
"AAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!"
SPLAAAAAAAAAAAASSSHHHHHHHHHHH!!!
Miuki mendarat di atas tanah dan ia melihat bahwa sihirnya terlalu berlebih karena ia hampir membelah pulau Yusouwa menjadi dua. "Sepertinya aku terlalu berlebihan..."
"H-Hebat... Memang hebat..." Osamu merasa sangat terkesan.
BAMMM!!!
Shira menahan pukulan Tora dan ia terdorong mundur. "SOUL STEAL!!!" Kedua lengan Tora mulai terlindungi oleh aura hitam. Ia muncul di atas Shira, lalu memukulnya dengan sangat cepat.
BAAAAMMMMM!!!
Shira menahannya dengan kedua lengannya. Tora tersenyum. "Hmph... Menarik..." Tora bisa melihat bahwa kedua lengannya mulai terasa keram. Shira tiba-tiba menghantam wajahnya dengan dahinya. Tora mundur.
"Shira... Kau tidak berubah menjadi wujud selanjutnya?"
"Aku sudah bilang beberapa kali 'kan? Aku hanya ingin bertarung denganmu menggunakan Saint of Hope agar aku bisa mencapai potensi selanjutnya... Saint Titan." Shira mengepalkan kedua pukulannya.
Tiba-tiba kedua mata Shira kembali muncul karena waktunya telah tiba. "Sepertinya waktuku bertarung telah tiba." Shira berubah kembali menjadi wujud normal, ia langsung menoleh kepada Homura.
"Homura, silahkan." Shira mundur dari pertarungan. Tora tertawa. "Kau melarikan diri?!"
"Tidak, bukan itu... Pertarungan Homura denganmu mampu membuatku melihat jauh ke potensi yang bisa mencapai Saint Titan!"
Homura berjalan menghampiri Tora dengan api disekitarnya yang mulai memanas. Shira bisa merasakannya dan ia mulai tersenyum karena Shira merencanakan sesuatu. "Hmph... Homura, kau memberiku sesuatu ya."
Homura berhenti berjalan, lalu kedua matanya mulai terbakar. "Aku tidak akan memberimu pemanasan, karena... SEMUA INI ADALAH PEMANASAN!!!"
Tiba-tiba api besar mulai muncul di tanah-tanah. Seluruh tubuh Homura mulai terlindungi oleh api miliknya. "HAAAAAAAHHHHHH!!!" Api Homura mulai meledak dengan sangat dahsyat.
BAAAAMMMMM!!!
"Cih!!!" Tora melindungi dirinya dengan kedua lengannya dari api-api panas itu.
Rambut Homura berubah menjadi merah, dan ia juga dikelilingi oleh api-api yang sangat panas.
Homura menyilangkan dengan wajah yang tenang dan tidak terlalu bersemangat karena situasi ini bukanlah situasi untuk bersemangat.
Kedua mata Homura berubah menjadi merah dan dia bukanlah Homura lagi melainkan Homuze.
"Hei, kau keparat... Bersiaplah untuk pertandingan kedua yaitu bertarung denganku." Homuze menutup mata kanannya. Shira tiba-tiba duduk di atas tanah dan mulai melakukan meditasi.
"Hmph... Kemarilah, Homura si pengendali api terkuat---"
BAMMM!!!
Homuze tiba-tiba muncul di belakang Tora, ia mulai memukulnya dengan sangat cepat tanpa henti. Tora dengan cepat menahan pukulan itu. Ia langsung menendang perut Homuze
BAAAMMM!!!
Homuze memukul wajah Tora dua kali.
BAG!! BAG!!!
Homuze menendang dada Tora dengan sangat cepat dan ia langsung menembak sihir Flames of Cyclone ke arah perutnya.
SWOSHHH!!!
Tora terdorong mundur dan ia muncul di atas Homuze. "RASAKAN INI!!!" Tora berputar, lalu ia menendang dahi Homura dengan Contractor Slam.
BAAAAAGGGGGGGGG!!!
Dahi Homuze mulai berdarah dengan cukup banyak karena tendangan Tora terasa cukup sakit bagi dirinya. Tora melihat bahwa wajah Homuze terlihat sangat kesal, itu bagaikan dia melihat sebuah sampah. "Itu sakit... Dasar tai..."
"HAAAAAAA!!!" Api Homuze mulai memukul perut Tora, hingga ke atas langit.
"AGGGGHHGGG!!!"
Kedua lengan Homuze bersinar. "RAISING METEOR BLAST!!!" Tiba-tiba awan-awan mulai berubah menjadi awan hitam dan muncul lah sebuah meteor besar yang jatuh menuju Tora.
Tora melihat ke arah belakang. "Sihir biasa tidak akan berguna---"
Homuze tiba-tiba menendang punggung Tora dengan sangat keras, hingga Homuze bisa merasakan tulang patah di punggung milik Tora.
"HUAAGHHHH!!!" Tora memuntahkan darah yang sangat banyak. Sepertinya dalam pertarungan ini, Homuze itu sudah terlalu kuat untuk Tora.
Tora menendang wajah Homuze, tetapi Homuze menghindarinya.
BAGGG!!!
Homura langsung memukul wajahnya dan memegang lehernya dengan sangat keras seperti mencekiknya tanpa ampun. "Kau lebih baik mati saja..."
"C-Chh... S..." Tora mencoba untuk melepaskan tangan kiri Homuze yang sedang mencekiknya.
"SOUL CONTRACTOR: DEMON'S BREAKER!!!"
BAMMMM!!!
Tiba-tiba Homuze terdorong mundur. "Apa!?"
"DASAR GADIS SIALAN---"
BAAAAAAAAAAAMMMMMM!!! Meteor itu meledak karena perintah Homuze yang menjentik jarinya. Homuze menyilangkan kedua lengannya. "... ..."
Homuze mendarat di atas tanah, dan ia mulai melihat Shira yang sedang meditasi dengan wajah yang sangat serius. Ia langsung merasa bahwa Shira itu seperti sosok laki-laki yang ia kenal di ras Eternal. "Shira..."
"GAAAHHHHHHH!!!" Tora muncul di belakang Homuze, ia langsung memukulnya dengan sangat keras.
BAAAGGGG!!!
Homuze menahannya dengan sangat kuat, mereka mulai saling memukul satu sama lain.
Tora tersenyum dengan sangat jahat. "AKU MELIHATNYA!!!" Tora memukul perut Homuze dengan sangat dalam.
"GUUUGHHH!!!" Homuze memuntahkan sedikit darah dan sekarang ia merasakan sedikit kesakitan.
Tora mulai memukul wajah Homuze dengan sangat cepat tanpa henti. "HAHAHAHAAHAHHA!!!! SAKIT BUKAN!? KEKUATANMU TIDAK AKAN PERNAH MEMBANDINGKAN DEMON'S BREAKER!!!"
Kedua lengan Tora bersinar. "DEMON'S BREAKER STRIKE!!!" Tora memukul wajah Homura dengan sangat keras, hingga ia terpental mundur dan mengenai kota-kota.
BAAAAAAAMMMMM!!!
__ADS_1
"Begitu saja...? Putri kedua seorang dewi Mortem!? KAU LEMAH...!!!" Tora mulai tertawa.
Tiba-tiba Homuze bangkit dari rumah yang ia hancurkan. "Jangan terbawa suasana, iblis bodoh... " Homuze berjalan menghampiri Tora dengan wajah yang marah. Dahi nya terluka dan mulai berdarah. "Kesakitan seperti ini tidak seberapa bagiku."
Homuze mengusap darahnya yang berada di mulutnya. "Liat saja..." Homuze menghilang.
Tora langsung melihat ke belakang dan ia tiba-tiba tertendang di perutnya dengan sangat dalam. "AGGHHH!!!"
Homuze mulai memukul seluruh tubuh Tora dengan sangat cepat, Homuze tidak membiarkan Tora untuk menyerang balik. "HAAAAAAA!!!" Homuze mulai menambahkan kecepatan pukulannya.
Tangan kanan Homuze bersinar merah darah. "GRAND ERUPTION LOTUS!!!" Homura memukul Tora, tetapi...
SWOOOSSSHHHH!!!
Tora menghindari pukulan mematikan itu dengan sangat cepat.
"S-Sial---"
Tora menendang dagu Homuze dengan sangat keras, hingga ia terpental ke atas langit, lalu Tora muncul di atas Homuze. "FORCE OF DEATH!!!" Tora menembak laser hitam di mulutnya.
BAAAAAAMMMMMM!!!
Itu membuat ledakan yang sangat kuat, hingga Homuze terjatuh di atas tanah dengan kondisi lemah.
Shira membuka kedua matanya, ia langsung menoleh kepada Homuze. "Homura... Aku tau kau menahan diri."
Tora mendarat di atas tanah, lalu ia menoleh kepada Shira dan mulai tersenyum. "Sepertinya aku membunuh istrimu, Shira--"
BAAAAAAAMMMMMMM!!!
Api besar mulai muncul di lubang dimana Homuze berada. Homuze lompat dan mulai mendarat di atas tanah. "Aku tidak tau kalau kau menyembunyikan kekuatanmu yang hebat ini." Homuze mengusap darahnya.
Tora muncul didepan Homuze. "BAGAIMANA JIKA KAU MATI SAJAAAAA!?" Tora memukul perut Homuze dengan sangat keras, hingga Homuze terdorong mundur.
"Bagaimana jika kau pulang saja ke dunia para kematian berada... BLACK DEMON BLITZ!!!" Tora menembakkan sihir energi hitam yang berbentuk bulat ke arah Homuze, itu seperti meteor.
Homuze menatap energi bulat itu. Ia mulai tersenyum. "FLAMES OF WHIPES!!!" Homuze mulai mengeluarkan dua pecut api, ia langsung mencabik-cabik bola itu menjadi bagian kecil, hingga meledak.
Tapi, tiba-tiba Tora terbang menghampiri Homura dan mulai mendorongnya mundur. "CIH!!! KAU HANYA MENGHABISKAN WAKTUKU SAJAAAA!!!" Tora mencekiknya, lalu ia menghantamnya ke atas tanah.
Tora menunjuk Homuze. "BERAKHIR SUDAH! BLACK BLITZ!!!" Tora menembakkan sihir itu lagi.
BAAAAAAMMM!!!
Tora melompat mundur. "Hah... Hah... Hah..." Tora mulai kelelahan.
Tiba-tiba Homuze masih bangkit dengan wajah yang menikmati pertarungnya. "Semua itu hanya karena darahku ini ya?" Homuze berdarah dengan cukup banyak, tetapi bagi dia... Itu hanya akan membuatnya lebih kuat karena dia adalah Homuze. Ras Eternal yang mampu menambah kekuatan mereka ketika mereka terluka dan berdarah.
"Kau tidak tahu apa itu ubah kesakitan menjadi kekuatan..." Homuze mengusap darah di mulutnya.
"HAAAAAAAAAAHHHH!!!" Homuze menambahkan kekuatanya lagi di api-apinya. Api yang melindunginya mulai tumbuh dengan sangat besar dan hampir sebesar dengan pulau itu.
Tiba-tiba Homuze berhenti mengeluarkan apinya dan ia mulai melihat ke atas langit dimana ia merasakan sesuatu. "Hah?"
Tiba-tiba dua gadis kecil terbang menghampiri Homuze dengan sangat cepat. "WAKTUNYA KITA MENGALAHKAN MUSUH!!!" Ucap Methode dengan sangat bersemangat, ia tiba-tiba menghantam perut Tora dengan kepalanya.
"Ggghhh!!!" Tora terdorong mundur.
"Wahhhh...!!!" Selvia dan Methode langsung terkejut melihat Homuze marah.
"Mama marah!" Selvia mulai ketakutan.
Methode langsung terkejut melihat wajah marah Homuze. "M-Maaf... Kita kesini hanya ingin melihat Mama bertarung---"
"INI BAHAYA TAHUU!!! KALIAN... ANAK-ANAK NAKAAAAAL!!!" Homuze mulai marah besar, api lava mulai bermunculan dan meledak di tanah-tanah. Pulau Yusouwa akan hancur dalam sekejap karena kemarahan Homuze yang sangat dahsyat.
"Dia ini apa...!?" Tora merasa sangat terkejut.
"Kabur!" Selvia dan Methode langsung melarikan diri dengan terbang kembali ke rumah mereka.
"AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH---"
"Light Force..."
Tiba-tiba Shira mulai melakukan sesuatu kepada Homuze, hingga ia langsung melakukan pukulan pingsan kepada leher Homuze. "Ahh..." Homuze jatuh pingsan dan berubah kembali menjadi Homura.
Pulau itu berhenti bergetar. "Hampir saja..."
"Hahaha." Shira menggendong Homura, dan ia langsung menepatkan dirinya di tempat yang aman.
Shira menghampiri Tora dengan wajah yang serius. "Baiklah... Apa kau siap?"
"Hmmm? Apakah kau menemukan kekuatan baru yang mampu mengalahkanku, Shira?" Tora tersenyum dengan sangat jahat.
"Tidak terlalu, tapi..."
BAAAAAMMMM!!!
Tiba-tiba bola energi api dan cahaya mulai muncul di atas langit, Shira memanggilnya. Bola itu sangat besar sekali, itu seperti ukuran matahari, tetapi lebih besar.
Semua ras mulai melihat ke atas dan merasa terkejut melihat itu. Naoki melihatnya dan ia mulai merasa sangat terkejut. "Apakah ia menemukan cara untuk membuka potensi penuh Saint of Hope!?"
Raito merasa sangat lemah karena tersiksa oleh Miuki. Ternyata dia masih hidup. "T-Tora... Lari..."
Miuki tersenyum melihat bola energi itu. "Hmph. Dia mencoba untuk membuka potensi penuh Saint of Hope ya?"
Shira tersenyum dengan sangat serius. "HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!" Shira mulai melakukan power-up, ia berubah menjadi Saint of Hope dan perlahan mulai menyerap kekuatan bola itu.
Shira mulai bersinar dengan sangat terang, hingga seluruh tubuhnya tidak dapat bisa dilihat oleh Tora. "Apa yang!? Kekuatan dahsyat apa ini!?"
Di dalam pikiran Shira.
Shira membuka kedua matanya dan ia menyadari sesuatu bahwa ia sedang berada di tempat yang sangat terang. "Apakah...? Ini...?"
"Ini adalah potensi penuh Saint of Hope, Shira." Tiba-tiba seseorang memegang bahu kanannya.
Shira langsung terkejut, ia langsung melihat seorang Legenda yang memiliki tampang yang sama seperti Shira, tetapa dia memiliki rambut berantakan beda dari Shira, dan kedua matanya berwarna emas gelap. "Siapa?!"
"Aku adalah Shiratori Shiro... Wujud yang bisaku sebut sama dengan Homuze itu, Shira... Dengan wujud ini... Apa kau akan senang?"
"Itu masih belum cukup... Aku harus menjadi lebih lebih kuat.!" Shira menunjukan pukulannya.
Shiro menunjuk Shira dengan wajah yang sangat datar.
__ADS_1
BAAAAAMMMM!!!!!
"AHHHHHHH!!!!" Shira bersinar dengan sangat terang.
***
BAAAAAAAAAAAMMMMMMMM!!!
Pulau itu bergetar dengan sangat tidak stabil karena cahaya Shira yang sangat kuat. Cahaya Shira terus bersinar, hingga semua ras yang berada di tempat itu menutup mata mereka.
Shira mulai melakukan pose T, ia merasakan kekuatan yang besar menyerap di dalam dirinya. Energi bola itu mulai perlahan menghilang karena telah diserap oleh Shira.
BAAAAAMMMM!!!
Tora membuka kedua matanya dan ia langsung terkejut melihat wajah Shira yang sangat menyeramkan. "HAAAHHHHHHHHHHH!?"
Equipment Shira berubah menjadi warna emas seperti matahari, kedua matanya muncul dan berwarna emas bersinar. Aura emas mulai muncul di seluruh tubuhnya. "Fuuuuhhhhh...." Shira menarik nafasnya.
Shira melihat kedua tangannya. "Hmph... Potensi penuh ya?" Shira tersenyum.
"SIALAN KAU!!! BARRAGE BLACK BLITZ!!!" Tora menembakkan sihir Black Blitz dengan sangat banyak.
BAAAAAMMMMM!!! BAMMMM!! BAMMMM!!!
Tora mulai kelelahan. "Cih..."
WOOOSSHHHH!!! Asap-asap yang di buat Black Blitz mulai terhisap oleh kekuatan Shira.
Shira lalu melihat kedua lengannya dan tersenyum. "Hahahahaha!!!"
"HAHAHAHAHA!!! MENAKJUBKAN!!!" Shira merasa bersemangat melihat wujud barunya yang kuat, sepertinya latihan kerasnya terbayar sepenuhnya.
"Jadi ini kekuatan potensi penuh Saint of Hope?"
Naoki melihat Potenhope Shira dan ia mulai merasa iri dan juga terkesan. "Hmph... Dia ini selalu saja berada di atasku..."
"DASAR SAINT SIALAN!!! AKU TAKKAN MEMBIARKANMU---"
Shira tiba-tiba muncul di depan Tora, ia langsung memukul wajah Tora dengan sangat cepat tanpa henti.
Homura mulai terbangun dari pingsannya karena ia merasakan energi yang kuat didalam hati Shira.
Homura bangkit dari tanah dan ia bisa melihat kekuatan baru Shira. "Ohh... Jadi begini ya...."
"Yang dia maksud untuk memberikan sedikit kekuatan Homuze kepadanya." Homura merasa sangat terkesan.
"Hehe... Aku akan memberikannya hadiah istimewa di kamar tidur nanti..."
"SIALAAAAAAAANN!!!" Tora memukul Shira, tetapi Shira memegang wajahnya, lalu ia menghantamnya ke atas tanah dengan sangat keras.
"TORAAAAAA!!!" Raito lari menghampiri Shira.
Shira menunjuk Raito. "LIGHT OF DESTRUCTION!!!" Shira menembakkan maha cahaya yang mampu menghapus seorang ras menjadi debu, itu juga ketika dia sudah melemah.
BAAAMMMMM!!!
"T-TIIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKK------" Raito terbakar dan ia mulai menjadi debu.
Tora melihat itu dan ia mulai merasa sangat marah. "RAITOOOOOOOOOO!!!" Teriak Tora dengan sangat marah.
"Cih... (Aku serahkan pada kalian semua nanti...)" Tora tiba-tiba memegang tanah yang ia tiduri dengan kedua tangannya. Dan tanah itu mulai berubah menjadi gelap.
"BERAKHIR SUDAAAAH!!!" Shira melompat.
"LIGHT OF JUDGEMENT!!!" Shira menembak cincin cahaya yang sangat besar menuju arah Tora.
BAAAAAAAMMMM!!!
"Rxeonal... Maaaaff...." Tora mulai perlahan hilang menjadi debu yang berhamburan karena sihir kuat milik Shira.
BAAAAAAMMM!!!
...
...
Naoki tersenyum. "Kita... Berhasil?"
Tiba-tiba tanah hitam itu mulai perlahan mengeluarkan monster yang mampu membuat seorang ras Legenda menjadi jahat karena aura kejahatan yang kuat. Tora sebelum mati menanam dua monster yang bernama (Abburt.)
Jika Abburt memakan korbannya, maka... Korban itu akan menjadi jahat selamanya dan tidak akan pernah kembali menjadi dirinya sendiri.
Tiba-tiba Abburt mulai menjadi besar dan ia membuka mulutnya yang sangat luas untuk memakan Shira.
"AHHH!!!" Homura langsung terkejut melihat itu. "BELAKANGMU, SHIRA!"
Shira melirik ke belakang. "Ahhh--"
"HOMING ARROW SHOOT!!!" Tiba-tiba seorang ras Legenda menyelamatkan Shira dari Abburt. Abburt terkena panah milik seorang Legenda itu, dan ia langsung menghilang dan mati.
"Hah...?" Shira menoleh ke belakang.
Seorang ras legenda itu mendarat di atas tanah dan ia memegang sebuah panah berwarna hijau. "Kau tidak apa-apa, Shira?"
"Y-Ya..."
Homura mengenal legenda itu. "L-Loh!? Kak Haruka!?"
"Yo, Homura. Sudah lama sekali ya~" Haruka tersenyum.
Tiba-tiba Abburt satunya lagi muncul di belakang Osamu, Abburt itu langsung melahap Osamu tanpa basa-basi. "AGGGHHHHH!!!"
Mereka semua langsung terkejut melihat Osamu terlahap. "S-Sial!!! Arrow---"
BAAAAAAMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!
...
...
"GAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!"
__ADS_1