Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 75 - Pembawa Peperangan


__ADS_3

"Apa yang kau katakan...?!" Tanya Kirima dengan wajah yang sangat kesal. Ia baru saja mendapatkan informasi tentang kehancurannya ibu planet Legenda yaitu Legenia dari wakil kepala akademi. Kirima tidak mempercayai tentang informasi itu karena ras apa yang berani-beraninya untuk menghancurkan ibu planet itu.


"Semuanya telah habis, Kirima... Tidak ada satupun yang selamat. Beberapa melapor bahwa seseorang yang menyerang planet Legenia adalah dua bocah yang berumur 4 tahun. Kekuatan mereka sangatlah besar hingga raja Osamu tidak memiliki kesempatan untuk bisa menang..." Ucap wakil kepala akademi itu yang bernama Routa, semua guru akademi Legendarius sedang berdiskusi di dalam ruangan yang besar yang hanya cocok untuk berdiskusi tentang sesuatu yang penting.


"Apa alasannya...? Dan kenapa mereka melakukannya...?" Tanya raja dari Legendarius, ia juga ikut berdiskusi tentang masalah kehancuran planet Legenia. Raja itu bernama Gutari.


"Jika mereka terus melakukan penyerangan bangsa Legenda maka mereka baru saja menarik peperangan antara sesama Legenda, aku tidak mau itu terjadi karena itu dapat memicu kami para Legenda yang mulai tidak akan mempercayai satu sama lain." Ucap Gutari dengan wajah yang sangat serius.


"Apakah mereka akan menyerang planet lainnya...?" Tanya Kirima.


Shiro mulai melepas kacamatanya, ia mulai menatap mereka semua. "Mereka sudah jelas akan menyerang planet lainnya lagi... Penyerang sudah pasti akan memiliki sebuah alasan tertentu kenapa mereka ingin sekali menghancurkan sesuatu..." Shiro mengambil kapur yang terletak di atas meja lalu ia menghampiri papan tulis lalu ia mulai menggambar tiga planet dengan kapur yang ia pegang


Semua legenda langsung merasa kebingungan melihat Shiro yang menggambar Planet Legenia, Planet Lamia, dan Planet Lesirai. Ketiga planet yang memiliki jumlah penduduk Legenda yang sangat banyak. Shiro mulai menggambar sebuah silang di planet Legenia. "Rencana mereka selanjutnya sudah pasti mengincar kedua planet ini... Antara Lamia dan Lesirai..."


"Lamia dan Lesirai...? Kedua planet itu kebanyakan memiliki Legenda yang sangat lemah hingga rajanya saja tidak pernah keluar dari kerajaan mereka karena kesenangan bermain game! Sudah jelas mereka berdua pasti akan menyerang planet ini, planet ini memiliki beberapa Legenda yang kuat!" Ucap Gutari dengan wajah yang sangat serius.


"Kuat ya, tapi jumlah tidak memastikan..." Shiro mulai berpikir dengan sangat teliti, ia berpikir bahwa kedua bocah itu sudah jelas menghancurkan Legenia demi sebuah tujuan yang harus mereka capai. Ia melirik kepada Routa.


"Routa, apakah ada informasi penting lainnya...? Aku ingin menanyakan satu hal tentang kehancurkan Legenia itu... Apakah masih tersisa dengan nyawa atau setitik sumber energi sihir para mayat-mayat itu?" Tanya Shiro. 


Routa menggelengkan kepalanya. "Tidak... Tidak ada satupun, itu yang aku khawatirkan kenapa tidak ada satupun sumber energi sihir yang tersisa ketika planet itu hancur? Seharusnya ketika Legenda sudah mati atau planet itu sudah hancur, sudah dijaminkan bahwa mereka akan meninggalkan nyawa mereka yang berbentuk seperti bola kecil cahaya dan planet itu juga akan meninggalkan sumber energi sihir yang sangat besar!" Ucap Routa, Shiro langsung mulai perlahan mendapat jawaban yang sebenarnya, ia mulai menulis di papan tulis tentang kehilangannya nyawa dan sumber energi sihir planet Legenia.


"Apa yang sebenarnya mereka mau...?" Tanya Shiro.


"Shiro." Panggil Kirima.


Shiro melirik kepadanya. "Sebenarnya... Kenapa mereka tidak mengincar Legendarius, Shiro? Apakah mereka tahu bahwa planet ini sekarang sedang dihuni olehmu? Apakah mereka tahu bahwa kau ini terlalu kuat dan berbahaya sampai-sampai mereka tidak berani menyerang planet ini."


"Jangan mengatakan hal omong kosong, sudah jelas bahwa mereka tidak mementingkan yang terkuat melainkan jumlah... Bayangkan saja, yang terkuat bisa saja kalah dengan jumlah Legenda lemah yang sangat banyak. Itu artinya bahwa mereka sepertinya berencana untuk mengumpulkan nyawa-nyawa lainnya di planet Lemia dan Lesirai, tapi aku masih tidak mengerti kenapa mereka mengumpulkan nyawa-nyawa itu--"


...


...

__ADS_1


"Itu Welly... Dia berencana untuk membangkitkan dewa kegelapan yang sudah lama di segel oleh Alvin." Tiba-tiba nada Korrina mulai terdengar oleh mereka semua, ia sedang duduk di atas jendela dengan Homuze yang sedang berdiri sebelahnya.


Para guru dan raja sendiri langsung terkejut melihat Korrina, mereka semua langsung berlutut di hadapannya. "S-S-Selamat datang, Dewi Korrina!" Ucap mereka semua dengan nada yang ketakutan, Korrina mulai menepatkan kedua kakinya di atas lantai.


"Jangan terlalu formal... Aku datang hanya untuk berdiskusi bersama kalian tentang tujuan Welly." Ucap Korrina dengan wajah yang serius.


"Korrina...? Kau tahu tentang kehancuran Legenia?" Tanya Shiro.


"Ya, Shiro... Jika Alvin mengetahui semua tentang berita buruk ini maka dia akan mengamuk dan menghancurkan kedua bocah itu secara langsung, dulunya planet Legenia itu adalah planet yang sangat ia cintai." Ucap Korrina dengan wajah yang serius, semua Legenda langsung terkejut bahwa Alvin akan mengamuk.


"Jadi begini... Siapa sebenarnya Welly ini? Kenapa bocah sepertinya memiliki nekad kuat untuk menghancurkan Legenia?" Tanya Shiro dengan wajah yang sangat amat kesal.


"Welly Rifariyu, seorang Legenda reinkarnasi Zynia. Ia adalah Legenda yang diasuh oleh seorang iblis yang memiliki tujuan untuk membangkitkan dewa kegelapan itu, Welly bukanlah bocah biasa karena ia memiliki sihir mematikan dan berbahaya yaitu sihir Necromancer dan juga sihir warisan para iblis yaitu Secret Magic..."


"Dengan sihir Necromancernya itu ia mampu membangkitkan beberapa pasukan yang sangat kuat dan ia bisa membangkitkan seseorang yang sudah mati dan menjadi orang itu budaknya, seseorang yang ia bangkitkan akan memiliki kekuatan yang sama seperti orang yang sudah mati itu, ia juga mampu menyerap berbagai sihir hingga kita para Legenda yang bisa berubah menjadi wujud apapun tidak bisa berubah karena serapan sihir Welly."


"Secret magic-nya mampu menggunakan sihir pengendalian otak atau tubuh... Dan juga ia mampu menggunakan ilusi dan memanipulasi sihirnya sendiri. Dia ini generasi selanjutnya dari Zynia, tetapi lebih berbahaya karena ia ingin sekali membangkitkan dewa kegelapan yang Alvin bahkan tidak bisa kalahkan karena dewa itu abadi dan tidak bisa dimusnahkan."


"Haaaaa...!!!" Aura Alvin mulai membesar, Korrina mulai bersiap untuk merencanakan rencana yang Alvin telah rencanakan. Dewa kegelapan itu langsung tersenyum dengan sangat jahat. "Kau bisa apa...?" Tanya Dewa itu.


"Rasakan ini... CRIMSON SEALING WAVE!!!" Alvin lancur meluncurkan gelombang merah menuju arah Dewa itu hingga dewa kegelapan tersebut lengah dan mulai tidak bisa bergerak karena gelombang yang Alvin luncurkan, ia perlahan mulai berputar di atas langit dengan Alvin yang menunjuknya.


"UAAAAGGGHHH...?! S-SIHIR APA INI?!" Tanya dewa tersebut, ia mencoba untuk melawan balik tetapi ia tidak bisa karena sihir Alvin sangatlah kuat hingga mampu membuat kedua lengan Alvin sendiri mengeluarkan beberapa darah.


"Jadi, bagaimana menurutmu, tuan abadi?! Ini adalah kekuatan kami para Legenda!" Ucap Alvin selagi menunjuknya.


"Kekuatan Legenda...!? Kalian para legenda sialan tidak akan mengerti tentang Legenda abadi sepertiku!!!"


"Abadi atau apapun itu, kita semua pasti akan memiliki kelemahan kita sendiri! Bahkan semua sihir juga semua, mereka semua memiliki kelemahan yang tidak akan bisa mereka hindari!!!" Ucap Korrina dengan wajah yang sangat serius. Alvin langsung menunjuk patung yang berada di belakang Korrina, dewa itu langsung masuk ke dalam patung itu atas perintah dari sihir Alvin.


"TIDAAAAAAAGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH...!!!" Dewa itu telah sepenuh tersegel di dalam patung tersebut, Korrina langsung menunjuk patung itu dan memberi sihir segel lainnya ke dalam patung itu. "Sacred Command Seal...!"


BAMMMM!!!

__ADS_1


FLASHBACK END


"Membangkitkan dewa kegelapan ya...? Cara mereka untuk membangkitkan dewa kegelapan ini bagaimana? Bukannya dewa itu sudah sepenuh tersegel?" Tanya Shiro dengan ia mulai memegang dagunya lagi.


"Mereka hanya perlu mengumpulkan nyawa dari ras yang berjumlah banyak, maupun itu kuat atau lemah. Mereka harus mengumpul nyawa-nyawa itu sebanyak jutaan agar bisa membangkitkan kembali dewa kegelapan itu." Ucap Korrina dengan wajah yang serius. Shiro dan yang lainnya langsung terkejut teori Shiro hampir benar, ia mulai menanyakan hal terakhir yaitu seseorang yang bersama Welly.


"Tidak mungkin... Hanya Welly saja? Apakah kau tahu siapa satunya lagi?" Tanya Shiro dengan wajah yang serius, Korrina dan Homuze mulai terdiam. Homuze menghampiri Shiro dengan wajah yang sangat serius.


"Sebenarnya ini cukup gila, tetapi... Seseorang yang menghancurkan planet Legenia itu... Dia..."


"...Shiratori Arisu, wujud Eternalnya yang bernama Shiratori Arika." Ucap Homuze, ia menunjukkan wajah yang sedikit sedih. Shiro langsung membuka kedua matanya dengan sangat lebar, ia merasa sangat tidak percaya terhadap omongannya.


"Apa yang kau katakan, Homuze...?! Ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda...!!!" Teriak Shiro dengan wajah yang kesal. Ia sangat tidak menerima anak terkecilnya bisa jadi jahat dan menjadi sesosok dirinya yang dulu.


"Dia ini Shiratori Arisu! Dia tidak akan pernah terkendali dengan mudah, dia itu sangat murni hingga sihir yang mencoba untuk mengendalikan tubuhnya akan hilang karena kemurniannya...!"


"Arisu tidak akan pernah menghancurkan apapun...! Dia ini anak kecilku yang sangat murni! Sangat mustahil untuknya bisa melakukan hal-hal yang konyol seperti menghancurkan planet yang sangat aku benci...!"


"Shiro... Tenanglah... Kau harus menerima takdir saat ini, kau dulu sama seperti Arisu. Kau terkendali sepenuhnya dengan sisi Eternal-mu itu." Ucap Homuze dengan wajah yang sedih.


"Nrrghh...! Ini mustahil...!" Shiro mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat kesal.


Tiba-tiba terdengar sebuah suara tepukan tangan dari belakang mereka semua, Shiro menatap ke depan lalu ia melihat seorang anak kecil yang sedang bertepuk tangan. "Hahahahaha...! Berdiskusi demi mencari jawaban ya...? Seharusnya kalian tidak perlu melakukannya karena aku akan menunjukkan diriku sendiri!" Arika tersenyum, Welly sedang berada di belakangnya selagi menatap mereka dengan tatapan kesal.


"Arika..." Korrina melirik ke belakang.


"Kau...!!! Kemanakan Arisu?! Tubuh itu tidak pantas dimiliki oleh bajingan sepertimu!!!" Teriak Shiro dengan ia menunjuk Arika. Arika mulai terkekeh dan ia muncul tepat di depan Shiro hingga Korrina dan yang lainnya langsung terkejut terhadap kecepatannya.


"Dia bersamaku... Tenang saja, Papa... Aku adalah sisi Eternal Arisu, Shiratori Arika. Bukannya kau seharusnya senang, Papa? Aku menghancurkan Legenia demi dirimu yang telah dibenci oleh para Legenda dari Legenia!!!" Arika tersenyum dengan sangat jahat.


"... ...!!!" Shiro dan yang lainnya merasa sangat terkejut mendengar perkataannya. Shiro memiliki sebuah perasaan yang mencoba untuk menghentikan dirinya sendiri dari menyerang Arika karena Arika dan Arisu adalah kedua Legenda yang sama.


"Arika..." Ucap Homuze dengan wajah yang khawatir.

__ADS_1


__ADS_2