Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 103 - Masa lalu seorang Saint Tracer


__ADS_3

"Kau? Bukannya kau itu Super Elite yang menjaga Planet Legenia?" Tanya Arata hingga lehernya langsung terhalang oleh pedang milik Methode. "Iya, itu aku..." Jawab Methode selagi mengangguk.


"Kau berencana untuk membunuhku 'kah? Lakukan." Ucap Arata yang menyuruh Methode untuk membunuhnya, Methode langsung menunjukkan wajah yang terlihat terkejut, ia melihat Arata sedang mengejamkan kedua matanya dan itu membuatnya lengah karena Arata terlihat cukup keren ketika mengejamkan kedua matanya. "J-Jangan bodoh, aku mengancam-mu seperti ini bukan berarti aku akan membunuh, bodoh!" Ucap Methode, ia mulai menghilangkan pedang yang ia pegang.


"Untuk apa aku membunuhmu? Hal yang kamu lakukan itu membuatku senang sih... Aku tidak percaya bahwa teman-temanku di Legenia semuanya diam-diam menyamar menjadi seseorang yang dipercayai dengan mudah, padahal dibalik wajah mereka... Mereka ini hanya sampah sama dengan Rionald." Methode menyilangkan kedua lengannya.


"Sudah tugasku untuk membasmi para sampah sih, untungnya aku tidak membunuhmu..." Arata mulai menyilangkan kedua lengannya juga. Methode mulai tersipu merah karena perkataan Arata terdengar cukup menyindir dirinya, ia tidak mengatakan ucapan terima kasih ketika Arata menyelamatkannya dari kematian. "Urgh...! Baiklah, dasar bodoh! Baiklah!!!" Methode mulai memukul lengan kiri Arata pelan hingga itu membuatnya kebingungan. "Hah? Apa?"


Methode berhenti memukulnya lalu ia menghadapinya seperti ingin mengatakan sesuatu. "Aku..." Methode mulai memalingkan wajahnya. "...sangat berterima kasih kepadamu karena sudah menyelamatkan nyawaku dari kematian..."


"Sama-sama, setidaknya aku bisa mendengar permintaan terima kasih dari dirimu langsung." Jawab Arata hingga Methode langsung meraba wajah Arata dan mendorongnya. "Sombong...!!!"


"Kau ini kenapa sih!?" Tanya Arata.



"Apakah kau tahu dirimu ini sedang diincar oleh ratusan Legenda yang menganggapmu sebagai Legenda jahat karena sudah membunuh beberapa raja sampah." Tanya Methode.


"Masa bodoh... Aku hanya ingin membuat bangsa Legenda bebas dari kemunafikan ras Legenda sampah, walaupun kita nanti saat-saat perang ras datang, kita semua akan berkumpul bersama dan mencoba untuk meraih kemenangan... Aku hanya takut bahwa Legenda sampah itu pindah sisi ke sisi ras yang lainnya dan membantu mereka untuk menang... Para sampah itu hanya mementingkan kekuatan mereka sendiri, contohnya Rionald yang memanfaatkan para Elemental Saints."


"Kau ada benarnya, Arata. Ini tentang ratusan Legenda yang mencoba untuk mengincarmu, mereka mungkin membela para ras legenda sampah itu..."


"Wajar sih, semesta yang bernama Yuusuatouri ini dimana para Legenda tinggal, kita semua pasti akan memiliki tujuan yang berbeda-beda dan bahkan kita juga pasti akan memiliki kesetujuan dan ketidaksetujuan... Jadi aku mending memikirkan tujuanku daripada mengurus para Legenda yang tidak setuju atas perbuatanku ini." Ucap Arata, rautan wajahnya terlihat sangat kesal karena bangsa Legenda tidak membutuhkan parasit yang dijuluki sebagai sampah Legenda.


"Aku suka tujuan itu..." Methode tersenyum lebar. Arata melihat senyuman itu dan senyuman itu membuatnya sedikit lengah. "Jika kau suka maka kenapa kau---"


"AHH!!! SUKA YA!? MAKSUDKU SUKA DENGAN TUJUANMU!!! AKU SAMA SEKALI TIDAK SUKA DENGANMU!!! Ya...!!! Ahahaha...!!! Benar, aku hanya suka dengan tujuanmu!!!" Methode mulai bertingkah aneh, dipikirannya berisi bahwa ia baru saja mengatakan suka kepada Arata. "Oi... Tenanglah, aku mengerti." Jawab Arata.


"Hahhhh..." Methode menghela nafasnya.


"Aku tidak pernah mengetahui nama-mu, siapakah namamu?" Tanya Arata.


"Aku? Namaku adalah Shiratori Methode. Kau pasti tahu 'kan siapa nama ayaku..." Ucap Methode, Arata langsung membuka kedua matanya lebar sekali ketika ia mendengar nama marga Shiratori, ia mulai berpikir bahwa Methode adalah anak dari seorang Legenda yang legendaris. "Jangan-jangan kau ini adalah anak dari Shiratori Shira!? Sang Legenda legendaris yang berjuang dari nol hingga bisa menandingi para dewa!?" Tanya Arata dengan rautan wajah yang terlihat serius.


"Iya, benar. Kau mengetahui Papa-ku?"


"Tentu saja, aku mengetahui perjuangannya... Mulai dari dirinya yang mengalahkan Rxeonal, sayang sekali dia mati karena Dewa sableng yang bernama Alvin itu. Tapi apakah rumor tentang Shiratori Shira hidup kembali itu benar!?" Tanya Arata.


"Iya..." Methode mengangguk, ia melihat Arata seperti seorang fans saja. "Hebat... Aku ingin sekali bertemu dengannya suatu hari." Ucap Arata.


"Kapan-kapan aku akan mempertemukannya Papaku denganmu, Arata, jika kau mau." Methode tersenyum. Arata mengangguk. "Aku pasti akan menerimanya."


"Tapi... Itu tidak gratis loh." Ucap Methode dengan ekspresi yang terlihat serius, tadinya ia terlihat senang dan sekarang ia terlihat "Tatapan itu... Apakah kau menginginkan sesuatu dariku?" Tanya Arata, firasatnya mulai memburuk ketika ia melihat tatapan Methode.

__ADS_1


"Bisakah aku mendengar cerita masa lalu-mu, Arata? Dimana kau lahir hingga sekarang... Kenapa kau memiliki tujuan untuk membasmi para Legenda sampah itu?" Tanya Methode, Arata mulai terdiam sebentar karena ia baru saja mendengar permintaan yang sangat tidak sopan.


SWOOSSHH!!!


Arata mulai menunjuk sword of wrath-nya dekat dengan leher Methode hingga logam dari pedang itu menyentuh leher Methode. "... ..." Methode hanya bisa diam karena pikirannya mengatakan bahwa Arata tidak akan membunuhnya. "Jika kau memberitahuku maka aku akan melalukan apapun demi mendengar cerita masa lalu-mu, Arata..."


"Berjanjilah, Methode... Jika kau memberitahu masa laluku kepada siapapun maka aku akan membunuhmu... Tanpa keseganan apapun aku akan langsung membunuhmu dengan memutuskan lehermu." Ucap Arata, ia mulai menarik pedangnya kembali lalu menghilangkannya. Methode mengangguk. "Aku berjanji. Aku tidak akan memberitahu siapapun..."


"Baiklah..." Arata mulai duduk di atas tanah selagi menyenderkan punggungnya dengan tembok yang berada di belakangnya. Methode mulai melakukan hal yang sama dengan Arata, ia duduk di sebelah Arata selagi mencoba untuk mendengar cerita masa lalu Arata. "Kau cukup beruntung, Methode. Entah kenapa aku ingin menceritakan masa lalu-ku kepadamu."


"Kau masih menahan diri untuk memberitahuku ya?" Tanya Methode.


"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Arata.


"Aku dilatih oleh Dewi Korrina... Aku dilatih semuanya hingga aku mampu membaca ekspresimu dengan jelas, Arata. Jika kau mau, aku bisa memberitahumu tentang hal penting lainnya... Hal penting ini kau wajib mengatahuinya."


"Baiklah... Aku mulai." Ucap Arata.


"Sebenarnya diriku ini berasal dari dunia asli, Methode... Dunia dimana sihir itu tidak ada... Legenda itu tidak ada dan semua hal-hal lainnya yang berbau fantasi seperti ini semua." Ucap Arata. Methode langsung terkejut ketika mendengar hal itu karena Arata bukanlah sesosok ras yang lahir di semesta Touri, mungkin ia dipanggil ke dunia ini oleh para dewa dan dewi karena Methode pernah mendengarnya dari Korrina.


"Jadi begitu ya..."


"Aku mulai dari dunia asliku ya..."


"Silahkan."



Di sisi lainnya, anak yang bernama Shiratori Syna sudah tinggal di semesta ini cukup lama hingga ia memiliki teman ras malaikat yang bernama Asuka, Chiara sesosok malaikat yang pernah membantu Alvin dalam masalah tentang Zoiru, dan Fidya yang dirumorkan sebagai adik dari Arata.


Syna sekarang sedang berbicara dengan Homura melalui jam tangannya yang bisa menghubungi seseorang dari luar semestanya, alat itu cukup canggih karena seluruh tubuh Homura bisa terlihat di hologram yang dikeluarkan oleh jam tangan itu. "Oh, iya, Syna... Apakah kau tahu bahwa sekarang para Legenda sampah mulai berkurang karena seseorang?" Tanya Homura.


"Shimatsu Arata ya...? Aku sudah mengetahuinya, Mama." Ucap Syna. Homura langsung menunjukkan wajah yang terlihat terkejut. "Ehh?! Bagaimana bisa!? Bukannya kamu ini sedang berada di semesta Xuusuatouri?" Tanya Homura.


"Sebenarnya Legenda yang bernama Arata itu memiliki seorang adik, Mama. Dia bernama Shimatsu Fidya dan dia sudah menceritakan semua kekuatan dan perbuatannya kepadaku." Ucap Syna.


"Ahhh... Jadi begitu..." Homura langsung mengerti, ia mulai mengangguk. "Kalau begitu, jaga kesehatanmu ya, nak. Jangan lupa untuk pulang juga kapan-kapan ya~"


"Iya, Mama."


"Mama sayang kamu~" Homura langsung mematikan alat komunikasinya. "Syna juga sayang Mama..." Jawab Syna, ia mulai melirik ke belakang dimana Fidya, Asuka, dan Chiara sedang duduk selagi membakar marshmellow. Mereka semua sudah berjanji untuk mendengar cerita masa lalu tentang Arata karena Fidya sangat berhutang budi kepada mereka bertiga karena sudah menyelamatkannya.


Syna lah seseorang Legenda yang berani untuk menanyakan masa lalu tentang Arata dan Fidya mau menceritakannya kepada mereka bertiga. Syna duduk disebelah Fidya. "Fidya... Bisakah kau mulai?" Tanya Syna.

__ADS_1


"Tentu saja."


~ARATA DAN FIDYA BERBICARA DENGAN BERSAMA~


"Dulu aku terlahir disebuah keluarga yang sederhana, saat aku lahir, aku tidak pernah di anggap oleh kedua orang tuaku bahkan ketika umurku menempuh 5 tahun aku selalu saja dianggap pelampiasan bagi kemarahan kedua orang tuaku. Bukan hanya itu, bahkan kedua orang tuaku hanya memberiku makanan sisa, mulai dari sarapan hingga makanan... Hanya sisa makanan saja yang aku makan." Ucap Arata.


"Tapi saat kelahiran diriku, kedua orang tua kami memperlakukanku berbeda sekali dengan Kak Arata. Aku selalu saja diberi makanan yang cukup bahwa kedua orang tua-ku selalu memanjakanku, saat Kak Arata menempuh umur 12, kami berdua memiliki adik yang baru yaitu seorang laki-laki, ia bernama Shimatsu Kizura." Ucap Fidya.


"Kizura adalah adik laki-lakiku yang baik bahkan Kizura sangat enggan untuk berbuat kejahatan, tapi saat Kizura menempuh umur 8 tahun, Kizura meninggal tanpa sebab atau alasan apapun, padahal Kizura tidak sengaja terbunuh oleh ayahnya yang menyiksanya secara berlebihan, aku dan Fidya tidak mengetahui hal itu dan hanya menganggap Kizura meninggal karena ceroboh saat di dapur." Ucap Arata.


"Dan setelah Kak Arata sedang berada di kelas 1 smp, aku meninggal karena sebuah kecelakaan, Kakakku sudah muak dengan kehidupannya hingga ia mulai merencanakan pembunuhan terhadap kedua orang tua kami. Kak Arata pun membunuh kedua orang tua kami dengan memasukan racun ke dalam makanan dan minuman mereka, Kak Arata tidak di tangkap oleh polisi karena Kak Arata memberikan pernyataan palsu terhadap penyebab kematian kedua orang tua kami. Setelah itu Kak Arata tidak memiliki siapa-siapa lagi selain dirinya sendiri, tapi saat Kak Arata sedang jalan-jalan di tengah kota, ia melewati sebuah toko game, Kak Arata melihat sebuah kuis tanya jawab tentang novel touri series, Kak Arata pun mulai penasaran dan ia mulai menjawab semua pertanyaan yang hanya menanyakan tentang novel yang bernama Yuusuatouri, Kak Arata memilih pertanyaan tentang novel Yuusuatouri saja karena novel itu adalah novel favorit Kak Arata, Fidya, dan Kizura." Ucap Fidya.


"Setelah beberapa hari aku tiba-tiba saja menerima sebuah surat, isi surat tersebut adalah pernyataan bahwa aku menjadi salah satu beta tester game vrmmorpg Yuusuatouri, aku pun langsung terkejut dan langsung bergegas ke gedung dimana para beta tester yang terpilih berkumpul di satu tempat. Di saat itu, aku terus menjalani kehidupanku sebagai beta tester game vrmmorpg Yuusuatouri dan mendapatkan rank 1, karena kehebatanku saat bermain game Yuusuatouri, seorang developer Yuusuatouri pun menjadi dekat dengan arata dan gaji-ku sebagai beta tester di tambah 10%, sebenarnya aku tidak perlu menerima gaji sebesar itu karena uang yang ada di dalam game yaitu Legend's Diamond bisa di tukar dengan uang asli walaupun terkadang susah untuk mendapatkan Legend's diamonds, walupun cuman satu saja tapi aku memiliki sebuah trick dan hasilnya aku menjadi kaya di dalam game." Ucap Arata.


"Setelah uji coba yang dilakukan beta tester berakhir, game vrmmorpg Yuusuatouri pun di rilis secara global dan menjadi game peringkat 1 di dunia, bahkan mengalahkan Xuusuatouri dan Zuusuatouri. Kak Arata pun menjalani kehidupannya sebagai seorang pro player peringkat 1 global dan mendapatkan banyak rival, bahkan Kak Arata mempunyai fans sendiri. Setelah 1 tahun lamanya Kak Arata bermain game Yuusuatouri dan mengalahkan last bos yaitu dewa Alvin Ghifari, Kak Arata tiba-tiba saja di transfer ke yuusuatouri oleh sebuah portal biru, Kak Arata hanya melihat sebuah sesosok makhluk cahaya di depannya dan ia langsung tiba di tempat yang lain, Kak Arata awalnya sangat terkejut tapi Kak Arata bukanlah seseorang yang mudah kebingungan, dia akan menganalisis lingkungan sekitar dan akan langsung beradaptasi." Ucap Fidya.


"Saat aku menyadari bahwa aku benar-benar di transfer ke yuusuatouri oleh sebuah portal aneh, aku pun memutuskan sebuah tujuan, yaitu membunuh semua Legenda sampah demi kebaikan ras Legnda untuk masa depan nanti. Aku mulai berkeliling semesta Yuusuatouri dan membunuh cukup banyak legenda sampah sampai aku bertemu dengan adik ketigaku lagi yaitu Kizura, aku awalnya gembira saat mengetahui Kizura di reinkarnasi ke dunia Yuusuatouri, tapi sayangnya hal itu menjadi pudar saat mengetahui Kizura melamukan eksperimen dengan jantung ras legenda dan bekerja sama dengan kerajaan yang bernama milagia, karena Kizura bekerja sama dengan kerajaan otomatis aku akan berperang, tapi saat itu ada seorang wanita yang mengajakku ke sebuah guild yang memiliki nama guild zero." Ucap Arata.


"Kak Arata pun bergabung dengan guild zero dan akhirnya berperang dengan kerajaan milagia, setelah memenangkan peperangan dan membunuh Kizura, Kak Arata keluar dari guild zero tapi Kak Arata masih mempunyai hak penuh dengan squadnya. Kak Arata mengunjungi makam Shiratori Shira ketika ia mengetahui bahwa Legenda idolnya sudah mati, ia turuk berduka cita mendengarnya, setelah itu Kak Arata pun melanjutkan tujuannya dengan membunuh banyak ras legenda sampah hingga dia bertemu denganku." Ucap Fidya.


"Fidya adalah adikku yang satu lagi. Ternyata Fidya yang di reinkarnasi ke dalam semesta Yuusuatouri juga menjadi seorang ras Malaikat dan bisa dijuluki sebagai Fallen Angel, tapi tidak disangka aku tidak disambut dengan sebuah pelukan oleh Fidya melainkan aku di cium dibagian bibir olehnya"


"HAHHH!?" Methode langsung terkejut ketika mendengar itu. "Ciuman pertamamu di ambil oleh adikmu!?" Tanya Methode.


"I-Iya... Begitulah..."


"Ahhh...!!!" Methode langsung teriak. "Kau kenapa sih?" Tanya Arata.


"Lanjut..." Jawab Methode.


"Di saat itulah aku kembali melanjutkan tujuanku dengan menuruti perintah di bawah adikku, walaupun aku tidak selalu menerima perintah dari adikku karena Fidya sibuk di Xuusuatouri untuk membantai malaikat yang melakukan eksperimen aneh. Tamat." Arata mulai menghela nafasnya, Methode mulai memberinya sebuah botol berisi minuman. "Terima kasih." Arata mengambil botol itu lalu ia meminumnya.


"Jadi kau hanya ingin mengubah bangsa Legenda menjadi sesuatu yang baik di masa depan?"


"Ya... Lagian juga, jika kita mencoba untuk menyadarkan para Legenda sampah itu, mereka tidak akan pernah dengar... Walaupun mereka dengar, mereka suatu saat aku menusuk kita dari belakang."


"Kau ada benarnya juga, baiklah... Aku akan memberitahumu tentang sesuatu." Ucap Methode.


"Dan itu?"


"Seseorang yang kau lawan di planet Agimuragi... Aku tahu sesosok Legenda yang mencoba untuk menghalangi jalanmu dan dia itu dekat denganku."


"Ahhh... Legenda keras kepala yang mudah marah itu?"

__ADS_1


"Ya, dia berencana untuk menghentikanmu, Arata. Namanya adalah Shiratori Shou atau bisa disebut dia ini adalah adik kecilku." Ucap Methode dengan rautan wajah yang terlihat serius.


"Apa...!?"


__ADS_2