
Syna terbang menuju arah Arika dengan kecepatan yang mampu membuat Welly dan yang lainnya tidak bisa melihat bentuknya lagi, itu terlihat seperti tembakan sniper yang melaju menuju target-nya. Syna mencoba untuk memukul wajah Arika, tetapi Arika dengan mudah menangkis pukulan itu menuju arah kanan Syna hingga ia mendarat tepat di atas tanah selagi berada tepat di belakang Arika.
Syna tiba-tiba menghilang dengan sangat cepat, Arika melirik ke depan lalu ia menangkis tendangan Syna yang hampir saja mengenai wajahnya. Ketika Arika menangkis tendangan itu, ia tiba-tiba tertendang di arah perut bagian kirinya hingga ia terdorong mundur. Syna bergerak maju menujunya dan mulai memukulnya tanpa henti, Arika mulai menahan semua serangan itu selagi terpojoki ke belakang karena tendangan tadi yang membuatnya lengah.
Syna berputar lalu ia menendang perut Arika dengan sangat keras hingga ia terdorong ke belakang selagi menunjukkan eksperesi kesal. "Kau membuat tubuhku terbakar penuh dengan penyesalan...! Aku kira kau hanyalah salah satu dari kakak yang aku anggap lemah..."
"Apakah kau berpikir seperti itu karena kau tidak pernah bertemu denganku? Maaf, Papa mengizinkan-ku untuk pergi jauh dan berlatih sekeras mungkin, contohnya aku telah berlatih di semesta Xuusuatouri selama bertahun-tahun hingga aku mengetahui gaya hidup malaikat dan juga cara bertarung mereka..." Syna tersenyum seperti meremehkan.
"Bodo amat..."
"Terserahlah, aku datang bukan untuk berbasa-basi..." Ucap Syna dengan wajah yang serius hingga Arika langsung marah besar dan mulai berubah menjadi Saint Revolution, ia dengan cepat terbang menuju arah Syna lalu mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain hingga mampu mengguncangkan planet Lemia. Welly mulai menciptakan sebuah barrier agar ia tidak terpental oleh dorongan dari pertarungan mereka bedua.
Seluruh tubuh Satia dan Yahiko mulai terbelit oleh cahaya emas yang mampu membuat mereka tidak terpental, cahaya itu berasal dari Syna. Arika mencoba untuk memukul perut Syna, tetapi Syna melompat menuju atas langit dengan sangat tinggi hingga pukulan Arika mengenai tanah-tanah.
Arika tersenyum jahat seketika Syna sedang melayang di atas langit, ia meluncurkan sihir gelombang listrik dan gelombang api yang sangat besar menuju arah Syna. "Hmph." Syna tersenyum lalu ia berputar dan melewati kedua gelombang yang meluncur menujunya hingga ia menendang perut Arika dengan sangat keras sampai ia terpental dan mengenai beberapa kota.
Arika langsung terbang menuju atas langit dan Syna mulai mengikutinya dengan terbang menghampirinya. Mereka berdua langsung mulai saling memukul satu sama lain hingga Welly sendiri mulai memiliki perasaan yang tidak enak melihat mereka berdua bertarung. "Saint Hybrid bisa kalah...? Dasar sialan..." Welly mengepalkan tinju kanannya.
Syna menatap wajah Arika dengan tatapan yang sangat tenang, Arika muncul tepat di depan Syna lalu ia memukulnya dengan sangat cepat. Syna menghindari serangan itu dengan menunduk, serangan yang Arika lakukan mampu membuat daratan yang berada di belakang Syna hancur.
Seketika Syna ingin memukul wajah Arika, dengan cepat Arika tiba-tiba memukul perutnya dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang. "Nrrgghh...!" Syna mulai konsentrasi terhadap pikirannya sendiri dan juga seluruh tubuhnya, ia tidak akan bisa menang melawan Arika dengan kekuatannya saat ini, tetapi pengalaman dan kecerdasan yang Syna mampu memiliki kesempatan untuk bisa mengalahkannya.
Seketika Arika menatap Syna, ia merasa sangat terkejut melihat auranya yang mengalir, cahaya dari siang hari dan juga matahari telah memberinya banyak sekali sumber energi hingga seluruh tubuh Syna bersinar dengan sangat cerah. Syna bergerak maju menuju Arika, dengan cepat Arika langsung memukul seluruh tubuh Syna tanpa henti hingga Syna hanya perlu menangkis semua serangan itu dan menghindarinya dengan cepat, Arika merasakan bahwa ketika ia menyerang serangannya terasa sangat lambat ketika menyentuh aura yang dimiliki Syna.
Arika mencari cara lain, ia menendang perut Syna dari arah kanan hingga Syna sempat untuk menahan tendangan itu tetapi tendangan yang Arika berikan kepadanya mampu mendorong Syna ke belakang. "Aura-mu... Auramu itu mengandung sesuatu yang membuatku kesal... Apakah kau pikir bahwa sihir waktu mampu membuatmu bisa menang?" Tanya Arika dengan ia mulai meluncurkan Shiromura Eclipse menuju arah Syna.
Gelombang tebal itu meluncur menuju arah Syna hingga Syna sendiri hanya bisa berdiri tepat di depannya selagi tersenyum, gelombang itu tiba-tiba menembus seluruh tubuh Syna seketika sihir itu melewatinya, ia langsung menunjuk sihir itu dengan telunjuknya lalu menghancurkannya menggunakan sihir laser dari aura cahaya-nya sendiri.
Arika mulai merasa lebih kesal lagi hingga ia mulai meluncurkan sihir api dan listrik yang sangat kuat menuju arah Syna yang sedang berjalan lambat menujunya, seluruh sihir yang Arika kerahkan mampu melewati tubuh Syna hingga Syna sendiri sekarang masih berada di posisi yang sama, ia tidak bergerak sedikitpun. Ia sudah terkena beberapa kali oleh sihir Arika dan dia sama sekali tidak tidak terluka atau merasakan sihir-sihir itu.
"Sihir apapun yang kau gunakan itu tidak berguna bagiku, aura-aura ini mengandung sihir waktu perlambata dan juga sihir penyerapan. Setiap sihir yang kau berikan kepadaku hanya akan membuat auraku membesar dan meningkatkan kekuatan dari tubuhku ini. Kau ini Saint Hybrid, ya, tapi apakah kau memiliki pengalaman seperti seorang petarung yang layak?! Seorang Legenda yang layak!!!"
"Aura-ku menyerap sihirmu... Radiant's Light dan juga kombinasi dari Fallen Time... Aku mampu menggunakan sumber sihirmu yang mengenai tubuhmu menjadi..."
SWOOOOOOOSSSHHH!!!
BAAAAMMMMM!!!
Arika tiba-tiba memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya karena Syna telah memukul perutnya sangat dalam sekali dengan kecepatan yang tidak bisa Arika lihat atau rasakan sama sekali. Arika melirik ke bawah dan ternyata benar bahwa Syna sedang berada tepat di depannya selagi memasukkan tinjunya ke dalam perutnya. "Gaakkkkk....!!!"
Seketika Arika mengedipkan matanya, ia tiba-tiba melihat Syna perlahan-lahan berubah menjadi sumber cahaya yang membentuk menjadi lingkaran. Ketika hal itu terjadi, Arika merasakan keberadaan Syna yang sedang berdiri tepat di depannya dengan kedua lengannya yang dipenuhi dengan darah karena efek negatif dari Fallen Time. "Walaupun ini sakit... Setidaknya aku bisa memberimu pelajaran, Arika." Kedua lengan Syna yang terluka mulai perlahan teregenerasi karena aura-auranya yang bersinar.
Arika mulai berlutut tepat di atas tanah selagi memegang perutnya yang terasa sangat menyakitkan. Dengan cepat Arika melompat ke atas langit lalu ia terbang kembali menuju arah Syna.
__ADS_1
Arika mulai memukul seluruh tubuh Syna tanpa henti, tetapi Syna dengan mudah menangkis seluruh serangan Arika, Syna bisa melihat dengan jelas bahwa serangan Arika terlihat sangat lambat seperti pergerakan siput atau bahkan lebih lambat dari seekor siput bergerak.
Pukulan Arika mampu mengguncangkan planet Lemia dengan sangat dahsyat hingga perlahan-lahan lahar mulai muncul di sekitar mereka berdua. Syna menghindar ke kiri lalu ia menendang perut Arika dengan kaki kanannya dengan sangat dalam. "GAHHHH---" Syna berputar lalu ia menendang dada Arika dengan sangat keras hingga ia terpental menuju atas langit.
Syna muncul tepat di atas Arika lalu ia menendang punggungnya menggunakan kedua kakinya hingga Arika terjatuh di atas daratan. Arika langsung terhalangi oleh asap-asap yang sangat banyak, Syna menatap asap-asap itu lalu ia tiba-tiba memegang dua buah rantai yang berada di belakangnya, rantai-rantai itu berasal dari daratan karena Arika telah mengeluarkannya. "Aku tidak akan mudah lengah..."
Syna menarik kedua rantai itu hingga ia tiba-tiba menarik Arika menuju dirinya, dengan cepat Syna memukul wajahnya dengan sangat keras hingga Arika terpental menuju daratan lagi dan membuat lubang yang sangat dalam.
SWOOSSHH!!!
Arika muncul tepat di belakang Syna selagi menendang menuju punggungnya, tetapi Syna menghindari serangan itu dengan maju ke depan. Arika terus menyerang Syna dengan berbagai cara tetapi tidak ada satupun serangan Arika yang mampu mengenainya karena Syna berhasil menangkis dan menghindari semua serangannya.
Arika telah menggunakan berbagai cara untuk mengalahkannya, hampir semua sihir dari Saint Hybrid telah ia pakai untuk mencoba melukai Syna tetapi tidak ada satupun sihir yang bisa mengenainya. Bahkan sihir waktu juga bukanlah pilihan yang bagus karena ketika Arika menggunakan sihir waktu, Syna akan bergerak lebih cepat.
Syna memukul wajah Arika dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang. Syna tiba-tiba berada tepat di belakang Arika dengan sebuah katana di tangan kanannya yang menusuk punggungnya dengan sangat dalam. "URRRGGGGGHH...!!!" Syna melompat menuju ke atas lalu ia melempar Arika menuju daratan hingga ia melempar katana miliknya menuju arah Arika.
"Radiant's Stream." Syna menunjuk katananya hingga katana langsung bersinar dan menjebak Arika dengan sebuah cahaya cerah yang berbentuk seperti segitiga, Arika sekarang tidak bisa melarikan diri karena ia telah terjebak oleh cahaya-cahaya yang telah menyegel semua sihir yang Arika miliki.
"Dengan ini kau sudah kalah Arika!" Syna menunjuk Arika hingga seluruh tubuh Arika langsung melempaskan beberapa sumber energi yang berbentuk seperti bola-bola emas yang berjumlah banyak, Syna langsung menyerap semua sihir-sihir itu hingga Arika perlahan melemah dan tidak bisa menggunakan sihir apapun.
Cahaya yang menghalangi Arika mulai menghilang, ia menatap wajah Syna dengan tatapan lemah. "Urrgghhh... Kakak... A-Apa yang.... Kau... Lakukan..." Arika mencoba untuk bangkit dari atas tanah tetapi ia tidak bisa.
"Kau salah... Da-Dasar bodoh....!!!!" Teriak Arika dengan sangat keras.
...
...
"A-Apaan kau...?!" Tanya Syna dengan wajah yang terkejut. Welly muncul tepat di depan Syna lalu ia memukul wajahnya dengan sangat keras hingga Syna terpental menuju gunung yang berada di belakangnya.
BAMMMMM!!!
"Urrrghhh...!" Syna mulai merasakan kesakitan yang dahsyat dari pukulan itu, auranya dan juga seluruh kekuatannya mulai melemah hingga ia sadar bahwa ia tidak memiliki sumber energi sihir yang tersisa. Syna mulai menatap kedua lengannya dengan wajah yang kebingungan. "K-Kau... Dasar sialan...!!!"
"K-Kakak...!!!" Teriak Arika kepada Syna, ia mencoba untuk bangkit tetapi ia tidak bisa karena seluruh tenaga dan energi sihirnya telah habis terserap oleh sihir yang digunakan oleh Syna tadi.
Welly mulai melirik kepada Arika. "Tidak kusangka bahwa rencanaku bisa mencapai menuju puncak akhir. Ternyata kau telah membantu yang salah ya, Arika. Sebenarnya tujuanmu sebenarnya ini untuk menipu, tetapi karena kakakmu ini... Kau sudah tidak bisa menipuku karena seluruh tenaga dan energi sihirmu telah habis terserap oleh Syna."
"Walaupun Syna menyerapnya, aku juga mampu menyerap semua sihir yang Syna serap hingga tubuhku ini sudah berada di puncak sempurna. Aku bisa membangkitkan Dewa Kegelapan itu...!!!" Ucap Welly dengan nada yang terdengar sangat jahat, ia mulai tertawa terbahak-bahak hingga Arika mulai merasa sangat kesal.
"Cih...!!! Arisu sialan...!!! Kenapa kau ingin sekali berteman dengannya...!? Dia ini adalah monster rendahan yang seharusnya aku bunuh ketika aku bertemunya dengan untuk pertama kalinya...!!!"
Syna perlahan bangkit dari atas tanah. "Jadi itu tujuanmu Arika... K-Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal...? Semua ini mulai perlahan membawa kita semua menuju kehancuran... Kau seharusnya tidak bercanda di waktu-waktu yang serius seperti ini...!!!"
__ADS_1
"Aku... Tidak boleh menyerah di titik saat ini...! Aku akan menghentikanmu!!!" Syna mengepalkan kedua tinjunya, lalu ia terbang menuju arah Welly. Ia mulai memukul seluruh tubuhnya, tetapi Welly dengan mudah menghindari seluruh serangan yang Syna lajukan.
Welly menendang kedua kaki Syna hingga ia terjatuh dan seketika itu terjadi Syna langsung meluncurkan bola energi emas menuju arah Welly. Dengan cepat Welly langsung menangkis bola energi itu ke atas langit.
BAMMMMMMM!!!
Welly memukul perut Syna dengan sangat dalam hingga Syna langsung memuntahkan darah yang sangat banyak. "Uaaaggghhh...!!!" Welly mulai memukul wajah Syna tanpa henti dengan kecepatan suara. Syna menyerang balik dengan menendang dan memukul seluruh tubuhnya, tetapi Welly berhasil menahan semua serangan itu dengan mudah.
Welly langsung memukul wajah Syna lagi tanpa henti hingga kedua lengan Syna mulai melemas dan ia perlahan mulai tidak bisa melawan balik. Welly terus memukul wajah Syna tanpa henti hingga Arika mencoba untuk bangkit dari atas tanah dengan seluruh tenaganya. "K-Kakak...!!!"
Welly memukul perut Syna dengan sangat dalam lalu ia memukul wajahnya dengan sangat keras hingga Syna terdorong ke belakang. Penglihatan Syna mulai perlahan buram seperti ia perlahan akan kehilangan terhadap kesadarannya sendiri.
Welly menunjuknya dengan kelima jarinya hingga Syna langsung terpental dengan sangat jauh hingga ia sudah tidak bisa terlihat lagi. "Hentikan...!!! HENTIKAN, WELLY...!!!" Teriak Arika dengan wajah yang sangat kesal, ia dengan cepat muncul tepat di belakang Welly lalu ia menendangnya. Welly dengan cepat berhasil menahan itu lalu ia memegang kaki Arika dengan sangat erat.
Welly mulai menghantam seluruh tubuh Arika dengan daratan hingga Arika sendiri sudah tidak bisa melawan balik karena tenaganya yang habis. Welly melemparnya menuju arah timur dengan seluruh tenaganya. Welly menunjuk Arika hingga ia tiba-tiba terbakar oleh gelombang lahar yang keluar dari bawah tanah.
"HUAAAAAAGGGGGHHHH!!!" Arika terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang kelelahan. "S-Sialan... Tubuh kecil ini... Apakah ini batasanmu, Arisu...?" Tanya Arika.
Syna muncul tepat di atas langit selagi mengisi sihir yang ia akan keluarkan yaitu Shiromura Eclipse. Welly melirik ke atas dan ia melihat Syna yang sedang bersinar cerah di atas langit layaknya seperti matahari yang bersinar di siang hari. "MAKAN INI!!!" Syna meluncurkan Shiromura Eclipse menuju arah Welly.
Welly menatap gelombang sihir itu dengan kedua matanya lalu ia tersenyum dengan sangat lebar. "Terima kasih, Syna." Welly menunjuk gelombang itu dengan hanya jari telunjuknya hingga sihir itu langsung terserap oleh Welly dengan hanya menggunakan jari telunjuknya saja.
"Sialan...!!!" Ucap Syna dengan wajah yang terlihat sangat kesal. Arika perlahan bangkit dari atas tanah lalu ia menatap Welly yang benar-benar sudah berada di puncak wujud sempurnanya. Rencana Arika ternyata telah gagal dengan mudah karena perbuatan Syna.
Arika muncul tepat di sebelah Syna lalu ia meraba punggungnya dengan tangan kanannya karena ia berencana untuk melarikan diri dari planet Lemia untuk mencari bantuan, tetapi Arika tiba-tiba tidak bisa menggunakan sihir teleportasi karena ia tidak memiliki energi sihir yang tersisa. "Apa...? Ak-Aku tidak bisa menggunakan sihir teleportasi."
Tiba-tiba sebuah gelombang api yang sangat besar dan tebal meluncur menuju arah Arika dan Syna, dengan cepat mereka berdua langsung menghindari gelombang tersebut. Welly menunjuk gelombang itu menggunakan jari telunjuknya hingga gelombang lahar tersebut meledak seperti bom nuklir hingga Syna dan Arika langsung terkena oleh ledakan tersebut.
BAMMMMMMMMM!!!
Ledakan itu mampu menghancurkan setengah dari planet Lemia, tidak ada lagi yang tersisa melainkan daratan yang berwarna hitam bekas ledakan dari gelombang lahar tadi. Arika dan Syna terjatuh tepat di atas lubang yang sangat besar.
"Kau masih bersamaku...? Arika...?"
"Ya..."
Welly tiba-tiba menginjak perut Arika dengan sangat dalam hingga kaki Welly mampu menembus perut Arika. "UGGGGGGHHHH!!! AHHHHH!!!" Teriak Arika dengan sangat kesakitan karena Welly telah meninggalkan sebuah luka tusuk yang sangat besar di perutnya, Welly mulai mencekik leher Arika dengan sangat kasar.
"Terima kasih, Arika!!! Dengan ini aku pasti tidak akan bisa mencapai titik saat ini. Kekuatanku sekarang mampu bisa menandingi para dewa dan dewi!!!" Ucap Welly dengan wajah kejamnya, ia menunjuk Syna hingga Syna tiba-tiba tertarik oleh Welly lalu ia mencekik leher Syna juga dengan sangat kasar.
Welly mengangkat mereka berdua lalu ia menatap mereka berdua dengan wajah yang puas. "Selamat tinggal dan hidup tenanglah di alam dimana para kematian menyambut kalian... Secret Magic: Life Force" Kedua leher Syna dan Arika mulai bersinar berwarna merah hingga tiba-tiba Welly melepas mereka berdua.
Tiba-tiba terdapat dua bola energi yang berwarna merah di kedua telapak tangan Welly. "Aku berhasil." Welly mulai menatap Arika dan Syna yang terbaring di atas tanah dengan wajah yang terlihat seperti Legenda yang sudah mati. Kedua mata mereka masih terbuka tetapi kedua pupil mereka telah tiada seperti menghilang.
__ADS_1
"Hmph." Welly langsung memakan kedua bola energi itu hingga seluruh tubuhnya langsung berubah menjadi tubuh seorang gadis dewasa, ia mulai tersenyum jahat karena ia telah berhasil mengembalikan tubub aslinya. "HAHAHA...!!! HAHAHAHAHAHAHAHA!!!"
"AKU MENANG...!!!"