
SWOOOOOOOOSSSHHH!!!
Shiro mengangkat lengan kirinya. Terdapat beberapa guardians yang sedang berdiri tepat di depannya dan itu hanya akan membuat Shiro lebih kesal dari sebelumnya karena mereka menghalang jalan. "Kau menghalang jalan..."
"TRUE ECLIPSE..." Pedang Shiro mulai memanjang dan juga perlahan menjadi besar.
"BREAKER!!!"Lanjut Shiro hingga ia langsung mengayunkan pedangnya ke arah para guardians itu dengan sangat cepat.
BAAMMMMMMM!!!
Para guardians itu langsung terbelah menjadi kepingan-kepingan kecil karena perbuatan Shiro dengan pedangnya yang sangat amat kuat.
"Cih... Melawan seorang saint adalah perbuatan yang salah---" Guardian itu langsung tertebas dengan sangat cepat oleh Shiro.
BAAAAMMMMM!!!!
Tiba-tiba listrik mulai muncul di belakang Shiro, Shiro bergegas melirik ke belakang dengan wajah yang sangat serius. "Masih ada anjing kampung yang ingin mati---"
"Huh...!?" Shiro tiba-tiba langsung terkejut melihat siapa yang berada di belakangnya.
...
...
"Papa."
Ternyata itu adalah Ray dan Methode, setelah 15 tahun lamanya Methode akhirnya bisa melihat Shiro. "A-Ahhhh..." Methode merasa sangat terkejut melihat Papanya yang benar-benar berbeda.
Pedang Shiro langsung hancur berkeping-keping karena perintahnya, Methode mulai meneteskan air matanya dengan sangat terharu. "P-P-Papa... Ini aku, Methode... Shiratori Methode!"
"Tidak mungkin..." Ucap Shiro dengan wajah datarnya.
"Aku kira tempat ini tidak bisa dikunjungi oleh Legenda murni sepertimu, Methode..." Shiro merasa terkesan bahwa ia bisa melihat Methode di tempat seperti ini. Sepertinya Methode memiliki niat besar untuk mengunjungi dunia Astral. Tempat yang sangat jauh dan bahkan ras bodoh saja yang memiliki niat untuk pergi ke tempat sejauh ini.
"Papa..." Methode lari menghampiri Shiro dan berencana untuk memeluknya.
WOOOSSSHHH!!!
Tiba-tiba Methode menembus badan Shiro karena Shiro adalah seorang ras astral yang tidak bisa disentuh sama sekali kecuali rasnya sendiri. Methode langsung terkejut melihat itu dan Shiro hanya bisa diam dengan wajahnya yang datar itu.
"Ahhh...?" Ray dan Methode langsung terkejut melihatnya.
"Maafkan aku, Methode. Aku tidak bisa di peluk oleh kau yang memiliki tubuh kehidupan." Ucap Shiro.
"PAPAAAAAAA!!!" Methode mencoba untuk memeluk dan menyetuh Shiro, tetapi ia tidak bisa karena Shiro tidak bisa disentuh oleh ras yang berbeda. Methode terus mencoba.
Tak lama kemudian Methode terjatuh di atas lantai dan ia mulai menangis karena ia tidak bisa menyentuh Papa-nya. Setelah 15 tahun, walaupun mereka bertemu, hal yang pertama yang ingin Methode lakukan adalah memeluknya dengan erat.
"Ini... Tidak adil..." Methode mulai menangis tangisan yang cukup banyak. Shiro hanya bisa diam dan tidak bisa melakukakan apapun. "... ..."
"Papa sudah meninggalkan kita semua sejak 15 tahun... Tapi... Walaupun aku sudah bertemu dengan Papa... Aku hanya ingin memeluk Papa dengan sangat erat..." Methode menangis seperti ingin di peluk.
"Maafkan, Papa, Methode... Aku tahu kau pasti membenci diriku ini yang telah mati meninggalkan kalian selama 15 tahun... Tapi, Papamu yang sebenarnya sudah benar-benar mati." Ucap Shiro dengan wajah yang sangat serius.
"Apakah kau menganggapku sebagai Ayahmu juga? Sosok ras penuh kebencian sepertiku? Kau menganggapku sebagai Ayahmu?"
"Walaupun Papa adalah versi yang jahat, tidak memiliki hati maupun perasaan... Papa adalah Papa. Aku ini adalah anak kandung Papa." Methode tersenyum dengan sangat lebar.
"Aku sama sekali tidak akan marah kepadamu, Papa... Mama bilang bahwa Papa itu pahlawan, Papa mati sebagai Legenda yang sangat layak."
"Mama mencintaimu hingga ia dan Eclipse setiap hari mengunjungi kuburanmu, Papa... Mama selalu mencintaimu, Papa."
Shiro merasa sangat terkejut, ia langsung meneteskan air matanya dengan wajahnya yang masih datar dan bahkan tidak bereksperesi. "Seorang Eternal sepertiku ini bisa merasakan perasaan ya...? Aneh." Shiro mulai tersenyum sedikit karena ia meneteskan air mata karena Methode.
Shiro menghampiri Methode dan ia mulai mencoba untuk menenangkannya. "Walaupun kau dan aku tidak bisa saling menyentuh... Setidaknya Papa bisa pulan---"
"Sihir Astral Essence!" Ucap Ray dengan ia mengeluarkan sihir commonnya kepada Methode dan tiba-tiba Methode langsung bisa menyentuh jari Shiro.
"Ahh..." Methode langsung terkejut bisa meraba jari-jari Shiro.
__ADS_1
"Dengan sihir Astral Essence... Kamu bisa menyentuh Papamu sesuka mungkin, Methode." Ray tersenyum.
Methode melirik kepada Ray dengan sangat terkejut. "R-Ray..."
Shiro tiba-tiba mengusap rambut Methode. "Kau sudah tumbuh besar, Methode... Waktu Shira hidup, Shira hanya bisa melihat Methode kecil dan imut... Sepertinya dengan kedua mataku, diriku melihat Methode yang kuat dan masih imut."
"Aku akan menggantikan Papamu yang sudah mati, Methode."
"PAPAAAA!!!" Methode memeluk Shiro dengan sangat erat dan ia langsung menangis tak henti karena bisa berpelukan dengan Papanya.
"Papa pulang, Methode... Maafkan atas semua dosa Papa buat." Ucap Shiro dengan wajah tanpa bereksperesi seperti biasanya.
"Hmm... Selamat pulang, Papa... Aku sangat merindukanmu." Methode memeluk Shiro dengan sangat erat dan ia tersenyum dengan sangat lega dan juga lebar.
Ray tersenyum. Methode tiba-tiba menatap wajahnya dan itu membuat Ray tersenyum. "Hmm?"
"Aku mencintaimu..." Ucap Methode.
"Hah? Apa?" Shiro dan Ray langsung terkejut mendengarnya. Shiro yang tadi bereksperesi datar sekarang langsung bereksperesi seperti ingin membunuh.
Shiro tiba-tiba langsung melirik kepada Ray dengan wajah yang sangat seram dan juga marah bahwa putrinya mencintai seseorang. "Anjing listrik..."
"H-Hahhh!?" Ray langsung terkejut melihat wajah Shiro yang sangat amat menyeramkan.
"(Sejak diriku dihukum disini, ternyata Methode sudah menemukan pasangannya ya...? Aku mulai tidak setuju dengan pasangan sepertinya...)" Shiro menyilangkan kedua lengannya.
Shiro melirik kepada Methode. "Methode... Bisakah aku berbicara penting denganmu sebentar."
"Ehh? Tentu..."
Shiro dan Methode langsung pergi menjauh dari Ray. Ray mulai kebingungan terhadap Shiro. Apakah dirinya melupakan Ray?
"Apakah kau serius...? Kau sudah memiliki pasangan sejak Shira mati?" Tanya Shiro dengan wajah yang sangat serius. "Hmm~ Bukankah dia hebat, Papa? Dia kuat... Ganteng... Saint Legenda... Dia juga sempurna..."
BAMMMMM!!!
"Yo... Sudah lama kita tidak bertemu---"
"Awas jika kau membuat putriku kecewa..." Shiro memekul punggung Ray dan ia langsung terpental dengan sangat jauh. Shiro memang sengaja melakukan itu.
BAAAAAAMMMM!!!
"Ray!!?" Methode lari menghampiri Ray dengan sangat cepat. "Maaf, gak sengaja. (Ray: PREEEETTT!!!)"
***
"Ehh? Jadi kau mengetahui cara untuk diriku keluar dari nereka ini, anjing listrik?" Ucap Shiro karena mendengar perkataan Ray bahwa Shiro bisa kabur dari dunia astral ini.
"Hmm... Walaupun begitu, kita harus keluar dari portal astral yang berada di atas dan puncak dunia ini..." Jawab Ray.
"Jika kau masuk ke dalam portal itu, kau memiliki kesempatan untuk menjadi legenda biasa lagi."
Methode dan Shiro langsung terkejut, bahkan Shiro juga merasa sangat tidak percaya bahwa bisa menjadi legenda biasa lagi, itu artinya bahwa sihir pembangkitan kehidupan itu memang nyata.
"Apa kau serius!? Menjadi Legenda biasa lagi!?"
"Ya. Kita menyebut portal itu sebagai Soul of Essence... Portal yang dapat membuat tubuhmu yang hancur kembali menjadi hidup. Itu seperti sihir pembangkitan, cukup kuat juga."
"Bukan hanya itu... Kau bisa berubah kembali menjadi ras astral dan dimana itu sangat membantu, Shiro." Ray menyilangkan kedua lengannya.
Shiro memukul kedua tinjunya. "Soul of Essence, huh...? Itu artinya aku masih bisa memiliki tubuh normalku."
"Bukan hanya itu... Kau akan memiliki dua wujud... Wujud kehidupan dan wujud astral..."
Shiro mulai tersenyum sedikit. "Begitu ya...? Itu terdengar bagus..."
"Apa yang kita tunggu lagi? Ayo!" Jawab Methode.
Ray menunjukan kedua lengannya. "Peganglah tanganku... Kita akan pergi ke tempat itu secepatnya dengan sihir listrikku."
__ADS_1
Shiro meraba bahu Ray dan Methode menggenggam lengan kanan Ray. Ray menutup kedua matanya dengan sangat tenang. "Lightning Teleportation..."
SWOOOOOOOOOSSSSSHHHHHH!!!
Beberapa menit kemudian, mereka bertiga muncul di tempat puncak dunia astral, Shiro melihat ke atas dan ia bisa melihat portal berwarna ungu yang terlihat seperti ingin mengecil.
"Kenapa itu terlihat kecil?" Tanya Shiro dengan wajah yang sangat penasaran.
"Soul of Essence telah di pakai oleh para astral yang lolos dari dunia ini... Dan sekarang SOE (Soul of Essence.) itu terlihat seperti akan habis."
"Jika itu terjadi, kau tidak akan bisa kembali kepada wujud kehidupanmu, Shiro."
Shiro mengeluarkan kedua sayapnya. "Baiklah... Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Shiro dengan ia siap untuk terbang menuju SOE.
"Kau hanya harus masuk ke dalam SOE... Dan ketika itu terjadi, tubuh barumu akan di reinkarnasi kembali..." Ucap Ray dengan wajah yang sangat serius.
Shiro mengangguk. "Reinkarnasi lagi ya... Mengerti." Kedua lengan Shiro langsung terlindungi oleh aura berwarna gerhana matahari. Ia dengan cepat mengeluarkan gerhana matahari buatan yang sangat sama, ia melemparnya ke atas langit dan gerhana matahari itu langsung melayang hingga memberi Shiro kekuatan.
"Solar Eclipse Unleashed..." Shiro mengeluarkan sihif buffnya dan ia langsung terbang menghampiri SOE dengan sangat cepat agar semua nya selesai dengan sekejap.
"Apakah ini baik-baik saja? Siapa tahu nanti ada sebuah jebakan..." Methode melirik kepada Ray.
"Tidak ada... Tempat ini dibuat untuk seorang ras yang memiliki tenaga besar untuk terbang sejauh itu... Jadi, mana mungkin ada sebuah jebakan." Jawab Ray dan ia langsung memegang dagunya dengan wajah yang penasaran. "Tapi... Apakah kau merasakan sesuatu?"
"Meresakan sesuatu?" Methode tidak merasakan apa yang Ray rasakan.
"Energi sihir legenda, bukan... Iblis...? Aku bisa merasakan keberadaan Legenda atau iblis lain disekitar sini..."
Methode langsung terkejut mendengar itu. "Jangan-jangan..."
Methode melirik ke atas dan tiba-tiba ia melihat Legenda lain yang berada di sebelah Shiro seperti sedang mengejarnya.
BAAAAAAAAAAAMMMMMMM!!!
Legenda itu memukul Shiro, Shiro terpental mundur, lalu ia terbang mundur dan menatap wajah Legenda itu yang terhalang oleh topeng.
"Legenda...? Kau bukanlah ras astral?" Tanya Shiro dengan wajah yang serius. "Kau tidak bisa melihat dan menyadarinya bukan?" Legenda itu terbang menghampiri Shiro, tetapi Shiro terbang menhindarinya dan mencoba untuk tidak bertarung.
Legenda itu muncul di depan Shiro. "Aku bosan dengan permainan ini, Shiro..." Ucap Legenda itu.
Shiro menoleh ke atas dan ia langsung terbang dengan sangat cepat menuju arah SOE. Legenda itu muncul di depan Shiro, dan tiba-tiba Shiro memukul wajahnya dengan sangat keras hingga ia terpental mundur.
"Dia itu ras astral legenda ternyata... Tapi kenapa aku merasakan aura keberadaan iblis?" Shiro menatap Legenda itu. Legenda itu tiba-tiba langsung terbang menghampiri SOE dengan sangat cepat. "Tidak akan aku biarkan... Sialan."
SWOOOOSHHH!!!
Shiro muncul di belakang Legenda itu dan ia langsung memegang erat kedua lengannya.
"Apakah kau juga membutuhkan kekuatan abadi dari SOE itj...?"
"Tentu saja... U-Untuk bertemu dengan Adikku..." Jawab Legenda itu.
"Maka akan aku bagi menjadi 2..." Shiro menunjuk SOE itu dan ia mulai mengisi energi sihirnya, ia mencoba untuk menembak SOE itu dengan sihirnya.
"A-Apa... APA YANG KAU LAKUKAN!?" Tanya Legenda itu dengan sangat amat terkejut. "SOLAR OF JUDGEMENT!!!" Shiro menembak sihir solar ke dalam SOE itu dengan sangat cepat.
"AHHHHH---"
BAAAAAAAAAAAMMMMMMM!!!
...
...
...
SOE itu mulai terbelah menjadi serpihan kecil yang berjumlah cukup banyak. Serpihakan kecil itu mulai merasuki tubuh Legenda bertopeng itu dan Shiro. "AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!"
BAAAAAAMMMM!!!
__ADS_1