
"Kakak...?! Kenapa kau bersama dengan Legenda bajingan itu!?" Tanya Shou selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal. "Tutup mulut kebodohanmu itu, Shou. Memangnya pikiran kau itu mengatakan apa hingga kau berencana untuk menghentikan tujuan Arata yang tidak salah sama sekali...!!!" Ucap Methode.
"Dasar penghianat...!!! Aku tidak akan pernah memaafkanmu, Methode!!! Legenda generasi baru seperti kalian seharusnya sadar dan menangislah karena sudah mengecewakan para Legenda generasi tua!!!" Shou mulai memberi isyarat kepada Clare dan Shin, mereka berdua langsung mengangguk. "Kita para Legenda harus terus maju...!!! Apakah kau mau ras kita diam terus di generasi yang sudah tua!?"
"TUTUP MULUT BUSUKMU ITU!!!" Shou melesat menuju arah Arata karena perkataannya membuat dirinya kesal, emosi kemarahannya langsung terbakar. "Tunggu, bodoh!!! Apa yang kau lakukan!? Bagaimana dengan rencananya!?" Tanya Shin, Shou baru saja merusak rencana pertama mereka dengan mengamuk dan menyerang Arata duluan.
Methode muncul di depan Shou, ia mencoba untuk menghalangnya. Shou langsung membelit seluruh tubuh Methode lalu ia menghantam seluruh tubuhnya di atas tanah. "Cih... Dia memiliki sihir Papa ternyata."
Shou memunculkan pedangnya sedangkan Arata langsung memunculkan sword of wrath. Mereka berdua langsung mengadukan pedang mereka secara bersamaan, Arata mengayunkan pedangnya ke arah dada Shou hingga kisetsu-nya langsung robek karena tertebas. "Cih..."
Methode muncul tepat di depan Shou lalu ia mengayunkan lengan kanannya yang dilumuri oleh aura sacred, Shou melakukan backflip ke belakang lalu ia mulai menyerangnya kembali dengan memukul Methode, tetapi ia langsung menahan serangan itu. "Clare... Tahan dulu..." Ucap batin Shou.
Clare mengangguk. Shou dan Methode mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti lalu ia menendang ke depan, tetapi Methode langsung lompat ke atas dan mendarat di belakang Shou. "Seharusnya kamu sadar bahwa bangsa Legenda juga harus tetap maju, Shou. Jika kita terus diam maka ras kita akan kalah oleh kemajuan malaikat dan iblis!"
"Apa hubungannya, hah!?"
"Apakah kau mau cara bertarung kita disebut dengan cara bertarung yang salah dan sudah ketinggalan zaman? Kemajuan mampu mengubah segalanya, Shou. Aku yakin generasi baru atau kemajuan akan memberikan apapun menjadi lebih baik! Hal yang Arata lakukan adalah kemajuan agar kita para Legenda memiliki sikap dan sifat yang sama seperti Legenda layak!" Methode langsung memukul seluruh tubuh Shou tanpa henti hingga ia tidak memiliki kesempatan untuk menahan atau menghindar.
Methode menghantam puncak kepala Shou hingga ia terpental menuju daratan. BAM! "Sacred Flaming Blast!!!" Methode meluncurkan beberapa sacred flames yang berbentuk seperti meteor menuju arah Shou. "Sial!" Shou langsung melakukan backflip ke belakang beberapa kali.
BAM! BAM! BAM!
Shou langsung merasakan keberadaan Arata yang berada di atasnya. "Ahh!" Shou melirik ke atas dan ia melihat Arata sedang mengayunkan pedangnya ke arah Shou. Shou dengan cepat melompat ke belakang hingga pedang Arata langsung tertancap di atas daratan dan hampir membelah planet itu menjadi dua.
BAMMM!!!
Beberapa kota yang berada di belakang Shou langsung hancur karena tebasan pedang Arata yang mengenai daratan. "Sialan... Aku tidak pikir mereka akan menyerangku secara bersamaan...!" Arata dan Methode berdiri di depan Shou selagi menunjukkan wajah yang terlihat serius.
"Aku akan memberikanmu kesempatan, Shou... Biarkanlah aku menghancurkan para sampah itu dan aku akan menjadi rekanmu, Shou." Arata tersenyum.
"Tutup mulutmu! Aku tidak mau mengikuti generasi hancur seperti kalian semua!" Shou langsung berubah menjadi wujud Saint Observation. Arata dan Methode mulai melakukan kuda-kuda bertarung mereka lalu mereka berdua melesat menuju arah Shou.
Methode muncul di depan Shou lalu ia mengayunkan lengan kanannya ke arah Shou, tetapi ia berhasil menghindari serangan Methode dengan melompat ke atas lalu mendarat di belakangnya. "HYAGGHHH!!!" Arata mengayunkan pedangnya menuju arah Shou. "Keparat...!" Shou langsung lengah melihat Arata menyerang cukup cepat.
CLAAAAANG!!!
Shin muncul di depan Arata selagi menahan pedangnya dengan pedang miliknya sendiri. "Apa!?" Arata langsung menunjukkan wajah yang terkejut ketika melihat Shin datang.
"Kau pikir aku akan membiarkan rekanku sendirian begitu saja, hah!?" Tanya Shin hingga ia berubah menjadi wujud akhir-nya, Arata langsung terdorong mundur karena dorongan yang dibuat oleh wujud itu, Shin menendang perut Arata lalu ia mengayunkan pedangnya beberapa kali.
Arata menahan semua serangan itu selagi menunjukkan wajah yang terlihat kewalahan. Shin langsung menendang perut Arata dengan sangat dalam hingga ia terpental ke belakang. BAM!
Shou menahan serangan Methode lalu ia menendang perutnya dengan sangat dalam hingga ia terpental menuju rumah yang berada di belakangnya. Shou dan Shin mundur beberapa langkah hingga punggung mereka langsung tersentuh. "Shin!"
"Shou..."
"Aku akan bertarung bersamamu!" Ucap Shin.
"Ini tidaklah mudah loh, kita harus membuat rencana lagi melawan mereka berdua."
__ADS_1
"Baiklah...!"
Arata langsung berubah menjadi wujud Saint Revolution-nya, ia mulai menunjukkan wajah yang terlihat kesal. "Bajingan...!" Shou langsung melakukan kuda-kuda bertarungnya. "Arata!"
"Terkutuk kau, Shou!" Arata mulai memegang erat pedangnya. Methode bergerak ke depan dengan api-api sacred di seluruh tubuhnya. "... ..." Methode mulai menatap wajah Shin. Mereka berempat langsung saling menatap dengan tatapan yang sangat tajam, bahkan mereka semua sedang berada di kuda-kuda bertarung mereka.
Salah satu dari mereka tidak menggerakan sedikit tubuh mereka, jika satu titik pergerakan dilakukan maka mereka semua akan bertarung dengan cepat. Arata mulai menatap Methode dan Methode mulai menatap Arata kembali, mereka berdua terlihat sangat serius sekarang.
Secara bersamaan, Arata dan Methode langsung meluncurkan sihir api mereka menuju arah Shou dan Shin. Shou dan Shin langsung melompat ke atas, mereka berdua berhasil menghindari sihir mematikan tadi. Arata muncul di depan Shou lalu ia mengayunkan pedangnya beberapa kali, tetapi Shou langsung menahan semua serangan itu menggunakan rantai yang ia buat.
CLAAAANG!!!
Arata menendang wajah Shou lalu ia memutar seluruh tubuhnya Shou menggunakan kaki kanannya, setelah itu ia langsung melempar Shou menuju arah desa yang sudah hancur. Shin melesat menuju arah Shou, tetapi Methode menghalangnya. Mereka berdua langsung mulai mengadu pedang mereka beberapa kali.
CLANG! CLANG! CLANG!
Arata langsung mengayunkan pedang-nya beberapa kali hingga pedang itu langsung meluncurkan gelombang tebas berwarna merah yang melesat menuju arah Shou. Shou mulai menghindari semua gelombang itu selagi melompat-lompat di atas rumah-rumah.
"Berakhir sudah!!!" Arata melesat menuju arah Shou lalu ia mencoba untuk menusuk perutnya. SWOOSH! Shou menghilang dan ia muncul di belakang Arata selagi berputar. "Jangan pernah lengah ketika melawanku!!!" Shou mencoba untuk menendang kepala Arata, tetapi ia langsung menghilang dengan cepat.
SWOOSH!!!
"Hahh...!?" Shou membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Arata menghilang dengan cepat. Arata langsung muncul tepat di belakang Shou selagi mengisi sebuah gelombang sihir di tangan kirinya. Shou melirik ke belakang dan Arata langsung meluncurkan gelombang api hitam tepat di perut Shou hingga ia langsung terpental menuju daratan. "UAGGGGGHHHHHHHH!!!"
BAAAAMMMMMMM!!!
"U... Ugghhh... Kau bisa melakukan sihir teleportasi...!?" Ucap Shou, kisetsu-nya sudah terbakar habis oleh sihir api milik Arata yang bernama Wrath of Hellfire. Arata mulai tertawa melihat Shou baru saja menyadari tentang dirinya bisa melakukan sihir teleportasi. "Apakah kau pikir aku hanya membunuh Legenda sampah saja? Aku juga selalu berlatih, Shou... Bukannya itu sudah selalu ada di jiwa Legenda kita?" Tanya Arata.
JLEEEEEB!!!
Shin langsung membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Methode menarik keluar pedang itu. "Kau tidak akan bisa mengalahkanku, paman..." Methode tersenyum, Shin baru saja menusuk Methode yang sedang menggunakan ilusi. Ilusi itu bernama Illusion of Transcended Body and Space. Hal itu mampu membuat Methode tidak terluka oleh sebuah serangan apapun.
"Dia memiliki... Ilusi yang sama dengan Mama dan Nenek!?" Shin menunjukkan wajah yang terlihat cukup shock karena Methode memiliki ilusi yang sangat kuat. "Dasar tolol." Arata memunculkan sword of Envy lalu ia melemparnya menuju arah Shin. Shin sempat melirik ke atas hingga ia langsung mundur ke belakang. "Cih!"
Arata melesat menuju arah Shin, tetapi Shou muncul tepat di depannya. Mereka berdua mulai saling mengadukan pedang mereka menuju arah satu sama lain. Arata menghancurkan pedang Shou lalu ia mengayunkan lagi pedangnya ke arah kepala Shou, dengan cepat Shou menahan pedang itu menggunakan kedua telapak tangannya.
BAMMM!!!
"Shou, aku sudah tidak mengerti dengan pemikiranmu? Kenapa melawan seseorang yang benar, bukannya lebih bagus jika kita membasmi para sampah itu...! Jika kita melakukan hal itu maka Legenda bisa saja menjadi ras terkuat tanpa sebuah sampah atau pelarian!!!" Ucap Arata.
"Jangan coba-coba untuk menyadariku!!! Seharusnya kau lah yang harus disadari!" Shou memutar pedang Arata setelah itu ia menendang wajah Arata hingga ia terdorong ke belakang. Shou melesat menuju arah Arata lalu ia mulai memukul perutnya beberapa kali. "Cih!" Arata menyerang balik dengan mengayunkan pedangnya ke depan, tetapi Shou berhasil menghindari serangannya.
Shou langsung memukul perut Arata dengan sangat dalam. "Gugh!!!" Arata memuntahkan darah banyak sekali melalui mulutnya. Setelah Shou memukulnya, ia langsung berputar dan menendang dadanya hingga ia terdorong ke belakang. "SHIROMURA...!!!"
Arata langsung tersenyum, ia mulai menunjuk Shou hingga aura-nya mulai merasuki kedua lengan Shou. Arata menggunakan sihir trace-nya. "Trace Activated: Magic!" Arata langsung mengisi sihir Shiromura Eclipse melalui tangan kanannya.
"ECLIPSE!!!" Ucap mereka bersama hingga gelombang emas yang mereka luncurkan mulai melesat menuju arah satu sama lain.
BAMMM!!!
__ADS_1
Shou langsung merasa kesal melihat Arata meniru sihir warisan keluarganya. "Dasar legenda sialan...!!! Kau baru saja meniru sihir warisan Shiratori...!!!" Ucap Shou.
"Hahaha...! Ayolah, aku baru saja melakukan pemanasan!" Arata langsung mengubah sword of wrath-nya menjadi sword of envy. Arata memegang pedangnya dengan sangat erat selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat mematikan. "Dan aku dijaminkan serangan selanjutnya akan sangat mematikan..." Shou melesat ke depan lalu ia mengayunkan pedangnya ke arah dada Shou hingga pedang itu langsung meninggalkan luka tebasan di dada Shou.
"Uggghhh...!!!" Dada Shou langsung berdarah dan terluka. "JYAHHHH!!!" Shou memunculkan dua pedang di kedua tangannya lalu ia mengayunkannya secara bersamaan, Arata langsung menangkis kedua pedang itu hingga pedang Shou langsung hancur menjadi kepingan-kepingan logam kecil. "Pedang iri hati...!" Shou mulai memunculkan rantai-rantainya, setelah itu mulai mulai membelit pedang itu menggunakan rantai yang ia pegang.
"ENVY'S BOOST!!!" Pedang Arata langsung bersinar hingga mampu mematahkan rantai-rantai itu. "T-Tidak mungkin...!!!" Arata langsung menendang perut Shou dengan sangat dalam hingga ia terpental menuju daratan. "ENVY'S PUNISHMENT SLASH!!!" Arata memutar pedangnya seperti tornado lalu ia melempar pedang itu menuju arah Shou.
"CHAINS OF RECLIPSE: WALL OF ECLIPSE!!!" Shou langsung memunculkan rantai-rantai dari bawah tanah lalu ia menghalang pedang itu menggunakan dinding yang terbuat dari rantai, Shou menunjuk dinding itu menggunakan lengan kanannya saja. Pedang Arata terus menembus dan memotong semua rantai itu. Shou langsung berkeringat karena ia terlalu banyak menggunakan Lenergy, ia langsung menunjuk dinding itu dengan telapak tangan kanannya.
BAMMM!!!
Pedang itu berhasil menembus dinding itu hingga pedang itu langsung melesat menuru bahu kiri Shou dan membelah lengan kirinya. SLAASH "AHHH...!?" Shou langsung membulatkan kedua matanya karena ia baru saja kehilangan lengan kirinya.
Pedang itu melesat kembali menuju arah Arata. "Pertahanan apapun yang kau buat... Pedang iri hati akan menghancurkan pertahanan sekuat apapaun." Ucap Arata.
"GUAAAAGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH....!!!! ARRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Shou dengan sangat keras, ia langsung memegang bahu kirinya yang terus mengeluarkan darah. "KAU... KAU AKAN MEMBAYARNYA...!!!" Shou langsung menciptakan sebuah rantai yang menghalangi bahu kirinya agar ia bisa menghentikan pendarahannya.
Methode melihat Shou dan ia langsung tersenyum kecil. "Maaf, adik kecil... Aku tidak bisa membantumu karena... Kau sudah ditakdirkan untuk bisa menandingi Arata!" Methode memukul Shou mundur.
"Ggrrrrgghhhh...!!!" dahi Shou mulai berurat. "WELCOME PAIN!!!" Teriak Shou, seluruh auranya langsung menaik dan membesar, ia baru saja menggunakan sihir Eternal-nya yang mampu membuat kesakitan menjadi sumber kekuatan.
Shou muncul di atas Arata selagi memegang sebuah pedang, ia langsung mengayunkan pedangnya ke arah kepala Arata, tetapi Arata langsung menangkis pedang Shou hingga pedangnya langsung hancur. "Kau tidak akan bisa bertarung denganku menggunakan pedang, Shou!!!" Arata langsung melihat pedang rusak Shou terus meregenerasi, Shou dan Arata langsung saling mengadukan pedang mereka secara bersamaan.
CLAAANG!!! CLAAANG!!!
"Aku akan membelah-mu menjadi dua, dasar bajingan!!!" Teriak Shou. "Tutup mulutmu sebelum aku menebas mulut busukmu itu!!!"
Arata menendang perut Shou hingga ia terpental menuju daratan lalu ia melesat menuju arahnya, ia mulai mengayunkan pedangnya beberapa kali ke arah Shou, tetapi Shou menahan pedang itu dengan pedang rantai yang dilapisi oleh logam yang sangat banyak.
Shou terbang ke atas. "Terkutuk dengan mainan yang kau pegang!" Arata mengejar Shou hingga ia melihat Shou berputar dan melempar pedangnya menuju arahnya, Arata menangkis pedang itu dan setelah itu terjadi perutnya langsung terkena hantaman oleh tinju Shou. "GUOOGGHHH!!!"
"Kau seharusnya fokus bahwa tinjuku ini lebih menyakitkan dari pedang yang kau pegang! HYAAAARRGGGHH!!!" Shou langsung terbang ke depan selagi menendang-nendang perut Arata beberapa kali, Shou berubah menjadi Saint Titan lalu ia terus menendang perutnya beberapa kali dan setelah itu ia meraba perut Arata. "RASAKAN INI!!! SHIROMURA...!!!"
"ECLIPSEEEEE....!!!" Teriak Shou hingga ia langsung meluncurkan gelombang Shiromura Eclipse tepat di perut Arata hingga ia terpental ke belakang dan mengenai rumah-rumah, gelombang itu masih meluncur ke depan hingga menembus daratan. "HAAAAAARRGGGGHHH!!!" Shou berubah menjadi wujud Saint Revolution, seluruh tubuh Arata langsung terbakar hingga bajunya juga terbakar habis. "GAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Arata keras.
BAMMM!!!
Gelombang itu langsung meledak, Shou berubah kembali menjadi wujud biasanya dan ia mulai mendarat di atas tanah. Methode tidak memperdulikan Arata melainkan ia langsung terbang ke atas langit. "Aku serahkan sisanya kepadamu." Methode langsung terbang meninggalkan planet itu.
...
...
Arata muncul tepat di depan Shou selagi menunjukkan wajah yang terlihat kesal. "Aku sungguh terkejut bahwa kau bisa bertambah sekuat ini, Shou." Arata mulai mengusap darah yang ada di mulutnya.
"Cih...!!! Kau masih hidup!?" Shou mulai merasa sangat kesal, Shin mendarat di depan Shou. "Kau beristirahat dulu... Biarkan aku melawan bajingan ini sekarang." Shin mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya.
"Aku adalah Shimatsu Arata, seorang Saint Tracer yang diberkahi dengan kekuatan dari pedang tujuh dosa besar! Aku telah menciptakan sebuah dimensi dimana harta para nyawa legenda sampah yang aku bunuh berada! Akulah Legenda yang sudah menciptakan tempat dimana aku akan bertarung sampai mati!" Arata mengangkat tangan kanannya hingga Shou, Shin, Clare, dan dirinya langsung terpindahkan ke tempat dimana daratan hanyalah pasir yang berwarna merah karena dipenuhi dengan darah, bahkan langit-langit juga terlihat seperti awan-awan yang mendung.
__ADS_1
Shin melihat 7 pedang besar yang tertancap dimana-mana, tujuh pedang itu melambangkan tujuh dosa besar. "Dia memiliki dimensinya sendiri ya..." Shou tersenyum kesal.
"Selamat datang di... Mugen no Kensei!"