tiba-tiba menghilang.
Welly lalu menunjukkan senyuman yang sangat lebar kepada Arisu. Arisu langsung terkejut melihat wajah tersenyum karena ia pikir bahwa jika Welly terus tersenyum maka dia akan terlihat sangat imut. "Whoa... Imut..."
"Aku sudah mempercayaimu sekarang, mari kita berteman, Arisu." Welly tersenyum lalu ia menunjukkan tangan kanannya.
Arisu mengangguk. "Hmm!!! Ayo!" Arisu lalu mulai menjabat tangan kanan Welly, mereka mulai perlahan melakukan jabatan tangan hingga di saat itulah Welly tersenyum licik. "Kena kau... Saint Hybrid tentu saja tidak akan memiliki sihir yang kakek karuniakan padaku..."
"Secret Magic: Command of Necromancer's Will." Aura Welly tiba-tiba langsung merasukan seluruh tubuh Arisu melalui lubang hidung, telinga, dan bahkan mulutnya. Arisu langsung membuka kedua matanya dengan sangat lebar hingga ia tidak sempat untuk menyucikan seluruh tubuhnya dari aura menyengat yang merasuki tubuhnya.
"HOLY PURI--- NRRGHHHHH....!!!!" Arisu langsung berlutut di atas tanah selagi memegang kepalanya yang terasa sangat pusing, auranya mulai muncul dan membesar karena seluruh tubuhnya perlahan mulai di rusaki oleh aura milik Welly.
"B-Berhasil... ARRRRRRRGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Welly dengan ia meraba jantungnya yang merasa sangat menyakitkan, wajahnya mulai berkeringat hingga ia terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang sekarat.
__ADS_1