
"HYAAAGGHH!!!" Methode mulai memukul seluruh tubuh Korrina tanpa henti, tetapi Korrina dengan mudahnya berhasil menghindari semua serangan Methode yang tertebak oleh pikirannya semacam Methode selalu berpikir agar serangannya kena melainkan fokus kepada lawan yang sebenarnya.
Korrina sekarang berada di wujud biasanya, ia tidak akan menggunakan wujudnya yang berada di atas 49% karena ia tidak mau membunuh Methode dengan sengaja. Korrina langsung menghentikkan pergerakan Methode dengan menahan tinju kanannya menggunakan jari kelingkingnya.
BAAMMMMMMMMM!!!
Dorongan yang besar langsung menembus tubuh Korrina dan tidak membuatnya terdorong sama sekali. Methode langsung terkejut ketika ia melihat pukulan terkuatnya tertahan oleh jari kelingking Korrima dengan mudah. "Pikiranmu masih terus berjalan dan fokus ke serangan yang akan kau buat melainkan kau tidak membiarkan seluruh tubuh bekerja dengan sendirinya tanpa perintahmu... Kau harus tenangkan pikiranmu dan biarkanlah tubuhmu mengerjakan pekerjaannya sendiri."
"Aku masih kecewa. Kau bisa menggunakan sihir sacred api, tetapi tubuhmu masih bergerak dengan kaku melainkan tenang seperti api sacred." Ucap Korrina, ia mulai jalan ke depan dan melewati Methode yang kelelahan.
Methode mulai mengikutinya, ketika ia mengikutinya, Methode langsung melihat alam yang terlihat sangat indah. Ia juga melihat air terjun susu yang mengalir cukup tenang, kedua penglihatan Methode seperti melihat ketenangan tiada batas. Bahkan kedua pendengarannya mendengar suara alam yang terdengar sangat tenang.
"Api sacred akan bisa kau kontrol jika kau memikirkan pergerakan musuhmu melainkan memikirkan serangan yang akan kau kerahkan... Pikiranmu itu akan menghambatmu apalagi jika serangan yang kau keluarkan itu lambat." Ucap Korrina.
"Terkadang bertarung itu bukan soal kekuatan saja... Otakmu harus bisa kau pakai dengan benar dan bahkan pengalamanmu dalam bertarung juga harus kau pelajari dengan teliti... Belajarlah dari kesalahan karena mempelajari dari kesalahan bisa saja menjadi kesempatanmu untuk bisa bertambah kuat."
Methode langsung berhenti berjalan, ia mulai menatap kedua lengannya. "Latihan ini cukup sulit..." Ucap Methode.
"Kau baru saja ditahap awal, Methode. Jika sihir api sacred-mu itu siap maka kau akan maju ke tahap yang kedua." Ucap Korrina dengan ia mulai membalikkan badannya lalu ia menatap wajah Methode dengan tatapan tenangnya.
"Aku selalu siap kapanpun, nenek!!!"
"Kau benar-benar siap jika sihir sacred itu mengatakan siap kepada tubuhmu." Ucap Korrina. Methode langsung menyerang Korrina dari arah belakang tetapi Korrina berhasil menangkis pukulan Methode hingga ia terdorong ke belakang. "SACRED....!!!!! BLAST!!!" Methode meluncurkan gelombang missile yang terbakar oleh api sacred ke arah kanan hingga Korrina muncul tepat disebelah kanan Methode karena ia pikir Methode akan menyerang ke depan melainkan ia meluncurkan serangannya dengan prediksi.
BAMMMMMMMMM!!!!
Sacred Blast itu meledak hingga menimbulkan asap yang menghalangi seluruh tubuh Korrina. Methode muncul tepat di belakang Korrina lalu ia mulai memukulnya, tetapi Korrina muncul tepat di belakangnya dengan wajah yang terlihat tenang. "Kau hampir mengenaiku dengan sacred blast tadi" Korrina langsung mencoba untuk membuat pingsan Methode dengan melakukan karate-chop ke arah punggung belakangnya.
"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA....!!!" Teriak Methode hingga ia langsung berubah menjadi wujud Saint God-nya, ia langsung berputar ke belakang dan mulai meluncurkan Atomic Sacred Flames ke arah perut milik Korrina hingga sihir itu menimbulkan ledakan yang sangat besar disekitarnya.
BAMMMMMMMMM!!!
Seluruh tubuh Korrina langsung hitam karena Methode menggunakan wujud Saint God yang mampu melukainya. Korrina yang gosong itu langsung berubah menjadi aura dan aura itu langsung terbang ke belakang Methode dimana terdapat Korrina yang sedang berdiri dibelakangnya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat senyum secara paksa. "Methode~ Apa yang aku katakan tentang perubahan wujud?" Tanya Korrina.
"Nenek... Semua Legenda itu ditakutkan karena wujud dan Legend's Boost bukan?! Untuk apa aku harus terus berada di wujud biasaku itu sangat menyebalkan!"
"Jika kau menggunakan wujud Saint-mu maka sihir api sacred-mu tidak akan bisa kau sempurnakan, wujud Saint adalah tekanan berat bagimu untuk bisa mengendalikan api sacred."
"Kenapa?! Logika macam apa itu?! Bagaimana jika aku menggunakan wujud Saint Enchanted dimana sihir-ku akan meningkat drastis."
"Wujud Saint dan sacred itu sangat berbahaya jika digabungkan bersama karena tubuhmu tidak akan bisa menampung kesucian yang berjumlah tiada batas. Wujud Saint yang mampu memanipulasi kesucianmu dan Sacred yang mampu membuat seluruh kesucianmu bergejolak tinggi ke seluruh tubuhmu hingga seluruh kesucian itu diubah menjadi api-api sacred." Ucap Korrina dengan ia langsung meraba dahi Methode hingga ia langsung berubah kembali menjadi wujud normalnya.
"Apakah kau mau seluruh tubuhmu terbakar oleh api sacred yang tidak bisa kau kendalikan?" Tanya Korrina.
"Ahh--" Korrina langsung melakukan serangan memotong ke arah belakang leher Methode hingga ia langsung jatuh pingsan. "Kau memiliki darah keras kepala juga..." Ucap Korrina dengan ia menghela nafasnya berat, ini pertama kalinya Korrina mengajari seseorang yang bukan dari keluarga Ghifari cara untuk menyempurnakan sihir api sacred dengan benar.
__ADS_1
"Sepertinya Methode lama-lama mulai menurut dan mengerti terhadap kata-kata yang selalu aku ucapkan yaitu untuk tidak menggunakan wujud Saint..." Ucap Korrina selagi meminum kopi yang disediakan oleh Homura. Korrina meninggalkan Methode sendiri di dimensinya karena ia ingin melihat Methode latihan sendiri di dalam dimensinya.
"Setidaknya apapun yang kau pikirkan itu masuk akal dan benar, cobalah untuk tidak membunuhnya dengan cara yang tidak sengaja, Korrina." Ucap Shira.
"Uwaahhh... Tenang saja, jika aku membunuhnya dengan tidak sengaja maka dimensi milikku akan segara menghidupkannya kembali, santai aja." Ucap Korrina.
"Ehh!? Bagaimana bisa?!" Tanya Shira dengan ekspresi yang terlihat terkejut. "Ahaha... Dimensi milik nenek itu semacam imajinasi pikirannya, ia bisa melakukan apapun disana dengan cara memikirkan sesuatu jadi nenek hanya harus meimajinasikan sesuatu misalnya seperti pedang, jika ia mulai memikirkan sebuah pedang maka pedang itu akan muncul di dimensinya."
Homura tahu itu karena dimensi Korrina adalah dimensi yang bernama World of Sacred Creation, tetapi Homura tidak pernah masuk ke dalam dimensi itu karena Korrina melarangnya, hanya ia saja yang boleh memasuki dimensi itu dan bahkan mereka juga tidak tahu dimana Methode berlatih, jika Korrina memberi tahu mereka bahwa Methode sedang berlatih di dimensinya maka mereka akan merasa sangat penasaran.
"Proses tentang pelatihan Methode... Ia terlihat cukup mudah untuk mengerti disetiap aku menjelaskan sesuatu. Aku percaya bahwa Methode bisa saja menyetarai Arisu yang akan dicalonkan menjadi Omni-Saint Hybrid." Ucap Korrina dengan ia meminum kopinya kembali.
"Omni-Saint Hybrid!?" Wajah Shira dan Homura langsung terlihat terkejut karena Arisu dirumorkan untuk menjadi calon Omni. Korrina mengangguk. "Ya... Arisu memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi calon Omni juga, tapi... Potensi dan kekuatan Arisu bisa saja dikalahkan oleh Methode yang terus berkembang."
"Potensi Eclipse dan Syna... Aku tidak tahu tentang mereka, tetapi aku percaya potensi Syna itu berasal dari otaknya, ia melawan musuh menggunakan strategi dan pengalaman melainkan hanya kekuatan saja."
"Sedangkan Eclipse... Aku percaya bahwa cara ia berpedang akan membawanya ke jalan yang benar. Cahaya dan kegelapan berada di sisinya... Cahaya yang adil dan kegelapan yang berani."
"Shou... Aku tidak tahu tentang Shou, dia ini ceroboh dan dia mudah marah, jelas sih karena dia ini seorang ras Eternal resmi, darah eternalnya sudah pasti 100%. Sebenarnya kemarahan itu adalah titik kelemahan kita semua jika kita tidak bisa mengendalikan kemarahan itu, kemaharan sebenarnya bisa kita gunakan sebagai sumber kekuatan untuk bisa menang melawan lawan. Yahh... Tapi, pemikirannya juga cukup bagus... Sama seperti Syna."
Shou seperti biasanya menguping pembicaraan Korrina di balik tembok. "... ..." Shou berjalan pergi meninggalkan rumah itu lalu ia mulai terbang ke atas langit dengan sangat cepat seperti rocket yang terbang menuju bulan. Korrina langsung tersenyum ketika ia sadar bahwa keberadaan Shou pindah, selama ini Korrina sudah mengetahui Shou yang selalu menguping pembicaraannya.
"Baiklah, terima kasih untuk kopi hangatnya. Aku ingin melihat kondisi Methode sekarang." Korrina mulai menepatkan cangkir kopinya di atas meja yang berada di sebelahnya. "Terima kasih karena sudah membantu, Methode." Shira menundukkan kepalanya kepada Korrina.
Korrina muncul tepat di depan Methode yang sedang berlatih lalu ia meluncurkan gelombang dorongan menuju arah Methode hingga ia langsung terpelanting ke belakang selagi menahan dorongan itu. Korrina langsung tersenyum lebar Methode yang tidak lengah oleh serangan kejutan milik Korrina. "Nenek? Ada apa?" Tanya Methode.
"Mari kita melakukan sparring, Methode. Mulai saat ini juga, semuanya mulai serius!" Korrina langsung mulai berpose kuda-kuda bertarungnya, seluruh tubuhnya langsung terlumuri oleh api sacred.
"POTENTIAL...!!! UNLEASH!!!" Teriak Methode hingga api-api yang melingkarinya mulai berubah menjadi api sacred. Ia mulai berpose kuda-kuda bertarungnya. "Aku siap kapanpun...!!!" Methode langsung melesat menuju arah Korrina dan memukul wajahnya.
Korrina menahan pukulan itu lalu ia memukul perut Methode dengan sangat dalam. "Baru saja mulai dan kau sudah lengah seperti itu?" Tanya Korrina dengan ekspresi yang kecewa. Korrina mencekik leher Methode lalu ia mulai melemparnya ke atas langit dan setelah itu Korrina muncul di depannya selagi melakukan tendangan backflip, tendangan Korrina mengenai wajah Methode hingga ia langsung terpelanting menuju daratan.
BAAMMMMMMMM!!!
"Hah... Hah... Hah..." Methode perlahan-lahan bangkit dari atas daratan, ia melirik ke atas dan melihat Korrina sedang menatapnya dengan tatapan kecewa. "Aku... Aku pasti akan bertambah kuat dan melindungi sesuatu yang berharga bagiku..." Ucap Methode.
"Kau hanya memperhambat dirimu lagi, mengatakan kepada dirimu sendiri bahwa kau akan menang itu bukanlah latihan, Methode. Motivasi itu belum cukup untuk bisa melindungi sesuatu yang kau anggap berharga." Ucap Korrina.
"Kepercayaan dirimu seharusnya kau rendahkan atau kau hanya akan meremehkan musuhmu dengan kepercayaan dirimu yang lebih, Methode."
"Ggrrghh...!!!" Methode mengepalkan kedua tinjunya hingga seluruh tubuhnya langsung dilumuri oleh sacred flames. "HAHHHHHHH...!!!"
__ADS_1
"Tidak ada pertarungan yang tidak memiliki kekalahan."
Kedua mata Methode langsung berubah menjadi warna biru tua yang mengartikan bahwa api sacred-nya mulai meningkat dan memanas lebih dari sebelumnya. "Bagus, tetaplah seperti itu."
"Sepertinya kita sudah melewati pemanasannya..." Korrina melepaskan jacketnya lalu ia mulai melakukan kuda-kuda yang berbeda. "Hahhhh... HYAAAAGGGHHH!!!" Teriak Methode hingga seluruh aura dan api-apinya membesar dan meluncurkan sebuah gelombang besar menuju atas langit.
"Masih ada kelemahan di dalam dirimu...!" Korrina dan Methode langsung terbang menuju arah satu sama lain. Methode dan Korrina saling memukul satu sama lain hingga pergerakan Methode langsung meningkat dan membuat Korrina kewalahan, Methode berputar ke kanan lalu ia menendang kepala Korrina hingga ia terpental menuju daratan.
Korrina muncul tepat di belakang Methode dengan kedua jari kanannya yang terlumuri oleh api sacred. "SACRED SLICE!!!" Korrina langsung mengayunkan kedua jarinya menuju arah Methode, beruntungnya Methode berhasil menghindari sihir itu.
ZWOOOSSHH!!!
Dua tangan besar yang terbuat dari api sacred muncul tepat di belakang Korrina, api-api sacred itu mulai memanjang dan mulai melesat menuju arah Methode hingga mencekik leher dan bahkan membelit kedua matanya. "Ugghhh...!!!" Methode mencoba untuk melarikan diri tetapi ia tidak bisa. "Ughh..." Methode langsung pingsan, tetapi kedua kakinya langsung menginjak sihir api sacred yang terbentuk menjadi lantai.
Korrina muncul tepat di depannya lalu ia mengejutkan Methode dengan menghantam sihir sacred di perutnya. BAM! "ARRRGGGHHH...!!!" Methode langsung kembali bangun.
"Kelengahan dan menikmati pertarungan adalah kelemahanmu. JADILAH PETARUNG YANG SEBENARNYA, METHODE!!! Seorang petarung yang hanya memperdulikan kemenangan dan keadilan!"
"GWAAAAAGGGGGGHHHH...!!!" Teriak Methode hingga seluruh aura dan api-api sacrednya mulai membesar, aura-aura itu meluncurkan dorongan yang sangat besar disekitarnya hingga Methode mampu meluncurkan gelombang sacred besar menuju atas langit.
"BANGKITKANLAH JIWA LEGENDAMU YANG SEBENARNYA!!!"
SWOOOOOOSSSHHHH!!!
BAAAMMMMMM!!!
Korrina terdorong ke belakang dan ia melihat rambut Methode terbakar oleh api sacred dan bahkan kedua matanya yang berwarna biru tua juga terbakar oleh api sacred. "Hmph... Flaming Sacred Form ya? Kau mentransfer kekuatan dan sihir sacred itu ke dalam wujud Flaming Form-mu hingga menciptakan sebuah wujud yang pantas untuk sihir api sacred." Korrina tersenyum bangga.
"Sempurna." Korrina langsung menciptakan beberapa clone dirinya, semua clone Korrina langsung mengepung Methode dari segala arah. Semua clone itu melesat menuju arah Methode.
Dengan cepat Methode mengalahkan mereka semua dengan kecepatan yang meningkat setiap ia menyerang, bahkan sebagian dari clone itu terbakar oleh api sacred milik Methode. "Dia bisa bertahan melawan clone milikku...? Hebat..." Korrina tersenyum.
Korrina yang asli mulai menyerangnya dari belakang, Methode langsung mendeteksi keberadaan yang mulai mendekatinya. "JYAAHHH!!!" Lengan kiri Methode langsung terlumuri oleh api sacred, ia dengan cepat melirik ke belakang lalu ia menggunakan Sacred Slide ke arah lengan kanan milik Korrina hingga lengan kanannya langsung putus dan melesat melewati Methode.
"Ahh!" Methode langsung terkejut ketika ia melihat dirinya baru saja memutuskan tangan Korrina. "Ugghh..." Korrina langsung memegang tangan kanannya.
"Bagus, Methode... Ya, seperti itu." Korrina tersenyum lebar.
"Jika kau bisa bertarung seperti itu maka kau bisa menyempurnakan api sacred lebih dan bahkan melindungi seseorang yang menurutmu berharga atau pantas untuk dilindungi." Korrina tersenyum.
Methode tersenyum lebar. "Terima kasih banyak, nenek!" Korrina langsung tersenyum licik, lengan kanan Korrina yang putus langsung berubah menjadi api sacred dan api itu melesat menuju punggung Methode dan mengenai punggungnya. "AGGGGHHHHHHH!!!" Teriak Methode yang baru saja terkena oleh api itu.
Korrina menumbuhkan kembali lengan kanannya menggunakan api sacred-nya lalu ia menangkap Methode yang hampir saja jatuh. "Kelemahanmu itu masih saja ada di dalam dirimu."
"Seperti dulu ketika kau melawan Kalizu! Waktu itu, kau pikir pertarungannya sudah selesai, tetapi kau ceroboh hingga Kalizu bertambah kuat dan mengalahkanmu begitu saja."
__ADS_1
"Sepertinya kelengahan itu berasal dari ayahmu." Korrina mulai menepuk kedua bahu Methode. "Dengarkan aku, Methode. Hilangkan sikapmu yang selalu menikmati pertarungan dan jangan pernah lengah hingga pertarungannya benar-benar selesai."
Methode langsung menunjukkan eksperesi serius. "Ya!"