Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 144 - Grimoire of Oath


__ADS_3

"Apa itu Grimoire of Oath...?" Tanya Virra selagi menunjukkan ekspresi yang kebingungan, sebenarnya keluarga dari marga Shichiro tidak diwajibkan untuk menunjukkan Grimoire of Oath, "Ahh...!!! Jangan-jangan itu...!!!" Corni mulai menunjukkan ekspresi yang kaget karena ia pernah melihat Grimoire of Oath itu secara asli.


Dias melirik ke arah Corni lalu ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Haruki bilang bahwa kau pernah melihat Grimoire itu, sepertinya kau benar-benar menjaga rahasia terhadap Grimoire ini." Ucap Dias. Semua Legenda yang berada di tempat itu masih menunjukkan ekspresi yang kebingungan kecuali Corni yang sudah mengetahui tentang Grimoire of Oath.


"Bisakah kau jelaskan secara jelas tentang Grimoire satu ini...?" Tanya Virra, Dias bangkit dari atas rumput lalu ia mulai menunjuk ke depan dan mengabaikan pertanyaan Virra, "Dimensional Storage." Sebuah portal ungu mulai muncul di depan Dias lalu ia memasukkan tangan kanannya ke dalam dan ia mulai mengambil sebuah Grimoire yang berjulukan Oath itu. Grimoire itu dilumuri dengan aura hijau gelap yang sangat menyengat bagi mereka semua.


"Sepertinya aku pernah mendengar tentang Grimoire itu." Ucap Shou, Dias melirik ke arah Shou, "Kau juga...?" 


"Ya... Kalau tidak salah tiga Legenda aneh mencoba untuk mencari Grimoire of Oath itu." Dias mulai tersenyum karena ketiga Legenda itu pasti berasal dari organisasi yang bernama Ad Exitium, "Hmph... Apa yang kau lakukan ketika kau melihat ketiga Legenda itu...? Apakah kau langsung menghabisi-nya?" Tanya Dias.


"Tentu saja, untuk apa aku membiarkan mereka merampok perpustakaan..." Ucap Shou selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Baiklah... Aku tidak memiliki pilihan apapun selain memberitahu mereka dengan Grimoire of Oath... Sepertinya Haruki memiliki ide cara untuk melupakan mereka semua tentang Grimoire of Oath ini" Ucap batin Dias hingga tiba-tiba ia mendengar suara Korrina melalui kedua telinga-nya.


"Shichiro Dias..." Ucap Korrina dari dalam pikirannya, Dias langsung membulatkan kedua matanya karena ia merasa cukup terkejut mendengar suara Korrina. Ia mulai menatap ke segala arah mencoba untuk mencari Korrina dan dia tidak menemukannya, "Aku sedang berkomunikasi denganmu, Dias. Kau bisa membalas kata-kataku dengan melalui batinmu."


"Baiklah..."


"Gunakan Grimoire of Oath itu untuk membangkitkan Haruka Ghifari, bukannya itu bisa membangkitkan seseorang yang sudah mati selama 24 jam bukan...?"


"Ya..."


"Gunakanlah untuk membangkitkan Haruka Ghifari, aku yakin dia memiliki cara untuk mengalahkan Bamushigaru karena dia ini pintar sekali dan juga kekuatannya yang mampu membuat waktunya sendiri... Tenang saja, aku akan mengurus Virra dan yang lainnya ketika masalah Bamushigaru selesai. Aku akan menghapus ingatan mereka tentang Grimoire of Oath..."


"Baiklah, aku mengerti, Dewi Korrina. Aku akan menggunakannya untuk membangkitkan Haruka Ghifari."


"Lakukanlah secepatnya, aku tidak yakin bisa menahan Bamushigaru... Bayi yang aku kandung mulai perlahan-lahan menyerap kekuatanku."


Dias mengangguk lalu ia menjauh dari mereka semua, "Kalian tunggu di situ dan biarkan aku melakukan ritual-nya." Dias mulai membuka Grimoire itu hingga Grimoire tersebut mulai melayang tepat di depannya selagi berputar dengan aura-aura hijau di seluruh buku tersebut, "Oh, jiwa makhluk hidup yang tinggal di semesta Touri... Aku memanggilmu atas kekuatan ini... Kau adalah jiwa pahlawan yang sudah mati layaknya seperti seorang petarung yang layak... Kau adalah penyelamat Touri... Dan kami membutuhkan kekuatanmu demi menyelamatkan semesta Touri lagi... Seperti yang aku inginkan, maka terjadilah itu... Haruka Ghifari dari keluarga Ghifari...! Aku memperintahkanmu untuk bangkit!" Buku itu mulai mengeluarkan sebuah arwah hijau yang melesat ke atas langit.


Arwah itu mulai berputar dan menciptakan sebuah tubuh yaitu tubuh Haruka, perlahan-lahan arwah itu langsung berubah menjadi Haruka, Corni langsung membulatkan kedua matanya melihat Haruka yang sedang berada di atas langit selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius. Kedua matanya masih menutup karena Haruka masih belum bisa sadar, "Haruka..." Ucap Corni selagi menunjukkan ekspresi yang mencoba untuk menahan kesedihan-nya.


Haruka mendarat di atas tanah lalu ia perlahan-lahan membuka kedua matanya, "... ..." Corni bisa melihat sebuah halo emas di atas kepalanya, itu artinya Haruka benar-benar kembali hidup selama 24 jam saja dan itu artinya Grimoire of Oath tidak akan bisa di gunakan lagi untuk membangkitkan seseorang selama 24 jam. Dias harus menunggu beberapa tahun untuk bisa menggunakan Grimoire itu untuk membangkitkan seseorang yang sudah mati selama 24 jam saja.


Haruka mulai menatap mereka semua selagi menunjukkan ekspresi yang terkejut karena ia bisa merasa bahwa dia kembali hidup, "Apa ini...?" Haruka mulai menatap kedua tangannya dan ia mulai bisa melihat jelas bahwa dirinya bisa menggerakan kedua tangannya yang hidup itu, "Tidak mungkin... Hahaha, kau memanggilku lagi...? Tetapi dengan cara yang berbeda---" Haruka langsung membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Virra dan Corni, "Virra...? Kak Corni...?" 


"HARUKAAAAAA!!!" Corni melesat menuju arah Haruka lalu ia memeluknya erat dan setelah itu mereka berdua langsung jatuh di atas tanah selagi berpelukan, "Kak Haruka..." Virra tersenyum selagi menangis melihat Haruka yang benar-benar bangkit, "KAK HARUKAAA!!!" Virra lari ke arah Haruka lalu ia memeluk Corni dan Haruka dengan sangat erat.


"Hahaha... Kangen ya...?" Haruka tersenyum lalu ia mulai memeluk mereka dengan sangat erat, "Aku juga kangen kepada kalian semua... Kak Corni... Virra..." Semua Legenda yang berada di tempat itu mulai membulatkan kedua mata mereka selagi menatap ketiga saudara itu berpelukan, "Jangan-jangan dia adalah Legenda legendaris yang pernah menyelamatkan semesta Touri dari Dewa Oath yang bernama Zoiru...?" Tanya Shizen selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut. "Anak dari Dewa Alvin juga ternyata..." 

__ADS_1


"Rumornya dia adalah Saint Legenda yang mampu mengendalikan waktu dengan sangat sempurna hingga ia sendiri bisa menciptakan dunianya sendiri melalui waktu yang ia ciptakan itu. Dias menghampiri Haruka lalu ia mulai menjelaskan situasi yang mereka alami saat ini kenapa mereka membutuhkan dirinya yang sudah mati untuk bangkit kembali.


***


"Begitu ya... Jadi saat ini Papa dan yang lainnya sedang bertarung melawan monster dari Oath's Realm itu...?" Haruka mulai memegang dagu-nya selagi berpikir bagaimana cara mereka semua mengalahkan Bamushigaru, "Haruka, bukannya kau dulu pernah menciptakan dunia-mu sendiri...? Dunia yang hampir sama seperti Touri, jadi dunia itu seperti replika atau orang lain menyebutkan sebagai bayangan, tetapi walaupun replika setidaknya memiliki efek yang sama untuk bisa mengalahkan Bamushigaru!" Dias bisa mengetahui hal itu karena ia pernah membaca buku sejarah tentang Haruka, seorang ras jika mereka pernah menyelamatkan dunia maka semua penulis sejarah akan menuliskan sejarah para pahlawan itu.


"Kita membutuhkan lima belas Weapon of Ancient Heroes 'kah...?" Tanya Haruka selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, mereka semua mengangguk, "Baiklah, aku akan menciptakan dunia lainnya menggunakan ini..." Haruka mulai memasukkan tangan kanannya ke dalam hatinya dan ia langsung mengeluarkan sebuah kubus hijau, "Omnipotent's Saint Magic: Alternative World Creator" Haruka langsung membuat kubus hijau itu melayang dan berputar.


Kedua pupil matanya mulai berubah menjadi simbol waktu bersama dengan aura-auranya yang menunjukkan simbol dari waktu juga, "H-Hebat... Aku tidak pernah melihat Kak Haruka melakukan Omnipotent's Saint Magic-nya di depanku..." Ucap Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, kubus hijau itu mulai bersinar cerah.


SWOOOSSHHHH!!!


Haruka tersenyum lalu ia mengambil kubus tersebut, "Sepertinya aku menciptakan dunia dimana waktu benar-benar berubah... Sepertinya tubuhku yang sudah mati ini tidak membiarkanku untuk berbuat semaunya dalam menciptakan sebuah dunia baru dimana sejarah berubah cukup besar." Ucap Haruka. Sepertinya sihir waktu Haruka tidak bisa ia kendalikan dengan sempurna karena dia sudah mati dan Haruka belum seratus persen bangkit maka sebagian dari sihir waktunya tidak bisa ia gunakan, "Efek dari Omnipotent's Saint Magic-ku yang sangat kuat... Aku bisa menciptakan dunia dengan sejarah yang berbeda semauku, tetapi karena aku sudah mati... Aku tidak tahu kubus itu memiliki sejarah seperti apa." Ucap Haruka.


"Jadi kau benar-benar tidak tahu apa yang kau ciptakan?!" Tanya Dias selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, "Iya, bersyukurlah... Setidaknya kubus itu masih semesta  Yuusuatouri yang aku buat, Weapon of Ancient Heroes sepertinya ada di dunia yang aku ciptakan itu." Ucap Haruka selagi menunjukkan senyuman kecilnya, ia melirik ke arah Virra, "Virra, kau adalah Saint Multiversal bukan...? Apakah kau memiliki sihir yang mampu melacak senjata-senjata itu..?" Tanya Haruka.


"Ya..." Virra memejamkan kedua matanya lalu ia mulai menciptakan sebuah tongkat emas yang mampu melacak lima belas Weapon of Ancient Heroes, "Staff of Tracker... Sebuah tongkat yang mampu melacak tempat dimana Weapon of Ancient Heroes itu berada." Ucap Virra hingga ia menunjuk tongkat itu ke depan, tongkat yang Virra pegang langsung bersinar cerah yang mengartikan bahwa terdapat Weapon of Ancient Heroes di dalam kubus itu, "Ya... Sepertinya ada." Ucap Virra.


Haruka mengangguk lalu ia menunjuk kubus itu hingga perlahan-lahan kubus tersebut mulai membesar, "Butuh waktu dan proses... Kita membutuhkan seseorang yang bisa mengangkat Weapon of Ancient Heroes itu, Virra." Ucap Haruka dan Virra mulai menepuk pantat Corni hingga ia terdorong ke depan, "Aduh! Jangan arah pantat dong!" Ucap Corni selagi menunjukkan ekspresi yang kesal, ia mulai mengambil tongkat itu dari Virra.


"Bersiap-siaplah, kita tidak tahu dunia yang aku ciptakan ini seperti apa... Sejarahnya benar-benar berubah, aku bisa merasakannya." Ucap Haruka selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


***


"RAAAAAAGGGHHHH!!!" Bamushigaru meluncurkan gelombang hijau melalui mulutnya hingga gelombang itu melesat menuju arah Korrina, tetapi Korrina langsung menghantam gelombang itu ke atas langit lalu menyerapnya dan meluncurkannya kembali ke arah Bamushigaru hingga ia terpental ke belakang, "Jika saja aku tidak melakukan hubungan itu bersama Alvin di tubuh ini... Bisa saja aku mengakhiri Bamushigaru dengan cepat tanpa harus menahannya hingga Haruka kembali." Korrina melesat ke depan lalu ia menghantam mata kanan Bamushigaru hingga hancur.


BAAAMMMM!!!!


Korrina langsung menciptakan beberapa klon lalu setelah itu ia bersama klon-klonnya mulai menghantam seluruh tubuh Bamushigaru tanpa ampun hingga Bamushigaru hanya bisa mengamuk dan menggerakkan tubuhnya hingga membuat Korrina terdorong ke belakang, "... ..." Bamushigaru mulai melingkari Korrina dengan kecepatannya, "Walaupun tubuhmu itu besar... setidaknya kau bergerak cukup cepat!" Korrina melepaskan dorongan yang besar di sekitarnya hingga Bamushigaru terdorong ke belakang lalu Bamushigaru mulai melepaskan gelombang yang besar melalui mulutnya dan setelah itu beberapa bola energi hijau muncul di seluruh tubuhnya.


"GRAAAAGGGHHH!!!" Bamushigaru langsung melesatkan semua sihir itu ke arah Korrina, "... ..." Korrina menjentikkan jarinya hingga semua sihir itu langsung meluncur kembali menuju arah Bamushigaru dan meledakkan seluruh tubuhnya.


BAAAMMMM!!!!


"GRAAAAGGGHHHH!!!" Teriak Bamushigaru keras hingga Korrina hanya bisa melihat dorongan yang mencoba untuk mendorongnya mundur, "Tidak berguna..." Korrina mulai meraba perutnya yang sedikit besar, "Tunggu ya... Jangan membuat Mama-mu ini rugi..." Ucap Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Bamushigaru mulai meluncurkan beberapa bola energi besar melalui mulutnya dan Korrina hanya bisa menatap bola itu lalu ia membulatkan kedua matanya hingga bola-bola itu terhapuskan.


Korrina muncul di bawah Bamushigaru lalu menendangnya ke atas dan setelah itu ia muncul di atasnya lalu ia mulai meluncurkan gelombang Sacred ke arah Bamushigaru hingga ia terpental ke belakang dan mengenai barrier Korrina yang memiliki ukuran sama seperti semesta, "Lama-lama kau hanya akan aku jadikan peliharaan, Bamushigaru!" Korrina mulai menunjuk Bamushigaru hingga ia tidak bisa bergerak lagi, "GRAAAGGHHH!!! RAAAAGGGHHHH!!!" Teriak Bamushigaru yang mencoba untuk bergerak.

__ADS_1


"HAAAAAAARRRRRRRGGGGGHHHHHHHHHH...!!!" Teriak Korrina keras hingga auranya mulai membesar dan melampui ukuran Bamushigaru, Kuro dan Mortem tidak bisa mengatakan sedikitpun kata ketika melihat Korrina yang sangat kuat, "Hebat..." Ucap Mortem.


"FINAL SHINE ATTACK!!!" Teriak Korrina hingga ia mulai meluncurkan gelombang Final Shine attack yang sangat besar, gelombang itu melesat menuju arah Bamushigaru dan membakar seluruh tubuhnya hingga habis, Korrina hanya bisa tersenyum melihat itu karena ia bisa merasakan Bamushigaru mencoba untuk memakannya dari belakang, "HAAAA!!!" Korrina mendorongnya mundur lalu ia melihat ukuran Bamushigaru yang membesar lagi.


Korrina melirik ke arah Shira dan yang lainnya lalu ia mentransfer mereka ke dimensi kecuali Alvin,, Haruki, Kuro dan Mortem yang masih melihat Korrina bertarung melawan Bamushigaru sendirian, "Alvin, Kuro, Haruki, dan Mortem!" Korrina menjentikkan jari-nya hingga seluruh tubuh mereka mulai kembali pulih karena sihir yang Korrina gunakan.


"Mari kita tahan." Ucap Korrina hingga mereka semua mengangguk.


***


Shira dan yang lainnya tiba di dimensi itu dengan kondisi yang perlahan-lahan mulai pulih karena dimensi itu adalah dimensi yang Korrina buat, di dalam dimensi itu terdapat banyak sekali aura penyembuhan hingga seluruh tubuh Shira perlahan-lahan mulai kembali pulih, "Cih... Ternyata Bamushigaru kuat juga..." Ucap Shira, ia perlahan-lahan bangkit dari atas tanah lalu ia melihat Haruka yang sedang menunjuk kubus hijau itu menggunakan kedua telapak tangannya, "H-H-Haruka...?"


"Shira... Nenek Rina... Arisu...!" Homura menghampiri mereka bertiga lalu ia membantu mereka berdiri hingga tiba-tiba Virra menghampiri Shira lalu menepuk kedua bahunya, "Syukurlah kau pulang dengan selamat, bagaimana kondisi disana?" Tanya Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan.


"Buruk... Bamushigaru tidak bisa mati, dia akan terus bangkit dan bangkit sama seperti Zoiru. Bisa saja dia akan tereinkarnasi ke masa lalu dan menghancurkan semuanya juga." Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Jangan khawatir, Shira. Aku sudah memiliki rencana lain untuk mengalahkan Bamushigaru." Ucap Virra selagi menunjukkan senyuman di wajahnya.


"Ehh...?" Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, Haruka langsung berhasil memecahkan kubus itu hingga sebuah portal hijau muncul di depannya, "Portal sudah siap, saatnya kita pergi, Virra!" Ucap Haruka kepada Virra. Virra mengangguk lalu ia menatap Shira dengan ekspresi yang terlihat serius, "Ayo, Shira! Kau harus ikut, siapa tahu nanti ada musuh yang menghalang kita untuk mengambil Weapon of Ancient Heroes itu."


"Tunggu...!? Aku memiliki banyak pertanyaaaaa----" Virra melempar Shira ke dalam portal itu hingga Haruka juga terkena masuk ke dalam portal itu, "Corni, semoga beruntung~" Ucap Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Corni mengangguk lalu ia masuk ke dalam portal itu hingga portal tersebut mulai menghilang, "Padahal aku ingin ikut..." Ucap Shou.


"Kami juga." Ucap Legenda lainnya, "Haruka bilang untuk masuk ke dalam kubus itu dibatasi dengan tiga orang, jika kita melanggar-nya maka sejarah di dunia itu akan hancur dan rusak karena sejarahnya itu."


SWWOOOOSSSHHH!!!


Tiba-tiba Haruka dan yang lainnya tiba di sebuah hutan yang cukup damai, Haruka mulai memejamkan kedua matanya untuk memeriksa apakah mereka benar-benar sedang berada di semesta Yuusuatouri, "... ...!" Haruka bisa merasakan aura milik Alvin dan itu artinya mereka benar-benar berada di semesta Yuusuatouri yang Haruka ciptakan, tetapi ia tidak tahu takdir apa yang dimiliki semesta ini, "Ah...!" Tongkat yang Corni pegang mulai bersinar cerah yang mengartikan bahwa Weapon of Ancient Heroes itu sepertinya mendekat, "Senjata-senjata itu sepertinya mendekat...!"


ZWWOOOSSHH!!!


Seorang Legenda mulai mendarat di belakang mereka bertiga selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Shira dan yang lainnya mulai melirik ke belakang lalu mereka mulai membulatkan kedua mata mereka, "Ahhh...!?" Shira membuka mulutnya lebar ketika ia melihat Legenda itu.


"Shiratori... Shiro...?" Ucap Virra selagi menunjukkan ekspresi yang terkejut karena Legenda yang ia lihat adalah Shiratori Shiro yang dimana di belakang punggungnya terdapat sebuah pedang besar, "T-Tunggu...? S-Sejarah apa ini...?" Tanya Haruka selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut juga karena ia tiba-tiba melihat Shira dengan sebuah Weapon of Ancient Heroes.


"Haruka... Kau bisa merasakan aura-nya yang menyengat itu...?" Tanya Corni.


"Ya... Dia memiliki aura yang menyengat...? Apakah dia ini Shiro yang sudah terpengaruh dengan darah Eternal-nya...?" Tanya Haruka kembali kepada Corni.


"Itu artinya kita berada di Yuusuatouri pada masa-masa dimana Shiro muncul, sepertinya dia berhasil membasmi semua Legenda yang tinggal di Legenia...?" Tanya Corni selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, "Pedang besar yang ada di belakangnya itu terlihat jelas bahwa itu bukan Weapon of Ancient Heroes, tapi anehnya pedang yang digunakan Shiro... Aku bisa merasakan sebuah pedang yang lebih kuat di bandingkan Weapon of Ancient Heroes."

__ADS_1


Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal ketika ia melihat Shiro, "Terserah, jika tongkat itu mengatakan bahwa pedang yang berada di punggung Shiro itu adalah Weapon of Ancient Heroes, maka biarkanlah aku menghabiskan Legenda satu ini...!!!" Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal hingga ia berubah menjadi wujud Saint Accumulation Light, Shira mulai merasa sangat kesal karena ia mulai mengingat Shiro di masa saat Shiro tiba-tiba mengendalikan tubuh dan pikirannya.


__ADS_2