Yuusuatouri: The Beginning of a Legend

Yuusuatouri: The Beginning of a Legend
Chapter 101 - Ritual Shinigami


__ADS_3

Shou mendarat di depan perpustakaan kota Shimiya, kota itu memiliki perpustakaan tentang sejarah apapun termasuk dewa dan dewi, bahkan ada buku yang menceritakan tentang semesta Kamitouri dengan sangat jelas.


Shou melihat Rigel sedang menunggu Shou, ia berdiri di depan perpustakaan Shimiya itu selagi mengejamkan kedua matanya, mungkin bisa saja ia tertidur atau sedang melamun. "Rigel." Shou mulai menepuk kepalanya lalu Rigel membuka kedua matanya dan mulai menatap wajah Shou dengan eksperesi kebingungan. "Akhirnya aku bisa bertemu denganmu juga, Shou. Kau dari mana saja?" Tanya Rigel, Shou menunjukkan eksperesi terkejut melihat kedua mata Rigel yang melambangkan bintang.


"Ada apa dengan kedua matamu itu, Rigel?" Tanya Shou.


"Ohh, ini?" Rigel mengejamkan kedua matanya lagi lalu ia membukanya kembali hingga lambang bintang itu langsung hilang. "Aku tadi sedang berada di luar angkasa, kedua penglihatanku itu bisa pindah ke dalam bintang lainnya. Jadi singkatnya aku bisa mengendalikan bintang secara sempurna sekarang." Rigel terkekeh.


"Kamu berlatih juga ya... Aku kira kamu akan belajar seperti biasanya."


"Hehe... Kamu 'kan sudah dua bulan menghilang karena latihan di planet entah itu planet apa, jadi aku tidak bisa berdiam diri. Aku juga harus berlatih demi melindungimu!" Rigel menunjuk Shou hingga ia langsung tersenyum. "Setidaknya kau selalu berada di sisiku, Rigel." Shou mendekati Rigel lalu ia mencium dahinya. "Ahh...!!!" Wajah Rigel langsung memerah dan ia mulai meraba dahinya, Shou tertawa lalu ia masuk ke dalam perpustakaan itu.


"A-A-Apa yang kau lakukan!?" Tanya Rigel kesal. "Memberimu hadiah karena kau selalu memberikan aku informasi penting... Dengan informasi penting itu aku bisa belajar dan bertambah kuat lebih dari sebelumnya...!!!" Shou mengepalkan tinju kanannya, ia menghampiri rak buku yang menceritakan para dewa dan dewi. Rak buku perpustakaan itu sangat luas dan tinggi sekali.


"Dasar... Jangan asal mencium gitu dong..." Rigel mulai mengikuti Shou dari belakang. "Tidak apa-apa 'kan."


"Aku bukan pacarmu...!!!" Ucap Rigel, ia mulai mengembungkan kedua pipinya. "Mau?" Tanya Shou selagi mencari buku yang incar, ia mulai melihat rak buku itu satu-satu agar ia tidak melewati buku yang ia incar. "Ehh...? M-Mau..." Jawab Rigel.


"Rigel, tentang Shinigami itu..." Ucap Shou yang tiba-tiba mengganti topik pembicaraan, Rigel langsung menghela nafasnya dan ia juga mulai menepuk wajahnya. "Apa? Apakah kau terlalu tertarik dengan dewa kematian 'kah?" Tanya Rigel.


"Bagaimana kau bisa tahu?!" Tanya Shou.


"Bodoh, bukannya kau selalu saja membicarakan tentang dewa kematian terus menerus sejak dulu? Kau juga pernah ingin membuat kontrak dengan dewa kematian itu." Rigel menghela nafasnya lalu ia berjalan melewati Shou karena ia tahu dimana buku tentang Shinigami itu berada, Rigel pernah membacanya dan ia ingin mencoba untuk membuat kontrak dengan Shinigami, tetapi tidak jadi karena resiko untuk memiliki kontrak bersama Shinigami itu berat sekali.


Rigel menemukan buku tentang Shinigami itu lalu ia mengambil buku tersebut dan mulai menunjukkannya kepada Shou. "Ini..." Shou mengambil buku itu lalu ia mulai mencari tempat duduk yang kosong, beberapa detik kemudian ia menemukan tepat yang kosong untuknya duduk, ia mulai menghampiri tempat itu lalu ia duduk di kursi kosong itu.


"Baiklah..." Shou mulai membuka buku itu lalu ia membaca buku tersebut. "Shinigami adalah dewa kematian yang mencabut nyawa atau mengurus nyawa-nyawa yang sudah mati. Misalnya ketika seseorang terbunuh maka arwah mereka masih ada di dalam tubuh mereka, arwah-arwah itu dikumpulkan oleh para Shinigami dan setelah itu semua Shinigami itu memindahkan arwah itu ke dunia kematian berada atau dunia astral, beberapa arwah bisa saja dipindahkan ke dunia astral jika mereka cukup beruntung. Shinigami tidak bisa terlihat oleh mata para mortals, tetapi dewa dan dewi memiliki peluang untuk bisa melihat Shinigami."


"Shinigami sangat sulit untuk dilihat karena mereka menyembunyikan keberadaan mereka demi mengurusi nyawa-nyawa yang ada di Touri, bahkan sebagaian dari Shinigami juga terkadang suka melihat pertarungan bahkan membuat masalah juga ada yaitu membunuh mortal sembarangan demi kesenangan diri mereka sendiri."


Shou terus mencari informasi penting tentang Shinigami, ia membuka beberapa halaman karena ia sedang mencari halaman yang pantas untuk dirinya baca. "Beberapa ras bisa menjadi Shinigami dengan melalui cara ritual. Ritual itu hanya bisa dilakukan di semesta Zuusuatouri, terdapar sebuah kuil kegelapan dan di dalamnya terdapat sebuah simbol yang melambangkan kematian, bawa nyawa dari seseorang yang kau cintai maka letaki dia di atas simbol itu."


"Shou, a-apa yang kau coba baca? Kau berencana untuk menjadi Shinigami!?" Tanya Rigel gugup.


"Tidak, aku hanya penasaran bagaimana seorang mortal bisa berubah menjadi Shinigami, ternyata cukup beresiko." Ucap Shou yang terus membaca, ia langsung membacanya hal penting lainnya. "Terkadang dewi kematian agung akan mendatangi seorang mortal dan mengangkatnya sebagai Shinigami karena sebuah takdir... Hmph, ternyata dipilih karena takdir juga bisa." Ucap Shou.


Shou mulai membuka halaman lainnya, ia langsung mencari halaman cara untuk membuat kontrak dengan Shinigami, terkadang Shinigami ada yang mau dijadikan sebagai pelayan. Shou membuka halaman itu terus dan ia juga tidak lupa untuk membaca sedikit dari halaman yang ia lewat takutnya ia melewatkan tentang cara membuat kontrak dengan Shinigami itu.


Tiga Legenda mulai membuka pintu perpustakaan lalu mereka jalan menghampiri kasir, ketiga Legenda itu langsung mengeluarkan pedang mereka dan mengancam seorang pelayan perpustakaan itu. "Berikan kami Grimoire yang bernama Grimoire of Oath, Zifaski." Ucap seorang Legenda yang sedang menunjukkan pedang tajamnya kepada pemilik perpustakaan yang bernama Zifaski.


Shou dan Rigel tidak melihat ketiga Legenda perampok itu sedang mengancam seseorang karena ia sedang berada di ujung belakang perpustakaan selagi membaca buku, di depan mereka juga terdapat rak buku yang menghalangi. "Apa yang kau maksud dengan Grimoire of Oath...? Aku tidak pernah dengar Grimoire semacam itu!" Jawab Zifaski.

__ADS_1


Legenda yang berada di depan kedua rekannya mulai mencekik Zifaski lalu ia menghantam wajahnya tepat di atas meja yang berada di depannya sampai hancur. BAM! Legenda itu langsung melempar Zifaski ke belakang hingga ia mengenai rak buku yang berada di belakangnya, rak buku itu langsung terjatuh ke rak buku yang lainnya hingga menimbulkan semua rak buku yang berada di perpustakaan itu jatuh.


Shou dan Rigel langsung sadar karena yang berada di depannya akan menimpa mereka berdua, Shou memukul rak itu dengan tinjunya hingga hancur menjadi kepingan kayu kecil dan bahkan beberapa buku-pun mulai robek. "Rigel..." Shou memberikan buku Shinigami itu kepada Rigel dan ia langsung mengambilnya. "Apa ada masalah?" Tanya Rigel.


Shou dan Rigel mulai diam-diam melihat Zifaski yang tersiksa oleh seorang Legenda. Legenda lainnya yang sedang membaca mulai menjadi sandra dan tidak ada satupun orang yang bisa meninggalkan perpustakaan ini karena ketiga Legenda itu menghalang pintu keluar. Jika keluar melewati jendela maka mereka semua akan tertusuk oleh panah yang tajam. "Sepertinya ini perampokan..." Shou mulai diam-diam mendekati mereka semua dengan melewati rak-rak yang jatuh.


"Bos Tugiri, bagaimana kalau aku bersenang-senang dengan para gadis?" Tanya seorang Legenda yang sedang menatap dua gadis, ia mulai menunjukkan wajah yang terlihat menakutkan bagi gadis-gadis itu. "Lakukan semaumu, Arema, Celliga, tetapi urusan kita ke sini adalah untuk merebut Grimoire of Oath." Ucap Tugiri.


"Dimengerti." Ucap kedua Legenda itu. Tugiri mulai memegang kerah baju Zifaski. "Sudah kubilang... Aku tidak tahu Grimoire semacam itu... Sebenarnya Grimoire of Oath itu apa...!?" Tanya Zifaski.


"Perpustakaan yang berkualitas tinggi ternyata tidak memiliki Grimoire seperti itu?!" Tugiri membanting seluruh tubuh Zifaski dengan lantai lalu ia menginjak kepalanya keras sekali. "Grimoire of Oath adalah buku sihir yang diberi oleh dewa Oath kepada tetua keluarga Shichiro dengan melakukan janji terlarang. Buku sihir ini memiliki sihir-sihir kuno yang kuat dan berguna bagi keluarga Shichiro, buku ini sering diincar oleh orang-orang jahat untuk dijadikan senjata perang. Buku ini ada pada saat era pertama keluarga Ghifari dan Comi bekerja sama."


Shou langsung terkejut ketika mendengar perkataan Tugiri karena ia baru saja mengatakan marga kakek dan nenek-nya. "Ghifari dan Comi...?" Shou mulai mengintip sedikit karena ia tidak mau hanya menguping saja. "Aku... Tidak pernah mendengar buku sihir itu..."


"Kalian ini sebenarnya siapa...?" Tanya Zifaski.


"Ad Exitium, Kami bertiga berasal dari organisasi internasional khusus penjahat yang mengincar kekuatan-kekuatan kuno, melakukan pembunuhan, menyewa pembunuh bayaran, mencuri harta nasional, dan melakukan invasi besar-besaran di berbagai planet. Organisasi Ad Exitium diisikan oleh orang-orang ras campuran seperti manusia, legenda, iblis, vampir, malaikat, beastman, elf, manusia naga, elemental, dan raksasa. Tujuan kami adalah menguasai dunia dan membunuh ras-ras lemah." Ucap Tugiri.


Shou langsung terkejut ketika mendengar hal itu. "Ras yang lainnya...? Apakah mereka Legenda yang berasal dari abad-abad yang lalu...?" Tanya Shou.


"Dan membuat dunia yang dimana terdapat perdamaian...!!!" Ucap Tugiri. Arema mulai mendekat kepada kedua gadia itu dan ia mencoba untuk merobek semua baju mereka. "Eclipse Breaker: Eclipse Piercer..." Kedua tangan Shou langsung memegang sebuah dagger yang berwarna ungu dan di gagangannya itu terdapat rantai yang terlilit di kedua lengan Shou.


"TOLOOOOONG!!!" Teriak kedua gadis itu hingga Shou muncul tepat di depan Arema lalu ia menendang dada-nya hingga ia terdorong ke belakang. Shou melesat ke depan lalu ia mengayunkan kedua belatinya ke arah dada Arema hingga itu membuat luka yang melambangkan X. Shou memukul perut Arema hingga ia langsung memegang perutnya. "Ugghh...!!!" Arema memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya.


Shou menendang perut Arema hingga langsung terpental ke atas langit, kedua rantai yang berada di kedua gagangan belati itu langsung Shou tarik hingga Arema tertarik menuju arah Shou.


Shou langsung menendang ujung gagangan kedua belati itu hingga kedua belati miliknya masuk ke dalam kepala Arema dan menghancurkan otaknya, Arema sudah kehilangannya nyawa-nya ketika itu terjadi. Setelah itu Shou memegang kedua bahunya lalu ia membanting kepala Arema ke atas lantai hingga kedua belati milik Shou langsung terlepas dari kepala Arema yang sudah hancur.


Darahnya mulai berjatuh dimana-dimana hingga membuat sebuah danau di kedua kaki Shou. "Itulah siksaan yang pantas untukmu, dasar tukang pemerkosaan."


Celliga melesat menuju arah Shou lalu ia mencoba untuk menebas punggungnya, Shou melirik ke belakang. "Eclipse Creation...!!!" Kedua belati Shou langsung berubah menjadi pedang, ia membelah perut Celliga hingga kedua kakinya langsung terjatuh. "Ahh...!?" Shou muncul di belakang Celliga lalu ia menebas lehernya hingga kepalanya langsung putus. Shou berputar lalu ia menendang kepalanya hingga kepala itu terpental ke atas langit.


"Eclipse Creation..." Shou mengubah kedua pedangnya menjadi belati kembali, ia melempar belati yang ia pegang di tangan kanannya ke arah kepala Celliga hingga ujung dari belatinya keluar melewati mulutnya. Darah-darah Celliga mulai berjatuhan dimana-mana hingga membuat semua Legenda yang melihat Shou berlatih terkejut dan ketakutan karena cara bertarung Shou cukup sadis.


"Kau... Kau ini sebenarnya apa?!" Tanya Tugiri yang sedang berkeringat dingin. "Saint Gerhana Bulan... Shiratori Shou!!!" Shou langsung melempar kedua dagger-nya ke arah dada milik Tugiri hingga kedua ujung daggernya langsung memasuki dadanya dalam sekali.


Shou menarik Tugiri ke arahnya lalu ia memukul perutnya beberapa kali dan setelah itu ia menendang perutnya hingga ia terpental ke atas. Shou langsung melampar dagger yang ia pegang di tangan kirinya ke arah wajah Tugiri hingga dagger itu langsung menembus kepapanya dan menghancurkan otaknya. Setelah itu Shou menarik Tugiri ke arahnya dan ia mengakhiri hidupnya dengan menebas lehernya lalu ia mengambil kepala. "Tidak ada apa-apanya..."


Semua Legenda tahanan itu langsung melarikan diri selagi berteriak histeris karena mereka tidak tahan melihat cara bertarung Shou. Rigel menghela nafasnya lalu ia berjalan melewati darah-darah milik Legenda tadi dengan menunjukkan eksperesi jijik. "Kamu melakukannya terlalu berlebihan, Shou." Ucap Rigel.


"Maaf, aku hanya kesal melihat mereka mengganggu kita berdua membaca." Jawab Shou, kedua belatinya langsung menghilang seperti partikel-partikel kegelapan.

__ADS_1


Zifaski bangkit dari atas lantai dengan kondisi yang terluka. Shou langsung menunjuk Zifaski. "Lunar Blessing..." Ucap Shou, ia menggunakan sihir penyembuh kepada Zifaski, seluruh tubuh Zifaski langsung terlindungi oleh partikel-partikel kegelapan.


"Terima kasih karena sudah menyelamatkanku dan perpustakaan ini, Shou." Zifaski menghampiri Shou lalu ia mulai menjabat tangannya. "Tidak apa-apa, aku hanya merasa terganggu saja."


"Aku sangat berhutang budi kepadamu, Shou!" Zifaski tersenyum.



"Ehh?! Kau mencoba untuk membuat kontrak bersama Shinigami?" Tanya Zifaski. Shou mengangguk. "Iya, tapi kenapa buku ini tidak menunjukkan cara untuk memanggil Shinigami dan membuat kontrak dengannya?" Tanya Shou.


Rigel mulai menunjukkan buku tentang Shinigami itu kepada Zifaski. "Aku sudah membaca semuanya dan tidak ada halaman yang menjelaskan cara untuk memanggil Shinigami dan membuat kontrak bersamanya." Ucap Rigel.


Zifaski mulai membenarkan kacamatanya. "Sebenarnya halaman itu ada, tetapi halamannya aku robek demi mencoba ritual itu."


"Ehh!? Kau robek halaman itu?!" Shou langsung menunjukkan wajah yang kesal. "Kenapa kau melakukannya!?" Tanya Shou.


"Ikutlah bersamaku, Shou... Rigel..." Zifaski berjalan ke arah barat, Shou dan Rigel menatap satu sama lain lalu mereka mengikutinya dari belakang. Zifaski berdiri tepat di depan rak buku kecil yang terbuat dari batu-batu kuno. Ia mulai meraba rak itu hingga rak tersebut langsung hancur menjadi batu-batu kecil, di belakang rak itu terdapat sebuah pintu masuk misterius. "Ikuti aku." Zifaski berjalan masuk ke dalam pintu misterius itu. Shou dan Rigel mengikutinya dari belakang.


Mereka berjalan lurus hingga Zifaski berhenti di depan simbol yang melambangkan bintang iblis. Lambang itu digambar dengan sebuah darah asli. "Cara untuk memanggil Shinigami adalah melalui lambang ini, kau harus meletakkan anggota tubuh mortal di atasnya dan mengucapkan kata..."


"Bangkitlah Dewa Shinigami!!! Berbuatlah kontrak bersamaku!!!" Teriak Zifaski. Shou mulai mengangguk. "Hanya itu saja 'kah? Mudah sekali."


"Setelah itu kau harus meneteskan darahmu di atas lambang ini dan ritual pemanggilan Shinigami akan berhasil, tapi..." Ucap Zifaski.


"Cara kau membuat kontrak dengan Shinigami itu cukup beresiko, jika kau ingin Shinigami itu melayani atau berbuat kontrak denganmu maka Shinigami itu akan mengambil nyawamu, Shou." Ucap Shou.


"Bodo amat." Shou berjalan pergi meninggalkan mereka berdua, ia ingin mengambil kepala milik Celliga. "Pemuda itu terlihat seperti ingin melakukan sesuatu yang gegabah..."


"Itulah Shou..." Rigel tersenyum. "Aku percaya kepadanya..."


"Ohh~ Kau mencintainya?" Tanya Zifaski.


"Ahh, ti-tidak kok!!! Lagian siapa yang suka dengan Legenda gegabah seperti dia!?" Tanya Rigel dengan wajahnya yang memerah.


Beberapa detik kemudian, Shou kembali dengan sebuah kepala di tangan kanannya. Ia meletakkan kepala itu di atas lambang bintang itu lalu ia mundur beberapa langkah. "Baiklah..." Zifaski dan Rigel mulai mundur beberapa langkah menjauhi Shou.


"Bangkitlah Dewa Shinigami!!! Berbuatlah kontrak bersamaku!!!" Teriak Shou lalu ia memunculkan belatinya dan ia mulai menusuk ibu jarinya hingga ibu jarinya meneteskan beberapa darah ke atas lambang itu hingga lambang tersebut langsung bersinar merah. Shou mundur beberapa langkah hingga kepala yang berada di atas lambang itu langsung meleleh.


Sebuah portal merah muncul di atas lambang itu lalu muncullah seorang Shinigami yang sedang memegang sabit tajam sekali. Ia juga menggunakan sebuab jubah merah yang menghalangi seluruh tubuhnya. "Menghabiskan waktu saja... Kenapa aku dipanggil dua kali...?" Tanya shinigami itu yang sedang memakan sebuah bola mata.


Shinigami itu menatap Shou yang terlihat tegas, ia mulai memakan mata itu lalu ia menancapkan sabitnya di sebelah kanannya. "Ohh... Kau sepertinya baru..."

__ADS_1


"Ya, aku adalah Shiratori Shou! Aku ingin membuat kontrak bersamamu, Shinigami!" Shou menunjuk Shinigami itu.


"Aku adalah seorang dewi kematian atau bisa disebut dengan kata Shinigami. Namaku adalah Ava Clare, jadi...? Apakah kau siap menanggung konsekuensi untuk membuat kontrak bersamaku, Shou?" Tanya Clare dengan eksperesi yang terlihat datar.


__ADS_2