
Flashback
"Dengar baik-baik, Shiro." Ucap Virra dengan wajah yang serius, ia menatapku seperti wajah yang khawatir.
"Anakmu Shiratori Eclipse adalah warisan terbesar dari Shiratori, dengan semua darah sempurna yang tergabung... Darah milikmu dan darah milik Homura."
"Eclipse bisa saja menghancurkan seluruh alam semesta dengan dua kekuatan Sainy yang dahsyat..."
"Dua kekuatan Saint?" Tanyaku.
"Aku bisa melihatnya di masa depan... Dan kau pasti akan tahu apa yang terjadi jika kau melihat Temple of the Saint."
"Hmmm..."
***
Tidak salah lagi... Aku melihat kedua pedang rantai yang Eclipse pegang. Kedua pedang itu terlihat sangat berbeda, aku bisa melihat aura yang sangat aneh. Satu bewarna emas dan satu berwarna obsidian. Tapi aku hanya perlu untuk tidak terlalu penasaran hingga menyentuhnya.
"Hmph... Sepertinya aku mendapatkan jackpot, aku memanggil putriku yang terkuat." Aku tersenyum kepada Eclipse.
"Iyap, Papa benar. Aku datang untuk menyelamatkan kalian berdua." Eclipse menyimpan kedua pedang itu di punggungnya. Eclipse berhenti di depanku dan ia langsung melihat Homuze yang perlahan berubah kembali menjadi kesadaran Homura. "Mama sepertinya berusaha keras untuk membangkitkan diriku."
"Diamhanya akan tertidur beberapa hari, jangan khawatir. Dia melakukan semua ini demi keselamatan keluarga kita."
"Biarkan aku mengangkat Mama."
"Baiklah." Aku memberikan Homura kepada Eclipse dan ia langsung menggendongnya lalu menepatinya di bawah tanah. "Apa yang kau rencanakan?"
"Penyembuhan untuk Mama, dia membutuhkan energi sihir yang cukup besar agar ia bisa cepat terbangun." Eclipse mengambil kedua pedangnya dan ia mulai menunjukannya kepada Shiro.
"Papa... Aku ingin kamu memegang kedua pedang itu dengan kedua tanganmu agar Mama bisa cepat sembuh." Eclipse tersenyum.
"Pedang itu...? Apakah itu berbahaya...?" Tanyaku.
"Berbahaya hanya untuk keluarga lain, pedang ini aman untuk keluarga warisan Shiratori."
"Baiklah." Aku mempercayai anakku sendiri. Aku memegang kedua pedang itu dan itu terasa cukup berat juga, wah... Tidak kusangka bahwa pedang ini lebih berat dari Eclipse Breaker.
"Eevia Siomi" Mata kanan Eclipse berubah menjadi ungu gelap dan satunya lagi emas gelap.
Swooshh...
...
...
"AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!" Seluruh tubuhku terasa di rasuki oleh kekuatan yang belum pernah kurasakan dan itu terasa sangat menyakitkan dua kali lipat dari disiksa.
Kedua mataku melihat banyak sekali aura berwarna ungu dan emas... Aku seperti berada di luar angkasa dan aku tidak tahu itu apa, aku seperti melihat apa arti dari kehidupan di luar angkasa.
"AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!"
BAAMMMMMMM!!!
***
__ADS_1
Kedua mataku mulai perlahan terbuka dan aku tiba-tiba berada di suatu tempat. Aku bisa melihat Homura sedang menatapku dengan senyuman di wajahnya.
"Homura..."
"Kau sudah bangun 'kah?" Tanya Homura dengan wajah yang tersenyum, ia cukup terlihat sehat sekarang.
Beberapa hal yang kusadari adalah seluruh tubuhku terasa seperti di isi oleh energi sihir yang cukup berbeda dan bahkan kepalaku sedang berbaring di atas kedua paha Homura.
"Kita dimana?" Tanyaku.
"Temple of the Saint. Eclipse membawa kita ke sini dengan sangat cepat." Homura menunjuk Eclipse yang sedang memasukan tangannya ke dalam sebuah kristal besar.
"Eclipse... Tadi itu apa?"
"Kedua pedang itu telah memeriksa seluruh keadaan tubuh Papa dan memperbaikinya... Lihatlah kepada kedua tangan itu."
Aku menoleh kepada kedua tanganku dan ternyata kedua tanganku memiliki simbol cahaya gerhana matahari. "Cahaya...? Apakah ini sumber energi sihir...?"
"Hm. Papa benar, sumber energi itu telah mencapai tingkat tidak terbatas dimana Papa sekarang bisa menggunakan sihir terlarang tanpa mengkhawatirkan efek samping apapun. Contohnya sihir negatif di campur sihir Saint, tetapi masih ada resiko kecil bahwa pergabungan sihir itu bisa menghancurkan tubuhmu."
Aku dan Homura mulai terkejut, kita bangkit dari lantai dan mencoba untuk menghampiri Eclipse.
BUUSHHH!!!
Aku tiba-tiba terpental jatuh karena sebuah penghalang yang tiba-tiba menahanku keluar dari simbol Saint Solar Eclipse. "Apa yang...?"
"Shiro?" Homura melirik kepadaku. Aku terus mencoba untuk keluar dari simbol itu, tetapi penghalang itu terus menghalangiku seperti sebuah segel yang sangat kuat. "Apa ini?"
Homura menghampiri Eclipse dan ia mulai mencoba untuk melihat prosesnya. "Kau memasukan banyak energi ke dalam kristal ini... Whoa..." Homura merasa cukup terkesan.
"Aku mencoba untuk membangkitkan kembali Saint Temple agar itu bisa membuat Papa mengendalikan kekuatan Saintnya." Eclipse tersenyum.
"Begitu ya... Itu artinya sihirmu pasti memiliki potensi yang cukup besar juga." Homura tersenyum.
"Ya... Aku ini adalah putri terkuat Mama dan Papa di dimensiku itu..." Eclipse tersenyum.
Tiba-tiba wajah Homura mulai merasa bersedih, kedua air matanya mulai berkaca-kaca melihat Eclipse yang tumbuh besar dan sehat bahkan ia menjadi Saint Legenda yang sangat layak.
Ia mulai penasaran tentangnya yang sejak bayi tidak pernah bertemu denganku. Dimensi milik Eclipse itu jauh lebih berbeda di dimensi yang kita tinggali saat ini. "Aku mulai merasa tidak enak."
"Hmm? Kenapa, Mama?"
"Aku hanya penasaran tentang Papa... Apakah kamu ketika bayi pernah bertemu dengannya?" Tanya Homura.
Eclipse dan Homura menoleh kepadaku yang sedang melakukan meditasi. "Tidak... Bahkan aku juga tidak pernah bertemu dengan Papa di dimensiku itu karena dia sudah tidak ada."
"Ahhh? Apa maksudmu?"
"Dia dimensiku... Papa tidak berhasil mengembalikan tubuhnya dan wujud astralnya telah terhapus oleh Guardians. Sekarang ini... Dimensiku sedang mengalami krisis yang sangat besar untuk melawan ras lain."
"Semua kejahatan dan bahkan tingkah laku Rionald telah di hentikan oleh Mama di dimensiku, para Elemental Saints juga bisa selamat dari sihir Brainwash milik Rionald." Eclipse tersenyum.
"Begitu ya... Kamu kesini hanya untuk menyelamatkan Papamu?"
__ADS_1
"Hmm. Eclipse masa ini membutuhkan pelatihan Papa agar ia bisa menjadi lebih kuat dari diriku ini." Eclipse terkekeh.
Aku mulai tersenyum. "Tentu saja..."
BAMMMMMMMMM!!!
Tiba-tiba sebuah suara ledakan muncul di luar temple itu, Homura bergegas keluar lalu ia melihat Grasia dan Wile yang sedang melompat-lompati gunung yang besar.
"Keluarlah!!! WIND OF SLASH!!!" Wile menggerakan kedua lengannya hingga Homura mulai terdorong sedikit karena sihir angin milik Wile.
"Aku memanggil meteor yang lebih panas dari matahari." Homura menunjuk langit dan langit-langit mulai berubah menjadi gelap.
Homura melirik kepada Eclipse. "Aku akan menahan mereka."
"Mengerti."
"BLAZING METEOR!!!" Homura menjatuhkan meteor yang sangat besar menuju arah Wile dan Grasia. Grasia melompat ke arah meteor itu. "SAINT FIST!!!!" Grasia menghantam meteor itu hingga meteor itu menghilang menjadi debu asap.
BAMMMMMM!!!
Homura tiba-tiba menghantam perut Grasia dengan sangat keras. "Kau seharusnya melihat dengan kedua mata itu..." Homura mulai mengisi api di pukulan tangan satunya lagi.
"LEAVES OF BINDS!!!" Kedua lengan Homura langsung terbelit oleh daun-daun yang sangat kuat. Wile melompat ke arah Homura. "TORNADO SPIKE!!!" Wile menunjuk tangannya ke arah perut Homura, dia mencoba untuk menusuknya perutnya.
"Aku tidak akan kalah dan itu adalah sebuah janji." Kedua lengan Homura mulai bersinar cahaya dan kegelapan.
"SEIO MERMUNIO!!! (Gifts of The Sun and Moon)" Homura bersinar dengan sangat terang, ia tiba-tiba menyerap seluruh sihir Wile dan Grasia oleh sihir aneh yang Homura gunakan. Mereka langsung terdorong mundur.
"Kekuatan pedang Eclipse ternyata memberiku kekuatan. Ambil baliklah ini." Homura menunjuk mereka berdua dan tiba-tiba ia langsung menembak bola energi cahaya dan kegelapan. Bola energi itu terlihat seperti matahari dan bulan yang bergabung.
"Ahhhhh---"
BAMMMMMM!!!!
Mereka terpental mundur dengan sangat jauh hingga mereka terjatuh dari gunung itu. Homura mulai melihat kedua lengannya. "Hmmm... Jadi inikah kekuatan Saint milik Eclipse... Saint Sun dan Saint moon...? Entah kenapa sekarang aku menyukai Saint."
"Dengan kedua pedang itu... Keluarga Shiratori bisa menjadi lebih kuat dari keluarga Ghifari yang munafik itu!!!" Tiba-tiba Homuze langsung mengendalikan perkataan Homura.
"Homura, hentikan!!!" Ucap Via yang tiba-tiba muncul di depan Homura dengan wajah yang sangat serius.
"Kau temannya putriku Methode ya? Kau kemanakan dia?" Tanya Homura dengan ia menatap Via.
"Dia sedang disandra oleh Rionald dan itu adalah keputusan yang tepat baginya." Homura bisa melihat kedua mata Via berubah menjadi warna ungu dan itu hanya membuat Homura semakin kesal.
"DIAMLAH!!! BLAZING BLAST!!!" Homura menembak api yang sangat panas menuju arah Via.
BAMMM!!!
Via terlindungi oleh sihir batu-batu yang sangat keras. "Apimu tidak akan bisa mengalahkan tanahku."
"Cih... Sepertinya aku harus mengerahkan semuanya dan menguji kekuatan baru ini." Homura tersenyum dan mulai menggerakan kedua lengannya, ia sepertinya tidak mau berubah menjadi Homuze lagi karena ia sudah lama tidak bertarung serius.
"Majulah, para Saints bodoh." Kedua mata Homura mulai terbakar.
__ADS_1