Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 57 - Comeback


__ADS_3

10 bulan yang lalu, aku yang bernama Shiratori Shiro telah berhasil mengalahkan raja dari Legenia yang sangat licik juga kejam, ia adalah raja yang sangat busuk dan tidak memiliki sedikit kharisma untuk memimpin, ia memimpin seluruh ras Legenda dengan cara yang kotor yaitu dengan menggunakan sihir Brainwashed. Sihir yang mampu mengendalikan pikiran siapapun sesuai dengan kehendakan si pengguna.



Diriku sendiri tidak bisa mempercayai bahwa diriku ini masih hidup di dimensi yang setengah-nya akan hancur itu, berkat sihir negatif warisan ras Eternal juga sihir Saint Solar Eclipse yang telah di gabungkan menjadi satu... Dengan satu pukulan dari tangan kiriku aku berhasil mengalahkan Rionald yang telah menguasai jantung-jantung Saint itu.



Walaupun aku berhasil mengalahkan raja keparat itu, lengan kiriku mulai terasa mati hingga diriku ini tidak bisa menggerakan sedikit lengan kiri-ku, jika aku memaksakan menggerakannya maka aku akan merasakan kesakitan yang setara dengan siksaan pedih di lengan bagian kiriku. Aku berhasil melarikan diri dari Dimensi Saint dengan selamat.



Keselamatan diriku ini tidak penting karena aku berjuang untuk menyelamatkan semesta Yuusuatouri itu hanya berjalan dengan sia-sia, walaupun aku sudah mengalahkan Rionald sepenuhnya... Semua Legenda yang berada di kota Legenia membenci diriku hingga mereka semua mencoba untuk memburuku dan membunuh-ku, aku sama sekali tidak mengerti dengan pemikiran mereka yang membela raja busuk itu.



Perjuangan yang di akhiri dengan kebencian bagi para Legenda yang tinggal di kota Legenia, juga kehilangan sesama Saint atau seseorang yang sangat aku kenal terasa cukup menyakitkan dan menyedihkan... Tetapi, aku tidak bisa merasakan, perasaan, emosi, dan juga eksperesi yang seharusnya Legenda biasa lakukan ketika kehilangan seseorang juga di benci.



Walaupun aku di benci dan menjadi sasaran bagi Legenda yang tinggal di Legenia, aku tidak peduli sama sekali karena aku dan istriku yang bernama Homura telah pindah ke kota lainnya, kota itu bernama Legendarius... Kota yang sangat aman juga raja yang memimpin kota itu sangatlah adil, aku menjadi seorang guru akademi sihir di kota Legendarius karena diriku ini perlu uang juga ilmu sihir yang besar agar aku bisa menjadi lebih kuat untuk ancaman yang akan datang nanti...



YUUSUATOURI: LEGENDSĀ  ~THE SAINT OF LEGENDS~ TELAH BERUBAH MENJADI TOURI: THE BEGINNING OF THE GODS [YUUSUATOURI]



JIKA ANDA ADALAH PEMBACA YANG PERNAH MEMBACA NOVEL TOURI LAINNYA SEPERTI YUUSUATOURI VOL 2 DAN 3 JUGA ZUUSUATOURI ATAU REALM OF GODS MAKA NOVEL INI TIDAK MEMILIKI KAITAN APAPUN DENGAN SEMUA CERITA ITU. SEMUA CERITA ITU AUTHOR ANGGAP NON-CANON ATAU TIDAK BERKAITAN DENGAN NOVEL INI~



SEMOGA KALIAN DAPAT MENIKMATI NOVEL YUUSUATOURI LAGI YA~ JANGAN BOSAN NONTON, JADILAH PEMBACA YANG LAYAK DAN JUGA SETIA KARENA YUUSUATOURI TIDAK AKAN PERNAH MENGECEWAKAN APAPUN.



NORMAL'S POV...



Salju-salju mulai turun di malam hari, itu artinya bahwa semesta Yuusuatouri sedang berada di musim dingin, semua daratan dan pohon-pohon yang terlihat kering juga biasa saja mulai terhalangi oleh salju-salju yang turun hingga suhu udara yang tadinya hangat berubah menjadi sangat dingin.

__ADS_1



Ketika musin dingin turun di semesta Yuusuatouri itu artinya pertandaan sebuah pesta besar, pesta yang disebut sebagai "Pesta Kedatangan Musim Dingin", semua Legenda wajib merayakan pesta ini untuk bersantai dan beristirahat dari segala aktivitas, juga semua Legenda juga wajib untuk mengunjungi festival yang dipenuhi dengan kesenangan.



Akademi Legendarius, tempat dimana Shiro mengajar murid-muridnya. Ia sedang berada di ruang guru selagi membaca buku-buku yang ia pikir itu penting karena semua buku yang selalu ia baca itu penting dan bermakna bagi dirinya sendiri. Ia lalu menatap jendela dimana ia melihat beberapa salju mulai berturunan. "Musim salju ya...? Itu artinya aku harus beristirahat dan bersenang-senang bersama keluarga 'kah?"



Shiro bangkit dari atas kursi lalu ia berjalan pergi meninggalkan ruangan guru, tidak ada siapapun di akademi itu karena semua guru dan murid-murid sudah pasti akan pulang karena mereka harus bersiap untuk merayakan pesta kedatangan musim dingin. "Dingin... Suhu yang cukup tenang..." Ucap Shiro dengan wajah yang datar, ia berencana untuk pulang dan bertemu dengan keluarganya karena seharian ia menghabiskan waktu membaca dan mengajar di akademi itu.



Shiro berjalan di lorong yang sangat sepi dan ia mulai berpikir tentang masa lalu. "Shira... Bukannya rencana kau ini untuk menjadi yang terkuat juga menyelamatkan seluruh semesta dari segala bahaya ya? Aku sudah mencobanya... Tapi hal itu cukup sulit karena aku sedang berada di situasi yang di benci oleh para Legenda Legenia."



"Aku memang tidak mengerti mengapa Legenda biasa sangat menyukai bertarung juga bertindak semau mereka... Apakah ras Iblis dan Malaikat juga sama? Hmph... Aku cukup beruntung untuk menjadi ras Eternal Legenda."




"Tapi, Homura adalah istriku... Dia akan mengikutiku menuju jalan yang aku pilih, anak-anakku juga... Methode, Syna, dan juga Eclipse. Mereka bertiga memilih jalan yang aku pilih juga karena mereka bertiga ini anak-anakku, mereka pasti akan menurut."



"Sebenarnya apa gunanya kita melindungi sesuatu demi di banggakan atau di ingat baik-baik oleh semua orang...? Semua itu benar-benar tidak berguna bagiku dan apa gunanya juga bersikap semaumu seperti membunuh, memperkosa, atau menyiksa seseorang sesuai kesenangan kita? Aku juga tidak mengerti... Kebaikan juga kejahatan, kedua itu memang selalu ada di dunia ini." Shiro tiba di luar akademi dan ia tiba-tiba melihat kepala sekolah dari akademi Legendarius sedang menatap bintang-bintang yang sedang bersinar di atas langit.



Kepala sekolah itu melirik ke belakang dimana Shiro sedang menatapnya dengan wajah yang datar. "Ahhh... Shiro, seperti biasanya! Di hari pesta kedatangan juga kau masih rajin berada di dalam akademi itu." Ucap kepala sekolah tersebut.



"Akademi ini terkadang memberiku jawaban dalam kehidupan, Kirima." Shiro mulai meraba lengan kirinya lalu ia mulai berjalan menuju Kirima dan berhenti di sebelah kirinya.



"Jawaban dalam kehidupan? Jangan-jangan kau masih kebingungan dengan kebaikan juga keburukan ya...? Yahhh... Memilih sisi dari kedua itu cukup menyusahkan ya? Dua-duanya sama-sama memiliki sesuatu yang tidak bisa kita harapkan." Ucap Kirima dengan ia memghembuskan nafasnya lalu menghalangi seluruh tubuhnya dengan jaket hangat, seluruh tubuhnya mulai terasa dingin karena suhu udara yang sangat dingin di malam hari walaupun dia menggunakan jaket.

__ADS_1



"Ya. Apakah kita semua diharuskan memiliki kebaikan atau keburukan?"



"Yahhh... Dunia ini... Tidak ada yang mengaturnya karena kita semua hidup lalu mengatur hidup kita sendiri sesuai kehendakkan kita. Kau hidup karena kau pasti memiliki sesuatu yang harus kau lakukan maupun itu baik atau jelek." Kirima mulai menyilangkan kedua lengannya selagi menatap bintang-bintang yang sedang bersinar.



"Kakek-ku pernah mengatakan sesuatu... Tidak ada seorangpun yang hidup dengan sia-sia juga tidak ada satupun orang yang hidup tidak memiliki tujuan karena kita semua pasti memiliki sesuatu yang sangat kita inginkan. Apa yang kau ingin perjuangkan tidak akan pernah menghilang karena kau hidup dengan sebuah tujuan yang ada di dalam pikiranmu. Perjuangan, seperti dewa Alvin yang memperjuangkan semesta Touri."



"Dia tidak memiliki sisi dan dia memiliki tujuan yang berkaitan dengan kehendakannya sendiri, kebaikan dan kejahatannya juga seimbang... Tapi semua ini tidak berkaitan dengan keseimbangan karena kita hidup ini tidak di atur oleh siapapun melainkan kita sendiri, kau harus mencari jawaban yang sangat kau ingin carikan, Shiro. Bertarung juga bisa disebut sebagai tujuan atau mimpi yang besar." Kirima tersenyum.



Kirima menatap lengan kiri Shiro yang sudah tidak bisa bergerak. "Contoh lainnya juga bisa seperti lengan kirimu itu, Shiro. Lengan kirimu itu telah berjuang dan mengorbankan dirinya demi memperjuangkan suatu tujuan seperti menyelamatkan Yuusuatouri dan kejahatan raja Rionald..."



"Kau melakukan sesuatu kebaikan dan resikonya adalah kau dibenci oleh Legenda Legenia, tetapi keuntungannya kau menyelamatkan sesuatu yang ingin kau selamatkan. Kedua kebaikan dan kejahatan pasti memiliki suatu resiko yang cukup menyakitkan." Kirima berjalan pergi dan mulai meninggalkan Shiro yang sedang menatap langit-langit biru.



"Kehendakanku sendiri... Aku ingin melihat Homura tersenyum dan selalu bersama diriku..." Shiro mengepalkan kedua tinjunya karena ia ingin sekali menjaga Homura dan juga Homuze yang berada di dalamnya dengan seluruh kekuatan Saint-nya.



"Aku akan memilih sisi-ku sendiri." Shiro mulai terbang menuju atas langit lalu bergerak pulang menuju rumahnya yang terletak cukup jauh dari akademi Legendarius.



#Tetaplah menjadi pembaca yang setia dalam membaca novel Yuusuatouri


#Aksi dari novel ini sangatlah detail (Author akan berjuang!)



__ADS_1


__ADS_2