Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 78 - Tepat dalam Waktunya


__ADS_3

Welly mulai menatap kedua lengannya. "Hmmmm... Sungguh menyebalkan... Aku tidak menyangka sama sekali bahwa kalian akan bisa mendorongku terus hingga wujud kedua-ku..." Ucap Welly dengan wajah yang sangat kesal dan juga serius.


Yahiko dan Satia mulai berkeringat dingin karena melihat wujud mengerikan itu, Yahiko mulai menelan ludahnya. "Kau memanglah monster... Dasar...!" Yahiko mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat kasar. Mereka berdua dengan cepat langsung menyerang Welly dari arah yang berbeda hingga Welly sendiri langsung menahan serangan mereka dengan mudah.


"Perbuatan kalian itu benar-benar menghabiskan waktu-ku... Aku datang untuk membangkitkan dewa kegelapan... Bukan bermain dengan kalian berdua!" Ucap Welly dengan wajah yang sangat kesal.


"FROST SPIKES SLASH!!!" Yahiko meluncurkan sihir frost-nya yang berbentuk runcing dan juga sangat tajam seperti pedang, sihir itu bergerak cepat menuju Welly. Welly dengan cepat mulai melompat mundur beberapa langkah.


Welly mendarat di atas tanah selagi menunjukkan wajah yang lebih kesal lagi. "Kalian tidak memiliki banyak pilihan lain..." Kedua lengan Welly mulai terlindungi oleh aura yang berwarna ungu, warna itu terlihat seperti warna dari kegelapan yang akan digunakan sebagai sumber kekuatan.


Welly muncul tepat di depan Satia dengan sangat cepat, ia menendang dagunya hingga ia terpental ke belakang. Welly muncul tepat di belakang Yahiko, ia berputar 360° lalu ia menendang kepala Yahiko dengan sangat keras hingga ia terjatuh menuju daratan.


BAMMMMMMM!!!


Yahiko dan Satia menatap wajah Welly dengan tatapan yang sangat kesal, mereka berdua langsung bergerak menuju Welly dan mengepungnya. Mereka berdua mulai memukulnya beberapa kali. Welly hanya bisa menahan pukulan mereka dengan wajah yang kesusahan. "Cih... Kalian bertiga masih tidak mengerti apa itu sebenarnya dari perbedaan kekuatan yang sebenarnya... Saint seperti kalian tidak akan bisa menandingin secret magic!!!"


Welly memukul wajah Satia dengan sangat keras hingga ia terpental jauh dan terjatuh di atas tanah daratan.


BAMMMMM!!!


Welly muncul tepat di sebelah Yahiko lalu ia memegang lengan kanan Yahiko lalu ia terbang menuju arah Satia dan mulai menghantam Satia menggunakan seluruh tubuh dari Yahiko dengan sangat keras hingga mereka berdua terpental jauh membuat sebuah lubang yang sangat besar. "NATURE'S COMMAND!!!" Satia melompat keluar dari lubang besar itu lalu ia mengontrol beberapa batu-batuan di sekitarnya hingga seluruh batu tersebut mulai terbentuk menjadi beberapa pedang. Pedang batu itu berjumlah cukup banyak, dengan cepat Satia melemparnya menuju arah Welly, kedua mata Welly mulai membakar seluruh pedang itu karena sihir necromancer-nya.


"RASAKAN INI!!!" Satia mengangkat kedua lengannya menuju atas langit. "HAAAAAAAAAAAA!!!" Kedua lengan Yahiko mulai terhalang oleh es batu keras yang sangat runcing, ia dengan cepat langsung melompat menuju arah Welly.


"NATURE'S ENERGY!!!" Satia meluncurkan gelombang hijau yang berisi energi sihir kuat menuju arah Welly. Welly tersenyum lalu ia menunjuk telunjuknya menuju arah angin itu.


SWOOOOSSHH!!!


Welly menahan gelombang itu dengan sangat mudah hingga ia tidak merasa kesusahan atau terpojoki karena telah menahan sihir itu. "FROST SPLITTING SLASH!!!" Yahiko menghantam kepala Welly dengan sangat keras.


BAGGGGGG!!!


Es batu yang melindungi kedua lengan Yahiko langsung hancur menjadi serpihan yang sangat kecil seperti kaca yang telah pecah. Welly mulai tersenyum dengan sangat jahat karena ia tidak merasakan hantaman tadi, bahkan serpihan es kaca yang mengenai seluruh tubuhnya tidak dapat melukai kulit Welly. "Hmph. Apa yang kau harapkan dari sebuah kertas itu...?""


"NECROMANCER'S BLACK LIGHTNING!!!" Welly menunjuk kelima jarinya menuju arah Yahiko, ia berencana untuk menyengat seluruh tubuh Yahiko menggunakan sihir listrik-nya yang sangat kuat dan juga di campur oleh sihir necromancer.


Dengan cepat Satia terbang menuju arah Yahiko, ia berencana untuk menyelamatkannya. Satia langsung terbang secepat mungkin menghampiri Yahiko hingga ia berhasil menyelamatinya dari serangan mematikan Welly. "S-Sial---" Welly langsung lengah melihat itu.


Satia tiba-tiba menendang jauh Yahiko dan bahkan mencoba untuk menyelamatkan Yahiko dari sihir mematikan milik Welly. "Pengorbanan yang sia-sia." Welly mengisi sebuah bola energi tepat di depan wajah Satia. "Sampai jumpa..."


BAAAAMMMMMMM!!!


Yahiko mendarat di belakang Welly dengan wajah yang sangat kesal. "Sialan kau, Satia... Aku tidak membutuhkan bantuan dirimu." Ucap Yahiko dengan wajah yang kesal.


Yahiko terbang menghampiri Welly dan ia mulai memukulnya beberapi dengan kecepatan angin. Welly terus menahannya dan ia mulai merasa kesal melihat Yahiko yang terus mencoba walaupun dia tidak mempunyai kesempatan untuk menang.


"KAULAH YANG AKAN KUBUNUH!!!" Teriak Yahiko yang terus memukuli Welly tanpa henti. Satia muncul tepat di belakang Welly dengan sangat cepat. "Cih!"


Welly menendang perut Yahiko dengan sangat keras. "AGHHHH!!! " Ia langsung memegang wajahnya, lalu melemparnya menuju atas langit. Satia memukul wajah Welly tetapi Welly langsung mundur beberapa langkah. Satia mulai memukul Welly tanpa henti dan Welly hanya bisa menahan lalu menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental jauh, tendangan tadi mampu membuat tulang kepala Satia retak.


Mereka mulai menembak Welly dengan sihir mereka tanpa henti.


Welly tersenyum. "Sudah lama sekali aku tidak menikmati pertarungan seperti ini... Aku sangat bersyukur bahwa kalian para Saints telah membuatku menjadi lebih serius. Saksikanlah kekuatan wujud in...!!!"


SWOOOOSHH!!! SWOOOOSHH!!!

__ADS_1


Welly menghindari seluruh sihir itu dengan sangat cepat hingga mereka berdua tidak bisa melihat Welly lagi karena ia mulai terlihat seperti aura-aura yang berterbangan.


"Satia!!! KITA SERANG SECARA BERSAMAAN!!!" Teriak Yahiko dengan sangat keras. Ia mulai melayang menuju atas langit.


"FROST'S ENERGY!!!" Yahiko mulai meluncurkan gelombang berwarna biru yang sangat besar dan tebal menuju arah Welly. "NATURE'S BLAST!!!" Satia meluncurkan bola energi hijau yang sangat besar menuju arah Welly.


"Hmph." Welly tersenyum dengan penuh kesenangan, kedua matanya langsung bersinar terang.


...


...


BAMMMMMMMM!!!


Kedua sihir itu mulai mengenai Welly dengan bersamaan. Welly mulai terlindungi oleh aura kegelapan-nya. "Aku mengakui kalian ini cukup hebat menurutku."


"Tetapi... Kalian harus belajar lebih untuk menyerah!!!!" Aura Welly mulai membesar dan bergabung hingga membuat ledakan yang sangat dahsyat menuju arah mereka berdua


"Ahhhhh---"


BAMMMMM!!!


Mereka berdua terkena ledakan itu hingga mereka tidak memiliki energi sihir yang tersisa di tubuh mereka masing-masing. "Urgh... Bagaimana... Bagaimana dia bisa menang...? Apakah semua ini mustahil untuk menang...?!" Tanya Satia dengan nada yang lemah, sepertinya ia sudah tidak bisa melanjutkan pertarungnya lagi, tetapi mereka berdua masih bisa bertarung karena memaksakan diri mereka demi planet Lemia.


Mereka berdua mulai perlahan bangkit dari atas tanah, Welly mendarat di depan mereka dengan wajah yang serius. "Apakah kalian masih punya sisa kekuatan lainnya ya...? Dasar Legenda, kau memang benar-benar ras pejuang yang hebat."


"Kalian dipersilahkan untuk menyerangku duluan." Welly mulai melakukan pose bertarungnya.


"Yahiko... Kita berdua bisa mengalahkannya menggunakan cara dari kerja sama."


"Ya." Welly mulai tersenyum terhadap situasi yang ia hadapi sekarang. Kedua mata Welly langsung bersinar dengan sangat cerah, Yahiko dan Satia langsung bisa merasakan kekuatan dari sinar kedua mata itu. "DEMI LEGENIA!!! KITA HARUS BERJUANG!!! LEGENDA TIDAK AKAN PERNAH MATTTIIII!!!! " Teriak mereka berdua bersamaan, Yahiko muncul tepat di depan Welly lalu ia memukul seluruh tubuh Welly tanpa henti. Welly dengan mudah menghindari seluruh serangan itu, bahkan ia merasakan bahwa Satia sedang berada di belakangnya.


"NECROMANCER'S ENERGY!!!" Welly meluncurkan mereka berdua dengan sihir bola-bola hijau tua yang berjumlah banyak. Mereka berdua dengan mudah langsung menghindari sihir milik Welly.


Yahiko mulai melompat ke arah kiri karena dia akan menyerang Welly dari arah kiri sedangkan Satia dia akan menyerang Welly dari arah kanan. "... ..."


Mereka berdua langsung menendang Welly dengan bersamaan hingga pertahanannya hancur dan mampu membuat dirinya terpental mundur lagi. Satia muncul tepat di depan Welly dan ia langsung memukul seluruh tubuh Welly, tetapi Welly berhasil menahan seluruh pukulan itu dengan mudah.


Tiba-tiba Satia mencekik leher Welly dengan sangat kasar untuk membuatnya lemah. Yahiko yang sedang berada di belakang Satia mulai meneluncurkan sihir lainnya. "FROST JAVELIN!!!" Yahiko meluncurkan sihir es-nya yang berupa es runcing menuju arah Welly.


Satia muncul tepat di belakang Welly hingga itu membuat Welly terkejut. "Rasakan ini." Satia menendang punggung Welly hingga ia terdorong menuju sihir milik Yahiko


BAMMMMMMMM!!!


Welly berhasil menahan sihir itu dengan kedua lengannya tetapi ia merasakan sedikit kesakitan karena tusukan sihir es Yahiko. "Nrrgghh..."


"Sekarang! Bersama!!!" Teriak Yahiko hingga mereka berdua langsung menyerang Welly dari arah yang berbeda yaitu arah kanan dan kiri.


BAMMMMM!!!


Welly dengan mudah menahan kedua tinju mereka dengan hanya jarinya saja. "Kalian melemah..." Ucap Welly dengan ia mulai tersenyum dengan sangat jahat. "S-Sialan...!"


Mereka berdua langsung menyerang Welly dengan bersamaan tetapi Welly dengan mudah menahan seluruh pukulan itu dengan hanya kedua jarinya.


Arika merasa sangat terkesan melihat cara bertarung Welly, sepertinya Welly tidak bisa merasa kewalahan bertarung melawan dua Saint sekaligus. "Hebat sekali. Secret Magic memanglah hebat... "

__ADS_1


Tak lama kemudian, Welly mulai berkeringat karena telah menahan pukulan mereka cukup lamanya hingga ia bisa merasakan kekuatan murni mereka mulai meningkat dari sebelumnya.


"BERSAMA!!!" Teriak Yahiko dengan mereka berdua langsung memukul perut Welly dengan sangat keras. "Ugh!!!" Welly terpental mundur tetapi kedua kakinya langsung menginjak tanah agar ia bisa mengendalikan tubuhnya yang terdorong mundur.


Mereka berdua langsung mengeluarkan energi sihir yang terlihat seperti laser menuju arah Welly. Welly menatap sihir itu hingga rambutnya perlahan mulai memanjang hingga berubah warna menjadi ungu dan rambutnya mulai terlindungi oleh aura hijau tua yang terbakar. "HAHHH!!!"


Welly menahan kedua sihir itu dengan aura-nya yang membesar. "GAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!" Teriak Welly dengan sangat keras hingga ia mampu menghancurkan kedua sihir itu lalu menggoncangkan planet Lemia.


"A-Apa!? Wujud lainnya?!" Tanya mereka berdua dengan eksperesi yang terkejut.


BAMMMMM!!!


Welly mulai terhalangi oleh asap-asap yang berwarna abu-abu tua. Yahiko dan Satia langsung merasakan kekuatan murni yang besar di dalam asap itu. "Hah...!?"


Asap-asap itu mulai perlahan menghilang dan mulai menunjukan Welly dengan rambut panjang ungu yang terbakar oleh warna hijau tua, dan bahkan Welly sudah tidak menggunakan jubahnya karena ia ingin menambah kecepatannya lebih. "... ..."


Yahiko dan Satia langsung bisa melihat Welly yang terlihat sangat berbeda dengan sangat jelas. Welly menatap mereka dengan wajah yang sangat serius. Mereka berdua langsung bergetar ketakutan melihat wujud baru Welly. "Berbahagialah, kalian berdua telah mendorongku lebih hingga aku bisa menggunakan wujud terakhir-ku yang bernama The Legendary Legend!"


"K-Kekuatan yang sangat amat m-mengerikan...!" Ucap mereka berdua dengan sangat ketakutan melihat Welly yang telah sepenuhnya membangkitkan wujud terakhirnya.


"Waktunya diriku untuk bertarung dengan penuh kekuatan. HAAAAAAAAAAAAAAAAAAA....!!! GYAAAAAHHHH!!!" Welly mulai meningkatkan kecepatan dan juga kekuatan murninya. Aura-nya mulai membesar lagi hingga mampu mengubah langit-langit menjadi warna ungu.


Welly langsung menembak bola energi kecil menuju arah mereka tetapi mereka langsung menghindari dengan sangat cepat lalu mereka lari menghampiri Welly. "... ..."


Mereka berdua langsung menyerang Welly dengan arah yang berbeda lagi, itu semua agar Welly bisa lengah dan memiliki celah yang sangat jelas. Mereka berdua melompat lalu menendang Welly dengan bersamaan, tetapi Welly menahan tendangan mereka dengan hanya kedua kelingkingnya.


Welly berputar lalu ia menendang Yahiko dengan sangat keras hingga ia terpental mundur. Setelah itu Welly dengan cepat mulai memukul seluruh tubub Satia tanpa henti, tetapi Satia menahan seluruh pukulan itu, seluruh keringatnya mulai berjatuhan di tubuhnya.


Yahiko muncul tepat di belakang Welly lalu ia menendangnya tetapi Welly menghindari serangan milik Yahiko, Yahiko dengan cepat mencoba untuk memukul Welly, tetapi ia malah terkena hantaman maut di perutnya hingga punggung Yahiko langsung mengeluarkan aura hijau milik Welly.


Yahiko terdorong mundur dan mulai berlutut kesakitan. Welly dan Satia masih melanjutkan pertarungan mereka. "Sialan!!!" Yahiko menendang kedua kaki Welly hingga ia terjatuh. "Cih...!"


"RASAKAN INI!!! NATURE'S ENERGY!!!" Satia langsung meluncurkan sihir energi tepat di atas kepala Welly.


BAMMMMMM!!!


Sihir milik Satia mampu menghalangi seluruh tubuh Welly. "Hee... Berhasil---"


"Jangan terlalu yakin." Tiba-tiba Welly melompat keluar dari sihir milik Satia dengan kondisi yang utuh dan tidak terluka sama sekali. Welly langsung menendang wajah Satia dengan sangat kasar hingga ia terpental mundur.


"Sialan, dia seperti abadi saja. Mari kita serang dengan sihir yang sama bersama, Satia!!!" Ucap Yahiko dengan ia mengeluarkan sihir Frost's Energy dan Satia dengan cepat langsung mengeluarkan sihir Nature's Flash


Welly menutup kedua matanya untuk memfokuskan energi sihirnya menjadi satu dan lebih kuat lagi. "Necromancer's Force..." Welly langsung mendorong kedua sihir itu dengan kedua lengannya, mereka berdua langsung terkena oleh sihir Welly yang sangat menyakitkan.


Mereka berdua terpental mundur hingga mereka sudah benar-benar tidak bisa bertarung lagi.  "Berakhir sekarang juga..." Welly mengangkat lengan kanannya hingga ia perlahan mulai menciptakan bola energi yang sangat besar melalui telapak tangannya.


"GYAAHHH!!!" Welly melempar sihir itu menuju arah Satia dan Yahiko. Mereka berdua langsung menutup kedua matanya karena telah menerima takdir mereka sendiri.


BAAAAAAAAAAAMMMMMMM!!!


Tiba-tiba seorang Legenda menahan bola energi itu menggunakan telapak tangan dari lengan kanannya. Legenda itu sama sekali tidak merasa terpojoki oleh sihir yang Welly lempar. Satia dan Yahiko langsung terkejut karena ia melihat sebuah barrier cahaya yang sedang menyerap sihir milik Welly.


"Maaf karena terlambat, kalian berdua..." Legenda itu tersenyum selagi menatap Welly. Satia dan Yahiko melirik ke depan dimana Legenda yang berumur 12 tahun sedang berdiri dan menahan sihir milik Welly. Ternyata yang menyelamatkan mereka berdua adalah Shiratori Syna.


"Aku sepertinya cukup terlambat dalam pesta ini..." Syna menghampiri barrier itu dengan wajah yang tersenyum, ia merasa bersyukur bisa datang tepat waktu dan menyelamatkan kedua Saint yang hampir mati itu.

__ADS_1


"Aku senang kau datang tepat waktu, Legenda..." Satia tersenyum. "Aku terlambat, jadi... Aku akan membayar keterlambatan itu sekarang juga!" Syna memegang barriernya, lalu ia memukulnya dengan sangat keras.


BAAAAAMMM!!!


__ADS_2