Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 38 - Eternal


__ADS_3

"Kekuatan ras Eternal yang terdapat di dalam keturunan Ghifari... Seorang Saint Solar yang bernama Shiratori Alvin telah resmi menikah dan menjadi suami dari cucuku yang bernama Homura Ghifari."



"Itu artinya... Ia sekarang memiliki kutukan ras Eternal dari Homura..."



Alvin yang sedang duduk di kursi kekuasaannya mulai menatap seluruh ketiga semesta dengan kedua matanya. "Walaupun kekuatan ras Eternal dapat dikendalikan, tetapi... Resiko dalam kehancurannya bisa saja mencapai ke stage yang tidak di inginkan."



Virra yang berada di depan Alvin mulai berpikir bahwa ia tidak memiliki hak untuk melawan perkataan Alvin sama sekali. "Apakah... Apakah yang Papa maksud itu adalah untuk membunuh ras Eternal Shira?"



"Iya... Benar sekali."



"Lagi-lagi... Papa, kau berpikir dengan sangat gila, itu membuatku sangat jijik dan berpikir bahwa dirimu ini tidak pantas untuk menjadi dewa dari segalanya." Virra menyilangkan kedua lengannya. Ia memiliki sedikit rasa benci terhadap Papanya yang bersikap seperti ini.



"Virra putriku yang bodoh... Kau ingin memilih jalan atau harapan apa...? Kehancuran abadi atau kematian abadi? Apa yang akan terjadi jika ras Eternal Shira telah bangkit dan menghancurkan semuanya?"



Virra mulai merasa sangat terkejut mendengar perkataan Alvin, Alvin terdengar sangat serius kepada Virra dan ia mulai yakin bahwa Papanya memiliki rencana yang aneh hingga Virra tidak mengerti tentang rencana itu.



"Aku tidak tahu soal itu."



Tiba-tiba anak-anak Alvin yang ia panggil tiba-tiba muncul mengelilinginya dengan wajah yang sangat serius.



Alvin mulai tersenyum kepada mereka semua. "Anak-anak... Kalian telah tiba, maafkan Papa jika Papa berbohong tentang kematianku ini."



"Cih... Papa memang selalu begini." Jawab Rianna dengan ia menyilangkan kedua lengannya. Anak-anak Alvin telah semuanya terkumpul. itu berjumlah 10, dengan urutan dari lahir yang pertama hingga akhir. Rina, Korin, Alvian, Corni, Vinna, Rivin, Haruka, Vivin, Rianna, dan Virra.



"Papa... Apa yang sebenarnya kau butuhkan dari Shira hingga Papa harus memanggil kita semua?" Tanya Mortem dengan wajah yang sangat serius dan penasaran. "Tidak banyak, anak-anak... Aku berencana untuk membunuh Shiratori Alvin---"



Mortem tiba-tiba langsung menyerang Alvin dengan sangat cepat, tetapi Korin menghentikan hantaman tersebut dengan kedua lengannya.



BAMMMM!!!


__ADS_1


"Kau tidak memiliki hak untuk menganggu, Korin!" Ucap Mortem dengan wajah yang kesal. Ia tidak setuju dengan perkataan Alvin, Mortem ingin Shira untuk tetap hidup selamanya agar ia bisa melihat wajah senang Homura setiap hari.



"Setidaknya kau harus sedikit mendengar lebih teliti tentang apa yang akan Papa katakan selanjutnya..." Korin dan Mortem tiba-tiba mulai saling bertolak belakang dengan wajah yang kesal.



"Mortem... Apa kau berencana untuk mempermalukan keluarga Ghifari lagi? Kau aku angkat sebagai dewi dari segela legenda dan ya... Kamu berbelas kasihan kepada seorang legenda biasa?" Tanya Alvin dengan wajah yang sangat serius.



"Dia bukanlah Legenda biasa!" Virra tiba-tiba berjalan menghampiri Mortem dengan wajah yang serius. Sepertinya Virra memilih sisi Mortem.



"Dia adalah Saint Legenda... Legenda yang terlahir mulai!" Ucap Virra dengan wajah yang serius. Dia melindungi Shira karena semua Saint Legenda adalah keluarga baginya.



Alvin tiba-tiba tersenyum dan merasa bahwa Virra dan Mortem mencoba untuk memilih sisi yang salah. "Kalian berdua memang selalu seperti ini... Menolak perintah Ayah kalian... Apakah itu cukup menguntungkan untuk kalian?"



"Papa, kadang anak-anak tidak selalu mendengarkan ucapan Papa mereka yang bodoh dan juga egois." Jawab Mortem dengan sangat kesal.



Korin dan Alvian tiba-tiba menoleh kepada Mortem dengan wajah yang sangat marah. "Kalian.... Kalian berdua bilang!?"




Alvin hanya bisa duduk dengan wajah yang sangat serius dan juga seperti ingin marah. Ia merasa bingung dan juga kesal kepada kedua putrinya yang selalu menolak. "Hahhh..."



"Ini menghabiskan waktuku saja... Aku pergi..." Vivin menghilang dengan sangat cepat karena ia tidak terlalu peduli dengan masalah yang ia berada sekarang.



"Hmph..." Anak-anak lainnya menghilang dengan sangat cepat karena mereka juga tidak terlalu tertarik untuk membantu Alvin. Korin, Alvian, Virra, dan Mortem masih berada di tempat itu.



Alvin bangkit dari kursinya. "Jadi yang setuju denganku hanyalah Korin dan Alvian ya...? Menyedihkan sekali."



***



Di luar rumah Shira, Homura sedang duduk di terasa selagi mengusap katananya dengan sebuah tisu yang terbakar. "Mama, sudah waktunya untuk makan siang." Methode menghampiri Homura selagi memegang bubur yang sangat hangat untuk Homura.



"Hmm, sudah waktunya ya?" Homura tersenyum lebar kepada Methode yang tiba-tiba membawakannya sebuah makan siang.

__ADS_1



Beberapa menit kemudian, Homura memakan bubur yang di buat oleh Methode dengan sangat lahap. "Ini cukup enak untuk perutku, Methode..."



"Terima kasih, Mama." Methode menunduk kepada Homura dengan penuh hormat, sepertinya perlahan-lahan Methode sudah mulai berkembang menjadi dewi yang layak dan juga bisa masak.



"Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah berlatih untuk mencapai wujud Saint Titan?"



"Tentu saja, Papa dan aku sering berlatih untuk menyempurnakan wujud itu."



"Begitu ya? Baguslah..."



Homura mulai berpikir tentang kekuatan yang pernah ia lihat dengan kedua matanya, Shira sepertinya telah membuka stage yang sangat mengerikan terakhir ia lihat.



"NEGATIVE LIGHT...!!! MODE RIGHT...!!!" Lengan kanan Shira mulai terhalangi oleh sihir cahaya negatif, seluruh lengan kanannya terlihat sangat terang seperti melihat matahari.



"SOLAR ECLIPSE... UNLEASHED!!!" Aura-aura emas kegelapan mulai muncul diseluruh tubuh Shira. Shira tersenyum dengan sangat jahat... Itu seperti bukan dirinya saja.



"GRUDLESS STRIKEEEE!!!" Shira terbang menghampiri gunung yang berada di depannya dan ia langsung berputar dengan sangat cepat.



"HYAAAAHHHHH!!!" Shira memukul gunung itu dengan sangat amat dahsyat.



BAAAAAAAMMMMMMMM!!!



Gunung itu langsung berubah menjadi debu yang berhamburan, tetapi... Bukan itu saja yang hancur... Langit-langit dan awan-awan terbelah oleh kekuatan Shira yang sangat dahsyat.



"(Kekuatan energi negatif... Aku merasakan bahwa kekuatan Shira sudah bisa setara dengan Mama... Itu memang mengerikan...)"



"(Apakah ras Eternal-nya akan bisa dia kendalikan dengan sempurna...?)"



__ADS_1


__ADS_2