Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 55 - Kekuatan asli dari semua jantung Saints


__ADS_3

Waktunya telah tiba dan kalian akan membaca chapter 55 yang cukup panjang dan juga menyenangkan. Author menjanjikan bahwa action di sini itu lebih bagus karena ini spesial untuk kalian para pembaca yang udah membaca sejauh ini.



Jangan lupa untuk menyiapkan mental, memberi vote, dan juga memberi comment (please...)



Semoga kalian bisa menikmati chapter 55 ini yang gue buat dengan secara niat demi adaptasi comic.



Siapkan vote dan commentnya ya~~~ -Korrina



°°°



Sejak 2 minggu yang lalu kita para Saints telah di undang ke acara pesta dan sepertinya acara itu adalah acara bunuh-bunuhan atau bisa disebut dengan acara jebakan bagi keluarga Shiratori.



Aku, Methode, dan Homura yang diam-diam masuk ke dimensi ini terjebak di dimensi Saint dan tidak memiliki jalan keluar sama sekali. Semua Saints telah mendukung dan memilih sisi yang salah karena mereka semua telah di cuci otak oleh sihir kuat milik Rionald.



Kita tidak memiliki pilihan lain selain membunuh mereka dan juga melawan mereka sebelum Rionald mengambil jantung-jantung mereka.



Dengan aku dan Homura yang sedang mengeluarkan energi sihir berpotensi tinggi. Kita berharap kita bisa pulang dengan selamat agar Syna dan Eclipse bisa senang melihat kami.



Hampir tanpa sebuah rencana dan juga harapan...



Rionald berjalan menuju arah Methode yang sedang terbelit oleh rantai-rantai kuat di seluruh tubuh-nya. "Kau masih ingin melawan, putri Shiratori?" Ucap Rionald, ia memegang dagu Methode dan mulai menatapnya. Rionald mulai mengeluarkan sihir Brainwash kepada Methode tetapi itu masih tidak mempan.



"Kau... Kau akan aku bunuh..." Ucap Methode dengan sangat marah dan juga kesal. Seluruh tubuhnya terluka karena siksaan Rionald yang memaksanya untuk memberikan jantung-nya dan juga memaksanya untuk berpihak dengannya.



"Kau memang gadis yang susah ya, aku akan memaksamu..." Rionald memasukan tangan kanannya ke dalam dada Methode.



"Hugghhh....!!! AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH....!!!!" Methode mulai berteriak kesakitan karena ia merasakan Rionald telah mencabut jantungnya.



Rionald mengeluarkan jantung itu dari dalam Methode. "Akhirnya... Aku mendapatkannya."



"Aku hanya membutuhkan jantung Naoki dan Miuki... Dan semua kekuatan Saint itu akan menjadi satu dan aku akan menjadi dewa dari seluruh dunia ini!!!" Rionald memasukan jantung api itu ke dalamnya.



"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!" Rionald mulai terbakar penuh dengan kekuatan.



"Papa dan Mamaku pasti tidak akan memberi kau ampun... Dia akan membunuhmu habis-habisan dan itu adalah sebuah janji..." Ucap Methode.



"Walaupun kau memiliki 2 jantung itu---"



BAGGGG!!!



Rionald menendang wajah Methode dengan sangat keras hingga ia memuntahkan darah yang banyak karena pendarahan dari jantung-nya yang di ambil.



"Dengarkan aku, putri Shiratori... Jantung Papamu sudah menjadi milikku karena aku mencurinya dari Virra." Rionald menunjuk dahi Methode dan mulai menggunakan kekuatan cahaya.



"AGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Methode mulai berteriak dengan sangat kesakitan.



***



Di suatu tempat, di luar Temple of The Saint, Homura sedang menahan Wile, Via, dan Grasia. Tujuan Eclipse saat ini adalah untuk membantu Shiro mengembalikan seluruh kekuatan Saintnya sedangkan Homura... Dia harus menahan mereka bertiga.



"Perbuatan kalian itu... Apa maksudnya? Kenapa kalian memilih raja yang munafik seperti Rionald?" Homura menahan seluruh pukulan mereka bertiga dengan sangat mudah.



"WIND OF SLASH!!!" Wile menembakkan sihir angin yang sangat tajam menuju Homura. Homura dengan cepat mulai melompat mundur.



Homura mendarat di atas tanah. "Kalian tidak memiliki banyak pilihan lain selain aku bunuh!!!" Kedua lengan Homura mulai terbakar dengan sangat panas.



Homura muncul di depan Via dengan sangat cepat, ia menendang dagunya hingga ia terpental jauh. Homura muncul di belakang Wile dan ia langsung menendang kepala Wile dengan sangat keras hingga ia terjatuh menuju daratan.



BAMMMMMMM!!!



Mereka bertiga tidak mau kalah, mereka langsung mengepung Homura dan mulai memukulnya beberapa kali. Homura hanya bisa menahan pukulan mereka dengan wajah yang kesusahan. "Cih... Kalian bertiga masih tidak mengerti apa itu perbedaan kekuatan yang sebenarnya..."



Homura memukul wajah Via dengan sangat keras hingga ia terpental jauh dan terjatuh di atas tanah.



BAMMMMM!!!



Homura memegang tangan Wile lalu ia menghantam Grasia dengan sangat keras hingga mereka terpental jauh. "LEAF SHURIKENS!!!" Grasia melempar daun-daun shuriken yang berjumlah cukup banyak menuju arah Homura, kedua mata Homura mulai membakar seluruh shuriken itu.



"RASAKAN INI!!!" Wile mengangkat kedua tangannya.



"HAAAAAAAAAAAA!!!" Kedua lengan Via terhalang oleh batu keras dan ia melompat menuju arah Homura.



"WIND OF ENERGY!!!" Wile menembakan angin yang berisi energi sihir kuat menujuku arah Homura. Homura menunjuk telunjuknya ke arah angin itu.



SWOOOOSSHH!!!



Homura menahannya dengan sangat mudah hingga ia tidak merasa kesusahan menahan sihir itu. "EARTH SPLITTING!!!" Via memukul kepala Homura dengan sangat keras.



BAGGGGGG!!!



Batu-batu yang melindungi kedua lengan Via langsung hancur menjadi serpihan yang sangat kecil. Homura mulai tersenyum dengan sangat jahat karena ia tidak merasakan hantaman tadi. "Hmph. Apakah itu batu atau kertas gulung?"



"BLAZING LOTUS!!!" Homura menunjuk kelima jarinya ke arah Wile, ia berencana untuk memanaskan seluruh tubuh Wile oleh sihir apinya yang sangat kuat.



Dengan cepat Grasia melempar Via ke atas langit dan ia langsung terbang menghampiri Wile untuk menyelamatinya dari serangan mematikan Homura. "S-Sial---" Homura langsung lengah melihat itu.



Via tiba-tiba menendang jauh Wile dan bahkan mencoba untuk menyelamatkan Wile dari sihir mematikan Homura.



"Pengorbanan yang sia-sia." Homura mengisi bola energinya tepat di wajah Via. "Sampai jumpa."



BAAAAMMMMMMM!!!



Wile mendarat di belakang Homura dengan wajah kesal. "Sialan kau, Via... Aku tidak membutuhkan bantuan dirimu."



Wile terbang menghampiri Homura dan ia mulai memukul Homura dengan kecepatan angin. Homura terus menahannya dan ia mulai merasa kesal melihat Wile yang terus mencoba walaupun dia tidak mempunyai kesempatan untuk menang.



"KAULAH YANG AKAN KUBUNUH!!!" Wile terus memukuli Homura. Grasia muncul di belakang Homura dengan sangat cepat. "Cih!"



Homura menendang perut Wile dengan sangat keras. "AGHHHH!!! " Ia langsung memegang wajah Wile, lalu melemparnya ke atas langit. Grasia memukul wajah Homura tetapi Homura langsung mundur. Grasia mulai memukul Homura tanpa henti dan Homura hanya bisa menahan lalu menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental jauh.



Wile dan Via berubah menjadi wujud Saint Enchanted mereka dan mereka mulai menembak Homura dengan sihir mereka tanpa henti.



Homura tersenyum. "Sudah lama sekali aku tidak menikmati pertarungan seperti ini... Aku sangat bersyukur bahwa kalian para Saints telah membuatku menjadi lebih serius."



SWOOOOSHH!!! SWOOOOSHH!!!



Homura menghindari seluruh sihir itu dengan sangat cepat hingga mereka berdua tidak bisa melihat Homura lagi karena ia mulai terlihat seperti api. "Semuanya!!! KITA SERANG SECARA BERSAMAAN!!!" Grasia berubah menjadi Saint Enchanted. Ia mulai melayang menuju atas langit.



"LEAF ENCHANTED!!!" Grasia menembakkan sihir elemen daun yang berupa energi besar menuju arah Homura.



"WIND ENCHANTED!!!" Wile menembakkan sihir elemen angin yang berupa energi besar menuju arah Homura.



"EARTH ENCHANTED!!!" Via menembakkan sihir elemen tanah yang berupa energi besar menuju arah Homura.



"Hmph." Homura tersenyum dengan penuh kesenangan, kedua matanya langsung terbakar lebih.



...



...



BAMMMMMMMM!!!



Ketiga ketiga energi itu mengenai Homura dengan bersamaan. Homura mulai terlindungi oleh aura api-apinya. "Aku mengakui kalian ini cukup hebat menurutku."



"Tetapi... Kalian harus belajar lebih untuk mengalahkan legenda sepertiku!" Aura Homura mulai membesar dan bergabung hingga membuat ledakan yang sangat dahsyat menuju arah mereka bertiga.



"Ahhhhh---"



BAMMMMM!!!



Mereka bertiga terkena ledakan itu hingga mereka tidak memiliki energi sihir yang tersisa di tubuh mereka karena jantung mereka telah tiada. "Urgh... Bagaimana... Bagaimana dia bisa menang melawan tiga Saint...?" Ucap Via dengan nada yang lemah, sepertinya Via sudah tidak bisa melanjutkan pertarungnya lagi, tetapi Wile dan Grasia... Mereka masih bisa bertarung.



Mereka berdua mulai perlahan bangkit dari atas tanah, Homura mendarat di depan mereka dengan wajah yang serius. "Apakah kalian masih punya sisa kekuatan?"



"Kalian dipersilahkan untuk menyerangku duluan." Homura mulai melakukan pose bertarungnya.



"Jangan takut dengan seorang Legenda Dewi, Wile... Kita berdua bisa mengalahkannya menggunakan kekuatan Saint Titan." Grasia berubah menjadi wujud Saint Titan.



"Ya." Wile langsung berubah menjadi wujud Saint Titan. Homura mulai tersenyum terhadap situasi yang ia hadapi sekarang.



Kedua mata Homura langsung terbakar dengan cukup panas, Grasia dan Wile langsung bisa merasakan kepanasan dari api-api itu. "DEMI LEGENIA!!!" Teriak Grasia dengan ia muncul di depan Homura lalu ia memukul seluruh tubuh Homura tanpa henti. Homura dengan mudah menghindari seluruh serangan itu, bahkan ia merasakan bahwa Wile sedang berada di belakangnya.



Wile menendang wajah Homura hingga ia terpental mundur. "Bagus!" Ucap Grasia dengan ia dan Wile terbang menghampiri Homura.



"BLAZING ENERGY!!!" Homura menembak mereka berdua dengan sihir bola-bola api yang berjumlah banyak. Kedua mereka dengan mudah menghindari sihir milik Homura.



Wile mulai melompat ke arah kiri karena dia akan menyerang Homura dari arah kiri sedangkan Grasia dia akan menyerang Homura dari arah kanan. "... ..."



Mereka berdua langsung menendang Homura dengan bersamaan hingga pertahanan Homura hancur dan mampu membuat dirinya terpental mundur lagi. Wile muncul di depan Homura dan ia langsung memukul seluruh tubuh Homura, tetapi Homura menahan seluruh pukulan itu dengan mudah.



Tiba-tiba Wile mencekik leher Homura dengan sangat kasar untuk membuatnya lemah. Grasia yang sedang berada di belakang Wile mulai menembakan sihirnya. "WIND ENCHANTED!!!" Wile menembak sihir anginnya yang berupa energi menuju arah Homura.



Grasia muncul di belakang Homura hingga itu membuat Homura terkejut. "Rasakan ini." Grisai menendang punggung Homura hingga ia terdorong menuju sihir Wile.



BAMMMMMMMM!!!



Homura berhasil menahan sihir itu dengan kedua lengannya tetapi ia merasakan sedikit kesakitan. "Itu cukup sakit juga."



"Sekarang! Bersama!!!" Ucap Grasia dengan mereka berdua langsung menyerang Homura dari arah yang berbeda yaitu arah kanan dan kiri.



BAMMMMM!!!



Homura dengan mudah menahan kedua tinju mereka dengan hanya jarinya saja. "Kalian melemah..." Ucap Homura dengan ia mulai tersenyum dengan sangat jahat. "Sialan!!!"



Mereka berdua langsung menyerang Homura dengan bersamaan tetapi Homura dengan mudah menahan seluruh pukulan itu dengan hanya kedua jarinya.



Via merasa sangat terkejut melihat cara bertarung Homura, sepertinya Homura tidak merasa kewalahan bertarung melawan dua Saint sekaligus. "H-Hebat sekali..."



Tak lama kemudian, Homura mulai berkeringat karena telah menahan pukulan mereka cukup lamanya, Homura bisa merasakan kekuatan murni mereka mulai meningkat dari sebelumnya.



"BERSAMA!!!" Teriak Wile dengan mereka berdua langsung memukul perut Homura dengan sangat keras. "Ugh!!!" Homura terpental mundur tetapi kedua kakinya langsung menginjak tanah agar ia bisa mengendalikan tubuhnya yang terdorong mundur.



Mereka berdua langsung mengeluarkan energi sihir yang terlihat seperti laser menuju arah Homura. Homura menatap sihir itu hingga rambutnya perlahan berubah menjadi warna merah dan terbakar. "HAHHH!!!"



Homura menahan kedua sihir itu dengan aura apinya yang membesar. "GAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!" Teriak Homura dengan sangat keras yang mampu menghancurkan kedua sihir itu lalu menggoncangkan seluruh dimensi yang ia berada saat ini.



"A-Apa!?" Wile, Grasia, dan Via langsung terkejut melihat itu.



BAMMMMM!!!



Homura mulai terhalangi oleh asap-asap yang berwarna abu-abu tua. Wile dan Grasia langsung merasakan kekuatan murni yang besar di dalam asap itu. "Hah...!?"



Asap-asap itu mulai perlahan menghilang dan mulai menunjukan Homura dengan rambut merah terbakar, dan bahkan Homura sudah tidak menggunakan jaketnya karena ia ingin menambah kecepatannya lebih. "... ..."



Wile dan Grasia langsung bisa melihat Homura yang terlihat sangat berbeda. Homura menatap mereka dengan wajah yang sangat serius. Mereka berdua langsung bergetar ketakutan melihat wujud Homura. "Berbahagialah, kalian berdua telah mendorongku lebih hingga aku bisa menggunakan wujud Homura Flames."



"K-Kekuatan yang sangat amat m-mengerikan...!" Ucap mereka berdua dengan sangat ketakutan melihat Homura yang telah sepenuhnya membangkitkan wujud Homura Flames lagi.



"Waktunya diriku untuk bertarung dengan penuh kekuatan. HAAAAAAAAAAAAAAAAAAA....!!! GYAAAAAHHHH!!!" Homura mulai meningkatkan kecepatan dan juga kekuatan murninya. Auranya mulai membesar lagi.



Homura langsung menembak bola api kecil menuju arah mereka tetapi mereka langsung menghindari dengan sangat cepat lalu mereka lari menghampiri Homura. "... ..."



Mereka berdua langsung menyerang Homura dengan arah yang berbeda lagi, itu semua agar Homura bisa lengah dan memiliki celah yang sangat jelas. Mereka berdua melompat lalu menendang Homura, tetapi Homura menahan tendangan mereka dengan hanya kedua kelingkingnya.



Homura berputar lalu menendang Wile dengan sangat keras hingga ia terpental mundur. Lalu Homura dengan cepat mulai memukul seluruh tubub Grasia tanpa henti, tetapi Grasia menahan seluruh pukulan itu dengan seluruh keringat yang berjatuhan di tubuhnya.



Wile muncul di belakang Homura lalu ia menendangnya tetapi Homura menghindari serangan milik Wile, Wile dengan cepat mencoba untuk memukul Homura, tetapi ia malah terkena pukul di perut hingga punggung Wile langsung mengeluarkan api.



Wile terdorong mundur dan mulai berlutut kesakitan. Homura dan Grasia masih melanjutkan pertarungan mereka. "Sialan!!!" Wile menendang kedua kaki Homura hingga Homura terjatuh. "Cih...!"



"RASAKAN INI!!! LEAF ENCHANTED!!!" Grasia langsung menembakan sihir energi lasernya tepat di atas Homura.



BAMMMMMM!!!



Sihir milik Grasia mampu menghalangi seluruh tubuh Homura. "Hee... Berhasil---"



"Jangan terlalu yakin." Tiba-tiba Homura melompat keluar dari sihir milik Grasia dengan kondisi yang utuh dan tidak terluka sama sekali. Homura langsung menendang wajah Grasia dengan sangat kasar hingga ia terpental mundur.



"Sialan, dia seperti abadi saja. Mari kita serangan dengan sihir yang sama, Grasia!!!" Ucap Wile dengan ia mengeluarkan sihir Wind Enchanted dan Grasia dengan cepat langsung mengeluarkan sihir Leaf Enchanted.



Homura menutup kedua matanya untuk memfokuskan energi sihirnya menjadi satu dan lebih kuat. "Soaring Blazing..." Homura langsung mendorong kedua sihir itu dengan kedua lengannya, mereka berdua langsung terkena oleh sihir Homura yang sangat menyakitkan.



Mereka berdua terpental mundur hingga wujud Saint Titan mereka menghilang karena mereka sudah kalah dan tidak bisa melanjutkan pertarungan mereka. "Berakhir sekarang juga..."



Homura muncul di belakang Grasia dan ia langsung menendang Grasia menuju wile. Mereka berdua terpental mundur menuju Via.



"Semuanya berakhir disini, maafkan diriku jika aku membunuh kalian para Legenda mulia karena inilah cara untuk kalian terbebasi dari kutukan Rionald." Homura menujuk mereka bertiga dengan kedua lengannya.



Via tiba-tiba langsung memegang seluruh tubuh Wile dan Grasia agar mereka berdua tidak bisa menghindari serangan mematikan Homura. "Bunuh kami Homura!!! Hanya itu satu-satunya cara agar kami bebas dari kutukan itu."



"Ehh...?" Homura langsung terkejut mendengar percakapan Via. "Aku sekarang sudah bisa mengendalikan tubuhku yang sedang terkendali ini, jadi kumohon!!! Lakukanlah sekarang!!!"



"Dimengerti." Homura siap untuk menembakan sihir mematikannya. Via tersenyum lalu ia perlahan meneteskan air matanya. "Ashura... Maafkan Via..."



"Semoga Ashura bisa menghadapi takdir pedih ini..." Via menutup kedua matanya sedangkan Grasia dan Wile mulai panik. "APA YANG KAU LAKUKAN VIA!?"



"BLAZING LOTUUUUUUUSSS!!!" Teriak Homura dengan ia menembak api yang sangat besar menuju mereka bertiga tanpa memberi belas kasihan sedikitpun.



SWOOOOOOSSHHH!!!



Mereka bertiga langsung terbakar hangus dan menjadi debu ketika mereka terkena sihir milik Homura, mereka sudah tidak bisa diselamatkan lagi.



BAMMMMMMMMMMMM!!!



...



...



"Hah..." Homura kembali ke wujud normalnya lalu ia menatap asap-asap yang berada di depannya, asap-asap itu mulai perlahan menghilang dan menunjukan debu-debu ketiga saint itu, sepertinya Homura berhasil. "Maaf..."



...



...



"GRRRRRRRRRR!!! AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Tiba-tiba suara teriakan Shiro dengan sangat keras membuat goncangan dimensi Saint menjadi seperti gempa bumi dahsyat.



"A-Apa yang...!?" Homura langsung terkejut karena merasakan sumber energi sihir yang besar dari arah Temple of the Saint.



***



Tempat dimana Rionald berada, kastilnya mulai perlahan runtuh oleh kekuatan Shiro yang sangat dahsyat. "Kekuatan apa ini...!?" Ucap Naoki dengan sangat terkejut.



"Aku tidak bisa merasakan energi sihir ledakan itu..." Ucap Miuki dengan wajah yang sangat amat terkejut. Di dalam ruangan bawah tanah, Methode bisa merasakan kehadiran Shiro yang baru. "Papa...? Apakah itu kau...?"



Kembali ke tempat kuil, kuil itu mulai runtuh dan bahkan hancur oleh kekuatan Shiro yang bangkit dengan sangat kuat. "Apakah...? Papa, kau sudah mengeluarkan stage selanjutnya wujud Saint?" Ucap Eclipse dengan sangat terkejut, karena ia melihat Shiro yang terlihat cukup berbeda.



"AGGGHHHHHHHHH!!! AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!! SAINT....!!! REVOLUTION.......!!!!!!!" Shiro meledakan dirinya hingga membuat cahaya yang sangat terang dan bahkan dapat membuat Eclipse menghalang kedua matanya.



"Sungguh tidak di percaya... Kekuatan dahsyat Papa memanglah hebat..." Ucap Eclipse dengan sangat terkejut, ia sangat tidak mempercayainya.



BAAAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!



Eclipse tiba-tiba langsung tertimpa oleh atap-atap kuil itu karena kekuatan Shiro yang sangat amat dahsyat. "Apa ini...?" Tanya Homura.



Homura melihat ke arah kuil itu dan itu terlihat benar-benar hancur karena ledakan tadi. Dan bahkan Shiro membuat lubang yang sangat besar. "Aku tidak bisa merasakan energinya... Apakah dia menghilang begitu saja...?" Ucap Homura selagi mencari energi sihir milik Shiro.



Beberapa menit kemudian, Homura tidak bisa merasakan energi Shiro dan itu membuatnya sangat kesal. "Sialan...!!!"



"Apakah kau tidak bisa mengontrol kekuatan dahsyat itu, Shiro!?" Tanya Homura dengan sangat kesal, ia merasa sangat marah sekarang. "Apakah kau menyerah dengan kekuatan Saint selanjutnya yang dahsyat itu!?"



"Beritahulah aku---"



Tiba-tiba dimensi Saint itu mulai kembali bergetar dengan perlahan, batu-batu mulai melayang karena sepertinya Shiro akan bangkit lagi.



Eclipse bangkit dari lubang itu dengan kondisi yang terluka. "Papa... Papa masih hidup, Mama..." Ucap Eclipse dengan ia muncul di belakang Homura, kondisi Eclipse terlihat cukup lemah.



"Saint Revolution... Kekuatan setara dengan dewa telah bangkit." Eclipse tersenyum dengan sangat serius bahwa Shiro telah mencapai wujud Saint yang selanjutnya.



BAMMMMMMM!!!



Tiba-tiba sebuah cahaya muncul di lubang besar itu, dan Shiro perlahan bangkit seperti melayang di dalam cahaya itu dengan sangat keren bagaikan dewa baru yang bangkit.



Shiro dengan sebuah simbol cahaya di seluruh tubuhnya muncul. Shiro telah membangkitkan kekuatan Saint Revolution atau bisa kita sebut dengan kekuatan Saint Titan, Hope, Enchanted, dan Observetion menjadi satu dan itu... Saint Revolution. Wujud Saint stage kedua.



Shiro tidak memakai satupun baju untuk menghalangi seluruh sumber sihir yang berada di tubuhnya karena seluruh bajunya hancur karena tubuh Shiro yang kuat. "... ..." Shiro mendarat di atas tanah dengan wajahnya yang terlihat datar.



Shiro mulai menginjak tanah dan tiba-tiba ia muncul tepat di depan Homura lalu ia memukul wajahnya, tetapi Homura menahannya dengan sangat cepat.



BAAMMMMMM!!!



Homura dan Eclipse langsung terkejut melihat kecepatan Shiro dengan kekuatan barunya. "C-Cepat..." Homura terkejut melihat kecepatan Shiro, untung saja Homura bisa menahan pukulan Shiro tadi.



"Aku telah membangkitkan kekuatanku lebih jauh lagi... Akhirnya. Aku bisa merasakan kekuatan Saint mulai bergejolak tinggi di dalam tubuh terkutuk ini."



"Shiro, apakah kau puas sekarang...? Kekuatan yang dapat melampui kekuatan Mama." Ucap Homura dengan senyuman bangga. Ia mulai mengingat tentang Shira yang dulunya lemah, sekarang menjadi Shiro yang kuat.



"Hmm... Terima kasih, Homura. Berkat kau aku pasti tidak akan bisa mendapatkan kekuatan ini sendirian." Shiro tersenyum sedikit karena ia juga harus berterima kasih kepada Eclipse dan Homura.



"Baiklah, kita harus bergegas menuju kastil Rionald. Apakah kau sudah bersiap-siap?" Tanya Eclipse kepada Shiro, tadi Eclipse terluka parah tetapi sekarang dia sudah sepenuhnya pulih.



"Aku sudah siap... Tapi, sepertinya musuhku yang pertama bukanlah Rionald." Ucap Shiro dengan wajah yang sangat serius, ia bisa merasakan kekuatan Naoki dari jauh.



"Naoki Souya ya...?" Tanya Homura dengan wajah yang sangat serius.



"Ya. Dia sekarang tersiksa oleh si sialan Rionald." Shiro mulai menoleh ke arah barat dan ia bisa melihat kastil Rionald dengan kedua matanya yang baru.



***



Rionald mulai mengendalikan seluruh tubuh Naoki, Naoki sekarang sepenuhnya telah terkendalikan oleh Rionald karena sihir yang lebih kuat dari Brainwash yaitu Ultra Brainwash.



Sekarang Naoki telah mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk melawan Shiro, dia bukanlah Naoki yang Shiro kenal sekarang. "GRRRRRR...!!! AKU AKAN HABISI... SHIRATORI SHIRO!!!"



Shiro bisa merasakan hal itu, ia bisa mendengar perkataan Naoki dari jauh. "Aku harus pergi sekarang... Demi mengalahkan Naoki yang sudah sepenuhnya terkendalikan." Shiro menggunakan Solar Leap untuk teleportasi menuju tempat kastil Rionald.



"Seperti biasa... Papamu selalu meninggalkan kita." Homura menghela nafasnya.



"Ahahaha..." Eclipse terkekeh.



***



Shiro muncul di depan Naoki, Naoki terlihat sangat kesal melihat Shiro, mereka berdua sepertinya akan bertarung di luar kastil. "Naoki, lihatlah dirimu... Terkendalikan oleh si raja kampungan itu." Ucap Shiro dengan sangat serius.



Shiro bisa melihat kekuatan murni Naoki yang terasa sangat amat berbeda dan juga seluruh tubuhnya terlihat lebih kekar dan juga berotot. "GRRRR...!!!"



Rionald tiba-tiba berjalan keluar dari kastil itu dengan wajahnya yang sangat menyebalkan. Ia mulai tersenyum dengan sangat jahat. "Naoki, serang!!!"



"GRRRRRR!!! GAAAAHHHHHHHHHHHHHH!!!" Naoki terbang menghampiri Shiro dengan sangat cepat hingga mampu membuat shockwave yang sangat besar dan menggerakan seluruh rambut Shiro. Kastil yang berada di belakang Naoki juga langsung runtuh dan terpental mundur. "Cih, memang seperti monster." Ucap Rionald.



Naoki memukul Shiro tetapi Shiro menahan pukulan itu dengan kedua lengannya.



BAMMMMMM!!!



Tanah-tanah yang berada di belakang Shiro langsung hancur berkeping-keping karena pukulan milik Naoki. Tiba-tiba Shiro langsung kehilangan pertahanannya karena pukulan Naoki yang terasa sangat berat. "Cih!"



Naoki terus memukuli Shiro tetapi Shiro menghindari seluruh pukulan Naoki yang terlihat sangat berat dan kuat. Mereka bertarung selagi bergerak di segala arah dan membuat tanah dan langit terbelah menjadi dua karena kekuatan mereka.



BAMMMM!!! BAMMM!!!



"GYAAAAHHHH!!!" Naoki memukul Shiro dengan tinjunya yang sangat dahsyat tetapi Shiro menghindari pukulan itu. Tiba-tiba tinju Naoki langsung mengeluarkan shockwave besar di belakang Shiro yang mampu membuat batu-batu kecil melayang.



Naoki terus memukuli Shiro tetapi Shiro menahan seluruh pukulan Naoki dengan wajah yang serius. "Tidak buruk, aku sepertinya akan menikmati pertarungan akhir kita, Naoki." Shiro memukul wajah Naoki dengan sangat kuat hingga ia terdorong mundur.



Naoki mencoba untuk menyerang balik tetapi Shiro menghindari dengan ia berbaring di atas tanah lalu menendang perut Naoki dengan kakinya hingga Naoki terpental menuju atas langit. Shiro muncul di sebelah Naoki lalu ia berputar dan menendang wajahnya hingga Naoki terpental menuju gunung yang besar.



Shiro terbang menghampiri Naoki. Mereka berdua langsung saling menyerang satu sama lain dengan kekuatan penuh, mereka bahkan membuat sebuah lubang di setiap tempat mereka bertarung.



"HYAAHHHH!!!" Naoki memukul Shiro tetapi Shiro menghindari tinju itu lalu ia terbang menuju atas langit hingga tiba-tiba Naoki muncul di depannya dengan sangat cepat. "(Kecepatannya meningkat...)"



"GAHHHH!!!" Naoki memukul Shiro tetapi Shiro menahan pukulan itu dengan kedua lengannya lagi. "(Apakah ini efek dari Ultra Brainwash? Dia memiliki sedikit kekuatan dari Rionald, kekuatan mereka seperti bersatu....)" Shiro melirik kepada Rionald yang sedang memegang jantung-jantung para Saints, jantung-jantung itu bersinar dan memberikan Naoki kekuatan.



"Begitu ya..." Mereka berdua mulai melanjutkan pertarungan mereka dentan saling memukul satu sama lain.



BAMMM!!! BAMMMM!!!



"Si sialan Shiro itu tidak akan bisa menang melawan Naoki yang sudah di lindungi oleh jantung-jantung Saint ini... Hmph, percuma untuk melawan balik." Rionald mulai tertawa terbahak-bahak.



Naoki tiba-tiba menghancurkan pertahanan Shiro dengan sangat cepat hingga itu membuat Shiro langsung terkejut. "A-Apa---"



"GAHHHHHHHH!!!" Naoki langsung memukul seluruh tubuh Shiro tanpa henti hingga Shiro tidak memiliki celah untuk melawan balik karena kecepatan pukulan Naoki membuatnya merasa kesakitan. "AGGGGHHHHH!!! SIALAAAAN!!!" Shiro berubah menjadi Saint of Hope dan ia langsung menendang wajah Naoki mundur.



Tiba-tiba Naoki muncul di belakang Shiro dengan sangat cepat. "Apa---" Naoki langsung menghantam kepala Shiro dengan kedua pukulannya, Shiro langsung terpental menuju daratan.



BAMMMMMMMM!!!



"GAAAHHHHHH!!!" Naoki terbang menghampiri Shiro dengan sangat cepat. "SIALAN!!!" Shiro langsung berubah menjadi wujud Potenhope, Naoki memukul Shiro tetapi ia langsung menahannya dengan kedua lengannya.



BAMMMMMMMMM!!!



Mereka berdua langsung membuat lubang yang cukup besar dan juga dalam. "JYAAAHHHH!!!!" Shiro mulai menendang perut Naoki beberapa kali dengan sekuat tenaga tetapi itu tidak berguna karena Naoki tidak merasakan tendangan tersebut. "TIDAK BERGUNAAAA!!! " Naoki langsung memegang wajah Shiro.



Naoki langsung menghantam wajah Shiro menuju tanah-tanah selagi ia terbang menuju langit. "HUAAAGHHHHH!!! GRRAAAAGGGGHHHHH!!!" Naoki dan Shiro keluar dari lubang itu. Naoki dengan cepat melempar Shiro masuk ke dalam lubang besar tadi.



"DARKENING NEEDLES" Naoki langsung mengeluarkan sihir paku kegelapan yang berjumlah banyak, seluruh paku itu langsung masuk ke dalam lubang itu. "DARKNESS ATOOM!!!" Naoki langsung menembakan sihir kegelapannya di mulutnya menuju lubang itu.



BAMMMMMMMMM!!!



"HAHAHAHAHA!!!" Rionald mulai tertawa terbahak-bahak melihat itu karena Shiro bisa terkalahkan oleh Naoki yang sepenuhnya terkendalikan dan terlindungi.


__ADS_1


Tiba-tiba seluruh tubuh Naoki langsung terbelit oleh rantai-rantai milik Shiro yang muncul di tanah-tanah. "GAHHHHH!?" Naoki mencoba untuk membebasi dirinya dari rantai itu tetapi itu semua tidak berguna karena rantai-rantai itu bukanlah rantai biasa melainkan rantai yang bahkan dewa tidak merusaknya.



"GAHHHHHHH!!!" Teriak Naoki dengan sekuat tenaga untuk mencoba menghancurkan rantai-rantai itu. Shiro perlahan melayang menuju atas langit dari lubang tanah tadi, ia terluka cukup parah karena wajahnya sedikit terlumuri oleh darah.



Shiro sekarang berada di wujud Saint Potenchanted (Full potential Saint Enchanted.) Sebuah cincin yang berada di punggung Shiro mulai bersinar. "Kau sudah membuatku cukup kesal, Naoki...!!!" Cincin yang berada di punggung Shiro langsung berputar.



"DARKENING MANIPULATION!!!" Tiba-tiba Naoki langsung berubah menjadi kegelapan dan mampu terbebasi dari rantai-rantai itu. Naoki langsung muncul tepat di belakang Shiro. "Cih...!!!"



Shiro dengan cepat langsung berubah menjadi Saint Potenservation (Full Potential Saint Observation.)



Mereka berdua mulai saling menatap satu sama lain lalu mereka menggerakan pukulan mereka menuju arah perut mereka satu sama lain.



BAAAMMMMMM!!!



"Guuugghhh!!!" Mereka berdua langsung terdorong mundur dan merasakan kesakitan dari pukulan di perut tersebut. Dengan cepat mereka langsung memukul satu sama lain tetapi kecepatan pukulan mereka tidak mampu bisa mengenai sasaran mereka yaitu wajah.



BAMMMM!!! BAAMMMM!!!



Naoki melompat lalu ia menendang wajah Shiro dengan kedua kakinya, tetapi Shiro dengan beruntungnya berhasil menahan seluruh tendangan itu oleh kedua lengannya. Shiro terdorong mundur tetapi ia langsung terbang menghampiri Naoki lalu menghantam perutnya dengan kepalanya.



BAMMMMM!!!



"GUUUGGHHH!?!" Naoki memuntahkan darah yang sangat banyak hingga ia terpental mundur oleh hantaman menyakitkan tadi. Naoki muncul di depan Shiro dan ia langsung menendang Shiro.



BAMMMMMM!!!



Shiro berhasil menahan seluruh serangan Naoki dengan mudah karena wujudnya yang meningkatkan kecepatan Shiro dalam bertahan dan menyerang. Shiro memegang kaki kiri Naoki lalu ia melemparnya menuju daratan.



BAMMMMMMM!!!



"Kecepatanmu sekarang sudah tidak bisa menandingiku lagi, Naoki---" Tiba-tiba Naoki muncul tepat di depan Shiro tetapi Shiro langsung memegang lengan kirinya lalu memutar tubuhnya hingga Shiro langsung menghantam punggung Naoki menuju atas daratan.



BAMMMMMMM!!!



Shiro mulai melakukan frontflip untuk menendang seluruh tubuh Naoki hingga ia terpental mundur. Shiro dengan cepat lari menghampiri Naoki lalu ia memukul perutnya dengan sangat dahsyat.



BAMMMMMMM!!!



Rionald mulai merasa kesal melihat Naoki yang mulai perlahan kekalahan karena sebuah kecepatan. "Cih... Sialan, apa-apaan ini semua!?"



Tiba-tiba Naoki berputar lalu ia menendang wajah Shiro dengan tepat sasaran, Shiro langsung terpental mundur dan mengenai gunung yang sangat amat besar.



BAMMMMMMM!!!



"(Kecepatannya menaik drastis---)" Naoki mulai terus menendang Shiro, tetapi Shiro hanya bisa menahan seluruh tendangan itu, perlahan... Kedua lengannya mulai terasa keram karena menahan tendangan milik Naoki.



Shiro menyerang balik dengan memukul dagu Naoki dengan sangat kuat lalu ia memegang kedua lengan Naoki dan memutar seluruh tubuhnya. "... ...!!!"



Shiro berputar lalu ia melempar Naoki menuju gunung yang berada di belakangnya hingga gunung itu langsung hancur menjadi kepingan kecil.



BAMMMMMMMM!!!



"DARKENING SWIFT!!!" Tiba-tiba Naoki langsung bergerak dengan cukup cepat hingga sebuah aura kegelapan mulai menghalang seluruh tubuhnya dan membuat Shiro tidak bisa melihat pergerakan Naoki lagi hingga ia sekarang langsung di siksa oleh pukulan Naoki.



BAMMMM!!! BAMMMMM!!!



Shiro mencoba untuk menahannya dan melawan balik tetapi pergerakan Naoki sekarang melampui pergerakan wujud Saint Potenservation milil Shiro. Ia merasa sangat tidak percaya bahwa Naoki itu sekuat ini. "Guuggh..."



Tinju kanan Naoki langsung terhalangi oleh aura kegelapan yang sangat kuat. "SEMUANYA BERAKHIR DISINI!!!" Naoki langsung mencoba untuk menghantam Shiro.



...



...



Kedua mata Shiro langsung bersinar dan ia langsung menendang dada Naoki dengan kedua kakinya, Naoki langsung terkejut dan terdorong mundur. "GRRRRRR...!?"



Naoki menatap Shiro dan ternyata Shiro langsung berubah menjadi wujud terkuatnya yaitu Saint Potentitan, (Full Potential Saint Titan.)



Shiro mulai menatap Naoki dengan wajah yang sangat kesal dan serius. Naoki juga langsung merasa kesal melihat Shiro yang masih saja bisa bertarung. "Grrrrrr!!! Kenapa kau masih melawaaaan!?" Naoki terbang menghampiri Shiro.



Mereka berdua langsung saling memukul selagi bergerak di atas langit, langit-langit mulai terbelah menjadi dua karena kekuatan dahsyat mereka yang teradu menjadi satu. Semua serangan Naoki dapat di tahan dengan seluruh lengan Shiro.



Shiro melompat lalu ia menghantam wajah Naoki dengan kedua tinjunya, tetapi Naoki menahan kedua lengan Shiro dengan kedua lengan Naoki.



BAMMMMMMM!!!



Naoki menendang Shiro tetapi Shiro melompat mundur lalu ia menatap Naoki yang masih belum kelelahan. "Kau cukup bertahan lama juga, aku terkesan, Naoki. Sepertinya latihanmu membayar seluruh tubuhmu menjadi kuat---"



Tiba-tiba Naoki membuka kedua matanya lebar lalu ia melirik ke belakang dimana Shiro dengan cepat mencoba untuk menebas wajah Naoki dengan Eclipse Breaker.



SWOOOOSSHH!!!



Naoki berhasil menghindari serangan tersebut dengan cukup beruntung. Dorangan angin-angin yang dahsyat mulai bermunculan di sekitar mereka karena pedang Eclipse Breaker. Poni mereka langsung bergerak dengan cepat karena angin-angin itu.



Tiba-tiba Shiro melompat lalu ia menghantam kepala Naoki dengan sangat keras hingga ia terpental menuju daratan.



BAMMMMMMM!!!



Aura emas Shiro langsung menghalangi seluruh tubuhnya. "Burst...!!! Solar Eclipse...!!!" Shiro mulai mengisi dua buah energi sihir di kedua lengannya untuk menembak sihir yang sangat dahsyat menuju arah Naoki.



"DARKENING BLAST!!!" Naoki langsung menembak Shiro dengan energi sihirnya dari mulutnya, tetapi Shiro muncul tepat di depan Naoki dengan wajah yang sangat serius. "Berakhir sudah..."



"FLAAAAAAAASSSHHHHH!!!" Shiro langsung menggabungkan kedua energi sihir itu menjadi satu lalu ia menembaknya di seluruh tubuh Naoki hingga Naoki tidak bisa menahan dan menghindari serangan itu.



"Ngggghhhh...!!! GRRRRRAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Naoki dengan seluruh tubuhnya mulai kembali seperti semula karena serangan sihir Shiro.



BAMMMMMMMMMM!!!



"Hmph, tidak berguna." Ucap Rionald dengan ia kembali masuk ke dalam kastilnya, sepertinya dia sudah tidak tertarik dengan Naoki lagi.



Shiro langsung mundur dan menatap Naoki yang telah sepenuhnya kembali semula. "Hmph... Kekuatan yang cukup unik, Shiro. Kau telah menyelamatkanku dari kutukan Rionald itu." Naoki tersenyum dengan sangat arogan. Naoki memang bukanlah seseorang yang Shiro kenal sejak dulu. Sepertinya dia masih terkendali oleh Rionald.



"Hmm..." Shiro mulai menarik nafasnya dan bersiap untuk bertarung dengan Naoki lagi, sekarang Naoki bisa mengendalikan seluruh kekuatan dan juga emosinya.



"Dengan kita berdua saling berhadapan dengan wajah yang siap bertarung... Aku mulai teringat masa-masa kau masih lemah..." Naoki tersenyum dan mulai melepaskan baju-nya yang sudah rusak dengan merobeknya.



Naoki mulai menggerakan kedua lengannya yang penuh dengan otot-otot besar. Shiro bisa melihat banyak luka di tubuhnya, sepertinya dia berhasil melukai Naoki dengan banyak serangan mematikan.



"Sekarang aku akan menunjukanmu wujud Saint stage dua!!!" Seluruh tubuh Naoki langsung terlindungi oleh aura-aura kegelapan. Shiro mulai menghalang pandangnya karena ia merasakan dorongan yang cukup besar.



Naoki tiba-tiba langsung berubah menjadi wujud Saint stage dua yaitu Saint Revolution. Shiro langsung tersenyum karena ia merasa sangat terkesan melihatnya. "Kekuatan itu... Jangan-jangan kau pernah mengunjungi Temple itu sebelumku ya...?" Tanya Shiro.



"Ya... Dan aku lebih dulu mengunjungi temple yang penuh dengan kekunoan itu. Dan kekuatan ini... Aku pasti bisa mengirimmu ke dunia nereka lagi." Naoki tersenyum dengan sangat jahat, yap... Dia masih terkendali oleh Rionald dan tidak bisa kembali ke wujud biasanya.



"Sepertinya aku juga akan menaiki wujudku ke level selanjutnya..." Shiro menutup kedua matanya lalu seluruh tubuhnya mulai terhalangi oleh aura-aura berwarna emas.



"HAHHHHHH!!!" Teriak Shiro dengan auranya mulai membesar dan membuat Naoki terdorong sedikit.



BAMMMMMM!!!



...



...



"Aku tidak akan menahan diri, Naoki." Ucap Shiro dengan wajah kesalnya. Tubuh Naoki dan Shiro mulai bersiap untuk bertarung, karena pertarungan mereka adalah pertarungan sampai mati.



Naoki tiba-tiba mengeluarkan dua pedang kegelapan di kedua lengannya. Ia langsung bergerak menghampiri Shiro dengan sangat cepat. "Darkening Boost!" Kedua pedang Naoki mulai menjadi kuat dan keras, hingga itu memberi dorongan kepada Shiro.



Kedua lengan Shiro bersinar dengan cukup terang, itu artinya ia menggunakan sedikit energi negatifnya yang dicampur kekuatan Saintnya. "Cih... Negative Light..."



"Mode Left and Right!" Shiro memukul langit dengan sangat keras hingga kedua lengannya meluarkan bola energi cahaya yang sangat kuat dan cepat menuju arah Naoki.



"(Dengan sihir negatif dan sihir Saint yang mampu menghancurkan tubuhku dan efek negatif terhadap tubuhnya, sepertinya aku akan melawan Shiro dengan cukup kesusahan... Sihir negatif yang mampu membatalkan segala sihir apapun... Dan bahkan ketika sihir itu mengenai tubuhku maka... Seluruh tubuhku perlahan-lahan akan hancur, tapi aku memiliki kekuatan untuk menahan itu.)"



BAMMMM!!!



"(Negative Light... Sihir energi negatif warisan eternal yang mampu menghancurkan tubuh musuh dan juga merusak seluruh energi sihirnya, bahkan sihir negatifpun mampu menghancurkan segala sihir yang ada, semakin kuat energi negatif menghancurkan sihi, maka tubuhku akan perlahan kesakitan dan hancur dari efek samping itu, bisa-bisa tubuhku hancur. Dan sihir energi saint... Energi mulia yang dapat mengontrol segala sihir, jadi aku bisa menggunakan energi negatif dengan waktu lama karena energi saint-ini. Aku sekarang menggabung kedua sihir energi itu menjadi satu agar aki bisa bertahan...)"



Naoki menghantam bola energi itu dengan kedua pedangnya, seluruh pedang Naoki langsung menghilang menjadi kegelapan dan debu-debu. "... ...?" Shiro langsung terkejut, ternyata Naoki sepertinya mengetahui rencana Shiro.



Naoki berputar lalu menendang Shiro dengan sangat cepat. Shiro langsung bertindak dengan sangat cepat "CHAINS OF RECLIPSE!!!" Rantai-rantai emas mulai muncul di tanah yang Naoki injak lalu kedua kaki Naoki langsung terbelit oleh rantai-rantai yang sangat kuat.



Shiro mendorong Naoki mundur lalu ia menunjuk Naoki dengan seluruh jarinya lalu ia menembakkan sihir Solar Shot menuju arah Naoki tanpa henti. Naoki mundur lalu ia menangkis seluruh sihir Shiro dengan mengeluarkan pedang barunya lagi dari aura-aura kegelapannya.



BAMMMMMM!!!



"(Negative Light sepertinya tidak menguras staminanya...? Ada apa ini? Dia cukup cerdik juga untuk mengetahui rencanaku, itulah mengapa aku harus menggunakan Negative Light dan kekuatan penuhnya untuk serangan terakhir nanti.) "



"(Tidak...)" Shiro mulai menyadari sesuatu yang aneh dan itu adalah seluruh tubuh Naoki yang mampu menghalang Negative Light milik Shiro jadi itu sama bahwa aura Naoki adalah stamina tambahannya dan juga cadangannya.



"(Jadi aura kegelapannya adalah stamina cadangan dan juga tambahannya ya...? Aku juga ingat bahwa aura itu dapat meregenerasi energi sihirnya, sial.)" Shiro merasa cukup terkesan.



"(Dengan serangan Negative Light tadi ke arah pedang-pedangnya yang terlindungi oleh aura kegelapannya... Aura itu aku dengar bisa menyerap banyak sekali energi sihir lalu menghilangkannya bersama aura tersebut.)" Shiro mulai mengerti situasi yang ia hadapi sekarang juga.



"(Aura kegelapan yang mampu melindungi sihir... Jika aku menghabiskan aura-nya itu... Maka


Serangan pamungkasku pasti akan membunuhnya langsung tanpa ada halangan lain.)" Shiro mulai menggerakan lehernya ke kiri dan kanan karena ia merasa cukup pegal.



Naoki melempar kedua pedangnya dan pedang itu mulai menjadi kegelapan lagi hingga seluruh kegelapan itu merasuki tubuhnya. Naoki mulai bersiap. "(Jangan berpikir untuk kabur dari rasa kesakitan... Karena aku sudah bisa mengetahui kecepatanmu dan rantai sialanmu itu... Aku harus berhati-hati melawan kau, Shiro.)" Ucap Naoki dalam hati dengan wajah yang sangat serius dan tidak mau kalah, ia berencana untuk bertarung dengan aman.



Kedua kaki Naoki mulai terserap oleh kegelapan. Shiro melompat mundur dan mulai memegang lengan kirinya untuk mencoba mengeluarkan sihir energi negatif lainnya, itu artinya ia sekarang sedang mengisi ulang energi negatifnya.



Tiba-tiba Naoki bergerak dengan sangat cepat hingga ia sudah berada tepat di depan Shiro, Shiro langsung lengah terhadap kecepatan Naoki yang meningkat. "(Ahh!? Dia cepat sekali...?)"



Naoki menatap Shiro dengan tatapan yang sangat tajam lalu ia mulai menggerakan pukulannya menuju arah perut Shiro. "DARKENING FORCE!!!"



BAGGGGGGGGG!!!



Naoki menghantam perut Shiro dengan sangat keras hingga ia terpental mundur dengan sangat jauh.



BAMMMMMM!!!



Shiro mengenai gunung lainnya yang masih utuh. "GUUUGGHHH!!!" Shiro memuntahkan darah yang sangat amat banyak. Ia mulai berlutut di atas tanah karena ia rasa bahwa organ di dalam tubuhnya telah hancur.



"ECLIPSE BLITZ!!!" Shiro menembakkan sihir bola energy emas yang berjumlah jutaan menuju arah Naoki. Naoki langsung terkejut melihat Shiro yang masih bisa bertahan, ia mulai menahan bola energi itu dengan hanya kedua lengannya. Dia tidak mempunyai pilihan lain selain menahan.



"CHAINS OF RECLIPSE!!!" Shiro membangkitkan rantainya di belakang punggungnya dan lalu rantai itu bergerak menuju Naoki lalu mengikat seluruh tubuh Naoki dengan sangat ketat. "Charge..." Shiro mulai mengisi ulang sihir negatif di kedua lengannya.



Naoki menghancurkan rantai itu dan ia mulai lari menghampiri Shiro dengan sangat cepat. Kedua lengan Shiro mulai bersinar dengan sangat terang, itu artinya energi negatifnya telah terisi ulang. Shiro mulai menatap Naoki dengan wajah yang serius. "Negative Light Force...!" Shiro menghantam langit dengan sangat kuat hingga cahaya dari kedua lengannya mulai membuat seperti paku berenergi kecil yang terbang menuju Naoki.



Naoki mulai menangkis energi kecil yang berbentuk paku itu dengan tangan kanannya.



SWOOOOOOOSSHHHH!!!



Lengan kanan Naoki langsung mulai terhapus oleh debu-debu emas dari Negative Light. Sihir kuat ini juga mampu menghapus alat tubuh ketika musuh menahannya dengan tubuh tanpa sihir, sepertinya aura kegelapan Naoki tidak bisa menyelamatkan lengan kanannya.



"... ...!!!" Naoki langsung terkejut melihat itu dan sekarang dia hanya bisa bertarung dengan satu tangannya yang tersisa. Kedua lengan Shiro mulai mengeluarkan sedikit darah, sepertinya efek sampingnya mulai muncul. "Hah... Hah... Hah..."



"(Satu serangan dari sihir negatif itu sudah pasti bisa membunuh Naoki dan perlahan menghancurkan tubuhnya itu, tetapi... Itu cukup beresiko...)" Shiro menahan rasa kesakitannya di kedua lengan itu.



"(Dia bisa bertahan mengisi sihir negatif...? Sepertinya sihir pemulihannya dari sihir Solar Eclipse Unleashed telah menaik drastis...) "




"(Sihir Solar Eclipse Unleashed dan juga kedua lenganku yang tidak dapat bertahan lama menampung sihir negatif lagi... Aku harus mengalahkannya dengan sihir negatif yang terakhir.)"



"(Aura kegelapanku akan sepenuhnya menahan sihir negatifnya...) "



Rionald dari atas kastil melihat pertarungan itu dan merasa sangat terhibur lagi melihatnya. "Hahaha... Pertarungan Saint Revolution memang hebat... Sepertinya Naoki mulai tidak membuatku kecewa lagi."



"Pemenangnya akan ditentukan disini sekarang juga." Ucap Rionald.



Shiro mengeluarkan kedua pedangnya yang tajam di kedua lengannya, lalu ia bergerak menuju Naoki dan ia mulai mengayunkannya ke arah Naoki.



BAGGG!!!



Naoki menangkis kedua pedang Shiro dengan hanya satu tangan dan pergerakannya tangan kiri Naoki itu sangat cepat hingga ia mampu menangkis seluruh serangan Shiro.



BAGGGG!!!! BAGGGG!!! BAGGGG!!!!



Shiro menendang kaki Naoki dan Naoki langsung trdorong mundur. Kedua pedang Shiro mulai berubah menjadi sihir negatif dan kedua lengan Shiro mulai bersinar lagi dan mengeluarkan darah yang sangat banyak.



"DARKENING JUDGEMENT!!!" Naoki melempar dua pedang kegelapannya menuju arah Shiro.



"NEGATIVE... LIGHT... FLASH...!!!" Shiro menghantam langit dengan sekuat tenang hingga kedua cahaya di kedua lengannya mulai membentuk sebuah laser energy kecil lalu itu bergerak menuju dada milik Naoki.



...



...



"Maafkan aku..." Naoki tersenyum.



SWOOOOOOOOSSSHHHH!!! BAMMMMMMMM!!!



Kedua rantai muncul di punggung Shiro lalu rantai tersebut mulai menahan kedua pedang Naoki yang mencoba untuk menebas leher Shiro.



Dada Naoki terkena sihir negatif itu dan ia mulai terjatuh lemah dengan wajah yang tersenyum. "Aku telah kalah dan kau memanglah layak menang..." Naoki mulai kembali ke dirinya yang biasa karena dia mulai sekarat, jika seseorang yang terkena sihir Brainwash sekarat, maka efek dari sihir itu akan menghilang.



"Naoki..." Shiro menghampiri Naoki. Naoki mulai perlahan menghilang dan ia mulai tersenyum seperti Legenda yang layak dan bahkan siap untuk mati.



"S-Selamat... Shiro... Kau memanglah seorang Saint yang tidak bisa diharapkan lagi dari ekspetasiku, kau sangatlah kuat..."



"N-Naoki... Bertahanlah, kuatlah! Itulah Saint Legenda yang sebenarnya, bukannya kau selalu mengatakan itu kepada Shira?" Tanya Shiro dengan ia mulai berlutut di depan Naoki lalu ia memegang lengan kanan Naoki dan lengan kanan Naoki mulai berubah menjadi debu, itu artinya sihir negatif Shiro mulai perlahan menghapus Naoki.



"Ahh...?"



"Pertama kalinya diriku bertemu denganmu... Aku tahu kau pasti memiliki kekuatan besar suatu saat dan ternyata benar... Ekspetesiku tidak berharap bahwa kau akan sekuat ini."



"Saint Legenda... Kita menjaga kedamaian dan juga memilih jalan kita sendiri... Tetapi sepertinya aku telah salah memilih jalan---"



BAGGGGGGG!!!



Tiba-tiba sebuah angin mulai mengeluarkan jantung Saint Naoki dan jantung itu terbang menuju Rionald karena Rionald menggunakan kekuatan Saint Wind.



Rionald mengambilnya dan ia mulai tersenyum. "... ..."



"... ..." Shiro menatap Rionald dengan wajah kesal dan muaknya, selanjutnya ia harus mengalahkan raja kampungan itu. "Shiro... Pertahankanlah kekuatan itu... Kekuatan REVOLUTION yang bisa kau tingkatkan lagi..."



"Elemental Saint Legenda tidak boleh pernah... Punah..." Kata-kata terakhir Naoki hingga ia langsung berubah menjadi debu dan debu itu langsung menghilang seperti debu emas yang berkilauan.



Shiro mulai mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat kesal. "Kau akan membayar semua jantung yang kau ambil..."



"Kau pasti akan membayarnya...!!!" Shiro menatap wajah Rionald dengan tatapan yang sangat amat tajam.



"Waktu dari era Elemental Saint Legenda telah berakhir, Shiro...!!! Kau harus menakdiri takdir kematian dari Elemental Saint." Rionald mengangkat kedua lengannya. Kastil yang berada di belakang Rionald mulai melayang menuju atas langit dengan sangat cepat. "Kau tidak bisa lagi melawan kehancuran dengan kekuatan bodoh itu."



"SIALAN KAU, ANJING KAMPUNG!!! ANJING KAMPUNG SIALAN!!! RAJA YANG TAKKAN AKU MAAFKAN!!!" Shiro mulai mengisi energi negatifnya lagi. Rionald mulai mengisi sihir bola energi pelangi besar yang dapat menghancurkan dimensi ini, energi pelangi itu berisis delapan elemen sihir. "ELEMENTAL SAINT.... BOMB!!!" Rionald melemparnya ke arah Shiro.



Shiro tiba-tiba terdiam. "Negative Light of Walls." Shiro menunjuk bola energi yang besar itu dengan kedua lengannya.



BAMMMMMMMMM!!!



Bola energi itu mengenai tanah dengan sangat kuat hingga dimensi Saint hancur dengan sangat dahsyat dan bahkan tidak ada satupun yang tersisa kecuali kastil Rionald yang berada di atas langit, bahkan bola energi itu mampu menembus pertahanan Shiro.



SWOOOOOOOOOOSSHHHHH!!!



Homura dan Eclipse muncul di dalam kastil dengan sangat cepat dan juga tepat waktu. Homura menoleh ke belakang dimana ia hanya melihat debu-debu dari ledakan dimensi itu. "Shiro..." Homura mulai merasa khawatir tentang Shiro, apakah dia masih hidup atau tidak dari serangan dahsyat tadi.



"Dia masih hidup, Mama... Dia selamat dari ledakan tadi itu karena sihir energi negatifnya."



"Begitu ya..." Homura mengangguk, ia mulai mempercayi Shiro yang bisa menghadapi situasi saat ini.



...



...



"WATER SLAPS!!!" Tiba-tiba Miuki menggunakan sihir ombak air menuju arah Homura, tetapi Homura dengan cepat mulai melompat mundur. "Miuki..." Homura menatap Miuki.



"Senang bisa bertemu denganmu lagi, Homura.... Tapi kita bertemu sebagai musuh melainkan teman." Miuki mulai melayang di atas langit dengan wajahnya yang serius.



"Mama, kita tidak punya pilihan lain selain melawan, mereka benar-benar sudah tercuci otak." Eclipse mengeluarkan kedua pedangnya. Yumi tiba-tiba muncul di depan Eclipse dan ia langsung menangkis wajah Eclipse dengan pedang es-nya.



CLAAAANG!!!



Eclipse menangkis kembali dengan kedua pedangnya. "Saint Ice ya...? Mari kita lihat kekuatan dirimu yang sebenarnya..." Eclipse mulai tersenyum dengan sangat serius.



"ICE SPIKE!!!" Yumi mengeluarkan sihir es tajam di dadanya tetapi Eclipse dengan cepat menebasnya dengan kedua pedangnya itu. Eclipse berputar dan ia langsung menendang perut Yumi hingga ia terdorong mundur.



"ICY BITE!!!" Yumi menembakkan bola energy es tanpa henti menuju arah Eclipse hingga kedua kaki Eclipse terkena lalu berubah menjadi es. "Cih..." Kedua pedang Eclipse mulai memanjang.



"ELMERIOTO!!!" Eclipse mulai mencabik-cabik es itu hingga tidak ada yang tersisa di es tersebut. "KAU AKAN AKU KALAHKAN!!!" Eclipse muncul di belakang Yumi dengan sangat cepat. "AKU TIDAK MEMILIKI WAKTU BANYAK!!!"



SWOOOOOOOSSSHHHH!!!



***



Rionald dan Shiro sedang berdiri di atas serpihan batu yang masih utuh dari ledakan tadi. Kedua lengan Shiro mulai bergetar dan merasakan kesakitan, dia sudah tidak bisa menggunakan Negative Light karena kedua lengannya sudah mulai lemas.



"Aku masih tidak mengerti tentang tujuanmu sampai mati-mati untuk bertarung dengan seorang raja yang penuh kemuliaan..."



Shiro hanya bisa terdiam dengan wajah yang sangat serius. "Dan aku lebih tidak mengerti tentang tujuanmu yang terlihat seperti pengecut. Raja kok mencuri kekuatan dari pengikutnya?"



Rionald langsung mulai merasa kesal mendengar Shiro yang yang mengejek harga dirinya sebagai raja. Kedua mata Shiro yang mulai bersinar bisa melihat bahwa Rionald sedang menggunakan 2 jantung Super Elemental Saint yaitu Saint Thunder dan juga Saint Blizzard.



Shiro muncul di depan Rionald dan mereka mulai saling memukul satu sama lain... Bahkan mereka juga saling menangkis satu sama lain. Shiro mundur dan ia langsung menembak beberapa Solar Shot menuju arah Rionald, tetapi Rionald menahannya.



Rionald mulai menembak beberapa es tajam ke arah Shiro, dengan cepat Shiro muncul di belakang Rionald. Dada Shiro tiba-tiba terhantam oleh kecepatan listrik kaki Rionald hingga ia terpental mundur. "Guuughhh!!!"



Shiro mendarat di atas batu dan kondisinya mulai memburuk karena energi negatif yang ia gunakan tadi melawan Naoki dan menahan bola energi Rionald. "Dengan kondisi seperti ini... Aku tidak akan bisa bertahan lama... Sialan..."



"Sepertinya melawan Naoki membuatmu telah mencapai batasanmu yang sebenarnya, Shiro." Rionald mulai tertawa terbahak-bahak.



Shiro mulai bangkit dengan seluruh tenaganya dan ia masih ingin terus bertarung. "Semua Saints... Membutuhkan perlindungan dariku dan aku tidak akan menyerah sebelum diriku berhasil, itulah tujuan Shira yang harusku laksanakan."



"Aku sudah berjanji pada... Anak-anakku yang telah tiada untuk menyelamatkan dunia dan bahkan saint yang bernama Shiratori Alvin...!" Shiro mulai muncul di depan Rionald lalu ia memukulnya beberapa kali. Rionald menghindari semua pukulan itu, dan ia tiba-tiba mencekik leher Shiro lalu menghantamnya di atas tanah dengan sangat kasar.



"GUUUGGHH---" Rionald menghalang mulut Shiro agar ia tidak bisa berteriak lagi. Rionald mulai memukul wajah Shiro tanpa henti dan juga tanpa pengampunan. Rionald terus memukul wajah Shiro tanpa ampun. Dengan kekuatan sihir thunder dan blizzard di kedua lengan Rionald yang memukul Shiro tanpa ampun. Itu mampu membuat wajahnya berlumuri dengan darah dan juga mata kirinya mulai perlahan buta karena kejutan listrik yang berada di dalam pukulan Rionald.



"Guughhh... A-Agghhhh..." Shiro sudah tidak bisa melawan lagi karena kondisinya yang kelelahan. "Semuanya berakhir, Shiro... Idealmu akan berakhir disini dan sekarang juga. Kau seharusnya menyimpan seluruh tenagamu kepadaku." Kedua kaki Rionald mulai terlindungi oleh listrik-listrik yang sangat kuat.



"THUNDERSTORM PIERCE!!!" Rionald menendang dagu Shiro dengan sangat keras hingga ia terpental dengan sangat jauh.



"AGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Shiro terpental dengan sangat jauh dan ia perlahan mulai jatuh ke dunia yang telah hancur. "(Aku memanglah lemah seperti biasanya... Tujuanku hidup di Yuusuatouri itu apa...?)" Mata kanan Shiro mulai meneteskan air mata kegagalannya. Kondisinya sudah tidak bisa bertarung lagi.



BAAAGGGG!!!



Homura menangkap Shiro dan ia langsung mendarat di atas serpihan batu yang sangat besar. "Shiro..."



"Masih ada legenda yang ingin mati sepertinya..." Ucap Rionald dengan sangat kesal. Homura mulai memberi Shiro beberapa energi besar agar Shiro bisa terus bertarung. "Shiro...!!! KAU PASTI BISA MENGALAHKANNYA!!!"



Kedua mata Homura mulai terbakar dengan sangat panas. "TIDAK AKAN KUBIARKAN!!!" Rionald menembak bola energi listrik besar menuju arah Homura dengan sangat cepat.



SWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOSSSHHHHHH!!!



Shiro menahan bola energi itu dengan kedua lengannya lalu ia perlahan menyerap bola energi itu dengan wajah yang sangat serius, staminanya telah kembali pulih karena Homura. "Aku tidak akan kalah oleh raja munafik sepertimu, Rionald."



Seluruh tubuh Shiro mulai perlahan kembali pulih. "Homura, pergilah dari sini... Biarkan aku mengalahkannya." Teriak Shiro dengan sangat serius, kedua lengannya mulai bersinar lagi.



"Dimengerti." Homura mulai menghilang dan meninggalkan Shiro dan Rionald berduaan agar mereka bisa melanjutkan pertarungan mereka. Rionald mulai tersenyum dan tertawa. "Hahaha... HAHAHAHAHAHAHAHA!!!"



"KAU MENYIA-NYIAKAN KESEMPATAN EMAS ITU... KEEGOISAN KELUARGA GHIFARI MEMANG SELALU SEPERTI INI!!!" Rionald mulai tertawa dengan sangat terbahak-bahak. Dia mengangkat kedua lengannya. "ELEMENTAL SAINT BOMB!!!" Rionald melempar bola energI besar menuju arah Shiro lagi dan berencana untuk meledakannya menjadi debu.



"NEGATIVE LIGHT FISSION!!!" Kedua lengan Shiro menembakkan dua laser emas yang sangat besar menuju arah bola energi itu. Kedua sihir itu mulai saling mendorong satu sama lain.



"AHHHHHHHHHHH...!!! GRAAAAAAAGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Shiro menambahkan sihir negatif di kedua lengannya lagi untuk memperkuat sihirnya dan resiko kehancuran tubuhnya mulai meningkat.



"JANGAN MEREMEHKAN KEKUATAN ELEMENTAL SAINTS!!!" Rionald menembakan semua elemen sihir ke dalam bola energi itu hingga bola energi itu menjadi sangat besar dan mulai mendorong sihir Shiro.



Shiro mulai berkeringat dan kedua lengannya mulai bergetar hingga berdarah karena ia menggunakan sihir negatif yang berjumlah banyak. "AKU TIDAK AKAN KALAH.... FUUUULLLL FOOOOOOORCEEEEEEE!!!" Shiro berteriak dengan sangat keras hingga sihirnya mampu menembus sihir bola energi milik Rionald, sekarang sihir Shiro langsung bergerak menuju Rionald dengan cepat.



BAMMMMMMM!!!



"AHHHHHHHHHHHHHH!!!" Rionald mulai berteriak kesakitan karena ia terkena oleh serangan sihir milik Shiro, Rionald tidak memiliki kesempatan untuk menghindari serangan itu.



BAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!



Bola energi itu mulai meledak dengan sangat dahsyat hingga Shiro dan Rionald terpental mundur.



***



Eclipse bisa merasakan goncangan kastil Rionald karena ledakan yang Rionald dan Shiro buat. "Cih... Aku masih bisa merasakan energi raja sialan itu..."



"Apakah kau selesai merasakan energi bodoh Papamu?" Tanya Yumi dengan tersenyum. "KAU BERHAK MEMBEKUKAN MULUTMU!!!" Aura emas dan ungu Eclipse muncul, ia terbang menghampiri Yumi dengan wajah yang kesal.



Yumi mengeluarkan sihir es-nya untuk melindungi tangan kanannya.



BAMMMMM!!!



Tangan es Yumi dan Tangan Eclipse mulai bergetar karena pukulan dan hantaman mereka yang sangat kuat.



BAGGGG!!! BAGGGG!!!! BAAAGGGG!!!



Eclipse dan Yumi mulai saling memukul satu sama lain dengan sangat cepat dan juga tanpa henti. Yumi tiba-tiba mengeluarkan beberapa sihir Ice Spikes, Eclipse mundur dan mulai melompat mundur untuk menghindar semua sihir itu.



Eclipse mendarat dengan hati-hati dan tiba-tiba Miuki muncul di atas Eclipse lalu ia mulai mengayun sabitnya menuju Eclipse.



BAAGGGGG!!!



Eclipse berhasil melompat mundur lagi dengan wajah yang serius, sekarang ia harus lebih berhati-hati karena mereka akan menyerang dengan tiba-tiba. "Menyerangku ketika aku lengah ya...? Cukup pintar." Pipi kanan Eclipse berdarah karena terkena tebasan sabit milik Miuki.


__ADS_1


"Hmph... Itu yang kau dapatkan, egois." Ucap Miuki.



Yumi mendarat di sebelah Miuki. "Aku bilang aku yang akan mengalahkan gadis egois itu, Miuki, jangan kau menghalang jalanku."



"Ya, tapi insting bertarungku terus memaksaku untuk membalaskan dendam kakakku, aku sangat ingin sekali kepalanya itu." Ucap Miuki dengan wajah yang sangat kesal, ia mulai tersenyum bagaikan psikopat.



"Hentilah berbicara dan habisi aku secepat mungkin!" Ucap Eclipse dengan sangat kesal. Yumi mulai terbang menghampiri Eclipse dengan sangat cepat, ia mulai memukul Eclipse beberapa kali. Dengan kecepatan Eclipse yang sangat lincah, ia muncul di belakang Yumi hingga membuat Yumi lengah.



Tiba-tiba Miuki melompat menuju Eclipse dengan wajah yang siap untuk mencabik-cabik wajah Eclipse. "Sial---" Eclipse tidak bisa melakukan apapun, bahkan ia tidak melihat celah untuk menghindar.



CLAAAAAAANNNNGGGGG!!!



Homura datang dengan menangkis kedua lengan Yumi dengan kedua tinjunya. "Cih... Homura!?"



"Hari ini adalah hari akhir bagi kalian semua..." Api-api Homura mulai bergejolak tingga hingga membuat sebuah asap yang sangat panas di seluruh tubuhnya. Homura mulai memukul Yumi beberapa kali hingga es miliknya meleleh, Homura berputar lalu ia menendang wajah Yumi hingga ia terpental menuju tembok.



BAMMMMMMMM!!!



BAGGGGGG!!!



Eclipse menahan sabit milik Miuki dan ia langsung menendang perutnya hingga ia terpental menuju tembok sama seperti Yumi.



BAMMMMMMMM!!!



Eclipse mendarat di belakang Homura. "Terima kasih untuk itu, Mama..."



"Aku melindungi bagian belakangmu, ini adalah pertarunganku juga. Jangan sampai lengah." Ucap Homura dengan ia menatap Yumi.



"Mama tau 'kan bahwa pertarungan ini tidak akan mudah." Eclipse tersenyum dengan sangat kerennya.



"Aku tidak berpikir semua pertarungan itu mudah." Homura bahkan mulai tersenyum juga.



"Baiklah... Mari kita memberi mereka pelajaran yang sangat berat." Ucap Eclipse dengan wajah yang kesal dan serius. "Ya..." Homura mulai bersiap.



BAMMMMMMMM!!!



Miuki dan Yumi mulai bangkit dengan wujud Saint Titan mereka. Mereka mulai merasa sangat marah dan juga kesal. Dengan bersamaan, mereka berdua menembakan sihir air dan es secara bersamaan.



Homura dan Eclipse langsung melompat dan melayang di atas langit. Miuki terbang menghampiri Homura dan ia mulai memukul Homura beberapa kali tetapi Homura menahannya hingga ia menendang dagu Miuki dengan sangat keras.



Kaki Homura berhasil menangkap leher Miuki lalu ia memutarkan seluruh tubuhnya. Homura dengan cepat melemparnya menuju arah atap.



BAGGGGG!!!



Atap-atap mulai berjatuhan dan juga runtung karena perbuatan Homura.



CLAAAANG!!! CLAAANG!!!



Eclipse dan Yumi mulai saling memukul satu sama lain hingga mereka memukul wajah mereka secara bersamaan lalu terpental mundur. Homura terbang menghampiri Miuki dan ia mulai menembakkan sihir Blazing Blitz tanpa henti kepada Miuki, Miuki terus menghindari sihir Homura dengan sangat cepat.



"GAAHHHHHH!!!" Kedua pukulan Homura terbakar dan ia langsung memukul Miuki.



SWOOOOSSHHH!!!



Miuki menghilang seperti air yang jatuh, pukulan Homura mengenai kastil itu hingga pukulannya mampu membelah kastil itu menjadi dua bagian. "Cih."



Miuki muncul di belakang Homura. "DI BELAKANGMU!!!" Miuki berputar dan ia langsung menendang Homura.



SWOOOOOOSSHHHH!!!



Homura berubah menjadi api yang dipadamkan, Miuki langsung terkejut melihat itu, ia langsung menyadari kehadiran Homura yang sedang berada di belakangnya.



"Bersatu dengan air ya? Kau pikir aku juga tidak bisa bersatu dengaj. Api? BLAZING FLARE..." Homura meraba perut Miuki dengan kelima jarinya lalu ia mengeluarkan sihir laser api dari kelima jarinya. Miuki langsung terpental mundur dan mengenai serpihan batu-batu yang besar.



BAMMMMMMMMM!!!



"Saint Titan dikalahkan oleh legenda biasa...?" Tanya Miuki dengan sangat kesal dan juga terkejut. Tiba-tiba Eclipse muncul di atas Yumi dan ia langsung menghantam Yumi mundur hingga Yumi terpental menuju Miuki dengan sangat keras.



BAMMMMM!!!



"Aghhhh...!!! SIALAN!!!" Ucap Yumi dengan sangat serius. Eclipse muncul tepat di depan mereka lalu ia langsung mencekik kedua leher mereka dengan sangat keras dan juga kasar. Ia mulai berencana untuk mengorbankan dirinya karena misinya telah selesai. "Mama!!! Serang kita dengan semua kekuatanmu!!!" Teriak Eclipse dengan sangat serius.



Homura mulai menunjuk Eclipse dengan wajah yang sangat takut untuk menyerang. "Bagaimana denganmu...?"



"Aku hanyalah sebuah halusinasi yang kau buat. Dan aku pasti akan tetap hidup di dimensiku, Mama. Aku datang hanya untuk melaksanakan misiku dan sekarang misiku sudah hampir selesai."



"Aku berjanji... Semuanya akan berjalan lancar jika Mama memiliki keberanian untuk melakukannya." Eclipse tersenyum.



"Eclipse..." Homura merasa terdorong untuk melakukannya mendengar percakapan Eclipse. "Berjanjilah... Jagalah dan juga latihlah Eclipse dunia ini... Dia membutuhkan perlindunganmu dan ajaran Papa. Dan... Kalian harus selalu melindungi Yuusuatouri dari segala bahaya yang akan datang selanjutnya."



"Hmm... Aku mengerti, Eclipse... Janjimu itu akan aku kabuli dengan secepatnya." Ucap Homura dengan wajah yang sangat serius. Homura mulai perlahan mengeluarkan sihir rahasia warisan keluarga Shiratori.



"Shi...!!!"



Shiro yang sedang bertarung dengan Rionald mulai perlahan mengeluarkan sihir rahasia keluarganya untuk mengakhiri Rionald yang sedang diam di atas langit.



"Ro...!!!" Teriak Homura.



"Mu...!!!" Teriak Shiro.



"Ra...!!!" Teriak Homura.



"ECLIPSE!!!" Teriak Shiro dan Homura dengan mereka menembak sihir warisan Shiratori yaitu Shiromura Eclipse menuju arah musuh mereka dengan sangat cepat. Energi sihir itu berbentuk seperti laser yang sangat tebal dan juga besar.



Tiba-tiba Miuki mengeluarkan dua air tangan yang sangat besar dari punggungnya, kedua lengan itu langsung terbang menuju Homura dan mencoba untuk mengakhirinya. "... ..." Homura dan Eclipse terlihat sangat tenang melainkan terkejut.



Tiba-tiba Deathode muncul tepat di belakang Homura dengan dua kristal yang melayang di seluruh tubuhnya. "Apa kau ingin melarikan diri dari kematian!?" Deathode tersenyum dan ia langsung menusuk kedua tangan air itu dengan kristal-nya. "T-Tidak...!" Ucap Miuki dengan sangat terkejut.



"FULL FORRRCEEEEEEE!!!" Teriak Homura dan juga Shiro dengan bersamaan, sihir mereka langsung melaju dengan kuat.



BAMMMMMMMM!!!!



Miuki, Yumi, dan bahkan Eclipse menghilang seperti debu karena serangan sihir milik Homura yang sangat dahsyat. "Hah... Hah... Hah..."



"Mama... Kau berhasil." Deathode tersenyum kepada Homura, sepertinya Methode atau Deathode berhasil melarikan diri dari penjang. "Bagaimana kau bisa berada disini..? Bagaimana dengan Ray?" Tanya Homura dengan sangat serius.



"Dia telah mati. Dia sudah tidak lagi berguna karena jantung-nya yang telah tiada lagi, dia sudah terkutuk oleh Brainwash juga." Jawab Deathode.



"Begitu ya...?"



"Mama tempat ini sudah tidak lagi aman, Rionald telah mengambil semua jantung elemental Saint---"



"SHIIIIROOOOOOOOOOOOOOOOUUUUUUUUUU!!!" Rionald tiba-tiba berteriak dengan sangat keras hingga ia mulai bangkit dan melayang. Ia mulai merasa sangat marah karena terkalahkan oleh Shiro. "AGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Rionald berteriak dengan sangat keras hingga seluruh aura elemennya mulai bangkit dan membesar, Shiro mulai diam di tempatnya lalu ia menatap Rionald dengan wajahnya yang serius. "Apa yang dia lakukan...?" Tanya Shiro.



Rionald tiba-tiba mengambil dua jantung Saint Thunder dan Saint Blizzard yang berada di dalam hatinya lalu ia menghancurkannya. Tubuhnya mulai membesar dan tiba-tiba terdapat 9 jantung terlihat di seluruh tubuhnya. "Tidak mungkin..." Shiro langsung merasa terkejut.



"KEKUATAN ELEMENTAL SAINTS... JADIKANLAH AKU SEBAGAI MAKHLUK YANG MEMILIKI KEKUATAN LEBIH DARI DEWA..."



"RAJA YANG LEMAH BAHKAN TIDAK BISA MELAWAN LEGENDA YANG MUNAFIK ITU HANYA SIA-SIA!!!" Tiba-tiba seluruh dimensi mulai berubah menjadi hitam dan juga gelap. Rionald mulai mengisi seluruh energi yang sangat kuat di dalam dirinya.



"Dia benar-benar melakukannya... Sungguh menyebalkan." Ucap Shiro dengan sangat kesal. Deathode dan Homura mendarat di belakang Shiro dengan wajah yang serius.



"Shiro, kita akan membantumu sekarang. Kita akan melawan Rionald dengan kekuatan Shiratori!" Ucap Homura dengan sangat serius.



"Tidak perlu... Kalian hanya harus pergi dari dimensi ini sekarang juga... Sebelum dimensi ini benar-benar hancur." Ucap Shiro dengan wajah yang sangat serius.



"Apa yang kau katakan, Shiro---"



"Gate Open!" Shiro menujuk ke belakang, tiba-tiba sebuah portal terbuka dan portal itu adalah potal menuju Yuusuatouri atau bisa disebut dengan tempat untuk melarikan diri.



"Ti-Tidak!!! SHIRO!!! TIDAAAAAK---" Homura mulai perlahan terhisap oleh portal itu dengan sangat cepat. Sepertinya Homura akan merasa sangat kesal dan juga marah ketika ia bertemu dengan Shiro nanti.



Shiro melirik kepada Deathode dan Deathode mulai mengangguk karena ia cukup menurut kepada Papanya. "Baiklah, Papa." Deathode melompat masuk ke dalam portal itu dan portal itu langsung tertutup rapat.



"(Ini adalah hal yang terbaik yang bisa diriku lakukan... Semua ini tidak akan menjadi sia-sia karena satu kematian itu bisa menyelamatkan banyakn nyawa.)" Shiro mulai mencoba untuk memulihkan seluruh tubuhnya. "Hmph... Shiratori Shiro, mengapa kau selalu egois seperti ini...? Keegoisan itu hanya akan membunuhmu seperti debu yang berhamburan." Rionald tersenyum dengan sangat jahat.



"Aku egois hanya untuk menyelamatkan semua orang!!!" Shiro mulai mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melawan Rionald. Ini adalah pertarungan terakhirnya untuk menggila dalam pertarungan.



"Hmph." Rionald mulai berubah wujud menjadi Saint Revolution, Shiro mulai merasa sangat kesal melihatnya.



Waktunya pertarungan yang sebenarnya di mulai.



Shiro's POV



Aku mulai terbang menghampiri Rionald dan Rionald terbang menghampiriku juga dengan sangat cepat. Aku mulai memukulnya beberapa kali tetapi dia menahannya dengan kedua lengannya.



Aku mengeluarkan kedua Eclipse Breaker-ku dan aku langsung menangkis Rionald hingga ia terdorong mundur. "ELEMENTS OF JUDGEMENT!!!" Rionald menembakkan sihir cincin semua elemen menujuku.



"HAAAAAA...!!! SOLAR ECLIPSE UNLEASHED!!! FULL FORCE!!!" Seluruh tubuhku mulai bersinar dan aku bisa merasakan bahwa stamina dan energi-energi sihirku mulai teregenerasi. "ECLIPSE BREAKER... DOUBLE....!!!" Kedua pedangku mulai memanjang dan juga membesar.



"HORIZONTAL!!!" Aku menebas sihir itu dengan sangat cepat dengan seluruh tenagaku hingga sihir iu langsung terbelah menjadi bagian kecil.



BAAAAAAAAAMMMMMM!!!



Sihir itu meledak dan juga kedua pedangku langsung hancur berkeping-keping. Rionald tiba-tiba muncul di depanku dan ia langsung memukulku hingga aku terpental mundur. Rionald terbang menghampiriku dan ia terus memukulku tanpa henti, aku terus menahannya hingga kedua lenganku mulai terasa keram dan juga mati rasa.



BAGGGG!!!



Rionald mencekik leherku dan ia langsung menghantamku menuju atas batu yang sangat amat besar. "AGGHHH!!!"



Lengan kiri Rionald mulai terbakar karena ia menggunakan elemen api yang ia curi dari Methode. "FIERY PHANTOM..."



"NEGATIVE LIGHT: MODE DOWN!!!" Kedua kakiku mulai terlindungi oleh cahaya yang berisi energi sihir negatif, aku tidak memiliki pilihan lain selain menggunakannya lagi. Aku langsung menendang wajah Rionald dengan sangat keras hingga ia terdorong dengan sangat jauh.



Aku melompat lalu melayang di atas langit. "Solar of Judgement: LIGHT OF SWORDS!!!" Aku mulai menendang langit-langit dengan kedua kakiku yang sangat cepat dan kedua kakiku langsung mengeluarkan pedang-pedang yang sangat tajam bergerak menuju Rionald. "EARTH OF STATUE!!!" Rionald mengeluarkan sihir tanah dan ia terlindungi oleh sihir tanah itu.



"WIND OF DISASTER!!!" Rionald menembakkan sihir angin yang sangat dahsyat ke arahku dan aku mulai terjebak di dalam angin itu dan tidak bisa menemukan jalan untuk keluar.



"LEAF OF LIGHTNING SHURIKENS!!!" Rionald melempar beberapa shuriken daun yang memiliki kekuatan listrik menujuku, dan jika aku terkena oleh shuriken itu maka aku bisa lumpuh.



"Cih...!!! ECLIPSE ANGER!!!" Aku meledakkan diriku sendiri hingga Rionald dan sihir tanahnya terpental mundur. Aku mulai mengisi energi sihirku lebih besar lagi hingga kedua mataku langsung bersinar dan bisa membaca pergerakan Rionald selanjutnya.



"Pertarungan serius kita akan di mulai disini!!! GAHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Aku terbang menghampiri Rionald. Aku mulai memukul Rionald dengan sangat cepat hingga ia tidak bisa memukul atau melawan balik, dan bahkan ia tidak bisa kabur dariku.



Pukulanku mengenai seluruh anggota tubuhnya dengan sangat kuat dan dahsyat, dengan bantuan kecepatan dari Solar Eclipse Unleashed dan energi negatifku yang bersatu... Rionald tidak akan bisa menandingi kecepatan ini.



BAGGGGG!!! BAGGGG!!! BAGGGGGGG!!!



Aku berputar lalu menendang punggung Rionald dengan sangat keras hingga ia terpental ke atas langit dengan sangat kuat. "TRUE ECLIPSE BREAKER!!!" Kedua pedangku muncul di kedua tanganku hingga kedua pedang itu langsung berubah menjadi panjang dan juga besar.



Aku muncul tepat di atas Rionald lalu aku menganyunkan kedua pedangku secara bersamaan.



SLAAAAAAAAASSSHHHH!!!



Aku tiba tepat di bawahnya karena sepertinya kedua pedangku mengenai sasaran. "SOLAR JUDGEMEN---" Aku berbalik arah dan tiba-tiba...



BAAAAAAAMMMMMMMMMMMMMMMMMMKMMMMMMMMMMMMMM!!!!



"GUUUUUUUGGGHHHH!!!" Aku terhantam oleh listrik yang sangat kuat tepat di perutku dan ternyata Rionald bergerak dengan sangat cepat hingga ia bisa sempat memukul perutku. Dengan cepat aku menghantam wajahnya dengan dahiku hingga ia terpental mundur.



Rionald berputar dan ia terbang menghampiriku. Aku dengan cepat menambahkan kecepatanku lalu aku terbang menghampiri Rionald.



BAMMMM!!!



Pukulan kita mulai saling menghantam tinju kita masing-masing dengan sangat dahsyat hingga dimensi ini mulai bergoncangan karena kekuatanku dan Rionald. "Nrrrrgghhhhh...!!!" Aku terus mendorong pukulanku.



"Mmrgggghhhhh...!!!" Rionald mulai merasa sangat kesal, aku bisa merasakan dorongannya semakin kuat. Rionald menendang perutku dengan sangat keras. "GUUUGGHHH!!!" Aku membalas kembali dengan menendang wajahnya dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur.



Aku terbang menghampiri Rionald dan dia tiba-tiba mendarat di atas serpihan batu. Ia menunjukku dengan kelima jarinya. "LIGHT OF JUDGEMENT!!!" Rionald menembakkan cincin cahaya menuju arahku dengan sangat cepat.



"Cih...!!! BERANI SEKALI KAU MENGGUNAKAN SIHIR CURIAN UNTUK MENYERANGKU!!!"



"NEGATIVE LIGHT: MODE RIGHT!!!" Lengan kananku mulai terlindungi oleh sihir negatif. Aku menahan cincin cahaya itu dengan lenganku kananku. "HAHAHAHAHA!!!" Rionald mendorong sihirnya dengan sangat kuat hingga aku mulai perlahan terdorong mundur.



"NGGGGHHH...... GAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Aku melempar cincin itu ke arah kastil Rionald dengan hanya lengan kananku.



BAMMMMMMMMMMM!!!



Rionald langsung terkejut melihat itu. "Kekuatan murni dari Elemental Saint itu tidak bisa di remehkan loh..." Aku tersenyum dengan sangat serius, itu membuat Rionald cukup kesal melihat senyumanku.



"GAHHHHH!!!" Aku muncul tepat di depan Rionald lalu aku langsung memukul wajahnya dengan sangat kuat hingga ia terpental mundur. Kedua kakiku mulai bergetar dan mulai merasakan kesakitan dari sihir negatif itu, sepertinya efek dari energi negatif itu mulai terasa. "Nggghh..."



"Sialan... Sepertinya berhenti di tengah jalan bagiku itu tidak mungkin, tubuhku sudah menyerah dengan seluruh kekuatan menyakitkan ini."



Rionald mulai melayang dengan wajah yang sangat marah dan juga kesal. "Jangan terlalu senang dulu, Shiro... Berapa lama kau bisa menahan kekuatan Revolution yang di campur dengan sihir negatif itu?!"



"Dan lihatlah kau bangkit lagi dengan seluruh luka di tubuhmu... Aku berharap kau bisa memberiku sedikit istirahat." Aku mulai menahan kesakitan itu dengan sangat kuat.



BAMMMMMMMMMMM!!!



Aku dan Rionald mulai saling memukul satu sama lain lagi, aku berputar lalu menendang lengan kirinya dengan sangat kuat hingga lengannya mulai mengeluarkan suara retakan tulang.



CRACK!!!



"GRRRHHHHH!!! SIALAAAAAN!!!" Rionald mendorongku dengan sihir anginnya hingga aku terpental mundur. Rionald mulai meregenerasi tulangnya yang patah menggunakan sihir air, tetapi...



Aku muncul tepat di sebelahnya lalu aku menangkis wajahnya dengan kedua pedangku hingga ia terpental dengan sangat jauh dan bahkan bisa membuat kedua pedangku hancur. Aku terbang menghampiri Rionald lagi dengan sangat cepat.



Rionald mulai berputar dan ia mengeluarkan sihir tanah yang berbentuk batu besar di atas tubuhku hingga aku terhantam jatuh ke bawah tanah. "Nggghhh...!!!" Aku mencoba untuk bangkit tetapi batu itu terasa berat.



"LEAF BINDS!!!" Rionald mulai membelit seluruh tubuhku dengan daun yang sangat keras dan kuat. Tangan kananku mulai bersinar dan aku mulai tersenyum. "ULTRA BURST SOLAR ECLIPSE" Aku menembakkan sihir laser cahayaku yang sangat tebal menuju arah Rionald. Rionald langsung terkejut melihat itu dan ia berhasil menghindari sihir itu.



BAMMMMMMMMMMMMMKMMMMMMMM!!!



"... ...!!!" Lengan kiri Rionald mulai berlumuran banyak darah, aku muncul di depannya dengan sangat cepat. Aku memukulnya dengan sangat kuat tetapi dia menahan pukulanku dengan wajahnya yang terlihat kesal.



Kita berdua mulai saling memukul satu sama lain dengan sangat cepat hingga dimensi ini terus bergoncangan dan hampir saja hancur, jika dimensi ini hancur maka kita berdua tidak memiliki kesempatan untuk selamat.



BAMMMM!!! BAAAMMMM!!!



BAGGGG!!!



Rionald memukul perutku dengan sangat keras hingga aku memuntahkan darah yang sangat banyak. Aku membalasnya kembali dengan memukul wajahnya dengan sekuat tenaga. Kita berdua terdorong mundur dengan tubuh yang di penuhi dengan luka dan juga darah yang berjatuhan.



Rionald bangkit dari tanah dengan wajah yang sangat kesal. "AKU ADALAH WUJUD ABADI DARI ELEMENTAL SAINT... AKU TIDAK BISA KALAH OLEH SEORANG SAINT YANG HANYA MEMILIKI SATU KEKUATAN SAINT!!!"



Aku mulai bangkit dengan memegang tangan kananku yang terasa cukup menyakitkan. Aku muncul di belakangnya lalu menendangnya hingga ia terpental dan juga terjatuh. "Pertarungan kita belum selesai... Hentikanlah semua omong kosongmu itu..."



"Sial... Aku sudah tidak bisa bertarung lebih lama lagi dengan kekuatan ini..." Aku tersenyum dengan sangat lelah bahwa sepertinya aku perlahan-lahan mulai mencapai batas.



"Tetapi... Aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan kekuatan penuh dan bahkan mengerahkan semuanya..."



"Walaupun dia telah menjadi wujud Elemental Saint sempurna... sihir terlarang itu mungkin bisa menghancurkannya..." Shiro mulai mengusap keringatnya yang berjatuhan.



"Negative Light: Mode Full Power." Seluruh tubuhku mulai terlundingi oleh maha cahaya dan juga energi negatif yang dapat menghancurkan seluruh tubuhku menjadi debu. "Kau... Anjing sialan..." Ucap Rionald dengan sangat kesal.



"ANJING SIALAN SHIRATORIIIIII!!!" Aura Elemental Saint Rionald mulai meledak dan bahkan melindungi seluruh tubuhnya. "AKU SUDAH LELAH DENGANMU.... LELAH DENGAN SAINT LEGENDA...!!! DAN SEKARANG...!!! SELURUH DIMENSI INI AKAN HANCUR DENGAN SEMUA KEKUATANKU!!!"



Rionald terbang menghampiriku dengan sangat cepat. Aku masih harus mengisi seluruh energi negatifku di lengan kiriku...!!!" Aku terbang menghampiri Rionald. Kita mulai terbang dengan kecepatan penuh. Serangan ini adalah serangan terakhirku... Jika aku gagal, semuanya akan berakhir dan jika aku gagal maka takdir Yuusuatouri akan berubah.



Rionald mencoba untuk memukulku dengan sangat cepat tetapi aku menatap tinju yang hampir mengenai wajahku lalu aku tersenyum karena aku menemukan celah kosong. "... ...!!!"



SWOOOOSSHHH!!!



Aku muncul di sebelahnya dengan sangat cepat hingga Rionald tidak menyadari hal itu. "Semuanya... Berakhir dengan satu serangan ini."



"GRUDLESS ECLIPSE STRIKE!!!" Aku memukul dada Rionald dengan sangat kuat hingga pukulanku mampu menembus dadanya. "AHHHH...!!!" Rionald langsung memuntahkan banyak darah dan dadanya mulai perlahan berubah menjadi debu emas.



"Aku menang..." Ucapku dengan bersyukur.



...



...



"HAHAHAHAHAHAHAHA!!!" Rionald tiba-tiba mulai tertawa dan ia mulai berubah menjadi patung es, ternyata aku menyerang sasaran yang salah.



"INI...? JEBAKAN...!?" Aku langsung terkejut dan lengah karena patung es itu, aku mengeluarkan serangan terakhirku kepada patung es itu!? Ini semua sia-sia, semuanya akan berakhir disini...!



"MATILAH KAU!!!" Rionald menendang perutku dengan sangat kuat hingga aku terpental ke atas langit. "GUUUGGGHHH!!!"



Rionald muncul di atas langit. "RASAKAN SERANGAN MEMATIKAN INI, LEGENDA BODOH!!!" Rionald mulai menembak semua sihir elemen menuju arahku tanpa ampun.



"WUAAAAAAAGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Aku teriak dengan sangat kesakitan dan aku bisa merasakan bahwa semua ini memang benar-benar akan berakhir, aku kalah...



BAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!



Aku terpental dan mendarat di atas batu, aku kembali ke wujud semulaku dengan kondisi yang sangat parah dan juga seluruh tubuhku terasa mati.



"HAHAHAHAHA!!! Kekuatan Elemental Saint ini memang hebat... Semakin lama aku terkalahkan maka aku akan menjadi lebih kuat dari siapapun." Rionald tertawa dengan penuh kebahagiaan.



"(Dia sangatlah kuat... Rionald...)"



"(Aku tidak tahu bahwa seluruh kekuatan elemental Saint di gabungkan akan menjadi sekuat ini...)"



"(Aku tidak tahu bahwa masih ada seseorang yang bisa menjadi kuat seperti ini...)"



"Papa!!! Bangunlah, Papa!!!" Teriak Selvia dengan sangat keras.



Aku membuka kedua mataku dan aku sadar bahwa aku berada di ruangan penuh dengan kegelapan. Sepertinya aku benar-benar sudah mati. "PAPA!!!" Teriak Selvia.



Aku melirik ke belakang dan tiba-tiba aku melihat Selvia yang sedang berada di belakangku. "S-S-Selvia..." Aku langsung terkejut melihatnya dan entah kenapa aku mengenal gadis itu dan merasa sedih, mungkin karena ingatan kecil Shira yang ada di otakku.



"Kumohon... Selamatkan lah Yuusuatouri dan juga lindungi juga Yuusuatouri..." Selvia tersenyum dan aku mulai mengingat perkataan itu sejak dia perlahan mati. Shira mengingatnya bukan aku. "Selvia..."



"Papa... Semua iblis yang Papa benci telah aku habisi, jadi... Aku serahkan sisanya kepadamu!" Nytia tersenyum kepadaku. Aku melirik kepadanya dengan wajah yang sangat serius.



"Nytia..."



BAMMMMM!!!



Tiba-tiba para Elemental Saints muncul di depanku. "Kalian semua...?"



"Bangkitlah, Shiro! Kaulah harapan terakhir bagi Yuusuatouri...!!! Harapan untuk membuat Elemental Saint tidak punaaaahhhh!!!"



"AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Aku berubah kembali menjadi Saint Revolution dengan tenaga terakhir di dalam diriku, aku masih bisa bertarung!!! Aku masih bisa melampui batasan yang selalu menghambatku.



"Semuanya telah mengumpulkan harapan mereka di lengan kiriku ini!!!" Lengan kiriku mulai bersinar dengan sangat terang karena lengan kiriku terdapat sebuah energi negatif yang berjumlah besar.



"LEGENDA SAINT SIALAN... BAGAIMANA KAU MASIH BISA BANGKIT!!!?!?" Teriak Rionald dengan sangat kesal.



"AKU AKAN MENGHANCURKAN KAU DAN JUGA DIMENSI INI SEKALIAN!!!! ELEMENTAL DESTRUCTION!!!" Rionald menembakkan laser yang mampu menghancurkan dimensi ini dari mulutnya.



Aku terbang dan masuk ke dalam laser itu, aku bisa merasakan kesakitan lebih dahsyat dari sebelumnya tetapi... Semua ini demi Yuusuatouri. Seluruh tubuhku mulai perlahan terbakar oleh sihir milik Rionald.



Aku muncul tepat di depannya dan seluruh tubuhnya mulai terbelit oleh rantaiku dengan sangat ketat agar ia tidak bisa melarikan diri "T-Tidak!!! KAU SALAH!!!"



"GRUDLESS... ECLIPSE... STRIKEEEEE!!!" Aku memukul perut Rionald dengan sangat keras hingga lengan kiriku langsung bersinar dan meledak seluruh dimensi ini dan bahkan seluruh tubuh Rionald.



BAMMMMMMM!!!



...



...



***



Homura dan Deathode melihat ke atas langit dimana ia bisa melihat langit-langit mulai berubah menjadi gelap. Itu pertanda bahwa Shiro telah menghancurkan dimensi Saint dengan serangan terakhirnya yang sangat dahsyat. "Mama... Kita harus pergi dari tempat ini."



"JUDGEMENT BARRIER!!!" Homura mengeluarkan perisai di atas mereka berdua dengan jumlah yang banyak agar ia bisa menyelamatkan Shiro.



"Mama..." Deathode langsung terkejut melihatnya.



"Papamu pasti akan pulang dengan selamat... Sikap egoisnya itu terlihat meyakinkan bagiku." Homura tersenyum kepada Deathod, Deathode mulai mengangguk dan tersenyum sedikit.



SWOOOOOSSSHHHH!!!!



Shiro mulai perlahan jatuh ke arah tanah dengan kecepatan seperti meteor yang akan jatuh. Deathode terbang menghampirinya dan ia langsung menangkap seluruh tubuhnya.



"Papa..." Deathode melihat lengan kiri Shiro yang tiba-tiba nerwarna hitam dan merah. Sepertinya lengan kirinya saat ini tidak bisa digunakan. Deathode juga bisa melihat banyak luka diseluruh tubuhnya.



°°°



NORMAL'S POV



Beberapa hari kemudian, Shiro dan yang lainnya pindah ke kota Legendarius, Shiro mulai perlahan terbangun dari koma-nya.



"Uugghhhh..." Shiro membuka kedua matanya dengan wajah yang kelelahan. "Shiro, kau sudah bangun?" Homura tersenyum melihat Shiro telah sehat kembali dan ia akhirnya bisa bangun.



"Homura... Aku... Dimana...?" Shiro mulai duduk di atas kasurnya dan mulai melihat sekitarnya. "Kita berada di rumah baru." Homura tersenyum.



"Rumah baru...? Apa yang terjadi dengan rumah kita di Legenia?" Tanya Shiro dengan wajahnya yang terlihat sedang merasakan pusing.



"Para Legenda dari Legenia sudah membenci kita habis-habisan, Shiro... Sekarang mereka juga sedang kesusahan karena raja mereka telah mati, sepertinya semua warga Legenia itu telah terkutuk dengan sihir Brainwash."



"Aku berhasil ya...?" Shiro melirik kepada lengan kirinya, ia mencoba untuk menggerakannya tetapi tidak bisa, jika ia menggerakannya saja sedikit maka itu akan terasa cukup menyakitkan.



"Astaga... Tubuhku memang benar-benar hancur ya." Ucap Shiro dengan wajah yang datar.



"Setidaknya kau masih hidup, Shiro." Homura menggenggam lengan kanan Shiro dengan wajah yang tersenyum.



"Ya." Shiro tersenyum. Mereka berdua mulai berciuman dan juga hidup berbahagia seperti biasanya. Shiro telah mengalahkan Rionald dan itu artinya Yuusuatouri telah aman dari ancamannya, tetapi semua itu dibayar dengan kepunahannya Elemental Saints.



Acieeee~ Author akhirnya punya niat untuk sampai sejauh ini remakenya, gimana tentang actionnya?! Puas ya~? Hahaha~



Chapter selanjutnya adalah remake yang terakhir bagi vol 1, jadi... Jangan sampai tertinggal ya~~~



Enjoy~ Dan jangan lupa untuk vote dan comment~


__ADS_1



__ADS_2