Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 150 - Dimensi [Lanjut ke Yuusuatouri: A New Life Being a Legend]


__ADS_3

"Ya..."


"Ini adalah cerita dimana semua ras hidup bersama dan diakhiri dengan peperangan karena semua ras akan diakhiri dengan peperangan hingga mati. Yang kuatlah yang hidup dan yang lemah-lah yang mati, kata-kata itu tidak ada melainkan kata-kata itu sudah diganti... Yang kuatlah yang akan bertahan dan yang lemah-lah yang akan bertarung... Semesta dimana terdapat inti semesta lainnya selain Touri... Ada dua inti semesta lagi yang bernama Reaoum dan Palouce..."


"Pahit berkecamuk, menyelamatkan alam semesta dan memadamkan alam semesta inti... Semua ras dari semua semesta tidak mengingat apa tujuan mereka saat ini melainkan perang dan kekuatan... Sejarah mulai terhapuskan dan terlupakan, mereka semua layaknya seperti hewan yang gila. Tetapi, mereka tidak sadar bahwa mereka telah hidup di dunia buatan seorang Dewi yang kabur dari takdirnya."


"Dan ya... Hari dan masa ini... Perang sudah dimulai dengan sesuatu yang baru. Bukannya itu bagus, Korrina Comi?" Tanya seorang dewa yang mulai melirik ke belakang dan menatap Korrina dimana ia sedang melakukan observasi terhadap dua dimensi yang berbeda dan kedua dimensi itu sama-sama menunjukkan semesta Touri, "Aku tidak mengerti... Sebenarnya semesta Touri apa yang aku lihat ini?" Tanya Korrina yang mulai menunjuk dimensi yang terletak di sebelah kanan.


"Dulunya dimensi yang kau tinggalkan... Bisa kita beri nama dimensi ini sebagai Doppleganger of Touri, asal aslimu sudah jelas berasal dari dimensi ini dan sebenarnya dimensi ini awalnya tidak ada bahkan di sejarah tentang Touri-pun... Sesuatu yang sama tidak akan bisa lahir, tetapi seorang anak dari sang dewa dan dewi waktu baru saja melanggar hukum dan bahkan keseimbangan bagi seluruh alam semesta, ia menciptakan dimensi yang di isi oleh semesta Touri saja dimana di dalamnya semua sejarah berbeda... Beda dari sejarah dimensi ini." Tunjuk sesosok makhluk yang menggunakan jubah untuk menghalangi seluruh tubuh dan identitas-nya.


Beberapa dewa dan dewi mulai masuk ke dalam ruangan dimana hanya terdapat Korrina yang sedang berada di wujud segalanya dan sesosok makhluk yang menggunakan jubah, ruangan itu sangatlah rahasia dan hanya digunakan untuk kumpulan bagi dewa yang berada di puncak segala-nya atau paling atas. Dan ini pertama kalinya Korrina ikut karena ia merasakan firasat yang buruk, "Apa-apaan ini...? Apa yang kau maksud itu masih ada dimensi dimana semesta Touri itu ada...?" Tanya Korrina.


"Tentu saja, Korrina. Kau adalah Korrina yang berasal dari dimensi palsu, itu artinya kau palsu juga, tetapi seseorang yang palsu... Tidak kusangka bahwa kau akan memiliki kekuatan dan sihir segalanya. Bahkan kau berada di titik dimana semesta Touri di dimensi palsu itu tidak bisa mengalahkan bahkan menyentuh dirimu." Ucap seorang dewa dan Korrina mulai menatap-nya, ia melihat sebuah nametag di bagian kerah bajunya lalu ia membacanya, "Hy... dra...?" Korrina mulai terkejut karena nama dewa itu adalah Hydra sedangkan kedua dewa dan dewi yang datang bersamanya bernama Skooth dan Darkon.


"A-Apa ini... Semua dewa dan dewi ini memiliki keberadaan dan kekuatan yang sama denganku... Apakah mereka ini dewa dan dewi segalanya...? Sama sepertiku? Itu tidak mungkin..." Ungkap Korrina gugup sehingga ia dikejutkan dengan disentuh di bagian bahunya, "Kyah...!" Korrina mengangkat kedua bahunya lalu ia menatap sesosok yang memakai jubah itu dengan tatapan yang mengancam, "Kita semua juga sama seperti-mu Korrina... Kita berasal dari dimensi yang berbeda... Touri... Reaoum... Palouce... Kita sama-sama tidak boleh bertindak karena kita adalah segalanya. Pertemuan ini adalah pertemuan semua dewa dan dewi segalanya yang masih hidup dan ada saat ini...!!!" Ucapnya sehingga ia melepas jubahnya lalu beberapa bola dimensi lainnya muncul di tempat itu dan membuat Korrina membulatkan kedua matanya.


"A-Apa ini...? Sebenarnya berapa semesta yang pernah diciptakan dan ada...!?" Tanya Korrina dengan ekspresi yang terlihat kesal karena ia muak melihat semua dimensi yang menunjukkan berbagai semesta itu, ia sudah menebak bahwa di setiap semesta pasti terdapat konflik dan masalah yang mengorbankan ribuan bahkan jutaan nyawa, "Ini adalah tempat diskusi kita dan pengawasan kita terhadap semua dimensi itu, perkenalkan diriku, Korrina. Namaku adalah Zenzaku, aku adalah anak dari sang dewa yang lebih berkuasa dari kita semua yaitu Zanggetsu." Ucap Zenzaku dan Korrina hanya bisa diam karena ia mengenal Zanggetsu adalah sesosok pengganti dari seorang dewa yang menciptakan segalanya yaitu Zangges.


"Anak dari Zanggetsu...? Itu mustahil, apakah beliau masih hidup?" Tanya Korrina.


"Tentu saja, tapi sayangnya dia sedang beristirahat. Ia sudah lelah mengurus ketiga inti semesta itu. Ayahanda juga bahkan berencana untuk menciptakan semesta yang lebih besar dari Touri dan ketiga kembaran-nya." Zenzaku menyilangkan kedua lengannya lalu ia tersenyum sinis dan membuat Korrina merasa tidak nyaman, ia merasa seperti berkumpul dengan para penjahat walaupun ia berlagak seperti dewi segalanya karena ia tidak mau identitas-nya diketahui oleh semua orang termasuk suaminya, "Di perkumpulan ini, kalian sudah resmi akan mengikuti rencanaku yaitu menghapus semua dimensi-dimensi yang tidak pantas dan tidak layak untuk bertahan." Ucap Zenzaku.


"Jelaskan aku." Korrina mulai turun tangan sehingga semua dewa dan dewi menatapnya dengan ekspresi yang terlihat serius, "Korrina Comi." Ucap Darkon dan Korrina langsung menatap seseorang yang memanggilnya.


"Kalau tidak salah... Aku baru saja mendapatkan informasi bahwa kau adalah Legenda dengan darah succubus. Itu artinya kau menjadi dewi segalanya karena melakukan hubungan intim bersama suami-mu yang bernama Alvin Ghifari bukan...? Benih kehidupan itu membuat-mu menjadi segalanya!" Sindir Darkon dan itu membuat Korrina mengepalkan kedua tinjunya sampai berurat karena ia merasa kesal mendengarnya, ia juga mulai tersipu dan merasa malu bahwa semua dewa dan dewi mulai menertawai dan menggosipkan tentang Korrina, "Baiklah... HENTIKAN!!!" Teriak Korrina sehingga menciptakan dorongan besar yang mampu membuat mereka semua terdorong ke belakang.

__ADS_1


Semua dewa dan dewi merasa terkesan melihat dorongan yang dikeluarkan berdasarkan kekuatan yang dimiliki oleh Korrina, Zenzaku juga mulai merasa tertarik bahwa Korrina adalah seorang mortal biasa yang mendapatkan kekuatan dewi segalanya karena suaminya, "Kita mulai dari mana ya... Yahhh, semua ini disebabkan oleh satu orang sih." Zenzaku tersenyum lalu ia menunjuk keningnya sendiri menggunakan jari telunjuk dan tengah, hal itu membuat Korrina langsung terkejut karena Zenzaku sama sekali tidak berbohong atau bercanda karena ia bisa membaca pikirannya dengan mudah.


"T-Tidak mungkin..." Ungkap Korrina.


"Apakah kau merasa penasaran tentang satu orang itu...? Dia ini... pernah bersamamu dalam waktu yang cukup lama, tetapi sekarang dia sudah tidak ada karena mengorbankan diri demi dimensi palsu-mu dan bahkan... secara tidak langsung ia mencoba untuk melarikan diri dari dimensi-nya itu." Zenzaku terus berbicara, Korrina mulai mendapatkan beberapa teori tentang yang dibicarakan oleh Zenzaku dan itu tidak jauh dari Haruka, "H-Haruka...?" Jawab Korrina pelan yang mulai menggigit bibirnya.


"Iya. Jikanaru Haruka, putri dari Jikanaru Mertiana dan Jikanaru Touma. Dewa dan Dewi waktu yang sebenarnya ditugaskan untuk membunuh putri mereka sendiri atas perintah Zanggetsu. Perintah itu terdengar cukup logis dan masuk akal jika kau berpikir lebih dalam lagi, Korrina." Ucap Zenzaku yang berjalan menuju arah Korrina lalu ia berjalan di sekeliling-nya, Korrina merasa cukup terkejut bahwa Haruka sebenarnya anak dari Mertiana dan Touma, dua sosok dewa dan dewi yang memiliki kekuatan waktu terkuat dan terhebat.


"Perintah itu sebenarnya untuk menyelamatkan masa depan dan masa lalu... Demi ketiga semesta inti... Demi keadilan... Demi keseimbangan yang harus tetap terjaga... Haruka harus mati atau dia akan membuat semua tujuan Zanggetsu hancur bahkan keseimbangan-pun... Haruka pasti akan anggap remeh karena Zanggetsu melihat serpihan masa depan dimana Haruka mengubah semuanya termasuk menghancurkan keseimbangan yang seharusnya terus terjaga sampai akhir."


"Di saat itulah Zanggetsu memerintah Mertiana dan Touma untuk membunuh Haruka sebelum semuanya terlambat, apa yang Zanggetsu harapkan adalah semuanya berjalan lancar, tetapi ia baru saja di jebak oleh sihir waktu Haruka yang mampu membuat Zanggetsu diam selama beberapa menit, ketika hal itu terjadi Zanggetsu marah besar lalu ia menghancurkan sihir waktu itu sampai-sampai ia mendapatkan berita bahwa Haruka melarikan diri." Ucap Zenzaku, Korrina mulai berkeringat dingin bahwa semua yang Zenzaku katakan cukup masuk akal karena Haruka benar-benar penyebab dari turunnya keseimbangan semesta Touri, "Apa yang terjadi selanjutnya...?"


"Haruka melarikan diri menuju dimensi palsu dimana tempat tinggalmu berada Korrina, dialah sesosok bayi yang membuat banyak dimensi buatan atau palsu demi merusak keseimbangan yang harus dijaga. Dia saat ini masih hidup, pengorbanan-nya itu membuat dirinya tereinkarnasi kembali ke dimensi Touri yang asli dan saat ini dia masih berusia bayi. Jika dia terus melakukan tindakan yang menghancurkan keseimbangan maka masalah dan konflik akan terus terjadi." Ucap Zenzaku.


"Bahkan... Kau akan merasa menderita karena dimensi yang asli, Korrina. Dimensi palsu-mu itu berada di ambang kehancuran karena masalah atau konflik yang terus datang. Jika kau berhasil menghancurkan dimensi yang asli maka dimensi palsu-mu itu akan bertahan selamanya bahkan bisa saja disebut sebagai dimensi asli yang baru." Bisik Zenzaku sehingga membuat Korrina memejamkan kedua matanya, ia merasa dihianati oleh Haruka karena semua masalah dimulai dari Rxeonal lalu diakhiri dari Bamushigaru disebabkan oleh Haruka yang menghancurkan keseimbang, "Dimensi palsu itu sangat sensitif sekali tentang keseimbangan... Sekali saja ada yang melanggar keseimbangan maka konflik akan muncul... Konflik itu bisa disebut sebagai konsekuensi."


"Demi palsu-mu akan menjadi dimensi yang asli, itu artinya kau akan menjadi sesosok dewi Touri, sesosok yang bisa melakukan apapun terhadap inti semesta-nya sendiri." Jawab Korrina.


"Aku lakukan demi kebebasan... Demi kedamaian abadi untuk semua keluarga yang aku miliki." Ungkap Korrina.


"Apakah kau ingin berurusan dengan dimensi asli itu...? Ingat, terdapat Legenda yang bernama Korrina Comi sepertimu. Sudah aku bilang bahwa dimensi asli itu memiliki kembaran-nya sendiri hampir sama seperti dimensi palsu itu. Korrina yang berada di dimensi asli sangat berbeda karena ini seorang mortal dan sikapnya juga jauh berbeda darimu." Ucap Zenzaku. Korrina mendapatkan beberapa informasi lagi tentang dimensi asli itu bahwa keluarganya termasuk Alvin pasti ada di dimensi itu, tetapi sikap mereka jauh lebih berbeda dari dimensi miliknya.


Korrina mengepalkan kedua tinjunya, "Akan aku lakukan."


"Kau membutuhkan julukan... Jika terdapat dua Korrina di dimensi yang sama itu artinya keseimbangan akan hancur dan memberikan dampak yang buruk." Ucap Zenzaku.

__ADS_1


"Aku akan memanggil diriku sebagai Komi saja sudah cukup." Jawab Korrina.


***


Real Dimension of Touri - Korrina's Lab


"Tech, apakah kau menemukan sesuatu yang belum aku ketahui...?" Tanya Korrina yang sedang membaca buku tentang sejarah dari Touri, ia memegang buku itu di tangan kanannya dan tangan kirinya ia gunakan untuk mengetik di keyboard karena dia sedang mencari informasi atau pengetahuan yang belum pernah ia ketahui, "Sepertinya masih terdapat sebuah dimensi yang belum pernah kamu ketahui, Korrina." Jawab Tech.


Korrina langsung menutup bukunya dan menepatinya di atas meja, ia mulai menatap ke depan dimana Tech menunjukkan sebuah gambaran hologram dimana gambar itu menunjukkan sebuah portal yang terlihat seperti black hole, "Coba perbesar dan perjelas apa yang kau temukan dan dapatkan, Tech." Suruh Korrina dan Tech mulai mendeteksi keberadaan seseorang di dalam portal hitam itu.


"Seperti ada sese---"


ZBASSSSHHHHH!!!!


Kamera pengintai Korrina langsung mendadak error dan hologram yang ada di depannya mulai menunjukkan gambar yang kurang jelas dimana perlahan-lahan tubuh seorang gadis yang ideal perlahan-lahan muncul dan itu membuat Korrina mengerutkan kedua alisnya, "A...paaa..?" Korirna mulai mendekati hologramnya.


"Tech, perbaiki." Suruh Korrina dan Tech tidak menjawab, teknologi dan sistem yang ada di lab Korrina mulai mati dan tidak lagi berfungsi bahkan lampu yang menerangi ruangan itu terpadamkan, "Tech! Tech! Apakah kau mendengar suaraku?" Tanya Korrina lagi dan Tech tidak menjawabnya, keheningan mulai muncul dan itu membuat Korrina merasa gugup serta ketakutan bahkan jantungnya berdetak cukup cepat.


"... ..." Korrina membakar lengan kanan-nya menggunakan api sacred-nya untuk menerangi ruangan yang gelap itu, tiba-tiba ia menatap hologram yang mulai kembali menyala dan menunjukkan cahaya biru, "Tech...?" Panggil Korrina untuk berjaga-jaga.


"Sungguh menyedihkan." Hologram itu mulai mengeluarkan nada lembut dari seorang gadis yang berbicara, Korrina mulai berpikir bahwa kamera yang ia gunakan untuk mencari sesuatu yang baru di semesta Touri telah diambil oleh seseorang, "Siapa dirimu...? Jika kau berani maka aku ingin melihat dirimu! " Suruh Korrina.


Hologram itu sekarang mulai menunjukkan seorang gadis yang memiliki tampang persis seperti Korrina, ya... Dia adalah Komi yang berhasil datang ke dimensi asli Touri, "Aku adalah dirimu..." Jawab Komi.


"Dirimu yang jauh lebih kuat..."

__ADS_1


Silahkan lanjutannya bisa membaca novel Yuusuatouri yang satu lagi bernama [Yuusuatouri: A New Life Being a Legend] karena chapter selanjutnya akan berkaitan dengan new life


__ADS_2