Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 149 - Mengurus Diri Sendiri


__ADS_3

Shira's POV


Sepertinya semua masalah pasti akan diakhiri dengan kedamaian dan juga akhir yang selalu bahagia, walaupun akhirnya akan pernah mengalami kehancuran atau masalah yang lebih berat, ayolah... Semuanya pasti akan diakhiri dengan kebahagian. Mulai dari diriku, aku berencana untuk istirahat dan liburan bersama keluargaku menuju semesta Xuusuatouri dan Zuusuatouri untuk bertemu dengan Syna dan Selvia, kami mengajak mereka semua untuk berlibur di semesta Xuusuatouri dimana tempat ini adalah tempat berlibur yang sangat pas.


Sepertinya keluarga Ghifari kembali menuju dunia biasa mereka yaitu melindungi gerbang wilayah Oath, Realm, dan lain-lain. Sebagiannya beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga mereka masing-masing, Dewa Alvin seperti biasanya menjadi seorang pengasuh anaknya, dia disuruh Dewi Korrina untuk mengasuh Rina, Aiko, Aqrila, dan Agfi selagi harus mengurus Dewi Korrina yang sedang hamil saat ini.


Semua mantan Saint Heroes sepertinya berlibur juga, Shizen sepertinya sedang menanam sayuran dirumahnya, dengan sayuran buatannya yang sangat segar dan enak. Dengan sayuran-sayuran itu, ia menghasilkan banyak sekali uang. Suho sepertinya menikmati waktunya di semesta Xuusuatouri, dia entah sedang apa mungkin saja berlibur. 


Semua keluarga Shichiro sepertinya menikmati waktu berlibur mereka kecuali Haruki yang mulai bekerja dan membangun kafe atau kedai, kafe itu baru-baru buka jadi pengunjungnya sedikit sekali. Walaupun pengunjungnya sedikit, makanan yang disediakan kafe itu enak sekali, sepertinya Haruki bekerja sendiri disitu.


Semoga saja mulai hari ini sampai seterusnya, Yuusuatouri-- Bukan, Touri! Inti semesta yang kita tinggali saat ini harus terus damai hingga akhir! Walaupun kita ini ras Legenda, kita tidak boleh beristirahat berlebihan atau kita nanti akan melemah, tidak ada yang tahu masalah baru apa yang akan melanda semesta ini. Setiap kehidupan pasti ada saatnya untuk mati dan itulah takdir kematian. 


Semua ras harus siap untuk menghadapi takdir mereka. Termasuk diriku juga karena aku pernah mati, tetapi karena Haruka, aku dihidupkan kembali dan itu artinya takdir kematianku akan kembali diciptakan.


***


"KYAAAAGGGGHHHHHHHH!!!" Teriak Korrina keras hingga mampu membuat semesta Touri berguncang karena dia saat ini sedang mencoba untuk melahirkan seorang anak, semua penghuni Touri langsung terkejut dan mereka semua mulai bersiap-siaga. Bisa saja musuh barua atau masalah baru akan datang lalu melanda mereka semua, "AAAAAHHHHHHHHH!!!!" Teriak Korrina keras hingga mampu membuat beberapa planet yang tidak berpenghuni retak.


Alvin mulai mencoba untuk menarik keluarga bayi-nya yang baru, ia sudah bisa melihat kepala bayi tersebut yang perlahan-lahan keluar, "Korrina...!!!! Tahanlah!!! Sebentar lagi!!!" Ucap Alvin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, seluruh tubuh Korrina mulai teriak keras, "AAGGGHHHH!!! GRAAAAGGHHHHHHH!!!!" Teriak Korrina keras hingga Alvin bisa mendengar suara Korrina mulai berat seperti monster, tetapi beberapa detik kemudian suaranya terdengar seperti seorang gadis yang kesakitan ketika melahirkan seorang bayi.


SWOOOSSSHHHH!!!


Alvin dan anak-anaknya langsung terpental ke belakang karena mereka berdua terdorong ke belakang karena sebuah dorongan yang besar sekali, Alvin perlahan-lahan membuka kedua matanya lalu ia melihat seorang bayi yang dilumuri dengan aura crimson dan sacred bahkan seluruh tubuhnya mulai bersinar cerah, "A-Ahh...!?" Alvin langsung menatap bayi itu yang memiliki kekuatan yang hampir sama dengan Korrina, "Tekanan ini...!?" Ucap Alvin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut.

__ADS_1


Bayi itu tiba-tiba berdiri dengan sendirinya lalu ia menatap Alvin dan yang lainnya, "... ..." Alvin merasa sangat terkejut melihat bayi itu tiba-tiba berdiri di atas langit dan mulai menunjuk Alvin menggunakan jari telunjuknya, "Papa...!" Rina menghalang Alvin lalu ia menatap bayi itu, "Ini Papamu!" Ucap Rina.


"HWEEEEEEEEHHHH!!!" Teriak bayi itu hingga mampu membuat kastil Alvin hancur dan membuat semesta Touri berguncangan tanpa henti, "A-Apa ini...!? Apa yang terjadi...!?" Tanya Shira yang sedang berada di atas wahana, tiba-tiba wahananya patah hingga membuat Shira terpental ke depan, "WANJERRR!!!!" Teriak Shira keras.


Alvin menghalang kedua telinganya, "Ugh... Teriakkannya mengandung kekuatan yang sangat besar." Ucap Alvin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesakitan, Alvin dan anak-anaknya langsung berlutut di depan bayi yang sedang menangis itu, "Ayolah..." Alvin perlahan-lahan bangkit dari atas lantai lalu ia mencoba untuk menghampiri bayi itu tetapi tidak bisa, Alvin langsung terjatuh di atas lantai.


"OMNI-SACRED EXORCISM!!!" Korrina menunjuk bayi itu hingga seluruh aura yang melumuri bayi itu langsung Korrina serap dengan lengan kanannya, perlahan-lahan seluruh kekuatan bayi itu mulai Korrina serap sampai habis hingga bayi itu mulai berhenti menangis dan dia mulai tertidur, "... ..." Bayi itu perlahan-lahan mendarat di atas kasur lalu berbaring di atas kasur itu selagi menghisap ibu jari-nya.


"NRRGGGHHHH...!!!" Telapak kanannya mulai bergetar tanpa henti, "SAKIT...!!!" Teriak Korrina kesakitan hingga ia mulai mengubah aura-aura dan kekuatan-kekuatan yang ia serap menjadi Odachi. Kekuatan dan aura itu perlahan-lahan mulai membentuk Odachi yang dilumuri dengan aura sacred dan Crimson, "HARRGGHH!!!" Korrina langsung memegang pegangan Odachi itu menggunakan telapak tangan kanannya dan setelah itu ia langsung menghilangkan Odachi itu.


"Hah... hah... hah..." Korrina mulai bernafas berat dan setelah itu ia mulai menatap bayi itu, "Laki-laki..." Korrina tersenyum dan bersyukur karena anak mereka yang baru adalah laki-laki, Korrina sangat ingin sekali bayi laki-laki yang baru agar dia bisa melatihnya menjadi seseorang yang lebih kuat dari dirinya bahkan bisa melampui Omni-Transcent, "Seperti putra kita benar-benar memiliki kekuatan seratus persenku, hebat..." Korrina menggendong bayi itu lalu ia tersenyum.


Korrina menjentikkan jarinya hingga kastil dan semua kehancuran yang ada di Touri kembali seperti semula, "Lihat, Alvin." Alvin bangkit dari atas lantai lalu ia menghampiri Korrina dan mulai menatap wajah putranya yang baru saja lahir, "Tampan-nya... Tetapi rambutnya itu campuran darimu dan aku, Korrina. Aku yakin kedua pupil matanya akan berbeda juga." Ucap Alvin.


"Ya! Dia cantik!!!" Teriak Rina hingga ia mengusap-usap pipi bayi itu, "Jadi Alvin...? Aku akan mengijinkanmu untuk menamai putra kita." Ucap Korrina selagi menunjukkan senyuman tulusnya kepada Alvin, Alvin mulai diam karena ia sedang memikirkan sebuah nama yang bagus untuk diberikan kepada putra-nya, "Aku sudah menemukan nama yang bagus..."


"Dan itu...?"


"Yuuki Ghifari."


~TAMAT~


"Organisasi Seraph benar-benar tidak berguna." Ucap Smith selagi melihat sebuah hologram yang menunjukkan Geras sedang bertarung melawan Korrina, hologram itu menunjukkan semua adegan pertarungan mulai dari Organisasi Seraph menyerang dan diakhiri dengan kemunculan Omni-Crystal, "Sepertinya hambatan kita satu-satunya adalah Korrina dan Grimoire of Oath itu." Ucap Chogo selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius dan kesal, ia berbalik arah ke belakang lalu ia maju ke depan menuju ruangan dimana terdapat banyak sekali peralatan di ruangan tersebut.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus bertindak sendiri, tuan Smith." Ucap Chogo hingga ia mulai menyalakan lampu ruangan tersebut, lampu yang berada di ruangan itu mulai menyala hingga menunjukkan banyak sekali senjata api termasuk dengan sebuah zirah hitam yang berada tepat di ruangan itu, Chogo maju ke depan lalu ia mulai memegang zirah itu, "Legend-Slayer."


~VOL 2 WILL RETURN AT SATURDAY~


EITS!!! JANGAN PERGI DULU! HARAP BACA YANG ADA DI BAWAH INI


Shira mulai berjalan di tengah-tengah hutan selagi melihat sekeliling dimana ia hanya bisa melihat pohon dan bunga-bunga, hal yang hanya bisa ia lihat adalah kehijauan, Shira bahkan bisa melihat banyak sekali kupu-kupu yang mulai mendarat di atas bunga-bunga yang indah itu, "... ..."


~TOURI SERIES~


Shira mulai menyinari tinju kanannya menggunakan sihir cahaya lalu ia melesatkan tinjunya ke arah pohon besar yang ada di depannya hingga ketika pukulan itu mengenai batang dari pohon tersebut batang pohon itu mulai hancur dan menjatuhkan meruntuhkan pohon besar yang ada di depannya, "Sihir cahaya ini... cukup susah juga..."


~A NEW ROUTE~


"Sebenarnya aku ini berada dimana...?" Tanya Shira selagi menatap sekeliling, ia mencoba untuk cari jalan keluar dari hutan yang ia tepati saat ini, sepertinya Shira tersesat di dalam hutan itu dan tidak bisa menemukan jalan untuk keluar, jika dia tidak bisa keluar dari hutan itu sesudah matahari terbenam maka dia bisa saja diserang oleh monster yang kuat dan berbahaya.


~YUUSUATOURI: A NEW LIFE BEING A LEGEND~


~MEGUMI'S ROUTE~


Shira tiba-tiba mendengar suara api unggun yang terdengar di depannya, Shira lari menuju arah sumber suara itu lalu ia tiba-tiba menemukan seorang gadis kecil yang memiliki ekor kucing dan kuping kucing, "Ehh...?" Gadis itu melirik ke belakang lalu ia melihat Shira yang sedang menatapnya makan sebuah ikan yang baru saja ia bakar tadi.


"Kau...?"

__ADS_1


__ADS_2