Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 79 - Keunggulan dan Kecerdasan Syna


__ADS_3

Syna mulai berubah menjadi Saint Revolution, ia lalu menatap wajah Welly dengan tatapan yang sangat tajam dan juga kesal. "Cih... Sepertinya aku mendapatkan energi tambahan lainnya..." Ucap Welly selagi menunjukkan senyuman lebarnya.


Arika tiba-tiba muncul tepat di depan Welly dan menghalang dirinya untuk tidak melawan seseorang yang bisa saja mengalahkannya. "Lawannya itu lebih cocok denganku, Welly. Aku sarankan kau berhenti dan beristirahat." Ucap Arika selagi tersenyum dengan sangat lebar.


"ARIKAAAAA!!!" Teriak Syna hingga ia bergerak maju menuju Arika. Arika menatap Syna lalu ia tersenyum dan menunjuknya menggunakan telapak tangan dari lengan kanannya hingga Syna langsung terpental ke belakang karena dorongan yang Arika luncurkan.


"Light Swift...!" Syna tiba-tiba muncul tepat di belakang Arika. Syna mulai memukul dan menendang seluruh tubuhnya, tetapi semua serangan yang Syna lakukan itu tidak mempan karena Arika hanya perlahan menahan semua itu menggunakan rantai-rantainya dan juga kedua lengannya. Syna sudah menyerang Arika dari segala arah hingga ia tidak melihat sedikit celah apapun yang mampu membuat serangan Arika mengenainya.


Syna melompat mundur lalu ia meluncurkan Shiromura Eclipse menuju arah Arika.


BAMMMMMMM!!!


Syna mendarat di atas tanah dengan wajah yang kesal, seketika ia mendarat di atas tanah tiba-tiba Arika sedang berdiri tepat di depannya tanpa Syna yang menyadarinya. Arika memukul wajah Syna dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang, Syna berputar lalu ia bergerak maju lagi tanpa henti menuju arah Arika.


Arika berputar lalu ia menendang wajah Syna dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang. Syna mulai memuntahkan sedikit darah dari mulutnya, Arika muncul tepat di depan Syna selagi menunjuknya. "Berakhir sudah, kakak---"

__ADS_1


"Fallen Time...!!!" Kedua mata Syna langsung berubah menjadi warna hijau cerah, ia menggendalikan waktu selama satu detik untuk menyerang Arika. Ia muncul tepat di sebelahnya lalu ia menendang wajah Arika dengan sangat keras hingga ia terpental ke depan.


Syna mendarat di atas tanah dengan wajah yang serius, kedua lengannya mulai bergetar seperti sesuatu yang buruk telah terjadi. Ia sepertinya telah menggunakan sihir terlarang atau sihir yang memiliki efek samping berat di dalam tubuhnya. "Hah... Hah..."


Welly dan yang lainnya langsung terkejut melihat Syna seorang legenda bisa menggunakan sihir waktu yang hanya bisa di gunakan oleh ras malaikat saja. Arika menatap wajah Syna dengan tatapan yang kesal. "Kenapa Legenda sepertimu bisa menggunakan sihir malaikat?"


Syna tersenyum. "Hehehe... Aku adalah Shiratori Syna, seorang Saint Radiant. Aku bisa menggunakan sihir Fallen Time karena aku telah mempelajarinya sejak kecil. Mustahil bagi Legenda untuk mempelajari sihir ini, tetapi... Sihir Radiant-ku mampu membuat hal itu bisa saja terjadi."


"Setiap sinar matahari atau sinar cahaya yang aku rasakan dan lihat... Tubuhku yang tidak mampu menggunakan sihir Fallen Time sekarang sudah bisa menggunakannya dengan bantuan Saint Radiant... Aku mengorbankan beberapa cahaya yang aku miliki di dalam tubuhku dan menjadikan cahaya itu sebagai resiko dari sihir Fallen Time." Syna mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat keras.


"Saint Radiant mampu mengumpulkan beberapa cahaya apapun... Semua cahaya bisa aku serap hingga aku bisa menjadikan cahaya itu sebagai sihir terlarang yang bisa aku gunakan bahkan aku juga bisa meniru sihir-sihir menggunakan <>" Syna mengeluarkan katana-nya yang berada di pinggang kanan-nya lalu ia mengangkat katana itu menuju atas langit.


Syna mulai melakukan kuda-kuda berpedangnya. "Bagaimana sekarang, Arika? Apalah Saint Hybrid milik-mu mampu mempunyai kekuatan Saint milikku...!? Saint Radiant?!" Tanya Syna.


"Cih... Ternyata kau adalah salah satu dari Saint Universal ya...!? Sialan...!!! Sekarang mitos benar-benar bisa terjadi!" Arika muncul tepat di depan Syna lalu ia memukul seluruh tubuhnya dengan sangat cepat, Syna tersenyum karena ia dengan mudah berhasil menahan seluruh serangan Arika dengan hanya menggunakan katana-nya.

__ADS_1


"Fallen Time: Fallen Planet!" Kedua mata Syna bersinar cerah hingga seluruh dunia di penglihatannya mulai berubah warna menjadi warna abu-abu, ia mulai terus menebas seluruh tubuh Arika tanpa henti hingga ia tidak bisa melawan karena Syna telah mengendalikan waktu dari planet Lemia.


Syna berputar lalu ia menendang dada Arika dengan sangat keras lalu setelah itu ia menjentikkan jari-jari dari lengan kanannya hingga waktu kembali berjalan seperti biasanya. Arika terpental ke belakang dengan seluruh luka tebasan di seluruh tubuhnya. "Nrgh...!" Arika memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya.


"Hah... Hah... Hah..." Mata kanan Syna mulai perlahan mengeluarkan darah karena efek samping dari Fallen Time, ia mulai tersenyum sedikit karena dirinya ini menggunakan kekuatan dari keuntungan Saint Radiant mampu bisa melawan seorang Saint Hybrid. Arika mulai tersenyum kecil karena dirinya juga mampu menemukan seorang Legenda yang bisa bertahan lama bertarung dengannya.


"Melihatmu seperti ini sekarang membuatku sedikit kesal dan sedikit senang... Tidak kusangka putri ayah yang ke dua bisa setara dengan putri yang ditakdirkan untuk menjadi yang terkuat. Bahkan... Papa sudah bilang bahwa aku sudah resmi menjadi putri Shiratori yang terkuat!"


"Papa memang benar, tetapi keluarga kita... Keluarga Shiratori itu tidak mementingkan kekuatan saja melainkan kecerdasan juga, kecerdasan itu adalah salah satu hal penting di keluarga kita. Kecerdasan dalam menyadari dirimu sendiri bahwa kau telah membunuh beberapa makhluk yang tidak berdosa." Ucap Syna.


"Apakah kau pikir caraku ini salah, Kakak? Kau ini cerdas ya... Tapi apakah kau tahu kenapa aku melakukan ini?"


"Membalaskan dendam tidak akan bisa mengubah apapun... Itu adalah perkataan Mama bukan? Kau sama saja telah membantah perkataan Mama." Ucap Syna dengan wajah yang serius.


"Sebagai kakak-mu... Aku datang untuk menghentikanmu, Arika!" Ucap Syna, sebagai kakak-nya ia harus memberi adiknya yang bodoh sebuah pelajaran yang sangat berat.

__ADS_1


"Tutup mulut busuk-mu itu!!!" Arika meluncurkan sebuah meteor api di telapak tangan kanannya hingga Syna langsung menebas meteor itu menjadi beberapa bagian hingga meteor itu langsung meledak tepat di belakang Syna.


Syna mulai menatap wajah Arika dengan tatapan yang sangat serius. "Mari...! Kita mulai pertarunganmu antaraku, Arika!!!" Seluruh aura Syna mulai membesar hingga mampu membuat Arika cukup kesal.


__ADS_2