
Korrina dan yang lainnya tiba di depan gerbang yang menghalang air suci Hiyari. Korrina mulai menatap gerbang besar itu dan ia mulai meraba pintu gerbang tersebut. "Gate Open!" Kedua tangan Korrina langsung masuk ke dalam gerbang itu karena gerbang itu membiarkannya masuk. "Silahkan masuk." Korrina mundur beberapa langkah lalu ia memberi Shou jalan.
"Apakah aku akan percaya dengan trik murahanmu, nenek?" Tanya Shou, ia menghampiri gerbang itu lalu ia memukul pintu gerbang itu dengan tinjunya.
BAMMMMM!!!
"Dia terlihat fokus sekarang... Apakah latihannya benar-benar mengubah dirinya...? Tapi, walaupun dia terus berlatih dengan sangat keras... Tubuhnya pasti akan cepat lelah karena ia tidak pernah istirahat." Ucap batin Korrina. "Shou, aku merubah pikiranku." Ucap Korrina, Shou langsung menunjukkan wajah yang kesal, ia menatap wajah Korrina dengan tatapan tajamnya. "Pikiran tentang apa hah!?" Tanya Korrina.
"Memberikanmu air suci ini... Kau harus mengambilnya sendiri dengan melatih kesabaranmu, Shou." Ucap Korrrina, ia mulai menjentikkan jarinya hingga terdapat sebuah tulisan di gerbang itu yang mengatakan. <>
"OMONG KOSONG!!! AKU TIDAK MAU MENGHABISKAN WAKTU LAGI!!!" Teriak Shou, ia mulai memukul-mukul pintu gerbang itu dengan kedua tinjunya. Korrina mulai tersenyum licik, ia menunjuk Shou. "Jika kau bersikap seperti itu maka gerbang ini tidak akan bisa terbuka bagimu, Shou." Korrina langsung mendorong Shou mundur.
"Bagaimana caranya aku harus sabar, nenek!? Aku ingin cepat-cepat menghentikan Shin dan Arata!!!" Teriak Shou.
"Menghentikan mereka ya? Jangan bodoh..." Korrina mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat meremehkan dan itu membuatnya kesal sekali. "HAPUS WAJAH SIALANMU ITU, DASAR TEPO---"
Korrina muncul tepat di depan Shou lalu ia mulai menunjukkan wajah yang terlihat menyeramkan. "Dengan hanya melihat wajah meremehkan saja sudah membuatmu kesal seperti ini... Bagaimana jika nanti kau melawan Shin dan dia memprovakasimu...? Apakah kau akan marah dan melemah karena kemarahanmu itu...?" Tanya Korrina, ia mulai memukul perut Shou dengan sangat dalam hingga ia terpental ke belakang dan mengenai beberapa pohon.
"Dewi Korrina, hentikan!!!" Ucap Rigel, Korrina langsung menunjuk Rigel dengan telapak tangan kanannya. "Diam, Rigel! Jangan mengganggu urusan Shou dan diriku... Aku akan melatih Shou agar ia bisa menahan emosi-nya, inilah kebiasaan bagi seorang ras darah penuh Eternal. Mereka mudah marah dan kemarahan mereka adalah kelemahan mereka sendiri jika tidak dikontrol." Ucap Korrina, Aiko yang sedang berada di atas kepala Korrina langsung melayang di atas langit karena ia bisa merasakan aura Korrina dimana-mana, itu mengartikan bahwa Korrina akan bertarung.
Shou muncul di depan Korrina selagi mengusap darah yang berada dimulutnya. "Jangan kau menilai seseorang, nenek... Kemarahanku adalah kekuatan tersembunyiku untuk menjadi kuat. Dengan kekuatanku saat ini, kemarahanku, dan dewi kematian yang berada bersamaku... Aku pasti akan mengalahkan Shin dan Arata juga."
"Shou, mau berapa kali kau tidak mendengar perkataan orang tuamu termasuk nenek-mu ini, hah?! Apakah kau pikir semua pertarungan itu hanya mementing kekuatan, rekan, dan kemarahan saja?! Tiga hal itu dengan mudah bisa saja dikalahkan oleh strategi, kesabaran, pikiran, dan pengalaman seorang petarung...!!!" Teriak Korrina.
"Kau berhak untuk melatih kesabaran-mu dan juga coba untuk mengontrol emosi-mu, dasar bodoh! Air suci Hiyari itu tidak layak di minum oleh mortal sepertimu yang tidak bisa menahan emosi-nya sendiri...!!!" Korrina mengepalkan tinju kanannya.
Shou menghela nafasnya, ia langsung berubah menjadi wujud Saint God-nya. Korrina langsung menunjukkan wajah yang terlihat seperti tertarik terhadap sikap gegabah Shou, pikiran Korrina mengatakan bahwa Shou mencoba untuk bertarung melawannya. "Ada cara lain untuk mendapatkan air suci sialan itu bukan...? Bagaimana jika kita bersepakat? Jika aku menang melawanmu maka kau harus memberikanku air suci itu..." Ucap Shou, ia mencoba untuk membuat kesepakatan dengan Korrina.
"Ohh...? Jika kau kalah?"
"Tidak ada."
Korrina langsung tersenyum. "Hehehe... Hahahahahaha....!" Korrina mulai tertawa karena mendengar perkataan Shou yang tidak masuk akal, Shou mulai bersikap egois sekarang. "HAHAHAHAHA!!!" Korrina mulai tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa kau tertawa, hah!? Apakah aku mengatakan sesuatu yang membuatmu tertawa--"
Kedua mata Korrina langsung terbakar oleh api sacred, ia mulai memunculkan aura sacrednya hingga mampu membuat Rigel dan Aiko terjatuh di atas daratan karena tekanan yang ada di sekitar mereka, tekenan itu ada karena Korrina yang mengeluarkan auranya. Shou hampir saja berlutut karena tekanan besar yang ia rasakan saat ini. "T-Tekanan apa ini...!?" Tanya Shou.
__ADS_1
"Bahkan kau tidak siap dengan aura sacred ya...? Aku menamakan ini sihir sacred. Jika kau masih merasakan tekanan dari aura-aura ini maka kau tidak siap untuk melawan Arata." Korrina menyilangkan kedua lengannya.
"Tekanan dan keberadaan yang sangat berbeda... Aku bahkan tidak bisa merasakan God Lenergy-nya, jangan-jangan Mama pernah mengatakan sesuatu tentang ini..."
"Ahh...!" Shou mulai teringat sesuatu tentang perkataan Homura.
"Terdapat beberapa dewa dan dewi yang bisa membuat God Lenergy mereka tidak bisa terasakan karena tekanan yang mereka buat, gejala ini bisa saja terjadi karena aura-aura mereka dan juga God Lenergy yang mereka sembunyikan atau digabungkan dengan jiwa mereka. Jadi kau harus terbiasa bertarung melawan dewa dan dewi yang tidak bisa kau rasakan energi sihir mereka... Makanya kau harus berlatih dengan giat agar kau terbiasa melawan seseorang tanpa memprediksi God Lenergy mereka yang akan muncul dimana-mana."
"Hoooo... Ada apa, Shou kecil? Apakah kau sekarang merasa menyesal terhadap sikap gegabahmu? Lihatlah dirimu ini, melihat auraku saja sudah membuatmu keringat dingin seperti itu... Bagaimana jika kau melawan Arata dan Shin nanti?" Tanya Korrina.
"Mama pernah mengatakan bahwa Korrina itu setara dengan kakek ***** petarung itu... Aku harus waspada dan coba untuk memprediksi keberadaannya ketika ia menggunakan sihir teleportasi atau pergerakan secepat dewi..."
"Ini menghabiskan waktu saja, Shou. Memikirkan sebuah rencana ketika lawan sedang berada di depanmu itu adalah kelemahan besarmu juga, baiklah... Aku akan memberikanmu sedikit kemudahan yaitu jika kau berhasil mengenai seranganmu kepadaku maka aku akan memberikanmu air suci itu." Ucap Korrina.
"Otak-mu sama datar-nya dengan payudaramu, nenek... Jangan meremehkanku...!" Shou menaikkan aura-nya karena ia langsung bertarung melawan Korrina dengan kekuatan penuhnya. "Setidaknya mulut-mu itu lebih kuat dari keberanianmu." Korrina tersenyum.
"HAAAAAARRGGGGHHH!!!" Dahi Shou mulai dipenuhi dengan urat-nya sendiri karena ia sekarang sedang berada di kekuatan penuhnya. "Ggrrgghhhh... Kau mencoba untuk melawanku langsung dengan kekuatan penuhmu ya...? Apakah kau akan melakukan kesalahan yang sama ketika kau melawan Arata dan Shin!!!" Korrina melesat menuju arah Shou, Korrina mulai bergerak seperti zig-zag.
"Aku berhasil menipu-nya..." Shou langsung menurunkan aura-nya kembali menjadi normal, Korrina memukul ke depan tetapi Shou berhasil menghindari serangan itu, ketika Korrina selesai memukul ke depan ia langsung melakukan beberapa backflip ke belakang hingga tidak memberikan Shou sebuah kesempatan. "Aku tahu kau akan mencoba untuk membuatku lengah." Ucap Korrina.
"Persetan...!" Shou melesat ke arah Korrina lalu ia mulai memukulnya beberapa kali, tetapi Korrina berhasil menahan semua serangan itu dengan mudah. Ia masih aman karena menahan sebuah serangan itu tidak terhitung sebagai terkena oleh serangan.
Korrina muncul tepat di depan Shou lalu ia memukulnya beberapa kali tanpa ampun dan henti hingga Shou tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik. "Dia sangat kuat...! Dia bahkan tidak memberikanku kesempatan untuk menyerang balik."
Korrina memegang wajah Shou lalu ia melemparnya menuju gunung yang berada di belakangnya. BAM! "Guuugghhh...!" Shou langsung berubah kembali menjadi wujud normalnya, ia mulai berlutut di depan Korrina yang sedang berdiri selagi menatapnya dengan tatapan yang merendahkan.
Shou menatap wajah Korrina lalu ia mulai mengejamkan kedua matanya. "Jika masih ada seseorang yang lebih kuat dariku maka aku hanya perlu membiarkan mereka mengurus Shin dan Arata... Contohnya Kakek Alvin dan Nenek Korrina, wujud biasa mereka pasti akan bisa mengalahkan Shin dan Arata dengan mudah."
"Semuanya akan baik-baik saja... Aku tidak memiliki tujuan untuk menjadi lebih kuat lagi." Shou tersenyum tulus, Korrina langsung menunjukkan wajah yang terlihat kesal karena ia mendengar semua perkataan yang Shou katakan di dalam hatinya, ia langsung menarik kerah baju Shou. "LIHAT LEBIH TINGGI LAGI, DASAR TOLOOOOOL!!!" Teriak Korrina.
Shou langsung menatap Korrina dengan tatapan terkejutnya. "Hapuskan senyuman seorang Legenda putus asa itu...!!! Mengalahkan Arata dan Shin, apakah itu saja tujuanmu!? Apakah kau pikir tujuanmu akan berakhir di sana!?" Tanya Korrina.
"Lihatlah lebih tinggi lagi apa yang akan terjadi, apakah masalah akan berhenti di tengah jalan sepertimu!? Masalah akan terus berjalan tiada batasnya dan masalah itu bisa saja menjadi lebih buruk dari masalah Shin dan Arata!"
"Pikirkanlah tentang harga dirimu sebagai seorang Legenda dan seorang anggota bermarga Shiratori yang memiliki darah Comi dan Ghifari juga!"
"Darah keluarga Comi dan Ghifari itu akan terus berada di dalam tubuhmu, Shou! Jika kau kalah oleh musuhmu sendiri maka aku tidak akan pernah memaafkanmu...!!!"
__ADS_1
"Kau akan menjadi yang terhebat atau KAU AKAN MENJADI YANG TERBURUK!?" Teriak Korrina hingga membuat Shou terharu dan berkaca-kaca. Rigel menghampiri Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius. "Hentikan semua ini, Dewi Korrina! Shou sudah sadar dengan perbuatannya sendiri!"
Aiko langsung menghalang Rigel. "Gaooo! Gawwww!" Aiko menggelengkan kepalanya. Rigel langsung terdiam ketika melihat wajah Aiko yang terlihat serius.
Korrina melihat Rigel dan ia langsung menghilangkan aura sacred-nya. "Cih!", ia langsung melepas Shou hingga ia berdiri di belakangnya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal. Korrina langsung menggendong Aiko. "Mama~" Aiko langsung menyenderkan kepalanya dengan dada Korrina. "Iya... Maaf, maafkan Mama jika Aiko melihat mama mara---"
Shou langsung memukul pipi Korrina hingga ia langsung terjatuh. BAM! "Ahh!" Rigel mulai menepuk wajahnya sendiri. "Dasar baji--- Ahh!" Korrina melihat Shou tersenyum lebar karena ia baru saja menang dengan berhasil memukul Korrina. "Tadi itu termasuk dengan menyerangmu bukan? Aku mengenaimu, Dewi Korrina." Shou tersenyum karena pertarungan mereka belum selesai. Korrina ternyata lengah karena Aiko..
"Ahh..." Korrina langsung membuat kesalahan fatal karena ia tidak mengakhiri pertarungan mereka. "Hahaha!" Shou mulai tertawa dengan tulus.
"Aku mendengarkanmu, Nenek... Atau bisa aku sebut Dewi Korrina. Aku akan menjadi lebih kuat lagi. Lebih kuat dari Shin dan Arata..." Shou langsung mencoba untuk membantu Korrina bangun dengan mengulurkan tangan kanannya. "...termasuk dengan dirimu juga, nenek." Shou tersenyum.
"Hmph... Hahaha! Menarik, Shou!" Korrina langsung menerima bantuan itu, ia bangkit dari atas tanah selagi menunjukkan senyuman lebarnya. "Sesuai janji... Aku akan membawakan air suci itu." Korrina berjalan pergi meninggalkan mereka.
Shou tersenyum lalu ia menunduk kepada Korrina. "Terima kasih, nenek... Terima kasih untuk segalanya." Rigel menghela nafasnya lalu ia menepuk wajahnya sendiri.
Korrina membuka gerbang itu dan mereka bertiga langsung berjalan menuju danau suci itu. "Shou, bisakah kau jaga Aiko sebentar?" Tanya Korrina, ia mulai memberikan Aiko kepada Shou. "Ehh...? I-Iya." Jawab Shou, ia langsung menggendong Aiko.
Korrina mulai mengambil tas milik Rigel. "Aku akan mengambil air suci itu yang berada di batasan terdalam agar efeknya bertambah." Korrina melompat masuk ke dalam danau itu lalu ia berenang ke dalam menuju ujung batasan terdalam.
Shou dan Rigel menatap Aiko yang sedang meminum susu di botol dot-nya. "Wahh... Imut sekali anak ini..." Rigel mulai mencubit pipi kiri Aiko hingga Aiko langsung berhenti meminum susunya dan ia mulai menatap Shou. "Gyahhhh~" Aiko langsung meluncurkan susu itu keluar dari dotnya hingga susu itu mengenai pipi kanannya.
"Astaga...!" Rigel langsung mengeluarkan sapu tangannya dan ia mulai mengusap-usap pipi Shou yang basah. "Aiko cukup nakal dan iseng juga..." Jawab Shou yang mencoba untuk menahan kemarahannya.
"Haha~ Gyahhhh!!!" Aiko langsung memukul perut Shou hingga ia langsung melepas Aiko, ia mulai memegang perutnya yang terasa sakit, luka-luka pukulan Korrina masih belum sembuh dan Aiko sudah melukainya lagi. "Ugghhh...!" Shou berlutut di atas tanah.
"Gyahahaha!!!" Aiko mulai menertawai Shou. "Ggrrgghh...! Dasar gadis sialan...!!!", Ucap Shou. Korrina langsung melompat keluar dari danau itu dan ia mulai mendarat di belakang Shou. "Emosi-mu melonjak lagi karena seorang bayi ya...?" Korrina menghela nafasnya, ia mulai menepatkan tas Rigel yang dipenuhi dengan botol air suci di atas tanah.
Shou bangkit dari atas tanah. "Maafkan aku..." Korrina menghela nafasnya lalu ia mencabut sehelai rambutnya. "Ini, makanlah."
"Ehh? Sehelai rambut nenek?"
"Rambutku dapat menyembuhkan luka-lukamu dalam sekejap, cepat." Ucap Korrina. Shou mengangguk lalu ia mengambil sehelai rambut itu dan ia mulai memakannya. Seluruh luka Shou langsung sembuh. "Ahh... Terima kasih, nenek!" Shou menatap kedua telapak tangannya.
"Sama-sama. Sepertinya kau benar-benar sudah siap!" Ucap Korrina, Shou tiba-tiba menundukkan kepalanya kepada Korrina. "Aku mohon, nenek! Latihlah aku, hanya 3 hari saja dan aku sudah siap untuk menyelesaikan tujuanku yaitu melawan Shin dan Arata!" Ucap Shou.
__ADS_1
Korrina tersenyum. "Baiklah, aku akan melatihmu, Shou. Kau membutuhkan beberapa latihan penting dariku." Ucap Korrina.
"Dan... Aku juga akan menjelaskan beberapa informasi penting tentang musuh-musuhmu!" Korrina langsung menaikan jari telunjuknya.