Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 84 - Segel


__ADS_3

Shiro dan Homuze mulai berkeringat karena mereka bisa merasakan kekuatan milik Kalizu yang perlahan demi perlahan mulai meningkat. "Homuze, aku tidak akan memaafkanmu jika kau terluka parah. Satu kesempatan, lari dari tempat ini bersama anak-anak." Ucap Shiro.


"Jangan bodoh... Aku tidak akan meninggalkan kau yang memiliki otak bodoh hingga kau selalu saja ingin mengorbankan dirimu."


"Hee... Terserahlah." Kalizu langsung mengerahkan dorongan yang sangat besar di sekitarnya hingga Shiro dan Homuze langsung menghalang dorongan-dorongan itu. Kalizu muncul tepat di depan Homuze lalu ia memukulnya, tetapi Homuze berhasil menahan serangannya.


Homuze mulai menghilang hingga Shiro tiba-tiba memukul seluruh tubuhnya tanpa henti hingga Kalizu berhasil menahan semua serangan Shiro. Mereka berdua mulai saling memukul satu sama lain selagi melayang tepat di atas langit.


Homuze mulai terbang mengelilingi mereka berdua selagi memikirkan sebuah rencana. "Shiro, tahanlah sebentar!" Kalizu langsung memukul wajah Shiro tanpa henti hingga ia tidak bisa menyerang balik. Kalizu mencoba untuk mengeluarkan sihir dari telapak tangan kanannya, tetapi Shiro langsung membelit seluruh tubuhnya menggunakan rantai-rantai yang bermunculan dari bawah tanah.


"Homuze...!" Teriak Shiro hingga Homuze langsung mendorong Kalizu dan membawanya menuju daratan selagi mengisi sebuah energi api tepat di perut miliknya. "Blazing Eruption..." Homuze terjatuh di atas Kalizu selagi meraba perutnya.


BAMMMMMMMMMMM!!!


Homuze langsung mundur ke belakang selagi melihat sebuah ledakan yang sangat dahsyat tepat di depannya, sepertinya ia mengenai titik kelemahan milik Kalizu yaitu perutnya. Kalizu mulai perlahan bangkit dari atas tanah dengan wajah yang kesal. "Cih, sepertinya dia masih memiliki tenaga yang tersisa, Homuze. Mari melakukan sebuah kombo..." Ucap Shiro.


"Ya, dimengerti." Homuze mengangguk lalu ia muncul tepat di sebelah Shiro.


Aura mereka berdua langsung membesar hingga bergabung menjadi satu. "Ayo!!!" Seru Homuze hingga mereka berdua langsung terbang menuju Kalizu lalu mulai mengelilinginya.


"Hah!? A-Apa?!" Kalizu langsung merasa terkejut karena ia telah di kepung oleh kecepatan mereka berdua, ia bahkan tidak bisa merasakan setitik energi sihir mereka dan juga ia bahkan tidak bisa melihat pergerakan mereka. Kalizu tidak memiliki kesempatan untuk menyerang melainkan menahan serangan yang akan mereka kerahkan kepadanya sendiri.


Homuze tiba-tiba langsung menendang wajah Kalizu dengan sangat kencang hingga ia terpental ke depan. Homuze bergerak dengan sangat cepat hingga ia mampu menghantam wajah Kalizu menggunakan kedua tinjunya sampai-sampai ia terpental menuju daratan.


Homuze muncul tepat di sebelah kiri Kalizu lalu ia mulai menendang wajahnya hingga ia terpental ke depan. Shiro muncul tepat di belakang Kalizu lalu ia mulai menendang punggungnya menggunakan kedua kakinya hingga ia terpental ke depan.


Shiro muncul tepat di bawah Kalizu lalu ia menendang punggungnya menggunakan kedua kakinya hingga Kalizu langsung terpental menuju atas langit. Homuze muncul tepat di bawah Kalizu lalu ia menendang punggungnya hingga Kalizu terpental menuju atas langit yang lebih tinggi lagi.


Shiro muncul tepat di atas Kalizu lalu ia dengan cepat menendang wajahnya menggunakan kedua kakinya hingga Kalizu terpental menuju daratan seperti meteor yang jatuh. Homuze muncul tepat di bawah Kalizu lalu ia menendang perutnya hingga ia terpental menuju ke atas atas langit lagi dan lagi.


Mereka berdua terus melakukan serangan bersama hingga menghabiskan beberapa menit, Kalizu tidak bisa bertindak sedikitpun karena pergerakan mereka yang terasa sangat cocok dalam kecepatan. Shiro dan Homuze mengakhiri serangan kombo mereka dengan menendang wajah Kalizu bersamaan hingga ia terjatuh menuju atas tanah dan membuat lubang yang sangat besar.


BAMMMMMM!!!


"Suamiku...", Homuze tersenyum selagi menatap Shiro.


"Ya... Chains of Reclipse!" Shiro menunjuk Kalizu hingga seluruh tubuhnya langsung terbelit oleh rantai-rantai emas dimulai dari wajahnya, kedua mata, dan mulutnya yang terakhir. Homuze menjentikkan jari kanannya hingga rantai-rantai Shiro langsung terbakar oleh api yang sangat panas.


"GUAAAAGGHHHHHH!!!" Teriak Kalizu yang kepanasan dan tersiksa oleh api-api itu, walaupun dia abadi dia masih bisa merasakan kepanasan dari api Homuze. Ia mencoba untuk membebaskan dirinya sendiri tetapi tidak bisa karena rantai-rantai yang membelitnya sangatlah ketat.


Shiro mulai memfokuskan energi sihir miliknya di tangan kirinya karena ia akan mengeluarkan sihir warisannya bersama istri-nya, Homuze juga melakukan hal yang sama tetapi ia memfokuskan di tangan kanannya. Kalizu mencoba untuk membebaskan diri tetapi ia tidak bisa karena rantai Shiro yang sangat tebal dan kuat.


"Ayo, Homuze!" Ucap Shiro dengan wajah yang sangat serius.


"Ya...!" Homuze mengangguk.


Aura mereka berdua langsung tergabung dan membesar lebih besar dari sebelumnya hingga daratan mulai berguncangan dengan sangat amat dahsyat. Arika langsung menciptakan barrier yang sangat besar untuk melindungi Syna, Methode, Satia, dan Yahiko.


"SHI...!!!"


"RO...!!!"


"MU...!!!"


"RAAAAA...!!!" Bola energi yang berada di tangan mereka masing-masing mulai membesar dan bersinar dengan sangat cerah hingga Kalizu langsung menutup kedua matanya karena sinar cerah tersebut masih bisa terlihat walaupun kedua matanya terhalangi.


"ECLIPSEEEE!!!" Teriak mereka berdua hingga mereka langsung meluncurkan gelombang besar yang terlihat seperti matahari menuju arah Kalizu. Gelombang energi itu sangatlah besar bahkan bisa saja menghancurkan seluruh semesta ketika sihir itu mengenai daratan.


BAMMMMMMMMMMMM!!!

__ADS_1


Sihir Shiromura Eclipse langsung meledak dengan sangat dahsyat seperti nuklir tepat di depan tubuh Kalizu. Homuze dan Shiro beruntung bahwa sihir mereka tidak mengenai daratan. Mereka berdua tersenyum jahat melihat ledakan dahsyat yang mereka buat, itu bagaikan kembang api yang baru saja meledak di tahun baru.


Pandangan mereka terhalang oleh asap-asap hingga tiba-tiba beberapa detik kemudian asap-asap itu hilang oleh seseorang. Mereka berdua langsung melihat Kalizu yang telah bangkit kembali.


"DASAR SIALAAAAAAN!!!" Teriak Homuze dengan sangat kesal hingga ia langsung meluncurkan beberapa gelombang api menuju arah Kalizu hingga ia langsung menangkis semua gelombang itu dengan sangat mudah.


BAMMMMMMMM!!!


"GUAAAAAGGGGGGHHHH!!!",  Teriak Kalizu dengan sangat keras hingga ia langsung terbang menuju arah Homuze dan Shiro, dengan cepat mereka berdua langsung menghantam dada Kalizu dengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang.


Kalizu muncul tepat di depan mereka berdua lalu mereka semua mulai saling memukul satu sama lain. Kalizu mengepalkan tinju kanannya dengan sangat kuat lalu ia memukul jantung Shiro dengan sangat kuat hingga ia langsung berlutut dan memegang lengan kanannya dengan sangat erat hingga Homuze langsung menghantam wajahnya menggunakan sikut kanannya. Kalizu langsung terdorong ke belakang.


Homuze langsung meluncurkan gelombang api yang sangat besar menuju arah Kalizu hingga ia langsung terpental menuju atas langit. Homuze dan Shiro terbang menuju arah Kalizu hingga Homuze terus meluncurkan beberapa gelombang api menuju arahnya. 


Kalizu mengenai gunung yang sangat besar, gunung itu berada tepat di belakangnya hingga Homuze mulai mendaki gunung itu dari sebelah kanan sedang Shiro mendaki gunung itu dari sebelah kiri. Shiro menendang leher Kalizu dan Homuze memukul perutnya dengan sangat dalam.


BAMMMMMMMM!!!


Kalizu langsung menghantam wajah mereka bersamaan hingga mereka berdua terpental ke depan dan mengenai beberapa serpihan batu besar yang melayang. Kalizu tiba-tiba terbang menuju arah Arika dengan sangat cepat hingga Shiro dan Homuze mulai merasa kesal melihat Kalizu mengincar anak-anaknya. "Lempar aku kepadanya, Homuze!!!" Teriak Shiro kepadanya.


"Baiklah!" Homuze mengangguk lalu Shiro melompat ke atas hingga Homuze mulai membuat sebuah batu menggunakan kedua tinjunya, Shiro mendarat di atas kedua tinju Homuze lalu Homuze melempar Shiro menuju arah Kalizu dengan cepat.


"HAAAAAAAAAAHHHH!!!" Aura Shiro mulai membesar hingga ia sempat untuk mendorong Kalizu dan menjauhinya dari Arika, punggung Kalizu mulai tergusur di atas tanah karena Shiro terus terbang ke depan.


"HYAAAARRRGGGGHHH!!!" Teriak Homuze selagi ia terbang menuju arah Kalizu, ia juga langsung membantu mendorong Kalizu bersama dengan Shiro. Mereka berdua langsung meraba perut Kalizu dengan telapak tangan mereka. "SHIROMURA...!!!"


"ECLIPSEEEEE!!!" Teriak mereka berdua hingga Kalizu langsung terpental ke belakang oleh dua gelombang emas yang sangat besar.


BAAAAMMMMMMM!!!


"Berhasil--" Ketika Shiro mendarat di atas tanah seluruh tubuhnya mulai terasa lemas hingga seluruh kulit tubuhnya mulai berubah menjadi warna putih seperti pucat. Homuze langsung terkejut melihat itu karena Shiro tiba-tiba mulai melemah. "Nrrghh...!!!"


"HAHAHAHA!!! KALIAN PARA MORTALS TIDAK MENGERTI BAHWA AKU INI ABADI...!!! Sekarang, Shiratori Shiro, kau sudah terkena oleh sihir necromancer terkuat-ku yaitu <> sihir yang mampu mengubahmu menjadi sebuah undead dan ketika itu terjadi maka kau akan kehilangan akan sehatmu...!!!" Ucap Kalizu selagi tertawa terbahak-bahak.


"Sekarang...!!! WAKTUNYA AKU BERUBAH MENJADI WUJUD TERAKHIRKU...!!! WUJUD YANG MAMPU MENGHAPUS KALIAN SEMUA DARI KENYATAAN!!!" Seluruh tubuh Kalizu langsung membesar hingga kedua pupilnya mulai menghilang, Kalizu mulai menumbuhkan sebuah ekor dan juga mulutnya mulai memanjang dan bertaring seperti naga.


"Mustahil...!!!" Ucap Homuze dengan wajah yang sangat kesal.


"Itu adalah... Wujud terakhir Kalizu, ia sekarang telah meningkatkan seluruh kekuatannya hingga titik maksimal." Ucap Shiro selagi menatap Kalizu yang telah berubah menjadi monster yang sangat ganas dan mengerikan.


Jantung Shiro mulai berdetak dengan sangat kencang, ia mulai perlahan mencoba untuk memaksakan dirinya sendiri untuk bangun. Kalizu langsung menatap mereka berdua dengan wajah yang kesal, ia mulai mengaung dan mengeluarkan beberapa dorongan besar menuju arah Shiro dan Homuze. Mereka berdua langsung menghalang dorongan itu menggunakan kedua lengannya. "Nrrghh...!"


Punggung Shiro dan Homuze mulai saling mengenai, mereka sekarang sedang berada di posisi kuda-kuda bertarung mereka. "Bertahanlah, suamiku!" Ucap Homuze selagi bernafas berat dan berkeringat.


"Kau sendiri terlihat seperti kelelahan, Homuze..."


"Jangan bodoh, Shiro. Aku baru saja mau mulai. Kau juga 'kan, suamiku yang tangguh?" Tanya Homuze selagi mengedipkan mata kirinya. Shiro melihat itu dan ia langsung mulai bersemangat untuk mengalahkan Kalizu menggunakan kekuatannya bersama Homuze.


"Hmph. Benar, kita tidak bisa mengalahkannya dengan kekuatan kita sendiri... Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Shiro.


"Ya, seluruh serangan kita pasti tidak mempan, tetapi kita memiliki sihir warisan keluarga Shiratori lainnya 'kan...? Kita harus menggunakannya di keadaan darurat seperti ini." Ucap Homuze.


"Bagaimana kalau kita menyegelnya bersamaan, Shiro?" Tanya Homuze.


"Apa...?"


"Kita akan menyegelnya, itu adalah cara untuk mengalahkan seseorang yang abadi." Homuze mulai membesarkan auranya.


"Homuze, kau masih belum bisa menggunakan sihir itu bukan?" Ucap Shiro dengan wajah yang sangat serius hingga Homuze langsung tersenyum seperti memiliki semangat yang tinggi.

__ADS_1


"Aku sudah berulang kali melakukannya ketika aku melihatmu diam-diam berlatih di dalam kamar kita. Sepertinya aku sudah mengetahui jelas cara menggunakan sihir itu, aku tahu caranya!" Homuze mulai tersenyum lebar.


"Kau mau mencobanya sekarang?" Tanya Shiro.


"Apapun yang bisa kau lakukan, aku juga pasti akan melakukannya, Shiro! Kita adalah keluarga Shiratori, kita hidup untuk bersatu dan melawan musuh kita bersama!"


"Kau bisa saja mati jika kau gagal dalam menggunakan sihir itu."


"Aku tidak memperdulikan hal itu"


"Kenapa?"


"Kau tahu alasannya, sayang. Aku tidak akan mati dan kemana-mana sebelum kita ditakdirkan mati bersama." Ucap Homuze selagi menunjukkan wajah yang terlihat sangat serius. Shiro tersenyum kecil melihat wajah Homuze yang terlihat sangat menawan.


"Aku juga tidak akan mati..."


"...HINGGA KITA BISA MENGARUNGI JALAN KELUARGA SHIRATORI!!!" Teriak mereka berdua hingga aura mereka langsung membesar dan juga bersatu, mereka berdua langsung menunjuk Kalizu menggunakan kedua lengannya.


"Ayo! Istriku!!!"


"Ya, suamiku!!!" Mereka berdua langsung mengelilingi Kalizu selagi memukul seluruh tubuhnya dengan serangan sangat cepat. "SHIROMURA IMPACT!!!"


BAMMMMM!!!


Kalizu langsung terjatuh dan berlutut di atas tanah hingga Homuze dan Shiro mulai melayang di atas langit selagi menunjuk Kalizu dengan kedua lengannya. "Sekarang, Homuze!"


"Mari kita lakukan...!!!"


Mereka berdua mulai membuat sebuah segitiga menggunakan jari dari kedua lengan mereka. "SHIROMURA SEALING WAVE!!!" Mereka berdua langsung bersinar dengan sangat cerah hingga dua buah cincin emas mulai muncul tepat di atas Kalizu dan mulai mengurungnya. Kedua cincin besar itu langsung mengecil di tubuh Kalizu dan mulai menjebaknya.


Kalizu mulai perlahan tersegel oleh sihir Shiro dan Homuze. "GAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Kalizu dengan sangat keras hingga seluruh tubuhnya mulai perlahan bersinar, kedua lengan Shiro dan Homuze mulai bergetar karena ia harus menahan kedua cincin itu jika tidak maka kedua cincin itu akan pecah.


Kalizu terus melawan balik hingga ia masih belum tersegel oleh sihir mereka berdua. Arika tiba-tiba muncul tepat di belakang mereka selagi mengepalkan tinju kanannya yang dilumuri oleh aura pelangi. "Papa... Mama... Maafkan atas semua perbuatanku yang telah aku lakukan di planet Legenia dan Lemia..."


"Dengan sihir maut-ku ini, aku akan menembus semua dosa yang pernah aku buat. Maha Sihir Saint." Arika langsung terbang menuju arah Kalizu dengan sangat cepat.


"Arika!!! HENTIKAN!!!" Teriak mereka berdua hingga mereka tiba-tiba melihat seluruh tubuh Arika mulai bersinar berwarna-warni dan juga mereka tiba-tiba melihat bayangan dari semua Saint yang ada di semesta Touri. Semua saint bayangan itu melingkari Arika dan mulai merasuki tinju kanannya. "AKU ADALAH SHIRATORI ARIKA...!!! SEORANG PURE SAINT!!! AKU AKAN MENGHABISKANMU DAN MENEMBUS SEMUA DOSAKU DENGAN SERANGAN TERAKHIR INI...!!!"


"FIST OF ALL SAINT'S EXISTENCE!!!"  Teriak Arika dengan sangat keras hingga ia langsung menghantam dada Kalizu menggunakan tinju yang bersinar itu hingga seluruh tubuh Kalizu langsung bersinar dan perlahan melayang di atas langit.


Shiro dan Homuze langsung terkejut melihat itu karena Kalizu tiba-tiba langsung perlahan terhapuskan dan mulai perlahan berubah menjadi debu-debu emas yang akan menghilang. "H-Hebat..." Ucap Shiro hingga ia tiba-tiba terjatuh, Homuze dengan cepat langsung berlutut dan mencoba untuk menyembuhkannya.


BAAMMMMMMMMMMMMMMM!!!


Kalizu meledak menjadi debu-debu emas yang melayang menuju atas langit. Kalizu yang memiliki tubuh abadi telah terhancurkan oleh pukulan maut Arika yang mampu menghancurkan apapun dengan sangat mudah.


Shiro melihat debu-debu emas itu dan ia langsung berubah kembali menjadi normal. "Berakhir ya..." Arika tiba-tiba muncul tepat di depan Shiro lalu ia mengalirkan sebuah bola energi emas ke dalam tubuh Shiro hingga seluruh tubuhnya langsung kembali normal. "Ahhh..."


Homuze tersenyum melihat itu hingga ia langsung duduk di sebelah Shiro dan mulai menyenderkan kepalanya ke atas bahu kiri Shiro. "Hehe... Damai telah mendatangi kehidupan kita lagi, sayang..."


Arika duduk di sebelah Shiro dengan wajah yang tenang. "Maafkan aku, Papa..." Ucapnya hingga Shiro langsung tersenyum lebar dan memeluk mereka berdua dengan sangat erat.


"Jangan bersedih begitu, Arika. Papa sudah memaafkanmu dan mengetahui rencanamu sejak awal karena Korrina." Shiro terkekeh hingga Homuze dan Arika mulai tertawa.


Mereka bertiga mulai tertawa terbahak-bahak karena mereka telah berhasil menyelamatkan Yuusuatouri lagi. Tawaan itu memberikan makna bahwa mereka tertawa untuk bersyukur bahwa Kalizu bisa terkalahkan dan tidak akan bisa bangkit kembali.


PERHATIAN!!!


CHAPTER SELANJUTNYA ADALAH CHAPTER TERAKHIR DARI YUUSUATOURI!!!

__ADS_1


__ADS_2