Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 76 - Ahli Sihir Rahasia


__ADS_3

Semua guru mulai menunjuk Arika dan mereka semua mulai bersiap untuk bertarung habis-habisan melawannya. Korrina tiba-tiba menghalang mereka semua dan memperingati mereka semua untuk tidak menyerang Arika. "Jangan menyerangnya, apakah kalian tidak mementing kehidupan kalian ini yang bisa saja menghilang dalam sekejap...?!" Tanya Korrina.


"Ahh... Nenek Korrina, aku harap kau tidak ikut campur dengan urusanku ini." Arika tersenyum lalu ia menatap wajah Homuze dengan tatapan kalem. Homuze langsung mulai mengingat masa-masa dimana Arisu masih bayi. "Arisu, kembalilah... Tidak, Arika... Aku mohon jangan melakukan hal-hal yang tidak berguna ini, kami tahu bahwa Papa membenci para Legenda di Planet Legenia tetapi hentikan semua perbuatanmu yang mencoba untuk membawa semesta ini ke jalan akhir yaitu hari dimana Dewa Abadi itu bangkit...!" Ucap Homuze dengan wajah yang khawatir, ia mencoba untuk menenangkannya.


"Aku hanya pinjam tubuh ini untuk sesuatu yang penting, Mama. Lagian juga aku bisa membebaskan diriku sendiri dari tubuh Arisu, tapi seluruh kekuatan yang bergejolak di dalam tubuh ini... Aku membutuhkannya!" Arika mengepalkan kedua tinjunya.


"Aku tidak membenci Arisu, Mama, Papa, dan seluruh saudara-saudaraku... Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang tidak akan bisa kalian mengerti menggunakan tubuh dari Arisu!"


"Arika...! Aku mohon, hentikanlah!!!" Teriak Shiro hingga Arika langsung menatap wajahnya. Arika tersenyum sedikit karena ia tidak bisa merasakan sedikit sihir di dalam tubuh Shiro, sudah jelas bahwa Shiro benar-benar menghancurkan batasannya sendiri hingga kekuatan dan sihirnya mulai tercampur dan tidak berjalan untuk sementara.


"Papa... Kau ini kuat, tapi sekarang kau layaknya seperti seseorang yang tidak berguna dan tidak berdaya... Aku sarankan kau dan Mama pulang saja hingga kalian berdua bisa kembali kepadaku dengan kondisi yang sangat pulih..." Arika menunjuk Shiro dan Homuze, ia langsung memindahkan mereka menuju suatu tempat. Shiro dan Homuze langsung menghilang dengan cepat.


Arika melirik kepada Korrina. "Kau ini dewi 'kan...? Seharusnya kau menghancurkan sekarang, kau memiliki kesempatannya bukan?" Tanya Arika dengan ia mulai tersenyum jahat lagi, Korrina hanya bisa diam lalu ia menghilang dengan sangat cepat.


"Mereka sudah tersingkirkan... Baiklah, planet selanjutnya adalah incaran kami... Planet Lemia." Arisu meraba bahu kiri Welly lalu mereka berdua mulai menghilang dengan sangat cepat.



Shiro dan Homuze muncul di rumah mereka kembali, Shiro mulai merasa sangat khawatir dan bingung tentang rencana Arika. "Arika... Arisu... Mereka berdua itu sama seperti kita 'kan...?"


"Homura dan Homuze... Shira dan Shiro... Methode dan Deathode...  Arisu dan Arika, kita keluarga Shiratori sudah benar-benar terpengaruh dengan kekuatan Eternal itu, aku sudah menyangkanya sejak dulu karena seketika dia bayi, dia kadang menunjukkan eksperesi senangnya dan eksperesi kalemnya... Mereka layaknya sudah berteman dan akrab sejak kecil..." Homuze tersenyum.


"Aku ingin menghentikannya, tetapi tubuh ini masih saja manja terhadap kekuatan... Aku ingin cepat sembuh!" Ucap Shiro dengan ia meraba dadanya sendiri.


"Entahlah... Tubuh kita bisa saja sembuh satu tahun kemudian, Kakek Korrina memberitahu itu kepadaku karena dulu Kakek Alvin pernah mengalaminya." Ucap Homuze dengan wajah yang sangat serius.


Homuze menghampiri sebuah foto yang menggambarkan Arisu yang masih bayi, ia sedang berbaring di atas lantai selagi memakan permen pisang. Ia juga melihat beberapa foto yang menunjukan Methode, Syna, dan Eclipse ketika bayi. "Aku akan menyiksa habis mereka yang mencoba untuk membunuh para legenda kecilku... Aku bahkan akan menghancurkan planet yang meraka tinggali...!"


"Semoga tidak ada hal yang buruk terjadi kepada Arika..." Ucap Homuze dengan wajah yang serius.


Flashback


"Dan Legenda baik itu berhasil mengalahkan raja iblis dengan hanya menggunakan satu sihir yang memiliki makna bahwa ia tidak mengalahkan iblis itu sendiri melainkan ia dan juga teman-temannya melakukannya bersama... Tamat..." Homuze menutup buka cerita yang ia ceritakan kepada bayi Arisu yang sedang duduk di kedua pahanya.


"Gahhhh~ Hehehe~ Ahhhh~~~" Arisu merasa sangat senang, ia mulai mencoba untuk mengambil buku yang Homuze pegang tetapi ia tidak bisa karena tubuhnya sangat kecil hingga ia tidak bisa mengambil buku itu.


"Gahhhh..." Arisu mulai diam lalu ia mengambil sebuah permen kecil yang berwarna merah lalu ia menunjukkan permen itu kepada Homuze. "Gahhhh! Mama~ Ahhhh~~~" Arisu berencana untuk menyuapinya dengan permen yang ia pegang.


Homuze tersenyum lalu ia memakan permen yang Arisu pegang, ia mulai tersenyum kepada Arisu dengan senyuman lebar. "Terima kasih, permen manisku..." Homuze mencium dahi Arisu.


Flashback end.


"Hahhhh..." Homuze menghela nafasnya. Korrina tiba-tiba muncul tepat di belakang mereka selagi menyilangkan kedua lengannya. Homuze dan Shiro langsung melirik ke belakang. "K-Korrina..."


"Kalian tahu harus melakukan apa sekarang..." Ucap Korrina dengan wajah yang serius. Shiro dan Homuze langsung menunjukkan wajah yang kebingungan karena ia tidak mengerti apa yang ia katakan.


"Hah...? K-Kau bilang apa...?" Tanya Shiro.


"Itu loh... Cara untuk menyembuhkan penyakit yang menghambat seluruh kekuatan dan sihir kalian adalah dengan melakukan hubungan seks lagi, kalian berdua harus membuat anak lagi dan bagusnya Homuze ini masih perawan loh~" Korrina mulai terkekeh. Wajah Shiro dan Homuze langsung tersipu dengan sangat merah hingga mereka menunjukkan wajah yang sangat canggung.


"APA YANG KAU KATAKAN, KORRINA!?" Teriak mereka berdua bersamaan.



Semua pasukan Welly telah berhasil menyerang seluruh kota yang berada di planet Lemia, mereka semua sedang melawan pasukan Undead yang telah diberikan sebuah sihir kuat oleh Arika hingga beberapa dari Undead itu mampu mengeluarkan sihir yang sangat kuat hingga semua Legenda yang telah berubah menjadi wujud Ultra Power Legenda masih tetap kalah melawan pasukan-pasukan itu.


Arika dan Welly sedang berdiri di atas tanah selagi melihat dua Legenda yang sedang berjuang melawan pasukan Welly, beruntungnya mereka mampu mengalahkan semua Undead itu hingga habis. "Mereka berdua sepertinya tidak buruk..." Ucap Arika dengan ia menyilangkan kedua lengannya.


"Ya... Musuh yang cukup layak untuk diriku habisi. Bisakah aku bertarung sekarang, Arika?" Tanya Welly.


"Boleh saja, aku ingin melihat kemampuan yang kau punya. Cobalah untuk membuatku terkesan." Arika tersenyum hingga Welly langsung melepaskan jubahnya, kedua Legenda itu langsung menatap Welly dan Arika dengan wajah yang serius.


"Kazeryo Satia... Apakah kau ingin melawan Legenda yang mengendalikan semua pasukan Undead itu?" Tanya Legenda yang berada di sisinya. Satia mengangguk lalu ia mulai bersiap untuk menyerangnya lagi.

__ADS_1


"Tentu saja, Yahiko... Aku ingin memberi pelajaran terhadap Legenda munafik itu karena telah menghancurkan Legenia juga sekarang dia mengincar Lemia!" Ucap Satia dengan wajah yang sangat amat kesal.


"Hati-hati, kita tidak tahu kekuatan atau sihir apa yang ia miliki..." Ucap Yahiko dengan ia mundur beberapa langkah. Arika mulai melayang di atas langit selagi menyilangkan kedua lengannya.


Satia langsung berubah menjadi Saint Observation. "Aku dengan kau bisa menggunakan sihir Necromancer... Hmph, itu artinya kau memiliki sihir yang sangat berbahaya." Welly dan Arika langsung tersenyum karena Satia ini adalah seorang Saint Legenda.


Satia bergerak maju menuju Welly hingga Welly sendiri langsung tersenyum jahat. Satia memukul wajah Welly dengan cepat, tetapi ia berhasil menghindari pukulan tersebut. Satia langsung mencoba untuk memukul wajahnya dengan tinju satunya lagi, serangan yang Satia kerahkan selanjutnya masih tetap di hindari oleh Welly.


Satia langsung mencoba untuk memukul seluruh tubuhnya dengan cepat, tetapi Welly hanya bisa menghindari semua pukulan yang ia pikir lambat itu. "RASAKAN INI!!!" Satia mengangkat kaki kanannya lalu ia mencoba untuk menendangnya, tetapi Welly dengan cepat langsung melompat ke belakang.


Satia terus mengejarnya hingga Welly tersenyum lalu ia berencana untuk menyerang balik. "Necromancer Weight..." Welly menunjuk daratan dengan kedua lengannya hingga seluruh tubuh Satia mulai terasa sangat berat hingga ia terjatuh tepat di atas tanah itu. "Nrrggh...!"


Welly tiba-tiba mulai mengangkat seluruh tubuh Satia dengan hanya menunjuknya saja, Welly langsung melempar Satia menuju arah gunung yang sangat besar tepat di belakangnya. "Aghh...!!!"


BAMMMM!


"Menarik..." Arika mulai tersenyum. Satia langsung berubah menjadi wujud Saint Titan, Welly melirik kepada Satia dan ia mulai sedikit terkejut bahwa ia mampu menempuh wujud Saint. "Cih..."


Satia terbang menuju arah Welly, lalu Welly dengan cepat menunjuknya dengan kedua lengannya. Satia dengan cepat langsung menghindari semua dorongan angin yang meluncur menujunya, Welly langsung merasa sangat terkejut bahwa kecepatan dan kemampuan melihatnya meningkat, ia bisa mendeteksi sebuah sihir yang mencoba untuk mengendalikan tubuhnya. "Nrrghhh...!"


Satia muncul tepat di depan Welly lalu ia memukulnya dengan sangat cepat tetapi Welly berhasil menahan kedua pukulannya. Satia tersenyum lalu ia menendang dagu Welly dengan tepat sasaran hingga ia terdorong ke belakang. Welly langsung mulai waspada terhadap serangan selanjutnya. "Cih... Aku kena..."


Welly tiba-tiba langsung mengangkat sebuah gunung hancur yang berada di belakangnya menggunakan lengan kanannya. "Secret Magic: Telekinesis." Welly langsung melempar serpihan batu-batu yang sangat besar menuju arah Satia hingga seluruh batu yang mencoba untuk menimpanya tiba-tiba langsung masuk ke dalam tubuhnya.


"Hmph, aku adalah Kazeryo Satia... Seorang Saint Nature, alam tidak akan bisa melukaiku karena jika mereka mencoba untuk melukaiku maka mereka hanya akan terserap ke dalam tubuhku dan memberiku kekuatan...!!!" Teriak Satia hingga seluruh tubuhnya langsung membesar.


"Itu saja...? Aku bisa meningkatkan sihir-sihirku loh..." Welly mulai menunjuk ke atas hingga batu-batu yang ia injak langsung retak dan perlahan mengeluarkan lahar di sekitarnya seperti gunung api yang meletus.


"Huh...? Ap-Apaan sihir itu...? Kenapa perasaanku ini mulai memburuk...?"


"Alam ya...? Bagaimana jika aku merusak alam yang sangat kau sukai itu...!!!" Welly menunjuk batu yang Satia injak hingga daratan dimana Satia sedang berdiri mulai bergetar, Satia melirik ke bawah selagi menunjukkan wajah yang kebingungan.


BAMMMMMMMM!!!


"Dengan sihir Necromancer dan Secret Magic.... Aku akan menyerangmu dengan energi kehidupan yang dimiliki planet Lemia...!!! Gempa ini bukan dari kekuatanku melainkan planet ini sendiri... Dan harus kukatakan planet ini memiliki energi yang luar biasa." Welly menunjuk daratan yang berada di samping kiri Satia hingga daratan itu langsung berguncang dahsyat hingga menyemburkan air lahar menuju arah Satia.


"Ahh...!?" Satia langsung melompat ke arah kanan dengan sangat cepat, tetapi ia terdorong oleh getaran dari lahar yang keluar. Walaupun Satia berhasil menghindari lahar tadi, Welly mengeluarkan lahar lainnya dari belakang Satia hingga lahar itu mengenai punggungnya. "Narrghh...!!!" Satia langsung terbang menuju atas langit, ia melihat daratan yang sudah dipenuhi dengan air lahar.


"Sepertinya aku hanya bisa terbang saja... Lebih aman dari daratan yang aneh itu..." Tiba-tiba beberapa lahar mulai mengepung Satia dari arah belakang hingga dirinya sendiri tidak menyadari bahwa ia diserang dari arah atas dan belakang. "SATIA!!! BELAKANGMU!!!" Teriak Yahiko kepada Satia.


Satia melirik ke belakang, seketika ia melirik ke belakang ia sudah tidak bisa menghindar atau menahan lahar-lahar itu, semua lahar yang mengepungnya langsung mengenai Satia hingga ia terjatuh di atas tanah lalu tak lama kemudian lahar-lahar itu berubah menjadi batu yang sangat keras. "Hmph... Itu saja 'kah?" Tanya Welly.


Satia terbang keluar dari batu-batu itu dengan tangan kirinya yang di lindungi oleh aura berwarna hijau muda. "NATURE'S VOLLEY BLAST!!!" Satia langsung meluncurkan sebuah bola energi hijau muda yang sangat besar menuju arah Welly. "Hmph...!" Welly tersenyum lalu ia membangkitkan sebuah tembok yang terbuat dari besi tengkorak. "Necromancer: Undead's Body..."


BAMMMMMMM!!!


Sihir milik Satia langsung terpental ke atas hingga meledak di atas langit. Satia tiba-tiba terjatuh karena kedua kakinya tiba-tiba terkena pegangan kasar oleh Undead yang muncul di bawah tanah. "A-Apa ini...!? M-Mereka menyerap energi sihirku...!!! Agh...!" Teriak Satia dengan sangat kesakitan karena perlahan energi sihirnya mulai terserap oleh Welly.


Welly muncul tepat di depan Satia, ia lalu menunjuk tembok yang berada di belakangnya hingga tembok itu langsung berubah menjadi aura hitam yang berbentuk panjang seperti ular, aura itu langsung melingkari lengan kanan Welly. "Tidak berguna, kau bahkan tidak bisa menyentuhku sekarang..."


Welly melempar aura itu menuju arah Satia, tetapi dengan cepat Satia langsung melompat ke belakang. Aura yang Welly lempar mulai mengenai daratan hingga daratan itu langsung retak dan mengeluarkan air lahar lagi.


"Satia!" Panggil Yahiko kepadanya, Satia melirik ke belakang lalu ia menatap wajah Yahiko yang terlihat sangat serius. "Mau aku bantu?" Tanya-nya, ia berencana untuk membantu Satia di pertarungan sulit ini.


"Kau hanya perlu diam." Jawab Satia.


"Kau, Welly! Kau pasti akan mencapai batasmu jika terus menggunakan sihir itu. Aku hanya harus menghindari semua sihirmu, mudah bukan?" Satia menunjuk Welly.


"Hahaha...! Secret Magic: Energy World tidak punya batasan apapun, aku bisa menggunakannya sampai seluruh planet ini hancur." Jawab Welly dengan sebuah senyuman.


"T-Tidak mungkin..." Satia dan Yahiko langsung terkejut mendengar perkataan Welly. Bahkan Arika sendiri mulai tertarik dengan perkataan Welly hingga ia tertawa terbahak-bahak mendengar sihir yang Welly gunakan.


"Sialan... Jika aku tidak bisa mendekatinya maka aku tidak bisa mengalahkannya... Dan tambah kekuatan tambahan aku bisa saja kalah." Ucap Satia dengan wajah yang sangat serius.

__ADS_1


"Mengakui kekalahanmu...? Kau ini lucu sekali!" Welly mulai tertawa terbahak-bahak.


"Katakan kepadaku, tujuanmu datang ke sini itu apa?!" Tanya Satia dengan wajah yang penasaran.


"Untuk Legenda tidak berguna sepertimu yang akan mati ini... Kenapa kau harus mengetahui tentang informasi itu?" Tanya Welly.


"Tergantung dari tujuanmu sebenarnya mungkin lebih baik kau tidak membunuh kami?" Satia mulai menunjukkan senyuman yang sangat naif.


"Hahaha! Memohon untuk tetap hidup? Betapa lemahnya kalian ini, bukannya kalian ini seorang Saint Legenda...? Bukannya itu terlalu memalukan jika kalian terus memohon untuk hidup dan selamat dari hari kiamat kalian?"


"Kau sepertinya lebih memahami planet ini lebih dariku... Aku datang ke sini untuk menyerap nyawa kalian dan menjadikan nyawa itu sebagai sumber kebangkitkan Dewa...!" Welly mulai tersenyum dengan sangat jahat, ia dengan cepat langsung menunjuk arah kanannya hingga tiba-tiba sebuah ombak lahar api muncul tepat di sebelah kanan Satia.


Satia menoleh ke arah ombak itu. "NATURE'S CHANGE!!!" Satia langsung menembakkan gelombang besar yang berwarna hijau muda menuju arah ombak itu hingga ombak lahar itu langsung perlahan berubah menjadi batang pohon yang sudah tua. Seketika Satia melirik kepada Welly, Welly sudah menghilang dari tempat.


"Belakangmu...!" Welly muncul tepat di belakang Satia selagi memegang sebuah pedang yang sangat amat besar di tangan kanannya. Satia sempat menatap wajahnya, ia dengan cepat langsung menggunakan sihir lainnya untuk melindungi dirinya sendiri. "NATURE'S BLESSING...!!!" Kedua lengan Satia langsung terlindungi oleh auranya sendiri, lalu ia sempat menahan pedang besar itu menggunakan kedua telapak tangannya.


"K-Katakan padaku... Kenapa kau ingin membangkitkan seorang dewa...?" Tanya Satia selagi menahan pedang yang Welly pegang.


"Apakah kekuatanmu sendiri ini sudah cukup kuat?!"


"Hmph... Dengan kekuatan penuhku kau ini hanyalah serangga bagiku, dan juga planet ini akan menjadi makanan bagi dewa kegelapan yang aku ingin bangkitkan... Kakek-ku mengatakan kepadaku bahwa dewa kegelapan itu mampu memberiku kekuatan yang lebih kuat dari ini hingga aku mampu membalas dendam terhadap seseorang yang telah membunuh SELURUH KELUARGAKU!!!" Teriak Welly.


"Hmph... Jika itu kemauanmu maka aku akan mengerahkan semuanya demi membunuhmu...!!!" Aura Satia langsung membesar hingga kedua lengannya langsung bersinar dengan sangat cerah. Ia menutup kedua matanya sekejap lalu ia membuka kedua matanya dan ketika ia membuka kedua matanya, kedua matanya itu telah berubah warna yang tadinya merah menjadi hijau muda sekarang.


"NATURE'S FLASH!!!" Satia meluncurkan gelombang yang sangat tebal dan juga besar dari kedua telapak tangannya hingga Welly langsung melompat dan menghindari serangan itu. Gelombang yang Satia luncurkan mampu menghancurkan pedang yang Welly pegang hingga gelombang itu meluncur menuju atas langit lalu meledak dengan ledakan yang sangat besar.


BAMMMMMMM!!!


Welly menatap Satia yang telah berubah wujud menjadi wujud selanjutnya yaitu Saint Revolution. "Hmph, ternyata kau telah memiliki wujud itu ya...?" Tanya Welly dengan wajah yang serius.


"Tempat ini akan menjadi kuburanmu..."


"Hmph, bangunlah! Seharusnya kau sadar bahwa planetmu dan juga dirimu ini akan aku ubah menjadi debu yang tidak tersisa lagi!!!" Welly langsung mengangkat kedua lengannya hingga daratan mulai menyemburkan gelombang lahar menuju atas langit.


Welly langsung menyerang Satia dengan menggerakan sebuah gelombang lahar itu menuju arah Satia. "Nature's Instinct." Seluruh tubuh Satia tiba-tiba langsung bergerak maju menuju Welly selagi menghindari semua serangannya, ia bahkan berseluncur tepat di atas gelombang lahar itu.


Welly mulai terbang mundur selagi mencoba untuk mengenai seluruh tubuh Satia dengan gelombang laharnya. Satia tiba-tiba melompat menuju Welly hingga ia menembus lahar yang berada di depannya. "Kena kau...!" Satia menendang perut Welly dengan sangat keras hingga Welly langsung memuntahkan darah yang sangat banyak lalu ia terpental tepat di atas tanah.


"Itu saja yang kau punya...? Aku masih punya banyak serangan lainnya...!" Satia mendarat tepat di sebelah Yahiko lalu ia berubah kembali menjadi wujud biasanya. Arika menatap Welly yang perlahan mulai bangkit dari tanah. "Nrrghh..."


Welly tiba-tiba mengangkat lengan kanannya hingga ke atas langit. Tiba-tiba semua sumber energi sihir dari planet itu mulai berterbangan di atas langit dan membuat beberapa bola kecil berwarna emas, semua bola energi itu langsung terbang menuju lengan kanan Welly. Bola-bola kecil itu mulai bergabung menjadi besar hingga terletak di atas lengan kanan Welly.


Tiba-tiba Welly menciptakan sebuah bola energi emas yang sangat besar melalui lengan kanannya, bola yang sebesar planet Lemia mulai perlahan mengecil hingga Welly mulai memegang bola itu dengan sangat erat menggunakan telapak tangannya.  Welly langsung memasukan bola energi kecil itu ke dalam jantungnya. "Hahaha...!!! HAHAHA!!!" Auranya langsung membesar hingga mampu mengguncangkan seluruh planet Lemia.


"S-Sial...!!! Dia terlihat lebih kuat dari sebelumnya...!" Ucap Yahiko dengan wajah yang terkejut.


"Kau ada benarnya juga, mungkin ini bukan saatnya untuk bermain-main melawan musuh sepertinya. Saint Revolution sudah pasti akan mengalahkanmu...!!!" Satia mulai perlahan mencoba untuk berubah menjadi Saint Revolution.


"Haaaarrrgggggghhhhh...!!! HAAAAAHHHH.....!!!" Beberapa detik kemudian, Satia hanya mengeluarkan sedikit dorongan kecil dari seluruh tubuhnya hingga ia bahkan tidak bisa mengeluarkan auranya sendiri.


"Apa yang kau lakukan? Bukannya Saint Revolution hanyalah satu cara untuk mengalahkannya?!" Tanya Yahiko dengan wajah yang kesal.


"Haaaaaaa....?" Tiba-tiba Satia merasa perasaan yang aneh dari tubuhnya, ia menatap kedua lengannya dengan wajah yang kebingungan. Arika mulai menunjukkan wajah yang sedikit terkejut. "Apakah kau mencoba untuk melawak...? Cepatlah berubah!"


"A-Aku... Tidak bisa berubah menjadi Saint Revolution...!" Ucap Satia dengan wajah yang sangat terkejut.


"Apakah kau suka dengan Secret Magic-ku yang lainnya...? Secret Magic: Energy World Absorption!" Welly mulai menunjukkan wajahnya yang terlihat sangat amat kejam.


°


°


°

__ADS_1


Sekarang Touri: Yuusuatouri telah resmi memiliki grup WA-nya loh~ Kalau ingin masuk tinggal kasih nomernya di sini atau PM ke author ya~


__ADS_2